Anda di halaman 1dari 7

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA

POLTEKES TANJUNG
KARANG 2016

ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN


.
I. PENDAHULUAN
Organisasi

merupakan

wadah

kerja

sama

antar

manusia

yang

mempunyai seperangkat ketentuan dan nilai-nilai yang dipakai sebagai


aturan mainnya. Dengan demikian, seseorang yang hendak masuk
dalam organisasi harus menerima dan taat pada aturan main tersebut.
Aturan main dapat ditemui dalam anggaran dasar dan anggaran rumah
tangga (AD/ART). Apakah saudara pernah masuk dalam organisasi?
Apakah saudara tahu aturan main dalam organisasi saudara? Dengan
adanya aturan main yg ditaati maka dapat dibedakan antara tindakan
pribadi dan organisasi. Karena tindakan anggota dalam melaksanakan
suatu

kegiatan

merupakan

pewujudan

dari

organisasi.

Jika saudara sekarang aktif diorganisasi dan sudah memahami aturan


mainnya, maka saudara sudah mempunyai modal untuk pengembangan
selanjutnya, dimana anda bisa terlibat didalam penyusunan program.
Saudara bisa beradu argumen dengan kawan-kawan di organisasi untuk
bisa meng-gol-kan program yang saudara nilai tepat sasaran. Nah
supaya program-program yang diusulkan bisa tepat sasaran, maka
saudara harus mempunyai modal lagi, yaitu kemampuan saudara
didalam menganalisis kondisi lingkungan, baik lingkungan internal
maupun

lingkungan

eksternal.

II. MELIHAT ORGANISASI SEBAGAI SUATU SISTEM


Penyusunan

program

harus

didasarkan

kepada

analisis

kondisi

lingkungan, ini berarti bahwa suatu organisasi di dalam menyusun suatu


rencana

program

harus

berdasarkan

Input-Proses-Output.

Hal

| Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung

ini
1

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA

POLTEKES TANJUNG
KARANG 2016

menunjukan bahwa organisasi berada dalam suatu sistem. Oleh sebab


itu dalam membuat suatu rencana harus menganalisa kemungkinankemungkinan yang bisa dijadikan masukan (Input) bagi organisasi,

agar hasil (Output) yang diinginkan bisa tercapai. Kalau faktor-faktor ini
diperhatikan maka saudara sudah mulai merencanakan sesuatu.
Perancanaan program bertitik tolak dari dasar dan tujuan.
Kita bisa mandapatkan dua sumber data untuk bahan analisis, yaitu
data/informasi internal organisasi yang berasal dari elemen InputProses-Output dan data/informasi yang berasal dari lingkungan luar
(Eksternal). Untuk lebih mudah memahami, elemen input dikaitkan
dengan Sumber Daya Organisasi (SDM, Material, Uang dan Mesin) yang
sebenarnya semuanya itu berasal dari lingkungan luar. Sedangkan
output adalah hasil yang dicapai didalam memproses Sumber Daya
input organisasi tersebut. Jadi informasi dari internal, saudara harus
mampu mengidentifikasi Sumberdaya yang dimiliki dalam organisasi
saudara, bagaimana SDM-nya, kemampuan dana-nya, material yang
dimiliki dan mesin yang akan membantu di dalam melakukan proses
kegiatan. Prediksi hasil juga diperlukan sehingga hasil bisa diukur
standar pencapainya terutama hasil yang akan dikembalikan kepada
lingkungan. Dan yang tidak kalah penting adalah masalah-masalah
tidak

terstruktur

yang

dihasilkan

oleh

lingkungan

luar.

