Anda di halaman 1dari 11

TUGAS MAKALAH

H U B U N G A N E T N O G R A F I D E N G A N K E B U D AYAA N

OLEH ;

NUR AFIKA
F 5 1115 0 0 1

SASTRA DAERAH
F A K U L TA S S A S T R A
U N I VE R SI TAS H A SA N U D D I N
MAKASSAR
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadira Tuhan Yang Maha Kuasa, atas berkat dan rahmatnya
sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan judul Hubungan
Etnografi dengan Kebudayaan
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan
dan kesalahan sehingga mohon kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan
makalah ini.
Semoga penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis serta pembaca pada
umumnya.

Makassar,Maret 2014

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman Judul.............................................................................................i
Halaman Kata Pengantar .......................................................................... ii
Halaman Daftar Isi.......................................................................................iii

BAB I
A.
B.
C.
D.

PENDAHULUAN

Latar Belakang ..........................................................................................1


Rumusan Masalah......................................................................................1
Tujuan Penulisan .......................................................................................1
Kegunaan Penulisan ..................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Etnografi...................................................................................3
B. Pengertian kebudayaan.............................................................................4
C. Hubungan Etnografi dengan Kebudayaan ............................................ 6

BAB III PENUTUP


A. Simpulan..................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keunikan serta kemajemukan suku bangsa merupakan ciri khas yang bernilai
tersendiri. Untuk mengkaji keunikan di maksud, perlu di adakan kajian tentang suku
bangsa sehingga dapat memahami keunikan-keunikan serta kemajukan apa saja yang
ada dalam suatu bangsa tersebut.
Dalam perkembangan kajian ilmu, telah berkembang bidang ilmu yang membahas
khusus tentang perbedaan dan keuningan bangsa-bangsa atau suku-suku bangsa.
Bidang ilmu yang di maksud adalah etnografi.
Menutut Richards dkk. (1985) etnografi adalah kajian tentang kehidupan dan
kebudayaan suatu masyarakat atau etnik, misalnya tentang adat-istiadat, kebiasaan,
hukum, seni, religi, bahasa. Bidang kajian yang sangat berdekatan dengan etnografi
adalah etnologi, yaitu kajian perbandingan tentang kebudayaan dari berbagai
masyarakat atau kelompok.
Roger M. Keesing (1989) mendefinisikan etnogarafi sebagai pembuatan
dokumentasi dan analaisis budaya tertentu dengan mengadakan penelitian lapangan.
Artinya dalam mendefinisikan suatu kebudayaan seorang etnografer (peneliti etnografi)
juga menganalisis.
Dari gambaran singkat di atas menggambarkan bahwa etnografi, antropologi,
kebudayaan dan adat istiadat adalah hal yang tidak dapat dipisahkan, sebab etnografi
adalah ilmu yang menggambarkan antropologi, kebudayaan dan adat istiadat itu sendiri.
Untuk lebih memahami hubungan antara etnografi dengan antropologi, kebudayaan dan
adat istiadat akan di bahasa dalam bab pembahasan makalah ini.

B. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas, maka rumusan makasalah dalam penulisan
makalah ini adalah Bagaimana Hubungan Etnografi dengan Kebudayaan

C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui hubungan antara
Etnografi dengan Kebudayaan.
D. Kegunaan Penulisan

