Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

ASPEK FINANSIAL

Di Bekukan Oleh:
KELOMPOK V (LIMA)

Zainuddin Jusuf
Abdul Rahman Bumulo

*911 413 145*


*911 413 012*

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
T.A 2014/2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas Rahmat dan Karunia-Nya, kami
sebagai penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang bertema Aspek Finansial, tepat
pada waktunya. Makalah ini merupakan tugas mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
pembuatan makalaah ini, sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Kami juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
Kami sangat membutuhkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, dan pada intinya
untuk memeperbaiki kekurangan-kekurangan yang dibahas dalam makalah ini, sehingga
dimasa yang akan datang akan lebih baik lagi.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan semua pihak.

Gorontalo, 02 April 2015

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................i
DAFTAR ISI.........................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.............................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah........................................................................................................1
1.3 Tujuan Penulis..............................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Aspek Finansial............................................................................................................2
2.1.1 Periode Persiapan..................................................................................................2
2.1.1.1 Biaya Pra-operasi...........................................................................................2
2.1.1.2 Rencana Kebutuhan Investasi........................................................................2
2.1.1.2.1 Biaya pembangunan Fisik (Harta Tetap).................................................3
2.1.1.2.2 Biaya-biaya Trial Run.............................................................................3
2.1.1.2.3 Modal Kerja............................................................................................4
2.1.1.3 Sumber Dana..................................................................................................4
2.1.1.3.1 Modal Sendiri..........................................................................................4
2.1.1.3.2 Pinjaman..................................................................................................4
2.1.2 Periode Oprasi......................................................................................................5
2.1.2.1 Proyeksi Rugi/Laba........................................................................................5
2.1.2.2 Proyeksi Arus Kas (Cash Flow).....................................................................6
2.1.2.3 Proyeksi Neraca.............................................................................................7
2.1.2.4 Proyeksi Kemampuan Melunasi Pinjaman....................................................7
2.1.2.5 Proyeksi Tingkat Pengembalian Investasi......................................................8

2.2 Implikasi Pada SKB ( Studi Kelayakan Bisnis)..........................................................8

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan..................................................................................................................9
3.2 Saran.............................................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................10

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam perencanaan bisnis perlu dilakukan penilaian terhadap aspek-aspek yang
menyangkut dan berhubungan langsung dengan investasi tersebut, keputusan untuk
melakukan investasi yang menyangkut sejumlah besar dana dengan harapan mendapatkan
keuntungan dalam jangka panjang, seringkali berdampak besar bagi kelangsungan hidup
perusahaan. Oleh karena itu, sebelum melakukan investasi salah satu syarat terpenting
adalah mengkaji aspek finansial.
Maka dari itu kami bermaksud menyusun makalah ini dengan harapan menambah
pengetahuan kami terhadap aspek finasial (keuangan) dalam studi kelayakan bisnis.
1.2 Rumusan Masalah
Dari uraian yang telah diberikan dalam latar belakang masalah, dapat dirumuskan
sebagai berikut:
a. Apa yang menjadi bahasan utama dalam pandangan apek finansial (keuangan)
terhadap Studi Kelayakan Bisnis?
b. Bagaimana menganalisis pengeluaran dan pendapatan terhadap aspek finansial
(keuangan)?
1.3 Tujuan Penulis
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagi berikut:
a. Untuk mengetahui bahsan dalam aspek finansial terhadap kelayakan suatu bisnis.
b. Untuk mengetahui cara penganalisisan laporan keuangan dalam studi kelayakan
bisnis.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Aspek Finansial
Aspek finansial merupakan muara dari semua aspek sebab keuangan implikasi dari
seluruh program proyek yang harus diperhitungkan. Berbagai hal yang menyangkut
finansial perlu dibahas mulai dari awal perencanaan, periode persiapan, pelaksanaan
pembangunan proyek dan periode operasi ketika usaha berjalan. Kita bedakan periode
tersebut menjadi dua yaitu Periode Persiapan dan Periode Operasi. Implikasi finansial
Periode persiapan akan terkafer dalam kebutuhan dana investasi, sedangkan dalam masa
operasi atau periode oprasi tercermin pada proyeksi rugi-laba, proyeksi arus kas, proyeksi
neraca dan proyeksi kemampuan melunasi pinjaman serta proyeksi tingkat pengembalian
investasi. Untuk lebih jelasnya kita bahas aspek keuangan meliputi hal sebagai berikut :
2.1.1 Periode Persiapan
2.1.1.1 Biaya Pra-operasi
Dalam membangun sebuah usaha perlu diawali dengan pembuatan gagasan,
penelitian tentang produk, pasar dan aspek-aspek lain yang dipertimbangkan untuk
diambil sebuah keputusan. Guna keperluan tersebut mempunyai konsekuensi biaya
yang harus dikeluarkan kita sebut biaya pra-operasi atau bagian dari oprasi
persiapan. Penggunaan biaya tersebut keperluan penelitian, perencanaan, studi
kelayakan, perancangan (design), biaya konsultan dan biaya pemasaran sebelum
produk siap diluncurkan ke pasar. Biaya-biaya tersebut sudah harus dikeluarkan
sebelum diambil keputusan untuk melaksanakan proyek yang dikelompokkan
sebagai sunk cost atau investasi yang nilainya tetap dan telah dikeluarkan
semuanya tidak mempunyai sisa. Biaya tersebut dikeluarkan baik usaha tersebut
jadi dijalankan atau batal. Sun cost tidak dimasukkan dalam perhitungan NPV
karena biaya tersebut diluar perhitungan studi kelayakan usaha.
2.1.1.2 Rencana Kebutuhan Investasi
Rencana kebutuhan investasi bisa diperhitungkan diawal perencanaan usaha
yang meliputi seluruh pengeluaran pembangunan proyek dengan dikelompokkan
sebagai berikut :

