Anda di halaman 1dari 1

GLOSARI GEOLOGI MIGAS

1. TOC
: Total Organic Carbon : kuantitas dari karbon organic yang
terendapkan dalam batuan tersebut.
2. Maseral
: Unsur organic yang terdapat di dalam batubara dan bagian
terkecil dari batubara yang bisa teramati dalam mikroskop.
3. Kerogen
: Kualitas karbon organic yang terendapkan dalam batuan tersebut.
4. Bitumen
: Cairan kental yang merupakan senyawa hidrocarbon yang sedikit
mengandung sulfur oksigen dan klor. Bahan hidrokarbon yang bersifat melekat berwarna
hitam kecoklatan tahan terhadap air dan viso-elastis.
5. Oil Prone
: Kualitas dari batuan induk yang lebih menggenerasikan minyak
daripada gas.
6. Oil Window
: Temperatur yang bergantung pada interval di bawah permukaan
ketika minyak tergenerasi dan expeld dari batuan induk.
7. Gas Window
: Temperatur yang bergantung pada interval di bawah permukaan
ketika gas tergenerasi dan expeld dari batuan induk.
8. Gas Prone
: Kualitas dari batuan induk yang lebih menggenerasikan gas
daripada minyak.
9. Degree API
: Satuan yang digunakan untuk menyatakan berat jenis minyak,
dan digunakan sebagai dasar klasifikasi minyak paling sederhana.
10. S1
: Jumlah HC volatile bebas di dalam sampel
11. S2
: Jumlah HC dari hasil pirolisis
12. S3
: Jumlah CO2 di dalam sampel
13. Tmax
: Temperatur yang dicapai untuk mendapatkan nilai S2
14. Reflectance Vitrinite : Indikator kematangan batuan induk yang paling sering digunakan
dilambangkan dengan Ro (Reflectance in oil). Berdasarkan jumlah pantulan vitrinite
15. Brent Oil and WTI : Brent (Eropa dan pasar OPEC) klasifikasi dari sweet light crude
oil yang menjadi standar harga minyak dunia. WTI (West Texas Intermediate) berasal
dari Amerika.
16. TAI (Thermal Alteration Index) : Indikator kematangan menggunakan data polen dan
spora.
17. Aromatik
: Senyawa hidrokarbon dengan ikatan tunggal dan ikatan rangkap
diantara atom-atom karbonnya.
18. PI
: Production Index (S1+S2)
19. HI
: Hydrogen Index (S2/TOC)*100
20. OI
: Oxygen Index (S3/TOC)*100