Anda di halaman 1dari 7

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI


Jalan. Prabu Rangkasari Dasan Cermen Telp. 0370 7502424 Mataram

PRO JUSTITIA
VISUM ET REPERTUM
Nomor :

Atas permintaan tertulis dari Kepolisian Resor Lombok Timur melalui suratnya tanggal 29
Maret 2016, yang diterima tanggal 13 April 2016, dengan Nomor surat:
Ver/03/III/2016/Sek.Wanasaba, yang ditanda tangani oleh Wawan Darmawan, pangkat Iptu
yang mengajukan permintaan Visum et Repertum untuk korban atas nama Munawati usia tiga
belas tahun, jenis kelamin perempuan, pekerjaan : pelajar sekolah dasar kelas lima, alamat :
dusun tembeng putik timuk II desa tembeng putik kecamatan Wanasaba kabupaten Lombok
Timur yang diduga merupakan korban peluru senapan angin, maka dengan ini Saya, dr. Arfi
Syamsun, Sp.KF, M.Si.Med, NIP. 19790108 2003 12 1 002, dokter spesialis forensik yang
bekerja di Rumah Sakit Umum Propinsi Nusa Tenggara Barat, menerangkan bahwa benar
pada tanggal dua puluh tiga Maret tahun dua ribu enam belas pukul tujuh belas lebih tiga
menit Waktu Indonesia Tengah, Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat telah
merawat pasien seperti dimaksud dalam Surat Permintaan Visum dari penyidik tersebut di
atas dan dirawat oleh dr. Irfan Pratama sebagai dokter Instalasi Gawat Darurat, dan
didiagnosis dengan adanya benda asing (peluru) di kepala bagian depan (corpus alienum
(peluru) frontalis). Dokter Rohadi, Sp.BS di ruang perawatan mendiagnosa pasien ini dengan
Cedera Otak Ringan, luka tembak daerah pelipis (vulnus sclopetorum temporal), perdarahan
dalam otak (intracerebral hemorrhage), dan pembengkakan otak (oedema cerebri) --------------

HASIL PEMERIKSAAN
1. Berdasarkan Surat permintaan Visum Et Repertum dari Kepolisian Negara Republik
Indonesia Daerah Nusa Tenggara Barat Resor Lombok Timur, pasien atas nama
Munawati usia tiga belas tahun, mengalami luka lubang di bagian pelipis kanan pada hari
1

senin tanggal dua puluh satu Maret tahun dua ribu enam belas sekitar pukul tiga belas
lebih tiga puluh menit Waktu Indonesia Tengah di dusun tembeng putik timuk II desa
tembeng putik kecamatan Wanasaba kabupaten Lombok Timur.------------------------------2. Berdasarkan surat rujukan dari Rumah Sakit Umum Daerah Selong, menyatakan bahwa
pasien didiagnosa dengan corpus alienum peluru regio frontalis. Tindakan medis yang
telah dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Selong pada tanggal dua puluh tiga Maret
tahun dua ribu enam belas adalah sebagai berikut : Pemeriksaan fisik : tekanan darah
delapan puluh per enam puluh millimeter air raksa, nadi delapan puluh kali per menit,
suhu tiga puluh enam koma sembilan derajat selsius, frekuensi napas dua puluh kali per
menit. Penanganan pasien adalah sebagai berikut : terapi sementara dengan suntikan
Ceftriaxone (antibiotik) dua kali sehari, suntikan Ketorolac (obat penghilang nyeri) tiga
kali tiga puluh milligram, dan suntikan Ranitidine (obat pelindung lambung) dua kali
sehari, dan operasi ekstraksi corpus alienum (peluru) di kepala, namun corpus alienum
(peluru) tersebut tidak berhasil ditemukan.--------------------------------------------------------Setelah pasien mendapat penanganan awal di Rumah Sakit Umum Daerah Selong, pasien
segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tanggal dua
puluh tiga Maret tahun dua ribu enam belas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.3. Fakta Pemeriksaan Awal Pasien di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Provinsi
Nusa Tenggara Barat pada tanggal dua puluh tiga Maret tahun dua ribu enam belas pukul
tujuh belas lebih tiga menit Waktu Indonesia Tengah:------------------------------------------a. Pemeriksaan fisik: pasien datang dalam keadaan sadar penuh dengan tingkat
kesadaran menurut Skala Koma Glasgow (GCS): lima belas, tekanan darah seratus
per tujuh puluh millimeter air raksa, nadi delapan puluh enam kali per menit, suhu
tiga puluh enam koma lima derajat selsius, frekuensi napas dua puluh dua kali per
menit,-----------------------------------------------------------------------------------------------b. Pemeriksaan luka:-------------------------------------------------------------------------------- Kepala
: tampak luka terbuka di bagian pelipis kanan.----------------------------- Mata
: Tidak ditemukan luka----------------------------------------------- Mulut
: Tidak ditemukan luka----------------------------------------------- Leher
: Tidak ditemukan luka----------------------------------------------- Dada
: Tidak ditemukan luka----------------------------------------------- Punggung
: Tidak ditemukan luka----------------------------------------------- Perut
: Tidak ditemukan luka----------------------------------------------- Anggota gerak atas
: Tidak ditemukan luka-------------------------------------- Anggota gerak bawah
: Tidak ditemukan luka--------------------------------------c. Pemeriksaan penunjang diagnostik di Instalasi Gawat Darurat----------------------------2

