Anda di halaman 1dari 4

UJIAN TENGAH SEMESTER _ 2016 / PERBAIKAN

MATA KULIAH
WAKTU

: AGAMA & ETIKA HINDU


: 60 menit

NAMA
NIM
FAKULTAS

:
:
:

SOAL :
1. Tulislah definisi Teologi Hindu, apa gunanya anda mempelajari Teologi ?.
2. Bagaimana umat Hindu memahami ketuhanan dan apa saja konsep untuk memahami
Tuhan secara Hindu?
3. Jelaskan asal usul keberadaan manusia secara Hindu, apa yang dimaksud dengan
Hakekat manusia ?.
4. Konsep Atma Tatwa didalam Hindu menyatakan bahwa Tuhan juga ada didalam diri
manusia bahkan diseluruh mahkluk hidup, dimanakah posisi keberadaan Tuhan didalam
diri manusia ?. Kenapa manusia ada yang baik dan ada yang jahat, sedangkan didalam
dirinya ada Tuhan, jelaskan secara singkat.
5. Sebutkan beberapa konsep ajaran Hindu yang dapat membentuk susila. Jelaskan tentang
Susila, Karakter, Moral dan Integritas !
6. Apa tujuan susila menurut Hindu? Jelaskan secara singkat !
7. Apa saja syarat ilmu pengetahuan secara umun dan apa saja sumber pengetahuan
menurut hindu ?
8. Iptek didalam ajaran Veda Dharayanta adityaso jagat stha ( Regveda II.27.4) artinya Sinar
matahari menopang seluruh alam semesta. Berilah satu contoh bahwa sinar matahari ini
bermanfaat secara teknologi untuk kehidupan modern, apa wujud implementasinya ?.
9. Apa saja dampak teknologi terhadap masyarakat dan budaya dipadang dari agama Hindu.
10. Semua agama mengajarkan kebaikan, lalu kenapa masih saja ada umatnya yang berbuat
kejahatan atau asuba karma, dimanakah letak kesalahannya ? Jelaskan secara singkat.

Jawaban dibuat pada lembar berikut ini, dan kirim kembali jawaban anda via email, paling
lambat 18 Maret 2016, waktu : 10.00 (AM).

LEMBAR JAWABAN :
1. Teologi Hindu merupakan Ilmu tentang ketuhanan yang memiliki cakupan luas dan meliputi
bidang pengetahuan dan kepercayaan yang luas. Hal ini biasa disebut Brahmavidya
sebagai Teologi Kasih Semesta. Berdasarkan pengertian tersebut, maka pembelajaran
mengenai Teologi Hindu sangatlah penting. Teologi merupakan ilmu yang mempelajari
ketuhanan. Sejalan dengan hal tersebut, manusia merupakan makhluk yang memeluk
agama dengan kepercayaan tertinggi berada pada Tuhan atau ketuhanan. Jadi,
mempelajari apa yang dipercayai dapat meningkatkan spiritualitas dan ketetapan hati
dalam menjalai hidup pada jalan (agama) yang telah dipelajari.
2. Berdasarkan kitab Brahma sutra Bab I.1, disebutkan bahwa Penyelidikan ke dalam
Brahman (Tuhan) harus dilakukan. Berdasarkan hal tersebut maka diketahui bahwa
konsep Tuhan berdasarkan hindu secara sederhana dibagi menjadi dua, yaitu Nirguna
Brahman dan Saguna Brahman. Nirguna Brahman merupakan teori yang menempatkan
Tuhan sebagai Tuhan yang tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu atau dapat
dikatakan bahwa Tuhan berada pada wilayah transendental. Wilayah ini merupakan tempat
saat manusia tidak bias membatasi Tuhan yang tidak terbatas. Jadi, Tuhan tidak berwujud,
tidak memiliki nama, dan tidak dapat dibayangkan. Sedangkan Saguna Brahman
merupakan konsep yang memetakan Tuhan pada wilayah yang mencoba untuk
menggambarkan Tuhan, sebagai yang memiliki atribut, memiliki nama, memiliki fungsi,
warna, rupa, dan sifat-sifat lain. Hal ini berfungsi untuk membatasi Tuhan dalam ruang
lingkup tertentu sehingga manusia bias berkonsentrasi untuk melakukan sembah bakti
kepada Tuhan yang dipercayai.
3. Berdasarkan Hindu, manusia diciptakan oleh Tuhan dari 5 unsur zat yang disebut Panca
Maha Butha. Manusia pertama dalam Hindu disebut Svambhu manu, yang memiliki arti
sebagai makhluk berpikir yang pertama yang menjadikan dirinya sendiri. Kata Svambhu di
atas bukanlah sebuah nama, melainkan sebuah predikat pada manusia pertama karena
tidak diketahui secara pasti sosok manusia pertama tersebut. Berdasarkan KBBI (Kamus
Besar Bahasa Indonesia) Hakekat (hakikat) didefinisikan sebagai intisari atau dasar,
kenyataan yang sebenarnya (sesungghunya). Sedangkan, dalam pengembangannya
setelah digabungkan dengan kata manusia, hakekat manusia dapat diartikan sebagai
intisari atau dasar manusia yang membedakannya dari entitas lain seperti hewan dan
tumbuhan.
4. Atman merupakan percikan terkecil dari Tuhan yang Maha Esa. Dalam tubuh manusia,
atman berada pada jantung. Hal ini masuk akal mengingat jantung berperan sangat penting
dan sebagai pusat dari peredaran darah manusia. Selain itu, jantung memiliki posisi tepat
berada di tengah-tengah tubuh. Prihal manusia yang baik dan jahat, perlu diperhatikan
bahwa tubuh manusia terdiri dari tiga lapisan badan. Pada lapisan badan tertentu terdapat
ego dan sifat keakuan. Sifat-sifat inilah yang membungkus atman sehingga sifat manusia
menjadi berbeda, yang dalam hal ini adalah baik dan jahat. Atman dalam diri manusia
tetaplah suci, baik, dan sempurna. Hanya saja, sifat keakuan yang membungkusnya yang
timbul menjadi karakter. Jika manusia mampu melihat ke dalam diri, menemukan atman,
maka sifatnya akan baik dan tidak ada yang jahat.
5. Susila bersama tatwa dan upacara bergabung menjadi sebuah kesatuan sistem yang terdiri
dari input proses dan output. Tatwa merupakan input dalam sistem ini. Sebuah input harus
diolah dan diberikan suatu proses sehingga menjadi keluaran. Bagian proses inilah peran

