Anda di halaman 1dari 12

[STUDI POTENSI AIR BAKU BIATAN]

BAB II
KONDISI UMUM LOKASI STUDI

2.1

LETAK GEOGRAFIS DAN ADMINISTRASI


Secara administratifi, Kabupaten Berau terdiri atas 13 Kecamatan yaitu Tanjung Redeb, Gunung
Tabur, Teluk Bayur, Segah, Kelay, Sambaliung, Derawan, Maratua, Tabalar, Biatan, Talisayan,
Batu putih dan Biduk-Biduk. Delapan Kecamatan terakhir merupakan kecamatan yang
memiliki wilayah pesisir dan laut. Kecamatan Batu Putih dan Kecamatan Biatan merupakan
Kecamaan yang terbentuk pada tahun 2005, dan sampai dengan tahun 2012 jumlah kesmatan di
Kabupaten Berau sebanyak 13 kecamatan dengan 100 desa 10 Kelurahan.
Kabupaten Berau memiliki luas wilayah 34.127 Km 2. Letak daerah ini berada tindak jauh dari
Garis Khatulistiwa dengan posisi berada antara 116 o sampai dengan 119o Bujur Timur dan 1o
lintang utara samapai dengan 2033 Lintang Utara. Dengan adaanya perkembangan dan
pemekaran wilayah, Kabupaten Berau merupakan kabupaten terluas kelima setelah kabupaten
kutai kartanegara.
Batas wilayah Kabupaten Berau adalah sebagai berikut :
Wilayah Utara berbatasan dengan Kabupaten Bulungan
Wilayah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Kutai Timur
Wilayah Timur dibatasi oleh laut Sulawesi
Wilayah Barat berbatasan dengan Kabupaten Malinau, Bulungan dan Kutai Timur
Kecamatan Biatan merupakan kecamtan yang luas wilayah darat dan perairan hamper sama
yaitu : Luas Daratan 785 km2 dan Luas Perairan 647,4 km2. Luas Kecamatan Biatan sendiri
seluas 1.432.04 km2. Sedangkan Kecamatan Talisayan memiliki luas wilayah 1.798,00 Km2
dengan luas daratan 1.026,44 Km2 dan perairan 771,56 Km2. Ibukota Kecamatan Talisayan
berada di Desa Talisayan yang berjarak 150 km dari Ibukota Kabupaten.

II - 1

[STUDI POTENSI AIR BAKU BIATAN]

Tabel 2.1. Luas Wilayah dan Jarak dari Ibukota Kabupaten ke Ibukota Kecamatan
Kecamatan

Luas Wilayah (Km2)

Jarak (Km)

Transportasi yag
digunakan

Kelay

6.134,60

125

Darat

Talisayan

1.798,00

150

Darat

Tabalar

2.373.45

91

Darat

Biduk-Biduk

3.002,99

254

Darat

Pulau Derawan

3.858,96

112

Darat

Maratua

4.118,80

65

Air

Sambaliung

2.403,86

Darat

Tanjung Redeb

23,76

Darat

Gunung Tabur

1.987,02

11,6

Darat

Segah

5.166,40

86

Darat

Teluk Bayur

175,70

10

Darat

Biatan

1.432,04

120

Darat

Batu Putih

1.651,42

200

Darat

Sumber : Berau Dalam Angka (2013)

2.2.

LOKASI STUDI
Lokasi studi adalah sumber air (air permukan/sungai) terpilih yang di rencakan untuk mensuplai
kebutuhan air baku. Lokasi Pekerjaan berada di Kecamatan Biatan dan Kecamatan Talisayan
Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur

II - 2

[STUDI POTENSI AIR BAKU BIATAN]


2.3.