Adapun kegunaan penulisan makalah ini adalah sebagai bahan informasi kepada
pembaca dan sebagai pemenuhan tugas mata kulian Etnografi.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Etnografi
Etnografi berasal dari kata ethnos, yang artinya adalah sukubangsa dan
graphein, yang berarti mengukir, menulis, menggambar. Jadi etnografi adalah tulisan,
deskripsi atau penggambaran mengenai suatu sukubangsa tertentu. Suatu sukubangsa
tentu terdiri dari manusia-manusia: laki-laki, perempuan, anak-anak, remaja, dewasa
dan tua Suatu sukubangsa juga tentu memiliki adat-istiadat atau budaya tertentu. Oleh
karena itu, suatu sukubangsa memiliki paling tidak dimensi fisik dan budaya. Oleh
karena itu pula, di masa lalu -ketika orang belum mengenal fotografi, sebuah etnografi
tentu memuat di dalamnya deskripsi ciri-ciri fisik suatu sukubangsa dan deskripsi adatistiadat, budaya sukubangsa tersebut.
Etnografi adalah kajian tentang kehidupan dan kebudayaan suatu masyarakat atau
etnik, misalnya tentang adat-istiadat, kebiasaan, hukum, seni, religi, bahasa. Bidang
kajian vang sangat berdekatan dengan etnografi adalah etnologi, yaitu kajian
perbandingan tentang kebudayaan dari berbagai masyarakat atau kelompok (Richards
dkk.,1985).
Etnografi merupakan sejenis kajian lapangan yang berbentuk pemerhatian yang
sering digunakan dalam kajian sosiologi dan antropologi dan dirujuk sebagai
penyelidikan saintifik semula jadi (field research). Menurut Creswell (2005), etnografi
merupakan bentuk kajian yang praktikal untuk mengkaji sesuatu kumpulan seperti
pendidikan, kepercayaan, tingkahlaku dan bahasa. Merupakan bentuk kajian kualitatif
yang digunakan untuk menerangkan, menganalisa dan meinterpretasi bentukculturesharing sesuatu kumpulan seperti tingkah laku, kepercayaan.
Menurut Sabitha Marican (2005), etnografi juga dianggap sebagai satu kajian yang
paling asas dalam penyelidikan sosial. Kajian etnografi merupakan kajian yang
mengfokuskan pada penggambaran yang terperinci dan tepat dan bukan berunsur
perkaitan.
Secara umum etnografi disebut sebagai menuliskan tentang kelompok
masyarakat. Secara khusus hal tersebut juga bermakna menuliskan tentang
kebudayaan sebuah kelompok masyarakat. Disebutkan bahawa seluruh manusia, dan
juga beberapa binatang (seperti orang utan dan gorila) menciptakan, mentransmisikan,
membahagi, merubah, menolak, dan menciptakan kembali budaya di dalam sebuah
kelompok. Semua peneliti etnografi dimulai, dan diakhiri penelitiannya dengan berfokus
pada pola-pola ini, dan sifat-sifat yang dipersamakan atau disepakati bersama,
membentuk sebuah kebudayaan masyarakat. Dokumen yang dihasilkan dari fokus
tersebut disebut dengan etnografi.

Tujuan Kajian Etnografi adalah untuk memahami isu yang dikaji dari kaca mata
kumpulan atau budaya tersebut, kajian etnografi berusaha untuk menambah
pengetahuan mengenai sesuatu budaya atau mengenal pasti corak interaksi sosial dan
membangunkan satu penafsiran yang menyeluruh terhadap sesuatu masyarakat atau
institusi sosial.
Tujuan penelitian etnografi untuk menggambarkan budaya atau subkultur dengan
seperinci mungkin, termasuk bahasa, adat istiadat, nilai-nilai, upacara keagamaan dan
undang-undang. Maknanya ia mempunyai tujuan mencari dan menggambarkan budaya
sesuatu masyarakat atau organisasi tertentu. Fokus penyelidikan adalah pola-pola yang
tercermin dalam sikap tidak dan prikelakuan masyarakat atau organisasi yang diteliti.
Ada pun yang dicari dalam kajian ini beerti bukan hal yang Nampak melainkan yang
terkandung dalam hal yang nampak tersebut.
Umumnya jenis kajian ini mensyaratkan seorang peneliti yang berpengalaman,
harus dapat membenammkan dirinya dalam budaya mayarakat yang diteliti. Maknanya
dia harus bersosialisasi dirinya sendiri ke dalam budaya tersebut dan cuba
menjelaskannya. Menjadi sebahagian budaya yang baharu tersebut dan kadangkala ia
menjadi masalah apabila hendak kembali kepada budayanya sendiri.

B. Pengertian Kebudayaan
Kata kebudayaan berasal dari kata budh dalam bahasa Sansekerta yang berarti
akal, kemudian menjadi kata budhi (tunggal) atau budhaya (majemuk), sehingga
kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat
yang mengatakan bahwa kebudayaan berasal dari kata budi dan daya. Budi
adalah akal yang merupakan unsure rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya
berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsure jasmani sehingga kebudayaan
diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia.
Kebudayaan=cultuur (bahasa belanda)=culture (bahasa inggris)=tsaqafah
(bahasa arab), berasal dari perkataan latin : colere yang artinya mengolah,
mengerjakan, menyuburkan dan mengembangkan, terutama mengolah tanah
atau bertani. Dari segi arti ini berkembanglah arti culture sebagai segala daya
dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam.
Dalam disiplin ilmu antropologi budaya, kebudayaan dan budaya itu diartikan
sama (Koentjaraningrat, 1980:195). Namun dalam IBD dibedakan antara budaya
dan kebudayaan, karena IBD berbicara tentang dunia idea tau nilai, bukan hasil
fisiknya. Secara sederhana pengertian kebudayaan dan budaya dalam IBD
mengacu pada pengertian sebagai berikut :
1.
Kebudayaan dalam arti luas, adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan
dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan
milik diri manusia dengan belajar.

