Anda di halaman 1dari 8

Masalah Utama dalam Kehidupan

oleh Iman Khalil 19 Februari 2014


Dalam kehidupan sehari-hari pasti kita selalu dihadapkan dengan masalah. Entah itu masalah
berat maupun masalah ringan, berbagai cara dilakukan untuk meminimalisir masalah-masalah
yang terjadi. Agar kita terhindar dari sesuatu yang tidak kita inginkan dan dapat menjalankan
aktivitas dengan lancar.
Namun ada beberapa masalah utama yang selalu muncul dalam hidup setiap orang. Beberapa
saat yang lalu, ketika saya mengikuti salah satu mata kuliah wajib di kampus, saya
mendapatkan suatu penjelasan tentang masalah-masalah yang pasti dialami dalam kehidupan
manusia oleh salah satu dosen.
Saya setuju dengan beliau bahwa memang manusia memiliki masalah yang bersifat mutlak.
Yang saya maksud dari sifat mutlak ini adalah sesuatu yang tidak dapat disangkal lagi.
Permasalahan tersebut antara lain;

Uang

Jelas sekali, uang merupakan suatu masalah yang selalu kita hadapi bahkan setiap detiknya.
Contohnya; kondisi keuangan pribadi yang bersifat individual dan kemiskinan yang bersifat
umum. Apalagi kita merupakan warga Indonesia, dimana ada peraturan yang memberlakukan
pemungutan biaya (saya lupa namanya apa) atas kelahiran tiap bayi yang lahir di Indonesia.
Terkesan nyeleneh, tetapi ini membuktikan bahwa dari lahir pun manusia sudah berurusan
dengan uang. Bahkan, saya pernah mendengar sebuah anekdot Di Indonesia ini, bayi belum
lahir tuh belum punya dosa tapi sudah punya utang... Bahkan ketika mati pun, manusia
masih berurusan dengan uang. Kita tahu bahwa biaya pengurusan jenazah tidaklah murah.
Saya beranggapan bahwa dari bangun pagi hingga kembali tidur di malam hari pun manusia
pasti berurusan dengan uang. Misalnya, dari hal paling mendasar saja seperti untuk makan
pun kita membutuhkan uang. Selama manusia bisa beraktivitas, pasti selalu berurusan dengan
uang dan kita bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup tentunya tidak jauh
dengan persoalan uang.

Hubungan

Masalah berikutnya yaitu hubungan. Setiap orang akan selalu mendapati masalah dengan
hubungan antar orang. Entah itu dengan pasangan (mungkin ini yang paling sering terjadi),
dengan keluarga, dengan teman, dengan guru atau dosen, dengan senior, dengan rekan kerja,
dan sebagainya. Karena kita sering mendengar pepatah yang mengatakan bahwa setiap
hubungan pastinya tidak akan selalu berjalan dengan mulus, untuk itulah setiap manusia pasti
akan selalu mempunyai masalah yang berkaitan dengan hubungan.

Waktu

Bayangkan suatu keadaan ketika kita harus menghadiri dua atau lebih kegiatan di tempat
yang berbeda dalam waktu yang sama. Keadaan seperti itu tentunya merupakan sesuatu yang
sangat menjengkelkan dan ketidakmungkinan seseorang untuk dapat hadir di tempat berbeda

secara bersamaan menjadi suatu masalah yang rumit. Kita juga sering mendengar istilah
ngaret, betul? Dimana seharusnya waktu yang teratur menjadi tidak teratur karena banyak
faktor yang menyebabkan jadwal karet. Ini juga merupakan persoalan yang berkaitan dengan
waktu. Dan tentunya kita warga Indonesiaterutama yang tinggal di ibukotapasti sering
mengalami kemacetan lalu lintas yang menyebabkan banyak hal seperti keterlambatan,
hukuman, dan sebagainya. Macet juga merupakan salah satu problema lazim yang juga
berkaitan dengan waktu. Oleh karena itu, kita akan selalu berurusan dengan waktu dan akan
selalu bermasalah dengan waktu sampai kapanpun.

Fisik

Semua orang pasti punya kendalanya masing-masing dalam hal fisik, seperti kecapekan.
Pasti setiap orang akan selalu merasa capek apabila sudah melakukan banyak kegiatan, tetapi
tergantung kadar kecapekan masing-masing. Selain itu, orang yang memiliki keterbatasan
fisik pun juga akan bermasalah dengan fisiknya. Sakit juga merupakan masalah yang
menyangkut fisik kita, dan sesehat-sehatnya seseorang tentu akan mengalami sakit.

