Anda di halaman 1dari 14

BAB I PENDAHULUAN

  • 1.1. Latar Belakang Masalah

Sejalan dengan meningkatnya laju pembangunan dan meningkatnya pola hidup masyarakat, konsumsi energi di Indonesia terus meningkat dari tahaun ke tahun. Peningkatan ini terjadi hampir pada semua sektor yang mencakup sektor industri, transportasi, komersial, rumah tangga, pembangkit listrik dan lainnya, selain biomasa, konsumsi energi final di Indonesia selama ini masih bertumpu pada energi fosil terutama bahan bakar minyak (BBM). Meskipun peran energi fosil lainnya seperti batubara dan gas bumi belum setinggi BBM, namun kedua jenis energi tersebut mengalami peningkatan yang cukup tinggi. 1

Kebutuhan sumber energi untuk kesejahteraan umat manusia begitu sangat penting apalagi dijaman eraglobalisasi ini. Energi sudah menjadi bagian dari Secara umum sumber energi dikategorikan menjadi dua bagian yaitu Sumber Energi yang dapat diperbaharui dan Sumber energi yang tidak dapat diperbaharui. Sumber energi yang dapat diperbaharui merupakan energi yang jumlahnya tak terbatas misalnya radiasi matahari, air, dan angin. Sedangkan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui merupakan energi yang jumlahnya sangat terbatas seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Terlihat dalam perkembangan energi yang tertulis pada kebijakan energi mengatakan bahwa energi terbarukan akan meingkat sebesar 75%, yang bersal dari energi terbarukan seperti tenaga air, bayu, surya, panas bumi, samudera dan energi nabati yang naik hampir dua setengah kali lipat dibandingkan tahun 2011. Amerika Serikat dan Eropa memimpin dalam pemanfaatan energi terbarukan, disusul oleh Cina, India, dan Brasil. Energi terbarukan diproyeksikan akan meningkat pasangnya dalam buaran energi primer pembangkit dari 20% pada tahun 2011 menjadi 33% pada tahun 2035. Seperti yang kita ketahui, Matahari merupakan sumber energi yang berlimpah dan hampir tidak terbatas di alam semesta ini. Panasnya matahari bisa mencapai jutaan derajat celcius dan panasnya tersebut dapat kita rasakan melalui

1 Outlook Energi 2014, kementrian ESDM

radiasi matahari. Walaupun panas radiasi yang kita rasakan tersebut tak sebanding dengan panasnya permukaan Matahari, tetapi panas yang kita rasakan di permukaan bumi ini sungguh luar biasa dan ditambah lagi dengan rusaknya lapisan ozon akibat efek rumah kaca hingga sebagainya menyebabkan Global Warming. Sebagai akibatnya iklim di seluruh dunia menjadi tak menentu.

Energi matahari yang memasuki atsmofer dengan kepadatan yang diperkirakan sebesar antara 1 sampai 1,4 kW/m 2 dengan arah tegak lurus terhadap poros sinar. Dari jumlah tersebut 34 % dipantulkan kembali ke ruang angkasa dan sebagian diperkirakan 19 % diserap oleh atsmosfer, yaitu komponen-komponen yang terdapat di udara seperti karbon dioksida (CO 2 ), debu, dan awan. Jadi jumlah energi matahari yang diserap bumi diperkirakan adalah 47 % dari jumlah energi yang dipancarkan matahari ke bumi.

Kita telah mengetahui bahwa betapa banyak energi matahari yang diserap bumi dibandingkan dengan energi matahari yang dipantulkan ke ruang angkasa, ataupun yang diserap oleh atsmofer. Oleh karena itu, hendaknya kita dapat memanfaatkan energi tersebut sebagai salah satu alternatif sumber energi untuk kehidupan sehari-hari. Belakangan ini, di Negara-negara berkembang seperti Indonesia sedang gencar-gencarnya mencari sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, tak terbatas jumlahnya dan murah untuk berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari seperti alternatif bahan bakar atau pembangkit listrik contohnya adalah pemakaian energi matahari untuk pembangkit listrik pada Negara-negara maju sebagai akibat perkembangan perkembangan IPTEK pada akhir abad 20, Jepang misalnya.

Dengan dasar inilah, penelitian mengenai pengaruh sudut datang matahari pada solar Cell untuk mendapatkan nilai maksimal dan efesiensi dalam penyerapan energi matahari yang di pancarkan. Pada sudut-sudut tertentu maka kita akan mengetahui sejauh mana pancaran radiasi yang paling optimum untuk diserap oleh solar sel.

