Anda di halaman 1dari 18

DENGUE HEMORRAGIC

FEVER Grade II
Disusun oleh :
Ariza Esakti Rahmi
1010070100105
Vanny Ocktaria 1010070100136

Pembimbing :
dr. Meirina Daulay, M.Ked (Ped) Sp.A

DEFINISI
Demam berdarah dengue (DBD) adalah
suatu penyakit demam berat yang sering
mematikan, disebabkan oleh virus, ditandai
oleh
permeabilitas
kapiler,
kelainan
hemostasis dan pada kasus berat, sindrom
syok kehilangan protein
Dengue ialah suatu infeksi arbovirus
(arthropod-borne virus) akut, ditularkan
oleh nyamuk spesies aedes.3

ETIOLOGI

Virus dengue termasuk group B arthropod


borne virus (arboviruses)
mempunyai 4 jenis serotipe yaitu den-1,
den-2, den-3, dan den-4.

VEKTOR
Nyamuk :
- Aedes aegepty
- Aedes albaepictus

EPIDEMIOLOGI
Istilah haemorragic fever di Asia
Tenggara pertama kali digunakan di
Filipina pada tahun 1953.
Di Indonesia DBD pertama kali dicurigai
di Surabaya pada tahun 1968, tetapi
konfirmasi virologis baru diperoleh pada
tahun 1970. Di Jakarta kasus pertama
dilaporkan pada tahun 1969

Hingga kini sebagian besar serjana


menganut the secondary heterologous
infection hypothesis atau the sequential
infection hypothesis yang menyatakan
bahwa DBD dapat terjadi apabila
seseorang
setalah
terinfeksi
virus
dengue pertama kali mendapatkan
infeksi kedua dengan virus dengue
serotipe lain dalam jarak waktu 6 bulan
sampai 5 tahun.

MANIFESTASI KLINIS
- Demam tinggi mendadak dan terus-menerus selama 2-7
hari.
- Manifestasi perdarahan, minimal uji torniquet positif dan
salah satu bentuk perdarahan lain (petekia, purpura,
ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi), hematemesis dan
atau melena.
- Pembesaran hati.
- Syok yang ditandai nadi lemah dan cepat disertai tekanan
nadi menurun ( 20 mmHg), tekanan darah menurun
( tekanan sistolik 80 mmHg) disertai kulit yang teraba
dingin dan lembab terutama pada ujung hidung, jari dan
kaki, pasien menjadi gelisah, dan timbul sianosis di sekitar
mulut.

KLASIFIKASI
Derajat I
Demam disertai gejala tidak khas dan satu- satunya manifestasi perdarahan
ialah uji tourniquet positif.

Derajat II
Derajat I disertai perdarahan spontan dikulit dan atau perdarahan lain.

Derajat III
Ditemukannya kegagalan sirkulasi yaitu nadi cepat dan lembut, tekanan nadi
menurun (kurang dari 20 mmHg) atau hipotensi disertai kulit yang dingin,
lembab dan penderita menjadi gelisah.

Derajat IV
Renjatan berat dengan nadi yang tidak dapat diraba dan tekanan darah yang
tidak dapat diukur.

DIAGNOSA BANDING
Demam dengue
Chikungunya
Idiopathic Thrombositopenic Purpura
(ITP)
Malaria

PENATALAKSANAAN

PENCEGAHAN
Putuskan rantai penularan
- Vektor perantara (nyamuk)
- Manusia

PROGNOSIS
Baik perawatan intensif
Dengan syokkematian 40-50%

TERIMAKASIH