KONDISI HIDROLOGI

2.3.1. Karakteristik Hujan


Dalam klimatologi, curah hujan merupakan faktor yang paling dominan dalam menentukan
iklim suatu wilayah. Secara umum rata-rata kejadian hujan yang terjadi di daerah studi memiliki
intensitas hujan dan frekwensi yang normal untuk ukuran wilayah di Indonesia. Rata-rata
jumlah curah hujan tahunan sebesar 2400.14 mm/th dengan frekwensi kejadian hari hujan ratarata 15-20 hari dalam sebulan. Sedangkan intensitas hujan yang terjadi memiliki fluktuasi yang
cukup signifikan antara musim hujan dan musim kering. Pada musim basah intensitas hujan
maksimum dalam sebulan tercatat 578 mm yang terjadi pada bulan Februari, sedangkan
intensitas hujan minimum tercatat 36.10 mm yang terjadi pada bulan Juni. Fenomena bulan
basah adalah mulai bulan Desember Mei, sedangkan bulan kering dimulai dari bulan Juni
November.
Rekapitulasi curah hujan bulanan yang tercatat di stasiun hujan Kalimarau dapat dilihat pada
Tabel 2.2 bawah ini.
Tabel 2.2. Rekapitulasi Data Hujan Bulanan Stasiun Kalimarau

II - 3

[STUDI POTENSI AIR BAKU BIATAN]


Sumber : Stasiun Kalimarau Berau

2.3.2. Kondisi Iklim


Letak goegrafis Kabupaten Berau yang dekat dengan Garis Khatulistiwa menjadikan daerah ini
memiliki iklim tropis, yang akan memiliki curah hujan tinggi dengan hari hujan merata
sepanjang tahun. Intensitas penyinaran matahari yang tinggi menjadikan suhu udara relative
tinggi sepanjang tahun dengan kelembaban udara yang tinggi pula.
Kecamatan Biatan termasuk wilayah beriklim panas, suhu udara rata-rata berkisar 26.68 0C.
Suhu minimum biasanya terjadi pada bulan September yaitu sebesar 21.2 0C, dan suhu
maksimum sebesar 35.80C. Kelembaban udara relatif normal yaitu berkisar 87%. Kelembaban
udara terendah terjadi pada bulan Juli sebesar 52% dan tertinggi pada bulan Januari sebesar
63%. Untuk curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Mei yaitu mencapai 240,5 mm dan
terendah pada bulan April yaitu 86.2 mm. Kecepatan angin berkisar hanya rata-rata 2 5 Knot
pertahun dan termasuk kategori angin teduh. Matahari bersinar sepanjang tahun dengan
intensitas penyinaran rata-rata 31% hingga 79% pertahun.
Sumber Data klimatologi adalah curah hujan dari stasiun Kalimarau. Data ini di dapat dari
stasiun hujan milik Kalimarau Kabupaten Berau Propinsi Kalimantan Timur. Data hujan yang
ada terdiri dari 20 tahun pengamatan dari tahun 1995 sampai tahun 2014.
Data klimatologi merupakan data-data dasar yang diperlukan untuk menentukan Debit Andalan,
Debit Banjir yang didasarkan pada keadaan karakteristik sungai. Data klimatologi yang
diperlukan yaitu Curah hujan (r), temperature (f), kelembaban udara (Rh), penyinaran matahari
(n) dan kecepatan angin (u).
Karakteristik hidrologi suatu daerah ditentukan terutama oleh keadaan geologi, geografi, dan
iklim yang mempunyai peranan penting dalam penentuan karakteristik tersebut. Faktor iklim
yang membentuk ciri-ciri hidrologi suatu daerah, antara lain ialah jumlah dan disribusi
presipitasi (hujan), pengaruh angin, temperature dan kelembaban udara terhadap evaporasi.
Pada pekerjaan ini data iklim yang digunakan untuk analisa adalah stasiun yang terdekat lokasi
II - 4

[STUDI POTENSI AIR BAKU BIATAN]


pekerjaan, yaitu Stasiun Kalimarau, Kabupaten Berau Propinsi Kalimantan Timur.

2.4.

