Anda di halaman 1dari 10

Konversi bilangan desimal ke octal.

Cara konversi bilangan desimal ke octal adalah dengan membagi bilangan desimal dengan 8
dan menyimpan sisa bagi per seitap pembagian terus hingga hasil baginya < 8. Hasil
konversi adalah urutan sisa bagi dari yang paling akhir hingga paling awal. Contoh lihat
gambar:

Crosstalk dan Impulse Noise


PENDAHULUAN
Pada saat transmisi, maka sinyal yang diterima oleh receiver selalu berisi
sinyal yang dikirim oleh transmitter , perubahan akibat rugi-rugi dan distorsi
pada saluran transmisi, plus sinyal liar (noise ) yang masuk pada rangkaian
elektronik antara transmitter dan receiver, noise dapat dibedakan dalam 4
katagori :
1.
2.

Thermal-noise
Intermodulation-noise

3.
4.

Crosstalk
Impulse-noise

Thermal-noise
Thermal-noise terjadi karena pengaruh pergerakan elektron dalam rangkaian,
noise ini selalu muncul pada setiap peralatan elektronik dan saluran transmisi
yang dapat diformulasikan sebagai :
Dimana : N = Kerapatan daya noise (Watt/Hz) k = Konstanta Boltzmans
(1,3803.10-23 J/Ko) T = Temperatur (derajat Kelvin) W = Bandwidth (Hz)
Dalam decibel-watts menjadi :
Intermodulation-noise
Intermodulation-noise timbul karena antara sistem pada transmitter dan
receiver yang tidak linear, misalnya akibat perbedaan konstanata waktu,
kekuatan sinyal yang cukup ekstrim, kerusakan komponen, dll. Keadaan ini
menyebabkan sinyal akan saling mengurangi atau menjumlah.
Crostalk
Crostalk diakibatkan oleh saluran yang saling berdekatan menyebabkan
gelombang elektromagnetik yang saling berhubungan dan tercampur.
Biasanya terjadi pada kabel UTP, kabel coaxial yang melewatkan banyak
sinyal, atau pada antena sistem transmisi microwave.
Noise
Noise ini biasanya memiliki magnitudo yang sama dengan thermal-noise.
Impulse-noise dapat diakibatkan oleh berbagai sebab tetapi umunya karena
adanya gangguan peralatan elektromagnetik eksternal seperti pensaklaran,
mesin listrik, lampu pijar, dll.
Impulse-noise
Impulse-noise umumnya tidak mengganggu pada sinyal analog, misalnya
transmisi suara yang terganggu adanya bunyi liar tetapi masih dapat
didengar. Noise ini dapat menyebabkan error pada transmisi digital,
contohnya bila ada noise impulse sebesar 0.01 detik yang mengganggu
transmisi data 4800 bps, maka akan menyapu data sebanyak 50 bit.
CROSSTALK AND IMPULSE NOSIE
CROSSTALK

Pengertian Crosstalk dan Macam-macam crosstalk


Crosstalk dapat diartikan sebagai pembicaraan silang. Crosstalk atau
pembicaraan silang adalah suatu sambungan (coupling) yang tidak
diinginkan yang terjadi pada saluran transmisi.
Crosstalk yang terjadi dalam rangkaian komunikasi yang bergerak ke arah
yang sama dan dianggap sebagai sinyal dalam rangkaian tersebut. Ada 3
(tiga) hal penting yang menyebabkan timbulnya crosstalk. Hal tersebut
adalah :
1. Electrical coupling diantara media transmisi, misalnya antara pasanganpasangan
kawat pada sistem komunikasi yang menggunakan kabel sebagai media
transmisinya.
2. Pengendalian yang kurang baik dari frekuensi respons misalnya desain
filter yang
kurang baik.
1.

Unintelligible crosstalk Setiap bentuk gangguan akibat crosstalk


lainnya. Penyebab crosstalk antara lain:

Gandengan elektris antar media

Pengendalian respon frekuensi yang buruk

Ketidaklinieran mux analog

Dalam elektronika, istilah crosstalk mempunyai maksud atau pengertian


sebagai berikut:

Adalah suatu kapasitansi, induktansi, atau kopling konduktif yang tidak

diinginkan
dalam satu saluran.