1.2.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, penulis merumuskan

masalah sebagai berikut:

  • 1. Bagaimana pengaruh sudut datangnya sinar radiasi matahari bisa di optimalkan dalam penyerapan energi di solar sel?

  • 2. Bagaimana mencari nilai maksimal dari pengaruh sudut pada kemiringan mtahari, deklinasi, azimuth dan latitude?

  • 1.3. Batasan Masalah

Untuk mengarahkan pembahasan terhadap masalah yang ada agar tidak

meluas dan menyimpang dari tujuan, Penelitian ini membatasi masalah. Adapun batasan tersebut adalah sebagai berikut:

1.

Pengaruh sudut pergerakan matahari menggunakan perhitungan lintang, sudut deklinasi, sudut jam matahari dan kemiringan dengan mengubah posisi letak solar sel

  • 2. Perhitungan jumlah kalor yang di serap

  • 1.4. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan adalah sebagai berikut::

Menganalisa sudut yang optimal dari datangnya radiasi matahari yang di pancarkan hingga menghasilkan energi yang bisa di simpan untuk di manfaatkan.

  • 1.5. Manfaat Penulisan

Manfaat dari penulisan skripsi ini adalah:

1.

Sebagai

bahan

pertimbangan

dalam

memilih

metode

untuk

menganalisa dalam meneliti perkembangan energi matahari selanjutnya.

2.

Memberi

kesempatan

pada

mahasiswa

untuk

dapat melakukan

penelitian selanjutnya mengenai Solar cell.

BAB II TEORI DASAR

2.1 Teori Solar Cell

Sel surya fotovoltatik merupakan suatu alat yang dapat mengubah energi sinar matahari seara langsung menjadi energi listrik. Pada asasnya sel tersebut

merupakan suatu diode semikonduktor yang bekerja menurut suatu proses khusus yang menanamkan proses tidak seimbang (non-equilibrium process) dan berlandaskan efek (fhotovoltaic effect). 2 Pada umumnya sebuah proses sel surya menghasilkan tegangan antara 0,5 dan 1 volt, tergantung intensitas cahaya dan zat semikonduktor yang dipakai.

merupakan suatu diode semikonduktor yang bekerja menurut suatu proses khusus yang menanamkan proses tidak seimbang (

Gambar. 1 (sumber: http\\.kirana2006.blogspot.com)

Sel surya atau sel photovoltaic,adalah sebuah alat semikonduktor yang terdiri dari sebuah wilayah-besar dioda p-n junction,di mana,dalam hadirnya cahaya matahari mampu menciptakan energi listrik yang berguna. Pengubahan ini disebut efek photovoltaic. Bidang riset berhubungan dengan sel surya dikenal sebagai photovoltaic. Sel surya memiliki banyak aplikasi. Mereka terutama cocok untuk digunakan bila tenaga listrik dari grid tidak tersedia,seperti di wilayah terpencil,satelit pengorbit bumi,kalkulator genggam,pompa air,dll. Sel surya (dalam bentuk modul atau panel surya) dapat dipasang di atap gedung di mana mereka berhubungan dengan inverter ke grid listrik dalam sebuah pengaturan net meterin. Listrik tenaga surya diperoleh dengan melalui sistem photo-voltaic. Photo-voltaic terdiri dari photo dan voltaic. Photo berasal dari kata Yunani phos yang berarti cahaya. Sedangkan voltaic diambil dari nama Alessandro Volta(1745 – 1827),seorang pelopor dalam pengkajian mengenai listrik. Sehingga photo-

2 Abdul Kadir, Energi sumber daya, inovasi, tenaga listrik dan potensi ekonomi, edisi kedua UIpress. 195

voltaic dapat berarti listrik-cahaya. Belakangan ini,photo-voltaic lebih sering disebut solar cell atau sel surya,karena cahaya yang dijadikan energi listrik adalah sinar matahari.

