Anda di halaman 1dari 5

Makalah

Agama Islam

Perjuangan-perjuangannya
yang paling berkesan/unik
KELOMPOK 9

Perang Khandaq
Dua tahun kemudian yakni setelah perang uhud,kaum
Muslimin Madinah menghadapi ancaman yang lebih besar
lagi. Orang-orang mekah atas hasutan orang-orang Yahudi
khaibar dan dengan bantuan suku-suku badui yang lain,
mengerahkan sepuluh ribu pasukan dengan tujuan
menduduki Madinah . Lokasi Perang Khandaq adalah di
sekitar kota Madinah bagian utara. Perang ini juga dikenal
sebagai Perang Ahzab (Perang Gabungan). Perang Khandaq
melibatkan kabilah Arab dan Yahudi yang tidak senang
kepada Nabi Muhammad SAW.
Mereka bekerjasama melawan Nabi SAW. Di samping itu,
orang Yahudi juga mencari dukungan kabilah Gatafan yang
terdiri dari Qais Ailan, Bani Fazara, Asyja', Bani Sulaim, Bani
Sa'ad dan Ka'ab bin Asad .
Peperangan ini lebih dikenal dengan nama Perang Khandaq.
Terjadi pada bulan Syawal tahun 5 Hijriah. Mulanya ialah
setelah Bani Nadhir diusir datanglah pemimpin-pemimpinnya
ke Makkah untuk mengajak orang-orang Quraisy memerangi
Nabi bersama-sama. Keinginan ini disambut baik.
Selanjutnya mereka datang ke Ghathafan (nama daerah)
untuk beraliansi dengan masyarakat di daerah itu.
Maksud ini ternyata disambut baik pula oleh Bani Fazzarah,
Bani Murrah, dan Bani Asyja. Setelah siap berangkatlah
mereka menuju Madinah. Usaha pemimpin Yahudi, Huyay bin
Akhtab, membuahkan hasil. Pasukannya berangkat ke
Madinah untuk menyerang kaum Muslim. Berita
penyerangan itu didengar oleh Nabi Muhammad SAW. Kaum
Muslim segera menyiapkan strategi perang yang tepat untuk
menghasapo pasukan musuh. pihak musuh berkekuatan
10.000 prajurit, Sedangkan kaum Muslimin berkekuatan
3.000 prajurit.
Salman al-Farisi, sahabat Nabi SAW yang mempunyai banyak
pengalaman tentang seluk beluk perang, mengusulkan
untuk membangun sistem pertahanan parit (Khandaq) .
Strategi Rasul saw. dalam perang Khandaq atau Ahzab ialah
menggali parit. Hal itu dilakukan bila serangan tentara
musuh tiba, mereka tertahan oleh parit itu.

Namun, mereka (tentara sekutu) mengepung Madinah


dengan mendirikan kemah kemah di luar parit lebih kurang
satu bulan lamanya. Akibatnya, umat Islam menjadi terjepit.
Lebih-lebih lagi, dalam suasana kritis itu, orang orang Yahudi
dari Bani Quraizah di bawah pimpinan Ka'ab bin Asad
berikhianat. Pengepungan tentara sekutu tersebut terhadap
umat Islam baru berakhir setelah kemah-kemah mereka
dihantam dan diterbangkan oleh angin badai yang amat
kencang. Mereka terpaksa kembali ke kampung halaman
masing masing tanpa hasil apapun.
Dalam perang Ahzab umat Islam kembali dikhianati oleh
anggota pasukannya sendiri (orang Yahudi). Namun,
pengkhianatan itu tidak mematahkan semangat anggota
pasukan Islam lainnya dalam menghadapi musuh musuh
Islam. Seperti dikethaui bahwa persoalan yang dihadapi oleh
umat Islam pada masa peperangan ialah pengkhianatan
anggota pasukannya. Anggota pasukan yang berkhianat itu
berasal dari kelompok orang orang munafik dan Yahudi.
Kelompok orang munafik seperti pada perang Uhud, yang
dipimpin oleh Abdullah bin Ubay. Sementara itu, golongan
Yahudi dipimpin oleh Ka'ab bin Asad pada perang Ahzab.
Angin badai yang menghantam perkemahan orang orang
kafir Quraisy mengakibatkan gagalnya rencana penyerbuan
mereka ke Madinah. Mereka terpaksa kembali ke kampung
halaman masing masing karena perbekalan mereka telah
dirusak oleh serangan angin badai. Bahkan, pemimpin
mereka sendiri, Abu Sufyan bin Harb, memerintahkan
kepada semua anggota pasukannya untuk segera pulang.
Sejalan dengan itu, pasukan Abu Sufyan juga mempunyai
pikiran, daripada mati kedinginan dan kelaparan lebih baik
mundur menanggung malu.

