Anda di halaman 1dari 7

TUGAS BESAR

ANTENA DAN PROPAGASI


ANTENA MIKROSTRIP

Disusun oleh:
AGUNG DARAJAT
14101120

PROGRAM STUDI S-I TEKNIK TELEKOMUNIKASI


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM
PURWOKERTO
2015

KONSEP DASAR ANTENA


Menurut The IEEE Standard Definitions of Terms for Antennas (IEEE Std 145-1983),
definisi antena adalah suatu bagian dari sistem telekomunikasi nirkabel yang digunakan untuk
memancarkan atau menerima gelombang radio. Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan
bahwa antena dapat berfungsi sebagai penerima maupun pemancar yang merupakan medium
perantara antara gelombang terpandu dengan gelombang bebas. Gelombang terpandu adalah
gelombang dengan sedikit rugi-rugi dalam saluran transmisi, sedangkan gelombang ruang hampa
adalah gelombang yang dipancarkan ke ruang bebas sehingga membentuk lapisan-lapisan.
Gelombang terpandu yang mengalir sepanjang saluran transmisi, diradiasikan menjadi
gelombang ruang hampa. Daerah transisi antara gelombang terpandu dan gelombang ruang
hampa dapat disebut antena

Gambar 1 Konsep dasar antena


PARAMETER ANTENA
Kinerja dan daya guna suatu antena dapat dilihat dari nilai parameter-parameter saling
berhubungan satu sama lain. Parameter-parameter antena yang biasanya digunakan untuk
menganalisis suatu antena adalah impedansi masukan, Voltage wave standing ratio (VSWR),
return loss, lebar pita (bandwidth), frekuensi kerja Gain dan Pola radiasi.
ANTENA MIKROSTRIP
Antena mikrostrip sangat menarik karena bebannya yang ringan, mudah disesuaikan
bentuknya dan biayanya yang rendah. Antena ini dapat terintegrasi dengan garis yang dicetak
pada jaringan dan alat aktif. Ini merupakan rancang bangun baru yang terdapat di dunia antena.
Dalam bentuknya yang paling dasar, sebuah antena mikrostrip yang terdiri dari sebuah bidang
(patch) memancar di salah satu sisi lapisan (substrate) dielektrik yang memiliki bidang dasar
(ground plane) di sisi lain seperti yang ditunjukan pada Gambar 2.2. Bidang pada umumnya
terbuat dari bahan seperti tembaga atau emas dan dapat mengambil banyak kemungkinan bentuk.

Gambar 2 Struktur bidang antena mikrostrip.

Radiasi pada bidang mikrostrip yang utama karena bidang rambatannya antara tepi
bidang dan bidang dasar. Untuk mendapatkan antena yang baik, tebal sebuah lapisan dielektrik
memiliki konstanta dielektrik yang rendah karena hal ini memberikan efisiensi yang lebih baik,
lebar pita lebih besar dan radiasi yang lebih baik. Namun, konfigurasi seperti ini menyebabkan
ukuran antena yang lebih besar. Dalam rangka untuk merancang sebuah bidang antena
mikrostrip yang seimbang, konstanta dielektrik yang digunakan harus lebih tinggi sehingga
mengurangi efisiensi dan menghasilkan lebar pita lebih sempit. Oleh karena itu, keseimbangan
harus dicapai antara dimensi antena dan kinerja antena.
KARAKTERISTIK ANTENA
1. Antena Mikrostrip
Antena mikrostrip merupakan salah satu jenis antena yang mempunyai kelebihan
dalam hal bentuk yang sederhana, ringan dan dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan.
Penggunaan antena mikrostrip sangat cocok digunakan untuk aplikasi-apikasi yang
membutuhkan antena yang compact seperti yang telah diaplikasikan pada pesawat terbang,
pesawat ruang angkasa, satelit, dan peluru kendali. Secara umum antena mikrostrip terdiri
dari 3 elemen, yaitu : element peradiasi (radiator), susbstrat, dan element pentanahan
(ground) seperti pada gambar 1.

