Anda di halaman 1dari 5

A.

Definisi
Definisi

dari

Definisi

definisi

adalah
adalah batasan

Mahasiswa

dari

suatu

batasan
batasan

IDENTITAS = ciri yang membedahkan sesuatu dengan sesuatu yang lainnya


MAHASISWA=seseorangyangsudahtedaftardiperguruantingginegrimaupunswasta
danmemlikihaKdankewajibandanmengikutisemesterberjalan dalamdandapatdi
buktikan

secara

adimistrasi.
Identitas mahasiswa adalah sesorang yang sudah terdaftar di perguruan tinggi baik
swastamaupunnegriyangmemilikihakdankewajibandanmemilikicirisuatuyang
membedahkan
sesuatu

dengan

suatu

yang

lain.
Ciri

ciri

mahasiswa

:
Rrasional=masuk

akal

Contoh=memikir kan sesuatu yang masuk akal


Aanalisis=menganalisa
Contoh=ketikaadahitamadaputihketikaadayinberartiadayanjikakalauadatdkada
abadi berarti ada yang abadi?abadi itu seperti apa si?(ROH)
Kkristis=mengeritik

Contoh=mengeritik

(tidak

sepaham)
Uuniversal=umum/menyeluruh

(luas)
Contoh=pergaulan seharihari atau bersosialisai dan tidak mementikan diri sendiri
Ssitematis=menyusun

secara

rapi/tersusun

Contoh=

dari

AZ
Ccekat.mampu

melihat

Contoh=

menyaksikan

secara

langsung
Iinovatifkreatif
Contoh=mampuh berkrya dalam bidang ke ilmuan (bikin karangan sendiri)
Uulettangguh/pantang

menyerah

Contih=tidak mudah menyerah dalam menghadapi apa pun.


Mmotifatiforang

yang
memiliki

arah

tujuan.
Contoh=orang yang ingin sukses dan memiliki citacita sentinggi langit
Perana

Agent of Sosial control


=
Agent

of

change=

mahasiswa
pengontrol dalam masyarakat

agen

perubahan

Secara umum, mahasiswa memiliki tiga peran pokok yakni:

peran

moral,

peran

sosial,
peranintelektual.

Kesuksesanmahasiswa

Akademis

(mulai

masuk

kampus)
Organisasi(tempatatauwadahberkumpulmelebihisatuorangdanmemilikitujuan
yang

sama)

Romantisme

(ekstra

atau

hasrat)
Sifat

mahasiswa

Akademis

(Kuliah

Organisatoris

(Aktif

Apatis
(cuek

atau

acuh

tak

Prakmatis

(Instan,

praktis,

suka

Hedonis

(kesenagan

semata,

Opurtunis(Mencarikeuntungan)

sekarang
Kampus)
Organisasi)

acuh)

copas)
hurahura)

Mahasiswayangsering disebutsebagaikomunitasterdidik,cerdas,memilikiberbagai
keterampilan dan bervisi masa depan, dituntut kiprah dan peran positifnya di tengah
kehidupan

masyarakat.
Dengan segudang atribut yang melekat pada dirinya, mahasiswa sering dijadikan
simbolakanberbagaiharapandanperubahan.Iadituntutmewakilisetiapkeinginan
masyarakat yang kadang tidak tersalurkan dengan baik.
Mahasiswajugadiharapkanmenjadipembelasekaliguspenyambunglidahdariberbagai
bentuk diskriminasi serta ketidakadilan yang dialami masyarakat, dan yang teramat
penting adalah dipundak mahasiswa nantinya diletakkan harapan akan terciptanya
kehidupan yang lebih baik dari yang dirasakan hari ini.
Mengingatmahasiswaberadapadaeksistensinyasendirisekaligusdengancirinyasendiri.
Sebagai sosok yang bergelut didunia akademisi maka sepantasnya setiap ucapan dan
tindakannnyatidaksajaberwawasanIlmiahtetapididalamnyatermuatnilaikejujuran,
keadilan dan kemanusiaan. Dengan kapasitas intelektualnya dan pengasahan daya
nalarnyamakasosokmahasiswaharusmampumenganalisasekaligusmenelaahsetiap
persoalanyangmunculkepermukaan,apakahdidalamkampusnyasendirimaupundiluar
kampus dan pada saat yang sama dapat memberi jawaban yang argumentatife dan
bertanggung

