Anda di halaman 1dari 40

Pendaftaran/Penghapusan

NPWP dan/atau
Pengukuhan dan
Pencabutan PKP

NOMOR
(NPWP)

POKOK

WAJIB

PAJAK

adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak


sebagai sarana dalam administrasi perpajakan
yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri
atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan
hak dan kewajiban perpajakannya.
(Pasal 1 angka 5 UU KUP)
terdiri dari 15 (lima belas) digit, yaitu 9 (sembilan) digit pertama
merupakan Kode Wajib Pajak dan 6 (enam) digit berikutnya
merupakan Kode Administrasi Perpajakan.
Peraturan Dirjen Pajak Nomor: PER-44/PJ/2008
(sudah diganti dengan PER - 38/PJ/2013 )

01.234.567.8 999 . 000


Kode WP

Kode KPP

Kode cbg

NOMOR POKOK WAJIB PAJAK


Kewajiban Mendaftarkan Diri

ORANG
PRIBADI

BADAN

Syarat
Objektif
Syarat
Subjektif
Wilayah
tempat
kedudukan

Pasal 2 PP 74
2011

KANTOR
PELAYANAN
PAJAK

Wilayah
tempat
tinggal

NOMOR POKOK WAJIB PAJAK


Wanita Kawin

Wanita Kawin yg Memiliki Penghasilan


Penghasilan isteri
digabung dgn
suami
NPWP isteri = NPWP
suami
(Hak & kewajiban
perpajakan
digabung)
bila telah memiliki
NPWP sebelum kawin
maka harus
mengajukan
penghapusan
bila telah memiliki
NPWP sebelum kawin
maka tidak perlu
mendaftarkan diri lagi

Pasal 2 PP 74

hidup terpisah berdasarkan


keputusan hakim atau dikehendaki
secara tertulis berdasarkan
perjanjian pemisahan penghasilan &
harta

YA

TIDA
K
ingin melaksanakan hak
& memenuhi kewajiban
perpajakan terpisah dari
hak & kewajiban
perpajakan suami

Isteri & suami masing-masing


memiliki NPWP,
(Hak & kewajiban perpajakan
terpisah)

NOMOR POKOK WAJIB PAJAK


Anak yang Belum Dewasa

anak yg belum
dewasa
kewajiban
perpajakan
digabung dgn orang
tuanya
NPWP ikut dgn orang
tuanya

Pasal 2 PP 74
2011

Sesuai UU PPh 1984 dan


perubahannya
belum berumur 18 tahun
&
belum pernah menikah

NOMOR POKOK WAJIB PAJAK

Warisan Yang Belum terbagi

Warisan yg belum terbagi


sebagai satu kesatuan
menggantikan yg berhak
menggunak
an

NPWP dari orang pribadi yg


meninggalkan warisan

Pasal 3 PP 74
2011

diwakili
o salah seorang
oleh ahli
waris;
o pelaksana wasiat;
atau
o pihak yang mengurus
harta peninggalan.

MENDAFTARKAN DIRI
adalah KEWAJIBAN
bagi setiap WAJIB PAJAK
Yaitu:

Orang pribadi atau badan yang


telah memenuhi persyaratan
subjektif maupun persyaratan
objektif berdasarkan UU PPh
1984

Sebagai pemikul beban pajak ataupun


sebagai pemotong dan/ pemungut
pajak

KEWAJIBAN MENDAFTARKAN DIRI


Setiap Wajib Pajak yang telah memenuhi persyaratan subjektif
dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan wajib mendaftarkan diri pada kantor
Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat
tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak dan kepadanya
diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak.
(Pasal 2 angka 1 UU KUP)
Persyaratan bagi subjek pajak yang
Sesuai dengan ketentuan
menerima atau memperoleh
mengenai subjek pajak
penghasilan atau diwajibkan untuk
dalam UU PPh 1984 dan
melakukan pemotongan/pemungutan
perubahannya.
sesuai UU PPh 1984 dan
perubahannya

