Anda di halaman 1dari 12

BAB 1 (PENDAHULUAN)

A.Rumusan masalah
1. Definisi struktur politik dan pembagiannya
2. Pengertian sistem politik
3. Ciri dan model sistem politik
4. Perkembangan sistem politik di Indonesia
5. Peran serta masyarakat dalam sistem politik Indonesia

B.Tujuan penulisan
1. Untuk melengkapi tugas makalah PKN mengenai sistem
politik
2. Untuk memenuhi tanggung jawab dalam mengerjakan
tugas
3. Memberikan informasi mengenai masalah-masalah
sistem politik

BAB 2 (PEMBAHASAN MASALAH)


1. Definisi stuktur politik dan pembagiannya
Stuktur politik didefinisikan sebagai suatu pola interaksi yang dianggap sah dan tata
masyarakat dipertahankan serta dipelihara.Dengan kata lain,struktur politiklah yang
menjalankan fungsi-fungsi politik.

Ada dua struktur politik,yaitu suprastruktur politik yang merupakan bentuk kompleks
dari hal-hal yang bersangkut paut dengan kehidupan lembaga-lembaga Negara yang
ada,fungsi dan wewenang lembaga-lembaga tadi serta hubungan kewenangan atau
kekuasaan antara lembaga yang satu dengan lembaga yang lain.Dan Infrastruktur
politik yang merupakan kompleksitas dari hal-hal yang bersangkut paut dengan
pengelompokan warga negara atau anggota masyarakat kedalam berbagai macam
golongan yang biasanya disebut sebagai kekuatan social politik dalam masyaraka.

2. Pengertian sistem politik


Sistem politik terdiri dari dua kata,yaitu sistem dan politik.Sistem adalah suatu
kesatuan dari bagian-bagian yang satu sama lain saling bergantung.sedangkan politik
adalah pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan,segala urusan dan
tindakan mengenai pemerintah negara atau terhadap negara lain.
Dari kedua pengertian diatas,maka dapat disimpulkan bahwa sistem politik berarti
membicarakan kehidupan politik masyarakat dan kehidupan politik pemerintah
sehingga membentuk suatu struktur politik nasional.

2. Ciri dan model sistem politik

Ciri sistem politik

Seperti yang telah diketahui,sistem politikpun memiliki beberapa ciri.Menurut


Almond,sistem politik,baik yang bersifat modern dan primitive memiliki ciri-ciri
sebagai berikut:
a. Semua sistem politik mempunyai kebudayaan politik
b. Semua sistem politik menjalankan fungsi yang sama walaupun tingkatannya
berbeda-beda,yang ditimbulkan karena perbedaan struktur.
c. Semua struktur politik memiliki spesialisasi,baik pada masyarakat politik
maupun modern dalam melaksanakan banyak fungsi.

Model sistem politik

Ada beberapa model sistem politik pada Negara berkembang,diantaranya sebagai


berikut:

1. Sistem politik otokrasi tradisional Sistem politik ini dicirikan dengan adanya
factor seperti kebaikan bersama,identitas bersama,hubungan
kekuasaan,legitimasi kekuasaan,dan hubungan ekonomi dan politik.
2. Sistem politik Totalite
Sistem politik ini menekankan pada konsensus total dalam masyarakat baik konflik
dengan musuhnya didalam maupun diluar negri.

3. Sistem politik Demokrasi


Sistem politik demokrasi merupakan sistem politik yang memelihara keseimbangan
antara konflik dan consensus.
Dalam Negara-negara berkembang,ada berbagai macam sistim demokrasi yang
digunakan,antara lain:

I.

Berdasarkan ideology

Demokrasi konstitusional

Demokrasi ini merupakan sistim politik demokrasi yang didasarkan pada kebebasan
individu.

Demokrasi rakyat

Merupakan demokrasi yang mencita-citakan kehidupan tanpa kelas social,tanpa


kepemilikan antar pribadi.

II.

Berdasarkan titik perhatian

Demokrasi formal

Yaitu suatu sistem politik demokrasi yang menjunjung tinggi persamaan dalam bidang
politik,tanpa disertai upaya mengurangi/menghilangkan kesenjangan dalam bidang
ekonomi.

