Anda di halaman 1dari 18

HOME VISITE

Oleh:
1. ABDUL MALIK FAJRI (201010330311
2. BETTY RACHMA
3. FIKA TASLIM (201010330311015)
Pembimbing:

dr. Iwan Sys. SpKJ

SMF ILMU KEDOKTERAN JIWA


FAKULTAS KEDOKTERAN - UMM
RUMAH SAKIT JIWA MENUR SURABAYA
2015
BAB 1

TINJAUAN PUSTAKA
Kunjungan rumah adalah kedatangan petugas kesehatan ke rumah pasien untuk lebih
mengenal kehidupan pasien dan atau memberikan pertolongan kedokteran sesuai dengan
kebutuhan dan tuntutan pasien. Ruang lingkup kegiatan pada kunjungan rumah untuk lebih
mengenal kehidupan pasien serta melakukan kunjungan untuk menilai kondisi lingkungan
tempat tinggal pasien. Karakteristik home visit adalah memprioritaskan preventif dan
promotif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitative, cara pelayanan tidak terkotak-kotak,
terpadu dan berkesinambungan serta pendekatan pelayanan secara menyeluruh.
Home visit pada kepaniteraan klinik bagian Psikiatri ini merupakan salah satu kegiatan yang
digunakan untuk lebih mendekatkan para Dokter Muda dengan lingkungan yang menjadi
tempat tinggal pasien, serta berinteraksi langsung dengan masyarakat agar dapat mengetahui
berbagai faktor yang berhubungan dengan pasien dan bertujuan untuk mempelajari
lebih lanjut faktor yang mempengaruhi kesembuhan pasien. Identifiasi faktor tersebut didapat
melalui data keluarga pasien dan lingkungan disekitar pasien, sehingga dapat direncanakan
rencana intervensi selanjutnya.
Kasus yang dipilih oleh penulis yaitu kasus dari Tn. Imam Hanafi dengan diagnosa
Schizofrenia Herbefrenik (F20.1). Dengan melakukan Home Visit psikiatri terhadap pasien
Tn. Imam Syafii, diharapkan bisa didapatkan faktor - faktor apa saja dari keluarga dan
lingkungan yang berperan besar terhadap proses kesembuhan pasien.

BAB 2
LAPORAN KUNJUNGAN RUMAH

I. STATUS PASIEN
Tn.T, 36 tahun bertempat tinggal di Jl. Pucangan III /35 RT/RW 01/08 Kel Kertajaya Kec.
Gubeng Surabaya. Pasien tidak pernah dirawat dimana pun. Pada hari Minggu, 10 Januari
2016, Dokter Muda melakukan home visite kerumah pasien yang mana rumah pasien
berada di sebuah gang kecil di Surabaya.
II. IDENTITAS PENDERITA
Nama

: Tn. IH

Nomor register

: 040625

TTL

: Surabaya, 16-07-1979

Umur

: 36 Tahun

Jenis kelamin

: Laki-laki

Pendidikan

: SLTA

Status perkawinan

: Tidak Kawin

Alamat

: Jl. Pucangan III /35

RT/RW 01/08 Kel Kertajaya Kec.

Gubeng Surabaya.
Diagnosa

: F20.1

III. ANAMNESIS
a. Keluhan Utama : Marah-marah
b. Autoanamnesis :
Pasien dapat mejawab dengan benar nama, usia, dan alamt rumah pasien. Pasien juga
dapat menjawab dengan benar mengenai orientasi waktu dan tempat, serta dapat
mengenali keluarga yang mengantarnya. Pasien mengaku sering mendengar bisikan
yang mengomongi dirinya dan keluarganya (menjelek-jelekkan). Pasien
c. Heteroanamnesis (Tn.Syafii, Adik Kandung Satu Rumah)
Riwayat Penyakit Sekarang
Satu minggu yang lalu pasien marah-marah, pasien marah-marah sampa memecahkan
barang seperti vas foto, piring-piring, sampai tangan pasien terluka dan pasien seperti
tidak merasa kesakitan, bahkan hampir memukul adiknya.

Pasien marah-marah apabila keinginannya dilarang oleh kakaknya. Kejadian ini sudah
berlangsung 2 bulan.

Gejala tambahan
-

Setiap hari pasien menutup gorden di rumah, menonton tv tanpa ada suaranya.
Pasien juga mengganti cat kamarnya dengan warna hitam, jika dilarang oleh
kakaknya, pasien ngamuk-ngamuk

d. Riwayat Penyakit Dahulu


Trauma kapitisKejang
DMHTNapza -, merokok + 2 pak sehari, Alkohol e. Riwayat Hidup Pasien
A. Masa Prenatal

Sewaktu hamil ibu pasien tidak sedang mengalami kelainan maupun penyakit fisik. Ibu
pasien rajin kontrol ke puskemas tetapi jarang ke dokter kandungan akibat masalah biaya.
Ibu pasien selama hamil minum vitamin yang hanya diberikan oleh dokter puskesmas.
B. Masa Natal

Pasien lahir normal di puskesmas pada umur kandungan sembilan bulan. Berat
lahir pasien 2900 gram, menangis spontan.

