Anda di halaman 1dari 29

KURIKULUM VITAE

Nama
: Dr. S. BUDI PRASETYO, SE, MSi
Tempat dan tanggal lahir/umur : Karanganyar, 24 April 1955
Alamat tempat tinggal : Jl. Manggis No. 31 Kel. Kramat Utara RT.02 /
Kec. Magelang Utara, Kota Magelang 56115
HP
: 0815 78747878
Jenis Kelamin
: Laki-Laki
Agama
: Islam

Status Perkawinan : Kawin


Nama istri
: Sri Subekti, SE
Nama anak kandung : 1. Tyas Anggraeni Bekti Prasetyo, SE, MSc
2. Dian Ayu Permatasari, SE
3. Azizah Hervina Hapsari
Pekerjaan
: PENELITI, PENGAJAR

RW.VIII,

LANJUTAN KURIKULUM VITAE


Pendidikan Formal :
SD Karanganyar (Tahun 1968)
SMP Salatiga (Tahun 1971)
SMEA Salatiga, Jurusan Tata Niaga (Tahun 1974)
Sarjana Muda Ekonomi Jurusan Perusahaan (Tahun 1980)
Sarjana Ekonomi, UKSW Salatiga, Jurusan Manajemen
(Tahun 1984)
6. Pasca Sarjana S-2 / Magister Administrasi Publik UGM
Yogyakarta, Konsentrasi Kebijakan Publik (Tahun 1994)
7. Pasca Sarjana S-3 / Doktoral, Universitas Airlangga
Surabaya, Ilmu Ekonomi Manajemen Keuangan (Tahun
2008)
1.
2.
3.
4.
5.

LANJUTAN KURIKULUM VITAE


Riwayat Pekerjaan dan Alamat Pekerjaan :
1.Ymt. Kasi Keuangan RSUD Tidar Magelang Tahun 1987
2.Kasubag Adikbud Bagian Kesra Tahun 1987
3.Pj. Kabid Ekonomi BAPPEDA Tahun 1990
4.Peneliti Madya Tahun 1997
5.Kabib Data dan Laporan BAPPEDA Tahun 1999
6.Ahli Peneliti Madya Tahun 2002
7.Plh. Asisten Sekda Bidang Ekonomi, Keuangan dan Kesra Tahun 2003
8.Kepala BAPEKO Magelang Tahun 2004
9.Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang Tahun 2007
10.
Sekretaris Daerah Kota Magelang Tahun 2008 s/d TH 2010
11.
Mengajar (Dosen) :
.UKSW Salatiga
Tahun 1983-1985
.Universitas Islam Sultan Agung Semarang
Tahun 1985-1986
.Universitas Muhammadiyah Magelang Tahun 1986 s/d Sekarang
.Universitas Jend. Soedirman (Pasca Sarjana) Tahun 1998-2008
.Pengajar Diklatpim III Bapelkes Salaman Magelang Tahun 1996 s/d Sekarang
. 12.
Jabatan Peneliti sekarang: Peneliti utama
. 13.
Jabatan Dosen sekarang : Lektor Kepala

TANGGUNG JAWAB SOSIAL


MASALAH YANG DIHADAPI KORPORATE
PERUSAKAN LINGKUNGAN
PERLAKUAN TIDAK LAYAK TERHADAP KARYAWAN
PRODUK YANG BERBAHAYA BAGI KONSUMEN
PERATURAN PEMERINTAH TANPA LINTAS BATAS

GERAKAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL


PERILAKU KORPORASI YANG TIDAK FAIR DAN ETIS
MUNCULNYA KTT BUMI DI RIO DE JENEIRO 1992
(SUSTAINABLE DEVELOPMENT)

KONSEP KEBERLANJUTAN
KESEDIAAN DANA
MISI LINGKUNGAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
IMPLEMENTASI DALAM KEBIJAKAN
MEMPUNYAI NILAI KEUNTUNGAN/MANFAAT
KONSEP SOCIAL RESPONSIBILITY
MUNCUL SETELAH KONSEP ECONOMIC
DAN ENVIRONMENT SUSTAINABILITY SHG
MUNCUL
AMDAL, ANSOS, CSR DAN BSR

