Anda di halaman 1dari 4

Wajah Kemerahan

LBM 5
Step 1
1. Telangiektasis: pelebaran pembuluh darah kecil di bawah kulit bersifat
menetap dan dapat dilihat dengan mata telanjang.
2. Adneksa kulit: struktur tambahan dari kulit berasal dari epidermis, fungsi dan
struktur berubah.
3. Flushing: kemerahan pada muka, leher, dan telinga dan hilang timbul.
4. Folikulitis: radang folikel rambut akibat Staphylococcus aureus.
5. Rosasea: penyakit erupsi wajah yang terdiri dari papul eritematosa, hamper
mirip akne,pustule dan telangiektasis.
6. Akne vulgaris: penyakit peradangan menahun folikel pilosebasea yang
umumnya terjadi pada masa remaja, bias sembuh sendiri.
STEP 2
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Apa struktur kulit, rambut, dan kuku?


Apa macam- macam adneksa kulit dan kelainannya?
Apa etiologi rosasea, folikulitis, dan akne vulgaris?
Pathogenesis terjadi akne?
Manifestasi klinis rosasea, akne vulgaris, dan infeksi baktei folikulitis?
Diagnosa banding dari scenario?
Apa diagnosis dari scenario?
Macam- macam akne dan perbedaannya?
Bagaimana penatalaksanaan dari penyakit sesuai scenario?

STEP 3
1. Apa struktur kulit, rambut, dan kuku?
Kuku
- Matriks kuku pembentuk jaringan kuku yang baru
- Dinding kuku
- Nail bed bantalan kuku
- Alur kuku celah antara dinding dan dasar kuku
- Akar kukubagian proksimal
- Lunula
- Eponikium dinding kuku proksimal
- Hiponikium dasar kuku kulit ari yang bebas / free edge
- Free edge kuku yang dipotong
Rambut
- Kutikula
- Korteks
- Medulla 3-4 lapis sel berisis keratohialin, badan lemak, dan badan
udara
Kelenjar kulit
- Kelenjar keringat

a. Ekrin secret encer, terletak permukaan kulit terutama telapak


tangan dan kaki
b. Apokrin secret lebih kental, terletak di lipatan tubuh
- Kelenjar minyak
Kulit
A. Epidermis
1. Kulit tebal 5 lapisan ( Korneum, lusidum, spinosum, granulosum,
basal)
2. Kulit tipis 4 lapisan ( semua kecuali lusidum)
B. Dermis
1. Papilla dermis
2. Papilla retikular
2. Apa macam- macam adneksa kulit dan kelainannya?
Adneksa kulit: kelenjar kulit ( sudorifera dan sebasea), kuku, rambut
a. Kelenjar sudorifera
Kelenjar ekrin
A. Hiperhidrosis
B. Hipohidrosis kehilangan aktv kelenjar eer
C. miliaris keadaan pori-pori tertutup
Kelenjar apokrin
A. Brom hidrosis bau menususk k=hidung keluar dari kulit. Apokrin
akibat keringat apokrin yang diolah bakteri gram negative. Ekrin akibat
degradasi mikrobiologi, str korneum lunak
B. Krom hidrosis sekresi keringat berwarna
C. Hidradenitis supurativa penyakit kronis supuratif dan sikratika
b. Kelenjar sebasea
A. Akne
B. Rosasea
C. Dermatitis perioral
c. Rambut
A. Alopesia areata
B. Alopesia androgenic
C. Efluvium telogen
D. Trikotilomania
d. Kuku
A. Hipokeratik finger
B. Shell nail syndrome
C. Koilonikia
D. Anonikia kuku tidak tumbuh
E. Anikogriposis kuku menebal kecoklatan
F. Onikoatrofi kuku tipis dan lebih kecil
G. Onikolisis kuku terpisah dari dasar kuku
H. Hapalonikia kuku tipis, lunak, mudah sobek
I. Brittle nail kuku rapuh
3. Apa etiologi rosasea, folikulitis, dan akne vulgaris?
Rosasea
- Disebabkan oleh makanan yang mengandung alcohol
- Stres psikis
- Defisiensi vitamin

