Anda di halaman 1dari 23

PENGAMAN DISTRIBUSI

20 KV

7.1. PENYEBAB GANGGUAN HUBUNG SINGKAT


Pada SUTM
AWAN

AWAN

PETIR

RANTING
POHON

I (DARI SUMBER)

97

7.2. PENGARUH ARUS GANGGUAN HUBUNG


SINGKAT TERHADAP SISTEM TENAGA LISTRIK
TRAFO DAYA

51

51

51G

51G

3 FASA
1 FASA-TANAH

51N

TEGANGAN DI BUS 20 KV TURUN


PENGARUH TEGANGAN TURUN DIRASAKAN OLEH SEMUA FEEDER

YANG

TERSAMBUNG PADA BUS BERSAMA.


SAAT TERJADI GANGGUAN HS BERPENGARUH PADA TRAFO TENAGA DAN GEN
SAAT PMT TERBUKA TEGANGAN NAIK.
GANGGUAN HS 1 FASA KETANAH DAPAT MENAIKAN TEG PADA FASA
SEHAT.

YANG

98

7.3. HUBUNGAN PARALEL ANTAR PUSAT LISTRIK


V < 20 kV

PLTD A

V<20 kV

6
3

PLTD B

SAAT TERJADI GANGGUAN DI SALAH SATU FEEDER,

ADA SUMBANGAN ARUS DARI PLTD A DAN PLTD B KETITIK GANGGUAN.

RELAI DI 3 DAN 5 AKAN TRIP

RELAI DI 1 & 6 AKAN PICK UP

JIKA SETELAN RELAI ANTARA KEDUA PUSAT LISTRIK TIDAK SESUAI, AKA
TERJADI BLACK OUT (SELURUH PUSAT LISTRIK PADAM)

99

7.4. GANGGUAN HUBUNG SINGKAT

IF

PLTD A

FCO

Gangguan HS

20 kV

IF>>

Saat terjadi gangguan hubung singkat dijaringan 20 kV di salah satu feede


Yang mempunyai FCO--- FCO trip.

Saat FCO trip dalam tabung terjadi arcing yang waktunya melebihi waktu s
Yang dapat tripkan Rele di outgoing.

100

Lanjutan 7.4.
GANGGUAN YANG TERJADI:
GANGGUAN 3 : bisa terjadi
pada fasa R , S dan T terhubung singkat

GANGGUAN 2 FASA : bisa terjadi antara


fasa R & S,
fasa T & S atau
R & T terhubung singkat

GANGGUAN 2 FASA KE TANAH: bisa terjadi antara


fasa R & S,
fasa T & S ke tanah atau
fasa R & T ke tanah

GANGGUAN 1 FASA KE TANAH: bisa terjadi antara


fasa R ke tanah
fasa S - ke tanah atau
fasa T - ke tanah

101

7.5. SISTEM PENGAMAN PADA SISTEM


DISTRIBUSI
A

1. Differential Relay Pengaman Utama Gen dll.


2. Differential Relay Pengaman Utama Trafo dll.
3. Over Current Relay Trafo sisi 150 KV Pengaman Cadangan Lokal T
Pengaman Cadangan Jauh Bus B.
4. OCR dan GFR Trafo sisi 20 kV Pengaman Utama Bus B1 Pengaman
Cadangan JAuh saluran BC.
5. OCR dan GFR di B2 Pengaman Utama saluran BC Pengaman Cadan
Jauh saluran CD.
6. OCR dan GFR di C Pengaman Utama saluran CD Pengaman Cadan
Jauh seksi berikut.
102

7.6. WIRING DIAGRAM OVER CURRENT RELAY &


GROUND FAULT RELAY
TRAFO
6,3/20 KV

PMT

NGR

TRAFO 6,3/20 KV

CT

Jaringan distribusi

OCR/GFR

PMT

CT

ON
NGR

OCR

OCR OCR

RELAY
GFR

103

7.7. CARA KERJA OCR


PADA SAAT HUBUNG SINGKAT 3 FASA
TRAFO 6,3/20 KV

PMT

CT

HUBUNG
SINGKAT
3 FASA

ON
OFF
NGR

OCR

OCR

OCR

GFR

Gangguan terjadi pada fasa R,S dan T.