1. Pemeriksaan laboratorium dengan hasil zat pengikat oksigen dalam darah


(hemoglobin) sepuluh koma enam gram per desiliter, sel darah merah empat koma
sembilan belas juta per mikroliter, kadar sel dalam darah (hematokrit) tiga puluh
empat koma sembilan persen, sel darah putih sepuluh koma delapan puluh dua juta
per mikroliter, keping darah (platelet) tiga ratus tiga puluh empat juta per
microliter, gula darah sewaktu delapan puluh tiga milligram per desiliter, kretainin
nol koma empat milligram per desiliter, ureum dua puluh lima milligram per
desiliter, SGOT enam belas milligram per desiliter, dan SGPT enam belas
d.

milligram per desiliter.----------------------------------------------------------------------Tindakan


perawatan
di
Instalasi
Gawat

Darurat--------------------------------------------1. Suntikan ceftriaxone (antibiotik) satu gram per dua belas jam.----------------2. Suntikan ketorolac (obat penghilang nyeri) tiga persen per delapan jam.----3. Fakta selama perawatan Rawat Inap di Ruang Perawatan kelas III bangsal Gili
Trawangan sejak tanggal dua puluh tiga Maret tahun dua ribu enam belas pukul dua
puluh satu lebih lima puluh menit hingga tanggal satu April tahun dua ribu enam belas:-a. Pemeriksaan
fisik:-------------------------------------------------------------------------------- Tingkat kesadaran menurut Skala Koma Glasgow (GCS): lima belas, tekanan
darah seratus sepuluh per tujuh puluh millimeter air raksa, nadi delapan puluh
enam kali per menit, suhu tiga puluh enam koma lima derajat selsius,
frekuensi napas dua puluh dua kali per menit.b. Pemeriksaan
luka:--------------------------------------------------------------------------------

Kepala :-------------------------------------------------------------------------------------o Luka bekas operasi di pelipis dan kepala bagian kanan terlihat terawat dan
semakin membaik selama dalam masa perawatan-------------------------------Leher
: Tidak ditemukan luka--------------------------------------Dada
: Tidak ditemukan luka--------------------------------------Punggung
: Tidak ditemukan luka--------------------------------------Perut
: Tidak ditemukan luka--------------------------------------Anggota gerak atas
: Tidak ditemukan luka--------------------------------------Anggota gerak bawah : Tidak ditemukan luka---------------------------------------

c. Pemeriksaan Penunjang Selama Rawat Inap-------------------------------------------------1) Pemeriksaan radiologi pada tanggal dua puluh empat Maret tahun dua ribu
enam belas berupa Computed Tomography Scan (CT Scan) kepala dengan
hasil ditemukan corpus alienum peluru pada temporal kanan dengan ukuran
3

