Anda di halaman 1dari 12

JURNAL SISTEM PROTEKSI PEMBANGKIT, SISTEM PROTEKSI

GENERATOR DAN SISTEM PROTEKSI TRAFO PEMBANGKIT

SISTEM PROTEKSI PEMBANGKIT, SISTEM PROTEKSI GENERATOR


DAN SISTEM PROTEKSI TRAFO PEMBANGKIT

Nama : Irwan Rinaldi Saragi


Nim : 5103331017
Jurusan Pendidikan Teknik Elektro
Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

ABSTRAK
Sesuai dengan kemajuan zaman yang semakin lama semakin banyak jumlah
manusia di dunia ini dan secar langsung akan mengakibatkan semakin
banyak kebutuhan yang harus di sediakan oleh manusia tersebut. Diantara
sekian banyak kebutuhan, maka kemajuan teknologi banyak membantu
kepentingan manusia, diantaranya kemajuan dalam bidang tenaga listrik.
Sistem proteksi pembangkit ataupun transmisi harus bekerja sesuai syaratnya
diantaranya cepat bereaksi jika terjadi gangguan, selektif, peka/sensitif
terhadap gangguan, andal/reliability, stabilitas dan ekonomis. Jika syarat
tersebut tidak terpenuhi, maka akan mempengaruhi kinerja pembangkit.
Dengan menganalisa besar arus gangguan dan hasil pencarian data
gangguan baik di sisi GIS 150 kV maupun sisi PLTU 2 banten labuan.
Diharapkan diketahui penyebab gangguan di Transmisi 150 kV Saketi dan
proteksi apa yang menyebabkan pembangkit trip. Kehandalan suatu
pembangkit sangat penting karena jika terjadi gangguan akan menyebabkan
pembangkit kehilangan kesempatan produksi dan untuk start kembali
membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Keandalan dan kemampuan suatu sistem tenaga listrik dalam melayani
konsumen sangat tergantung pada sistem proteksi yang digunakan. Oleh sebab
itu dalam perencangan suatu sistem tenaga listrik, perlu dipertimbangkan
kondisi-kondisi gangguan yang mungkin terjadi pada sistem, melalui analisa
gangguan.
Pada dasarnya gangguan dapat terjadi karena kegagalan operasi peralatan
dalam sistem, kesalahan manusia dan karena alam. Langkah yang dapat
diambil untuk mencegah terjadinya gangguan antara lain dengan
menggunakan isolasi yang baik, membuat koordinasi isolasi dan
menghindarkan kesalahan operasi. Tetapi langkah langkah tersebut dibatasi
oleh faktor ekonomis dan alam. Karenanya para engineer sepakat : gangguan
boleh saja terjadi dan tidak dapat dihindari namun dampaknya harus
diminimisasi.

PEMBAHASAN
A. SISTEM PROTEKSI PEMBANGKIT
1. PENGERTIAN DASAR
Nilai investasi peralatan listrik pada suatu pembangkit listrik sedemikian
besarnya, sehingga perhatian yang khusus harus diutamakan agar setiap
peralatan tidak hanya dapat beroperasi dengan efisiensi yang optimal, tetapi
juga harus teramankan dari kecelakaan/kerusakan yang fatal.
Kerusakan yang fatal dapat menimbulkan :
1.

Kerugian biaya investasi.

2.

Kerugian operasi (long outage)

3.

Terganggunya pelayanan (service)

Untuk itu relai proteksi sangat diperlukan pada peralatan pembangkit. Hampir
semua peralatan tidak dibiarkan beroperasi tanpa menggunakan peralatan
proteksi. Relai Proteksi adalah suatu perangkat kerja proteksi yang
mempunyai fungsi dan peranan :
1. Memberikan signal alarm/melepas pemutus tenaga (circuit breaker)
dengan tujuan mengisolir gangguan/kondisi yang tidak normal seperti
adanya :
Beban lebih, tegangan rendah