TOPOGRAFI
Keadaan topografi Kabupaten Berau bervariasi berdasarkan bentuk relif, kemiringan lereng dan
ketinggian dari permukaan laut. Wilayah daratan tidak terlepas dari gugusan bukit dan
perbukitan yang terhampar di seluruh wilayah kecamatan. Berbagai tipe hutan utama yang
biasanya terdapat di Pulau Kalimantan, terdapat di Kabupaten Berau. Hutan bakau, hutan rawa
dan rawa gambut dijumpai di sepanjang pesisir dan muara sungai berau. Hutan dipterokapa
daratan rendah terbesar dan bercampur dengan hutan karangas dan hutan kapur daratan rendah.
Di atas ketinggian 1.000 m dpl (diatas permukaan laut) hutan dipterokapa digantikan oleh hutan
pegungungan rendah dan pada puncak tertinggi gunung Mantan (2457 m dpl) terdapat hutan
yang selalu diliputi awan
Topografi Kecamatan Biatan sendiri merupakan salah satu kecamatan yang wilayahnya terletak
di pesisir dan laut, sehingga Kecamatan Biatan memiliki potensi keanekaragaman sumber daya
alam yang cukup tinggi.

2.5.

GEOLOGI
Kondisi geologi Tanjung Redeb1 didominasi oleh batuan sedimen liat berlempung. Di samping
itu terdapat pula batuan endapat. Berdasarkan data Pokok Pembangunan Kabupaten Berau,
Struktur batuan geologi yang ada di wilayah perkotaan Tanjung Redeb terbentuk pada jama
Pretersier hingga jalan Kwarter, yang terdiri dari jenis bantuan Alluvium di Kecamatan
Sambaliung dan Kecamatan Gunung Tabur.

2.6.

KEPENDUDUKAN
Kabupaten Berau tahun 2012 sebesar 193.831 jiwa dibandingkan dengan tahun 2011 yang
hanya sekitar 191.807 terdapat penambahan jumlah penduduk yang diakibatkan oleh kelahiran,
dan penduduk yang datang dari daerah lain. Penambahan penduduk sebesar 2.024 jiwa atau
sebesar 1,05% penambahan atau pekembangan penduduk tak sebesar tahun 2001 yang sebesar
7,11%. Namun didalam teori Populasi penduduk bukan hanya penambahan yang mempengarui
II - 5

[STUDI POTENSI AIR BAKU BIATAN]


perubahan penduduk akan tetapi ada 4 faktor yang mempengaruhinya yaitu : Kelahiran,
Kematian, Datang dan Pindah yang disebut mutasi peduduk.
Di kecamatan Kabupaten Berau yang tertinggi adalah Kecamatan Tanjung Redeb yang juga
merupakan ibu kota kabupaten yaitu sebesar 67.677 jiwa, sementara itu di ikuti Kecamatan
Sambaliung dan Kecamatan Teluk Bayur masing-masing sebesar 25.499 jiwa dan 22,500 jiwa.
Sedangkan kecamatan Maratua memiliki jumlah peduduk yang lebih kecil dibandingkan dengan
ecamatan lainya. Keamatan maratua lebih besar dibandingkan dengan 8 kecamatan lainya.
Kecamatan Kelay sendiri yang memiliki luas wilayah terbesar di Kabupaten Berau hanya
memiliki jumlah penduduk sebesar 4.631 jiwa. Hal ini diebab kan karena persebaran penduduk
di Kabupaten Berau yang tidak merata.
Gambar.2.1. Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan Tahun 2013
80000
70000
60000
50000
40000
30000
20000
10000
Sumber
: Berau Dalam Angka (2014)
0

Penuduk Kecamatan Biatan sendiri pada tahun 2012 bejumlah 5.587 jiwa, sedangkan pada
tauhun 2013 memiliki jumlah penduduk sebanyak 5.756 jiwa, dan rukun tetangga 1.587.
Persentase penduduk perkapung terbesar 40,74% di Kampung Biatan Lempake (pada pusat
kota) dan penduduk terkecil terdalapan pada kampung biatan ulu yang hanya sebesar 1,52% laju
pertumbuhan penduduk Kecamatan Biatan tahun 2012 sebesar 1,52 sedangkan pada tahun 2011
laju pertumbuhan sebesar 8,20. Kepadatan penduduk kecamatan biatan belum merata, masih
tersentra pada kampung yang terdapat didekat wilayah kecamatan dan yang dilewati akses jalan
propinsi.
Sedangkan pada tahun 2013 Kecamatan Talisayan mengalami kenaikan jumlah penduduk
mencapai 11.311 jiwa dari tahun 2012 yang hanya memiliki 10.877 Jiwa jiwa, dengan jumlah
penduduk laki-laki sebesar 6.262 jiwa dan jumlah penduduk perempuan 5.049 jiwa. Adapun
II - 6