C. Masa Post-natal

Tumbuh kembang pasien seperti menyangga leher, tengkurap, merangkak,


berdiri, berjalan, dan berbicara dalam batas normal dan tidak ada kelainan.

Saat bayi, balita, dan anak-anak pasien tidak pernah mengalami kejang, panas,
maupun penyakit serius.

Pasien tidak pernah mengalami cedera dan trauma kepala.

D. Riwayat Pendidikan

Pasien pernah mengenyam pendidikan sampai lulus SLTA. Pasien tidak melanjutkan
sekolah karena beban ekonomi. Sejak itu pasien mencari pekerjaan untuk membantu
kedua orang tuanya.
f. Riwayat Pribadi
Pendidikan SLTA (tamat)
Pekerjaan : Pegawai KFC (3 bulan), bekerja dibagian dapur. Pasien keluar dari pekerjaan
tanpa sebab yang jelas, serta keluarga tidak ada yang mengetahui alasan pasien keluar
dari pekerjaannya.
Keluarga : Di keluarga pasien tidak ada yang seperti ini
Genogram

g. SUSUNAN KELUARGA
Ayah : (Tn. Slamet 55 tahun)
Ibu

: (Ny. Soepiani 52 tahun)

Penderita anak pertama

No

Nama

Status

Umur

Pendidikan
Terakhir

Status

Pekerjaan

Kepribadian

1.

Tn. Slamet

Ayah

55 th

SLTP

Alm

Tukang

Terbuka

2.

Ny. Soepiani

Ibu

52th

SLTP

Menikah

3.

Imam hanafi

Pasien

36 th

SMA

Tidak
menikah

Penjaga
toko
pakaian
Tidak
bekerja

Terbuka
Pasien

termasuk

orang

yang

pendiam,tertutup,
tidak mudah marah.
(Premorbid)

4.

Imam syafii

Adik
pasien
5.
Nur
Adik
Rochman
pasien
h. FAKTOR HEREDITER

33 th

SMA

Bekerja
Menikah

30 th

Terbuka

SMA
Menikah

Bekerja

Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit seperti pasien.


i. FAKTOR PREMORBID
Pasien termasuk orang yang pendiam, tertutup, tidak mudah marah..
j. STATUS INTERNA
Pemeriksaan Fisik
o Kesadaran

: EVM 456

o Vital sign
TD : 120/80 mmHg
RR : 20 x/mnt
o Status General :

:
HR : 88 x/mnt
T : 36,4 C

Kepala/Leher

: Anemis(-), icterik(-), cyanosis(-), dyspneu(-).

Thorax

o Pulmo :
o Inspeksi

: Pergerakkan dinding dada simetris

o Palpasi

: Stem Fremitus simetris

o Perkusi

: Sonor/sonor

o Auskultasi : Vesikuler/vesikuler, rh-/-, wh -/o Cor :

Terbuka

o Inspeksi

: Ictus cordis (-)

o Perkusi

Batas atas : Setinggi ICS III midsternal

Batas kanan: Setinggi ICS V parasternal kiri

Batas kiri : Setinggi ICS V midclavicula kiri

o Auskultasi
Abdomen

o Inspeksi

: simetris

o Palpasi

: Supel, nyeri tekan (-), hepar/lien tak teraba

Extremitas

: S1 S2 tunggal murmur (-) gallop (-)

: HKM, edema (-) syanosis (-)

k. STATUS NEUROLOGIS
-

GCS

:456

Meningeal sign

: kaku kuduk (-)

Reflek Fisiologis

BPR : +2/+2 KPR : +2/+2


TPR : +2/+2 APR : +2/+2
Reflek Patologis
:
Babinsky

: - /-

Hoffman Trommer : - / -

Chaddock

:-/-

Gordon

:-/-

Schaefer

:-/-

Oppenheim

:-/-

l. STATUS PSIKIATRIK
-

Kesan Umum

: Laki-laki, wajah sesuai usia,pasien tampak tenang, kurang

rapi, kurang bersih, kooperatif, pasien tampak mengantuk,murung.


-

Kontak

: verbal, relevan, lancar

Kesadaran

: berubah

Orientasi

: waktu/ tempat/ orang +/+/+

Daya Ingat

: normal

Afek/ Emosi

Proses berfikir

: Non Realistik/ koheren/waham ,

Persepsi

: halusinasi auditorik(+)

Psikomotor

: dbn

Kemauan

: menurun

m. Diagnosis multiaxial
-

AXIS I

: F20.1

AXIS II

: Pasien termasuk orang pendiam, tidak mudah marah, dan

tertutup (F.Premorbid)
-

AXIS III

: belum ditemukan

AXIS IV

: masalah Psikososial (masalah : ibu pasien meninggal)

AXIS V

: GAF saat ini 51-41

n. KESAN PENERIMAAN

Sikap keluarga terhadap dokter muda sangat baik dan terbuka.

