Anda di halaman 1dari 38

GESERAN (TRANSLASI)

Makalah
Disusun Dalam Rangka Memenuhi Tugas Presentasi
Mata Kuliah Geometri Transformasi
Dosen Pengampu: Dr. Iwan Junaedi, M. Pd.

Disusun Oleh
1.
2.
3.
4.
5.

Nurika Luthfiana
Erni Musyahadah
Maulina Wijayanti
Miftahul Anwar
Eni Purwati

(4101407041)
(4101407042)
(4101407043)
(4101407044)
(4101407045)

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2010

BAB X
GESERAN (TRANSLASI)

A.

Ketentuan dan Sifat-sifat


Dalam bab setengah putaran, dijelaskan bahwa setengah putaran dapat
ditulis sebagai hasil kali dua pencerminan, yaitu kalau A sebuah titik yang
SA M g M h
diketahui dan g dan h dua garis yang tegak lurus di A maka

. Dalam

bab ini akan dibahas hasil kali dua pencerminan pada dua garis yang sejajar.
Teorema 10.1
Andaikan g dan h dua garis yang sejajar. Apabila ada dua titik A danB

maka

AA" BB "

A" M h M g ( A)
dengan

B" M h M g ( B)
dan

Pembuktian:
Diketahui

//

h,

titik

dan

titik

dengan

A = M h Mg ( A ) dan B= {M} rsub {h} {M} rsub {g} left (B right ) .


Buktikan :

AA } = acute
{BB .

Kita tentukan sebuah sistem koordinat dengan g sebagai sumbu-y dan sebuah
garis tegak lurus dengan g sebagai sumbu-x.
Y

N
B

Ambil titik A dan B sebarang dengan AB dan

A ,Bg A,Bh

Andaikan A=(a1, a2) dan B=(b1, b2)

Akan dibuktikan SN(A)=B dengan N adalah titik tengah


Jelas g : x=0.
Andaikan persamaan garis h adalah x=n, n0.
Maka,

M g ( A ) =A'=(a1 , a2 )

dan

A M} rsub {h} left ({A} ^ {'} right ) = A


Mh Mg ( A ) =
M h (a1 , a2 ) =A
( (a1 ) +2 ( n+ a1 ) ,a 2) = A
( 2 n+a1 , a2 )= A
M g ( B) =B'=(b1 , b2 )

dan

B M} rsub {h} left ({B} ^ {'} right ) =B


M h M g ( B) =
M h (b1 , b2 ) =B
( (b1 ) +2 ( n+b 1 ) ,b 2) =B
( 2 n+b1 , b2 )=B
Karena N titik tengah

BA ,}

BA }

2n a1 b1 a 2 b2
,

2
2

N
Maka

2n a1 b1 a 2 b2
,

2
2

N
Diperoleh

dan A=(a1, a2)

sehingga

2n a1 b1
a b2
S N ( A) 2
a1 ,2 2
2
2

a 2

2n b1 , b2
B"
Dengan demikian maka

AA } = acute
{BB

Jadi setiap ruas berarah, dengan pangkal sebuah titik dan berakhir di titik petanya
oleh MhMg adalah ekivalen dengan setiap garis berarah seperti di atas. Jadi hasil
transformasi MhMg adalah seakan-akan menggeser setiap titik sejauh jarak yang
sama dan searah. Transformasi demikian dinamakan translasi(geseran).

Definisi :
Suatu padanan G dinamakan suatu geseran apabila ada ruas garis berarah

AB

sehinga setiap titik P pada bidang menjadi P dengan G(P) = P dan

AB.