2.1.1.2.1 Biaya pembangunan Fisik (Harta Tetap)


Biaya pembangunan fisik adalah biaya yang dikeluarkan untuk
pengadaan sarana dan prasarana seluruh kebutuhan proyek yang meliputi
pembelian tanah, pembangunan gedung, pembelian mesin-mesin, alat kantor,
furnitur dan kendaraan.
Contoh gambaran umum tentang kebutuhan investasi dalam biaya
pembangunan fisik (harta tetap)!

2.1.1.2.2 Biaya-biaya Trial Run


Trial Run adalah uji coba kelancaran operasi seluruh unit produksi
hingga terwujudnya sebuah produk yang akan dipasarkan. Kegiatan tersebut
membutuhkan waktu tertentu yang membutuhkan biaya antara lain beli bahan
baku, bahan bantu lainnya, honor tenaga kerja, beli bahan bakar dan lain-lain
sehingga tampak kegiatan pabrik beroperasi sepenuhnya. Produk yang
dihasilkan bukan untuk dijual secara profit akan tetapi untuk keperluan
evaluasi mutu, perbaikan design dan promosi awal.
Apabila produk sudah dapat dijual maka pendapatannya masuk pada
perhitungan biaya trial run. Sisa produk yang dihasilkan dalam trial run dapat
dijadikan persediaan awal barang jadi pada awal periode operasi. Biaya trial

run bisa dimasukkan sebagai harta tak berwujud akan disusutkan dalam waktu
tertentu.
2.1.1.2.3 Modal Kerja
Yang dimaksud modal kerja adalah dana yang dibutuhkan untuk operasi
perusahaan sehari-hari dalam membuat produk yang meliputi kebutuhan dana
yang tertanam lancar dalam bentuk piutang usaha, persediaan bahan baku,
bahan dalam proses, barang jadi, bahan bakar dan bahan bantu produksi
lainnya. Termasuk sejumlah kas minimum untuk kebutuhan tak terduga atau
transaksi.
2.1.1.3 Sumber Dana
Kebutuhan modal dapat diperoleh dari dua sumber yaitu sumber dari
internal (modal sendiri) dan sumber eksternal (pinjaman dari bank atau
pinjaman dari lembaga keuangan lainnya).
2.1.1.3.1 Modal Sendiri
Yang dimaksud modal sendiri adalah modal yang dimiliki oleh
pemegang saham, yang dinyatakan dalam akte pendirian perusahaan.
Umumnya jumlah dana yang tercantum dalam akte pendirian tersebut masih
jauh dari cukup untuk antisipasi kebutuhan dana investasi keseluruhan.
***Sumber Dana Pembelanjaan Harta Tetap
Sumber Dana Porsi Barang Modal
Pinjaman Bank
Modal Sendiri