- Hormonal
- Musim
- Pajanan sinar matahari
Akne vulgaris
- Faktor intrinsic: genetic dan hormonal
- Faktor ekstrinsik: stress, iklim, suhu, kelembaban tinggi, kosmetik, diet
(makan-makanan kacang-kacangan, coklat, keju), dan obat-obatan
(KB)
Folikulitis
- Memakai pakaian ketat kulit ketarik pori-pori membesar
- Trauma berulang co: pencabutan rambut
- Keringat berlebihan
4. Pathogenesis terjadi akne?
a. Karena produksi sebum meningkat
b. Hiperproliferasi sebasea
c. Kolonisasi propionibakterium acnes
d. Proses inflamasi
- Faktor psikis meningkatkan folikel sebasea meningkatkan sebum
(trigiserida nutrisi propionibakterium acnes)
- Peningkatan flora normal Staphylococcus mengubah enzim lipolitik
menjadi sebum
5. Manifestasi klinis rosasea, akne vulgaris, dan infeksi baktei folikulitis?
Rosasea
- Stadium I: muncul eritem tiba-tiba menetap timbul bbrp
telangiektasis
- Stdium II papul tidak nyeri ketika ditekan, pustule, edema
- Stadium III gejala st II meningkat dan hidung besar kemerahan,
peradangan lapisan mata(ada benda asing spt pasir, gatal, kabur,
kering) (bengkak pada palpebrakonjungtiva, kelopak mata)
Akne vulgaris
- Pada remaja
- Komedo
- Papul
- Pustule
- Kista
- Nodul
- Predileksi: muka, leher, bahu, dada, punggung bagian atas
>> yang sudah sembuh kulit di wajah timbul titik-titik, di badan
keloit/ jaringan parut hipertrofi
Folikulitis
a. Superfisialis: di epidermis tungkai bawah, pustule/ papul eritematosa
b. Profunda: tempat di bibir atas, dagu, papul/ pustule eritematosa
6. Diagnosa banding dari scenario?
Akne vulgaris
Rosasea
Dermatitis seboroik
SLE
Folikulitis

7. Pemeriksaan penunjang pada scenario?


Rosasea
- Histopatologi ekstrasia vascular, edema dermis, disorganisasi
dengan jaringan dermis
Akne vulgaris
- Histopatologi: ada peradangan di folikel pilosebasea
- Pemeriksaan terhadap mikroorganisme propionobakterium acnes dan
staphylococcus epidermidis
- Analisis komposisi asam lemak di kulit
Folikulitis
- Pengecatan gram/ biakan bakteri
8. Apa diagnosis dari scenario?
9. Macam- macam akne dan perbedaannya?
Akne vulgaris perubahan jumlah dan konsistensi lemak
Venenata penutupan folikel sebasea oleh massa eksternal/ kotoran
Komedonal saluran folikel sebasea menyempit akibat sinar UV
10.Bagaimana penatalaksanaan dari penyakit sesuai scenario?
A. Rosasea
Topikal
- Metronidasol 0, 75% gel/ krim 2% untuk lesi papul dan pustule
- Isotretinoin krim 0,2%
Sistemik
- Isotretinoin 0,5- 1 / kgBB sehari
- Metronidasol 2x 500 mg/ hari
Lain
- Sunblock
- Diet alcohol, kopi, dan makanan pedas
B. Folikulitis
- antibiotic sabun antibakteri atau topical (eritromisin dan klindamisin)
C. Akne vulgaris
- pasien nurut dengan dokter bersihakan wajah 2-3 kali sehari
- Obat topical: benzoil peroxide 2,5-10%, klindamisin HCL/ phosphate 1%
- Obat sistemik: klindamisin, kortikosteroid, isotretinoin( menghambat minyak),
special treatment (chemical peeling, ekstraksi komedo)