2.
Kebudayaan dalam arti sempit dapat disebut dengan istilah budaya atau
sering disebut kultur yang mengandung pengertian keseluruhan sistem gagasan
dan tindakan.
Kebudayaan ataupun yang disebut peradaban, mengandung pengertian luas,
meliputi pemahaman perasaan suatu bangsa yang kompleks, meliputi
pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hokum, adat-istiadat (kebiasaan), dan
pembawaan lainnya yang diperoleh dari anggota masyarakat (Taylor, 1897:19).
Kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran,
perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh symbol-simbol
yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok
manusia, termasuk di dalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi
kebudayaan terdiri atas tradisi cita-cita atau paham, dan terutama keterikatan
terhadap nilai-nilai. Ketentuan-ketentuan ahli kebudayaan itu sudah bersifat
universal, dapat diterima oleh pendapat umum meskipun dalam praktek, arti
kebudayaan menurut pendapat umum ialah suatu yang berharga atau baik
(Bakker, 1984:21).

C. Hubungan Etnografi dengan Kebudayaan


Kebudayaan adalah apa yang menjadi pandangan pengetahuan masyarakat dalam
menafsirkan segala yang berhubungan dengan kehidupannya.
Budaya menurut Baker (dalam Alim, 2007:49) ditinaju dari asal usul kata berarti
penciptaan, penertiban, dan pengelolaan niali-nilai insani. Sedangkan menurut
Kontjaraniggrat (dalam Alim, 2007:49) kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan,
tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan bemasyarakat dan dijadikan
milik manusia malalui proses belajar.
Dalam bukuyang lain Koentjaraningrat (1999:13) mengatakan bahwa kebudayaan
adalah segala pikiran dan perilaku manusia yang secara fungsional dan disfungsional
ditata dalam masyarakatnya. Pada definisi terakhir Koentjaraningrat secara tidak
langsung menggambarkan adanya dua potensi manusia yakni sebagai mahluk rasional
sekaligus irasional. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan kata fungsional dan
disfungsional yang berarti keberfungsian dan ketidakberfungsian.
E.B. Taylor (dalam Syani, 1995:59) melihat kebudayaan sebagai kompleks yang
mencangkup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat, dan
kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan manusia sebagai
warga masyarakat.
Inilah yang menjadi fokus dari etnografi baru yakni pengetahuan masyarakat yang
sedang diteliti. Karena itu Spradley mengatakan seorang etnograf bukanlah guru bagi
masyarakat melainkan sebagai murid dari masyarakat yang ditelitinya. Dengan demikian
etnografi ini disebut juga etnografi kognitif.

Etnografi dan kebudayaan suatu masyarakat adalah hal yang tidak dapat
dipisahkan, sebab etnografi sendiri adalah ilmu yang menggambarkan kebudayaan itu
sendiri.
Malinowski dan R. Brwon menggambarkan kebudayaan sebagaimana tafsiran
peneliti, maka etnografi baru menggambarkan masyarakat sebagaimana pengetahuan
masyarakat itu sendiri. Etnografi baru dipengaruhi oleh definisi kebudayaan ala
Goodenough yang menyatakan bahwa budaya bukanlah suatu fenomena material,
melainkan sebuah pengorganisasian dari benda-benda, manusia, perilaku atau emosi.
Kesimpulan uraian di atas bahwa etnografi akan muncul jika ada pengaruh atau
terdapat kajian-kajian kebudayaan masyarakat.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Etnografi adalah merupakan bidang ilmu yang merangkul semua informasi yang
melekap pada suku bangsa serta masyarakat itu sendiri. Etnografi tidak dapat di
pisahkan dengan Kebudayaan. Kebudayaan seuatu yang tidak terpisahkan dalam ciri
khas atau bentuk suku bangsa serta masyarakat yang ada di dalamnya. Sehingga
Etnografi itu sendiri menjelaskan tentang Kebudayaan.

DAFTAR PUSTAKA
http://bungamasamba.blogspot.co.id/2014/09/makalah-hubungan-etnografiterhadap.html
http://jimmyprianto.blogspot.co.id/2014/01/pengertian-kebudayaan.html