Anda di halaman 1dari 13

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA

POLTEKES TANJUNG
KARANG 2016

ORGANISASI
A. PENDAHULUAN
Banyak bentuk organisasi di masyarakat, misalnya negara, partai
politik, perkumpulan masyarakat, bahkan bentuk organisasi yang
paling kecil yaitu keluarga dan lain sebagainya. Kata organisasi
mempunyai dua pengertian umum, yaitu sebagai suatu lembaga
atau fungsional, seperti perguruan tinggi, rumah sakit, perwakilan
pemerintah, perwakilan dagang, perkumpulan olah raga dan lain
sebagainya, lainnya sebagai proses pengorganisasian pengalokasian
dan penugasan para anggotanya untuk mencapai tujuan yang efektif.
Dalam bahan ajar ini akan dibahas mengenai konsep dasar
organisasi, teori-teori organisasi, tujuan organisasi, fungsi organisasi,
peran organisasi dan asas organisasi.
Sesuai dengan surat Direktur Poltekes Tanjungkarang dimana
direncanakan kegiatan latihan dasar kepemimpinan bagi pengurus
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Poltekes Kementerian Kesehatan
Tanjungkarang, dipandang perlu mengadakan pelatihan dimaksud.
Dan salah satu materi yang diberikan adalah tentang organisasi,
maka bahan belajar ini membahas tentang konsep dasar, teori-teori,
tujuan fungsi, peran dan asas-asas organisasi
Semoga bahan belajar ini dapat bermanfaat bagi pengurus BEM yang
akan melaksanakan tugas.
B.

TUJUAN

A. KOMPETENSI DASAR
setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan peserta mampu
menjelaskan dasar-dasar organisasi
B. INDIKATOR KEBERHASILAN
setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan peserta mampu :
1. Menjelaskan konsep dasar organisasi
2. Menjelaskan teori-teori organisasi
3. Menjelaskan tujuan organisasi
4. Menjelaskan fungsi organisasi
5. Menjelaskan peran organisasi
6. Menjelaskan asas-asas organisasi

| Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung

15

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA

POLTEKES TANJUNG
KARANG 2016

A. Konsep Dasar Organisasi.


Secara konseptual ada dua batasan yang perlu dikemukakan di sini,
yakni istilah organization sebagai kata benda dan organizing
(pengorganisasian) sebagai kata kerja, menunjukkan pada rangkaian
aktivitas yang harus dilakukan secara sistematis.
Organisasi adalah suatu sistem, mempunyai struktur dan
perencanaan yang dilakukan dengan penuh kesadaran, di dalamnya
orang-orang bekerja dan berhubungan satu sama lain dengan suatu
cara yang terkoordinasi, kooperatif, dan dorongan-dorongan guna
mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
Apabila kita
membicarakan
organisasi
sebagai
suatu
sistem,
berarti
memandangnya terdiri dari unsur-unsur yang saling bergantungan
dan di dalamnya terdapat sub-sub sistem. Sedangkan struktur di sini
mengisyaratkan bahwa di dalam organisasi terdapat suatu kadar
formalitas dan adanya pembagian tugas atau peranan yang harus
dimainkan oleh anggota-anggota kelompoknya.
Istilah organisasi dapat pula diartikan sebagai suatu perkumpulan
atau perhimpunan yang terdiri dari dua orang atau lebih punya
komitmen bersama dan ikatan formal mencapai tujuan organisasi,
dan di dalam perhimpunannya terdapat hubungan antar anggota dan
kelompok dan antara pemimpin dan angota yang dipimpin atau
bawahan
Dari kedua definisi di atas, dapat dinyatakan betapa pentingnya
organisasi sebagai alat administrasi dan manajemen dalam
melaksanakan segala kebijakan/keputusan yang dibuat pada
tingkatan administratif maupun manajerial. Dalam hubungan ini,
hakiki organisasi dapat ditinjau dari dua sudut pandangan. Pertama,
organisasi dipandang sebagai wadah, tempat di mana kegiatan
administrasi dan manajemen dilaksanakan. Kedua, sebagai proses
yang berusaha menyoroti interaksi (hubungan) antara orang-orang
yang terlibat di dalam organisasi itu.

