Anda di halaman 1dari 48

DEVELOPING EVALUATION

INSTRUMENTS
Disusun Oleh :
SRI RETNO NINGSIH
(157785426)
SITI MURNIYATI
(157785427)
DESI SUSILAWATI
(157785433)

CHAPTER

12

Planning

Instructiona
l Resources
Evaluation
Instrument

Instruction
al Problem

Instructiona
l Delivery
Instructional
Strategies

Learner
Characteristi
c
Task
Analysis
Instructiona
l Objectives
Contex
Sequencing

Formative
Evaluation
Project
Management

Summative
Evaluation

Support Service

Revision

Pertanyaan yang Perlu Dipertimbangkan


Bagaimana tujuan pengajaran mempengaruhi pemilihan
metode evaluasi?
Tipe tes seperti apa yang seharusnya saya gunakan
untuk mengukur pemahaman daripada pengetahuan?
Bagaimana saya dapat menilai apa yang disukai atau
tidak disukai oleh siswa tentang pengajaran?
Jika tidak praktis untuk menilai keterampilan dalam
situasi nyata, apakah ada alternatif lain untuk menilai
kinerja?
Bagaimana seharusnya portofolio dievaluasi?

PENILAIAN PENGETAHUAN
Evaluasi

Tujuan

Contoh kata kerja dalam menyatakan


menunjukkan bentuk soal ujian :
Mengidentifikasi atau mengenali
Mendaftar atau memberi tanda
Menyatakan atau menggambarkan
Memecahkan masalah atau menghitung
Membandingkan atau membedakan
Mengoperasikan atau membuat
Merumuskan atau mengorganisasikan
Meramalkan atau menilai

tujuan

Tes Pilihan Ganda


Soal jenis ini terdiri atas sebuah pertanyaan
atau pernyataan tak lengkap, ditambah
dengan alternatif jawaban, yang terdiri dari
satu jawaban benar dan beberapa jawaban
salah yang disebut distraktor.
Keuntungan :
(1) dapat mengukur berbagai level
pengetahuan dan (2) mudah
mengelompokkannya.
Kekurangan :
memungkinkan untuk menebak dan menjadi
cukup sulit untuk membangun.

Pedoman penulisan Item Pilihan


Ganda
1. Buat konten yang relatif bermakna dengan tujuan
pengajaran.
2. Kurangi panjang alternatif jawaban.
3. Bangun batang soal sehingga menyampaikan gagasan
yang lengkap.
4. Jangan buat jawaban benar menonjol.
5. Hindari penggunaan yang berlebihan untuk always,
never pada distraktor.
6. Hindari penggunaan yang berlebihan untuk all of the
above dan none of the above.
7. Pertanyaan yang diutarakan positif lebih disukai.
8. Pilih posisi jawaban benar secara acak

Tes Benar Salah


Unsur pengetahuan yang dapat diuji dengan item
benar/salah sering terbatas pada hafalan tentang fakta,
atau mengidentifikasi pernyataan atau asas.

Pedoman Penulisan Tes Benar Salah


1. Pastikan bahwa pernyataan itu sepenuhnya benar atau
sepenuhnya salah.
2. Hanya menyampaikan satu gagasan atau ide dalam sebuah
pernyataan benar/salah.
3. Kecuali pada keadaan khusus, gunakan pertanyaan
benar/salah dengan hemat.

Tes Menjodohkan
Tes menjodohkan merupakan bentuk khusus dari tes pilihan
ganda. Tes ini mensyaratkan peserta didik untuk mengidentifikasi
hubungan antara daftar catatan pada kolom yang satu dan daftar
respon pada kolom yang lain

Pedoman Penulisan
1.Batasi banyaknya item, maksimal enam atau tujuh.
2.Batasi panjang kata, frase atau kalimat pada tiap item.
3.Berikan satu atau dua item tambahan (distraktor) pada
kolom kedua.

Tes Jawaban Pendek


besar tes jawaban pendek terbatas pada menguji ingatan
mengenai fakta (jenjang pengetahuan) dan pemahaman
atau penerapan informasi khusus

Pedoman
Pedoman terpenting dalam penulisan item
jawaban
pendek
adalah
membuatnya
sedemikian hingga hanya ada satu jawaban
benar. Jika tidak, penilaian akan menjadi lebih
subjektif

Tes Esai
Tes esai sangat berguna untuk menguji level yang lebih
tinggi pada ranah kognitif. Secara khusus, tujuan
pengajaran yang menekankan pada analisis, sintesis,
dan evaluasi dapat diukur secara efektif ketika peserta
didik diminta untuk menyusun dan mengungkapkan
pikiran mereka dalam suatu kerangka terstruktur,
menguraikan
hubungan,
dan
mempertahankan
pendapat secara tertulis.