PP'

Setiap ruas garis berarah menentukan sebuah translasi. Kalau

AB

suatu garis

berarah maka dengan lambang GAB dimaksudkan sebagai sebuah geseran yang
sesuai dengan

.
AB

Teorema 10.2
Apabila

CD

AB

maka

G AB=GCD

Bukti:
Dipunyai

AB CD

Ambil x sebarang
Misalkan
Maka

G AB ( x) x1

xx1 AB

Karena

dan

AB CD

GCD ( x) x 2
dan

xx2 CD
xx1 xx2

maka

Ini berarti bahwa x1 = x 2


G AB GCD
Jadi
Teorema 10.3

Andaikan g dan h dua garis yang sejajar dan CD


berarah tegak lurus pada g dengan C g
2 CD

AB

dan D h . Apabila

maka GAB=MhMg

Bukti:
Ambil titik P sebarang.
Misal P=GAB(P) dan P=MhMg(P)
Akan dibuktikan P=P
' AB

PP

Menurut definisi geseran


Karena

2 CD

AB

Karena C g

maka

, maka

sebuah garis

2 CD

PP'

M h M g ( C )=M h [ M g ( C ) ]=M h ( C ) =C

CC }
CC } acute {=} 2 acute {CD}
Ini berarti D titik tengah
, sehingga

Berdasarkan teorema 10.1 diperoleh CC } acute {=} acute {PP


Jadi

C C }} acute {=} 2 acute {CD} acute {=} acute {PP'} acute {=} acute {PP

akibatnya P=P

Jadi GAB(P)=MhMg(P)
Karena P titik sebarang maka GAB=MhMg
Catatan
1. Dari teorema di atas dapat disimpulkan bahwa setiap geseran G AB dapat ditulis
sebagai hasilkali dua refleksi pada dua garis yang tegak lurus pada

dan

1
AB
.
2

berjarak
2. Jika

AB

AB

sebuah garis dan M titik tengah

AB

sedangkan g, h dan n

tiga garis masing-masing tegak lurus di A, di M dan di B pada

AB

maka GAB=MhMg=MnMh.
g

3. Karena setiap geseran sebagai hasilkali dua reflexi sedangkan reflexi adalah
suatu transformasi maka suatu geseran adalah suatu transformasi yang
merupakan isometri. Jadi suatu reflexi adalah suatu isometri. Suatu geseran

adalah suatu isometri langsung sebab setiap reflexi adalah suatu isometri
lawan.
Teorema 10.4
Jika GAB sebuah geseran maka (GAB )-1 = GBA
Bukti:
Geseran adalah hasil kali dua refleksi (Teorema 10.3)
Refleksi adalah trasformasi (Teorema 3.1)
Tiap transformasi memiliki balikan (Teorema 6.1)
Maka setiap geseran memiliki balikan
Perhatikan gambar berikut:
g
h
n

Dari uraian diatas


Diperoleh

GAB(A)=MhMg(A)

GAB(A)=MnMh(A)

=Mh[Mg(A)]

=Mn[Mh(A)]

=Mh(A)

=Mn(B)

=B

=B

Jadi GAB(A) =MhMg(A)= MnMh(A) atau GAB=MhMg= MnMh


Sedangkan

GBA(B)=MhMn(B)

GBA(B)=MgMh(B)

=Mh[Mn(B)]

=Mg[Mh(B)]

=Mh(B)

=Mg(A)

=A

=A

Jadi GBA(B) = MhMn(B) = MgMh(B) atau GBA = MhMn = MgMh


Sehingga (GAB)-1= (MnMh)-1
= Mh-1 Mn-1
= MhMn
=GBA
Jadi (GAB)-1=GBA

Teorema 10.5
Jika GAB sebuah geseran sedangkan C dan D adalah dua titik sehingga
2 CD

AB

maka
g

GAB = SCSD
Bukti :
AndaikanC

g=CD

, k mg di C, m

g di D (gambar 10.5)

Gambar 10.5

Maka CD
MmMk

ruas garis berarah dari k ke m. Karena

2 CD

AB

maka GAB =

D Teorema 10.3) .(*)


( Berdasarkan

mmMg
sedangkan SD = M

(Menurut Teorema 7.1 andaikan D sebuah titik serta g dan m dua garis tegak
lurus yang berpotongan di D, maka SD = MmMg )
dan SC = MgMk

g C sebuah titik serta g dan m dua garis tegak


(Menurut Teorema 7.1 andaikan
lurus yang berpotongan di C, maka SC = MgMk )
C

Jadi :
SCSD = (MmMg)(MgMk)
= Mm (MgMg) Mk

(Sifat asosiatif hasil kali transformasi)

= Mm I Mk

(Transformasi identitas)

= MmMk (**)
Berdasarkan (*) dan (**) diperoleh :
GAB = SCSD
CONTOH:
Jika A = (3,-1), dan B = (1,7) dan C = (4,2) adalah titik-titik yang diketahui
tentukan sebuah titik D sehingga

G AB SC S D .