Demokrasi materiil

Yaitu sistim politik demokrasi yang dititik beratkan pada upaya-upaya menghilangkan
perbedaan dalam bidang ekonomi,sedangkan persamaan bidang politik kurang
diperhatikan,bahkan kadang dihilangkan.

Demokrasi gabungan

Demokrasi gabungan yaitu,sistem politik demokrasi yang mengambil kebaikan serta


membuang keburukan dari demokrasi
formal dan demokrasi materiil.

3. Perkembangan sistem politik di Indonesia


Sistem politik di Indonesia adalah demokrasi pancasila,yaitu setiap hak-hak dan
kewajiban warga Negara,pelaksanaan hak asasinya bersifat horizontal maupun
vertical.

Perkembangan sejarah,demokrasi Indonesia dapat dibedakan dalam beberapa


masa,yaitu:
a. Masa demokrasi konstitusional,menonjolkan peran parlemen dan partai-partai
politik sehingga disebut demokrasi parlementer.
b. Masa demokrasi terpimpin,muncul beberapa aspek yang menyimpang dari
demokrasi konstitusional secara moral sebagai landasannya.Selain itu,telah
menunjukan beberapa aspek demokrasi rakyat dalam pelaksanaannya.
c. Masa demokrasi pancasila,muncul sebagai demokrasi yang konstitusional
dengan menonjolkan sistem presidensial.Peranan eksekutif terutama pada masa
Orde Baru sangat dominan dalam menjalankan dan mengendalikan jalannya
pemerintahan.
Demokrasi pada masa reformasi secara formal menunjukan sistem
presidensial.Namun,peranan legislative cukup menonjol dalam menjalankan dan
mengendalikan pemerintahan.

3. Peran serta masyarakat dalam sistem politik Indonesia


Rakyat Indonesia hendaknya dapat bersikap positif dalam pengembangan demokrasi
pancasila.seperti halnya berpartisipasi dalam upaya bela Negara.
Dapat juga ditempuh melalui jalan partisipasi politik yang merupakan keikutsertaan
warga Negara biasa berdasarkan kesadaran sendiri guna mempengaruhi proses
pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik.
Partisipasi politik dapat dilakukan dengan dua cara,yaitu:

1. Partisipasi konvensional
Contohnya adalah pemberian suara/voting,kegiatan kampanye,serta kontak priyayi
dengan pejabat politik atau pejabat administrasi pemerintahan.

2. Partisipasi non-konvensional
Contohnya adalah pengajuan petisi,demonstrasi atau unjuk
rasa,konfrontasi,maker,tindakan kekerasan politik terhadap harta benda,tindakan
kekerasan politik terhadap manusia,perang gerilya dan revolusi.
Selain partisipasi diatas,ada pula bentuk partisipasi masyarakat dalam sistem politik
yang lainnya,yaitu:

Partisipasi aktif,yang merupakan kegiatan warga Negara yang senantiasa menampilkan


perilaku tanggapan terhadap berbagai tahapan kebijakan pemerintah.
Partisiasi militant-radikal,yang merupakan kegiatan warga Negara yang senantiasa
menampilkan perilaku tanggap terhadap berbagai kebijakan pemerintah,namun
cenderung menggunakan cara-cara non-konvensional,termasuk didalamnya
menggunakan cara-cara kekerasan.
Partisipasi pasif,yang merupakan kegiatan warga Negara yang menerima atau menaati
begitu saja segala kebijakan pemerintah.

Partisipasi apatis,yang merupakan kegiatan warga Negara yang tidak mau tau dengan apapun
kebijakan yang dibuat pemerintah.

Bab 3 (penutup)

Kesimpulan :

Dari uraian-uraian materi mengenai sistim politik dapat ditarik kesimpulan bahwa
setiap negara,baik negara maju ataupun Negara berkembang memiliki berbagai
macam sistem politik yang dianut oleh warga Negara tersebut.oleh karena itu,kita
sebagai warga Negara Indonesia yang baik,harus mendukung jalannya sistem politik
Negara kita,yaitu sistem politik demokrasi pancasila,agar kedaulatan Negara serta
keutuhan NKRI tetap terjada berdasarkan kesatuan dan persatuan.