Peristiwa atau fenomena bahwa suatu sinyal transmisi pada sebuah

saluran dalam suatusystem transmisi menimbulkan efek yang tidak


diinginkan dengan saluran yang lain.

Di dalam suatu proses perekaman, istilah crosstalk dapat mengacu pada

kebocoran

bunyi atau suara dari satu instrument ke dalam suatu mikropon yang
ditempatkan di depan penyanyi atau alat musik lain.
NEAR END CROSSTALK (NEXT)
Sinyal crosstalk diantara sepasang media transmisi yang sejajar pada
umumnya didominasi oleh terjadinya noise terutama banyak terjadi di sisi
transmiter (near end), dimana sinyal yang dikirimkan mempunyai amplitude
dan frekuensi yang maksimal. Sinyal yang dikirimkan kemudian akan
kehilangan komponen amplitude dan frekuensi tinggi yang merambat
sepanjang saluran transmisi. Near-End Crosstalk (NEXT) disebabkan adanya
semacam kopling magnetik yang terjadi diantara 2 ujung media transmisi
yang berdekatan pada ujung transmitter (Tx). NEXT dapat digambarkan
sebagai suatu signal kopling yang tidak diinginkan dari sepasang saluran
transmuisi yang sejajar. Jenis crosstalk ini didominasi oleh coupling
capasitive, yang mengirimkan frekuensi tinggi secara langsung ke sisi dekat
pada receiver (Rx).
FAR END CROSSTALK (FEXT)
Far-End Crostalk (FEXT) merupakan kopling magnetik yang terjadi di ujung
sebelah receiver (Rx). FEXT dapat digambarkan sebagai signal yang tidak
diinginkan dari sepasang saluran transmisi yang sejajar dan berdekatan di
akhir atau yang berada di sisi jauh saluran transmisi tersebut.
Secara umum nilai dari FEXT tidak sebesar nilai dari NEXT namun
bagaimanapun juga FEXT harus tetap diperhatikan. FEXT didominasi oleh
adanya coupling inductive yang mentransfer frequensi sinyal yang lebih
rendah ke sisi ujung sebelah receiver (Rx). Perhitungan nilai FEXT dilakukan
dengan membandingkan sinyal level tegangan di titik akhir (Rx) pengiriman
pada media transmisi dengan Rx pada media transmisi yang lainnya. Hasil
dari penelitian di atas menunjukkan akan adanya pengaruh crosstalk berupa
FEXT dan NEXT pada sepasang kabel saluran transmisi

KOMPONEN KOMPONEN WAN

CO (Central Office)
Pusat pensaklaran dimana hubungan dintara beberapa saluran pelanggan dibuat.
CPE

(Costumer

Provided

Equipment)

Peralatan networking seperti workstation, router, POTS splitter, dll. yang dipasang pada pelanggan dan dikoneksi
ke

peralatan

networking

jasa

telekomunikasi.

CPE (Costumer Provided Equipment) adalah peralatan networking (seperti workstation, router, POTS splitter, dll)
yang dipasang pada pelanggan dan terhubung dengan peralatan networking jasa telekomunikasi. tetapi peralatan
pelanggan
Contoh

disini
CPE

yang

terpisah
dimiliki

dengan
pelanggan

peralatan
pada

perusahaan
umumnya

telekomunikasi

router,

switch,

dan

tersebut.
modem.

CPE juga mengacu pada perangkat yang dapat mentranslasikan data agar dapat dikenal oleh protokol WAN,
misalnya : Frame-Relay, MPLS atau ATM T-1, dan lain-lain
DCE (Data Circuit Terminating Equipment)
DCE (data circuit terminating equipment) adalah suatu piranti (biasanya berupa router disisi ISP) yang
berkomunikasi dengan DTE dan juga WAN Cloud. DCE ini merupakan piranti yang memasok clocking (denyut
sinyal sinkronisasi) kepada piranti DTE. Sebuah modem atau CSU/DSU disisi pelanggan bisa diklasifikasikan
sebagai DCE. DTE dan DCE bisa saja beupa piranti yang serupa / router akan tetapi mempunyai peran dan
fungsi yang berbeda
DCE (Data Circuit Terminating Equipment) adalah perangkat yang terdapat antara peralatan DTE (Data Terminal
Equipment) dan data transmission circuit. DCE berfungsi mentranslasikan data dari DTE agar dapat dimengerti
oleh protokol WAN, contohnya : PPP, ATM, FrameDelay, dll).oleh karena itu DCE juga disebut peralatan
komunikasi

data

dan

operator

peralatan

data.