Emosi

Nah, yang satu ini sudah pasti merupakan masalah yang paling bisa disebut sebagai masalah
paling manusiawi, karena setiap manusia pasti memiliki emosi. Manusia pasti akan dihadapi
dengan banyak kejadian yang akan membuatnya kesal, sedih, senang, dan sebagainya. Emosi
dapat mencerminkan kepribadian seseorang apabila dia sedang dilanda masalah.
Setiap orang memiliki interpretasi sendiri dari masalah mereka masing-masing. Kita
mengetahui bahwa masalah akan selalu muncul di kehidupan, namun, yang terpenting adalah
bagaimana cara kita mengatasinya.

Hakikat dunia ini adalah masalah. Dengan banyaknya masalah maka terciptalah
berbagai lapangan kerja dan profesi. Right..??
Nah, hakikat masalah yang membebani kehidupan kita adalah sebuah pesan yang
datang dari Allah swt, sebuah pesan dari alam bawah sadar kita. Sebuah pesan
yang berbunyi,

"Perbaiki diri, evaluasi diri, Tingkatkan ketakwaan, & mendekatlah pada-Ku,


jalan menuju kemuliaan dirimu sudah Aku berikan lewat ujian masalah ini."
Ketahuilah bahwa sesungguhnya dalam kehidupan ini kita sering mendapatkan
sesuatu yang tidak kita sukai. Oleh karena itu daripada memendam sakit hati
kepada kehidupan, adalah lebih baik bila kita belajar untuk menyukai apapun yang
kita dapatkan. Dengan menerapkan sikap ini kita sudah merubah posisi diri kita,
yaitu bila kita suka berkeluh kesah ataupun marah-marah atas segala masalah
kehidupan kita. Maka saat itu posisi diri kita adalah sebagai KORBAN. Sebagai
object yang tidak berdaya mengahadapi kondisi dan situasi yang tidak
menyenangkan.

Nah, alih-alih berkeluh kesah. Bukankah lebih baik Kita terima saja dengan ikhlas
segala keadaan itu, toh... itu adalah situasi yang dimana kita sudah dalam posisi
tidak bisa untuk menghindarinya. Mau tidak mau situasi itu harus kita lalui... Nah,
dengan merubah sikap kita tersebut. Posisi kita berubah dari sekedar KORBAN, kita
sekarang menjadi PELAKU atau Subject. Sebagai pelaku, maka kitapun punya
kemampuan untuk merubah Masalah menjadi Berkah.
Pandangan kita akan berubah, tidak lagi memandang masalah sebagai sebuah
beban. Namun memandang masalah sebagai sebuah kesempatan untuk
memperbaiki kualitas kehidupan kita. Sebuah kesempatan untuk memperbaiki
keadaan, dan menghapus kesalahan di masa lalu. Sehingga dengan begitu kita
malah bisa mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, atas masalah yang diberikan
kepada kita. Yang dengan masalah itu bisa menjadi sebuah batu pijakan untuk kita
meraih kesuksesan di masa mendatang. Inilah, ciri-ciri karakter orang-orang Sukses
yang harus juga kita miliki.
Life is Never Flat

Kehidupan di dunia tidak pernah datar dan lurus-lurus saja. Life is never flat and life
is never straight. Pengusaha sukses tidak akan selamanya sukses suatu saat ia
harus besiap menghadapi kerugian. Pelajar yang pintar nan cerdas tidak akan selalu
mendapatkan nilai di atas rata-rata, suatu saat ia harus siap dengan nilai yang tidak
memuaskan. Orang yang badannya selalu sehat, harus siap jika suatu hari tubuhnya
dilanda kesakitan. Di suatu waktu, kebahagiaan tiba memenuhi ruang di dalam hati,
tapi di lain waktu seseorang harus siap ketika kesedihan kunjung.
Ini adalah wujud bahwa semua yang ada di dunia ini diciptakan oleh Allah swt.
secara berpasangan dan semuanya tidak pernah diam dalam suatu keadaan.
Terus berputar, silih berganti.
Dua Macam Ujian
Kita sering merasa bahagia jika yang terjadi pada diri kita adalah sesuatu yang kita
harapkan, sesuatu yang kita inginkan dan kita cita-citakan. Kaya raya, bisnis sukses,
memiliki tubuh yang selalu sehat, memiliki keluarga yang sakinah, mawaddah dan
rahmah. Itu adalah beberapa contoh harapan dan keinginan hidup.
Sebaliknya, kita merasa sengsara, sedih, dan berduka ketika mendapatkan segala
hal yang tidak kita inginkan. Misalnya, sakit. Siapa yang mau sakit? Tidak akan ada
kan, karena semua orang hanya menginginkan sehat. Misalnya juga bangkrut. Siapa
pengusaha yang ingin usahanya gulung tikar? Oh... tidak bisa! Begitu kata Sule,
he...he...he... Atau tidak lulus Ujian Nasional (UN) yang momok menakutkan bagi
para pelajar kelas IX dan XII. Saya kira tidak ada pelajar yang ingin gagal UN,
semuanya pasti hanya menginginkan satu kata saja tidak yang lain yaitu L-U-L-U-S
alias lulus.

