Anda di halaman 1dari 5

Website Edukasi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Media Pembelajaran Edukatif

Berbasis E-Learning untuk Menumbuhkan Rasa Kebangsaan dan Cinta Tanah Air
Oleh: Moch. Agung Khoirudin M.A
Email: obisangar@gmail.com

RINGKASAN
Website adalah salah satu media yang praktis sebagai cara untuk mengatasi kurangnya
minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Website selain bisa
mengakses berbagai literatur dan referensi materi yang dibutuhkan siswa, juga dilengkapi game
edukasi, teka-teki silang, materi nasionalisme, pancasila, pahlawan bangsa, bhinneka tunggal ika
serta lagu-lagu kebangsaan.
Permasalahan-permasalahan di dunia pendidikan bisa teratasi dengan cara pendidik selalu
mengikuti perubahan dan perkembangan zaman. Salah satunya dengan E- Learning, yang bisa
mencakup banyak kalangan usia, khususnya siswa. Fitur tambahan dalam web berupa game
edukasi diharapkan menjadi ketertarikan bagi siswa. Semakin sering siswa membuka web ini
diharapkan mampu menumbuhkan karakter moral pribadi yang tangguh, bermanfaat bagi diri
sendiri, orang lain dan bangsa, serta diharapkan peserta didik akan lebih mengerti serta
memaknai kebangsaan, keberagaman, dan nasionalisme yang ada di Indonesia.
Kata Kunci:

Website, Media Pembelajaran, Pendidikan Kewarganegaraan

PENDAHULUAN
Adanya

peraturan

baru

dalam

macam

animasi

dapat

diunduh

kurikulum 2013 menjadi masalah baru

internet,mempunyai

dalam dunia pendidikan, pasalnya masih

dengan

banyak pengajar yang menggunakan metode

beranekaragam.Sehingga mampu menarik

konvensional dalam pengajarannnya. Masih

perhatian siswa untuk belajar memahami.

gambar

tampilan

di

dan

warna

menarik
yang

banyak pengajar yang kurang kreatif dalam

Perkembangan ilmu pengetahuan dan

menggunakan media pembelajaran. Media

teknologi serta berkembangnya jaringan

berbasis visual memegang peran sangat

internet bisa dimanfaatkan sebagai solusi

penting dalam proses belajar mengajar.

permasalahan media pembelajaran. Maka

Media

Visual

dapat

pula

perlu digunakan suatu media pembelajaran

menumbuhkan minat siswa dan dapat

yang interkatif dan edukatif untuk memupuk

memberikan hubungan antara isi materi

rasa

pelajaran dengan dunia nyata. Bermacam-

semangat patriotisme. Salah satunya media

nasionalisme

dan

meningkatkan

pembelajaran E-Learning berbasis website

aktif menjadi pelaku langsung dalam proses

yang bisa dipergunakan untuk PKn.

pembelajaran

LATAR BELAKANG MASALAH


Dalam penjelasan pasal 37 (2) UU

Sehingga

(Mujahidin

siswa

tidak

Agus,
mengerti

2007).
dan

memahami mata pelajaran PKn. Dampaknya

Nomor 20 Tahun 2013 tentang sistem

banyak siswasaat ini yang amoral, asusila,

pendidikan

bahwa

dan

(PKn)

memahami

nasional,

Pendidikan

ditegaskan

Kewarganegaraan

dimasukkan untuk membentuk peserta didik


menjadi

manusia

yang

memiliki

suka

tawuran

dikarenakan

matapelajaran

tidak

Pendidikan

Kewarganegaraan.

rasa

kebangsaan dan cinta tanah air. Pendidikan

MEDIA PEMBELAJARAN
Secara

Kewarganegaraan ditujukan pada garapan

harfiah

media

berarti

akhir yaitu pembentukan warga negara yang

perantara atau pengantar bentuk jamak

baik (good citizenship) sesuai dengan jiwa

dari medium, dengan demikian media

dan nilai Pancasila dan UUD 1945 (Al

berarti wahana penyalur informasi belajar

Hakim,

atau

2012:9).

Namun,

dalam

penyalur

pesan

(Syaiful

Bahri

Pendidikan

Djamarah, 2010:120).Media pembelajaran

Kewarganegaraan kurang diminati oleh para

dapat ditampilkan berupa gambar, teks,

peserta didik karena materinya yang banyak

suara bahkan berupa benda tiruan yang

dan menuntut hafalan.

dirangkai

implementasinya

sedemikian

rupa

untuk

yang

memudahkan siswa dalam pembelajaran.

menjadikan siswa kurang tertarik adalah

Berdasarkan perkembangan teknologi media

guru cenderung memakai metode ceramah

pembelajaran dapat digolongkan menjadi

dalam penyampaian materi. Hal ini terkesan

tiga yaitu, media hasil teknologi cetak,

bahwa guru

kurang menarik perhatian

media hasil teknologi audio-visual, dan

siswanya, sehingga siswa merasa jenuh.

media hasil gabungan teknologi cetak dan

Bahkan

ini

komputer.Website adalah salah satu cara

tidak

media hasil gabungan teknologi cetak dan

Beberapa

ketika

berlangsung,

faktor

mata

lain

pelajaran

kebanyakan

siswa

memperhatikan sampai tidur saat pelajaran


berlangsung
dibacakan

karena
dongeng.