Perang Tabuk
Adanya peristiwa penaklukan kota Mekah membuat seluruh
Semenanjung Arabia berada di bawah kepemimpinan Nabi
Muhammad SAW. Melihat kenyataan itu, Heraklius, penguasa
Romawi Timur, menyusun pasukan besar untuk menyerang

kaum Muslim. perang ini adalah kota Tabuk, perbatasan


antara Semenanjung Arabia dan Syam (Suriah). Pasukan
Muslimin kemudian menyiapkan diri dengan menghimpun
kekuatan yang besar karena pada masa itu banyak pahlawan
Islam yang menyediakan diri untuk berperang bersama Nabi
SAW. Pasukan Romawi mundur menarik diri setelah melihat
besarnya jumlah pasukan Islam. Nabi SAW tidak melakukan
pengejaran tetapi berkemah di Tabuk. Di sini Nabi SAW
membuat perjanjian dengan penduduk setempat sehingga
daerah perbatasan tersebut dapat dirangkul dalam barisan
Islam.
Pada bulan Rajab tahun ke-9 H, Nabi saw. menerima laporan
bahwa kaum Muslimin yang bermukim di barat daya
perbatasan Arabia, mendapat ancaman dari kekaisaran
Romawi dan berhajat untuk menyerang wilayah-wilayah
Islam. Setelah mempersiapkan pasukan, Nabi saw
mengumumkan rencananya kepada khalayak ramai. Cara ini
berbeda dengan kebijakan-kebijakan yang dibuat
sebelumnya. Dahulu, beliau merahasiakan niatnya. Kali ini
beliau memberitahukan kepada khalayak secara terbuka.
Masyarakat mempersembahkan segala sesuatu yang
diperlukan oleh pasukan Muslimin. Mereka dengan antusias
dan penuh semangat mengorbankan harta, bahkan kaum
wanita merelakan simpanan perhiasan mereka untuk
digunakan dalam peperangan .
Nabi mengadakan persiapan untuk menghadapi tantangan
ini. Tetapi mengalami banyak kesulitan, karena cuaca waktu
itu sangat panas. Sungguhpun begitu semangat juang kaum
Mukminin tidak luntur sedikit pun. Setelah mempersiapkan
pasukan, Nabi saw mengumumkan rencananya kepada
khalayak ramai. Cara ini berbeda dengan kebijakankebijakan yang dibuat sebelumnya. Dahulu, beliau
merahasiakan niatnya. Kali ini beliau memberitahukan
kepada khalayak secara terbuka. Masyarakat
mempersembahkan segala sesuatu yang diperlukan oleh
pasukan Muslimin. Mereka dengan antusias dan penuh
semangat mengorbankan harta, bahkan kaum wanita
merelakan simpanan perhiasan mereka untuk digunakan
dalam peperangan .

Ada tiga orang sahabat yang bersedia mengeluarkan biaya


untuk keperluan itu. Abu Bakar menginfakkan 40.000
dirham, Umar menyedekahkan seperdua dari nilai
kekayaannya, dan Utsman pun begitu. Namun uang sebesar
itu baru bisa menutup sepertiga ongkos perang atau baru
bisa membiayai pasukan sejumlah 10.000 orang. Padahal
Nabi berhasil menghimpun 30.000 orang tentara yang terdiri
atas 20.000 infanteri dan 10.000 orang tentara berkuda
(kavaleri). Ini merupakan pasukan terbesar sepanjang
sejarah peperangan bangsa-bangsa Arab, sampai dewasa
ini.
Nabi dan pasukannya segera mencapai Desa Tabuk. Tetapi
setelah bersiaga selama lebih kurang 20 hari, ternyata
pasukan Romawi dan sekutu-sekutunya tidak juga kunjung
datang, sehingga Nabi pulang ke Madinah.