Gambar 3. Bentuk Umum Antena Mikrostrip Beserta Elemen Peradiasinya


Elemen peradiasi (radiator) atau biasa disebut patch berfungsi untuk meradiasikan
gelombang elektromagnetik dan terbuat dari lapisan logam (metal) yang memiliki ketebelan
tertentu. Patch merupakan lapisan teratas dari substrat, lapisan ini biasanya terbuat dari
konduktor. Pada lapisan ini akan dibentuk menjadi suatu bentuk tertentu untuk mendapatkan
suatu pola radiasi seperti yang diinginkan. Patch berfungsi sebagai pemancar. Patch dan
saluran pencatu biasanya terletak di atas substrat.
Elemen substrat (substrate) berfungsi sebagai bahan dielektrik dari antena mikrostrip
yang membatasi elemen peradiasi dengan elemen pentanahan. Elemen ini memiliki jenis

yang bervariasi yang dapat digolongkan berdasarkan nilai konstanta dielektrik (r) dan
ketebalannya (h). Kedua nilai tersebut mempengaruhi frekuensi kerja, bandwidth dan juga
efisiensi dari antena yang akan dibuat. Ketebalan substrat jauh lebih besar daripada
ketebalah konduktor metal peradiasi. Semakin tebal substrat maka bandwidth akan semakin
meningkat, tetapi berpengaruh terhadap timbulnya gelombang permukaan (surface wave).
Gelombang permukaan pada antena mikrostrip merupakan efek yang merugikan karena
akan mengurangi sebagian daya yang seharusnya dapat digunakan untuk meradiasikan
gelombang elektromagnetik ke arah yang diinginkan [3].
Elemen pentanahan (ground) berfungsi sebagai ground bagi sistem antena
mikrostrip. Elemen pentanahan ini umumnya memiliki jenis bahan yang sama dengan
elemen peradiasi yaitu berupa logam tembaga dan berfungsi untuk memantulkan sinyal yang
tidak diinginkan [4].
Antena mikrostrip ini memiliki beberapa keuntungan dibandingakan dengan antena
lainnya yaitu :
a. Low profile , mempunyai ukuran yang kecil dan ringan.
b. Mudah difabrikasi.
c. Dapat berdiri dengan kuat ketika diletakkan pada benda yang rigid.
d. Polarisasi linier dan sirkular mudah didapat dengan feeding yang sederhana.
e. Dapat digunakan untuk aplikasi dual polarisasi , dual band frekuensi, maupun triple band
frekuensi.
f. Feed line dan matching network dapat difabrikasi langsung dengan struktur antena.
Akan tetapi selain kelebihan-kelebiahan yang telah disebutkan diatas, antena mikrostrip juga
memiliki beberapa kekurangan-kekurangan, diantaranya :
a. Mempunyai efisiensi yang rendah.
b. Mempunyai gain yang rendah.
c. Mempunyai kemurnian polarisari yang rendah.
d. Bandwidth sempit.
e. Dapat terjadi radiasi yang tidak diinginkan pada feed line nya.
f. Timbulnya surface wave (gelombang permukaan).
2. Antena Mikrostrip Array Patch Persegi Panjang
Antena mikrostip dengan patch elemen tunggal memiliki pola radiasi yang lebar dan
menghasilkan directivity dan nilai gain yang kurang baik. Untuk itu dibuat suatu teknik