Proses pengorganisasian mencakup kegiatan-kegiatan berikut:


| Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung

16

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA

POLTEKES TANJUNG
KARANG 2016

1. Pembagian kerja yang harus dilakukan dan menugaskannya pada


individu tertentu, kelompok-kelompok dan departemen.
2. Pembagian aktivitas menurut level kekuasaan dan tanggungjawab
Organisasi adalah suatau proses perencanaan yang meliputi
penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu struktur atau
pola hubungan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
Adapun unsur-unsur organisasi secara sederhana memiliki tiga
unsur, yaitu:
1) Man
Man
(orang-orang),
dalam
kehidupan
organisasi
atau
ketatalembagaan sering disebut dengan istilah pegawai atau
personnel. Pegawai atau personnel terdiri dari semua anggota
atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya
terdiri dari unsur pimpinan (administrator) sebagai unsur
pimpinan tertinggi dalam organisasi, para manajer yang
memimpin suatu unit satuan kerja sesuai dengan fungsinya
masing-masing dan para pekrja (nonmanagement/workers).
Semua
itu
secara
bersama-sama
merupakan
kekuatan
manusiawi(man power) organisasi.
2) Kerjasama
Kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan
suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk
mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semua anggota atau
semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan
menjadi administrator, manajer, dan pekerja (workers), secara
bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power)
organisasi.
3) Tujuan bersama
Tujuan merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan
menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang
diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus
dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus
dicapai melalui prosedur, program, pola (network), kebijaksanaan
| Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung

17

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA

POLTEKES TANJUNG
KARANG 2016

(policy), strategi, anggaran (budgeting), dan peraturan-peraturan


(regulation) yang telah ditetapkan.
4) Peralatan
Unsur yang keempat adalah peralatan atau equipment yang
terdiri dari semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan
barang modal lainnya (tanah,gedung/bagunan/kantor).

5) Lingkungan (environment)
Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan
teknologi. termasuk dalam unsur lingkungan, antara lain:
1) Kondisi atau situasi
2) Tempat atau lokasi
3) Wilayah operasi yang dijadikan sasaran kegiatan organisasi.
6) Kekayaan alam
Yang termasuk kekayaan alam ini misalnya keadaan iklim, udara,
air, cuaca (geografik, hidrografi, geologi, klimatologi), flora dan
fauna.
B. TEORI-TEORI ORGANISASI
1) TEORI ORGANISASI KLASIK
Teori ini biasa disebut dengan teori tradisional atau disebut juga
teori mesin. Berkembang mulai 1800-an (abad 19). Dalam teori ini
organisasi digambarkan sebuah lembaga yang tersentralisasi dan
tugas-tugasnnya
terspesialisasi
serta
memberikan
petunjuk
mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreatifitas.
Dikatakan teori mesin karena organisasi ini menganggab manusia
bagaikan sebuah onderdil yang setiap saat bisa dipasang dan
digonta-ganti sesuai kehendak pemimpin.
Definisi organisasi menurut teori klasik yaitu organisasi merupakan
struktur hubungan, kekuasaan-kejuasaan, tujuan-tujuan, perananperanan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan factor-faktor lain apabila
| Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung

18

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA

POLTEKES TANJUNG
KARANG 2016

orang
bekerja
sama.
Teori Organisasi klasik sepenuhnya menguraikan anatomi organisasi
formal. Empat unsur pokok yang selalu muncul dalam organisasi
formal:

System kegiatan yang terkoordinasi


Kelompok orang
Kerjasama
Kekuasaan & kepemimpinan

Sedangkan menurut penganut teori klasik suatu organisasi


tergantung pada empat kondisi pokok: Kekuasaan, disiplin, doktrin
dan, sedangkan yang dijadikan tiang dasar penting dalam organisasi
formal adalah:

Pembagian kerja (untuk koordinasi)