Islam memandang bahwa bagaimana pun kondisi yang sedang terjadi, semua
adalah ujian kehidupan. Mau kesenangan atau kesengsaraan, mau kebahagiaan
ataupun kesedihan, dua hal ini adalah ujian. Dan, memperkuat realitas tersebut,
Ibnu Abbas mengungkapkan bahwa sesungguhnya dunia adalah ruang ujian.
Innaddun-y drul bal. Demikian tegasnya

CARA UMUM MENGATASI MASALAH


KEHIDUPAN
Posted by jhotte blank Senin, 13 Mei 2013 2 komentar
Manusia diciptakan untuk melengkapi kehidupan di dunia dan di dalam dunia tempat
kehidupan manusia itu sendiripun dilengkapi dengan yang namanya MASALAH. Tidak ada
satu orangpun yang lahir kedunia ini tanpa mengalami yang namanya MASALAH dan
memang pada kodratnya MASALAH juga dilahirkan dengan adanya kelahiran manusia itu
sendiri. Nah, disini saya ingin sedikit berbagi tentang bagaimana menyelesaikan MASALAH
saat seseorang mendapatinya karena setiap MASALAH memang ada solusinya hanya kita
yang tidak dapat mencari jalan untuk mendapatkan solusi tersebut.
Ya, memang setiap masalah itu ada sulusinya tetapi karena setiap saat kita menghadapi
masalah atau mendengar kalau kita sedang dalam masalah maka tanpa sadar kita selalu
merasa panik dan rasa panik itu juga dengan sendirinya langsung merasuki alam bawah sadar
kita sehingga pikiran kitapun ikut-ikutan terpengaruh oleh rasa panik itu dan akirnya masalah
yang sebenarnya bisa kita selesaikan dengan waktu yang singkat akhirnya harus memakan
waktu yang lama dan lebih parahnya lagi dapat membawa masalah yang baru lagi. Coba kita
pikirkan, bagaimana kalau sampai kita mendapat msalah di atas masalah? Maka dari sinilah
saya ingin berbagi cara ampuh seorang manusia dalam menyelesaikan masalah. Oke, simak
lebih lanjut.
1.

Berusaha tenangkan hati dan pikiran saat mendapat masalah


Hati dan pikiran adalah suatu kunci utama dalam menyelesaikan masalah. Mengapa hati dan
pikiran menjadi hal yang utama dalam konsep penyelesaian masalah? Hati merupakan
sumber kemanusian bagi seseorang dan dengan hati manusia dapat merasakan pilihan mana
yang harus dijalani dan mana yang harus ditinggalkan sedangkan pikiran adalah pusat dari
pengambilan keputusan setelah hati kita sudah bisa merasakan jalan yang harus kita ambil.

2.

Penguasaan diri
Pengusaan diri sangalah diperlukan dalam menyelesaikan sebuah masalah hidup. Penguasaan
diri yang dimaksud disini adalah anda sendiri yang lebih paham dengan diri anda. Artinya,
anda sudah tau betul karakteristik kepribadian anda karena memang hanya andalah yang
hidup dengan kepribadian anda sendiri. Dengan adanya kita dapat menguasai diri kita sendiri
maka kita dapat dengan mudah menentukan jalan pikiran dan hati kita untuk menyelesaikan
suatu masalah.

3.

Jangan gegabah dalam membuat suatu keputusan


Setelah dua cara diatas maka anda akan leih dengan mudah melakukan langkah yang ketiga
sampai kelima. Dengan adanya kekompakan atau kerja sama yang efektif antara hati dan
pikiran maka dalam menentukan sebuah keputusan akanlah sangat mudah. Secara otomatis,
anda sudah bisa merasa adanya ketenangan dalam dalam diri meski dalam keadaan yang sulit
sekalipun. Nah, dengan adanya ketenangan itu maka pikiran anda tidak disibukan dengan
perasaan-perasaan yang dapat mengganggu pikiran sehingga pikiran kita dapat terfokus
dalam menentukan sebuah keputusan yang dirasa baik untuk kita jalani.