Sistem sel surya menggunakan energi sinar matahari untuk menghasilkan listrik,tanpa memerlukan bahan bakar. Tanpa ada bagian yang berputar,maka sistem sel surya hanya memerlukan sedikit perawatan. Sehingga sistem sel surya itu boleh dibilang cost effective dan cocok untuk stasiun telekomunikasi daerah terpencil,pelampung navigasi di tengah laut,alat pemantau permukaan air bendungan, atau untuk penerangan rumah yang jauh dari jangkauan jaringan PLN. Biaya operasional sistem sel surya jelas rendah. Karena tidak memerlukan bahan bakar dan tidak ada bagian yang berputar,sistem sel surya itu bersih dan tidak bersuara. Ramah lingkungan ini sangat penting,mengingat pilihan untuk mendapatkan energi dan penerangan itu biasanya dari generator diesel atau lampu minyak tanah. Kalau kita semakin prihatin dengan gas rumah kaca (greenhouse gas) dan pengaruhnya yang merusak terhadap ekosistem planet kita ini,maka energi bersih yang diproleh dari sistem sel surya merupakan pilihan yang tepat sekali. Sistem sel surya dapat dibangun dalam berbagai ukuran atas dasar kebutuhan energinya. Selanjutnya sistem sel surya itu dapat dikembangkan dan ditingkatkan dengan mudah. Misalnya,bila kebutuhan energi semakin meningkat,cukup dengan jalan menambahkan modul sel surya,tentunya jika sumber dananya memungkinkan. Selain itu,sistem sel surya gampang untuk dipindahkan bila dipandang perlu.

Intensitas radiasi matahari di luar atmosfer bumi bergantung pada jarak antara matahari dengan bumi. Tiap tahun, jarak ini bervariasi antara 1,47 x 10 8 km dan 1,52 x 10 8 km dan hasilnya besar pancaran E0 naik turun antara 1325 W/m 2 sampai 1412 W/m 2 . Nilai rata-ratanya disebut sebagai konstanta matahari dengan nilai E0 = 1367 W/m 2 [3]. Pancaran ini tidak dapat mencapai ke permukaan bumi. Atmosfer bumi mengurangi insolation yang melewati pemantulan, penyerapan (oleh ozon, uap air, oksigen, dan karbon dioksida), serta penyebaran (disebabkan oleh molekul

udara, partikel debu atau polusi). Di cuaca yang bagus pada siang hari, pancaran bisa mencapai 1000 W/m 2 di permukaan bumi. Insolation terbesar terjadi pada sebagian hari-hari yang berawan dan cerah. Sebagai hasil dari pancaran matahari yang memantul melewati awan, maka insolation dapat mencapai hingga 1400 W/m 2 untuk jangka pendek.

2.2. Teori Perpindahan Panas

Ilmu yang mempelajari tentang laju perpindahan panas diantara material/benda karena adanya perbedaan suhu (panas dan dingin). Panas akan mengalir dari tempat yang suhunya tinggi ke tempat yang suhunya lebih rendah.

Perpindahan

panas

adalah

energi

yang

berpindah

karena

adanya

perbedaan

temperatur.

  • 2.3. Mekanisme Perpindahan Panas secara Radiasi

Radiasi

Perpindahan panas dapat dibagi dalam beberapa golongan cara perpindahan. Panas itu dapat merambat dari suatu bagian ke bagian lain melalui zat atau benda yang diam. Panas juga dapat dibawa oleh partikel-partikel zat yang mengalir. Pada radiasi panas, tenaga panas berpindah melalui pancaran yang merupakan juga satu cara perindahan panas. Umumnya perindahan panas berlangsung sekaligus dengan ketiga cara ini.

Radiasi adalah proses perpindahan panas melalui gelombang elektromagnet atau paket – paket energi ( photon ) yang dapat dibawah sampai pada jarak yang sangat jauh tanpa memerlukan interaksi dengan medium (ini yang menyebabkan mengapa perpindahan panas radiasi sangat pending pada ruang vakum), disamping itu jumlah energi yang dipancarkan sebanding dengan temperatur benda tersebut.

Bukti eksperimental mengindikasikan bahwa perpindahan kalor radiasi adalah proporsional terhadap pengkat empat dari temperatur absolut, sementara konduksi dan konveksi proporsional terhadap selisih temperatur linier. Hukum Stefan Boltzmann fundamental adalah:

q = σAT 4 Dimana T adalah temepratur absolut. Konstanta σ bersifat independen terhadap permukaan, medium dan temperatur, nilainya adalah 5,6697 x 10 -8

W/m 2 .K 4 atau 0,1714 x 10 -8 Btu/h.ft 2 . 0 R 4 . Emiter ideal, atau benda hitam (black body) adalah benda yang melepas

energi radiasi menurut persamaan (2.5). Semua jenis permukaan lainnya melepaskan jumlah yang lebih sedikit dan emisi termal dari kebanyakan permukaan (benda abu-abu-gray bodies) dapat dipresentasikan dengan baik oleh :

q = ϵσAT 4 Dimana ϵ adalah emisivitas permukaan, bervariasi dari nol sampai satu.

