Anda di halaman 1dari 41

REFERAT

IMUNISASI

DOKTER PEMBIMBING:
Dr. Meidy SpA
Oleh:
Ricky Suritno (030.09.204)

Pendahuluan

Imunisasi adalah suatu usaha untuk memberikan kekebalan pa

DEFINISI
suatu

cara meningkatkan kekebalan


seseorang secara aktif terhadap suatu
antigen, sehingga bila kelak ia terpajan
pada antigen yang serupa tidak terjadi
penyakit
Imunisasi merupakan suatu proses transfer
antibodi secara pasif dengan memberikan
imunoglobulin.
Vaksinasi, merupakan suatu tindakan yang
dengan sengaja memberikan paparan pada
suatu antigen berasal dari suatu patogen

Vaksinasi

mempunyai keuntungan :

Pertahanan tubuh yang terbentuk akan


dibawa seumur hidupnya.
Vaksinasi cost-effective karena murah
dan efektif.
Vaksinasi tidak berbahaya. Reaksi yang
serius sangat jarang terjadi, jauh lebih
jarang daripada komplikasi yang timbul
apabila terserang penyakit tersebut
secara almiah.

EPIDEMIOLOGI

Berdasarkan
Dari jumlah
WHO
mengatakan
semua
laporan
bahwa
kematian
WHOpenyakit
setiap
tersebut,
tahun
infeksi
76%
terjadi
yang
kematian
kematian
dapat balita
dicegah
seban
ter

RESPON IMUN
Mekanisme

pertahanan nonspesifiik disebut


juga komponen nonadaptif atau innate
artinya tidak ditujukan hanya untuk satu
macam antigen , tetapi untuk berbagai
macam antigen
Mekanisme pertahanan tubuh spesifik atau
komponen adaptif ditujukan khusus
terhadap satu jenis antigen, terbentuknya
antibodi lebih cepat dan lebih banyak pada
pemberian antigen berikutnya
Imunitas seluler
Imunitas humoral

RESPON IMUN
Proses

imun terdiri dari dua fase

:
Fase pengenalan, diperankan oleh
sel yang mempresentasikan antigen
( APC = antigen presenting cells ),
sel limfosit B, limfosit T.
Fase efektor, diperankan oleh
antibodi dan limfosit T efektor

KEBERHASILAN IMUNISASI
Status

imun pejamu
Faktor genetik pejamu
Kualitas dan kuantitas vaksin

PERSYARATAN VAKSIN
Mengaktivasi APC untuk mempresentasikan
antigen dan memproduksi interleukin.
Mengaktivasi sel T dan sel B untuk membentuk
banyak sel memori
Mengaktivasi sel T dan sel Tc terhadap beberapa
epitop, untuk mengatasi variasi respons imun
yang ada dalam populasi karena adanya
polimorfisme MHC.
Memberi antigen yang persisten, mungkin dalam
sel folikular dendrit jaringan limfoid tempat sel B
memori direkrut sehingga dapat merangsang sel
B sewaktu-waktu menjadi sel plasma yang
membentuk antibodi terus-menerus sehingga
kadarnya tetap tinggi.

JENIS VAKSIN
Live

attenuated ( bakteri atau


virus hidup yang dilemahkan )
Inactivate ( bakteri, virus atau
komponennya dibuat tidak aktif )

VAKSIN DAN SISTEM KEKEBALAN


Kekebalan tidak spesifik (Non Spesific
Resistance)
Kekebalan Spesifik (Spesific
Resistance)
Kekebalan aktif
Kekebalan pasif

PENYIMPANAN VAKSIN
Aturan

umum untuk sebagian


besar vaksin, Bahwa vaksin harus
didinginkan pada temperatur 28C dan tidak membeku.
Sejumlah vaksin ( DPT, Hib,
hepatitis B, dan hepatitis A )
menjadi tidak aktif bila beku

CARA PENYUNTIKAN
VAKSIN

Subkutan
Penyuntikan subkutan diperuntukan
imunisasi MMR, varisela, meningitis

Umur
Bayi (lahir s/d12 bulan)
1-3 tahun

Anak > 3 tahun

Tempat
Ukuran jarum
Paha anterolateral Jarum 5/8-3/4
Spuit no 23-25
paha
Jarum 5/8-3/4
anterolateral/
Spuit no 23-25
Lateral
lengan
atas
Lateral
lengan Jarum 5/8-3/4
atas
Spuit no 23-25

Insersi jarum
Arah jarum 45o Terhadap
kulit
Cubit
tebal
untuk
suntikan subkutan
Aspirasi spuit sebelum
disuntikan
Untuk suntikan multipel
diberikan
pada
ekstremitas berbeda