jawab.
Dalam perjalanan masyarakat dunia, tak terkecuali Indonesia, dalam setiap dinamika
kehidupanyangsenantiasabergerakmajumengikutiperkembanganzaman,makakiprah
danperanMahasiswasenantiasamemberiruangbagiterjadinyaperubahan.DiIndonesia
misalnya terutama setelah kemerdekaan, peran Mahasiswa begitu dominan dalam
melakukankontrolsosialyangtujuannyaadalahbagaimanaterciptanyakehidupanyang
lebih

baik

dan

kondusif.
Dengan demikian, bagi seorang mahasiswa dengan daya nalar dan kapasitas

intelektualnya,seyogyanyadapatmengantardirinyauntukmenemukanjatidirinyayang
paripurna yaitu sosok yang cerdas yang memiliki kepekaan sosial, mampu membaca
dinamika dari alur kehidupan yang berkembang di tengah kompleksitas kehidupan
masyarakat,untukselanjutnyadapatmemberijalankeluardarisetiapproblemkehidupan
yang

terjadi.
Mahasiswa

yang

Ideal
Penulis menyadari bahwa membuat format yang disepakati tentang sosok Ideal
Mahasiswaadalahsebuahkemustahilan,Haliniterutamakarenapandangandanharapan
yangditujukankepadamahasiswabegitubanyakdanberagam,jugakarenadinamikadan
Mahasiswa bergerak begitu cepat. Karena itu, kesepahaman tentang prinsipprinsip
umumyangdimilikiolehmahasiswamungkindapatdijadikanrujukan,setidakmenilai
sosok

mahasiswa

yang

dianggap

Ideal.
Secaraumumdapatdikatakan,mahasiswaadalahbagaiandarigenerasimudaatauanak
bangsayangmenuntutIlmudiperguruantinggiyangmempunyaiIdentitasDiri.Dengan
demikian sejatinya seorang mahasiswa harus tercatat dan aktif dalam pergulatan
Dinamika yang dikembangkan perguruan Tinggi dengan segala aturannya, sebagai
tempat melakukan olah pikir dan pengasahan daya nalar seperti Berpartisipasi dalam
kegiatan kemahasiswaan dan diskusi kemahasiswaan yang bersifat rutin.
Antara perguruan tinggi dengan segala komponennya serta mahasiswa dengan segala
atributnya,harusterjalinsikapdankomunikasiduaarah(Andragogysystem).Perguruan
Tinggi yang diwakili oleh Dosennya dituntut memberikan sesuatu yang bernilai dan
bermanfaatbagikiprahdanperjalananmahasiswanya,dalamhalinidosentidaksaja
memberi pelajaran sekedar memenuhi kebutuhan kurikulum, tetapi bagaimana
memberikan rangsangan pemikiran kepada mahasiswanya untuk dapat mengetahui,
menelaah, sekaligus menganalisa dinamika kehidupan yang terjadi. Artinya seorang
dosentidaksajamengajarataumendidikpesertadidiknyatetapijugadapatmenjadi
temandiskusidialogbagimahasiswanya.Sebaliknyaseorangmahasiswajugadituntut
aktifmemberimasukandanmenggalisetiapfenomenayangmuncul,terutamakarena
derasnya

perubahan

kehidupan.
Dengandemikian,baikperguruantinggidisatupihakmaupunmahasiswadaripihaklain
telah terjadi akumulasi dan proses pembelajaran yang sedemikian rupa, sehingga
keduanya telah tejadi proses saling menerima dan memberi (take and given).
Dengan gambaran singkat di atas dan setelah melalui pengolahan pemikiran yang
sedemikian rupa, maka pada diri mahasiswa akan tergambar sikap yang bertanggung
jawab,berpihakkebenarandanberdimensikeadilan.Sikapitubukanhanyadalambentuk
perilakutetapitelahmenjadibagiandariidentitasyangmelekatpadadirinya.Halinipun
berimplikasi pada terjadinya proses peralihan dan penguatan struktur ke cultur,
transformasi yang bersifat massif di alihkan menjadi penguatanpenguatan individu.
Dalamkonteksinimahasiswaharusdipandangsebagaiindividuindividuyangotonom
dan mempunyai kebebasan untuk berpikir dan mengambil peranan sesuai dengan

kecendrungan dan otoritas yang dimilikinya. Dengan demikian perguruan tinggi di


maknaisebagaitempatberkumpulnyaindividuindividuyangmerdekadanindependent
denganrelasihubungandankomunikasiyangcairdanmengurangikekuatanformalitas
yangmengitarinya.Untuklebihmemberibobotdarisikapdanperilakunya,makasosok
mahasiswa harus memiliki setidaknya empat Identitas yaitu :
Mahasiswa