  • 2.4. Pengaruh Posisi sudut datang atau Pergerakan Arah Matahari Posisi relatif matahari terhadap solar sel (photovoltaic) di bumi bisa

dijelaskan dalam beberapa sudut. Beberapa diantaranya bisa sudut-sudut itu adalah:

Latitude (garis lintang)

Adalah

sudut

lokasi

di

sebelah

utara

atau

selatan

dari

equator

(khatulistiwa), utara positif ; -90 0 ≤ φ ≤ 90 0 . Hal ini pengujian modul surya dilakukan ditempat kampus uhamka.

Deklinasi (δ) Adalah sudut posisi matahari

terhadap bidang khatulistiwa, utara positif

-23,45 0 < δ < 23,45 0 . Deklinasi dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan:

δ = 23,45 0 sin (260

284 xn

  • 365 ) , dimana n = hari dalam bulan

Kemiringan (β)

Adalah sudut antara permukaan bidang yang ditanyakan dengan permukaan horisontal. Slope (kemiringan) dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan :

β = Tan -1 (Tan θ z x cos γ s )

Sudut permukaan azimuth (γ)

Adalah proyeksi kebidang horizontal normal terhadap permukaan dari lokasi

bujur,

dengan nol menghadap selatan, timur negatif, barat positif ; -180 0 ≤ γ ≤

180

0 .

Sudut jam matahari (ω) Adalah sudut penyimpangan matahari di sebelah timur atau barat garis bujur lokal karena rotasi pada porosnya sebesar 15 0 per jam ; sebelum jam 12.00 negatif, setelah jam 12.00 positif.

ω = (t s – 12) x

360

  • 24 , ts = waktu jam

Sudut datang (θ) Adalah sudut antara permukaan radiasi langsung normal vertikal terhadap radiasi langsung vertikal kolektor. Sudut datang dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan:

θ = cos -1 (1-cos 2 δ x sin 2 ω) 1/2

Sudut zenith z )

Adalah sudut antara garis vertikal bidang normal dan garis datang sinar matahari.Sudut zenith dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan :

θ z = cos -1 (cos φ x cos δ x cos ω + sin φ x sin δ)

Sudut ketinggian matahari (α s )

Adalah Sudut antara garis horisontal dengan garis matahari datang pada modul surya (photovoltaic).

Sudut azimuth matahari (γ s ) Adalah sudut penyimpangan dari selatan dengan proyeksi radiasi langsung pada bidang horisontal. Penyimpangan ke sebelah timur adalah negatif dan ke sebelah barat adalah positif. Sudut zenith dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan :

γ s =

sin -1 (

δ sin ωt x cos¿

¿ sin θz )

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

  • 3.1. Tempat dan Waktu Perancangan

Penelitian ini dilakukan di laboratorium/ atap gedung teknik mesin Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka yang mulai dilaksanakan pada bulan januari 2016.

5.2.

Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang diperlukan yaitu:

  • a) Solar Cell

5.2. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang diperlukan yaitu: a) Solar Cell Gambar. 2 Solar

Gambar. 2

Solar cell merupakan elemen aktif (semikonduktor) yang memanfaatkan efek photovoltaic untuk mengubah energi surya menjadi energi listrik tanpa penggunaan dari bagian-bagian mekanis yang bergerak dan tanpa penggunaan bahan bakar, contoh sel photovoltaic bisa dilihat pada gambar 2.8 PV Module atau Solar cell terbuat dari potongan silikon yang sangat kecil dengan dilapisi bahan kimia khusus untuk membentuk dasar dari solar cell. Solar cell pada umumnya memiliki ketebalan minimum 0,3 mm yang terbuat dari irisan bahan semikonduktor dengan kutub positif dan negatif. Semikonduktor adalah suatu bahan yang mempunyai sifat konduktor dan isolator yang baik. Contoh semikonduktor yang sering digunakan adalah silikon dan germanium. Silikon berperan sebagai isolator pada temperatur rendah dan sebagai konduktor bila ada energi dan panas. Dapat diperkirakan kita tidak akan kekurangan silikon karena kira-kira 25% dari kerak bumi adalah silikon. Tiap solar cell biasanya menghasilkan tegangan 0,5 Volt. Pada solar cell terdapat sambungan (junction) antara dua lapisan tipis yang terbuat dari bahan semikonduktor yang masing- masing diketahui sebagai semikonduktor jenis “P” (positif) dan semikonduktor jenis “N” (negatif). Semikonduktor jenis N dibuat dari kristal silikon dan terdapat juga sejumlah material lain (umumnya phosfor) dalam batasan bahwa material tersebut dapat memberikan suatu kelebihan elektron bebas.