AMDAL
Pengertian AMDAL
Kajian mengenai dampak besar dan penting suatu
usaha dan /atau kegiatan yg direncanakan pada
lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses
pengambilan keputusan tentang
penyelenggaraan usaha/kegiatan di Indonesia. LH
meliputi aspek fisik, kimia, ekologi, sosek, sosbud,
kesmas.
Pengertian ANDAL:
telaah secara cermat dan mendalam tentang
dampak besar dan penting suatu rencana usaha
dan/atau kegiatan

DASAR HUKUM AMDAL


UU NO 23 TH 1997 Ttg pengelolaan LH
UU no 32 th 2009 Ttg perlindungan dan penge
Lolaan lingkungan hidup
PP no 27 th 1999 tentang AMDAL
TUJUAN AMDAL
Untuk menjamin agar suatu usaha/kegiatan
pemb. Dapat beroperasi secara berkelanjutan
tanpa merusak dan mengorbankan
lingkungan Atau usha tsb layak dari aspek
lingkungan hidup

MANFAAT AMDAL
1. Bagi Pemerintah : sbg alat
pengambilan keputusan tentang
kelayakan rencana usaha
2. Bagi Masyarakat: Mengetahui rencana
pembangunan di daerahnya sehingga
dapat berpartisipasi
3. Bagi Pemrakarsa: Untuk mengetahui
masalah-masalah lingkungan yang akan
dihadapi pada masa yang akan datang

KEGUNAAN AMDAL
Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah
Membantu proses pengambilan keputusan tentang
kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau
kegiatan
Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis
dari rencana usaha dan/atau kegiatan
Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan
dan pemantauan lingkungan hidup
Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang
ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan

Dokumen AMDAL
Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL)
Dokumen ini merupakan ruang lingkup dan kedalaman kajian analisis mengenai
dampak LH yang akan dilaksanakan sesuai hasil proses pelingkupan

Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)


Dokumen ini memuat telaah secara cermat dan mendalam tentang dampak
besar dan penting suatu rencana usaha dan/atau kegiatan berdasarkan arahan
yang telah disepakati dalam dokumen KA-ANDAL
Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)
Dokumen ini memuat berbagai upaya penanganan dampak besar dan penting
terhadap LH yang ditimbulkan akibat rencana usaha dan /atau kegiatan
Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)
Dokumen ini memuat berbagai rencana pemantauan terhadap berbagai
komponen LH yang telah dikelola akibat terkena dampak besar dan penting dari
rencana usaha dan /atau kegiatan.

PIHAK-PIHAK YANG ERLIBAT


DALAM PROSES AMDAL
Komisi Penilai AMDAL, komisi yang
bertugas menilai dokumen AMDAL
Pemrakarsa, orang atau badan hukum
yang bertanggungjawab atas suatu
rencana usaha dan/atau kegiatan yang
akan dilaksanakan, dan
masyarakat yang berkepentingan,
masyarakat yang terpengaruh atas segala
bentuk keputusan dalam proses AMDAL.

HAL-HAL YANG PERLU


DIPERHATIKAN
Penentuan kriteria wajib AMDAL, saat ini, Indonesia
menggunakan/menerapkan penapisan 1 langkah dengan
menggunakan daftar kegiatan wajib AMDAL (one step
scoping by pre request list). Daftar kegiatan wajib AMDAL
dapat dilihat di Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup
Nomor 11 Tahun 2006
Apabila kegiatan tidak tercantum dalam peraturan tersebut,
maka wajib menyusun UKL-UPL, sesuai dengan Keputusan
Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 86 Tahun 2002
Penyusunan AMDAL menggunakan Pedoman Penyusunan
AMDAL sesuai dengan Permen LH NO. 08/2006
Kewenangan Penilaian didasarkan oleh Permen LH no.
05/2008