Kewajiban mendaftarkan diri tsb berlaku pula thd wanita kawin yg


dikenai pajak secara terpisah karena hidup terpisah berdasarkan
keputusan hakim atau dikehendaki secara tertulis berdasarkan perjanjian
pemisahan penghasilan & harta.
Wanita kawin selain tsb di atas dapat mendaftarkan diri untuk
memperoleh NPWP atas namanya sendiri agar wanita kawin tsb dapat
melaksanakan hak & memenuhi kewajiban perpajakannya terpisah dari
hak & kewajiban perpajakan suaminya.

MELAPORKAN USAHANYA
adalah KEWAJIBAN
bagi setiap
PAJAK

PENGUSAHA
Yaitu:

KENA

PENGUSAHA yang menyerahkan


Barang Kena Pajak dan atau
Jasa Kena Pajak yang dikenai
pajak berdasarkan UU PPN
1984

KEWAJIBAN MELAPORKAN USAHA


Setiap Wajib Pajak sebagai Pengusaha yang dikenai pajak
berdasarkan UU PPN 1984 dan perubahannya, wajib melaporkan
usahanya pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah
kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan
Pengusaha, dan tempat kegiatan usaha dilakukan untuk
dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak.
(Pasal 2 angka 2 UU KUP)
orang pribadi atau badan
dalam bentuk apa pun yang
dalam kegiatan usaha
atau pekerjaannya
menghasilkan barang,
mengimpor barang,
mengekspor barang,
melakukan usaha
perdagangan,
memanfaatkan barang tidak
berwujud dari luar daerah
pabean, melakukan usaha
jasa, atau memanfaatkan
jasa dari luar daerah

Pengusaha yang melakukan penyerahan


Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan
Jasa Kena Pajak yang dikenai pajak
berdasarkan Undang-Undang Pajak
Pertambahan Nilai 1984 dan
perubahannya, tidak termasuk Pengusaha
Kecil yang batasannya ditetapkan dengan
Keputusan Menteri Keuangan, kecuali
Pengusaha Kecil yang memilih untuk
dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena
pengusaha yang selama satu tahun buku melakukan
Pajak. (Pasal 1 angka 15 UU PPN)

penyerahan BKP dan atau JKP dengan jumlah peredaran


bruto dan atau penerimaan bruto tidak lebih dari Rp4,8 miliar.
{Peraturan Menkeu No:197/PMK.03/2013 }

KETENTUAN MENGENAI JANGKA


WAKTU PENDAFTARAN
Jangka waktu pendaftaran dan pelaporan serta
tata cara pendaftaran dan pengukuhan termasuk
penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dan atau
pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak
diatur dengan atau berdasarkan Peraturan
Menteri Keuangan.
(Pasal 2 angka 5 UU KUP)
Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 73/PMK.03/2012

JANGKA WAKTU PENDAFTARAN DIRI


WAJIB PAJAK
BADAN
Orang pribadi
yang
menjalankan
usaha atau
pekerjaan bebas

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 73/PMK.03/2012

wajib mendaftarkan
dirilama 1 (satu) bulan setelah
paling
saat usaha mulai dijalankan

kepadany
a
diberikan
NPWP

saat pendirian, atau saat


usaha atau pekerjaan bebas
nyata-nyata dimulai

Pekerjaan bebas : pekerjaan yg dilakukan oleh orang pribadi yg mempunyai keahlian khusus
sebagai usaha untuk memperoleh penghasilan yg tidak terikat oleh suatu hubungan kerja.