Untuk

memperoleh data/informasi dari lingkungan luar, saudara memang


harus pandai mengorek informasi dari lingkungan luar baik dengan
konsultasi, interview, diskusi dan juga bisa diperoleh dengan literatur.
III. ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN
Organisasi

dibentuk

keberadaannya

bukan

diperuntukkan

untuk
agar

formalitas
terjadi

belaka,

suatu

melainkan

kegiatan

atau

aktivitas. Didalam model sistem, aktivitas organisasi tercermin dalam


| Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA

POLTEKES TANJUNG
KARANG 2016

elemen proses. Tanpa melakukan proses maka organisasi tidak akan


menghasilkan apa-apa (impoten, mandul).
Bagaimana agar organisasi bisa melakukan aktivitas? Ada tiga hal yang
perlu diperhatikan yaitu:
Planning
Programing
Budgeting
3.1. PLANNING
Tidak ada kegiatan yang begitu saja turun dari langit, atau kegiatan
yang hanya didasarkan pada wangsit, kegiatan harus ada perencanaan.
Perencanaan

pada

hakekatnya

merupakan

tindakan

atau

usaha

pengambilan keputusan dalam rangka pencapaian tujuan dalam bentuk


kegiatan-kegiatan yang akan datang. Suatu rencana belum bisa
dikatakan sebagai program apabila belum ada keputusan tentang itu.
Pada tahap perencanaan, gagasan yang dilontarkan masih bersifat
sementara. Oleh sebab itu pada tahap ini adu argumentasi sangat
gencar. Dalam hal ini saudara dituntut untuk bersikap dewasa, kritis,
dedikatif dan konstruktif dalam memberikan sumbangan pemikiran. Ini
penting karena kesalahan berpikir pada tahap ini menyebabkan tujuan
kegiatan/organisasi tidak akan tercapai.
Oleh sebab itu alangkah baiknya jika perencanaan diletakkan pada alur
pikir logis, agar program yang direncanakan dapat dilihat kaitannya
yang berdampak pada pencapaian tujuan organisasi. Adapun langkahlangkah yang bisa membantu adalah:
Terjemahkan tujuan organisasi menjadi strategi dasar pengembangan
program yang biasa disebut Kategori Program Utama (KPU)
Saudara merumuskan program-program yg dilaksanakan, atau yang
biasa disebut Program Utama (PU).

| Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA

POLTEKES TANJUNG
KARANG 2016

Dari program utama harus dirinci menjadi Program. Setiap program


harus ada penjelasan program.
Jika langkah diatas sudah selesai berarti tahap perencanaan telah
selesai. Untuk itu perlu disahkan sebagai program kerja. Setelah tahap
pengesahan, apapun yang terjadi semua anggota terikat dengan
keputusan tersebut dan harus dijalankan, karena disitulah fungsi
berorganisasi.
3.2. PROGRAMMING
Asumsikan bahwa organisasi sudah mempunyai struktur program yg
jelas, tibalah saatnya program-program tersebut untuk diorbitkan.
Programing merupakan penerjemahan setiap program kedalam aksi-aksi
yang nyata. Kalau berbicara

mengenai aksi-aksi nyata, mempunyai arti bawa saudara harus


berbicara mengenai proposal. Untuk itu perhatikan langkah-langkah
sebagai berikut:
1. Rumuskan tujuan suatu program.
Cara perumusannya harus:
-

Jelas; dapat dimengerti maksudnya


Operasional; mengarah pada hal yang ingin dicapai
Spesifik; mengarah pada satu aspek saja
Realistik; dapat dilaksanakan

Contoh:
Tujuan LDK adalah untuk membekali mahasiswa dengan dasar-dasar
manajerial

dan

teknik-teknik

organisasi

serta

motivasi

untuk

mengembangkan diri dan meningkatkan prestasi Tujuan yang tidak


spesifik
| Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA

POLTEKES TANJUNG
KARANG 2016

Tujuan LDK adalah meningkatkan pengetahuan mahasiswa di bidang


organisasi Tujuan yang spesifik
Tujuan diadakan pelatihan adalah untuk memperbaiki citra lembaga
kemahasiswaan tujuan kurang jelas.
2. Menentukan Kriteria
Pencapaian tujuan harus ditetapkan kriterianya. Misalnya