Kenaikan suhu, beban tidak seimbang


Daya kembali, frekuensi rendah
Hubung singkat dan kondisi tidak normal lainnya

2. Melepas/mentripkan peralatan yang berjalan tidak normal untuk mencegah


timbulnya kerusakan. Contohnya : Proteksi beban lebih (overload)
berfungsi untuk mengamankan mesin listrik dan kerusakan isolasi.
3. Melepas/mentripkan peralatan yang terganggu secara cepat dengan tujuan
mengurangi kerusakan yang lebih berat.
Contohnya : Bila suatu mesin listrik secara cepat distop/dilepas setelah
terjadinya gangguan pada belitan, maka hanya sebagian kumparan saja
yang perlu diperbaiki. Tetapi apabila gangguan terjadi secara terusmenerus maka kemungkinan seluruh belitan akan rusak dan memerlukan
perbaikan total/overhoul.
4. Melokalisir kemungkinan dampak akibat gangguan dengan memisahkan
peralatan yang terganggu dari sistem. Peralatan yang terganggu dapat
menyebabkan gangguan pada peralatan yang lain yang berada pada
sistemnya.
5. Melepas peralatan/bagian yang terganggu secara cepat dengan maksud
menjaga stabilitas sistem, kontinuitas pelayanan dan unjuk kerja sistem
KLASIFIKASI RELAI PROTEKSI
Tabel 1. Klasifikasi Relai Proteksi
N
o
1

3
4

ASAS KERJA

TIPE KONSTRUKSI

PENGGUNAAN

Tarikan Magnit
Listrik
(Electromagneti
c Attraction)

a)
b)
c)
d)
e)

Relai seketika
(Instantaneous Relay)

Plunger type
Balanced beam type
Hinged armature type
Polarized moving iron type
Permanent magnet moving
coil type
Induksi Magnit a) Induction disc type
b) Induction cup type
Listrik
(Electromagneti
c Induction)
Relai suhu/panas a) Bimetal strip type
(Thermal Relay) b) Thermocouple type
c) Electronic
Relai yang
a) Bucholz relay
digerak-kan oleh b) Sudden pressure relay (gas
pressure relay)
gas

Relay dengan waktu tunda


(Time Delay Relay)

Proteksi motor, generator


dan trafo
Proteksi trafo

Static relay

1. Rangkaian elektronik

Complex
system pada
motor

protective
generator,

Tabel 2. Simbol Dan Kode Relai Proteksi


N
o
1
2

NAMA RELAI

SIMBOL

Relai jarak (distance relay)


Relai periksa sinkron (Synchro check relay)

Z<

3
4
5
6

Relai tegangan kurang (Under voltage relay)


Relai daya balik (Reverse power relay)
Relai arus kurang (Under current relay)
Relai kehilangan medan penguat (Loss of
excitation relay)
Relai urutan phasa negatif (Negatif sequence
relay)
Relai suhu (Thermal relay)

U<

I>

14
15
16

Relai arus lebih seketika ( Instantaneous Over


current relay)
Relai arus lebih dengan waktu tunda (Time Over
current Relay)
Relai fluksi lebih (Over excitation relay)
Relai tegangan lebih (Over voltage relay)
Relai tegangan seimbang (Voltage balance
relay)
Relai waktu tunda (Time auxiliary relay)
Relai tekanan gas (Gas pressure relay)
Relai hubung tanah (Ground fault relay)

17
18
19

Relai frekuensi (Frequency relay)


Lock out relay
Relai differensial (Differential Relay)