Orang pribadi yg tidak


menjalankan usaha
atau pekerjaan bebas,
apabila jumlah
penghasilannya s/d
suatu bulan yg
disetahunkan telah

wajib mendaftarkan
diri
paling lama pada akhir
bulan berikutnya

kepadany
a
diberikan
NPWP

CONTOH
Udin bersama rekan-rekannya bermaksud mendirikan sebuah
Yayasan di bidang pendidikan. Akte pendirian dibuat
dihadapan Notaris pada tanggal 20 Mei 2013 dengan nama
Yayasan Bhakti Utama. Kegiatan usaha baru benar benar
dilaksanakan secara aktif pada 1 November 2013.
Yayasan Bhakti Utama wajib mendaftarkan diri paling
lama 1 (satu) bulan setelah saat usaha mulai
dijalankan.
Saat usaha mulai dijalankan adalah saat yang terjadi lebih dulu
antara saat pendirian dan saat usaha nyata-nyata mulai
dilakukan.
Saat usaha mulai dijalankan Yayasan Bhakti Utama adalah
tanggal
20 Mei 2013.
Yayasan Bhakti Utama wajib mendaftarkan diri paling lama
tanggal
20 Juni 2013.

CONTOH
Udin, seorang bujangan (TK/-) mulai bekerja pada tanggal 1
April 2013 sebagai karyawan pada sebuah perusahaan
swasta nasional dengan penghasilan neto sebulan sebesar
Rp4.000.000,00.
Karena Udin belum menikah dan tidak mempunyai
tanggungan maka PTKP setahun adalah
Rp24.300.000,00.
Asumsi penghasilan neto Udin tetap, maka pada bulan ke-7
(Oktober 2013) penghasilan neto Udin adalah Rp28.000.000,00
telah melebihi PTKP.

Udin wajib mendaftarkan diri paling lambat pada akhir bulan


berikutnya setelah bulan memperoleh penghasilan yang
jumlahnya telah melebihi PTKP setahun,

yaitu paling lambat akhir bulan November 2013.


PTKP sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 162/PMK.011/2012

Diskusi
Seno, bujangan (TK/-) adalah pengangguran. Namun Seno
memiliki deposito dengan bunga per bulan sebesar
Rp5.000.000,00. Bunga tersebut mulai diperoleh sejak bulan
Februari 2013. Atas penghasilan bunga tersebut telah
dipotong PPh yang bersifat Final oleh bank.

Bagaimana kewajiban
NPWPnya?

JANGKA WAKTU PELAPORAN USAHA


WAJIB PAJAK

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 73/PMK.03/2012

BADAN
Orang pribadi
yang
menjalankan
usaha atau
pekerjaan
bebas
PENGUSAH
A KECIL

Sebagai
PENGUSAHA
yang
menyerahkan
BKP/JKP

Tidak memilih sebagai


PKP sampai dengan
suatu bulan dalam suatu
tahun buku OMSET BKP
&/ JKP> batasan yang
ditentukan sebagai
Pengusaha Kecil

wajib melaporkan
usahanya untuk
dikukuhkan sebagai
PKP sebelum
melakukan
penyerahan BKP
dan/ atau JKP
wajib melaporkan
usahanya untuk
dikukuhkan sebagai
PKP paling lama
akhir bulan
berikutnya

Contoh

PT AMAN adalah perusahan yang mengelola rumah makan


berdasarkan perjanjian franchise dengan pemilik merk Kentucky
Fried Chicken di USA. Akte pendirian dibuat di hadapan Notaris
pada tanggal 10 Januari 2012. Usaha mulai aktif dijalankan pada
tanggal 1 Maret 2012 dan rumah makan mulai dibuka tanggal 1
April 2012.
PT AMAN adalah Wajib Pajak Badan dan wajib mendaftarkan diri
untuk memperoleh NPWP paling lambat 1 bulan setelah tanggal
10 Januari 2012.
PT AMAN adalah PENGUSAHA, karena dalam kegiatan usaha atau
pekerjaannya melakukan usaha perdagangan dan memanfaatkan
barang tidak berwujud (franchise) dari luar Daerah Pabean.
Namun PT AMAN bukan PENGUSAHA KENA PAJAK karena yang
diserahkan adalah makanan minuman di rumah makan (bukan
Barang Kena Pajak)
PT AMAN tidak wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan
sebagai Pengusaha Kena Pajak