Keunggulan Tes Esai


Soal mudah dibuat dan sedikit menghabiskan
waktu
Soal meminta peserta didik mengungkapkan
pikiran mereka secara tertulis
Soal dapat melengkapi soal objektif sebagai
ukuran terakhir untuk satu unit atau pokok
bahasan
Dengan membaca jawaban atas soal esai,
pengajar menyadari cara peserta didik
memecahkan masalah.

Kelemahan Tes Esai


Hanya sejumlah konsep atau asas yang
berhubungan dengan sebuah pokok
bahasan yang terbatas sajalah yang dapat
diujikan.
Jika pertanyaan yang dibuat tidak fokus,
dapat menyebabkan peserta didik
memberikan respon yang menyimpang
dari topik yang diberikan. Penilaian juga
akan menjadi lebih susah dan tidak
reliabel.

Karena pemberian nilai soal esai bersifat subjektif,


peserta didik yang memiliki keterampilan bahasa yang
baik dapat memberikan kesan yang baik kepada
pengajar karena mereka mampu menulis dengan baik,
padahal pengetahuan mereka tentang mata pelajaran itu
mungkin terbatas.
Waktu yang diberikan kepada peserta didik untuk
menyelesaikan soal esai sangat berlainan
Banyak menghabiskan waktu dan perhatian ketika
memberi nilai dengan maksud agar pengajar dapat
bersikap
seobjektif
mungkin
dan
menghindari
pertimbangan pribadi tentang masing-masing peserta
didik

Pedoman Menyususn soal Esai


Buat pertanyaan sespesifik dan sefokus mungkin.
Informasikan kriteria penilaian beserta kondisinya.
Tulis outline jawaban.
Jangan memberikan pilihan essay.
Nilailah jawaban essay tanpa melihat identitas
penulisnya.
Ketika memberikan soal esai dengan banyak
pertanyaan, nilailah tiap jawaban untuk semua peserta
didik sebelum menilai jawaban selanjutnya

Tes Problem Solving


Tes problem-solving sangat baik digunakan untuk
menilai ranah kognitif yang lebih tinggi, seperti aplikasi,
analisis, dan sintesis. Keuntungannya adalah mudah
dibuat. Kelemahan utamanya adalah dalam hal
penilaian.

Pedoman Penyusunan Tes Problem solving


Membuat kriteria yang spesifik untuk penilaian.
Memberikan nilai terpisah untuk penggunaan
prosedur yang benar ketika jawaban akhir tidak benar.
Menyusun model jawaban untuk setiap problem
yang menyatakan banyaknya penghargaan yang
diterima pada tahapan yang berbeda

PENILAIAN KETERAMPILAN
DAN PERILAKU

Pertimbangan Awal

Jenis-jenis Penilaian

Pertimbangan Awal

Jenis-jenis Penilaian Keterampilan


dan Perilaku

Pengujian
langsung

Analisis hasil
yang terjadi
secara alami

Daftar
Periksa Tak
Langsung

Penilaian
Portofolio

Catatan
Anekdot
Penilaian
Kinerja

Pameran/per
tunjukkan

Pengujian
langsung
Fokus utama ada pada hasil akhir, tetapi
menilai proses (tindakan yang mengarah pada
hasil akhir) juga bisa menjadi perhatian pada
kebanyakan situasi.
Contoh:
Mengoperasikan peralatan
Menggambar bentuk-bentuk geometris
Melukis lingkaran dalam segitiga

Prosedur

Prosedur

Analisis hasil yang


terjadi secara alami
Beberapa keterampilan atau perilaku dapat dianalisis
sebagai hasil dari aktivitas alami yang dilakukan dalam
konteks realistik
Memperoleh penilaian langsung dari tujuan yang
dimaksud, tanpa harus mengembangkan instrumen atau
mengumpulkan data baru
Contoh:
Banyaknya ketidakhadiran di sekolah
Volume penjualan selama kuartal kedua
Rangkaian pelajaran yang dipilih untuk semester musim
semi

Prosedur

Penilaian
Kinerja
Ketika komponen proses kinerja dievaluasi,
mengharuskan adanya pengajar, atau penilai yang
berkualifikasi, yang mengamati tindakan peserta didik
dan menilainya dengan patokan yang diperlukan
Contoh:
Keterampilan menggunakan jangka
Kemampuan berbicara
Menerapkan warna dalam sebuah lukisan
Keterampilan interpersonal