JAWAB:
Y

10
9
8
7

5
4
3

2
1
-1

1
-1
-2
-3
-4

3
A

Pilih E sebuah titik sehingga,

AB

CE=

E= ( 2,10 ) . Apabila D titik tengah

atau

maka

CE

E=( 4 + [ 13 ] ,2+ [7(1 ) ] )


maka

D=( 3,6 )

sehingga

CE=2
CD
.

AB=2
CD
.

Atau

Menurut Teorema 10.5 diperoleh

G AB SC S D

jadi titik D yang dicari adalah

(3,6).
Teorema 10.6
Komposit suatu geseran dan suatu setengah

putaran

adalah

suatu

setengah putaran.
Bukti:
Andaikan

G AB

suatu geseran.


Ambil titik C sebarang dan misal ada titik E yang tunggal sehingga CE AB


Ambil titik D sehingga D merupakan titik tengah CE , berarti CE 2 CD
Menurut teorema 10. 5,
G AB S D S C
G AB S C S D SC S C
G AB S C =S D [ S C S C ]
G AB S C =S D I
G AB S C =S D

Jadi, komposit suatu geseran dan suatu setengah putaran adalah suatu setengah
putaran.
Akibat :
SA

Andaikan
maka

S C S B S A =S D

SB

dan

SC

masing-masing setengah putaran,

dengan D sebuah titik sehingga

AD BC .

Bukti :
Diperoleh berturut-turut

S C S B=G BC
SC S B S A =GBC S A

Ambil titik X sebarang


Misal

GBC S A=S X


Sehingga diperoleh 2 BC 2 AX


atau BC AX

Karena titik X sebarang, Jadi bisa diubah menjadi sebarang titik, kita misalkan
titik D maka diperoleh
GBC S A=S X
SC S B S A =S D
Jadi, jika

SA

S C S B S A =S D

SB

dengan AD = BC.
SC

dan

masing-masing setengah putaran, maka

dengan D sebuah titik sehingga

BC

AD
.

Teorema 10.7
Hasil kali dua translasi adalah sebuah translasi
Bukti :
Andaikan dua buah geseran yaitu GAB dan GBC
B

Diperoleh G AB ( A )=B dan


Jika

GBC

GBC ( B )=C

dikomposisikan dengan

G AB

melalui A

maka didapat G BC G AB ( A ) =G BC [ G AB ( A ) ]
GBC ( B )
C

Andaikan titik E sebarang


Diperoleh

G AB ( E)=E '
AB

EE'

Berarti

G BC (E ' )=E ' '

E ' E ' '= BC

Berarti
Jika GBC

dikomposisikan dengan GAB


GBC G AB ( E )=GBC [ G AB ( E ) ]
GBC ( E' )
E

Berarti

' AC

EE'

sehingga diperoleh

EE} left (E right ) =E=G AC


G
Jadi
Atau

GBC G AB=G AC

melalui titik E, maka diperoleh

Pembuktian menggunakan teorema 10.5



Ambil titik P, Q sebarang sehingga 2 PQ AB

dan titik R sehingga

BC

2 QR
Diperoleh
Jika

GBC

G AB=SQ S P

GBC =S R S Q

dan

dikomposisikan dengan

G AB

maka diperoleh

GBC G AB=( S R S Q ) ( S Q S P )
S R ( SQ SQ ) S P

(assosiatif)