Proses scalar & fungsional ( proses pertumbuhan vertical dan
horizontal)
Struktur (hubungan antar kegiatan)
Rentang kendali(berpa banyak atasan bias mengendalikan
bawahan)

TEORI KLASIK berkembang dalam 3 aliran:


1. BIROKRASI - Dikembangkan dari Ilmu Sosiologi
2. ADMINISTRASI - Langsung dari praktek manajemen memusatkan
Aspek Makro sebuah organisasi.
3. MANAJEMEN ILMIAH - Langsung dari praktek manajemen
memusatkan Aspek Mikro sebuah organisasi.
1. TEORI BIROKRASI
Dikemukakan oleh MAX WEBER dalam buku the theory protestant
ethic and economic organization. Istilah birokrasi berasal dari kata
legal_rasional. Legal disebabkan adanya wewenang dari seperangkat
aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas.
Sedangkan rasional karena adanya penetapan tujuan yang ingin
dicapai. Karakteristik-karakteristik birokrasi menurut MAX WEBER:
a. Pembagian kerja
b. Hirarki wewenang
c. Program rasional
| Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung

19

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA

POLTEKES TANJUNG
KARANG 2016

d. Sistem Prosedur
e. Sistem Aturan hak kewajiban
f. Hubungan antar pribadi yang bersifat impersonal
2. TEORI ADMINISTRASI
Teori ini dikembangkan oleh HENRY FAYOL, LYNDALL URWIK dari Eropa
dan JAMES D MONEY, ALLEN REILY dari Amerika.
Fayol membagi kegiatan industri menjadi 6 kelompok:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Kegiatan
Kegiatan
Kegiatan
Kegiatan
Kegiatan
Kegiatan

Teknikal (Produksi, Manufaktur, Adaptasi)


Komersil (Pembelian, Penjualan, Pertukaran)
Financial (penggunaan optimum modal)
Keamanan
Akuntansi
Manajerial

3. MANAJEMEN ILMIAH
Dikembangkan tahun 1900 oleh FREDERICK WINSLOW TAYLOR.
Defenisi manajemen ilmiah adalah Penerapan metode ilmiah pada
studi, analisa dan pemecahan masalah organisasi atau
Seperangkat mekanisme untuk meningkatkan efesiensi kerja
Empat kaidah Manajemen menurut Frederick W. Taylor:
a. Menggantikan metode kerja dalam praktek dengan metode
atas dasar ilmu pengetahuan.
b. Mengadakan seleksi, latihan dan pengembangan karyawan
c. Pengembangan ilmu tentang kerja, seleksi, latihan dan
pengembangan secara ilmiah perlu intregasikan.
d. Perlu dikembangkan semangat dan mental karyawan untuk
mencapai manfaat manajemen ilmiah
Teori neoklasik
Aliran yang berikutnya muncul adalah aliran Neoklasik disebut juga
dengan Teori Hubungan manusiawi. Teori ini muncul akibat
| Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung

20

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA

POLTEKES TANJUNG
KARANG 2016

ketidakpuasan dengan teori


klasik
dan teori merupakan
penyempurnaan teori klasik. Teori ini menekankan pada pentingnya
aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu ataupun
kellompok kerja.
Dalam pembagian kerja neoklasik memandang perlunya:
1. Partisipasi
2. Perluasan kerja
3. Manajemen bottom up
Ada 2 aliran yaitu:
Teori Human Relation
Teori ini disebut juga teori hubungan kemanusiaan, teori hubungan
antara manusia, teori hubungan kerja kemanusiaaan atau the human
relations theory. Suatu hubungan dikatakan hubungan kemanusiaan
apabila hubungan tersebut dapat memberikan kesadaran dan
pengertian sehingga pihak lain merasa puas. Pengertian tersebut
dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu hubungan manusia
secara luas dan secara sempit. Dalam arti luas hubungan
kemanusiaan adalah hubungan antara hubungan seseorang dengan
orang lain yang terjadi dalam suatu situasi dan dalam semua bidang
kegiatan atau kehidupan untuk mendapatkan suatu kepuasan hati.
Teori Organisasi perilaku
Teori ini disebut merupakan suatu teori yang memandang organisasi
dari segi perilaku anggota organisasi. Teori ini berpendapat bahwa
baik atau tidaknya, berhasil tidaknya organisasi mencapai sasaran
yang telah ditetapkan berasal dari para anggotanya.