Instrumen
checklists
Daftar periksa yang digunakan untuk menentukan
apakah urutan langkah atau tindakan lain berhasil
ditampilkan atau tidak
Penilai menunjukkan ya-tidak atau dilakukan-tidak
untuk setiap unsur
Sebuah daftar periksa tidak memungkinkan tindakan
dinilai dari segi mutu kinerja

Instrumen
Rating Scales

Dengan skala penilaian, angka khusus dapat diberikan


kepada setiap unsur sebuah kinerja
Hanya tingkah laku yang dapat diamati dan diukur
secara objektiflah yang harus dimasukkan ke dalam
skala penilaian.
Contoh
1
2
3
4
Kurang
agak baik
baik
Istimewa

Instrumen
Rubrik
Rubrik dimaksudkan untuk memberikan gambaran lebih,
karakterisasi menyeluruh dari kualitas pekerjaan siswa
Dalam mendesain dan menggunakan rubrik, perancang
memilih diskripsi verbal yang disampaikan dengan jelas
tergantung pada kinerja atau hasil yang akan
ditunjukkan, apa yang siswa tahu dan apa yang dapat
mereka lakukan.
Rubrik dapat memberikan informasi lebih dan berguna
untuk tujuan umpan balik

Catatan
Anekdot
Sebuah catatan anekdot adalah sebuah alat ukur
terbuka untuk menilai kinerja secara naratif
Disiapkan sebuah format garis besar yang
mencantumkan tingkah laku yang akan diamati
Catatan tertulis harus dibuat ketika mengamati kinerja,
atau catatan pendek harus dibuat untuk kemudian
diperpanjang dalam bentuk catatan lengkap segera
setelah penilaian selesai dilakukan
Contoh:
mengevaluasi bagaimana interaksi siswa ketika
melakukan diskusi kelompok

Prosedur

Daftar
Periksa Tak
Langsung
Dalam beberapa kasus, penilai tidak dapat mengamati
perilaku secara langsung
Alasan : biaya, tidak praktis
Contohnya adalah pelatihan yang di desain untuk
membantu orang meningkatkan interaksi sosial,
keterampilan interpersonal, hubungan kerja, dan
sebagainya
Jika penilaian langsung atau tes perilaku tidak praktis,
pilihan terbaik berikutnya mungkin mencari informasi
paralel dari individu yang hadir untuk menilainya

Penilaian
Portofolio
Portofolio merupakan suatu bentuk pengujian otentik untuk
menilai kinerja dalam konteks yang realistik
Tiga karakteristik utama dari portofolio yaitu fokus pada
hasil atau kinerja, ditekankan pada pembelajaran tingkat
tinggi,seperti berfikir kritis, kebutuhan untuk pertimbangn
penilaian oleh manusia
Menurut Ahar, Holly, dan kasten (2001) portofolio dalah
sesuatu kumpulan hasil kerja yang dipilih , disusun, dan
dinarasikan dengan hati-hati yang berkaitan dengan topik
khusus
guru dan siswa dapat menilai hasil pekerjaan yang
sebenarnya secara bersama untuk menentukan usaha
peningkatan, kemampuan, dan kualitas

Prosedur

Pameran/pertunj
ukkan

1.
2.
3.

4.

Contoh: Mendeklamasikan puisi, memainkan sebuah instrumen,


menyanyi, berakting, menunjukkan senam rutin
Prosedur:
Kenali perilaku keterampilan dan kriterianya berdasarkan pada
tujuan pengajaran.
Kembangkan instrumen seperti daftar periksa, skala penilaian, atau
beberapa kombinasi untuk menilai kinerja.
Gunakan pengukuran kriteria yang direferensikan dengan berfokus
pada seberapa baik siswa telah mencapai level yang diinginkan
untuk setiap keterampilan.
Tambahkan komentar untuk menjelaskan penilaian tertentu,
gambaran peristiwa penting dan sampaikan kesan kinerja secara
keseluruhan.