SR I SP
SR SP

Karena 2 PR = AC
Jadi

(Identitas transformasi)
(Identitas transformasi)

maka diperoleh

S R S P=G AC

GBC G AB=G AC

Teorema 10. 8
Jika

G OA

sebuah translasi yang ditentukan oleh titik-titik O(0,0) dan

A(a,b) dan T transformasi yang didefinisikan untuk semua titik P(x,y)


sebagai T(P) = (x + a, y + b) maka

T =GOA

Bukti :
Ambil titik P(x, y) dengan T(P) = (x + a, y + b)
Missal

GOA ( P )=P '

, berarti

P' =( x+ a0, y +b0 )=( x+ a , y+ b )


'
Jadi, T ( P )=P =G OA ( P ) , P V

=OA

PP'

Artinya
Ini berarti

T =GOA

Untuk membuktikan dengan koordinat-koordinat teorema 10. 7


Perhatikan dua buah translasi

GEF

dan

Andaikan A = (a,b) dan B = (c,d) dengan

GKH
EF

OA=

dan

KH

OB=
Ambil titik P(x,y) sebarang sehingga diperoleh
GOA(P) = P= (x+a,y+b) dan GOB(P) = P = (x+c,y+d)
Karena

maka GOA(P) = GEF(P) = (x+a,y+b)

Karena

maka GOB(P) = P = GKH = (x+c,y+d)

Jika GKH dikomposisikan dengan GEF melalui titik P maka diperoleh


GKHGEF(P) = GKH [GEF(P)]
= GKH(x+a,y+b)
= ((x+a)+c,(y+b)+d)
= (x+(a+c),y+(b+d))
Ini berarti bahwa GKHGEF adalah translasi yang membawa titik O(0,0) ke titik
(a+c,b+d).

SOAL TUGAS 1
1. Diketahui titik A, B, C yanng tak segaris.
a. Lukislah
b. Lukislah
c. Lukislah garis garis g dan h dengan A

d. Lukislah g dan h sehingga C

g dan

gdan sehingga

2. Diketahui titik titik A dan B dan garis g sehingga g

.Lukislah :

a. Garis h sehingga
b. Garis k sehingga
c. Garis m sehingga m
d. Titik C sehingga
3. Diketahui garis garis g dan h yang sejajar dan sebuah titik A tidak pada garis garis
trersebut.

a. Lukislah titik B sehingga


b. Lukislah titik C sehingga
4. Diketahui titik A, B, C, D, P dan garis g seperti anda lihat pada gambar

B
A

C
P
g

Lukislah :
a.
b. Garis h sehingga

c.
d.
5. Nyatakanlah P dengan R dalambentuk yang paling sederhana :
a.
b.

R
R

c.

6. Apakah ungkapan ungkapan di bawah ini benar atau salah :


a. Jika

b. Setiap translasi adalah suatu involusi

maka

c.

dengan

d. Apabila M titik tengah

, maka

e. Apabila g

(g), maka g // g

7. Jika A (2,3) dan B (-4,7) tentukan persamaan garis g dan h sehingga

8. Diketahui titik titik A = (-1,3), B = (-5,-1) dan C = (2,4)


a. Tentukan C
b. Tentukan persamaan garis garis g dan h sehingga C

g dan sehingga

9. Diketahui titik titik A = (2,1) dan B =(5,-3).G sebuah geseran yang membawa A ke
B.
a. Jika C = (4,2) tentukanlah G(C)
b. Jika P = (x,y) tentukanlah G(P)
10. Jika A = (2,1) dan B = (3,4) sedangkan g =
tentukanlah :
a.

jika P = (x,y)

b. Titik D sehingga
c. Sebuah persamaan untuk garis h dengan h

(g)

SOAL TUGAS 2
1. Diketahui ruas garis berarah AB dan titik-titik C dan P
a. Tentukan GABSC(P)
b. Tentukan SCGAB (P)
c. Tentukan semua titik X sehingga GABSC(X) = X
2. Diketahui titik-titik A, B, C yang tak segaris
a. Tentukan D sehingga SDSC = GAB
b. Tentukan E sehingga SASBSC = SE
c. Tentukan F sehingga GABSC = SF
3. Diketahui empat titik, tiap tiga titik tak segaris, A, B, C dan D. Lukislah :
a. Titik E sehingga GCDGAB = GAE
b. Semua titik X sehingga SASBSC(X) = X
4. a.

