Anda di halaman 1dari 36

FINAL PROJECT

KELO MPO K 2 REGULER


RANCANG BANGU N
HAND MADE
SPECTRO PHOTO METER

Latar Belakang
Saat ini spectrometer sudah dikembangkan untuk berbagai
kebutuhan di berbagai bidang misalnya biomedis,astronomi namun
untuk membeli spectrometer digital diperlukan biaya yang besar. Saat ini
sudah banyak aplikasi open source seperti spectral workbench yang dapat
membantu dalam deteksi spectral cahaya. Sehingga untuk kebutuhan
sederhana dapat dilakukan rancang bangun spectrmetri sederhana
melalui pemahaman prinsip kerja dari spectrometer.

Rumusan Masalah
Bagaimana prinsip kerja sebuah spektrometer?
Berapa merancang sebuah spectrometer yang sederhana dan murah ?

Batasan Masalah

Perancangan dan pembuatan spektrometer cahaya tampak


Sumber cahaya yang digunakan dalam perancangan spektrometer ini adalah Lampu
Halogen
Menggunakan SPIE linear gratting diffraction sebagai elemen pendispersinya
Menggunakan webcam sebagai detektor
Menggunakan software Spectra Workbench untuk mengolah data dari webcam

Dasar Teori
Spektroskopi pada dasarnya adalah pengukuran interaksi cahaya dengan berbagai bahan .

Dengan menganalisis jumlah cahaya yang diserap atau dipancarkan oleh sampel , kita
dapat menentukan apa itu terbuat dari dan berapa banyak dari itu ada
Spektrometer adalah alat yang dipakai untuk mengukur panjang gelombang cahaya
dengan akurat, yaitu dengan menggunakan kisi difraksi, atau prisma untuk memisahkan
panjang gelombang cahaya yang berbeda. Prinsip kerja dari spektrometer adalah, cahaya
yang didatangkan lewat celah sempit yang disebut kolimator diteruskan ke lensa,
sehingga cahaya yang diteruskan bersifat sejajar. Kemudian cahaya tersebut diteruskan ke
kisi atau prisma untuk kemudian ditangkap oleh layar. Alat ini juga dapat dipakai untuk
menentukan ada tidaknya jenis - jenis molekul tertentu pada spesimen laboratorium
dimana analisa kimia tidak dapat dipakai.
Spektrometer paling tidak disusun dari lima komponen utama yaitu sumber cahaya, lensa
( focusing lens dan collimating lens ), slit, grating dan photodetector.

Dasar Teori
Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi dengan

cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu objek kaca atau
kuarsa yang disebut kuvet.[1] Sebagian dari cahaya tersebut akan diserap dan sisanya
akan dilewatkan.[2] Nilai absorbansi dari cahaya yang dilserap sebanding dengan
konsentrasi larutan di dalam kuvet.

Dasar Teori
Perhitungan matematis desain spektrometer

Langkah-langkah desain spektrometer

METODOLOGI
PERANCANGAN
ALAT DAN BAHAN :
1. 2 Lensa Cembung
2. 1 lembar SPIE Grating 500line/mm
3. Sumber cahaya Halogen
4. Pisau cutter
5. Lakban
6. Statif
7. Webcam (CCD camera)
8. Laptop
9. Penggaris

PROSEDUR PERANCANGAN
1. Pengukuran Panjang Gelombang
monokromator ( Desain 1 )
a. Skema Perancangan

Lampu

Halogen

menggunakan

PROSEDUR PERANCANGAN
2. Pengukuran Panjang Gelombang Lampu Halogen dengan menggunakan
Grating lines ( Desain 2 )
a.Skema Perancangan
a. Skema Perancangan

b. Langkah Perancangan
Adapun langkah perancangannya adalah dengan mengubah-ubah posisi lensa
sehingga terbentuk bayangan yang diinginkan dan dapat dideteksi oleh detector.

b. Langkah Perancangan :
1. Menentukan lensa yang akan dipakai sebagai collimator and focusing lens. ( 2 lensa 5 dioptri )
2. Menentukan jarak focus dari coolimating and focusing lens. ( 20 cm )

3. Menentukan nilai dan berdasarkan langkah 7 dari dasar teori desain dengan menganggap Magnification ( M )=1. (
, = 0o )

4. Menentukan width slit berdasarkan langkah 8 dari dasar teori desain dengan nilai G= 500/lines, = 300 nm, =0 o ,
Lc =20 cm. ( wslit = 3 cm ).

5. susun alat seperti gambar dibawah sesuai dengan perhitungan desain.

6. Ubah ukuran slit menjadi 1 mm dengan menjaga ukuran-ukuran desain yang lain.
7. Amati pola difraksi yang terjadi dengan software spectral workbench.