Prosedur proses AMDAL


Prosedur amdal meliputi 3 proses besar
Proses penapisan wajib amdal mengacu pada
KEPMEN LH No 17 th 2001
Proses penyusunan dan penilai KA-ANDAL
Proses penyususnan dan penilaian ANDAL,RKL dan
RPL
Penilaian dokumen AMDAL melalui 2 tahap
Tahap penilaian terhadap KA-ANDAL
Tahap penilaian terhadap dokumen ANDAL, RKL,
RPL

Analisa Dampak Lingkungan


Kesehatan
ADKL (Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan)
merupakan suatu pendekatan dalam kajian
kesehatan masyarakat pada sumber dampak,
media Lingkungan, populasi terpajan dan dampak
kesehatan yang meliputi kegiatan identifikasi,
pemantauan, dan penilaian secara cermat terhadap
parameter lingkungan, karakteristik masyarakat,
kondisi sanitasi lingkungan, status gizi, dan sumber
daya kesehatan yang berhubungan potensi
besarnya risiko kesehatan (Kepmenkes
No.872/MENKES/SK/VIII/1997)

Dasar Hukum
Undang-undang RI No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan.
Undang-undang RI No. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan
Hidup, yang telah diganti dengan UU no 32 th 2009 tentang
perlindungan dan pengelolaan ling- kungan hidup.
Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan.
Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Nomor : 17 Tahun 2001 Tanggal 22
Mei 2001 tentang Jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Nomor ; KEP
-124/12/1997 tanggal 29 Desember 1997 tentang Panduan Kajian Aspek Kesehatan
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 872/MENKES/SK/VIII/1997 tanggal 15
Agustus 1997 tentang Pedoman Teknis Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan.

Konsep ADKL mengacu pada


Paradigma Kesehatan Lingkungan,
yang mencakup 4 simpul

a. Simpul 1 (sumbernya)
1) Jenis dan volume kegiatan yang dilakukan di lokasi
2) Lamanya kegiatan di lokasi
3) Bahaya fisik yang ada di lokasi
4) Perubahan-perubahan yang dilakukan baik dalam ukuran
maupun bentuk
5) Kegiatan penanggulangan yang direncanakan dan yang telah
dikerjakan.
6) Laporan pelaksanaan pengendalian mutu

b. Simpul 2 (media lingkungan)


1) Riwayat latar belakang
2) Kepedulian kesehatan masyarakat
3) Penduduk
4) Penggunaan lahan dan sumber daya alam
5) Pencemaran lingkungan
6) Jalur penyebaran pencemar di lingkungan

c. Simpul 3 (tubuh manusia)


Fitrah pemajanan
Dosis
Waktu
Dosis representatif dan waktu pemajanan

d. Simpul 4 (dampak kesehatan)


Bidang kesehatan
Bidang perindustrian
Bidang prasarana wilayah
Bidang energi dan sumber daya mineral
Bidang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3)

Metode ADKL

Metode pengumpulan data primer yang umum digunakan antara lain :


1) Wawancara,
2) Kuesioner (subyek mengisi sendiri),
3) Pengamatan terhadap subyek,
4) Pengukuran fisik atau kimiawi tentang subyek,
5) Pengukuran fisik atau kimiawi lingkungan atau dengan kunjungan
lapangan.

Metoda pengumpulan data sekunder yang dapat digunakan untuk


pengukuran pemajanan dalam kaitannya dengan analisis epidemiologis
antara lain :
1) Catatan harian ; untuk mengumulkan data perilaku atau pengalaman
sekarang.
2) Catatan lain : catatan yang belum dikumpulkan secara khusus untuk tujuan
pengukuran pemajanan, misalnya catatan medis, pekerjaan, dan sensus.