PENILAIAN SIKAP

Perasaan, nilai, dan kepercayaan seseorang adalah hal


yang bersifat pribadi yang tidak dapat diukur secara
langsung
Sikap hanya dapat disimpulkan dari kata-kata dan
tindakan seseorang

Masalah

Kegunaan:

1. Mengevaluasi pengajaran

2. Mengevaluasi hasil afektif

Metode Pengumpulan Data:


Observasi/ catatan Anekdot
Penilaian perilaku
Angket /survey
Wawancara

Observasi/ catatan Anekdot


Pengamatan berguna untuk menilai kinerja.
Pengamatan dapat menjadi sumber yang berharga
yang memberikan informasi tentang sikap siswa.
Cara ini sering dilaksanakan oleh pengajar ketika siswa
sedang bekerja di tempat belajar atau di tempat kegiatan
sehari-hari.
Alat yang digunakan mungkin dapat berupa angket
sederhana, skala penilaian, atau pertanyaan terbuka
yang mencantumkan uraian dan komentar sebagaimana
yang ada pada catatan anekdot.

Penilaian perilaku
Instrumen untuk menilai perubahan perilaku adalah
pengamatan langsung aktifitas siswa.
Akan tetapi pengamatan langsung terkadang sulit untuk
dilakukan. Guru tidak mungkin berkeliling mengikuti
peserta didik untuk melihat apa yang mereka lakukan
diluar kelas.
Alternatif terbaik dalam melakukan penilaian perilaku
adalah dengan menyusun sebuah angket singkat yang

meminta peserta didik untuk memberikan informasi .

Angket /suevey

Ada dua tipe angket yaitu:


Angket terbuka yang menuntut peserta didik
menuliskan jawabannya.
Angket tertutup, yang mempunyai sejumlah
jawaban yang tetap, yang harus dipilih oleh peserta
didik jawaban mana yang paling tepat (atau paling
kurang tepat)

Putusan untuk menggunakan sebuah kuesioner terbuka


atau tertutup (atau gabungan dari keduanya) mungkin
bergantung pada waktu yang tersedia untuk menabelkan
jawaban.

Jenis kuesioner terbuka memberikan data yang menyita


banyak waktu untuk merangkumnya, namun mungkin
lebih berharga untuk menyampaikan perasaan peserta
didik dan alasannya.

Pertanyaan tertutup lebih cepat diproses dan lebih


reliabel, namun mungkin membatasi kesempatan
peserta didik untuk memberikan informasi yang berguna .

Pedoman Penyusunan Angket

Wawancara

Wawancara memperbolehkan peserta didik untuk


membahas reaksi mereka terhadap pengajaran dengan
lebih detail dari pada menggunakan survey / angket.
Pertanyaannya bisa terstruktur atau tidak terstruktur.
Wawancara terstruktur lebih bisa dikontrol waktu dan
isinya.
Wawancara tidak terstuktur memberikan peluang
kepada pewawancara untuk menanyai peserta didik
dengan lebih dalam untuk memperoleh kejelasan akan
makna jawaban.

Ringkasan
Pemilihan atau pengembangan instrumen evaluasi dimulai
dengan pemeriksaan ulang dari pertanyaan-pertanyaan
evaluasi dan jenis hasil penilaian yang menilai: pengetahuan,
keterampilan dan perilaku, serta sikap.
Yang perlu diperhatikan untuk penilaian hasil kognitif adalah
pencocokan butir soal untuk tingkat belajar yang ditentukan
oleh tujuan.
Tes objektif, seperti pilihan ganda, benar/salah, dan
menjodohkan memiliki keuntungan mudah dinilai.
Kelemahannya adalah terbatas untuk menilai pengenalan dan
level pengetahuan yang relatif rendah.

Test mengisi bagian yang kosong memiliki keuntungan yang


lebih dibandingkan tes pilihan ganda yaitu menilai ingatan
daripada pengenalan. Tes yang lain seperti jawaban pendek,
esai, dan problem solving memiliki keuntungan yaitu menilai
level pengetahuan yang lebih tinggi (aplikasi, analisis, dan
sintesis), namun kelemahannya adalah susah untuk membuat
penilaian.
Evaluasi kinerja berfokus pada proses (perilaku yang
mengarah pada hasil) dan produk (hasil)..
Alternatif cara menilai keterampilan dan perilaku dengan
pengujian langsung, analisis yang terjadi secara alami,
penilaian kinerja, catatan anekdot, daftar periksa tak
langsung/ penilaian ukuran, penilaian portofolio, dan
pameran.

Sikap tidak dapat diukur secara langsung tetapi harus


disimpulkan berdasarkan laporan verbal siswa dan
perilaku. Berarti untuk menilai sikap adalah catatan
anekdot, pengamatan perilaku, kuesioner, dan
wawancara

SEKIAN &
TERIMAKASIH