kurang lebih satu sentimeter kali nol koma tujuh sentimeter, didapatkan
perdarahan otak (ICH) temporal kanan dengan ukuran dua koma lima
sentimeter kali satu koma sembilan sentimeter, dan terlihat pembengkakan
otak (oedema cerebri).-----------------------------------------------------------------2) Pemeriksaan laboratorium pada tanggal dua puluh enam Maret tahun dua ribu
enam belas dengan hasil waktu perdarahan tiga menit dua puluh detik dan
waktu pembekuan tujuh menit tiga puluh detik, gula darah sewaktu delapan
puluh milligram per desiliter, Kadar natrium dalam darah serratus tiga puluh
tujuh milimol per liter, kadar kalium dalam darah tiga koma tujuh milimol per
liter, dan kadar kalsium dalam darah seratus sepuluh milimol per liter.--------3) Pemeriksaan radiologi C Arm kepala pada tanggal dua puluh delapan Maret
tahun dua ribu enam belas terdapat benda asing (corpus alienum) pada otak
bagian kanan.----------------------------------------------------------------------------4) Pemeriksaan laboratorium pada tanggal dua puluh sembilan Maret tahun dua
ribu enam belas dengan hasil zat pengikat oksigen dalam darah (hemoglobin)
sepuluh koma lima gram per desiliter, sel darah merah tiga koma delapan
delapan juta per mikroliter, kadar sel dalam darah (hematokrit) tiga puluh dua
koma lima persen, sel darah putih delapan koma tiga belas juta per mikroliter,
keping darah (platelet) dua ratus empat puluh empat juta per mikroliter.-------d. Tindakan Perawatan Selama Rawat Inap-----------------------------------------------------1) Meninggikan posisi kepala tiga puluh derajat.---------------------------------------2) Pemberian oksigen dengan masker sebanyak enam hingga delapan liter per
menit sampai dengan tanggal dua puluh enam Maret tahun dua ribu enam
belas.--------------------------------------------------------------------------------------3) Terapi cairan infus, yaitu : larutan ringer laktat dan NaCl nol koma Sembilan
persen lima belas tetes per menit selama perawatan--------------------------------4) Suntik Ceftriaxon satu gram setiap dua belas jam (antibiotik, pencegah
infeksi) sampai akhir perawatan.------------------------------------------------------5) Suntik Ketorolac tiga persen satu gram setiap delapan jam (obat penghilang
nyeri) sampai tanggal dua puluh enam Maret tahun dua ribu enam belas.-------6) Suntik Novalgin satu ampul setiap delapan jam (obat penghilang nyeri) mulai
tanggal dua puluh tujuh Maret tahun dua ribu enam belas sampai tanggal dua
puluh delapan Maret tahun dua ribu enam belas.----------------------------------7) Suntik Metronidazol lima ratus gram setiap delapan jam (antibiotik, pencegah
infeksi) mulai tanggal dua puluh tujuh Maret tahun dua ribu enam belas
sampai akhir perawatan.----------------------------------------------------------------8) Suntik Penitoin satu ampul setiap delapan jam (obat anti kejang) mulai tanggal
dua puluh tujuh Maret tahun dua ribu enam belas sampai akhir perawatan.----4