Analisis Dampak Sosial (ANSOS)


ENTITAS PERUSAHAAN BERADA PADA
LINGK.
LINGKUNGAN INTERNAL PERUSAHAAN
LINGKUNGAN EKSTERNAL PERUSAHAA
LINGKUNGAN GLOBAL
ENTITAS PERUSAHAAN HARUS PEKA
TERHADAP LINGKUNGAN,
KEBERADAANNYA SELALU BERPE
NGARUH PADA MASYARAKAT SEKITAR,
MULAI DARI PERILAKU KARYAWAN, POLA
HIDUP, BUDAYA, YANG

BAGAIMANA MELAKUAN ANALISIS


DAMPAK SOSIAL
1.Identifikasi masalah sosial
2. Rumuskan permasalahan sosial
masyarakat sekitar
3. Ciptakan program-program sosial
4. Laksanakan berbagai program
sosial dengan
melibatkan tokoh masyarakat
5. Evaluasi pelaksanaan program

BERBAGAI PROGRAM SOSIAL

KETENAGAKERJAAN
KEMISKINAN
PENDIDIKAN
KESEHATAN
EKONOMI
SUMBER DAYA MANUSIA
KEAMANAN
KEAGAMAAN

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY CSR


(Tanggung Jawab Sosial Perusahaan)

DEFINISI
Menurut The World Business Council for
Sustainable Development WBCSD (2002), bahwa
definisi CSR atau tanggung jawab sosial
perusahaan merupakan komitmen bisnis untuk
konstribusi dalam pembangunan ekonomi
berkelanjutan, bekerja sama dengan karyawan
perusahaan serta keluarganya, berikutnya
melibatkan komuniti sekitarnya dan masyarakat
secara keseluruhan dalam upaya meningkatkan
kualitas kehidupan (Budimanta2004:73).

KONSEP TANGGUNG JAWAB


PERUSAHAAN (CSR)
ASPEK LINGKUNGAN
GOOD CORPORATE CITIZEN (KEWARGAAN
PRSH YG BAIK)
GOOG CORPORATE GOVERNANCE(TATA
KELOLA PRSH YG BAIK), LINGKUNGAN,
KESEJAHTERAAN MASY, STD KESELAMATAN
KERJA
CORPORATE SOCIAL INVESMENT
GOOG ZITIZEN BRANDS(MERK PRODUK YG
DITERIMA MASY.)

Implementasi Tanggung J
awab Sosial Perusahaan
di Indonesia

IMPLEMENTASI CSR MENDASARKAN PADA KONSEP KESEIMBANGAN TRIPLE


BOTTOM LINE(John Elkington) ( people, pofit,planet)
Penerapan program CSR di Indonesia berdasarkan
UU no 25 tahun 2007 tentang penanaman modal (PM) pasal 15 huruf b dan UU
no 40 tahun 2007 tentang Perseroan terbatas (PT) pasal 1 angka 3.
Penjelasan pasal 15 huruf b UU Penanaman Modal menyebutkan bahwa yang
dimaksud dengan tanggung jawab sosial perusahaan adalah tanggung
jawab yang melekat pada setiap perusahaan penanaman modal untuk
tetap menciptakan hubungan yang serasi, seimbang, dan sesuai
dengan lingkungan, nilai, norma, dan budaya masyarakat setempat
Pasal 1 angka 3 UUPT , tangung jawab sosial dan lingkungan adalah
komitmen perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan
ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan
lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perseroan sendiri, komunitas
setempat maupun masyarakat pada umumnya.
Perusahaan yg menerapkan CSR: Freeport Indonesia, Pertamina, HM
Sampurna, PT COCACOLA Indonesia dll.

ALASAN MELAKSANAKAN
CSR
Sumberdaya manusia
Manajemen risiko
Membedakan merek
corporate social marketing
(CSM),
cause related marketing (CRM)
Ijin usaha
Motif perselisihan bisnis

Brand Social
Responsibility (BSR)
Kenapa BSR
1.Isu kepeduluan sosial seharusnya bukan hanya tanggung jawab korporat tetapi

Juga berbagai merek yang dikelola yang dikelola perusahaan tersebut. Padahal

Merek di perusahaan besar dikelola oleh perusahaan sendiri yang merupakan

anak perusahaan dari holding company, ini berarti semakin banyak kepedulian

sosial yang dijalankan.