Contoh

PT Yupiter adalah pedagang besar komputer. Akte pendirian dibuat


dihadapan Notaris pada tanggal 10 Mei 2012. Usaha mulai aktif
dijalankan yaitu dengan mulai menjual komputer pada tanggal 1
Juni 2012.
PT Yupiter adalah Wajib Pajak badan dan wajib mendaftarkan
diri untuk memperoleh NPWP paling lambat 10 Juni 2012.
PT Yupiter adalah PENGUSAHA, karena dalam kegiatan usaha atau
pekerjaannya melakukan usaha perdagangan.
PT Yupiter adalah PENGUSAHA KENA PAJAK karena yang diserahkan
adalah komputer yang merupakan Barang Kena Pajak
PT Yupiter wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan
sebagai Pengusaha Kena Pajak sebelum melakukan penyerahan
BKP, yaitu sebelum tanggal 1 Juni 2012 (bersamaan dengan
kewajiban mendaftarkan diri).

Contoh

Misalkan PT Yupiter tersebut dalam tahun buku 2014 omset


penjualan komputernya tidak lebih dari Rp4,8 miliar.

PT Yupiter merupakan PENGUSAHA KECIL


permohonan, pengukuhan PKP dapat dicabut.

dan

dengan

Setelah pengukuhan PKP dicabut, apabila sampai dengan suatu


masa pajak dalam suatu tahun buku OMSET BKP dan atau JKP lebih
dari Rp4,8 miliar
PT Yupiter wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai
PKP paling lambat akhir masa pajak berikutnya

NPWP dan PKP JABATAN


Pasal 2 angka 4 UU KUP

Direktur Jenderal Pajak menerbitkan Nomor Pokok


Wajib Pajak dan atau mengukuhkan Pengusaha
Kena Pajak secara jabatan, apabila Wajib Pajak
tidak melaksanakan kewajiban mendaftarkan
diri dan atau Pengusaha Kena Pajak tidak
melaporkan usahanya.
Dapat dilakukan apabila berdasarkan data yang
diperoleh atau dimiliki oleh Dirjen Pajak ternyata
orang pribadi atau badan atau Pengusaha tersebut
telah memenuhi syarat untuk memperoleh Nomor
Pokok Wajib Pajak dan atau dikukuhkan sebagai

Kewajiban Perpajakan untuk NPWP dan PKP


JABATAN

Pasal 2 angka 4a UU KUP

Kewajiban perpajakan bagi Wajib Pajak yang diterbitkan NPWP


dan/atau yang dikukuhkan sebagai PKP secara jabatan dimulai

sejak
saat
Wajib
Pajak
memenuhi
persyaratan
subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan perpajakan, paling lama
5 (lima) tahun sebelum diterbitkannya Nomor Pokok
Wajib Pajak dan/atau dikukuhkannya sebagai Pengusaha
Kena Pajak.

Misalnya terhadap Wajib Pajak diterbitkan Nomor Pokok Wajib


Pajak secara jabatan pada tahun 2008 dan ternyata Wajib
Pajak telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif
sesuai
dengan
ketentuan
peraturan
perundang-undangan
perpajakan
terhitung
sejak
tahun
2003,
kewajiban
perpajakannya timbul terhitung sejak tahun 2003.

Terhadap kekurangan pembayaran pajak sebagai akibat NPWP dan pengukuhan PKP
secara jabatan dikenai sanksi administrasi berupa bunga 2% per bulan paling lama 24 bulan
dihitung sejak saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak,
atau Tahun Pajak sampai dengan diterbitkannya SKPKB.
(Pasal 13 ayat 2 UU KUP)