Arus gangguan hubung singkat mengalir di jaringan.
Karena arus tersebut > dari ratio CT pada sekunder CT mengalir arus.
Masuk ke OCR -- OCR memasok arus ke PMT-- PMT trip.
104

Lanjutan 7.7.

PMT

TRAFO 6,3/20 KV

CT

R
HUBUNG
SINGKAT
1 FASA

3Io

S
T

ON
OFF
NGR

OCR

OCR

OCR

GFR

Gangguan HS terjadi pada fasa T, arus mengalir masuk ke GFR - PMT trip
105

7.8. PERALATAN PENGAMAN PADA JARINGAN 20


kV
Pengaman Gangguan Antar Fasa (OCR)
Pengaman Gangguan Satu Fasa Ketanah (GFR)
Cara kerja:
CT

Penyulang
Gangguan
CT mentransfer besaran primer
ke besaran sekunder
Rele detektor hanya bekerja+
-

dengan arus kecil akurat


Perlu sumber Volt DC untuk tripping PMT
Karakteristik bisa dipilih
Definite, Inverse, Very-Inverse atau
Extreemely Inverse.
106

7.9. RELE ARUS LEBIH SEKUNDER

Elektromekanis
Sederhana Definite, (instant)
Rele definite hanya menyetel waktu
Saat terjadi gangguan hubung singkat arus
dari CT masuk ke kumparan Rele.
Selenoid yang dililit kumparan akan menjadi

Setelan
waktu

magnit dan kontak akan ditarik kebawah.

lamanya kontak menyentuh switch tergantung


setting waktunya

107

Lanjutan7.9.

Karakteristik Inverse
Rele inverse menyetel waktu & arus
Saat terjadi gangguan hubung singkat arus

dari CT masuk ke kumparan Rele


Selenoid yang dililit kumparan akan mem
bentuk , fluks terpotong oleh piringan,
piringan berputar.

Lamanya kontak menyentuh switch tergantung


setting waktunya

108

Lanjutan7.9.
Elektrostatik
CT

Rect

Kontak
Output

Set timer
Comp
C

Set I (arus)

Arus gangguan hubung singkat masuk ke CT.


Arus ini di searah kan di Rectifier dan arus searah di terusk
ke comp.
Kapasitor digunakan menambah arus yang masuk coil tripp

109

7.10. KARAKTERISTIK RELAY


Karakteristik Relay : - Definite
- Invers
- Instant
t (detik)

KARAKTERISTIK TUNDA WAKTU


TERTENTU ( DEFINITE TIME )

t SET

I SET

I (ampere)

Karakteristik definite time: bisa di setting arus besar setting waktu kecil
110

7.11. KARAKTERISTIK KOMBINASI INSTANT


DENGAN TUNDA WAKTU INVERSE

t (detik)

I SET

I SET MOMENT

I (ampere)

Digunakan untuk setting inverse dan moment


111

7.12. KARAKTERISTIK INSTANT = MOMENT


T (detik)

t SET
I SET MOMENT

I (ampere)

PADA KARAKTERISTIK INSTANT MEMPUNYAI WAKTU


MINIMUM: 40 s/d 80 milisecond DENGAN ARUS YANG BESAR

Digunakan: untuk back up pada pengaman distribusi


112

7.13. PERHITUNGAN ARUS GANGGUAN HUBUNG


SINGKAT

JARINGAN RADIAL SINGLE


KOORDINASI DENGAN O.C INVERSE

SUMBER
KIT

TRAFO UNIT/
TRAFO DAYA

51

51

51

51

51G

51G

51G

51G

51N

PERHITUNGAN KOORDINASI SELALU DIMULAI DARI RELAI


PALING HILIR, DAN BERGERAK KE HULU

113

Lanjutan7.13.
UNTUK : GANGGUAN HUBUNG SINGKAT 3 FASA
GANGGUAN HUBUNG SINGKAT 2 FASA
GANGGUAN HUBUNG SINGKAT 2 FASA KETANAH
GANGGUAN HUBUNG SINGKAT SATU FASA KETANAH
HUKUM OHM
RUMUS DASAR YANG DIGUNAKAN ADALAH

I=

V
Z

I = ARUS GANGGUAN H.S


V = TEGANGAN SUMBER
Z = IMPEDANSI DARI SUMBER
KETITIK GANGGUAN,
IMPEDANSI EKIVALENT

BIASANYA NILAI IMPEDANSI EKIVALENT INI YANG


MEMBINGUNGKAN PARA PEMULA.