2.Dengan menjalankan BSR, perusahaan yang menjalankan aktivitas sosial ini

akan merasakan bahwa apa yang dilakukan punya nialai strategis terhadap

pengeloaan merk, bukan sekedar mendapat pujian dari masyarakat, oleh

karena itu strategi yang dijalankan harus sejalan dengan strategi merk.
3.Menjalankan program BSR lebih menarik karena bisa dikaitkan dengan

program marketing yang dijalankan, umumnya mereka yang terlibat dalam

menjalankan strategi merk produk dan jasa lebih kreatif karena sering

berkompetisi, sehingga mereka bisa menjalankan kepedulian sosial yang lebih

kreatif.

Cara menjalankan BSR


1.BSR harus mempunyai tujuan atau sasaran baik tujuan jangka pendek maupun

Tujuan jangka panjang, sasaran yang bermisi sosial maupun sasaran yang men

Jadi marketing objective.


2.BSR bukan hanya menjadi pekerjaan sampingan, BSR harus diorganisasikan

Secara baik, jangan hanya menjadi aktivitas dari public relation (PR)
3.Fokus pada hal-hal yang berhubungan dengan merek produk atau jasa.

Contoh BSR dari Bank yang berkaitan dengan akses kredit murah bagi masya

Rakat kecil, Perusahaan IT berkaitan dengan IT untuk masyarakat pedesaan.

Implementasinya agara terjadi efektifitas dan efisien harus berkolaborasi de

ngan lembaga pemerintah, institusi pendidikan, LSM.

Hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan program


BSR
1.Buatlah daaftar kegiatan sosial yang menarik untuk dilakukan yang berkaitan

Dengan produk barang/jasa yang dijual, kaitkan visi dan misi pemasaran.
2.Buat daftar lembaga2 non profit yang bisa membantu, terutama lembaga yang

Bisa bekerja sama dan menyadari kepentingan perusahaan dalam kegiatan CSR
3.Lakukan pendekatan dan samapaikan ide perusahaan kepada lembaga non pro

Fit tersebut.
4.buat perencanaan dengan melibatkan lembaga tsb, buat program unik yang ber

Beda dengan kompetitor.


5.Buatlah rencana komunikasi yang matang untuk mendukung komunikasi pu

Blik.
6.Lakukan pengukuran dan minta hasil dari lembaga yang menjadi partner.

Beberapa aktivitas BSR


1.Memberi sumbangan/Donasi/Filantropi, donasi adalah sumbangan uang langsung pada korban bencana,
Filantropi, memberi pinjaman lunak, beasiswa, sumbangan produk, pelatihan, tecknical service.
2.Membantu promosi lembaga non profit (Cause promotion), merk digunakan untuk tempat menyalurkan
sumbangan ke lembaga non profit. Misalkan Hero Super market dijadikan tempat pengumpulan dana
PMI.
3.Membantu lewat kegiatan marketing (cause related marketing), persentase dari kegiatan transaksi
dijadikan
sumbangan ke organisasi non profit.
4.Kegiatan ini untuk menunjukkan kepedulian merk terhadap masalah2 yang terJadi di masyarakat seperti
Narkoba, Kekerasan dalam Rumah tangga dll.
5.Pengembangan komunitas( Community development), Merk langsung terjun untuk memperbaiki masalah
- masalaah sosial yang ada, misal penanaman pohon Di lahan gundul, membantu petani dll.
6.Memperbaiki diri sendiri (internal improvment), BSR bisa dilakukan dengan Mengkampanyekan bahwa
merek
telah berubah dan menjadi lebih peduli, Contohnya mengganti kemasan yang menghasilkan limbah
dengan
kemasan Yang ramah lingkungan, memperluas usaha ke bidang2 sosial. (toyota dengan Mobil hybrid).
7.Award Sponsoring, Untuk menunjukkaan kredibilitas merk pada bidang sosial Tertentu, cara pemberian
penghargaan juga kerap dilakukan merk. Contohnya Rolex Awards yang memberikan penghargaan
pada
wirausahawan kecil di seluruh dunia.

TERIMA KASIH