PROSEDUR PERANCANGAN
3. Pengukuran Rentang Panjang Gelombang Lampu Halogen dengan
menggunakan Grating lines ( Desain 3 )
a. Skema Perancangan

b. Langkah Perancangan
Adapun langkah perancangannya adalah dengan mengubah-ubah posisi lensa
sehingga terbentuk bayangan yang diinginkan dan dapat dideteksi oleh detector.

Dokumentasi Kegiatan

Gambar skema Spektrometer Desain 2

Gambar skema Spektrometer dengan grating Desain 2 Pola Difraksi dari Rancang Bangun Spektrometer Desain 2

Gambar skema Rancang Bangun Spektrometer Desain 3

Gambar Pola Difraksi


Rancang Bangun Spektrometer Desain 3

Hasil Percobaan dan Pembahasan


Range spektrum sumber cahaya Halogen dalam Rancang Bangun Spektrometer

1. Menggunakan Monokromator
a. Setting 400nm

b. Setting 425nm

c. Setting 450nm

d. Setting 475nm

e. Setting 500nm

f. Setting 525nm

g. Setting 550nm

h. Setting 575nm

i.

Setting 600nm

j.Setting 625

k. Setting 650nm

l. Setting 675

m. Setting 700

2. Menggunakan rancang bangun Spektrometer


a. Warna Biru 450-495 nm

b. Warna hijau 495-570nm

c. Warna orange 590-620nm

d. Warna yellow 570-590nm

e. Warna red 620-750nm

Tabel Pembacaan Panjang Gelombang pada Rancang Bangun Spektrometer

PEMBAHASAN
Pada percobaan ini membuat sebuah divais optik yaitu spektrometer. Spektrometer ini menggunakan transmission
grating sebagai elemen pendifraksinya. Perancangan pada awalnya menggunakan OSLO sebagai software yang
digunakan, namun tidak ditemukan konfigurasi yang pas pada saat implementasinya. Spektromneter jenis ini
menggunakan slit sebagai kolimator. Sepktrometer membutuhkan cahaya yang sifatnya polikromatis yang nantinya
dapat dipecah menjadi monokromatis agar dapat melihat spektrum dari benda yang diuji. Untuk itu digunakan sumber
cahaya berupa lampu halogen yang merupakan visible light sehingga mampu dipecah menjadi beberapa panjang
gelombang. Lampu halogen yang masuk memiliki banyak berkas dan untuk masuk ke dalam sistem haruslah berkas
tunggal, untuk itulah digunakan slit atau celah kecil untuk menghalau berkas lain yang masuk ke dalam sistem. Setelah
itu digunakan lensa cembung sebagai elemen pemfokus cahaya agar masuk ke dalam elemen lain. Digunakan dua lensa
cembung dengan dioptri yang berbeda beda dalam percobaan ini agar ditemukan konfigurasi yang cocok untuk
spektrometer ini. Pada bagian ccd kamera, dimodifikasi menggunakan slit agar dapat ditemukan panjang gelombang
mulai dari ungu sampai dengan merah sebagai panjang gelombang tertinggi. Kamera CCD akan digeser geser sampai
ditemukan panjang gelombang yang tepat. Hasil dapat dilihat pada tabel 4.1 dimana validasi menggunakan
monokromator. Pada monokromator dengan panjang gelmbang terendah menghasilkan data yang lumayan sesuai.
Hanya saja ada beberapa warna yang tidak tepat hasilnya. Contohnya pada panjang gelombang biru dan hijau yang
tidak tepat. Hal ini dikarenakan perancangan yang tidak tepat. Begitu juga pada hasil spektrometer yang telah dibuat
juga telah ditemukan kegagalan. Sulit untuk menentukan panjang gelombang yang dapat disesuaikan seperti yang ada
di monokrometer. Dari hasil yang terdapat di tabel 4.1 terlihat bahwa desain yang digunakan sukar sekali mendapatkan
panjang gelombang merah. Hal ini dikarenakan panjang gelombang merah yang besar yang berbanding terbalik dengan
frekuensi serta energinya. Sehingga dibutuhkan lampu dengan daya lebih besar untuk membuat spektrometer bekerja
dengan baik.

PENUTUP
Kesimpulan
Pada percobaan kali ini ditemukan kegagalan karena hasil rancangan di OSLO berbeda
dengan yang dilakukan sehingga tidak ditemukan ketepatan dalam merancang sebuah
spektrometer
Spektrometer ini belum diuji menggunakan larutan, hanya saja sudah dapat melihat
spektrum dari sumber cahaya halogen
Saran
Saran untuk penelitian selanjutnya ialah :
Sebaiknya digunakan lampu halogen dengan daya yang lebih besar agar terlihat jelas pola
warnanya.
Desain pada simulator sangatlah penting, sebaginya dilakukan pembelajaran software
simulasi terlebih dahulu agar hasilnya maksimal dan sesuai dengan harapan