CARA PENYUNTIKAN
VAKSIN
Intramuskular

Umur
Bayi (lahir s/d 12 bulan
1-3 tahun

Anak > 3 tahun

Diperuntukan Imunisasi DPT, DT,TT,


Hib, Hepatitis A & B, Influenza.
Tempat
Otot vastus lateralis pada
paha daerah anterolateral
Otot vastus lateralis pada
paha daerah anterolateral
sampai masa otot deltoid
cukup
besar
(pada
umumnya umur 3 tahun
Otot deltoid,
akromion

di

Ukuran jarum
Jarum 7/8-1
Spuit n0 22-25
Jarum 5/8-1 (5/8 untuk
suntikan di deltoid umur 1215 bulan
Spuit no 22-25

bawah Jarum 1-1


Spuit no 22-25

Insersi jarum
1. Pakai jarum yang cukup
panjang untuk mencpai otot
2. Suntik dengan arah jarum
80-90o. lakukan dengan cepat
3.Tekan kulit sekitar tepat
suntikan dengan ibu jari
dan telunjuk saat jarum
ditusukan
4.Aspirasi spuit sblm vaksin
disuntikan,
untuk
meyakinkan tidak masuk
ke
dalam
vena.Apabilaterdapat
darah, buang dang ulangi
dengan suntik yang baru.
5. Untuk suntikan multipel
diberikan pada bagian
sekstremitas berbeda

Keadaan Bayi atau Anak


sebelum Imunisasi

Sedang
Tinggal
Pada
Menderita
Pernah
Alergi
bulan
3
terhadap
bulan
mengalami
serumah
mendapat
penyakit
lalu
yang
mendapat
bahan
dengan
pengobatan
lalu
kejadian
susunan
yang
mendapat
orang
imunisasi
ikutan
juga
syaraf
Steroid
lain
terdapat
imunoglobulin
pasca
pusat
yang
dalam
yang
jangka
imunisasi
imunitasnya
berisi
di
pengobatan
dalam
panjang,
vaksin
atau
yang
vaksin
tranfusi
menurun
virus
yang
radiote
berat
(mis
hi
md

Pencatatan Imunisasi dan


Kartu Imunisasi
Jenis samping
Efek
Tanggal
Nama
vaksin
tenaga
melakukan
vaksinasi
yang
medis/paramedis
bila diberikan,
berikutnya
ada
vaksinasitermasuk
yang memberikan
nomor batchvaksin
dan nama

KIPI ( KEJADIAN IKUTAN


PASCA-IMUNISASI )
Reaksi Suntikan

VAKSINASI YANG
DIANJURKAN

Vaksinasi yang dianjurkan Pemerintah 2010


Tuberculosis
- MMR (campak, gondong, rubella)
Hepatitis B
- Haemophilus influenza tipe B
DPT (Difteri, tetanus, pertusis)
- Demam tifoid
Poliomielitis
- Varisela
Campak
- Hepatitis A
- Influenza
- Pneumokokus
- Rotavirus
- Yellow fever
- Japannesse encephalitis
- Meningokokus

VAKSINASI TUBERCULOSIS
Vaksin

hidup yang dibuat dari Mycobacterium bovis


dibiak berulang selama 1-3 tahun sehingga di dapat
basil yang tidak virulen tetapi masih mempunyai
imunogenitas
Vaksin BCG merupakan vaksin hidup yang memberi
perlindungan terhadap penyakit
Dosis untuk bayi kurang dari 1 tahun adalah 0,05
ml dan untuk anak 0,10 ml, diberikan secara
intrakutan di daerah insersio M. deltoideus kanan
KIPI yang didapat setelah vaksinasi adalah papul
merah yang kecil timbul dalam waktu 1 3 minggu.
Papul ini akan semakin lunak, hancur, dan
menimbulkan parut; limfadenitis; BCGitis diseminasi

VAKSINASI HEPATITIS B
Secara

umum, vaksin diberikan 3 kali pemberian,


disuntikan secara dalam (sampai ke otot).
Dosis yang diberikan 10 g atau 0,5 cc
Vaksinasi diberikan dengan jadwal 0, 1, 6 bulan
(kontak pertama, 1 bulan, dan 6 bulan kemudian).
Khusus vaksinasi bayi baru lahir diberikan dengan
jadwal berikut:
Dosis pertama : sebelum umur 12 jam
Dosis kedua : umur 1-2 bulan
Dosis ketiga : umur 6 bulan
Reaksi

KIPI yang sering terjadi umumnya berupa reaksi lokal yang


ringan dan bersifat sementara, terkadang dapat menimbulkan
demam ringan untuk 1-2 hari