[STUDI POTENSI AIR BAKU BIATAN]


perbandingan rasio jenis kelamin dieroleh sebesar 124,02 yang artinya terdapat 124 orang lakilaki diantara 100 orang prempuan.
Tabel. 2.3. Penduduk Kabupaten Berau
Luas Wilayah
Kecamatan

Area

Kepadatan
Penduduk

Penduduk
(Penduduk/Km2)

Kelay
Talisayan
Tabalar
Biduk-Biduk
Pulau Derawan
Maratua
Sambaliung
Tajung Redab
Gunung Tabur
Segah
Taluk Bayur
Batu Putih
Biatan

(Km2)
6.13,60
1.798,00
1.587,45
3.002,99
3.858,96
4.119,54
2.403,85
23,76
1.987,49
5.166,40
176,04
1.651,42
1.432,04

%
18,43
5,40
4,77
9,02
11,59
112,37
7,22
0,07
5,97
15,37
0,53
4,96
7,30

Jumlah
4,754
11.311
5.467
5.447
9.565
3.310
26.594
71.459
16.691
9.673
23.801
7.707
5.756

%
2,37
5,61
2,71
2,70
4,75
1,64
13,19
35,45
8,28
4,80
11,81
3,82
2,86

0,78
6,29
3,44
1,81
2,48
0,80
11,06
3.007,53
8,40
1,87
135,20
4,67
4,02

Kabupaten Berau

33.292,55

100,00

201,565

100,00

5,05

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Berau 2013

Tabel 2.4. Banyaknya Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin, 2013

II - 7

[STUDI POTENSI AIR BAKU BIATAN]

Kelay
Talisayan
Tabalar
Biduk-Biduk
Pulau Derawan
Maratua
Sambaliung
Tanjung Redeb
Gunung Tabur
Segah
Teluk Bayur
Batu Putih
Biatan

Laki-Laki
2.661
6.262
2.968
2.809
5.191
1.714
14.233
37.889
8.937
5.501
12.967
4.225
3.154

Penduduk
Perempuan
2.123
5.049
2.499
2.638
4.374
1.596
12.361
33.570
7.754
4.172
10.834
3.482
2.602

Jumlah
4.784
11.311
5.467
5.447
9.565
3.310
26.594
71.459
16.691
9.673
23.801
7.707
5.756

Kelamin
125.34
124.02
118.77
106.48
118.68
107.39
115.14
112.86
115.27
131.86
119.69
121.34
121.21

Kabupaten Berau

108.511

93.054

201.565

116.61

Kecamatan

2.7.

Rasio Jenis

PENDIDIKAN
Salah satu faktor utama keberhasilan pembangunan di suatu negara adalah tersedianya cukup
seumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Maka melalui jalur pendidikan pemerintah
secara konstan berupaya meningkatkan SDM penduduk, program wajib belaja 9 tahun dan 12
tahun, dan berbagai program pendukung lainya adalah bagian dari upaya pemerintah
mempercepat penigkatan kualitas SDM.
Pada Tahun 2012/2013 jumlah anak bersekolah TK mengalami penurunan dari 5.078 murid
mendaji 3.923 murid. Kondsi ini dimungkinkaan karena mulai di berlakukannya secara tertib
batasan minimal usia maasuk sekolah TK. Pada periode yang sama jumlah anak bersekolah di
SD Negeri mengalami peningkatan yaitu dari 25.574 murid menjadi 25.823 murid, sedangkan
untuk jumlah guru TK dan SD masing-masing 577 orang guru TK, SD negeri 1.783 orang,
Untuk sekolah lanjutan baik lanjutan pertama (SLTP) maupun menengah (SLTA) mengalami
fluktuasi jumlah muridnya. Pada taun 2012/2013 jumlah murid pada tingkat SLTP negeri 8.883
murid sedangkan SLTA negei 5.405 murid.

II - 8

[STUDI POTENSI AIR BAKU BIATAN]


Fasilitas pendidikan tingkat taman kanak kanak di Kecamatan Biatan pada tahun 2014
sebanyak 2 sekolah. TK ini terdapat di Desa Bukit Makmur Jaya dan Desa Biatan Lempake.
Untuk tingkat sekolah dasar terdapat 6 sekolah yang ada di masing masing desa kecuali 2 desa
yaitu Desa Biatan Ulu dan Biatan Ilir. Pada jenjang pendidikan sekolah lanjutan tingkat pertama
terdapat 2 sekolah yaitu SLTP Negeri di Desa Biatan Lempake sa Kampung Manunggal.
Sedangkan untuk jenjang sekolah lanjutan menengah hanya terdapat 1 sekolah di Desa Biatan
Lempake yang gedung sekolahnya masih bergabung dengan SLTP.
Tabel. 2.5. Fasilitas Pedidikan pada Kabupaten Berau
Desa

TK

SD

SLTP

SLTA

Kelay

14

Talisayan

10

Tabalar

Biduk-Biduk

Pulau Derawan

Maratua

Sambaliung

21

29

Tanjung Redeb

19

22

Gunung Tabur

10

16

Segah

11

Teluk Bayur

10

12

Batu Putih

Biatan
Jumlah

2
90

6
152

1
37

1
24

Sumber : Dinas Pendidikan, Pemuda, dan olahraga Kaupaten Berau

2.8.

PROYEKSI PERKEBANGAN MAKRO EKONOMI


Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Berau selama 6 tahun ke depan masih satu sektor yang
sangat menjajikan di masa depan, karna potensinya demikian besar dan merupakan sector yang
II - 9

[STUDI POTENSI AIR BAKU BIATAN]


renewable dengan pertumbuhan yang semakin tahun terus mengalami peningkatan secara dari
kontribusi yang semakin membesar.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Berau selama 6 tahun ke ddepan diproyeksi dengan
pertumbuhan rata-rata selama waktu 2010 2015 sebesar 7,77% per tahun.
2.9.

KESEHATAN
Perkembangan sektor kesehatan meliputi seluruh siklus atau tahapan kehidupan manusia.
Kebijakan pembangunan sector kesehatan adalah bagian yang sangat penting dalam
meningkatakan sumber daya manusia, program kesehatan telah dimulai atau bahkan prioritas
utama pada generasi berikutnya terutama calon bayi (ibu hamil) dan anak-anak yang dibawah
usia lima tahhun.
Sampai dengan tahun 2012 pemerintah telah membangun 17 unit kesehatan masyarakat
(Puskesmas) dan 98 unit Pustu (Puskesmas Pembatu) dan pada tahun 2012 meningkat menjadi
18 unit Puskesmas dan 18 Pustu tersebar di seluruh wilayah oprasional kecmatan termasuk
pedalaman Kabuapaten Berau.
Untuk Kecamatan Biatan Banyaknya penduduk yang berobat di fasilitas kesehatan
menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan penduduk di bidang kesehatan cukup tinggi.
Masyarakat sudah memahami pentingnya kesehatan dalam kehidupan sehari hari.
Hal ini didukung dengan adanya sarana prasarana kesehatan yang tersedia di Kecamatan Biatan.
Seluruh desa di kecamatan ini sudah mempunyai Puskesmas Pembantu, kecuali pada Desa
Biatan Lempake memiliki Puskesmas Induk. Kegiatan Posyandu juga sudah dilaksanakan
dikeseluruhan desa dengan total ada 10 (sepuluh) pos Posyandu.
Tenaga medis dan paramedis juga sudah tersedia pada tiap desa di Kecamatan Biatan, mulai
dari dokter umum sebanyak 2 orang, perawat sebanyak 20 orang, bidan sebanyak 8 orang,
pembantu paramedis sebanyak 2 orah dan dukun bayi yang jumlahnya mencapai 12 orang.

II - 10

[STUDI POTENSI AIR BAKU BIATAN]


Sedangkan prasarana kesehatan untuk Kecamatan Talisayan yaitu berjumlah 1 rumah sakit yang
berada di kelurahan Talisayan, 9 puskesmas pembantu serta 13 posyandu yang tersebar di 10
desa/kelurahan di kecamatan Talisayan.
Tabel. 2.6. Sarana Prasarana Kesehatan Kecamatan Biatan

Desa

Rumah
Sakit

Puskesmas
Induk

Posyand

Pembat

BKIA
-

Biatan Bapinang

u
1

Biatan Baru

Bukit Makmur Jaya

Manuggal Jaya

Biatan Lempake

Biatan Ulu

Karang

Biatan Ilir
Jumlah

1
10

Sumber : BPS Statistik Dearah 2014

2.10.

KOMODITAS DAERAH

2.10.1. Perkebunan
Jenis-jenis tanaman perkebunan yang dikembangkan di Kabupaten Berau antara alain berupa
coklat, lada, kopi, kelapa, dll. Areal perkebunan di Kabupaten Berauu secara keseluruhan pada
tahun 2013 adalah 30.752,15 ha, wilayah tersebar dari luas perkebunan ditanami kelapa sawit
yang memiliki luas tanaman 19.051,02 ha. Produksi terbesar kedua adalah tanaman coklat dan
kelapa yang memiliki luas masing-masing 4.057,03 ha dan 304,3 ha.
Di Kecamatan Biatan Tanaman perkebunan mulai digalakkan, antara lain kelapa sawit, karet
dan lada. Untuk tanaman kelapa sawit hampir sebagian besar penduduk Biatan mempunyai di
tiap pekarangan rumahnya terutama di Desa Biatan Baru dan Desa Biatan Bapinang. Kelapa
sawit ini digunakan sebagian besar masyarakat sebagai pendongkrak kebutuhan hidup.
II - 11

[STUDI POTENSI AIR BAKU BIATAN]


Komoditi kedua adalah karet. Tanaman karet ini terbanyak di wilayah Desa Bukit Makmur Jaya
dan Desa Biatan Ilir. Lahan untuk karet ini cukup luas yaitu sekitar 126 Ha. Selanjutnya adalah
lada atau terkenalnya dengan sebutan Sahang oleh masyarakat Biatan. Produksi lada
terbanyak di Desa Kampung Bukit Makmur Jaya dan Desa Karangan. Harga jual lada ini pada
saat panen raya adalah sekitar Rp.120.000,-/Kg. Harga ini berlaku untuk jenis lada putih dan
lada hitam tanpa dibedakan.
Sedangkan untuk tanaman coklat yang sebenarnya merupakan tanaman perkebunan pertama di
Biatan dan hasil produksinya juga cukup tinggi mulai ditinggalkan dan diganti komoditi lain.
Penyebabnya adalah tanaman coklat ini banyak sekali diserang hama dan harga jualnya tidak
sebanding dengan perawatan.
2.10.2. Perikanan
Produksi ikan segar mengalami peningkatan 1,2% dari 15.695,9 ton di tahun 2012 menjadi
15.884,4 ton di tahu 2013. Sarana penangkapan ikan laut pada tahun 2013 terdiri dari perahu
tanpa motor, perahu dengan motor tempel dan kapal motor, jumlah total armada pada tahun
2013 sebanyak 2.469 unit.
2.10.3. Pertenakan
Populasi ternak pada akhir tahun 2013 di Kecamatan Biatan paling banyak adalah itik, dengan
rincian keseluruhan ternak sebagai berikut; ternak sapi sebesar 445 ekor, ternak kerbau 15 ekor,
ternak babi 13 ekor, ternak kambing 346 ekor, serta ternak itik 1168 ekor.
Untuk kebutuhan ayam potong masyarakat di Kecamatan Biatan masih disuplai oleh kecamatan
lain yang adad di Kabupaten Berau antara lain Kecamatan Sambaliung dan Kecamatan Tanjung
Redeb

II - 12