Cukup sekian hasil diskusi dari kelompok kami.Kami sadar,manusia


memang gudangya salah.Oleh karena itu,kami meminta maaf atas segala
kesalahan pengetikan atau pelafalan hasil diskusi yang kami sampaikan mengenai
sistem politik.
Wassallamuallaikuk wr.wb.

Daftar pustaka
Arbit Sanit.2002. Sistem politik Indonesia. Jakarta: Grafindo pustaka.
Mirriam Budiardjo.2001. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama.
http://gilangdana.blogspot.co.id/2013/04/sistem-politik.html

Pkn Pengertian sistem hukum


Pengertian Hukum
Arti hukum secara etimologi (bahasa): bimbingan/tuntutan/pemerintahan (menurut recht),
mengatur/memerintah (menurut ius), dan mengumpulkan (menurut lex).
Arti hukum menurut pandangan masyarakat:
1.
Hukum dalam arti ketentuan penguasa, maksudnya seperangkat peraturan tertulis yang
dibuat oleh pemerintah melalui badan-badan yang berwenang. Contoh: kepres, UU, perda,
kepmen.
2.
Hukum dalam arti petugas artinya hukum dibayangkan dalam wujud petugas yang
berseragam dan bertindak terhadap orang-orang yang melakukan tindakan-tindakan yang
membahayakan masyarakat. Contoh: polantas, ketika dilalu lintas. Masyarakat memandang
hukum.
3.
Hukum dalam arti tata hukum maksudnya hukum yang berlaku pada suatu negara yang
disebut juga dengan hukum positif. Contoh: hukum perdata, hukum tata negara, hukum pidana,
hukum islam.
4.
Hukm dalam arti sebuah kaedah maksudnya himpunan petunjuk hidup yang mengatur tata
tertib dalam masyarakat dan harus ditaati dalam masyarakat.
5.
Hukum dalam arti gejala sosial yang disebut juga dengan zoon politicon (manusia
tergantung manusia lain).
Defenisi hukum:
1.
Hans kelsen, hukum adalah suatu perintah terhadap tingkah laku manusia.
2.
Paul scholten, suatu petunjuk hidup tentang apa yang layak dilakukan yang bersifat
perintah.
3.
Van kant, hukum adalah keseluruhan aturan hidup yang bersifat memaksa untuk
melindungi kepentingan manusia didalam masyarakat.
4.
Surjana bellefroid, keadaan hukum yang berlaku disuatu masyarakat yang mengatur tata
tertib masyarakat dan didasarkan atas kekuasaan yang ada dalam masyarakat.
Hukum secara umum, hukum adalah kumpulan peraturan-peraturan yang mengatur tingkah laku
manusia tentang apa yang boleh dilakukan atau tidak bersifat memaksa yang mempunyai sanksi
yang tegas dan mempunyai tujuan untuk mencapai keadilan.
Unsur hukum:
1.
Peraturan mengenai tingkah aku manusia dalam peraturan masyarakat
2.
Peraturan yang diadakan oleh badan-badan resmi
3.
Peraturan itu bersifat memaksa
4.
Sanksi peraturannya tegas.
Pembagian hukum
Dilihat dari sumbernya:
a.
Undang-undang
b.
Kebiasaan
c.
Traktat
d.
Yurisprudensi
e.
Doktrin
Dilihat dari sifatnya:

a.
Hukum bersifat memaksa yaitu hukum yang dalam bagaimanapun harus dilaksanakan atau
harus diikuti oleh para pihak.
b.
Hukum bersifat mengatur maksudnya hukum yang dapat dikesampingkan apabila pihakpihak yang dilakukan membuat suatu peraturan dalam suatu perjanjian. Contoh: hukum perdata.
Dilihat dari bentuknya:
a.
Tertulis
Contoh: UU
b.
Tidak tertulis
Dilihat dari daerah berlakunya:
a.
Hukum internasional
b.
Hukum nasional
c.
Hukum asing
Dilihat dari isinya:
a.
Hukum publik, yaitu hukum yang mnegatur kepentingan umum, yang mengatur hubungan
negara dengan perseorangan atau hubungan negara dengan alat perlengkapannya. Contoh:
hukum pidana, hukum perdata.
b.
Hukum privat, yaitu hukum yang mengatur hubungan antara orang dengan orang yang
menitik beratkan pada kepentingan perseorangan. Contoh: hukum perdata > masalah jual beli.
Berdasarkan cara mempertahankannya:
a.
Hukum materiil, yaitu hukum yang mengatur bagaimana perbuatan dapat dihukum dan
hukuman apa yang dapat dijatuhkan.
Contoh: hukum pidana, hukum dagang, hukum perdata, hukum tata usaha negara.
b.
Hukum formil/hukum acara, yaitu hukum yang mengatur cara bagaimana melaksanakan
dan mempertahankan hukum materi.
Tujuan Hukum
Menurut para ahli:
1.
Apeldoorn: mengatur tata tertib dalam masyarakat secara damai dan adil.
2.
Wiryono prodjodikoro: mengadakan keselamatan, kebahagiaan dan tata tertib dalam
masyarakat.
3.
Jeremy betham: untuk memberikan faedah sebanyak-banyaknya. Segala sesuatu yang
mendatangkan kebahagiaan kepada masyarakat.
4.
Van kant: menjaga kepentingan tiap-tiap manusia supaya kepentingan tidak dapat diganggu
gugat.
Teori-teori daripada tujuan hukum:
1.
Teori etis, maksudnya hukum hanya ditempatkan pada wujud keadilan yang semaksimal
mungkin dalam tata tertib masyarakat. Teori ini terdapat pada zaman aristoteles. Aristoteles
mengatakan bahwa keadilan mutlak karena keadilan tidak sama dengan persamaan tetapi berarti
keseimbangan.
2.
Teori utility (yang berguna/bermanfaat), tujuan hukum itu adalah memberikan manfaat
kepada seseorang. Dianut oleh jeremy bentham.
3.
Teori gabungan (1+2), maksud tujuan hukum bukan hanya keadilan, tetapi juga
kemanfatan. Menurut teori ini, bila unsur keadilan saja yang diperhatikan, maka hasilnya
hanyalah ketentuan-ketentuan yang memenuhi keadilan mutlak, tetapi tidak dapat memenuhi
tuntutan dalam masyarakat.
3 unsur yang harus diperhatikan dalam hukum agar berjalan benar, yaitu unsur sosiologis, unsur
yuridis, unsr filsafat.

Hukum itu berlaku harus adanya:


a)
Peraturan
b)
Penegak hukum
c)
Sarana dan prasarana yang mencukupi
d)
Masyarakat sadar akan peraturan
Keadilan hukum terbagi 2:
1.
Keadilan umum, yaitu keadilan menurut kehendak UU yang harus dilaksanakan demi
kepentingan umum.
2.
Keadilan khusus, terbagi 5:

Keadilan distributif, yaitu leadilan yang diberikan kepada setiap orang berdasarkan jasajasanya.

Keadilan komunikatif, yaitu keadilan yang diterima tanpa jasa.

Keadilan indikatif, yaitu keadilan dalam menjatuhkan hukuman/ganti rugi dalam hukum
pidana.

Keadilan kreatuf, yaitu keadilan yang diberikan kepada masing-masing orang oleh
negara, kebebasan untuk menciptakan sesuatu daya kreatifitas dalam bidangnya.