berupa pengabungan/penyusunan beberapa antena dipole yang berupa pacth persegi


panjang. Teknik dari penyusunan patch inilah yang disebut dengan array. Dengan
menggunakan teknik array ini maka arah pancaran yang diterima dapat terpusat dan nilai
gain yang didapatkan lebih baik. Array antena dengan menggunakan teknologi mikrostrip
memiliki kelebihan dari sisi pencatuan dan efisiensi [2].
Penggabungan beberapa patch pada antena mikrostrip bisa menyebabkan kondisi
unmatched yang akan berpengaruh pada pancaran yang dihasilkan, maka yang perlu
diperhatikan untuk mengatasinya adalah memperhatikan dimensi antena yang berupa lebar
strip, panjang strip, panjang dan lebar saluran transmisi serta jarak antar patch. Antena
mikrostrip array terdiri dari beberapa patch, dengan jumlah patch adalah 2n.
3. Karakteristik Bahan yang Digunakan
Pada pembuatan tugas besar ini digunakan bahan-bahan untuk patch, substrat dan grounding
yang berbeda.
a. Patch, saluran pencatu dan Grounding
Untuk patch/peradiasi digunakan material bahan berupa copper (annealed) dengan
spesifikasi bahan seperti gambar 2. Dan untuk ketebalan patch, saluran pencatu dan
grounding yang digunakan adalah setebal 0,035 mm.

Gambar 4. Spesifikasi bahan copper untuk bahan patch, saluran pencatu dan grounding
b. Substrat
Untuk substrat digunakan material bahan berupa FR-4 (lossy) dengan spesifikasi bahan
seperti gambar 3. Dan untuk ketebalan substrat yang digunakan adalah setebal 1,6 mm.

Gambar 5. Spesifikasi bahan FR-4 (Lossy) untuk bahan substrat


Unjuk kerja Antena Mikrostrip
Desain Antena Mikrostrip. Perancangan antena mikrostrip bow-tie ini menggunakan frekuensi
yang bekerja pada 3,110,6 GHz. Parameter yang akan digunakan dalam desain antena

mikrostrip bow-tie ini adalah konstanta dielektrik, ketebalan substrat, sudut patch, impedansi
masukan. Secara umum nilai frekuensi kerja yang digunakan akan menentukan fisik dari dimensi
antena, semakin tinggi frekuensi maka dimensi antena akan semakin kecil. Antena array
merupakan sebuah teknik penyusunan patch antena yang berbentuk rektangular untuk
mendapatkan respon frekuensi yang diinginkan. Sebelum melakukan perancangan terlebih
dahulu melakukan perhitungan panjang dan lebar patch.
SOFTWARE CST
CST MICROWAVE STUDIO (CST MWS) adalah software yang dapat digunakan untuk
membuat desain dan menganalisis dari semua jenis sistem antena. Tools ini sangat membantu
seorang desainer antena melakukan analisa parameter antena, perhitungan SAR, perhitungan
fasa, directivity atau mengkaji antena tunggal atau array dalam 3D, polar dan koordinat cartesius.
Fitur yang disajikan pada perangkat lunak ini memudahkan dalam analisis elektromagnetik. CST
Microwave Studio 2011 merupakan bagian dari studio design CST yang menawarkan sejumlah
pemecahan masalah yang berbeda untuk berbagai jenis aplikasi. Hal ini didasarkan pada teknik
integrasi terbatas (FIT) diperkenalkan dalam elektrodinamika lebih dari tiga dekade lalu. Metoda
ini efisien untuk sebagian besar jenis aplikasi frekuensi tinggi seperti konektor, jalur transmisi,
filters, antena, dan banyak lagi.

DAFTAR PUSTAKA
1. Mahyuddin, F. (2011). BAB II TEORI DASAR ANTENA DAN KOMUNIKASI SELULAR.
Sumatra Utara: Univeristas Sumatra Utara.

2. Batubara, A. (n.d.). BAB II DASAR - DASAR ANTENA. Sumatera Utara: Universitas


Sumatera Utara.
3. Pramono, S. (2011). RANCANG BANGUN LINEAR TAPERED SLOT ANTENA DENGAN
PENCATUAN MICROSTRIP LINE UNTUK APLIKASI WRAN 802.22. Depok: Universitas
Indonesia.