20

Relai Bucholz

7
8
9
10
11
12
13

KODE

21
Uf= 25

I<
B=O

27
32
37
40

Ii >

46

49
50
I>

51

V/f
U>
Ud

59/81
59
60

62
63
64

81
86
87
95

B. SISTEM PROTEKSI GENERATOR


1. MACAM-MACAM
AKIBATNYA

GANGGUAN

PADA

GENERATOR

DAN

Macam-macam gangguan pada generator dapat diklasifikasikan sebagai


berikut :
A. Gangguan listrik/electrical fault
Jenis gangguan ini adalah gangguan yang timbul dan terjadi pada bagianbagian listrik dari generator.
Gangguan-gangguan tersebut antara lain :
1. Hubung singkat 3 phasa
Terjadinya arus lebih pada stator yang dimaksud adalah arus lebih yang
timbul akibat terjadinya hubungan singkat 3 phasa/ 3 phase fault.
Gangguan ini akan menimbulkan loncatan bunga api dengan suhu yang
tinggi yang akan melelehkan belitan dengan resiko terjadinya kebakaran,
jika isolasi tidak terbuat dari bahan yang anti api /nonflammable.
2. Hubung singkat 2 phasa
Gangguan hubung singkat 2 phasa/unbalance fault lebih berbahaya
dibanding gangguan hubung singkat 3 phasa/balance fault, karena
disamping akan terjadi kerusakan pada belitan akan timbul pula vibrasi
pada kumparan stator. Kerusakan lain yang timbul adalah pada poros/shaft
dan kopling turbin akibat adanya momen puntir yang besar.
3. Stator hubung singkat 1 phasa ke tanah/stator ground fault
Kerusakan akibat gangguan 2 phasa atau antara konduktor kadang-kadang
masih dapat diperbaiki dengan menyambung taping atau mengganti
sebagian konduktor, tetapi kerusakan laminasi besi (iron lamination) akibat
gangguan 1 phasa ke tanah yang menimbulkan bunga api dan merusak
isolasi dan inti besi adalah kerusakan serius yang perbaikannya dilakukan
secara total. Gangguan jenis ini meskipun kecil harus segera diproteksi.
4. Rotor hubung tanah/field ground
Pada rotor generator yang belitannya tidak dihubungkan oleh tanah
(ungrounded system). Bila salah satu sisi terhubung ke tanah belum
menjadikan masalah. Tetapi apabila sisi lainnya terhubung ke tanah,
sementara sisi sebelumnya tidak terselesaikan maka akan terjadi
kehilangan arus pada sebagian belitan yang terhubung singkat melalui
tanah. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan fluksi yang menimbulkan
vibrasi yang berlebihan serta kerusakan fatal pada rotor.
5. Kehilangan medan penguat/Loss of excitation
Hilangnya medan penguat akan membuat putaran mesin naik, dan
berfungsi sebagai generator induksi. Kondisi ini akan berakibat pada rotor
dan pasak/slot wedges, akibat arus induksi yang bersirkulasi pada rotor.
Kehilangan medan penguat dapat dimungkinkan oleh :

a.
b.
c.
d.

Jatuhnya/trip saklar penguat (41AC)


Hubung singkat pada belitan penguat
Kerusakan kontak-kontak sikat arang pada sisi penguat
Kerusakan pada sistem AVR

6. Tegangan lebih/Over voltage


Tegangan yang berlebihan melampaui batas maksimum yang diijinkan
dapat berakibat tembusnya (breakdown) design insulasi yang akhirnya
akan menimbulkan hubungan singkat antara belitan. Tegangan lebih dapat
dimungkinkan oleh mesin putaran lebih/overspeed atau kerusakan pada
pengatur tegangan otomatis/AVR.
B. Gangguan mekanis/panas (mechanical/thermal fault)
Jenis-jenis gangguan mekanik/panas antara lain :
1. Generator berfungsi sebagai motor (motoring)
Motoring adalah peristiwa berubah fungsi generator menjadi motor akibat
daya balik (reverse power). Daya balik terjadi disebabkan oleh turunnya
daya masukkan dari penggerak utama (prime mover). Dampak kerusakan
akibat peristiwa motoring adalah lebih kepada penggerak utama itu sendiri.
Pada turbin uap, peristiwa motoring akan mengakibatkan pemanasan lebih
pada sudu-sudunya, kavitasi pada sudu-sudu turbin air, dan ketidakstabilan
pada sudu turbin gas.
2.

Pemanasan lebih setempat


Pemanasan lebih setempat pada sebagian stator dapat dimungkinkan oleh :
a. Kerusakan laminasi
b. Kendornya bagian-bagian tertentu di dalam generator seperti : pasakpasak stator (stator wedges).