Keadilan protektif, yaitu keadilan yang memberikan pengayoman pada setiap orang.
Sistem Hukum
Sistem hukum adalah suatu susunan dari aturan-aturan hidup yang keseluruhannya terdiri dari
bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain.
Menurut friedman, sistem hukum adalah suatu sstem yang meliputi substansi, hukum, dan
budaya hukum.
Substansi adalah aturan, norma dan pola prilaku manusia yang berada dalam sistem.
Struktur adalah institusionalisasai ke dalam empitas-empitas hukum seperti struktur pengadilan
tingkat pertama, pengadilan tingkat banding, tingkat kasasi, dan jumlah hakim.
Budaya hukum adalah bagian dari kultur pada umumnya, kebiasaan-kebiasaan, opini
masyarakat, dan pelaksanaan cara-cara bertindak dan berpikir.
Secara umum, sistem hukum terbagi 2:
1.
Sistem hukum eropa kontinental, sistem hukum ini berkembang di eropa daratan seperti
belanda, prancs dan termasuk indonesia. Sistem hukum ini disebut juga dengan civil law. Sistem
hukum ini mengutamakan hukum yang memperoleh kekuatan meningkat karena diwujudkan
dalam peraturan-peraturan yang berbentuk undang0-undang dan tersusun secara sistematis
didalam kodifikasi (pembukuan).
Tujuan, kepastian hukum yang hanya dapat diwujudkan dalam tindakan hukum manusia didalam
pergaulan hidup. Dengan tujuan ni, hakim tidak dapat leluasa untuk menciptakan hukum yanh
mempunyai kekuatan yang meningkat.
Fungsi hakim, yaitu menetapkan dan menafsirkan peraturan-peraturan dalam batas-batas
wewenangnya atau hakim merupakan mulut sari undang-undang. Sumber hukumnya: undangundang, peraturan-peraturan, kebiasaan-kebiasaan yang hidup dan diterima sebagai hukum oleh
masyarakat selama tidak bertentangan dengan undang-undang.
Hukum dibagi 2:

Hukum publik, yaitu peraturan-peraturan hukum yang mengatur kekuasaan dan


wewenang penguasa atau negara serta hubungan-hubungan masyarakat dan negara. Yang
termasuk hukum publik: hukum pidana, hukum tata negara, hukum administrasi negara.

Hukum privat, yaitu mencakup peraturan-peraturan yang mengatur tentang hubungan


antara individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

2.
Sistem hukum anglo saxon, sistem hukum ini berkembang di inggris, kemudian meluas ke
AS, kanada, dan australia. Sistem hukum ini disebut juga dengan common law. Sumber sistem
hukum: yurisprudensi, kebiasaan-kebiasaan, peraturan administrasi negara.
Fungsi hukum pada sistem hukum ini, tidak hanya sebagai pihak yang bertugas menetapkan dan
menafsirkan peraturan-peraturan hukum saja, melainkan perannya sangat besar, yaitu
membentuk seluruh tata kehidupan masyarakat.
Hakim mempunyai wewenang yang sangat luas untuk menafsirkan peraturan hukum yang
berlaku dan menciptakan prinsip-prinsip hukum baru yang akan menjadi pegangan bagi hakim
untuk memutuskan perkara yang sejenis. Pada sistem ini, hakim dalam memutuskan suatu
perkara harus mendasarkan putusan kepada prinsip hukum yang sudah ada didalam putusan
hakim lain dari perkara sejenis sebelumnya. Dalam hal tidak ada putusan hakim lain dari perkara
yang ada sebelumnya maka hakim dapat menetapkan putusan baru berdasarkan nilai-nilai
keadilan, kebenaran, dan akal sehat yang dimilikinya.
Segala keputusan hakim berisi alasan dan dalam perkara hukuman harus menyebut aturan
undang-undang dan aturan hukum adat yang dijadikan dasar hukum.
Hukum negara pasal 104 ayat 1 menyebtkan, segala keputusan pengadilan harus berisi alasan
dan dalam perkara hukuman menyebutkan aturan undang-undang dan aturan hukum adat yang
dijadikan dasar hukum.
Hukum adat dalam kongres pemuda 1928, hukum adat sebagai dasar persatuan bangsa, sebagai
dasar perjuangan melawan penjajahan untuk menunjukkan kemerdekaan.
Pandangan masyarakat indonesia terhadap hukum adat:

Hukum adat harus dipertahankan, karena memiliki persyaratan untuk menjadi hukum
nasional, yaitu yang bersifat dinamis serta berasal dari penggalian mendalam secara berabadabad. Sikap ini ditampilkan oleh kaum budayawan, para pemuda adat, serta para pemerhati
hukum adat.

Hukum adat tidak bisa dijadikan hukum utama di indonesia, karena sifat tidak tertulis
sulit dijadikan rujukan serta pedoman dalam menggali sumber hukum.

Adat bisa dijadikan rujukan yang berdampingan dengan hukum tertulis karena keduanya
nyata di indonesia.
https://annisanlatif.wordpress.com/2013/02/24/pkn-pengertian-sistem-hukum/