Dalam fungsinya mentranslasikan data, DCE melakukan konversi sinyal clock sehingga dapat menjadi bagian
dari
pada

DTE.
umumnya

DTE

adalah

komputer,

dan

DCE

adalah

modem.

Kedua perangkat tersebut dapat kita hubungkan dengan menggunakan kabel serial DCE. ketika dihubungkan
maka disalah satu sisi antara kedua perangkat tersebut terdapat sinyal clock. tetapi jika kita menghubungkan
kedua perangkat tersebut tanpa modem atau media penerjemah di antara kedua perangkat tersebut, maka kita
dapat menggunakan crossover cable ethernet. perbedaannya dengan crossover cable biasa yaitu dalam
mengkonfigurasi interface crossover biasa masih menggunakan fastethernet, sedangkan untuk crossover cable
ethernet menggunakan ethernet.
DTE(Data Terminal Equipment)

DTE (Data terminal equipment) adalah suatu piranti disisi link jaringan WAN yang berada pada sisi pelanggan
(biasanya gedung / rumah pelanggan) yang mengirim dan menerima data. DTE (biasanya berupa router jaringan
atau bisa saja berupa komputer atau multiplexer) adalah merupakan tanda marka antara jaringan WAN dan
jaringan LAN. DTE ini merupakan piranti yang akan berkomunikasi dengan piranti DCE disisi ujung lainnya.
DTE(Data Terminal Equipment) adalah sirkuit akhir yang mengubah informasi pengguna menjadi sinyal.
Perangkat terminal data, biasanya mengacu pada komputer yang anda gunakan dengan sebuah modem. DTE
berfungsi

sebagai

sumber

data

dan

komunikasi

data.

DTE adalah terminal atau komputer sedangkan DCE adalah modem atau perangkat lain milik operator.
pada

umumnya,

perangkat

DCE

menyediakan

sinyal

clock(clocking

internal)

dan

perangkat

DTE

menghubungkan pada clock yang di berikan (clocking eksternal).


Peralatan terminal data (DTE) adalah instrumen akhir yang mengubah informasi pengguna ke reconverts sinyal
atau sinyal yang diterima. Ini juga dapat disebut ekor sirkuit. Sebuah perangkat DTE berkomunikasi dengan data
circuit-terminating equipment (DCE). The DTE / DCE klasifikasi ini diperkenalkan oleh IBM.
Dua jenis perangkat diasumsikan pada masing-masing ujung kabel yang saling berhubungan untuk kasus hanya
menambahkan DTE ke topologi (misalnya ke sebuah hub, DCE), yang juga membawa kasus sepele yang kurang
interkoneksi perangkat dari jenis yang sama: DTE -DTE atau DCE-DCE. Kasus-kasus seperti perlu kabel
crossover, seperti untuk Ethernet atau null modem untuk RS-232.
Sebuah DTE adalah unit fungsional stasiun data yang berfungsi sebagai sumber data atau data yang tenggelam
dan menyediakan komunikasi data fungsi kontrol harus dilakukan sesuai dengan protokol link.
Peralatan terminal data mungkin satu peralatan atau subsistem yang saling terkait dari berbagai potonganpotongan peralatan yang melakukan semua fungsi yang diperlukan yang diperlukan untuk mengizinkan
pengguna untuk berkomunikasi. Seorang pengguna berinteraksi dengan DTE (misalnya melalui antarmuka
mesin-manusia), atau mungkin DTE pengguna.
Biasanya, perangkat DTE terminal (atau komputer meniru terminal), dan DCE adalah modem.
DTE biasanya konektor laki-laki dan DCE adalah konektor perempuan.
Sebagai aturan umum, bahwa perangkat DCE menyediakan sinyal clock (internal clocking) dan mensinkronisasi
perangkat DTE pada jam yang disediakan (clocking eksternal). D-sub konektor mengikuti peraturan lain untuk pin
penugasan.
*

25

pin

DTE

perangkat

transmisi

pada

pin

dan

terima

pada

pin

3.