  • b) Power solar meter

Solar power meter adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur intensitas radiasi matahari. Atau perangkat yang menguji tenaga surya, dimana sumber tenaga matahari ini dikonversi dari sinar matahari menjadi listrik, baik secara langsung dengan menggunakan photovoltaic (PV), atau langsung menggunakan concentrated solar power (CSP) atau tenaga surya terkonsentrasi.

Solar power meter adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur intensitas radiasi matahari. Atau perangkat yang

Sumber: www.china-total.com

  • c) Multimeter Multimeter yang digunakan pada pengukuran ini adalah multimeter digital (elektronik) yang dapat digunakan untuk mengukur Ampere, Voltase, dan Ohm (Resistansi). Dalam pengujian ini hanya dibutuhkan teganga dan arus searah.

  • d) Kompas Kompas digunakan untuk menentukan arah penempatan modul surya atau solar sel (utara, barat, timur dan selatan) yang diukur dari posisi sudut horisontal modul surya terhadap pergerakan arah matahari. Dalam pengujian modul surya (photovoltaic), kompas bekerja untuk menentukan sudut azimuth matahari (γ s ) yaitu sudut pergerakan arah matahari dari selatan ke barat dengan memancarkan radiasi langsung pada modul surya (photovoltaic) maka kompas yang bekerja berdasarkan medan magnet

menempatkan modul surya (photovoltaic) dengan nilai range perubahan sudut yaitu 360 0 dengan resolusi 1 0 .

  • 7.3. Prosedur Penelitian

Urutan prosedur kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  • 1. Mempersiapkan Alat dan Bahan yang akan digunakan untuk penelitian pengaruh sudutdatang matahari terhadap solar sel.

  • 2. Melakukan pengujian dan analisa pengaruh sudut datang matahari.

  • 9.4. Diagram Alir Penelitian

Gambar 3.9 Diagram Alir Penelitian

Mulai
Mulai
 

Alat dan bahan 1.solar sell

  • 2. kompas

  • 3. multimeter

  • 4. power solar meter

  • 5. buku tulis

  • 6. jam

Alat dan bahan 1.solar sell 2. kompas 3. multimeter 4. power solar meter 5. buku tulis
 

Setelah Selesai persiapan

  • 1. penentuan sudut-

sudut

  • 2. penempatan solar

cell

   
Setelah Selesai persiapan 1. penentuan sudut- sudut 2. penempatan solar cell 1. pengujian 2. Temperatur radiasi

1.

pengujian

2.

Temperatur radiasi yang di

 

hasilkan

 

3.

pemanfaatan energi listrik pada

pengujian

 

4.

pengukuran Temperatur

 

Pemanasan

 
 
1. pengujian 2. Temperatur radiasi yang di hasilkan 3. pemanfaatan energi listrik pada pengujian 4. pengukuran

Selesai

 

Daftar Kepustakaan

  • 1. Halliday David dan Resnick Robert, 1998. “Fisika Jilid 1”.Erlangga, Jakarta,

  • 2. Kadir Abdul. 1995. “Energi Sumber Daya, Inovasi, Tenaga Listrik, Dan Potensi Ekonomi”. UIPress, Jakarta,

  • 3. Kanginan, Marthen. 2013. “Fisika untuk SMA kelas XI”. Erlangga, Jakarta,

  • 4. Outlook 2014 Kebijakan Energi. Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral.

  • 5. Petrucci ralp H, DKK, 2007. “Kimia Dasar Prinsip-prinsip dan Aplikasi Modern”. Erlangga, Jakarta,

  • 6. Ruwanto, B. 2003, “Asas-asas Fisika” Yudhistira, Jakarta,

Jadwal Penelitian Pengaruh Sudut Datang Matahari Pada Solar Sel

Nama Kegiatan

Bulan (2015)

 
 

November

desember

januari

Februari

  • 1. Identifikasi Masalah

   
  • 2. Analisa Kebutuhan

   
  • 3. pepengolahan data

 
  • 4. penginputan data

 
  • 5. Pegujian dan

 

Implementasi

  • 6. Perhitungan data penelitian

 
  • 7. Penulisan Skripsi