Untuk semua titik P = (x, y), S ditentukan sebagai S(P) = (x+a, y+b).

Tentukan S-1 (P)


b. Jika G1 dan G2 adalah geseran-geseran, selidiki apakah G1G2 = G2G1
5. Apakah himpunan-himpunan berikut tertutup terhadap operasi yang
bersangkutan?
a. Himpunan semua kelipatan tiga terhadap pengurangan
b. Himpunan semua bilangan ganjil terhadap penjumlahan
c. Himpunan semua refleksi terhadap operasi perkalian (komposisi)
d. Himpunan semua transformasi terhadap perkalian (komposisi)
e. Himpunan ( -1, 0, -1) terhadap perkalian dan terhadap penjumlahan
6. G adalah geseran yang ditentukan sebagai berikut :

Jika P = (x, y) maka G(P) = (x+2, y+3)


Diketahui C = (1, -7). Tentukan koordinat D sehingga SDSC = G
7. Jika A = (1, 0), B = (2, 5) dan C (-3, 8) titik-titik yang diketahui, tentukan
koordinat- koordinat titik D sehingga GCD = SBSA.
8. Andaikan A = (a1, a2) dan B = (b1, b2). Dengan mengunakan koordinat- koordinat,
buktikan :
a. SBSA adalah suatu translasi
b. Jika P sebuah titik dan P = SBSA(P), maka

=2

9. Buktikan sifat-sifat berikut :


a. Jika GAB suatu geseran, maka GAB tidak memiiki titik-titik tetap
b. Komposit empat setengah putaran adalah suatu translasi
c. Apabila A, B, C titik-titik yang diketahui, maka SASBSC = SCSBSa
10. Diketahui A = (2, 1) dan B =(-3, 5)
a. Jika P = (x, y) tentukan SASB(P)
b. L =
himpunan L = SASB(L)

. Tentukan persamaan

JAWABAN TUGAS 1
1. Diketahui Titik-titik A, B, dan C yang tak segaris
C
A

a. Lukislah GAB(A) dan GAB(B)

B=GAB(A)

A=GAB(B)

b. Lukislah GAB(C)

C=GAB(C)

C
A

A g

c. Lukislah garis-garis g dan h dengan


g

dan GAB=MhMg

h
GAB(A) =B
MhMg(A)=B

d. Lukislah garis-garis g dan h sehingga


C
A

B
g

} GAB=MhMg

Cg

dan sehingga GAB=MhMg

2. Diketahui : Titik-titik A, B, dan garis g sehingga g

AB.

a. Lukislah garis h sehingga MhMg= GAB


g

GAB(A)= B
MhMg = Mh(Mg(A))=Mh(B)=B

} MhMg=GAB

b. Lukislah garis k sehingga MgMk= GAB


k

GAB(A)= B
MgMk = Mg(Mk(A))=Mg(A)=B

c. Garis m sehingga m = GAB(m)


m

GAB (m) = B
m = GAB(m)
m = B

MgMk=GAB

d. Titik C sehingga GBA(C) = B

GAB(C) = B

3. Diket: Garis-garis g//h dan titik A tidak pada garis-garis tersebut.


a. Lukislah titik B sehingga MhMg= GAB
Jelas GAB(A)= MhMg(A)= Mh(A)=B
g

Mg(A)=A

B= Mh(A)

b. Lukislah titik C sehingga MgMh= GAC


Jelas GAC(A)= MgMh(A)= Mg(A)=C
g

C= Mg(A )

Mh(A)=A

4.

