Anda di halaman 1dari 5

Badan Usaha Milik Negara

Di Indonesia, Badan Usaha Milik Negara adalah badan usaha yang sebagian atau
seluruh kepemilikannya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia. BUMN dapat pula berupa
perusahaan nirlaba yang bertujuan untuk menyediakan barang atau jasa bagi masyarakat.
Pada beberapa BUMN di Indonesia, pemerintah telah melakukan perubahan mendasar
pada kepemilikannya dengan membuat BUMN tersebut menjadi perusahaan terbuka yang
sahamnya bisa dimiliki oleh publik. Contohnya adalah PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
Sejak tahun 2001 seluruh BUMN dikoordinasikan pengelolaannya oleh yang dipimpin
oleh Kementrian BUMN seorang Menteri Negara BUMN.

A. Ciri-ciri BUMN
1. Penguasaan badan usaha dimiliki oleh pemerintah.
2. Pengawasan dilakukan, baik secara hirarki maupun secara fungsional dilakukan oleh
pemerintah.
3. Kekuasaan penuh dalam menjalankan kegiatan usaha berada di tangan pemerintah.
4. Pemerintah berwenang menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
5. Semua risiko yang terjadi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pemerintah.
6. Untuk mengisi kas negara, karena merupakan salah satu sumber penghasilan negara.
7. Agar pengusaha swasta tidak memonopoli usaha yang menguasai hajat hidup orang banyak.
8. Melayani kepentingan umum atau pelayanan kepada masyarakat.
9. Merupakan lembaga ekonomi yang tidak mempunyai tujuan utama mencari keuntungan,
tetapi dibenarkan untuk memupuk keuntungan.
10. Merupakan salah satu stabilisator perekonomian negara.
11. Dapat meningkatkan produktivitas, efektivitas, dan efisiensi serta terjaminnya prinsip-prinsip
ekonomi.
12. Modal seluruhnya dimiliki oleh negara dari kekayaan negara yang dipisahkan.
13. Peranan pemerintah sebagai pemegang saham. Bila sahamnya dimiliki oleh masyarakat,
besarnya tidak lebih dari 49%, sedangkan minimal 51% sahamnya dimiliki oleh negara.
14. Pinjaman pemerintah dalam bentuk obligasi.
15. Modal juga diperoleh dari bantuan luar negeri.
16. Bila memperoleh keuntungan, maka dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.
17. Pinjaman kepada bank atau lembaga keuangan bukan bank.

B. Jenis-jenis BUMN yang ada di Indoesia


1) Perusahaan Perseroan (Persero)
Perusahaan persero adalah BUMN yang berbentuk perseroan terbatas (PT) yang modal/sahamnya
paling sedikit 51% dimiliki oleh pemerintah, yang tujuannya mengejar keuntungan. Maksud dan
tujuan mendirikan persero ialah untuk menyediakan barang dan atau jasa yang bermutu tinggi
dan berdaya saing kuat dan mengejar keuntungan untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Persero yang bergerak di bidang Sumber Daya Alam yang secara tegas dilarang
diprivatisasi oleh UU
Di Indonesia sendiri yang sudah menjadi Persero adalah PT. PP (Pembangunan
Perumahan),PT Bank BNI Tbk, PT Kimia Farma Tbk, PT Indo Farma Tbk, PT Tambang
Timah Tbk, PT Indosat Tbk (pada akhir tahun 2002 41,94% saham Persero ini telah dijual
kepada Swasta sehingga perusahaan ini bukan BUMN lagi), dan PT Telekomunikasi
Indonesia Tbk,Pt.Garuda Indonesia Airways(GIA).
2) Perusahaan Jawatan (Perjan)
Perusahaan Jawatan (perjan) sebagai salah satu bentuk BUMN memiliki modal
yang berasal dari negara. Besarnya modal Perusahaan Jawatan ditetapkan melalui
APBN.
3) Perusahaan Umum (Perum)
Perusahaan Umum(PERUM) adalah suatu perusahaan negara yang bertujuan untuk
melayani kepentingan umum,tetapi sekaligus mencari keuntungan.
Contoh perusahaan umum :
Perum Pegadaian, Perum Jasatirta, Perum DAMRI, Perum ANTARA,Perum
Peruri,Perum Perumnas,Perum Balai Pustaka

C. Manfaat BUMN
1. Memberi kemudahan kepada masyarakat luas dalam memperoleh berbagai alat pemenuhan
kebutuhan hidup yang berupa barang atau jasa.
2. Membuka dan memperluas kesempatan kerja bagi penduduk angkatan kerja.
3. Mencegah monopoli pasar atas barang dan jasa yang merupakan kebutuhan masyarakat
banyak oleh sekelompok pengusaha swasta yang bermodal kuat.
4. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi komoditi ekspor sebagai sumber devisa,baik
migas maupun non migas.
5. Menghimpun dana untuk mengisi kas negara ,yang selanjutnya dipergunakan untuk
memajukan dan mengembangkan perekonomian negara.

Badan Usaha Milik Daerah


Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) adalah perusahaan yang didirikan dan dimiliki oleh
pemerintah daerah. Kewenangan pemerintah daerah membentuk dan mengelola BUMD
ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah
dan kewenangan provinsi sebagai daerah otonom.

A. Ciri-ciri BUMD
1. Pemerintah daerah memegang hak atas segala kekayaan dan usaha
2. Pemerintah daerah berkedudukan sebagai pemegang saham dalam pemodalan perusahaan
3. Pemerintah daerah memiliki wewenang dan kekuasaan dalam menetapkan kebijakan
perusahaan
4. Didirikan peraturan daerah (perda).
5. Dipimpin oleh direksi yang diangkat dan diberhentikan oleh kepala daerah atas pertimbangan
DPRD.
6. Masa jabatan direksi selama empat tahun.
7. Bertujuan memupuk pendapatan asli daerah guna membiayai pembangunan daerah.

B. Contoh BUMD
1.
2.
3.
4.

5.

Contoh BUMD adalah:


Bank Pembangunan Daerah (BPD)
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
Perusahaan Daerah Angkutan Kota (bus kota)
Perusahaan Daerah Angkutan Antarkota (bus AKDP dan AKAP), digunakan dari bulan
Oktober 1991 (UU no. 22 tahun 1991) sampai akhir 1999/awal 2000, dirubah status menjadi
PO (Perusahaan otobus) pada awal tahun 2000, sesuai Pasal 5 ayat 3 UU no. 58 tahun 2000.
Contoh: Menurut pasal 5 ayat 3 UU no. 58 tahun 2000, Perusahaan Daerah Angkutan
Antarkota (PDAAK) Haryanto dirubah statusnya menjadi PO dan diganti nama menjadi
Perusahaan Otobus (PO) Haryanto dan Perusahaaan Daerah Angkutan Antarkota (PDAAK)
Miniarta dirubah statusnya menjadi PO dan diganti nama menjadi Perusahaan Otobus (PO)
Miniarta.
Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PDRPH)

C. Tujuan Pendirian BUMD


1.
2.
3.
4.
5.

Memberikan sumbangsih pada perekonomian nasional dan penerimaan kas negara


Mengejar dan mencari keuntungan
Pemenuhan hajat hidup orang banyak
Perintis kegiatan-kegiatan usaha
Memberikan bantuan dan perlindungan pada usaha kecil dan lemah

Badan Usaha Milik Swasta


BUMS adalah badan usaha yang seluruh modalnya berasal dari pihak swasta yang
dimiliki seseorang atau beberapa orang. BUMS bertujuan untuk mencari keuntungan
seoptimal mungkin, untuk mengembangkan usaha dan modalnya serta membuka lapangan
pekerjaan. Selain berperan dalam menyediakan barang, jasa, badan usaha swasta juga
membantu pemerintah dalam usaha mengurangi pengangguran serta memberi kontribusi
dalam pemasukkan dana berupa pajak.

A. Bentuk BUMS
1. Perusahaan Perseorangan
Suatu bentuk badan usaha yang seluruh modal dan tanggung jawabnya dimiliki oleh
seseorang secara pribadi. Jadi, semua resiko dan kegiatan usaha menjadi tanggung jawab
penuh pengusaha. Contoh : Penginapan, penggilingan padi, toserba, restoran. Untuk
mendirikan perusahaan perseorangan tidak ada undang undang yang mengatur secara
khusus. Namun untuk beberapa jenis usaha, perusahaan perseorangan baru boleh melakukan
aktivitasnya setelah mendapatkan izin dari pemerintah daerah setempat.
Keunggulan perusahaan perseorangan: Pemilik bebas mengatur perusahaan sesuai dengan
pandangannya. Akibatnya pemilik dituntut untuk untuk kreatif dan giat bekerja. Semua
keuntungan bisa dinikmati sendiri..
2. Firma
Suatu persekutuan antara 2 orang atau lebih yang menjalankan usaha dengan 1 nama dan
bertujuan untuk membagi hasil yang diperoleh dari persekutuan itu. Biasanya orang orang
yang mendirikan Firma adalah orang orang yang memiliki hubungan keluarga.
Pendiriannya dilakukan di hadapan notaris dengan membuat akta pendirian sebagai bukti
tertulis. Firma lebih baik daripada perusahaan perseorangan sebab memiliki modal lebih
besar dan dikelola lebih dari 1 orang. Contoh : konsultan hukum dan pengacara
Tabel keuntungan dan kelemahan Firma Kerugian akibat perbuatan salah seorang
pemilik ditanggung juga oleh pemilik lain karena semua risiko firma ditanggung bersama
Kalau ada perbedaan pandangan di antara pemilik, ada kemungkinan timbul perselisihan
dalam keadaan seperti itu, firma sulit mengambil keputusan karena tidak adanya kesepakatan
di antarapara pemiliknya Kelangsungan firma lebih terjamin karena tidak tergantung pada
seseorang saja Dapat dilakukan pembagian kerja dalam kepemimpinan, sesuai dengan
kecakapan para pemilik. Dapat menumpulkan modal yang lebih besar. Risiko firma tidak
hanya ditanggung seorang diri, melainkan ditanggung bersama oleh para pemilik.
3. Persekutuan Komanditer (CV)
CV singkatan dari Commanditaire Vennotschaap yang berasal dari Bahasa Belanda,
dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan istilah persekutuan komanditer. Persekutuan
Komanditer adalah suatu persekutuan yang terdiri atas beberapa orang yang menjalankan
usaha dan beberapa orang hanya menyerahkan modal saja.
Orang yang terlibat dalam CV ini disebut sekutu. Ada 2 jenis sekutu dalam CV yaitu, :
1.) Sekutu aktif / komplementer yaitu sekutu yang menjalankan / memimpin suatu
perusahaan. 2.) Sekutu pasif / komanditer Sekutu yang memercayakan modalnya kepada
sekutu aktif dan tidak bertanggung jawab menjalankan usahanya.

4. Persekutuan Terbatas (PT)


Pt adalah suatu persekutuan antara 2 orang / lebih yang menjalankan usahanya dengan
modal yang diperoleh dari pengeluaran saham. Saham adalah tanda pernyataan modal pada
PT. Pemegang saham / persero bertanggung jawab terbatas, hanya sebesar modal yang
ditanam. Keuntungan bagi persero diberikan dalam bentuk dividen : Pengolahan PT
diserahkan kepada dewan direksi Dalam menjalankan tugasnya, dewan direksi diawasi oleh
dewan komisaris.
Komponen yang memegang kekuasaan tertinggi dalam PT adalah Rapat Umum
Pemegang Saham(RUPS). Dlm RUPS,ditentukan bagaimana kegiatan badan usaha akan
dijalankan, mengangkat, memberhentikan direksi & dewan komisaris serta mengatur
pembagian dividen untuk para

B. Fungsi BUMS
1.
2.
3.
4.

Partner kerja pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat


Partner pemerintah dalam pengelola dan mengolah sumber daya
Salah satu dinamisator dalam kehidupan perekonomian masyarakat
Lembaga ekonomi yang memberikan pelayanan bagi masyarakat.

C. Peran BUMS
1. Membantu pemerintah dalam mengelola dan mengusahakan kegiatan ekonomi yang tidak
ditangani pemerintah.
2. Membantu pemerintah dalam usaha memperbesar penerimaan / penghasilan negara melalui
pembayaran pajak dan devisa nonmigas.

D. Contoh BUMS
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Contoh badan Usaha milik swasta :


PT Pupuk Kaltim
PT Krakatau Steel
PT Aneka Electrindo Nusantara
PT Holcim
PT Union Metal
PT XL. Axiata Tbk
PT djarum
PT Indosat Tbk
PT fastfood Indonesia Tbk (KFC), dll