TEMPAT MENDAFTARKAN DIRI


pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya
meliputi
tempat tinggal WP
WP ORANG
PRIBADI

tempat kedudukan
WP
WP BADAN

Pasal 2 ayat 1 dan 3 UU KUP

Wajib Pajak orang pribadi yang mempunyai


1 (satu) atau lebih tempat usaha.
(penjelasan Pasal 25 ayat 7 huruf c UU PPh)

dapat ditetapkan oleh


Dirjen Pajak
tempat tinggal dan tempat
kegiatan usaha dilakukan,
bagi WP ORANG PRIBADI
PENGUSAHA TERTENTU
selain tempat tinggal
dan tempat kedudukan
WP

WP
TERTENTU

BUMN;
PMA tertentu;
BUT dan orang asing tertentu;
perusahaan masuk bursa
tertentu;
perusahaan besar tertentu.
Per Dirjen Pajak Nomor PER-9/PJ/2008
Stdd PER - 13/PJ/2014

TEMPAT MENDAFTARKAN
DIRI
pada kantor Direktorat Jenderal Pajak
yang wilayah kerjanya meliputi
tempat kedudukan Wajib
Pajak badan/ tempat
tinggal WP orang pribadi

tempat kegiatan usaha


apabila WP OP melakukan
kegiatan usaha/ kantor
cabang
Untuk kewajiban
perpajakan:
- PPh Pot Put
- PPN dan PPnBM

Untuk kewajiban
perpajakan:
- PPh badan/PPh Orang
Pribadi
(PPh Pasal 25 dan 29)
- PPh Pot Put
pemungutan, penyetoran dan pelaporan PPN dan
-Kewajiban
PPN dan PPnBM

PPnBM terutang dapat dilakukan secara terpusat (sentralisasi)


apabila memenuhi persyaratan tertentu. Sedangkan untuk PPh
Pasal 21 dan Pasal 26 tidak dapat dilakukan pemusatan
pemotongan, penyetoran dan pelaporan pajak terutang (SE-

Ekstensifikasi Dalam Rangka Pendaftaran


NPWP atau Pengukuhan PKP

Mendatangi WP di lokasi WP
Melalui
Pemberi
Kerja/Bendaharawan Pemerintah
Mengirimkan Surat Imbauan kepada
WP

PER 35/PJ/2013

TEMPAT PELAPORAN KEGIATAN


USAHA
pada kantor Direktorat Jenderal Pajak
yang wilayah kerjanya meliputi

tempat kegiatan
usaha Wajib
Pajak

Ditetapkan oleh
Dirjen Pajak
PKP tertentu
BUMN;
PMA tertentu;
BUT dan orang asing tertentu;
perusahaan masuk bursa
tertentu;
perusahaan besar tertentu.

Per Dirjen Pajak Nomor PER - 13/PJ/2014

KEWAJIBAN MEMILIKI NPWP BAGI WAJIB PAJAK


ORANG PRIBADI PENGUSAHA TERTENTU
Kep-171/PJ./2002 dicabut &
diganti PER - 32/PJ/2010

Yang dimaksud dengan Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha


Tertentu adalah Wajib Pajak yang melakukan kegiatan usaha di
bidang perdagangan grosir dan atau eceran barang-barang
konsumsi melalui tempat usaha/gerai (outlet) yang tersebar di
beberapa lokasi, tidak termasuk perdagangan kendaraan dan
restoran.
Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu wajib
mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP bagi setiap
tempat usaha/gerai (outlet) di Kantor Pelayanan Pajak yang
wilayah kerjanya meliputi tempat usaha/gerai (outlet) tersebut
(KPP lokasi) dan di Kantor Pelayanan Pajak yang wilayah
kerjanya meliputi tempat tinggal Wajib Pajak (KPP domisili).