9) Suntik Asam Traneksamat satu ampul setiap delapan jam (obat penurun panas

dan penghilang nyeri) mulai tanggal dua puluh tujuh Maret tahun dua ribu
enam belas sampai akhir perawatan.--------------------------------------------------10) Suntik Ranitidine satu ampul setiap dua belas jam (obat pelindung lambung)
mulai tanggal dua puluh tujuh Maret tahun dua ribu enam belas sampai akhir
perawatan.--------------------------------------------------------------------------------11) Suntik Antrain satu ampul setiap delapan jam (obat anti nyeri) mulai tanggal
dua puluh sembilan Maret tahun dua ribu enam belas sampai akhir perawatan.12) Suntik Asam Folat satu ampul setiap dua belas jam (vitamin B9) mulai tanggal
dua puluh sembilan Maret tahun dua ribu enam belas sampai akhir perawatan.13) Suntik Ondansetron delapan milligram setiap delapan jam (obat anti mual)
mulai tanggal dua puluh sembilan Maret tahun dua ribu enam belas sampai
akhir perawatan.-------------------------------------------------------------------------14) Infus manitol seratus mililiter setiap empat jam (obat penurun tekanan dalam
rongga kepala), dosis diturunkan menjadi seratus mililiter setiap delapan jam,
dosis diturunkan menjadi serratus milliliter setiap dua belas jam, mulai tanggal
dua puluh sembilan Maret tahun dua ribu enam belas dan dihentikan mulai
tanggal tiga puluh satu Maret tahun dua ribu enam belas--------------------------15) Transfusi sel darah merah sebanyak dua ratus milliliter pada tanggal dua puluh
delapan Maret tahun dua ribu enam belas--------------------------------------------e. Tindakan Operatif saat Rawat Inap------------------------------------------------------------Telah dilakukan tindakan operasi pada tanggal dua puluh delapan Maret tahun dua
ribu enam belas pukul dua belas lebih lima belas menit dan selesai operasi pukul
enam belas lebih dua puluh menit waktu Indonesia tengah oleh dr. Rohadi, Sp. BS.
Pada saat operasi didapatkan pecahan peluru dan perdarahan di sepanjang jalan
masuk ke dalam otak (ICH sepanjang track masuk korteks). Tindakan yang dilakukan
berupa membuka tulang tengkorak (kraniotomi), ekstraksi pecahan peluru (ekstraksi
corpus alienum), evakuasi perdarahan, dan mengeksplorasi sisa peluru dalam otak.--4. Fakta Akhir Perawatan (tanggal satu April tahun ribu enam belas).---------------------------

Pasien diperbolehkan pulang, selanjutnya disarankan untuk kontrol ke poliklinik


bedah saraf.----------------------------------------------------------------------------------------

KESIMPULAN
Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari data rekam medis, pasien jenis kelamin
perempuan, usia tiga belas tahun yang telah mendapatkan perawatan Instalasi Gawat Darurat
dan Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Provinsi Mataram selama sepuluh hari, maka
dengan ini Saya simpulkan beberapa hal sebagai berikut :------------------------------------------1. Terdapat satu luka tembak masuk yang disebabkan oleh tembakan senapan angin di
pelipis bagian kanan menembus tengkorak bagian kanan dan otak besar bagian
samping kanan, dan anak peluru mengeram di otak besar bagian samping kanan. Anak
peluru senapan angin tersebut berukuran kurang lebih satu sentimeter kali nol koma
tujuh sentimeter, berbentuk tidak teratur.-----------------------------------------------------2. Berdasarkan Computed Tomography Scan (CT Scan) kepala ditemukan benda asing
(corpus alienum) pada otak besar samping kanan (temporal dextra) dengan ukuran
kurang lebih satu sentimeter kali nol koma tujuh sentimeter, didapatkan perdarahan
otak besar samping kanan (Intracerebral Hemorrhage) dengan ukuran dua koma lima
sentimeter kali satu koma sembilan sentimeter, dan terlihat pembengkakan otak
(oedema cerebri). Keadaaan tersebut DAPAT terjadi oleh tembakan peluru senapan
angin.------------------------------------------------------------------------------------------------

Luka tembak oleh senapan angin yang disertai perdarahan di dalam otak tersebut di atas dapat
mengakibatkan ancaman bahaya maut jika tidak dilakukan penanganan medis sesegera
mungkin.----------------------------------------------------------------------------------------------------Demikianlah Visum et Repertum ini dibuat dengan sebenarnya dan menggunakan keilmuan
saya yang sebaik-baiknya mengingat sumpah pada waktu menerima jabatan.---------------------

Mataram, 19 April 2016


Yang Membuat Visum et Repertum,

dr. Arfi Syamsun, Sp.KF, M.Si.Med


NIP. 19790108 2003 12 1 002