Anda di halaman 1dari 1

Peran Terapi Gizi bagi penderita Hepatitis

Hati berperan dalam metaboisme karbohidrat, lemak, dan protein. Dalam keadaan normal, hati
mengandung bermacam-macam enzim metabolisme sehingga seluruh proses metabolisme dan
detoksifikasi racun/toksin terjadi di dalam hati. Hati juga memproduksi empedu yang disimpan
dalam kantong empedu dan akan dikeluarkan jika diperlukan. Empedu dalam saluran pencernaan
bermanfaat untuk absorpsi lemak dan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak yaitu vitamin A, D,
E, dan K. Maka, jika kelainan atau kerusakan fungsi hati berpengaruh terhadap saluran cerna dan
penggunaan makanan dalam tubuh sehingga sering menyebabkan gangguan gizi. Oleh karena itu,
diperlukan diet khusus agar tidak memperberat fungsi hati yang sedang sakit.

1.

2.

3.

4.
5.
6.
7.

Terapi Gizi pada Penderita Hepatitis


Diet khusus bagi penderita hepatitis dalam jumlah yang optimal membantu penyembuhan luka
pada sel-sel hati dan memulihkan kekuatan hati. Selain itu, dapat meningkatkan regenerasi sel-sel
hati yang rusak, memperbaiki penurunan berat badan akibat kurang nafsu makan, mual dan
muntah, mencegah katabolisme protein, mencegah atau mengurangi ascites, dan koma hepatik.
Dalam diet Hepatitis mencakup pemenuhan zat-zat gizi yang diperlukan tubuh, seperti :
Kalori dalam jumlah yang tinggi untuk mencegah pemecahan protein yang diberikan
bertahap sesuai kemampuan penderita hepatitis. Kalori diberikan dalam jumlah tinggi karena
adanya demam dan diperlukan untuk proses regenerasi jaringan serta untuk menambah
persediaan tenaga. Kebutuhan kalori bersifat individual sehingga perlu perhitungan khusus.
Protein perlu diberikan dalam jumlah yang tinggi agar dapat memperbaiki jaringan hati
yang rusak dan mempertahankan fungsi-fungsi utama tubuh. Selain itu, protein merupakan agen
lipotropik yang merubah lemak menjadi lipoprotein agar dapat keluar dari hati untuk mencegah
perlemakan hati.
Pemberian lemak sesuai kondisi penderita hepatitis. Jika ada gangguan pencernaan
lemak/steatorhea dan mual, gunakan lemak dengan asam lemak rantai sedang (Medium Chain
Triglyserida) karena jenis lemak ini tidak membutuhkan aktivitas lipase dan asam empedu dalam
proses absorpsinya. Selain itu, pemberian lemak harus dikurangi tetapi pembatasan terlalu ketat
tidak dianjurkan karena akan mengurangi kelezatan makanan sehingga akan menurunkan nafsu
makan. Lemak diberikan dalam mudah yang mudah dicerna atau dalam bentuk emulsi.
Asupan Natrium diberikan dalam jumlah yang rendah, tergantung tingkat edema dan
ascites
Selain makanan, perlu suplemen B kompleks, vitamin K (untuk mencegah perdarahan),
vitamin C dan Zink untuk mempercepat penyembuhan.
Penambahan vitamin A dan D yang berlebihan sangat tidak dianjurkan karena akan
memperberat fungsi hati yang sakit
Bentuk makanan diberikan dalam bentuk lunak terutama bila ada mual dan muntah.
Dalam melaksanakan diet ini bersifat individual atau sangat bergantung pada kondisi kesehatan
seseorang sehingga perlu berkonsultasi langsung dengan ahli gizi dan dokter. Selain diet, faktor
lingkungan sangat berperan dalam pencegahan penyakit hepatitis seperti menjaga kebersihan
makanan dan alat makan yang menjadi media penularan hepatitis. Oleh karena itu, untuk
mengurangi resiko terkena hepatitis, sebaiknya kita dapat menerapkan pola hidup sehat seperti
tidur minimal 8 jam sehari, berolahraga secara teratur, mengurangi stress, menjaga kebersihan
makanan dan alat makan, makan makanan bergizi dalam jumlah seimbang sesuai kebutuhan dan
menjaga hubungan sosial.