Diketahui titik A, B, C, D dan garis g

C
P
Lukislah !

a) GCD GAB (P)


P

P
P
GAB (P) = P

dimana PP = AB

GCD (P) = P

dimana PP = CD

b) GCD GBA (P)


P
P
P
GBA (P) = P
GCD (PP) = P

dimana PP = BA
dimana PP = CD

c) Garis h sehingga GAB GCD (h) = g

h
g = GABGDC (h)
h = GDC (h)

d) G3AB (P)

P = G3AB (P)
P
P
P
5. Nyatakanlah P dengan R dalam bentuk yang paling sederhana:
a. GABGCD(P)=R
b.

SAGBC(P)=R

c. (GAB)-1 Mg(P)=R
Penyelesaian:

6. Apakah ungkapan-ungkapan di bawah ini benar atau salah:


a. Jika GAB=MgMh maka GAB=MhMg..(Salah)
Bukti:
Dipunyai GAB=MgMh.
Jelas MgMh MhMg ( hasil kali 2 pencerminan tidak bersufat komutatif).
Jadi GAB MhMg.
Jadi jika GAB=MgMh maka GAB MhMg
b. Setiap translasi adalah suatu involusi.(Salah)
Bukti:
Misal: GAB=MhMg.
Maka diperoleh (GAB)-1= (MhMg)-1
= Mg-1Mh-1
= MgMh
GAB.
Jadi GAB bukan suatu involusi.
c. GABGAB= GCD dengan

(Benar)

Bukti:
Ambil sembarang titik P.
Jika GABGAB(P)=P4 dan GCD(P)=P5, maka akan dibuktikan P4=P5.
Karena GAB(P)=P2 maka
GAB(P2)=P4 maka

dan

GABGAB(P)=P4 maka
, akibatnya

Sehingga
P4 P5 .
Jadi GABGAB(P)= GCD(P).
Karena P sembarang maka GABGAB= GCD.
d. Apabila M titik tengah

, maka
(Benar)

e. Apabila g =

(g), maka g//g ( Benar)

7. Jika A(2,3) dan B(4,-7) tentukan persamaan garis g dan h sehingga

Jawab :
Jelas g dan h

dan jarak antara g dan h

Persamaan garis

Jadi
Misal A g maka persamaan garis g

Jarak antara g dan h

, A g maka h melalui c sehingga

C midpoint AB
)
)
Jadi C(-1,5)
Persamaan garis h AB dan melalui C(-1,5)

Jadi g : y =
h:y=
8. Diket: Titik-titik A(-1,3), B(-5,-1), dan C(2,4).

a. Tentukan

C ' G AB (C ).

Penyelesaian:
CC ' AB
CC ' 2 AB 2
( x 2 x1 ) 2 ( y 2 y1 ) 2 ( x 2 x1 ) 2 ( y 2 y1 ) 2
( x 2 2) 2 ( y 2 4) 2 (5 1) 2 ( 1 3) 2
( x 2 2) 2 ( y 2 4) 2 (4) 2 ( 4) 2
Karena
maka
Jelas

C ' G AB (C )

Sehingga
Jadi

x 2 2 4 x 2 2

dan

y 2 4 4 y 2 0.

C ' G AB (C ) (2,0).
Cg

b. Tentukan persamaan garis-garis g dan h sehingga

dan sehingga

MhMg= GAB.
Penyelesaian:
m AB

y 2 y1 1 3 4

1.
x 2 x1 5 1 4

Jelas

g AB, h AB.

Agar MhMg= GAB maka haruslah g//h dan


m AB m g 1
1 m g 1
m g 1.

Sehingga diperoleh

m g mh 1
Karena g//h maka

CD 12 AB
CD 2 14 AB 2
( x 2 x1 ) 2 ( y 2 y1 ) 2 14 [( x 2 x1 ) 2 ( y 2 y1 ) 2 ]
( x 2 2) 2 ( y 2 4) 2 14 ( 5 1) 2 14 ( 1 3) 2
( x 2 2) 2 ( y 2 4) 2 ( 12 4) 2 ( 12 4) 2
Misal garis h
melalui titik D maka
Sehingga diperoleh

x 2 2 12 4 x 2 0
Jadi

y 2 4 12 4 y 2 2.
dan

Jadi titik D(0,2).


m g 1
Jadi persamaan garis g yang melalui titik C(2,4) dengan

adalah

y y1 m( x x1 )
y 4 1( x 2)
y 4 x 2
y x 6

m h 1
dan persamaan garis h yang melalui titik D(0,2) dengan
y y1 m( x x1 )
y 2 1( x 0)
y 2 x
y x 2.