25

pin

DCE

perangkat

transmisi

pada

pin

dan

terima

pada

pin

2.

pin

DTE

perangkat

transmisi

pada

pin

dan

terima

pada

pin

2.

* 9 pin DCE perangkat transmisi pada pin 2 dan terima pada pin 3.
Istilah ini juga umumnya digunakan dalam peralatan Cisco Telco dan konteks untuk menunjukkan suatu
perangkat [klarifikasi diperlukan] tidak dapat menghasilkan sinyal clock, maka PC ke PC koneksi Ethernet juga
dapat disebut DTE DTE ke komunikasi. Komunikasi ini dilakukan melalui kabel crossover Ethernet sebagai
lawan dari PC ke DCE (hub, switch, atau jembatan) komunikasi yang dilakukan melalui kabel Ethernet lurus.
CSU(Channel

Service

Unit)

DSU(Data

Service

Unit)

CSU(Channel Service Unit) / DSU(Data Service Unit) adalah perangkat digital-interface yang digunakan untuk
menghubungkan

perangkat

DTE

seperti

Router

ke

jalur

digital.

CSU/DSU bekerja pada lapisan 1 (lapisan fisik) dari model OSI. CSU berbeda dengan DSU. DSU merupakan
bagian dari kartu antarmuka yang dimasukkan ke DTE.
Loop Local
Local Loops adalah perpanjangan kabel line telpon dari Demarc menuju kantor pusat Telco yang mana
pemeliharaannya difihak Telco, bukan tanggung jawab pelanggan. Kabel ini bisa berupa kabel UTP, fiber optic
atau gabungan keduanya dan juga media lainnya.
Loop Local adalah sirkuit atau jalur yang menghubungkan antara demarc dengan CO (Central Office). loop local
dapat menghentikan jalur yang dimiliki oleh CLEC(Competitif Local Exchange Carrier), dan ditempatkan dalam
sebuah POP yang merupakan salah satu CO.
Demarc
Demarc atau titik demarkasi adalah titik yang merupakan interface jaringan dimana kabel perusahaan telpon
terhubung dengan rumah pelanggan
Demarc adalah batas pemisah antara CPE dan CO. Secara fisikal demarcation point adalah kotak yang berisi
kabel, yang berlokasi di CPE dan mengubungkan kabel CPE ke local loops. Demarcation point biasanya
diletakkan di tempat dimana teknisi mudah untuk mengaksesnya. Sehingga akan mudah diketahui dimana yang
harus diperbaiki jika suatu saat terjadi kerusakan.
WAN cloud
merupakan hirarchi Trunk, Switches, dan CO (central office) yang membentuk jaringan telephone lines. Struktur
fisik bisa bervariasi, dan jaringan-2 yang berbeda dengan titik koneksi bersama bisa saja saling overlap,

makanya direpresentasikan dalam bentuk WAN cloud. Sisi pentingnya adalah bahwa data masuk melalui
jaringan telpon, menjelajah sepanjang line telpon, dan tiba pada tepat pada alamat tujuannya.
PSE (packet switching exchange)
adalah suatu Switch pada jaringan carrier packet switched. PSE-2 ini merupakan titik-titik penghubung dengan
WAN cloud