60%
40%

450.000.000
300.000.000 +
750.000.000

2.1.1.3.2 Pinjaman
Guna penguatan kebutuhan modal kerja dan membeli harta tetap
dibutuhkan pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lainnya. Ketentuan
besaran pinjaman, periode penarikan, cicilan, tingkat bunga, jatuh tempo
pelunasan dan biaya administrasi lainya, yang telah dicantumkan dalam
perjanjian kontrak kredit yang disepakati antara pihak perusahaan dan bank.

2.1.2 Periode Oprasi


2.1.2.1 Proyeksi Rugi/Laba
Untuk mengetahui perkembangan perusahaan dapat dilakukan
dengan menganalisa laporan rugi/laba, menganalisa laporan rugi/laba
bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pendapatan perusahaan selama
jangka waktu tertentu.
Dalam menganalisa laporan rugi/laba yang dapat dilakukan yaitu
dengan menganalisa perubahan laba kotor. Analisa perubahan laba kotor
bermanfaat untuk mengetahui tingkat efisien dan efektif perusahaan dalam
menjalankan usahanya.
Penurunan laba kotor secara terus menerus dapat disebabkan oleh
perubahan harga jual produk pada setiap tahunnya sehingga menyebabkan
penurunan laba kotor yang pada akhirnya mengakibatkan kerugian pada
perusahaan. Laba terutama dipengaruhi oleh tiga faktor yang saling
berkaitan satu sama lain, yaitu volume penjualan, harga penjualan, dan
biaya produksi.
Oleh karena itu dalam merencanakan laba, hubungan antara biaya,
volume, dan laba memegang peranan yang sangat penting sehingga dalam
pemilihan alternatif tindakan dan perumusan kebijakan untuk masa yang
akan datang, manajemen memerlukan informasi untuk menilai berbagai
macam kemungkinan yang berakibat terhadap laba yang akan datang.
Contoh gambaran umum tentang proyeksi rugi/laba!

2.1.2.2 Proyeksi Arus Kas (Cash Flow)


Proyeksi arus kas berguna untuk penyusunan proyeksi neraca. Arus
kas merupakan catatan atas penerimaan (arus kas masuk) dan pengeluaran
(arus kas keluar) kas dalam satu periode. Sedangkan selisih antara keduanya
(masuk dan keluar) disebut arus kas bersih. Rincian pengeluaran dan
penerimaan kas di dalam laporan arus kas dapat dibedakan menjadi tiga
aktivitas, antara lain:
1. Aktivitas Operasi (Operating Activities)
Aktivitas ini meliputi segala aktivitas bisnis perusahaan yang
berhubungan baik secara langsung, maupun tidak langsung dengan kegiatan
operasional pokok atau yang utama dari perusahaan, yaitu dari transaksi
yang digunakan untuk menentukan laba bersih.
2. Aktivitas Investasi (Investing Activities)
Aktivitas ini meliputi segala kegiatan yang berhubungan dengan
harta (assets) yang terdapat pada neraca.
3. Aktivitas Pembiayaan (Financing Activities)
Aktivitas ini akan memiliki kaitan dengan segala transaksi atau
proses aktivitas bisnis suatu perusahaan yang mempengaruhi pos-pos
kewajiban dan ekuitas pemilik.
Contoh gambaran umum tentang proyeksi Arus Kas (Cash Flow)!

2.1.2.3 Proyeksi Neraca


Proyeksi neraca merupakan laporan yang menunjukkan posisi
keuangan perusahaan pada tanggal tertentu. Posisi keuangan dimaksudkan
adalah posisi aktiva (harta) dan pasiva (kewajiban dan ekuitas) suatu
perusahaan.
Dari proyeksi neraca yang akan tergambar berapa harta perusahaan,
baik harta lancar, harga tetap, atau harga lainnya. Kemudian juga akan
tergambar berkewajiban baik jangka pendek maupun jangka panjang serta
modal yang dimiliki dari periode akan tergambar apakah ada perubahan dan
kalau ada pos-pos apa saja yang berubah, sehingga dapat dianalisis
mengapa terjadi perubahan.
Contoh gambaran umum tentang proyeksi neraca dalam sebuah usaha!