Kunjungan rumah diterima dengan baik oleh ibu pasien

Ibu pasien menceritakan semua perihal kehidupan pasien dan riwayat sakitnya dengan
baik dan terbuka.

o. HUBUNGAN DALAM KELUARGA

Pasien sangat disayang terutama oleh ibunya.

Pasien di rumah dekat sama keluarganya.

Pasien juga sayang kepada anak dan mantan istrinya

p. SOSIAL EKONOMI
Keluarga pasien termasuk keluarga menengah ke bawah, Ibu pasien bekerja sebagai
penjaga toko pakaian di pasar atom sedangkan ayah tiri pasien bekerja sebagai supir truk..
penghasilan keluarga pasien Rp. 2.000.000 perbulan dan digunakan untuk menghidupi
keluarganya, ibu, ayah dan pasien.
Untuk biaya pengobatan dan perawatan pasien di RS Jiwa Menur Surabaya, didapat
dari BPJS dan orang tua pasien
KEADAAN RUMAH DAN LINGKUNGAN
A. Ukuran rumah

: 8 meter x 5 meter (80m2)

B. Status rumah

: Milik orang tua pasien

C. Bangunan rumah

Dinding rumah terbuat dari tembok permanen, rumah berlantai keramik.

Kamar mandi terbuat dari keramik.

D. Keterangan rumah

Rumah mempunyai tiga kamar tidur, 1 dibagian depan, 1 di lantai 2 dan 1 di


bagian belakang ; hanya satu kamar mandi yang terletak di belakang rumah;
satu ruang tamu di depan rumah; 1 dapur di bagian belakang rumah,1 ruang
makan di tenagh, dan 1 jemuran yang terletak di lantai dua samping kamar
tidur.

Saat di rumah, pasien tidur di kamarnya sendirian. Dimana disitu terdapat satu
buah kasur, 1 buah lemari pakaian, dan 1 buah bufet berukuran kecil.

Ruang tamu dilengkapi dengan sofa dua buah dengan satu meja serta 1 buah
televisi.

Ruang makan pasien terdapat satu buah meja makan dan beberapa kursi, juga
tamapk 1 buah sepeda motor

Rumah tampak bersih dan tertata cukup rapi.

Ventilasi dan pencahayaan rumah cukup.

E. Keadaan lingkungan :

Rumah pasien terletak di dalam gang jalan desa

Lingkungan rumah pasien ramai, terdapat pedagang makanan yang sering


berhenti untuk berjualan di dekat rumah pasien. Rumah yang satu dengan yang
lain berdekatan

q. PENYULUHAN YANG DIBERIKAN KEPADA KELUARGA

Memberi Motivasi dan dukungan kepada pasien untuk memenuhi kebutuhannya


secara mandiri.

Jangan memusuhi dan mengucilkan pasien sepulang dari RS Jiwa Menur Surabaya.

Perhatikan hal-hal yang menimbulkan rasa sedih atau marah pasien, dan sebisa
mungkin hindarkan pasien dari hal-hal tersebut.

Motivasi, latih, dan ajak pasien untuk mampu mengerjakan hal-hal yang berguna
(misalnya memasak di rumah), dimulai dengan lebih sering memujinya jika pasien
melakukan hal berguna dengan baik.

Ajak pasien berbincang-bincang tentang hal-hal yang bersifat ringan dan menarik bagi
pasien seperti acara TV, dan lain-lain.

Berikan obat sesuai dengan dosis dan petunjuk dokter, awasi pasien dalam
meminumnya, dan taati jangka waktu pemakaian obat.

Perhatikan efek samping obat yang terlihat pada pasien.

Kontrol rutin ke dokter bila obat habis atau tampak efek samping obat yang tidak
biasa pada pasien, ataupun jika tidak tampak perkembangan yang bermakna dalam
kejiwaan pasien.

r. DENAH RUMAH (Skala 1:100)


4m
K.
Mandi

Dapur

K.
Kosong

K. Pasien
Ruangan
makan
8m
Ruang Tamu

K. Ibu
Lampiran

Gambar gang menuju rumah pasien

Gambar sungai disamping rumah pasien

Gambar seberang rumah pasien

Gambar tampak depan rumah pasien

Gambar ibu pasien sedang menandatangani inform consent

Gambar ruang tamu

Gambar ruang makan

Gambar dapur

Gambar menuju kamar mandi

Gambar kamar tidur pasien

Gambar kamar mandi

Gambar dokter muda bersama keluarga pasien