VAKSINASI DPT
Sebagai

imunisasi dasar, vaksin difteri diberikan


bersamaan dengan imunisasi tetanus dan pertusis,
dalam bentuk vaksin DPT.
Vaksin DPT (DtaP atau DTwP) diberikan untuk anak usia
diatas 6 minggu sampai 7 tahun.
Jadwal vaksinasi yang dianjurkan saat ini dimulai pada
usia 2 bulan, melalui suntikan intramuskular.
Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dengan selang waktu
6-8 minggu (usia 2-4-6 bulan). Ulangan pertama
dilakukan 1 tahun sesudahnya (usia 15-18 bulan) dan
ulangan kedua diberikan 3 tahun setelah ulangan yang
pertama (4-6 tahun).
Reaksi KIPI dari vaksin DPT adalah terjadinya demam
ringan dan reaksi lokal berupa kemerahan, bengkak,
dan nyeri pada lokasi suntikan

VAKSINASI POLIO
Pada

saat ini ada dua jenis vaksin polio yaitu


OPV (oral polio vaccine) dan IPV (inactivated
polio vaccine).
OPV diberikan 2 tetes melalui mulut,
sedangkan IPV diberikan melalui suntikan
dengan dosis 0,5 ml dengan suntikan subkutan
dalam 3 kali di lengan dengan jarak 2 bulan.
Vaksin polio oral diberikan pada bayi baru lahir
kemudian dilanjutkan dengan imunisasi dasar,
diberikan pada usia 2, 4, dan 6 bulan.
KIPI vaksinasi polio menimbulkan gejala
pusing, diare ringan, dan nyeri otot

VAKSINASI CAMPAK
Diberikan

pada usia 9 bulan dalam 1


dosis 0,5 ml subkutan dalam.
Terdapat 2 jenis vaksin campak,
yaitu vaksin yang berasal dari virus
campak hidup dan dilemahkan (tipe
Edmonston-B) dan vaksin yang
berasal dari virus campak yang
dimatikan (virus campak yang
berada dalam larutan formalin yang
dicampur dengan garam aluminium).

VAKSINASI MMR
Vaksin

MMR merupakan vaksin kering, mengandung


virus hidup.
Bagi Balita, pada usia 12-15 bulan (jika tidak
mendapatkan imunisasi campak) dapat diberikan
vaksinasi MMR untuk mencegah risiko tinggi yang
membahayakan bagi kesehatan.
Imunisasi MMR adalah imunisasi kombinasi untuk
mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella.
Pemberian vaksin biasanya dilakukan pada usia anak
12-15 bulan.
Dosis tunggal 0,5 ml diberikan secara intramuskular
atau subkutan dalam.
KIPI: Reaksi sistemik, seperti malaise, demam, atau
ruam yang sering terjadi 1 minggu setelah imunisasi
dan berlangsung selama 2-3 hari.

VAKSINASI Hib
Vaksin

Hib merupakan vaksin yang tidak aktif,


dibuat dari kapsul Haemophilus influenza Tipe B
yang disebut polyribosribitol phospat (PRP).
Terdapat 2 jenis vaksin Hib di Indonesia yaitu
PRP-T dan PRP-OMP.
Kedua vaksin ini termasuk vaksin konjugasi.
Vaksin Hib PRP-T diberikan pada usia 2, 4 dan 6
bulan. Vaksin Hib PRP-OMP diberikan pada usia 2
dan 4 bulan. Dosis ketiga tidak diperlukan.
Vaksin ulangan, baik PRP-T maupun PRP-OMP
diberikan pada usia 15 - 18 bulan.
Vaksin ini diberikan secara intramuskular
sebanyak 0,5 ml didaerah paha atas

VAKSINASI PNEUMOKOKUS
Saat

ini telah tersedia 2 macam vaksin untuk


mencegah penyakit yang disebabkan bakteri
pneumokokus, yaitu PPV23 dan PCV7
Vaksin pneumokokus diberikan secara
intramuskular atau subkutan di daerah deltoid
atau paha tengah lateral sebanyak 0,5 ml.
Vaksin ini diberikan sejak usia 2 bulan dengan
interval 2 bulan sebanyak 3 kali
Kemudian ulangan hanya dilakukan pada
anak yang memiliki risiko tinggi tertular
pneumokokus pada usia 12-18 bulan

VAKSINASI INFLUENZA
Virus

influenza mengandung virus yang


tidak aktif (inactivated influenza virus).
Terdapat 2 macam vaksin, yaitu whole
virus dan split-virus vaccine.
Dosis bagi anak berumur < 3 tahun
adalah 0,25 ml dan dosis bagi anak
berumur > 3 tahun adalah 0,5 ml
disuntikan di otot paha. Bila anak telah
berusia > 9 tahun, vaksin cukup
diberikan satu dosis dan diulang setiap
tahun.