tujuannya

adalah meningkatkan pengetahuan mahasiswa dibidang organisasi


dengan kriteria bahwa 40 mahasiswa lulus dalam LDK tersebut. Dengan
demikian

kesusksesan

didasarkan

pada

besar

dan

keberhasilan

kecilnya

kegiatan

suatu

kegiatan

tersebut,

bukan

meriah

atau

tidaknya, melainkan melihat apakah kegiatan tersebut sesuai dengan


tujuan yang diharapkan.
3. Identifikasi faktor
Identifikasi

faktor-faktor

yang

kemungkinan

besar

menjadi

penghalang. Kegiatan apapun yang dilaksanakan selalu berkaitan


dengan lingkungan sekitarnya. Ada faktor-faktor yang tidak bisa diubah
oleh manusia yang bisa menjadi penghambat.
Misalnya: Organisasi saudara akan melaksanakan kegiatan perayaan
Valentine sebagai hari kasih sayang, dengan mengadakan pagelaran
musik di lapangan kampus yang berada di tengah kampung. Untuk
kegiatan tersebut saudara jangan hanya memikirkan siapa bintang
tamunya, group band pengiring, perlu karcis atau tidak, sponsor, dsb
tetapi saudara perlu memikirkan faktor X misalnya tanggal 14 Pebruari
adalah musim hujan. Siapa yang bisa menghentikan hujan? Pawang,
apakah saudara dan kawan-kawan yakin? Dan faktor lainnya perlu
saudara perhitungkan misalnya sikap masyarakat terhadap perayaan
valentine yang sebetulnya kopian dari budaya asing. Jangan-jangan
sewaktu

acara

berlangsung,

ada

sekelompok

masyarakat

yang

mendemo untuk dibubarkan.


| Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA

Jika

faktor-faktor

pemecahannya.

sudah

Jika

tidak

saudara
cukup

POLTEKES TANJUNG
KARANG 2016

ketahui

maka

berpengalaman

perlu
atau

dicari
minim

pengetahuan tentang hal itu, maka perlu mengundang orang-orang


yang dianggap pakar dalam masalah kegiatan tersebut untuk hadir
dalam rapat. Atau buat seminar, diskusi atau lokakarya.
4. Identifikasi fungsi penopang.
Suatu kegiatan jelas mempunyai arah dan sasaran. Suatu kegiatan yang
bersifat sistemik selalu terkait dengan sistem yang lain. Keterkaitan
tersebut merupakan fungsi penopang. Misalnya saudara dipercaya oleh
pihak akademik untuk mengadakan acara inagurasi. Saudara harus
memikirkan agar mahasiswa baru banyak yang datang pada acara
tersebut,

dan

juga

agar

UKM-UKM

juga

aktif

terlibat

didalam

penyelenggaraan acara tersebut. Mahasiswa baru banyak yang ikut jika


ada penopang misalnya pembagian sertifikat atau bahkan perkuliahan
diliburkan.
3.3. BUDGETTING
Anggaran penting anda analisis, terutama sisi debet dan kredit.
Penjabaran kegiatan menjadi anggaran harus juga memperhitungkan
faktor X (dalam hal ini harga dipasar berkaitan dengan kenaikan harga
BBM, dll). Sedangkan pada sisi debet perlu memperhitungk sumbersumber masukan utama dari mana. Kalau tidak mencukupi, maka
saudara harus menginventarisir kemungkinan-kemungkinan yang bisa
menjadi sumber pemasukan.
Pada masa sekarang ini, pada umumnya kendala utama adalah dana
yang kurang. Untuk mengatasi hal tersebut, maka harus ada prioritas
program. Dari program yang ada program mana yang paling relevan
dilaksanakan.

| Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA

POLTEKES TANJUNG
KARANG 2016

Setelah ketiga hal dilaksanakan maka kegiatan harus dijabarkan


kedalam satuan waktu, dari tahap perencanaan sampai pada tahap
pelaporan. Penjabaran ini disebut jalur kritis.
IV. PENUTUP
Pikirkan secara matang, diatas meja bukan di lapangan, maksudnya
segala permasalahan, faktor penghambat dan pendorong dibicarakan,
didebatkan diatas meja untuk membuat konsep kegiatan, sehingga jika
terjadi permasalahan di lapangan mudah untuk diatasi. Diatas meja
inilah anda bisa menganalisis kondisi lingkungan baik internal maupun
lingkungan eksternal. Yang terutama dipikirkan didalam kegiatan adalah
pencapaian

tujuan

kegiatan.

Jangan

sampai

apa

yang

sudah

direncanakan secara baik ternyata pelaksanaannya kacau balau, hanya


disebabkan

oleh

kesalahan

dalam

melakukan

analisa

kondisi

lingkungan.

| Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung