Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH TUMBUH KEMBANG ANAK

Topik: Aspek dan Faktor Tumbuh Kembang Anak

Disusun oleh :
Lulu Nisa Nur Aprila

(P17431213040)

Maulida Ulfah

(P17431213041)

PRODI D IV GIZI SEMESTER VI


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
Jalan Wolter Monginsidi 115 Pedurungan Semarang 50192
TAHUN AJARAN 2015 /2016
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya kepada kami, sehinggadapat
membuat makalah ini sebagai tugas perkuliahan Tumbuh Kembang Anak yang
kami beri judul Kebutuhan dan Asupan Gizi Atlet Vegetarian.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk
itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini. Khususnya kepada dosen pengampu
mata kuliah Tumbuh Kembang Anak, yang sangat berperan dalam pengarahan
pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan maaf
maupun inspirasi terhadap pembaca.
Semarang, 25 Maret 2016

Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar.....................................................................................................i
Daftar Isi...............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang.............................................................................................1

1.2

Rumusan Masalah........................................................................................2

1.3

Tujuan...........................................................................................................2

1.4

Manfaat.........................................................................................................2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1

Kebutuhan Gizi Atlet....................................................................................3

2.1.1

Makronutrition...........................................................................................

2.1.2

Mikronutrition...........................................................................................

2.2

Vegetarian.....................................................................................................4

2.2.1

Definisi Vegetarian....................................................................................

2.2.2

Jenis Vegetarian.........................................................................................

BAB III PEMBAHASAN


3.1

Asupan Gizi Atlet Vegetarian.......................................................................6

3.1.1

K arbohidrat...............................................................................................

3.1.2

Protein........................................................................................................

3.2

Pengaruh Diet Vegetarian pada Atlet............................................................8

3.3

Peran Pelatih.................................................................................................9

BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan.................................................................................................11
4.2 Saran...........................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Kualitas anak masa kini merupakan penentu kualitas Sumber Daya
Manusia (SDM) dimasa yang akan datang. Pembanguna masa depan
dimulai dengan pembinaan anak masa sekarang. Untuk mempersiapkan
SDM yang berkualitas dimasa yang akan datang maka anak perlu
dipersiapkan agar anak bisa tumbuh dan berkembang seoptimal mungkin
sesuai dengan kemampuannya.
Anak memilki suatu ciri yang khas yaitu yang selalu tumbuh dan
berkembang sejak saat konsepsi sampai berakhirnya masa remaja.hal
inilah yang membedakan anak dari orang dewasa.
Proses tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh banyak faktor.
Faktor-faktor tersebut secara umum dapat dikelompokkan atas faktor
genetik dan faktor non genetik (lingkungan) yang dapat berupa lingkungan
prenatal maupun lingkungan postnatal.

1.2

Rumusan Masalah
a. Bagaimana asupan gizi pada atlet vegetarian ?
b. Apakah pengaruh diet vegetarian pada atlet ?
c. Bagaimana peran pelatih terhadap atlet vegetarian ?

1.3

Tujuan
a. Mengetahui asupan gizi pada atlet vegetarian
b. Mengetahui pengaruh diet vegetarian pada atlet
c. Mengetahui peran pelatih terhadap atlet vegetarian

1.4

Manfaat
Makalah

ini

dapat

dijadikan

bahan

untuk

meningkatkan

pengetahuan di dalam kegiatan pembelajaran dan diharapkan dapat


menjadi referensi tambahan untuk ilmu pengetahuan tentang tumbuh
kembang anak.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Kebutuhan Gizi Atlet

2.1.1

Makronutrition

2.1.2

Mikronutrition

2.2

Vegetarian

2.2.1

Definisi Vegetarian

2.2.2

Jenis Vegetarian

BAB III
PEMBAHASAN
3.1

Asupan Gizi Atlet Vegetarian

3.1.1

Karbohidrat
Diet vegetarian secara alami kaya karbohidrat dengan gandum,
pasta, nasi, sereal, sayuran (termasuk sayuran pati tinggi seperti jagung,
labu dan ubi jalar), dan segar dan buah kering. Semua karbohidrat ini
harus menjadi bagian dari diet atlet."Glikogen" adalah istilah yang
digunakan

ketika

hati.Pasokanenergi

karbohidrat

disimpan

dalam

otot

dan

cadangan glikogen dan karbohidrat dipenuhi

sebelum latihan. Lemak juga digunakan untuk sumber energi selama


latihan tapi karena tidak dapat menyediakan energi yang cukup cepat,
itu bukan sumber bahan bakar untuk serangan keras singkat. Memulai
latihan dengan simpanan glikogen berlebih, dari sebelumnya makanan
kaya karbohidrat, dapat membantu mencegah kelelahan. Seluruh
makanan karbohidrat juga menyediakan serat, protein, vitamin, dan
mineral.
Dalam sebuah jurnal yang berjudul :
NUTRITIONAL CONSIDERATIONS FOR VEGETARIAN
ATHLETES
Susan I. Barr, PhD and Candice A. Rideout, PhD(C)
From the University of British Columbia, Vancouver, British Columbia,
Canada
Jurnal ini membahas mengenai kebutuhan karbohidrat untuk
atlet vegetarian. Hal ini mengingat implikasi kinerja perbedaan jumlah
asupan karbohidrat antara atlet vegetarian dan non-vegetarian,
mengingat pentingnya karbohidrat pada ketahanan kinerja atlet diakui
pola makan nabati

berisi proporsi energi

yang lebih besar dari

karbohidrat. Asupan karbohidrat yang optimal bermafaat bagi atlet yang


terlibat dalam olahraga ketahanan seperti lari jarak jauh.

3.1.2

Protein
Latihan intens atau lama meningkatkan kebutuhan protein. Atlet
vegetarian dengan mudah dapat memenuhi kebutuhan protein yang
disediakan dengan memenuhi kebutuhan energy dan memenuhi dengan
berbagai makanan nabati kaya protein seperti kacang-kacangan, bijibijian dan serealia. Telur dan produk susu dapat dimasukkan sesuai
jenis diet vegetariannya. Atlet vegetarian yang membatasi kalori untuk
menurunkan berat badan harus memenuhi proteinya dengan makan
makanan yang kaya protein di sebagian besar makanannya. Semua atlet
harus makan makanan ringan atau makanan kaya protein dan
karbohidrat setelah latihan keras untuk mempercepat pemulihan dan
mengganti cadangan glikogen. Rekomendasi untuk daya tahan dan
kekuatan atlet terlatih berkisar 1,2-1,7 g / kg berat badan per hari.
FUELING THE VEGETARIAN (VEGAN) ATHLETE
FUHRMAN, J. and D.M. FERRERL Fueling the vegetarian(vegan)
athlete. Curr. Sports Med. Rep., Vol. 9, No. 4, pp. 233-241, 2010.
Didalam jurnal ini mengemukakan bahwa atlet membutuhkan
lebih banyak jumlah protein. Karena selama latihan 5 % energi yang
terbakar adalah protein,keseimbangan

cadangan nitrogen positif

dibutuhkan sebagai bahan baku proses anabolik. Untuk mengganti


kerusakan atau membangun cadangan massa otot. Kurangnya konsumsi
protein menyebabkan keseimbangan nitrogen negative. Ada beberapa
rekomendasi

kebutuhan

protein

atlet.

Sebuah

tinjauan

2004

menyimpulkan bahwa kebutuha atlet sama halnya orang pada umumnya


yaitu 12%-15%dari total kalori, menyesuaikan asupan kalori untuk
memenuhi kebutuhan aktivitas fisik. Untuk itu tidak sulit bagi vegan
sekalipun untuk memenuhi kebutuhan proteinya.

Dilain hal, kelebihan konsumsi protein juga tidak menunjukan


manfaat bagi seorang atlet yang mengkonsumsi lebih dari 2 g/kg BB.
Kelebihan asupan protein dapat mengganggu cadangan kalsium, fungsi
ginjal, kesehatan tulang dan kesehatan kardiovaskuler.
NUTRITIONAL CONSIDERATIONS FOR VEGETARIAN
ATHLETES
Susan I. Barr, PhD and Candice A. Rideout, PhD(C)
From the University of British Columbia, Vancouver, British
Columbia, Canada
Dalam jurnal ini kebutuhan protein pada atlet vegetarian
dipengaruhi oleh intensitas latihannya. Jurnal ini memaparkan bahwa
masih ada kontroversi mengenai penambahan protein bagi atlet
vegetarian diperlukan atau tidak. Namun, Institude of Medicine barubaru ini menyimpulkan bahwa peningkatan kebutuhan protein pada
atlet vegetarian tidak diperlukan. Ini ditujukan untuk vegetarian yang
masih mengkonsumsi produk susu atau telur yang melengkapi protein
nabati. Pemenuhan protein untuk atlet seringkali melebihi batas yang
dianjurkan. Bahkan diet dengan persentase yang relatif rendah energi
dari protein memberikan jumlah banyak protein ketika asupan energi
yang tinggi. Dengan demikian, intake protein yang rendah tidak
mempengaruhi kinerja atlet vegetarian. Kecuali untuk atlet yang diet
rendah protein diet vegan yang juga berusaha untuk membatasi asupan
3.1.3

energy.
Mikronutrien
Besi/ Fe
Besi membawa oksigen dalam darah untuk melatih otot-otot.
Cadangan besi rendah akan mempengaruhi performa. Atlet vegetarian
dapat memenuhi kebutuhan zat besi tanpa suplemen jika mereka
memilih makanan nabati kaya zat besi setiap hari. Makanan ini
termasuk kacang-kacangan, sayuran hijau tua, plum, sirup gula
molasses, dan roti diperkaya. Menggabungkan ini dengan makanan
tinggi vitamin C, seperti tomat, jeruk, melon, kiwi, brokoli, paprika
atau, meningkatkan penyerapan zat besi dari sumber nabati. Hindari teh
dengan makanan atau porsi besar kerupuk gandum dan roti tak beragi

gandum karena mengandung "fitat" yang menurunkan penyerapan zat


besi.
NUTRITIONAL CONSIDERATIONS FOR VEGETARIAN
ATHLETES
Susan I. Barr, PhD and Candice A. Rideout, PhD(C)
From the University of British Columbia, Vancouver, British Columbia,
Canada
Menurut jurnal ini asupan zat besi vegetarian maupun non
vegetarian tidak jauh berbeda. Bahkan ada beberapa penelitian yang
melaporkan asupan gizi non vegetarian lebih rendah dari vegetarian.
Cadangan besi didalam tubuh dipengaruhi oleh bentuk kimia dari besi
dan asupan gizi lainnya sebagai zat yang dapat meningkatkan atau
menghambat absorpsi.
Besi dibagi menjadi dua golongan yaitu besi heme dan non
heme. Besi heme berasal dari daging, ikan dan unggas dimana dapat
diserap tubuh sekitar 15%- 40% sedangkan besi non-heme berasal dari
sayuran dan buah dimana penyerapannya hanya sekitar 1%-15%.
Cadangan besi dalam tubuh juga dipengaruhi dari jenis diet vegetarian
yang dijalani. Untuk vegan sumber besi utamanya adalah besi non
heme. Semivegetarian yang masih mengkonsumsi besi heme dari ikan
dan unggas serta besi non heme.
Selain jenis diet yang dianut, faktor makanan yang dikonsumsi
juga

dapat

meningkatkan

dan

menghambat

penyerapan

besi.

Penyerapan besi nonheme bisa ditingkatkan dengan faktor protein


jaringan ( daging, ikan dan unggas) dan vitamin C. sebaliknya,
penyerapan zat besi non heme dihambat oleh asam fitat, bijibijian,
kacangkacangan, polifenol dalam teh dan kopi, anggur merah dan
sayuran tertentu, protein kedelai, telur dan kalsium serta garam fosfat.
Asupan vitamin C 20% lebih tinggi akan membatu penyerapan
besi dalam tubuh. Dibandingkan dengan non-vegetarian, penyerapan

zat besi non-heme dari diet vegetarian adalah 70%lebih rendah (1,1%
vs 3,8%, atau 0,14 mg dibandingkan 0,48 mg), dan jumlah
besipenyerapan adalah sekitar seperenam (0,14 mg berbanding 0,89
mg).Berdasarkan berbagai pertimbangan,direkomendasikan asupan zat
besiuntuk

vegetarian

yang

meningkat

80%

untuk

mengimbangimengurangi bioavailabilitas besi dari asupan

; protein

kedelai; telur; dankalsium dan fosfat garam.


Status cadanga besi dalam tubuh mempengaruhi kinerja dan
performa atlet. Tingkat hemoglobin yang tinggi berhubungan dengan
transportasi oksigen yang lebih besar sehingga performa aerobic
menjadi lebih baik. Kebalikannya, kadar hemoglobin yang rendah akan
mengururangi transportasi oksigen sehingga mengganggu kinerja
aerobik. Penelitian terbaru telah menunjukan bahwa kekurangan zat zat
besi akan mengganggu adaptasi latihan fisik.

Antioksidan
NUTRITIONAL CONSIDERATIONS FOR VEGETARIAN
ATHLETES
Susan I. Barr, PhD and Candice A. Rideout, PhD(C)
From the University of British Columbia, Vancouver, British
Columbia, Canada
Jurnal ini memaparkan bahwa, olahraga terutamabahwa
intensitas

tinggi

dan

durasi

panjang,

dapat

menyebabkan

peningkatanproduksi oksigen reaktif (misalnya, radikal bebas)


danstres oksidatif pada jaringan.adap kerusakan otot dan nyeri serta
mempengaruhi proses pemulihan otot setelah latihan. Diet vegetarian,
yang biasanya mengandung lebih tinggijumlah antioksidan seperti
vitamin

E,

vitamin

C,

dancarotene,

mungkin

memberikan

perlindungan yang lebih baik daripada diet omnivoraterhadap stres


oksidatif olahraga terkait. Dengan kata lain konsumsi antioksigen
vegetarian lebih tinggi dari pada non vegetarian. Hal ini mempeunyai

dampak positif terhadap performa tubuh atlet.


Vitamin B12

NUTRITIONAL CONSIDERATIONS FOR VEGETARIAN


ATHLETES
Susan I. Barr, PhD and Candice A. Rideout, PhD(C)
From the University of British Columbia, Vancouver, British
Columbia, Canada
Jurnal ini mengemukakan bahwa vegetarian mengkonsumsi
jenis makanan yang lebih terbatas. Terutama pada golonga vegan yang
dimana menghindari sumber protein hewani yang merupakan sumber
utama vitamin B12 dan hanya sedikit jumlahnya pada sumber nabati
seperti buah-buahan, sayuran kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Sehingga

kebutuhan vitamin B12 masih belum tercukupi.

Kekurangan vitamin B12 yang terus menerus akan menyebabkan


anemia makrositik.. Seperti anemia lainnya, anemia makrositik
dikaitkan dengan berkurangnya kemampuan transportasi oksigen
sehingga menganggukinerja aerobik Selain itu, untuk memenuhi
kebutuhan Vitamin B12 , vegetarian bisa mengkonsumsi tambahan
suplemen. Suplemen atau fortifikasi dalam makanan dapat digunakan
untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12.

3.2

Pengaruh Diet Vegetarian pada Atlet


Dalam sebuah jurnal yang ditulis oleh David C Nieman berjudul :
PHYSICAL FITNESS AND VEGETARIAN DIETS: IS THERE A
RELATION?
Pelaksanaan diet vegetarian berkaitan dengan manfaat kesehatan
yaitu angka kematian akibat penyakit jantung iskemik, diabetes militus
dan beberapa jenis kanker lebih rendah serta penurunan resiko
dislipidemia,

hipertensi

dan

obesitas

pada

atlet.

Atlet

yang

menjalankandiet vegetarian memiliki asupan serat, antioksidan dan asam


folat yang tinggi berasal dari buah dan sayur daripada atlet non vegeratian.
Selain itu asupan lemak dan kolesterol yang rendah akan menurunkan
resiko terkena penyakit kronis.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa atlet dengan diet


vegetarian mempunyai daya tahan otot yang lebih besar dan kurangnya
protein hewani tidak mengganggu fisiologis atlet sehingga latihan tetap
maksimal. Manfaat dari atlet dengan diet vegetarian yang berkaitan
dengan kebugaran fisik dan kinerja ini sudah muncul dari awal abad 20.
Diet vegetarian tidak akan berpengaruh pada penurunan daya
tahan. Pola makan nabati memberikan asupan tinggi karbohidrat yang
merupakan kebetuhan penting untuk melakukan latihan. Seorang atlet
dengan diet vegetarian dapat terpenuhi semua kebutuhan gizinya,
meskipun berpotensi mempunyai asupan besi dan seng yang kurang
optimal dan asupan protein yang rendah bila melakukan diet yang terlalu
ketat. Namun, kekhawatiran tersebut ada untuk semua atlet baik yang
menjalankan diet vegetarian maupun non vegetarian yang mempunyai pola
makan buruk. Atlet diet vegan dapat mendapatkan asupan protein yang
optimal dengan perencanaan diet ang matang yaitu dengan penekanan
pada makanan sumber protein seperti kacang-kacangan, biji-bijian dan
produk gandum.
Sedangkan untuk suplementasi yang disarankan sebagai ergogenik
adalah suplemen kreatinin, yaitu membantu atlet dalam melakukan
olahraga dengan jangka pendek dan intensitas tinggi. Kreatinin ditemukan
dalam jumlah banyak di otot rangka dan mengikat sejumlahbesar fosfat
dan menyediakan sumber energy lansung di sel otot. Tujuan dari
mengonsumsi suplemen kreatinin adalah untuk meningkatkan kerja
kreatinin otot rangka dengan harapan bahwa kreatinin tersebut mengikat
fosfat dan mengkatkan kerja fosfat.
Atlet yang mengonsumsi banyak buah, sayur dan biji-bijian
menerima banyak antioksidan yang membantu mengurangi stress yang
akan mempengaruhi performa atlet. Sedangkan untuk atlet yang
mempunyai kinerja berat, diet vegetarian juga menyediakan manfaat
kesehatan jangka panjang dan pengurangan resiko penyakit kronis.
Kombinasi aktivitas fisik secara teratur dan praktek diet vegetarian dapat
menurunkan tingkat kematian.

Didukung dari jurnal yang ditulis oleh berjudul :


NUTRITION CONSIDERATION ATHLETES VEGETARIAN
Pada penelitian jurnal ini mengemukakan bahwa pada penelitian
dengan study observasional jangka panjang atlet vegetarian dan non
vegetarian belum ditemukan perbedaan hasilnya untuk kebugaran atlet
terkait dengan jumlah protein hewani yang dikonsumsi. Namun untuk
study intervensi jangka pendek (2-6 minggu) terdapat perbedaan antara
kinerja atlet vegetarian dan atlet non vegetarian dilihat dari sumber
makanan yang berasal dari protein hewani. Kinerja atlet tergantung pada
nutrisi yang tepat. Komposisi makronutrient pada atlet harus cukup untuk
memenuhi kebutuhan energinya.
Pada

Atlet

wanita

yang

vegetarian

dapat

mempengaruhi

kondisinya, seperti : gangguan makan, amenore, dan osteoporosis.


Gangguan makan akan mempengaruhi gangguan siklus mentruasi,
ketidakseimbangan energi dan psikososial. Pada penelitian jangka pendek ,
sehubungan dengan kinerja untuk atlet wanita yang vegetarian lebih
beresiko dalam reproduksi (gangguan siklus menstruasi), fraktur stres,dan
mudah luka.
Study vegetarian pada anak-anak telah diteliti sehubungan dengan
apakah diet vegetarian cukup untuk mendukung pertumbuhan dan
perkembangan. Study menunjukkan bahwa diet vegetarian yang terencana
dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang normal. Untuk
pertumbuhan pada anak vegetarian dan non vegetarian tidak ada perbedaan
signifikan dalam berat badan dan besar lengan. Namun jika diet diteruskan
lama maka masalah akan timbul. Ada beberapa pertimbangan gizi untuk
atlet vegetarian muda. Pada atlet vegetarian kepadatan tulangnya lebih
rendah dari atlet yang non vegetarian karena mengkonsumsi makanan
tinggi serat dan rendah kalori. Diet untuk atlet vegetarian anak-anak harus
memastikan diet tersebut mengandung protein, zat besi dan kalsium yang
cukup.
Studi penelitian jangka pendek dapat ditarik kesimpulan :

1. Diet vegetarian pada atlet efektif mendukung kinerja atletik.


2. Tersedia intake protein yang cukup untuk memenuhi kebutuhan total
nitrogen dan asam amino esensial.
3. Atlet vegetarian mungkin mengalami peningkatan resiko untuk
defisiensi zat besi (anemia) yang akan mempengaruhi kinerja daya
tahan tubuh khususnya pada atlet perempuan.
4. Atlet vegetarian memiliki kepadatan otot lebih rendah dari pada atlet
non-vegetarian.
5. Para pelatih bisa menyarankan bagi para atletnya untuk diet vegetarian sebagai
strategi untuk mengendalikan berat badan.