METODE AKSES
==================================
Ethernet adalah sebuah teknologi komunikasi data yang membolehkan sejumlah device atau
komputer yang terangkai untuk berkomunikasi langsung satu sama lainnya.
LAN yang kita kenal, umumnya berbasiskan Ethernet, maka biasa disebut Ethernet LAN. Selain
Ethernet, masih ada beberapa jenis teknologi lain untuk LAN yang telah dikeluarkan standarnya oleh
IEEE.
IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers- Lembaga Insinyur Listrik dan Elektronika), yang
merupakan organisasi professional terbesar didunia telah menghasilkan beberapa standar untuk LAN.
Standar-standar ini dikenal sebagai IEEE 802, yang meliputi CSMA/CD, Token Bus, Token Ring, dsb.
Di dalam LAN dikenal ada 3 macam arsitektur:
1. Ethernet
Ethernet adalah standar LAN yang pertama kali dikembangkan oleh XEROX dan kemudian diperluas
pengembangannya oleh Digital Equipment Corp, Intel Corp dan Xerox juga.
Metoda akses : CSMA/CD
Metoda akses yang digunakan dalam LAN disebut carrier sense multiple access with collision detection
(CSMA/CD).
>Maksudnya, sebelum komputer/device mengirim data, komputer tersebut menyimak/mendengar
dulu media yang akan dilalui sebagai pengecekan apakah komputer lain sedang menggunakannya, jika
tidak ada maka komputer/device akan mengirimkan data nya.
CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection), merupakan sebuah metode kendali
akses, yakni metode yang menjelaskan bagaimana aturan dalam pengaksesan media jaringan yang
memiliki 2 prinsip dasar, yaitu:
mengindra (sensing) media jaringan, dan
mendeteksi terjadinya tabrakan data (collision)
Sebuah node yang ingin mengirimkan datanya ke jaringan, akan mengindra media. Node ini hanya
akan mengirimkan datanya jika media jaringan sedang kosong. Jika ternyata ada node lain yang sedang
mengirimkan data, ia akan menunggu dengan menetapkan waktu tunggu tertentu.
Setiap node selalu mengindra media jaringan, sehingga terjadinya collision akan diketahui. Jika terjadi
collision, setiap node akan menginformasikan terjadinya collision dan menunggu dalam selang waktu
yang acak.
-----------------------------------------Metoda akses : CSMA/CA
CSMA/CA
CSMA/CA (Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance), merupakan sebuah metode kendali
akses yang prinsip dasarnya serupa dengan CSMA/CD, yaitu mengindra (sensing) media jaringan
sebelum mengirim.
Perbedaannya adalah, jika pada CSMA/CD, collision dideteksi kemudian dipulihkan, pada CSMA/CA,
collision dihindari sebelum terjadi.
Teknik yang digunakan untuk menghindari terjadinya collision adalah, saat sebuah node ingin mengirim
(setelah ia men-sense bahwa media sedang kosong) ia terlebih dahulu membroadcast sinyal ke node
lainnya pada jaringan tersebut agar mereka tidak melakukan transmisi, baru kemudian ia melaksanakan
transmisi.
CSMA/CA digunakan pada WLAN (IEEE 802.11), dimana tidak dimungkinkannya untuk terus men-sense
media jaringan selama melaksanakan transmisi.