9. Diket A(2,1), B(5,-3)


Ditanyakan

adalah

a.
misal

maka
sehinggga
dan

Jadi C(7,-2)
b.

dengan
misal
maka

sehingga

dan

Jadi
10. Diket: Titik-titik A=(2,-1), B=(3,4), dan g={(x,y)\y+2x=4}.
a. Tentukan GAB(P) jika P(x,y).
Jawab:

G AB ( A) B

Jelas

G AB (2,1) (3,4)
(2 a,1 b) (3,4).

Sehingga
Jadi

2 a 3 a 1

dan

1 b 4 b 5.

G AB ( P ) G AB ( x, y ) ( x 1, y 5).

b. Tentukan titik D sehingga GAB(D)=(1,3).


Jawab:
Misal titik

D( x1 , y1 )

maka

G AB ( D) (1,3)
G AB ( x1 , y1 ) (1,3)
( x1 1, y1 5) (1,3).

Sehingga

x1 1 1 x1 0

dan

y1 5 3 y1 2.

Jadi titk D(0,-2).


c.

Tentukan sebuah persamaan untuk garis


Jawab:

h sehingga

h G AB (g ).

h G AB ( g ) G AB ( y 2 x 4)
y 5 2( x 1) 4
y 5 2x 2 4
2 x y 3.

JAWABAN TUGAS 2

1. Diketahui ruas garis berarah


a) Tentukan GABSC(P)

dan titik-titik C dan P

Penyelesaian :
GABSC(P)=GAB[SC(P)]
=GAB(P)

dengan C adalah titik tengah

=P

dengan

b) Tentukan SCGAB(P)
Penyelesaian :
SCGAB(P)=SC[GAB(P)]
=SC(P)

dengan

=P

dengan C titik tengah

c) Tentukan semua titik X sehingga GABSC(X)=X


Penyelesaian :
Menurut teorema 10. 6 diperoleh GABSC=SD
Ambil titik X sebarang
GABSC(X)=SD(X)
Diperoleh SD(X)=X, berartti X=

Ambil titik E dimana

dan titik D adalah titik tengah

berarti
Diperoleh GABSC(X) = GABSC(D)
= GAB[SC(X)]
=GAB(D)

dengan C titik tengah D,

=D

dengan

berarti

=X
Jadi titik X adalah titik tengah

dimana

2. Diketahui titik-titik A, B, C yang tak segaris


a) Tentukan D sehingga SDSC=GAB
Penyelesaian :

Berdasarkan teorema 10. 5 titik C dan titik D terletak pada satu garis
dimana,
2
b) Tentukan E sehingga SASBSC=SE
Penyelesaian :
Berdasarkan akibat dari teorema 10. 6 diperoleh titik E segaris dengan titik
C dimana,
c) Tentukan F sehingga GABSC=SF
Penyelesaian :
Berdasarkan teorema 10. 6 diperoleh titik F adalah titik tengah
berarti

dimana,

3. Diketahui empat titik, tiap tiga titik tak segaris, A, B, C dan D. lukislah :
a) Titik E sehingga GCDGAB=GAE

b) Semua titik X sehingga SASBSC(X)=X

4. a) Untuk semua titik P=(x,y), S ditentukan sebagai S(P)=(x+a,y+b). Tentukan


S-1(P).
Penyelesaian :
Menurut teorema 7. 3 S-1(P)=S(P)
=(x+a,y+b)
b) Jika G1dan G2 adalah geseran-geseran, selidiki apakah G1G2=G2G1.
Penyelesaian :
Ambil titik P sebarang
Misal G1=GAB dan G2=GCD
G1G2(P)=G1[G2(P)]
=G1(P)

dengan

=P

dengan

Jadi,

(1)

G2G1(P)=G2[G1(P)]

Jadi,

=G2(P)

dengan

=P

dengan
(2)

Berdasarkan (1) dan (2) berlaku GABGCD=GCDGAB


G1G2=G2G1
5. Apakah himpunan-himpunan berikut tertutup terhadap operasi yang
bersangkutan?
a) Himpunan semua kelipatan tiga terhadap pengurangan.