3. Kesalahan parallel
Kesalahan dalam memparalel generator karena syarat-syarat sinkron tidak
terpenuhi dapat mengakibatkan kerusakan pada bagian poros dan kopling
generator, dan penggerak utamanya karena terjadinya momen puntir.
Kemungkinan kerusakan lain yang timbul, kerusakan PMT dan kerusakan
pada kumparan stator akibat adanya kenaikan tegangan sesaat.
4. Gangguan pendingin stator
Gangguan pada media sistem pendingin stator (pendingin dengan media
udara, hidrogen, atau air) akan menyebabkan kenaikan suhu belitan stator.
Apabila suhu belitan melampaui batas ratingnya akan berakibat kerusakan
belitan.

C. Gangguan sistem (system fault)


Generator dapat terganggu akibat adanya gangguan yang datang/terjadi
pada sistem. Gangguan-gangguan sistem yang terjadi umumnya adalah :

1. Frekuensi operasi yang tidak normal (abnormal frequency operation)


Perubahan frekuensi keluar dari batas-batas normal di sistem dapat
berakibat ketidakstabilan pada turbin generator. Perubahan frekuensi
sistem dapat dimungkinkan oleh tripnya unit-unit pembangkit atau
penghantar (transmisi).
2. Lepas sinkron (Loss of synhcron)
Adanya gangguan di sistem akibat perubahan beban mendadak, switching,
hubung singkat dan peristiwa yang cukup besar akan menimbulkan
ketidakstabilan sistem. Apabila peristiwa ini cukup lama dan melampaui
batas-batas ketidakstabilan generator, generator akan kehilangan kondisi
paralel. Keadaan ini akan menghasilkan arus puncak yang tinggi dan
penyimpangan frekuensi operasi yang keluar dari seharusnya sehingga
akan menyebabkan terjadinya stress pada belitan generator, gaya puntir
yang berfluktuasi serta resonansi yang akan merusak turbin generator.
Pada kondisi ini generator harus dilepas dari sistem.
3. Arus beban kumparan yang tidak seimbang (unbalance armature current)
Pembebanan yang tidak seimbang pada sistem/adanya gangguan 1 phasa
dan 2 phasa pada sistem yang menyebabkan beban generator tidak
seimbang yang akan menimbulkan arus urutan negatif. Arus urutan negatif
yang melebihi batas, akan mengiduksikan arus medan yang berfrekuensi
rangkap yang arahnya berlawanan dengan putaran rotor akan
menyebabkan adanya pemanasan lebih dan kerusakan pada bagian-bagian
konstruksi rotor.
2. MACAM-MACAM
FUNGSINYA

RELAI

PROTEKSI

GENERATOR

DAN

Tabel 3. Macam- macam Relai Proteksi Generator dan Fungsinya


No
1

Nama Relai
Relai jarak (distance relay)

Fungsi Relai
Untuk mendeteksi gangguan 2 phasa/ 3
phasa di muka generator sampai batas
jangkauannya
Relai
periksa
sinkron Pengaman bantu generator untuk
(synchron check relay)
mendeteksi persyaratan sinkronisasi atau

3
4

9
10

11

12
13

14

15

Relai
tegangan
kurang
(undervoltage relay)
Relai daya balik (reverse
power relay)
Relai kehilangan medan
penguat (loss of excita-tion
relay)
Relai phasa urutan negatif
(negative phase sequence
relay)
Relai arus lebih seketika
(instantaneous over cur-rent
relay)
Relai arus lebih dengan
waktu tunda (time over
current relay)
Relai penguat lebih (over
excitation relay)
Relai tegangan lebih (over
voltage relay)