sebagai

insan

religius
Denganidentitasini,makaseorangmahasiswaharusmemilikilandasanmoralyangkuat
sebagaimanifetasidanpengejewantahandariajaranagamayangdigelutinya.Mahasiswa
yangdemikiandalamsetiapkiprahnyatidaksajadituntutpikiranpikiranjernihnyatetapi
bagaimana aktualisasi dari pikiran itu mendorongnya untuk mendorongnya untuk
mengamalkannnyasebagaibagiandariajaranagamayangmenyerukepadakebajikan
serta mencegah kemungkaran
(amar maruf nahi mungkar).
Mahasiswa

sebagai

insan

akademis
Identitas ini harus di pahami sebagai pendorong untuk mengisi diri dengan berbagai
kemampuan intelektual. Pengisian ini tidak tebatas pada disiplin ilmu yang digeluti
tetapijugailmulainyangdapatdigapaidanmembawamanfaatterhadapdirinyamaupun
oranglain.Pengisianitujugatidakbolehdibatasiolehwaktudanruangakademiksaja,
tetapiolahanolahanilmuharussenantiasadigalisepanjangkemampuanyangdimiliki.
Justruharusdiketahuibahwailmudanbacaanyangtidakpernahkeringuntukdigali
adalahlingkungandanmasyarakatyangadadisekelilingkita.Mahasiswasebagaiinsane
akademisjugaharusdiartikansebagaisosokyangbebasmenentukansikap,ukurannnya
adalah objektifitas dalam mengemukakan argument cinta kebenaran dan keadilan.
Dengan pemahaman yang demikian maka ilmu yang dimiliki betulbetul menyentuh
kebutuhanmasyarakatbanyak,sebabilmuitubukanuntukilmu,tetapiilmuadalahuntuk
di

amalkan.
Mahasiswa

sebagai

insan

sosial
Dengan konsep ini seorang mahasiswa senantiasa menyadari akan hakikat dan
keberadaannya,bahwaiahadirdalamruangyangtidakhampa.Iadikelilingiolehinsane
insan lain dengan berbagai persoalan dan latar belakangnya masingmasing. Dengan
kapasitas dan pemahaman keilmuannnya. Ia pun harus memberikan kontribusinya
terhadap setiap persoalan yang dihadapi lingkungannya.
Mahasiswa

sebagai

insan
yang

mandiri
Salahsatuyangharusterpatridalamdirimahasiswaadalahkesadarankemandiriaannya.
Tuntutaninilebihpadakemampuanmengolahhasilpikirannnyatanpadipengaruhioleh
kekuatan lain. Sehingga obyektivitas dan independensi dari tindakannya senantiasa
terjaga.Dengankemandirianyangdimilikiiabebasmemainkanperannnyasesuaidengan
kebenaran yang diyakininya sendiri dan tuntutan nuraninya.
Kesadaraniniharusdibangundandiasahterusmenerus,sebabkemandirianituternodai
makaobjektivitasperilakuakandipertanyakanyangpadagilirannnyatindakannyatidak
lagiberpihakpadakepentinganmasyarakat.Keempatidentitasdiatasharusdipahami

secara komprehensif dan saling bersinergi menjadi satu keutuhan, sehingga nantinya
munculsatucitrapositifyangtergambardaripikirandanperilakunya.Citraituadalah
sosokmahasiswayangberilmu,mempunyaisifatketerbukaan,dinamisdalambertindak,
tegas dalam berprilaku serta jujur dan konsekuen.
Dalam konteks kemahasiswaan, kesarjanaan adalah penguasaan ilmu apa saja yang
bermanfaat bagi peradaban dan kemanusiaan, baik ilmu agama, eksakta, dan social
ekonomi.Kesarjanaanitutidakdengansendirinyamerupakannilaiyangselesaibilamana
tidak disertai dengan tindakan nyata bagi kepentingan kemajuan masyarakat dan
kemajuanmasyarakatdankemanusiaansebagaibentukpengabdianyangtakpernahusai.
Disamping dengan atributnya, maka mahasiswa dituintut memilik sikap toleransi,
persaudaraan, keikhlasan dan tanpa pamrih sehingga ia dapat melakukan pembelaan
terhadap wong cilik, kaum mustadhafin, serta gologan tertindas lainnya. Segala
tindakannya akan senantiasa sesuai dan seirama dengan petunjuk agama serta serta
kepentinganbangsamaupunNegara.
- See more at: http://tintapenaamhy.blogspot.co.id/2013/08/identitasmahasiswa.html#sthash.rDglcFEw.dpuf