3.3

Peran Pelatih
Didukung dari artikel yang ditulis oleh Swarna L. Mandari
berjudul
COACHING THE VEGETARIAN ATHLETE
Artikel

ini

menjelaskan

bahwa

pelatihmemainkan

peran

pentingdalam mempengaruhiperilakumakanatletmereka. Tujuan dariartikel


ini adalahuntuk menggambarkanberbagai jenisdietvegetarian danbeberapa
sumbermakanankaya

proteindanuntuk

fokus

padapertimbangangiziatletvegetarian.Pelatihperlu

untuk

melihatbeberapatanda-tandadan gejala gangguan pola makan , seperti


frekuensi dan keeksriman fluktuasiberat badan, kelelahan danpenurunan
berat

badanyang

signifikan.

membantuatletmengidentifikasiberbagai

Pelatihdapat

sumbermakanan

nabatiyang

tinggiproteindandapatmenginformasikanatletvegetarianyangmungkin
tidakperlu

menggunakansuplemenprotein.

mengevaluasidietatletvegetarianuntukkecukupannutrisi

Pelatihperlu
sepertizat

besi,

seng,

kalsium

danvitaminB12.

menggunakanbeberapasumber
perencanaandan
dietvegetariandengantujuan

Pelatih

informasi

evaluasimakan.

jugadapat

gratisinternetuntuk
Atletdapatmengikuti

memperolehkesehatan

danperforma

bermanfaat. Secara umum,makanan nabatiseperti sayuran, buah-buahan


danbiji-bijianyangtinggi

karbohidratdan

merekadapat

berfungsi

sebagaisumber utama energiuntuk para atlet endurance.


Hal ini menunjukkan bahwa pelatih memiliki kemampuan untuk
mempengaruhi atletnya sehingga pentingnya pendidikan gizi dasar untuk
para atlet apalagi jika dilembaga pembinaan atlet tidak memiliki tenaga
ahli gizi khusus. Atlet yang menganut vegetarian harus mendapatkan
perhatian khusus karena mereka dituntun memiliki performa yang baik
dengan gizi yang harus terpenuhi. Sehingga, pelatih dan atlet harus paham
dengan diet vegetarian dan memperhatikan komposisi makanannya.

BAB IV
PENUTUP
4.1

Kesimpulan
a. Kebutuhan gizi untuk atlet lebih banyak daripada individu yang bukan
atlet. Baik makronutrien maupun mikronutrien diperlukan dalam
jumlah yang lebih besar.
b. Secara umum atlet yang mengikuti diet vegetarian bertujuan
memperoleh kesehatan danperforma yang optimal. Namun ada juga
atlet yang melakukan diet dengan tujuan lain seperti menurunkan berat
badan.
c. Diet vegetarian seringkali dikaitkan dengan defisiensi makronutien dan
mikronutien. Hal ini dapat cegah dengan pengelolaan diet yang baik.
d. Diet vegetarian mempunyai dampak positif dan negative terhadap
performa atlet
e. Pelatih mempunyai peranan penting terhadap pola asupan atlet.
Sehingga pelatih harus memiliki pengetahuan tentang gizi yang baik
karena mereka merupakan salah satu yang akan mempengaruhi pola
asupan para atlet apalagi jika disuatu training atau pusat latihan atlet

4.2

tidak tersedia ahli gizi.


Saran

a. Perlunya penambahan referensi penelitian yang dapat mendukung


pembuatan makalah ini sehingga menghasilkan

informasi yang

lengkap.
b. Untuk mengoptimalkan makalah ini, dapat dilanjutkan untuk dilakukan
penelitian lebih lanjut agar didapatkan hasil yang valid dan sebagai
acuan ilmu pengetahuan dalam sistem manajemen penyelenggaraan
makan dibidang gizi institusi.

DAFTAR PUSTAKA

Barr, S. I. and C. A. Rideout (2004). "Nutritional considerations for


vegetarian athletes." Nutrition 20(7): 696-703
Fuhrman, J. and D. M. Ferreri "Fueling the vegetarian (vegan) athlete."
Current Sports Medicine Reports 9(4): 233-241
Mandali, S.L., 2011. Coaching the Vegetarian Athlete. Journal of
Physical Education, Recreation & Dance, 82(2), pp.44-56.
Nieman, D. C. (1999). "Physical fitness and vegetarian diets: is there a
relation?" The American journal of clinical nutrition 70(3): 570s-575s.
Sports Nutrition for Vegetarians. from Vegetarian Nutrition a Dietetic
Practice Group of the Academy of Nutrition and Dietetics.
.

LAMPIRAN