VAKSINASI TIFOID
Vaksin oral

IMUNISASI HEPATITIS A
Vaksin

Hepatitis A berisi virus


Hepatitis A yang dilemahkan dan
tersedia dalam 2 kemasan dosis,
yaitu untuk anak-anak 2-18 tahun
dan dewasa usia > 18 tahun.
Vaksin diberikan sebanyak 2 kali,
suntikan kedua diberikan 6-12
bulan dari suntikan pertama, dan
selanjutnya tidak diperlukan
pengulangan

HEPATITIS A
Jenis Vaksin
Havrix

Vaqta

Twinrix

Usia

Dosis

Volume (ml)

2 - 18 th

720 ELISA units

0,5

> 18 th

ELISA units

2 - 18 th

25 U

0,5

> 18 th

50 U

> 17 tahun

720 ELISA units

Jadwal (bulan
ke-)
Dua dosis : 0
dan 6-12
Dua dosis : 0
dan 6-12
Dua dosis : 0
dan 6-18
Dua dosis : 0
dan 6-12
Tiga dosis : 0,
1, dan 6

VAKSINASI VARISELA
Vaksin

berisi virus hidup


varicella-zoster yang dilemahkan
vaksin varisela dianjurkan pada
anak dengan usia > 1 tahun,
cukup 1 dosis

VAKSINASI ROTAVIRUS
Saat

ini terdapat 2 vaksin rotavirus,


yaitu ;
Rotarix yang merupakan vaksin monovalen
karena hanya mengandung strain manusia
P(8)G1.
Rotateg yang merupakan vaksin prevalen
karena mengandung strain manusia-sapi
P(8)G1-G4.

Keduanya

diberikan melalui mulut (oral).


Efektivitas vaksin berkurang apabila
diberikan bersama vaksin polio oral.

VAKSINASI ROTAVIRUS
Nama Vaksin

Rotavirus

Sasaran imunisasi

Bayi sedini usia 4 minggu

Macam vaksin

Rotarix, Rotateg

Dosis

Rotarix, 3 dosis; Rotareg, 2 dosis

Jadwal Pemberian

Rotarix : usia (4, 8) minggu; Rotateg : usia (4,8,12) minggu

Cara Pemberian

Oral

Efektivitas

Belum diketahui secara pasti

Kontraindikasi

KIPI

Sebaiknya tidak diberikan bersama-sama dengan vaksin


polio oral
Adanya infeksi bakteri patogen di Usus

Diare, muntah, demam

VAKSINASI JAPANESSE
ENCEPHALITIS
Vaksin

diberikan secara serial dengan


dosis 1 ml secara subkutan pada hari
ke-0, hari ke-7 dan hari ke-28.
Untuk anak berumur 1-3 tahun, dosis
yang diberikan masing-masing 0,5 ml
dengan jadwal yang sama.
Dosis penguat dapat diberikan 3
tahun kemudian bagi mereka yang
tinggal di daerah rawan terinfeksi
virus JE

VAKSINASI MENINGITIS
Vaksin

ini disebut vaksin tetravalent, yaitu


MPSV4 (meningococcal polysacarida
vaccine A, C, Y, W-135) dan yang terbaru
MCV4 ( Meningococcaal conjugated
vaccine A,C, Y, W-135).
Vaksin MPSV4 diberikan pada anak usia 210 tahun dan usia di atas 55 tahun,
diberikan dengan satu kali suntikan secara
subkutan
Vaksin MCV4 diberikan bagi anak di atas
usia 2 tahun, terutama pada usia 11-12
tahun.

VAKSINASI YELLOW FEVER


Vaksin

demam kuning berupa


virus hidup yang dilemahkan
Vaksin disuntikkan di bawah kulit
sebanyak 0,5 ml berlaku untuk
semua umur dan sangat efektif
dalam memberikan proteksi
dalam kurun waktu 10 tahun

VAKSINASI HPV
Vaksinasi

HPV merupakan vaksin


yang dapat mencegah kanker
serviks
Vaksin diberikan 3 dosis (bulan
ke-0, ke-1, dan ke-6) secara
intramuskular lengan atas

JADWAL IMUNISASI MENURUT


IDAI

JADWAL IMUNISASI MENURUT


DEPKES

KESIMPULAN

Imunisasi
Upaya pencegahan
dasar pada
dikatakan
penyakit
lengkap
anak usia
apabila
dapat
dibawah
dilakukan
mendapat
2 tahun
dengan
BCG
sangat
1banyak
kali,
pentin
DPT
c