b) TEORI MODERN
Teori Modern sering disebut dengan teori Analiasa Sistem atau
Teori Terbuka yang memadukan antara teori klasik dan neokalsi.
Teori Organisasi Modern melihat bahwa semua unsure organisasi
sebagai satu kesatuan yang saling bergantung dan tidak bisa
dipisahkan. Organisasi bukan system tertutup yang berkaitan dengan
lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi merupakan system
| Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung

21

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA

POLTEKES TANJUNG
KARANG 2016

terbuka yang berkaitan dengan lingkunngan dan apabila ingin


survivel atau dapat bertahan hidup maka ia harus bisa beradaptasi
dengan lingkungan.
Ada 2 aliran yaitu:

Pendekatan Contingency (Situasional)


Pendekatan Contingency bermaksud untuk menjembatani gap
yang ada antara teori dan praktek. Di samping itu, pendekatan
contingency memasukkan variabel-variabel lingkungan dalam
analisisnya, karena perbedaan kondisi lingkungan akan
memerlukan aplikasi konsep atau teknik manajemen yag berbeda
pula.
Pendekatan Contingency muncul karena ketidakpuasan atas
anggapan keuniversalan dan kebutuhan untuk memasukkan
berbagai variable lingkungan ke dalam teori dan praktek
manajemen. Ada tiga komponen pokok dalam lerangka konseptual
untuk pendekatan contingency : lingkungan , konsep-konsep dan
teknik-teknik manajeman, dan hubungan kontingensi antara
keduanya.

Pendekatan Sistem
Pendekatan system dalam manajemen merupakan pendekatan
yang ditetapkan paling akhir, dan dapat dipahami dengan sudut
pandangan teori system umum atau analisis system. Pendekatan
system terutama menekankan saling ketergantungan dan
keterkaitan bagian-bagian organisasi sebagai keseluruhan.
Pendekatan ini memberikan kepada manajemen cara memandang
organisasi sebagai keseluruhan dan sebagai bagian lingkungan
eksternal yang lebih luas. Organisasi dipandang sebagai system
terbuka dan pada hakekatnya merupakan proses transformasi
berbagai masukan yang menghasilkan keluaran.

C. UNSUR-UNSUR ORGANISASI
Pada hakikatnya organisasi terbentuk dari sekelompok orang, kerja
samadan tujuan bersama. Terdapat 5 cara seseorang menjadi anggota
kelompokformal, yakni
1. Karena ditunjuk oleh pimpinan.
2. Dipilih oleh kelompok.
| Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung

22

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA

POLTEKES TANJUNG
KARANG 2016

3. Dipilih oleh perwakilan dari luar kelompok.


4. Alasan sebagai volunteer (sukarela).
5. Karena ex-officio suatu jabatan dalam kelembagaan.
D. FUNGSI ORGANISASI
Peranan Staff Dalam Organisasi
Pada pengertiannya Organisasi adalah suatu kelompok orang
orang yang sedang bekerja ke arah tujuan bersama di bawah
kepemimpinan. Menurut bidangnya staf dibagi menjadi fungsifungsi yang ada di perusahaan, seperti staf personalia, staf
pengembangan, staf perencanaan, staf pemasaran dan staf staf
lainya. Jenis staf menurut banyaknya pemimpin yang dilayani
dibedakan menjadi :
1. Staf Khusus adalah staf yang memiliki tugas untuk memberikan
saran, konsultasi, bantuan serta melayani seluruh Lini dan unsur
organisasi. Sifat khusus staf spesialis yaitu :
o Terbatas dalam pemberian nasihat dan bantuan serta tidak
mempunyai kekuasaan terhadap elemen elemen dalam
organisasi.
o Nasihat dan bantuanyan diberikan kepada seluruh bagian dan
seksi.
o Nasihat dan bantuannya hanya untuk suatu lapangan tertentu.
2. Staf Pribadi adalah staf yang memiliki tugas memberikan saran,
bantuan, dan jasa kepada manjer. Staf ini sering disebut asisten
yang mempunyai tugas bermacam macam untuk satu atasan
dan biasanya bersifat generalis.
Umumnya diperbantukan manajer tingkat tinggi (Top Manajer).
Staf Pribadi ini dibagi menjadi 2 (dua) yaitu :
o Staf Asisten disebut juga Asisten Manajer atau Asisten Director
yang berposisi sebagai Lini atau hubungan Lini, yaitu
hunbungan orang orang dan komponen komponen yang
bertanggung jawab atas tercapainya tujuan perusahaan serta
mempunyai wewenang mengambil keputusan akhir/terakhir
mengenai hal yang berhubungan dengan tujuan. Staf Asisten
meliputi; * Asisten to dan Executive Assistants memberi
bantuan kepada pucuk pimpinan dalam suatu tugas pimpinan
tertentu dan memberikan segala hal yang di perlukan. *
Administrative Assistants memberikan layanan kepada seorang
| Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung

23

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA

POLTEKES TANJUNG
KARANG 2016

pimpinan dalam soal kecil administrasi. * Special Assistants


memberikan layanan dalam bidang keahliannya kepada
pimpinan .
o Line Assistant adalah Assistant yang berada pada masing
masing fungsional yang ada pada dalam perusahaan, dan dia
memberikan nasihat dan bantuannya pada bidang menurut
fungsinya.

Walaupun fungsi personel merupakan fungsi staf, seorang pengurus


personel juga terlibat dengan tugas-tugas lini.
Dessler menyatakan bahwa seorang pengurus personel melakukan
tiga fungsi :

Fungsi Lini : Seorang pengurus personel memainkan fungsi lini


dalam mengarahkan kaki tangan dibawah beliau dan dalam unit
perkhidmatan.

Fungsi Penyelarasan : Seorang pengurus personel juga


bertanggung jawab menyelaraskan aktivity personel. Di sini
pengurus personel bertugas sebagai tangan kanan eksekutif
atasan dalam memastikan segala objektif, dasar dan tata cara

Fungsi Staf : Memberikan khidmat nasihat dan bantuan kepada


pengurus di peringkat ini.

E. TUJUAN ORGANISASI
Menetapkan Tujuan Organisasi Tujuan membantu menentukan
organisasi Anda, memberikan arah dan menghindari kekacauan.
Tujuan
dapat
membantu
memotivasi
anggota
dengan
mengkomunikasikan apa organisasi ini berjuang untuk serta
menyediakan dasar mengakui prestasi dan keberhasilan. Organisasi
yang tujuan yang ditetapkan lebih efektif dalam merekrut anggota.

Ada tiga tingkatan organisasi mendefinisikans prioritas Anda:

| Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung

24

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA

POLTEKES TANJUNG
KARANG 2016

1. Tujuan atau Misi adalah umum, pernyataan luas yang


menceritakan mengapa organisasi Anda ada: biasanya tidak
berubah dari tahun ke tahun dan sering pernyataan pertama
dalam konstitusi Anda.
2. Tujuan adalah pernyataan yang menjelaskan apa yang organisasi
Anda ingin capai, yang berasal dari Anda tujuan atau misi. Tujuan
adalah ujung ke arah mana usaha Anda akan diarahkan dan sering
berubah dari panjang untuk istilah atau tahun ke tahun,
tergantung pada sifat kelompok.
3. Tujuan adalah deskripsi dari apa yang harus dilakukan, berasal
dari tujuan; spesifik yang jelas laporan tugas terukur yang akan
dicapai sebagai langkah ke arah mencapai tujuan Anda.