2.1.2.4 Proyeksi Kemampuan Melunasi Pinjaman


Dalam hal ini kemampuan melunasi pinjaman sudah ditentukan
sebelumnya (dalam arti telah di sepakati antara yang meminjam dan yang
meminjamkan) seperti besaran pinjaman, periode penarikan, cicilan,
tingkat bunga, jatuh tempo pelunasan dan biaya administrasi lainya.

2.1.2.5 Proyeksi Tingkat Pengembalian Investasi


Aspek terakhir dari analisis keuangan adalah menggabungkan
perkiraan pendapatan dan kebutuhan modal untuk menentukan tingkat
pengembalian yang akan dihasilkan usaha tersebut. Salah satu ukurannya
adalah tingkat pengembalian atas modal yang diinvestasikan, seperti
pembelian tanah, pembangunan gedung, pembelian mesin-mesin, alat
kantor, furnitur dan kendaraan. Untuk mengukurnya, dihitung dengan
membagi perkiraan pendapatan yang dihasilkan usaha tersebut dengan
jumlah modal yang diinvestasikan dalam usaha tersebut.

2.2 Implikasi Pada SKB ( Studi Kelayakan Bisnis)


Hasil studi Aspek Finansial memberikan informasi perihal:
Bagaiman menganalisis aspek finansial dalam mengatur keuanggan bisnis, dalam
hal ini terbagi menjadi 2 periode, yaitu
1. Periode Persiapan dan
2. Periode Operasi
Dalam hal ini Implikasi finansial periode persiapan akan terkafer dalam kebutuhan
dana investasi, sedangkan dalam masa operasi atau periode oprasi tercermin pada proyeksi
rugi-laba, proyeksi neraca, proyeksi arus kas dan proyeksi kemampuan melunasi pinjaman
serta tingkat pengembalian investasi.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Pembahasan aspek finansial dalam mata kuliah studi kelayakakan bisnis pada
dasarnya membahas semua pengeluaran dan pendapatan, jika kita menjalankan sebuah
usaha. Dalam hal ini untuk mengantisipasi, jika kita menjalankan sebuah usaha jangan
sampai terjadi pengeluaran lebih banyak dari pada pendapatan. Untuk itu layaknya suatu
bisnis dalam pandangan aspek finansial, kita harus perlu membahas kembali biaya-biaya
yang kita keluarkan dari awal perencanaan, Periode Persiapan, pelaksanaan pembangunan
proyek dan periode operasi ketika usaha berjalan. Untuk membahas hal tersebut terbagi
menjadi dua periode, yaitu;
1. Periode Persiapan dan
2. Periode Operasi
Implikasi finansial periode persiapan akan terkafer dalam kebutuhan dana
investasi, sedangkan dalam masa operasi atau periode oprasi tercermin pada proyeksi rugilaba, proyeksi arus kas, proyeksi neraca dan proyeksi kemampuan melunasi pinjaman serta
proyeksi tingkat pengembalian investasi.

3.2 Saran
Harapan kami sebagai penulis, Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
pembaca, dan kami harapkan juga bahwa jangan hanya berfokus pada materi ini saja tetapi
telusuri lebih dalam tentang Aspek finansial dalam Studi Kelayakan Bisnis (SKB) melalui
referensi-referensi lain yang dapat membatu meningkatkan pengetahuan kita tentang aspek
tersebut, kareana dalam penulisan makalah ini penulis menyadari bahwa materi tentang
Aspek finansial masih sangat terbatas.

DAFTAR PUSTAKA
Sumber: internet
http://azharvokasi.blogspot.com/2010/09/perencanaan-usaha.html
9

https://imamsetiyantoro.wordpress.com/2012/06/17/studi-kelayakan-bisnis/
http://semproter.sextgem.com/

10