upacara (upakara). Dapat diperhatikan kesamaan upakara dengan proses yang sama
sama merupakan metode-metode tertentu. Pada akhirnya, keluaran yang didapatkan
adalah output, yang dalam hal ini adalah susila, perilaku yang baik dan mulia. Wujud
perilaku yang baik dan mulia ini (wujud susila) dapat dilihat dari karakter, moral, dan
integritas manusia. Karakter merupakan pandangan keseluruhan tentang kebiasaan, pola
pikir, dan segala hal yang berkaitan dengan diri manusia. Sedangkan moral merupakan
jiwa raga dari manusia. Sementara integritas merupakan nilai kejujuran dari manusia.
6. Tujuan tata susial ialah untuk membina perhubungan yang selaras atau hubungan yang
rukun antara seseorang dengan makhluk hidup lain yang hidup disekitarnya.
7. Syarat ilmu pengetahuan menurut hindu yaitu memiliki objek, memiliki tujuan dan metode,
bersifat empiris, bersifat rasional, dam bersifat objektif.
Berdasarkan ajaran agama hindu, terdapat empat sumber pengetahuan yaitu
a. Pratyaksa pamana atau melakukan penelitian
b. Anumana pramana atau analisa
c. Upamana pramana atau metode pendekatan atau metode pembandingan
Agama pramana atau belajar dari guru atau sastra
8. Salah satu penerapan yang sedang populer adalah penggunaan solar cell. Solar cell
merupakan alat yang dapat mengkonversi sinar matahari menjadi energy listrik. Energi
listrik ini nantinya dapat digunakan untuk keperluan lain yang lebih penting. Salah satu
penerapan vital solar cell ini adalah solar cell pada ISS (International Space Station). ISS
merupakan satu-satunya stasiun luar angkasa internasional. Stasiun ini berfungsi untuk
mengawasi, meneliti, dan mengkaji pengetahuan tentang luar angkasa. Karena berada jauh
dari bumi, serta terbatasnya ruangan untuk bahan bakar, satu-satunya sumber energy dari
ISS adalah solar cell yang terbentang luas di sisi kanan dan kiri stasiun ini. Terdapat system
yang sangat kompleks untuk mengoperasikan ISS dengan sangat banyak fungsi yang
sangat bergantung pada energy. Tanpa solar cell, ISS tidak akan bias beroperasi.
9. Dalam agama hindu, pengaruh teknologi terhadap masyarakat dan budaya memberikan
tiga dampak yang paling signifikan. Ketiga dampak tersebut adalah perubahan tata nilai,
kesenjangan sosial, dan rusaknya alam sekitar (lingkungan). Perubahan tata nilai dapat
diamati dari kehidupan sosial yang berubah sangat cepat dan dinamis. Perubahan ini tentu
menimbulkan dampak negatif dan positif bagi banyak bidang. Kesenjangan sosial
merupakan dampak dari perkembangan teknologi antara pihal yang dapat mengikuti
perkembangannya dan pihak yang tidak mampu untuk mengikutinya. Sehingga, antar
kedua pihak tersebut terdapat gap yang cukup besar. Perkembangan teknologi
membutuhkan penelitian yang sangat berisiko untuk merusak alam seperti pencemaran
limbah, merosotnya kualitas dan kuantitas SDA, efek rumah kaca, hujan asam, dan masih
banyak lagi.
10. Semua agama mengajarkan kebaikan, pernyataan tersebut merupakan pernyataan yang

tidak bias lagi ditolak kebenarannya. Akan tetapi, pernyataan tersebut perlu ditambahkan
dengan kalimat sesuai yang dipercaya agama tersebut. Jadi, dalam hal ini dapat
dikatakan adalah setiap agama mengajarkan apa yang dianggap agama terebut, apa yang
dipercaya agama tersebut, atau apa yang tertulis dalam kitab agama tersebut sebagai hal
yang baik (kebaikan). Kerangka acuan dari kebaikan ini menurut sebagian besar agama
mungkin sama, kedamaian, toleransi, dan keberagaman. Akan tetapi, untuk beberapa

agama yang menganut kerangka acuan kepercayaan yang berbeda, mereka memiliki
kerangka acuan kebaikan sebagai sesuatu hal yang dilakukan untuk kebaikannya sendiri,
keutamaan individualitas (agama sendiri), dan hal lain. Perbedaan kerangka acuan dalam
pendefinisian kebaikan inilah yang sering memunculkan perselisihan dan kejahatan.