Lama

KEWAJIBAN MEMILIKI NPWP BAGI WAJIB PAJAK ORANG


PRIBADI PENGUSAHA TERTENTU
Baru
Penjelasan Pasal 25 ayat 7 huruf c UU PPh didefinisikan sebagai WP OP yang
mempunyai 1 (satu) atau lebih tempat usaha.
Peraturan Dirjen Pajak Nomor 9 Tahun 2008: WP OP yang mempunyai tempat
usaha tersebar di beberapa tempat.
Peraturan Dirjen Pajak Nomor 44 Tahun 2008: WP OP yang mempunyai 1 (satu)
tempat usaha yang berbeda dengan alamat tempat tinggal atau lebih dari 1 (satu)
tempat usaha.
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 255/PMK.03/2008 diubah dengan PMK Nomor:
208/PMK.03/2009: WP OP yang melakukan kegiatan usaha di bidang perdagangan
yang mempunyai tempat usaha lebih dari satu, atau mempunyai tempat usaha
yang berbeda alamat dengan domisili

Wajib Pajak orang pribadi pengusaha tertentu selain mendaftarkan diri ke


KPP/KP2KP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal Wajib Pajak juga
mendaftarkan diri ke KPP/KP2KP yang wilayah kerjanya meliputi tempattempat kegiatan usaha Wajib Pajak.
(Peraturan Dirjen Pajak Nomor: PER- 44/PJ/2008 sttd PER - 38/PJ/2013).

SANKSI BERKAITAN DENGAN KEWAJIBAN


MENDAFTARKAN DIRI DAN MELAPORKAN KEGIATAN
USAHA

Administrasi

apabila WP tidak melaksanakan


kewajiban mendaftarkan diri
dan atau PKP tidak melaporkan
usahanya
Dirjen Pajak menerbitkan
NPWP dan atau mengukuhkan
PKP secara jabatan
Terhadap kekurangan pembayaran
pajak sebagai akibat NPWP dan
pengukuhan PKP secara jabatan
dikenai sanksi administrasi berupa
bunga 2% per bulan paling lama 24
bulan dihitung sejak saat
terutangnya pajak atau berakhirnya
Masa Pajak, bagian Tahun Pajak,
atau Tahun Pajak sampai dengan
diterbitkannya SKPKB.
(Pasal 13 ayat 2 UU KUP)

Pidana

Setiap orang yang dengan


sengaja : a. tidak mendaftarkan
diri untuk diberikan Nomor Pokok
Wajib Pajak atau tidak melaporkan
usahanya untuk dikukuhkan
sebagai Pengusaha Kena Pajak; b.
menyalahgunakan atau
menggunakan tanpa hak Nomor
Pokok Wajib Pajak atau
Pengukuhan Pengusaha Kena
Pajak; sehingga dapat
menimbulkan kerugian pada
pendapatan negara, dipidana
dengan pidana penjara paling
singkat 6 (enam) bulan dan paling
lama 6 (enam) tahun dan denda
paling sedikit 2 (dua) kali jumlah
pajak terutang yang tidak atau
kurang dibayar dan paling banyak
4 (empat) kali jumlah pajak

PENGHAPUSAN NPWP

Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dilakukan dalam hal

ajib Pajak orang pribadi meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisa
Wanita kawin tidak dengan perjanjian pemisahan harta dan
penghasilan
Warisan yang belum terbagi dalam kedudukan sebagai Subjek
Pajak sudah selesai dibagi
Wajib Pajak badan yang telah dibubarkan secara resmi
berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku
bentuk usaha tetap yang karena sesuatu hal kehilangan
statusnya sebagai bentuk usaha tetap
Wajib Pajak orang pribadi lainnya yang tidak memenuhi syarat
lagi sebagai Wajib Pajak

Kep-161/PJ./2001 sttd PER - 38/PJ/2013

PENGHAPUSAN NPWP
Penghapusan NPWP dilakukan oleh Direktur Jenderal Pajak
apabila:

a.

Diajukan permohonan penghapusan NPWP oleh WP dan/atau ahli


warisnya apabila WP sudah tidak memenuhi persyaratan subjektif
dan/atau objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan;

b.

WP badan dilikuidasi karena penghentian atau penggabungan


usaha;

c.

WP bentuk usaha tetap menghentikan kegiatan usahanya di


Indonesia; atau

d.