Penyelesaian :
b) Himpunan semua bilangan ganjil tehadap penjumlahan
Penyelesaian :
c) Himpunan semua reflexi terhadap operasi perkalian (komposisi)
Penyelesaian :
d) Himpunan semua transformasi terhadap perkalian (komposisi)
Penyelesaian :
e) Himpunan {-1,0,1} terhadap perkalian; dan terhadap penjumlahan.
Penyelesaian :
6. G adalah geseran yang ditentukan sebagai berikut :
Jika P=(x,y) maka G(P)=(x+2,y+3). Diketahui C=(1,-7).
Tentukan koordinat D sehingga SDSC=G
Penyelesaian :
SDSC(P)=G(P)
SD[(2-x,-14-y)]=(x+2,y+3)
Misalkan D(a,b)
[2a-(2-x),2b-(-14-y)]=(x+2,y+3)
2a-(2-x)=x+2
2a=x+2+2-x
2a=4
a=2
2b-(-14-y)=y+3
2b=y+3-14-y
2b=-11
b=-5,5
Jadi titik D(2,-5,5)

7. Jika A=(1,0), B=(2,5) dan C=(-3,8) titik-titik yang diketahui, tentukan


koordinat-koordinat titik D sehingga GCD=SBSA.
Penyelesaian :
Andaikan

maka E=(1+[x+3],0+[y-8])
=(4+x,y-8)

Apabila B titik tengah

maka,

x=-1

y=18
Jadi koordinat D=(-1,18)
8. Andaikan A=(a1,a2) dan B=(b1,b2). Dengan menggunakan koordinat-koordinat.
Buktikan :
a) SBSA adalah suatu translasi
Penyelesaian :
Ambil titik P(x,y) sebarang
SBSA(P)=SB[SA(P)]
=SB(2a1-x,2a2-y)
=(2b1-2a1+x,2b2-2a2+y)
=[x+2(b1-a1),y+2(b2-a2)]

b) Jika P sebuah titik dan P=SASB(P), maka


Penyeleesaian :

Ambil titik P(x,y) sebarang


Dari hasil a) diperoleh P=[ x+2(b1-a1),y+2(b2-a2)]
=( b1a1,b2-a2)
=[ x+2(b1-a1)-x,y+2(b2-a2)-y]
=[ 2(b1-a1),2(b2-a2)]
=2( b1a1,b2-a2)
=2
Jadi terbukti

9. Buktikan sifat-sifat berikut :


a) Jika GAB suatu geseran, maka GAB tidak memiliki titik-titik tetap
Penyelesaian :
b) Komposit empat setengah putaran adalah suatu translasi
Penyelesaian :
c) Apabila A, B, C titik-titik uyang diketahui, maka SASBSC=SCSBSA
Penyelesaian :

10. Diketahui A=(2,1) dan B=(-3,5)


a) Jika P=(x,y) tentukan SASB(P)
Penyelesaian :
SASB(P)=SA(2.-3-x,2.5-y)
=SA(-6-x,10-y)
=2.2-(-6-x),2.1-(10-y)
=(10+x,-8+y)
Jadi SASB(P) =(10+x,-8+y)
b) L={(x,y)| x2+y2=4}. Tentukan persamaan himpunan L=SASB(L).
Penyelesaian :
L= x2+y2=4

berarti lingkaran dengan pusat (0,0) dengan jari-jari=2

SASB(L)=SA[2.(-3)-0,2.5-0]
=SA(-6,10)
=[2.2-(-6),2.1-10]
=(10,-8)
Jadi L={(x,y)|(x-10)2+(y+8)2=4}