-----------------------------------------Addressing (pengalamatan)
Setiap komputer, device atau stasion dalam LAN memiliki NIC (Network Interface Card). NIC ini
memiliki 6-byte alamat fisik (physical address).
Data rate (laju data)
Ethernet dapat mendukung laju data antara 1 sampai 10 MBps, sedangkan Fast Ethernet mendukung
hingga 100 MBps.
Frame Format (format bingkai)
dapat dilihat sebuah Ethernet frame. Sebagai catatan tambahan, bahwa Ethernet tidak menyediakan
suatu mekanisme untuk acknowledge frame yang diterima, sehingga hal ini bisa dikatakan sebagai
media yang unreliable. Namun demikian acknowledgement diimplementasikan pada layer di atasnya
-----------------------------------------Sebagai keterangan isi bingkai ethernet adalah sbb:
Preamble : memuat 7 byte (56 bit). Kegunaannya untuk sinkronisasi komunikasi antara komputer
pengirim dan penerima.
Start frame delimiter : berisi 1 byte dengan nilai (10101011). Digunakan sebagai flag dan sinyal
mulainya frame.
Destination address : Berisi 6 byte yang memuat physical address dari komputer yang dituju
(penerima).
Source address : Berisi 6 byte yang memuat physical address dari komputer pengirim.
Type : berisi informasi yang menentukan jenis data yang dibungkus (encapsulated) pada frame.
Data : berisi data dari lapisan di atasnya. Panjang data harus berkisar antara 46 dan 1500 byte. Apabila
data yang didapat dari lapisan di atasnya kurang dari 46 byte, maka ditambahkan sejumlah byte untuk
melengkapi jumlah minimum, yakni 46 byte, disebut padding. Namun apabila besar data lebih dari 1500
byte, maka lapisan di atasnya harus memfragmentasikannya dalam pecahanpecahan 1500 byte.
Cyclic redudancy check : berisi 4 byte sebagai error detection. Jenis CRC yang digunakan adalah CRC32.
-----------------------------------------Implementasi LAN (kabel coaxial)
Seluruh Ethernet LAN dikonfigurasikan sebagai logical bus dan secara fisik dapat diimplementasikan
dalam bentuk topologi linier bus atau star.
10BASE5 : Implementasi ini disebut thick ethernet atau thick-net. Adalah LAN topologi bus yang
menggunakan pensinyalan baseband dan memiliki panjang kabel maksimum 500 meter.
10BASE2 : Implementasi ini disebut thin ethernet. Ada yang menyebutnya: thin-net, cheap-net atau
thin-wire Ethernet. Konsepnya sama dengan 10BASE5, namun thin-net ini lebih murah dan lebih ringan
kabelnya sehingga lebih luwes dibanding thick-net. Kelemahannya dibanding thick-net adalah jarak kabel
yang tidak melebihi 185 meter dan hanya mampu mengakomodasi sedikit komputer.
-----------------------------------------Implementasi LAN (kabel UTP)
10BASE-T : Implementasi LAN ini adalah yang sangat populer, disebut Twisted-pair Ethernet. Topologi
yang digunakan pada implementasi LAN ini adalah topologi star.
10BASE-T ini mampu mendukung transfer data hingga 10 MBps untuk panjang kawat maksimum 100
meter.
-----------------------------------------Fast Ethernet
Semakin berkembangnya aplikasi lewat LAN seperti CAD, image processing, audio dan video di mana
dibutuhkan transportasi data yang menuntut kapasitas yang lebih besar dalam LAN maka ada
implementasi LAN lagi yang disebut Fast Ethernet atau disimbolkan dengan 100BASET. Fast Ethernet
mampu mentransfer data hingga 100 MBps.
Topologi Fast Ethernet tidak jauh beda dengan 10BASE-T. Versi-versi terbaru Fast Ethernet ini pun sudah
banyak macam ragamnya. Misal: 100BASE-T4 (menggunakan UTP 4 pair seperti 10BASET), 100BASE-XT
(menggunakan STP atau UTP 2 pair) dan 100BASE-XF (menggunakan dua kabel serat optik pada masingmasing jalur pengirim dan penerima).
-----------------------------------------2. Token Ring
Token Ring adalah permulaan standar LAN yang pernah dikembangkan oleh IBM.
Token-Ring berbasis standar IEEE 802.5 dan beroperasi pada 4 atau 16 MBps. Dengan Token-Ring,
device network secara fisik terhubung dalam konfigurasi ring dimana data dilewatkan dari device ke
device secara berurutan.
Protokol ini mencegah terjadinya tabrakan data (collision) dan memiliki kinerja yang lebih baik pada

penggunaan high-level bandwidth.


-----------------------------------------Metoda akses: token passing
Pada Gambar dapat dilihat bahwa dalam token passing, token dilewatkan dari station/komputer satu ke
station/komputer lain dalam urutan hingga token meng-encounter sebuah data yang dilewatkan token
itu.
Station lain menunggu hingga token terkirim. Topologi ini mutlak harus berbentuk ring. Untuk
menghindari masalah terhadap token yang tidak berguna atau token yang hilang maka diletakkan
sebuah komputer/station yang bertugas sebagai pengontrol.
-----------------------------------------Addressing (pengalamatan)
Token ring menggunakan sistem pengalamatan/addressing 6 byte.
Data rate (laju data)
Token ring mampu mendukung dua laju data : 4 dan 16 MBps.
Frame Format
Protokol token ring memiliki 3 jenis frame : data, token, dan abort.