F. PERAN ORGANISASI :
Jadi secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok
orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat
dengan peraturan yang ada. Organisasi ialah suatu wadah atau tempat
untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang
telah ditetapkan bersama.
Berdasarkan arti dari organisasi yang diungkapkan oleh beberapa orang
diatas, peran organisasi dalam sebuah perusahaan sangatlah penting,
karena perusahaan didirikan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dan
untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan aktifitas, kerja sama, dan
tentu saja orang yang melakukan aktifitas tersebut atau sumber daya
manusia yang ketiga unsur ini terdapat dalam sebuah organisasi.
Kesimpulanya, suatu perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu
membutuhkan org anisasi didalamnya agar bias tercapai tujuan
tersebut.

G. ASAS ASAS ORGANISASI


1.

PerumusanVisi, MisidanTujuandenganJelas
Tujuan adalah kebutuhan manusia jasmani maupun rokhani yang
diusahakan untuk mencapai dengan kerjasama sekelompok orang.
Tujuan yang dirumuskan dengan jelas menjadi pedoman bagi
haluan organisasi, pemilihan bentuk organisasi, pembentukan
| Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung

25

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA

POLTEKES TANJUNG
KARANG 2016

struktur, penentuan macam pekerjaan yang akan dilakukan,


kebutuhanpejabat.
2.

Departemenisasi
Aktivitas untuk menyusun satuan-satuan organisasi yang akan
diserahi bidang kerja atau fungsi tertentu

3.

Pembagian Kerja
Rincian serta pengelompok anak tivitas-aktivitas/tugas-tugas yang
semacam atau erat hubungannya satu sama lain untuk dilakukan
oleh seorang pejabat tertentu.

4.

Koordinasi
Keselarasan aktivitas antar satu organisasi atau keselarasan tugas
antar pejabat.

5.

Pelimpahan Wewenang
Hak seorang pejabat untuk mengambil tindakan yang diperlukan
agar tugas serta tanggungjawabnya dapat dilaksanakan dengan
baik.

6.

RentanganKontrol (Span of Control)


Jumlah terbanyak bawahan langsung yang dapat dipimpin dengan
baik oleh seorang atasan tertentu.

7.

JenjangOrganisasi (Hirarki)
Tingkat-tingkat satuan organisasi yang didalamnya terdapat
pejabat, tugas serta wewenang tertentu menurut kedudukannya
dari atas kebawah dalam fungsi tertentu.

8.

KesatuanPerintah (Unity of Command)


Tiap tiap pejabat dalam organisasi hendaknyahanya dapat
diperintah dan bertanggungjawab kepada seorang pejabat atasan
tertentu.

| Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung

26

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA

9.

POLTEKES TANJUNG
KARANG 2016

Fleksibilitas
Kemampuan organisasi untuk melakukan perubahan sebagai
penyesuaian tanpa mengurangi kelancaran aktivitas yang sedang
berjalan.

10.

Berkelangsungan
Kemampuan
organisasi
untuk
operasinya secara terus-menerus.

11.

mempertahankan

aktivitas

Keseimbangan
Satuan-satuan organisasi hendaknya ditempatkan pada struktur
organisasi sesuai dengan peranannya

DaftarPustaka
1. Kasim, Azhar, 1993, PengukuranEfektivitasDalamOrganisasi, FEUI, Jakarta
2. Lubis, S. B. Hari, dan Huseini, Martani, 1987, Teori Organisasi
(suatu pendekatan makro), PAU-UI, Jakarta
3. Milton, Charles R., 1981, Human Bevaior in Organizations (Three
Levels of Behavior), Prentice-Hall, Englewood Cliffs, N. J
4. Sutarto, 1995, Dasar-Dasar Organisasi, GadjahMada University
Press, Yogyakarta
5. Thoha, Miftah, 1994, Perilaku Organisasi: Konsep dan Aplikasinya,
Rajawali, Jakarta
6. Umstot, Denis D., 1984, Understanding Organizational Behavior
(Concepts and Applications), West Publishing Co, Minnesota

| Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung

27