Anda di halaman 1dari 1

Tax Incidence atau Beban Pajak adalah pajak yang berasal dari pemerintah yang selanjutnya akan dibebankan kepada konsumen dan/atau produsen. Beban pajak ditentukan dalam jangka pendek berdasarkan elastisitas pemintaan dan penawaran.

Beban pajak biasanya terdapat pada kelompok komoditas yang memiliki kurva harga-kuantitas paling inelastis yang menunjukkan elastisitas kurang dari satu (d 1). Artinya, persentase perubahan jumlah barang lebih kecil daripada perubahan harga barang. Contoh dari beban pajak adalah bayangkan pajak Rp1.000 yang ditetapkan pemerintah untuk setiap barel minyak bumi yang ditambang penambang, bila produk minyak bumi bersifat inelastis (perubahan harga tidak terlalu mempengaruhi jumlah permintaan) maka penambang dapat membebankan beban pajak sejumlah Rp1.000 tersebut kepada konsumen yang akan membeli minyak bumi dengan menaikkan harga minyak bumi sebesar Rp.1000. Di contoh ini, konsumen menanggung seluruh beban pajak (tax incidence). Di sisi lain, bila penambang tidak dapat menaikkan harga karena harga minyak bumi yang bersifat elastis (kebalikan dari inelastis) maka penambang harus menanggung sendiri beban pajak Rp.1000 yang dibebankan oleh pemerintah dan mempengaruhi factor-faktor produksi yang digunakan seperti tenaga kerja yang harus digaji dan jumlah modal atau penambang minyak bumi akan menghadapi pendapatannya yang masuk berkurang. Jika penambang dapat menaikkan harganya kurang dari Rp.1000, konsumen dan produsen dapat membagi beban pajaknya dengan menggunakan kalkulasi

pass-through

fraction.

Pass-through fraction untuk Pembeli memiliki rumus

fraction. Pass-through fraction untuk Pembeli memiliki rumus Pass-through fraction untuk Penjual memiliki rumus
fraction. Pass-through fraction untuk Pembeli memiliki rumus Pass-through fraction untuk Penjual memiliki rumus

Pass-through fraction untuk Penjual memiliki rumus

Keterangan:

Es: elastisitas penawaran

Faktor-faktor penyebab tax incidence:

Ed: elastisitas permintaan

Semakin elastis kurva harga-kuantitas semakin banyak penurunan jumlah barang yang diperjualbelikan sebagai akibat dari pemungutan pajak penjualan oleh pemerintah.

Semakin elastis kurva harga-kuantitas, semakin banyak beban pajak penjualan yang akan ditanggung penjual.

Semakin inelastis kurva harga-kuantitas semakin banyak beban pajak yang akan ditanggung oleh para pembeli.

Apabila kurva harga-kuantitas adalah elastis sempurna maka seluruh pajak penjualan dibayar oleh penjual.

Apabila kurva harga-kuantitas tidak elastis sempurna maka seluruh pajak penjualan ditanggung pembeli.