Dianggap perlu oleh Direktur Jenderal Pajak untuk menghapuskan


NPWP dari WP yang sudah tidak memenuhi persyaratan subjektif
dan/atau objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundangTermasuk
wanita
yang sebelumnya telah memiliki NPWP dan menikah
undangan
perpajakan.
tanpa membuat perjanjian pemisahan harta dan penghasilan
(Pasal 2 angka 6 UU KUP)
Direktur Jenderal Pajak setelah melakukan pemeriksaan harus
memberikan keputusan atas permohonan penghapusan NPWP dalam
jangka waktu 6 (enam) bulan untuk WP orang pribadi atau 12 (dua belas)
bulan untuk WP badan, sejak tanggal permohonan diterima secara
lengkap.

PENGHAPUSAN NPWP
Atas permohonan Wajib Pajak atau secara
dilakukan berdasarkan hasil Verifikasi:
a. Wajib

Pajak

orang

pribadi

yang

telah

meninggal

jabatan

dunia

dan

tidak

meninggalkan warisan;
b. Wajib Pajak bendahara pemerintah yang tidak lagi memenuhi syarat sebagai
Wajib Pajak karena

yang bersangkutan sudah tidak lagi melakukan

pembayaran;
c. Wajib Pajak orang pribadi yang telah meninggalkan Indonesia untuk selamalamanya;
d. Wajib Pajak yang memiliki lebih dari 1 (satu) Nomor Pokok Wajib Pajak untuk
menentukan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dapat digunakan sebagai sarana
administratif dalam pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan;
e. Wajib Pajak orang pribadi yang berstatus sebagai pengurus, komisaris,
pemegang saham/pemilik dan pegawai yang telah diberikan Nomor Pokok
Wajib Pajak melalui pemberi kerja/bendahara pemerintah dan penghasilan
netonya tidak melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak;

PER - 20/PJ/2013 stdd PER -

PENGHAPUSAN NPWP
Atas permohonan Wajib Pajak atau secara
dilakukan berdasarkan hasil Verifikasi:

jabatan

g. Warisan yang belum terbagi dalam kedudukan sebagai Subjek Pajak sudah
selesai dibagi;
h. Wanita yang sebelumnya telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak dan
menikah tanpa membuat perjanjian pemisahan harta dan penghasilan serta
tidak ingin melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya
terpisah dari suaminya;
i. Wanita kawin yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak berbeda dengan
Nomor Pokok Wajib Pajak suami dan pelaksanaan hak dan pemenuhan
kewajiban

perpajakannya

digabungkan

dengan

pelaksanaan

hak

dan

pemenuhan kewajiban perpajakan suami;


j. Anak belum dewasa yang telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak;
k. Wajib Pajak bentuk usaha tetap yang telah menghentikan kegiatan usahanya
di Indonesia;atau
l. Wajib Pajak badan tertentu selain perseroan
dengan
PER - terbatas
20/PJ/2013
stdd status
PER - tidak

PENCABUTAN PKP
Direktur Jenderal Pajak karena jabatan atau atas permohonan
Wajib Pajak dapat melakukan pencabutan pengukuhan
Pengusaha Kena Pajak.
(Pasal 2 angka 8 UU KUP)
Direktur Jenderal Pajak setelah melakukan pemeriksaan harus
memberikan keputusan atas permohonan pencabutan
pengukuhan PKP dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak
tanggal permohonan diterima secara lengkap.
(Pasal 2 angka 9 UU KUP)
Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 73/PMK.03/2012:
a. PKP pindah alamat ke wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak
lain;
b. sudah tidak memenuhi persyaratan sebagai PKP termasuk PKP yang
jumlah peredaran dan/atau penerimaan bruto untuk suatu tahun
buku tidak melebihi batas jumlah peredaran dan/atau penerimaan
bruto untuk Pengusaha Kecil;
c. PKP telah dipusatkan tempat terutangnya Pajak Pertambahan
Nilai di tempat lain; atau
d. PKP menyalahgunakan pengukuhan PKP.