seperti
Suasana

komputer.

sedang
di

kelas

menjadi kurang hidup karena siswa tidak

WORLD WIBE WEBSITE

Fasilitas

WWW

Wibe

learning menempatkan siswa untuk tidak

Website) atau yang lebih sering dikenal

harus belajar melalui komputer tanpa harus

sebagai website adalah sebuah layanan

bertatapan secara terus menerus (Yakub,

internet

2012:134).

paling

(World

banyak

menampilkan

tampilan grafis dan kemampuan link yang

Menurut Juma de Putra (2013:150-

sangat bagus. Website merupakan suatu

153), kecanggihan dan kemajuan teknologi

kumpulan informasi dari beberapa server

informasi telah mendorong berlangsungnya

komputer yang terhubung satu sama lain

proses pembelajaran yang multiguna. Siswa

dalam

tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu,

jaringan

internet

(Rismaningsih,

2010).

dimana
Website merupakan suatu program

yang dapat memuat film, gambar, suara,


serta

musik

yang

ditampilkan

dan

mengakses

kapan

saja,

pengetahuan

siswa
via

dapat
internet

menggunakan pembelajaran online.

dalam

Dalam buku Juma de Putra, dalam

internet.Adapun cara kerja web adalah

sebuah studi di Amerika ditemukan bahwa

sebagai berikut:

banyak orang mendukung digunakannya E-

a. Informasi web disimpan dalam dokumen

Learning

dalam bentuk halaman-halaman web atau

Learning digemari karena computer based

web page.

learning sangat efektif, yang memungkinkan

b. Halaman web tersebut disimpan dalam

30% pendidikan lebih baik, 40% waktu

computer serverweb.

lebih singkat, dan 30% biaya lebih murah.

c. Sementara dipihak pemakai ada komputer

Ketersediaan jaringan internet lewat web

yang bertindak sebagai komputer client

membantu

dimana

untuk

pembelajaran ini. Web membantu siswa dan

membaca halaman web yang ada di server

guru untuk bertukar pikiran dan informasi

web (browser).

terkait materi yang dipelajari.

ditempatkan

program

d. Browser membaca halaman web yang ada


di server web.

memudahkan

penelitian
adalah

pembelajaran

yang memanfaatkan teknologi internet. E-

proses

LUARAN YANG DIHARAPKAN


Luaran

E-LEARNING
E-Learning

sebagai media pendidikan. E-

yang

diharapkan

pada

adalah sebuah website yang

diiringi lagu kebangsaan dan berisikan


nasionalisme, patriotisme, game edukasi,
serta materi PKn yang bisa diunduh serta

digunakan sebagai media pembelajaran,

c. Bagi Penulis

sehingga diharapkan minat belajar siswa

-Memberi motivasi untuk lebih kreatif

terhadap mata pelajaran PKn meningkat.

mengembangkan media pembelajaran

Jika siswa sudah aktif dalam kegiatan

berbasis IT yang interaktif dan edukatif.

belajar mengajar PKn maka diharapkan

-Sebagai

dapat bermuara pada pengembangan watak

mengembangakan dan memanfaatkan media

peserta didik sesuai dengan nilai-nilai serta

pembelajaran

moral Pancasila dan UUD 1945. Beberapa

pelajaran lainnya.

bahan
yang

rujukan

untuk

menarikuntuk

mata

manfaat Media ini yaitu:


a. Bagi Pengajar
-Sebagai

bahan

rujukan

untuk

mengembangakan media pembelajaran yang


menggunakan media interaktif.
-Media pembelajaran berupa website yang
dihasilkan dapat menjadi media
pembelajaran

yang

digunakan

dalam

penyampaian mata pelajaran.


b. Bagi Siswa
-Media

pembelajaran

elektronik

yang

dinamis dan interaktif diharapkan dapat


meningkatkan motivasi dan minat peserta
didik untuk belajar.
-Membantu

peserta

mengembangkan

didik

pemakaian

untuk
teknologi

informasi
dan komputer (TIK).
-Membantu peserta didik untuk belajar
secara individual berbasis E-Learning.
- Mengandung unsur-unsur pengetahuan
yang dapat mengembangkan kreatifitas,
cara berfikir, dan karakter peserta didik.

DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. 2002. Media
Pembelajaran. Jakarta: PT. Grafindo
Persada.
Al Hakim, S. 2012. Pendidikan
Kewarganegaraan Dalam Konteks
Indonesia. Malang: UM Press.
Asmuni, Jamal M. 2013. Tips
Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif, dan
Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2010.
Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:
Rinek Cipta.
Hamzah B, dkk. 2008. Orientasi
Baru Dalam Psikologi
Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi
Aksara.
Juma de Putra, 2013. Inspirasi
Mengajar ala Harvard University.
Yogyakarta: Diva Press.
Anonim. Buku Panduan Kurikulum
2013 Guru PKn Smp Kelas 8.
http://www.slideshare.net/sdfretrre
w/pkn-smp-kelas-8-buku-guru-

kurikulum-2013, di akses tanggal 3


September 2015.