Relai keseimbangan tegangan (voltage balance


relay)
Relai waktu

paralel
Untuk mendeteksi turunnya tegangan
sampai di bawah harga yang diijinkan
Untuk mendeteksi daya balik sehingga
mencegah generator bekerja sebagai
motor
Untuk mendeteksi kehilangan arus
penguat pada rotor
Untuk mendeteksi arus urutan negatif
yang disebabkan oleh beban tidak
seimbang dari batas-batas yang diijinkan
Untuk mendeteksi besaran arus yang
melebihi batas yang ditentukan dalam
waktu seketika
Untuk mendeteksi besaran arus yang
melebihi batas dalam waktu yang
ditentukan
Untuk mendeteksi penguat lebih pada
generator
1. Bila terpasang di titik netral generator
atau trafo tegangan yang dihubungkan
segitiga, untuk mendeteksi gangguan
stator hubung tanah
2. Bila terpasang pada terminal
generator : untuk mendeteksi tegangan
lebih
Untuk mendeteksi hilangnya tegangan
dari trafo tegangan ke pengatur tegangan
otomatis (AVR) dan ke relay
Untuk
memperlambat/mempercepat
waktu
Untuk mendeteksi gangguan hubung
tanah pada stator

Relai
stator
gangguan
tanah(stator ground fault
relay)
Relai kehilangan sinkroni- Untuk mendeteksi kondisi asinkron pada
sasi (out of step relay)
generator yang sudah paralel dengan
sistem
Relai pengunci (lock out Untuk menerima signal trip dari relairelay)
relai proteksi dan kemudian meneruskan

16

17

signal trip ke PMT, alarm, dan peralatan


lain serta penguncinya
Relai frekuensi (frequen-cy Untuk mendeteksi besaran frekuensi
relay)
rendah/lebih di luar harga yang
ditentukan
Relai differensial (diffe- Untuk mendeteksi gangguan hubung
rential relay)
singkat pada daerah yang diamankan

C. SISTEM PROTEKSI TRAFO PEMBANGKIT


1. MACAM-MACAM GANGGUAN PADA TRAFO PEMBANGKIT
DAN AKIBATNYA
Yang dimaksud transformator pembangkit dalam pembahasan ini adalah :
a. Transformator Generator (Generator Transformer) / Transformator Utama
(Main Transformer).
b. Transformator bantu utama (Main Auxiliary Transformer) / Transformator
Pemakaian Sendiri.
c. Transformator bantu cadangan (Reserve Auxiliary Transformer) /
Transformer start (Starting Transformer).
d. Transformator lainnya yang digunakan untuk pemakaian motor-motor
bertegangan rendah
Macam-macam gangguan transformator pembangkit dapat diklasifikasikan
sebagai berikut :
A. Gangguan luar / External fault
Gangguan luar dimaksud adalah gangguan yang diakibatkan oleh, atau
terjadi di luar daerah pengamanan transformator yang dapat
mengakibatkan kerusakan pada transformator. Contoh :
a. Beban lebih/over load.
Pembebanan lebih yang melampaui kapasitasnya menyebabkan
pemanasan yang berlebihan akibat kenaikan suhu.
Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan :
Memperpendek umur transformator/lifetime
Merusak isolasi dan material belitan
b. Hubung singkat di sisi luar/external short circuit