PENGHAPUSAN NPWP DAN/ATAU PENCABUTAN PKP


Jabatan

Permohonan
WP

Direktur Jenderal Pajak

Catatan:
Verifikasi dapat
juga untuk
penerbitan
NPWP secara
jabatan

WP
TERTENTU

Pemeriksaan

Verifikasi

Penghapusan NPWP dan/atau


Pencabutan Pengukuhan PKP
Pasal 4 PP 74 Tahun
2011

LANJUT

a.OP telah meninggal dunia & tidak meninggalkan warisan;


WP TU
b.Bendahara
Pemerintah yg tidak lagi memenuhi syarat
N
RTE
WP;
TEsebagai
c.OP yg telah meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya;
d.WP memiliki lebih dari 1 NPWP untuk menentukan NPWP yg
dapat
digunakan
sebagai
sarana
administratif
dlm
pelaksanaan hak & pemenuhan kewajiban perpajakan;
e.WP badan kantor perwakilan perusahaan asing yg tidak
mempunyai kewajiban PPh Badan yg telah menghentikan
kegiatan usahanya;
f. Warisan yg belum terbagi dlm kedudukan sebagai Subjek
Pajak sudah selesai dibagi;
g.Wanita yg sebelumnya telah memiliki NPWP & menikah tanpa
membuat perjanjian pemisahan harta & penghasilan serta
tidak ingin melaksanakan hak & memenuhi kewajiban
perpajakannya terpisah dari suaminya;
h.WP BUT yg telah menghentikan kegiatan usahanya di
Indonesia;
i. PKP yg telah dipusatkan tempat terutangnya PPN di tempat
lain;
j. PKP yg pindah alamat ke wilayah kerja kantor DJP lainnya;
atau Pasal 4 PP 74 Tahun

Latihan
Pemahaman

Soal 1
PT STAN merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang
industri pakaian jadi. Perusahaan ini didirikan tanggal
5 April tahun 2008. Tempat kedudukan kantor pusat PT
STAN adalah Jl. Kemanggisan Raya No.1, Jakarta Barat
(Wilayah Kerja KPP Jkt Palmerah) dan mempunyai beberapa
cabang di Tangerang, Depok, dan Bogor.
1. Kewajiban perpajakan apa saja yang harus dilakukan
oleh PT STAN di pusat dan cabang?
2. Apakah dimungkinkan untuk melakukan sentralisasi PPN
dan PPh Pasal 21/26?
3. April 2009, Perusahaan merencanakan membuka pabrik
baru di Bekasi. Bagaimana kewajiban perpajakan di
Bekasi tersebut?
4. Mei 2009, pindah kantor pusat ke Jl. Pasar Minggu
Raya, Jakarta Selatan (wilayah kerja KPP Jkt. Pasar
Minggu).
Persyaratan apa yang harus dipenuhi dan
bagaimana prosedur perpindahaan tersebut?
5. Jika perusahaan berencana menutup usaha, dapat NPWPnya dihapuskan dan bagaimanakah persyaratannya?

Soal 2
Sdr. Agung memiliki usaha kecil,
sebagai warga negara yang baik
datang
kepada
Saudara
sebagai
Petugas
Pajak
menanyakan
aspek
perpajakan
yang
harus
dilakukan
sehubungan
dengan
usahanya
tersebut. Jelaskan jawaban Saudara
disertai dasar hukumnya?

Soal 3
Sdr. Antasari memiki beberapa
tempat usaha antara lain di
Pasar Minggu, Pasar Tanah Abang
dan lain-lainnya. Sdr. Antasari
berkonsultasi
dengan
Saudara
apa
yang
harus
dilakukan
sehubungan
dengan
kewajiban
perpajakannya? Jelaskan dengan
disertai dasar hukumnya.

Sesi ini cukup


disini