4.

Percaya kalau anda dapat menyelesaikan masalah itu

Seperti saat anda mendapat MASALAH dan langsung merasa panik, takut dsb. Cara kerja hal
ini juga sama dengan yang namanya percaya. Anda harus bisa dan biasakan merasa percaya
karena dengan begitu anda telah merasuki ruang bawah sadar kita sehingga apa yang kita
pikirkan dan akan kita lakukan telah memiliki landasan yang kokoh dalam diri kita dan
kitapun akan melakukan sesuai dengan yang dipikirkan.
5.

Pengendalian diri dari semua rasa emosional,panik dan takut


Pengendalian diri inilah sebagai kunci pintu terakhir dalam menyelesaikan sebuah masalah.
Dengan adanya keempat cara diatas namun tanpa dilengkapi dengan cara kelima ini maka
anda hanya melakukan hal yang percuma. Anda memang harus mengendalikan semua rasa
yang hanya akan mendatangkan pikiran-pikiran yang mengganggu.

Makna MASALAH dalam kehidupan


Posted By pendarbintang On 15 Dec 2013. Under Inspirasi, Motivasi Tags: Kehidupan

Masalah bisa menjadi bom yang akan meledak sewaktu-waktu memporak porandakan
kehidupan kita jika kita tidak menjadikannya kekuatan
Masalah sudah menjadi bagian dari hidup, kita tidak akan bisa menjauh atau kabur darinya,
semakin kita kabur artinya kita menunda untuk menyelesaikannya. Masalah menjadi hal yang
bisa membuat seseorang itu kuat atau sebaliknya lemah dan terjatuh. Semua itu tergantung
bagaimana kita menyikapinya.
Setiap masalah yang datang ke dalam kehidupan kita membawa kekuatan sendiri yang akan
memperkuat diri kita dari waktu ke waktu.
Teman kerja, suami, istri, keluarga atau orang yang tidak kenal memberi kita masalah?
Berterima kasihlah kepada mereka karena mereka telah menyuntikkan kekuatan ke dalam diri
kita melalui masalah itu. Yang kita butuhkan saat menerima masalah itu adalah keyakinan
bahwa kita bisa menghadapinya dan kita mampu mengambil hikmanya. Semakin sering
mereka memberikan kita masalah, sesungguhnya mereka telah melemahkan diri mereka
sendiri.
Hidup adalah proses bertumbuh kita dari setiap masalah yang menghampiri.
Jangan membuat hidup terasa sulit hanya karena kita tidak dapat menyambut masalah dalam
kehidupan dengan optimisme. Di saat masalah demi masalah menghampiri, di situ saatnya
kita lebih menyayangi diri kita dengan cara mengatakan hal-hal yang membuat diri kita lebih
yakin akan kemampuan kita untuk menyelesaikan dan menjadikannya kekuatan.
Jadi masalah akan benar-benar menjadi masalah saat kita menghindarinya dan tidak
berusaha menyelesaikannya karena kita akan membiarkannya tumbuh dan berkembang
mengundang masalah-masalah lain ke dalam kehidupan kita. Masalah bisa menghabiskan
seluruh hidup kita dengan cara begini.

Hidup tidak akan memberikan kita apa-apa jika kita tidak pernah melakukan apa-apa.
Sebenarnya hidup itu sangat sederhana, tak pernah se-complicated yang kita gambarkan saat
dia berdampingan dengan masalah dan kita bisa menyikapinya dengan bijaksana. Saya
menitikkan air mata saat menulis artikel ini, saya sedang merenungi kehidupan saya yang
sebenarnya sudah saya skenariokan dengan sangat indah akan tetapi saya sadar bahwasannya
dalam sandiwara kehidupan ini isinya bukanlah orang-orang yang bisa saya kendalikan. Ada
beberapa orang yang mengerti atau pun mencoba mengerti saya, ada yang mencoba memiliki
semua nya sehingga tak menyisakan untuk saya atau yang lainnya.
Kita harus mengerti bahwasannya memang ada beberapa orang yang datang ke dalam hidup
kita dan saya percaya itu dikirim oleh Tuhan untuk memberikan kita masalah, mengacaukan
segalanya akan tetapi maksud Tuhan mengirimkannya bukanlah untuk membuat kita
menderita melainkan menjadikan kita manusia yang lebih kuat, lebih baik dan tentu saja agar
kita belajar menjadi lebih bijaksana.