114

Lanjutan7.13.
DARI KETIGA JENIS GANGGUAN, PERBEDAANNYA ADA PADA
UNTUK GANGGUAN 3 FASA

: IMPEDANSI YANG DIGUNAKAN


ADALAH IMPEDANSI URUTAN
POSITIF
NILAI EKIVALEN Z1
TEGANGANNYA ADALAH E

UNTUK GANGGUAN 2 FASA

FASA

: IMPEDANSI YANG DIGUNAKAN


ADALAH JUMLAH IMPEDANSI
URUTAN POS. + URUTAN NEG.
NILAI EKIVALEN Z1 + Z2

UNTUK GANGGUAN 2 FASA KETANAH :

TEGANGANNYA ADALAH E

FASA-FASA

IMPEDANSI YANG DIGUNAKAN


ADALAH JUMLAH IMPEDANSI
URUTAN POS. + URUTAN NEG. +
URUTAN NOL
NILAI EKIVALEN

Z 1 + Z2 * Z 0
Z 2 + Z0

UNTUK GANGGUAN 1 FASA KETANAH :

IMPEDANSI YANG DIGUNAKAN


ADALAH JUMLAH IMPEDANSI
URUTAN POS. + URUTAN NEG. +
URUTAN NOL
NILAI EKIVALEN

Z 1 + Z 2 + Z0

TEGANGANNYA ADALAH

FASA

115

Lanjutan7.13.
PERHITUNGAN ARUS GANGGUAN :

GANGGUAN TIGA FASA

RUMUSNYA
:
:

I =

V
Z

V = TEGANGAN FASA - NETRAL


Z = IMPEDANSI Z1 ekivalen

GANGGUAN DUA FASA

RUMUSNYA
:
:

I =

V
Z

V = TEGANGAN FASA - FASA


Z = IMPEDANSI ( Z1 + Z2 ) ekivalen

116

2.8. PENGAMAN TEMPERATUR GENERATOR

GANGGUAN DUA FASA - KETANAH :


RUMUSNYA :

I =

V = TEGANGAN FASA - FASA

Z = IMPEDANSI Z1 + Z2 * Z0 ekivalen
Z2 + Z0

GANGGUAN SATU FASA KETANAH :


RUMUSNYA :

I =

V = 3 x TEGANGAN FASA

Z = IMPEDANSI ( Z + Z + Z ) eki
1
2
0

117

7.14. SETELAN Tms DAN WAKTU PADA RELAY


INVERS
I k
t x fault 1
ISET

Tms
0,14
0,14 Tms

IFAULT

ISET

detik

Faktor k tergantung pada kurva arus waktu, sebagai berikut:


Nama kurva
IEC standard Inverse

IEC very Inverse


IEC Extremely Inverse

IEEE standard Inverse


IEEE Short Inverse
IEEE Very Inverse

0.02

EEE inverse
IEEE Extremely Inverse

0,02
2
0.02
2
2
2

t
= Waktu trip (detik).
Tms = Time multiple setting.
Ifault =

Besarnya arus gangguan Hub Singkat (amp)

Setelan over current relay (inverse) diambil arus gg hub singkat terbesar.
Setelan ground fault relay (inverse) diambil arus gangguan hub singkat terkec
ISET =

Besarnya arus setting sisi primer

Setelan over current relay (Invers) diambil 1,05 s/d 1,1 x Ibeban
Setelan ground fault relay (inverse) diambil 0,06 s/d 0,12 x arus gg hub singka

118