Terjadinya hubung singkat phasa ke phasa atau phasa ke tanah di luar


daerah pengaman transformator itu sendiri dapat merusak bagianbagian transformer.
B. Gangguan dalam / internal fault
Gangguan dalam yang dimaksud adalah gangguan yang bersumber dari
dalam trafo itu sendiri. Gangguan dalam transformator dapat
diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Gangguan listrik / electrical fault
Gangguan ini tergolong gangguan berat yang dapat menyebabkan
kerusakan pada bagian-bagian transformator. Gangguan ini biasanya
dapat terdeteksi langsung oleh relai-relai arus dan tegangan.
Gangguan tersebut antara lain :
a. Gangguan hubung singkat phasa ke phasa atau phasa ke tanah
pada terminal belitan tinggi atau rendah
b. Gangguan hubung singkat phasa ke phasa atau phasa ke tanah
pada belitan tinggi atau rendah.
c. Hubung singkat diantara gulungan belitan tegangan tinggi atau
rendah (interturn fault) yang disebabkan karena kerusakan laminasi
di dalam gulungan
d. Hubung singkat pada belitan tertier
2. Gangguan awal
Gangguan ini sering diistilahkan incipient fault yaitu gangguan yang
tergolong ringan dan berawal dari gangguan kecil namun kemudian
secara perlahan-lahan berkembang menjadi gangguan besar/berat dan
mengakibatkan kerusakan, apabila tidak segera terdeteksi.
Keadaan gangguan seperti ini tidak dapat terdeteksi oleh relai-relai
arus dan tegangan. Gangguan tersebut antara lain :
a. Kendornya baut-baut / ring pada terminal konduktor
b. Gangguan pada inti besi akibat kerusakan laminasi isolasi yang
menimbulkan percikan bunga api di bawah minyak
c. Gangguan di sistem pendingin, seperti kerusakan pada pompa
sirkulasi minyak, kipas pendingin dan bagian-bagian dari sistem
pendingin lainnya yang dapat menyebabkan kenaikan suhu operasi
yang tinggi sementara transformator masih beroperasi di bawah
beban penuh
d. Adanya kemungkinan pengentalan minyak atau kebuntuan pada
bagian-bagian tertentu, sehingga sirkulasi minyak menjadi
terganggu yang dapat mengakibatkan pemanasan setempat atau
lokal hot spot pada sebagian belitan.
e. Gangguan atau tidak berfungsinya bagian-bagian mekanik dari tap
perubahan pembebanan atau load tap changer akibat pemasangan
yang kurang sempurna (loss contact, getaran, dsb)

f. Kebocoran minyak dari bagian las-lasan, perapat packing, dsb.


g. Gangguan pada terminal bushing akibat adanya kontaminasi,
keretakan, penuaan, binatang, dsb.
2. MACAM-MACAM RELAI PROTEKSI TRAFO PEMBANGKIT
DAN FUNGSINYA
Tabel 4. Macam- macam Relai Proteksi Trafo Pembangkit dan Fungsinya
No
1

2
3

Nama Relai
Relai suhu

Fungsi Relai
Relai ini adalah relai mekanis yang berfungsi mendeteksi
suhu minyak dan kumparan secara langsung yang akan
membunyikan alarm serta mengeluarkan/mentripkan PMT.
Relai suhu ini dipasang pada semua transformator
Relai beban lebih
Relai ini berfungsi untuk mengamankan transformator
terhadap suhu yang berlebihan akibat beban lebih
Relai Bucholz
Relai ini berfungsi untuk mendeteksi adanya gas yang
ditimbulkan oleh loncatan bunga api dan pemanasan
setempat dalam minyak transformator
Relai tekanan lebih Bagi transformator tanpa konservator, dipasang relai tekanan
(sudden pressure relay) mendadak yang dipasang pada tangki, dan bekerja dengan
pertolongan membran.
Relai ini dipasang pada semua transformator.
Relai arus lebih
Relai ini berfungsi untuk mengamankan transformator
terhadap gangguan hubung singkat antar phasa di dalam
maupun di luar daerah pengamanan transformator. Relai ini
juga diharapkan mempunyai sifat komplementer dengan relai
beban lebih. Relai ini berfungsi juga sebagai pengaman
cadangan bagi bagian instalasi lainnya
Relai gangguan tanah
Relai ini berfungsi untuk mengamankan transformator
terhadap hubung tanah, di dalam dan di luar daerah
pengamanan.
Relai differensial
Relai ini berfungsi untuk mengamankan transformator
terhadap gangguan hubung singkat yang terjadi di dalam
daerah pengamanan transformator
Relai gangguan tanah Relai ini berfungsi untuk mengamankan transformator
terbatas
(Restricted terhadap gangguan tanah dalam daerah pengamanan
earth fault relay)
transformator khususnya untuk gangguan di dekat titik netral
yang tidak dapat dirasakan oleh relai differensial
Relai fluksi lebih
Relai ini berfungsi untuk mengamankan transformator
generator. Relai ini mendeteksi besaran fluksi /perbandingan
tegangan dan frekuensi