Anda di halaman 1dari 26

Presentation Title

PROMOSI KESEHATAN

PERILAKU HIDUP BERSIH dan SEHAT DI


RUMAH SAKIT atau LAYANAN
KESEHATAN

KELOMPOK 3
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Fitri Qurani
Fitasari
Ukhidza Fitratul H.
Asma Inas Lutfia A.
Imas Adelia A.
Izza Devi Y.
Ramadhana Dede A
Nurul Hidayati I.
Abdul Fauzi

(P27820113004)
(P27820113006)
(P27820113010)
(P27820113013)
(P27820113014)
(P27820113026)
(P27820113027)
(P27820113029)
(P27820113031)

PENGERTIAN PHBS di INSTITUSI


KESEHATAN
Institusi kesehatan adalah sarana yang diselenggarakan oleh
pemerintah/swasta atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan pelayanan
kesehatan bagi masyarakat, seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik swasta.
PHBS di Institusi Kesehatan adalah upaya untuk memberdayakan
pasien, masyarakat pengunjung dan petugas agar tahu, mau dan mampu untuk
mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan berperan aktif dalam
mewujudkan Institusi Kesehatan Sehat dan mencegah penularan penyakit di
institusi kesehatan.

TUJUAN PHBS DI INSTITUSI KESEHATAN


Tujuan umum :
adalah upaya untuk memberdayakan pasien, masyarakat
pengunjung dan petugas agar tahu, mau dan mampu untuk mempraktikan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan berperan aktif dalam mewujdkan
Institusi Kesehatan Sehat.
Tujuan khusus :
1.Mengembangkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di institusi kesehatan.
2.Mencegah terjadinya penularan penyakit di institusi kesehatan
3.Menciptakan institusi kesehatan yang sehat

MANFAAT PHBS di INSTITUSI KESEHATAN


1.

2.

3.

Bagi pasien, keluarga pasien, dan pengunjung


a) Memperoleh pelayanan kesehatan di institusi kesehatan
b) Terhindar dari penularan penyakit
c) Mempercepat proses penyembuhan penyakit
d) Peningkatan kesehatan pasien
Bagi institusi kesehatan
a) Mencegah terjadinya penularan penyakit di institusi kesehatan
b) Meningkatkan citra institusi kesehatan yang baik sebagai tempat
untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan
kesehatan bagi masyarakat
Bagi pemerintah daerah
a) Peningkatan persentase Institusi Kesehatan Sehat menunjukkan
kinerja dan citra pemerintah kabupaten/ kota yang baik
b) Kabupaten/ kota dapat dijadikan pusat pembelajaran bagi daerah
lain dalam pembinaan PHBS di Institusi Kesehatan

METODE dan MEDIA


Metode yang digunakan untuk kegiatan promosi kesehatan dalam
penerapan PHBS di rumah sakit atau institusi kesehatan adalah melalui
penyuluhan langsung, dan penyuluhan tidak langsung. Pda penyuluhan
tidak langsung yaitu menggunakan media/ penyebaran brosur, leaflet,
poster, pemasangan spanduk.
Menurut Notoatmodjo (2005), metode dan media yang digunakan
dalam promosi kesehatan disesuaikan dengan kondisi sasaran, tempat dan
waktu pelaksanaan sehingga menggugah awareness atau kesadaran
masyarakat terhadap suatu inovasi yang diharapkan dapat berpengaruh
terhadap perubahan perilaku. Untuk itu dalam pemilihan media perlu
dipertimbangkan secara cermat sesuai dengan sosial budaya dan kebutuhan
masyarakat sehingga masyarakat mau melakukan perubahan perilaku
kepada yang lebih baik yaitu melalui pemberdayaan masyarakat.

Indikator PHBS di Institusi Kesehatan


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Mencuci tangan pakai sabun ( hand rub/ hand wash )


Menggunakan air bersih
Menggunakan jamban
Membuang sampah pada tempatnya
Tidak merokok di institusi kesehatan
Tidak meludah sembaranagn
Memberantas jentik nyamuk

RENCANA EVALUASI
A. PERENCANAAN
Penyusunan rencana kegiatan PHBS gunanya untuk menentukan
tujuan, dan strategi komunikasi PHBS. Adapun langkah-langkah perencanaan
sebagai berikut:
1.Menentukan Tujuan
Berdasarkan kegiatan pengkajian PHBS dapat ditentukan
klasifikasi PHBS wilayah maupun klasifikasi PHBS tatanan, maka
dapat
ditentukan masalah perilaku kesehatan masyarakat di tiap
tatanan dan
wilayah. Selanjutnya berdasarkan masalah perilaku kesehatan dan hasil
pengkajian sumber daya PKM ditentukan tujuan
yang akan dicapai untuk
mengatasi masalah PHBS yang ditemukan.
Contoh hasil pengkajian PHBS secara kuantitatif ditemukan masalah
merokok pada tatanan rumah sakit, maka ditentukan tujuannya.
Tujuan Umum : Menurunkan prosentase orang yang tidak
merokok selama satu tahun.
Tujuan Khusus : Menunuikan prosentase tatanan rumah sakit
yang merokok. dari 40% menjadi 5 %.

Lanjuut
2. Menentukan jenis kegiatan intervensi
Setelah ditentukan tujuan, selanjutnya ditentukan jenis
kegiatan Intervensi yang akan dilakukan. Caranya adalah dengan
mengembangkan berbagai alternatif intervensi, kemudian dipilih
intervensi mana
yang bisa dilakukan dengan dikaitkan pada
ketersediaan sumber daya.
Penentuan kegiatan intervensi terpilih didasarkan pada :
a) Prioritas masalah PHBS, yaitu dengan memilih topik
penyuluhan yang sesuai dengan urutan masalah PHBS.
b) Wilayah garapan, yaitu mengutamakan tempat atau lokasi
yang
mempunyai PHBS rumah sakit terendah dalam hal
Larangan Merokok
c) Penentuan tatanan yang akan diintervensi, yaitu menentukan
lokasi yang menjadi sasaran PHBS rumah sakit dalam hal
Larangan Merokok, baik secara menyeluruh atau sebatas pada
lokasi tertentu. Kemudian secara bertahap dikembangkan ke
lokasi lain (ruangan lain atau lingkup rumah sakit yang lebih
luas).

Lanjuut
d) Penentuan satu jenis sasaran untuk tiap tatanan, yaitu
mengembangkan PHBS pada tiap lokasi, tetapi hanya
satu jenis sasaran untuk tiap lokasi. Rumusan rencana
kegiatan intervensi terpilih pada intinya menipakan
operasionalisasi strategi PHBS, yaitu :
1) Advokasi, kegiatan pendekatan pada para tokoh /
pimpinan Wilayah.
2) Bina suasana, kegiatan mempersiapkan kerjasama
lintas program lima sektor, organisasi
kemasyarakatan, LSM, dunia usaha, swasta, dll.
3) Gerakan masyarakat, kegiatan mempersiapkan dan
menggerakkan sumber daya, mulai mempersiapkan
petugas,pengadaan media dan sarana

B. EVALUASI
Hasil yang dicapai adalah :
1. Pelaksanaan program PHBS sesuai rencana
2. Dapat mensosialisaskan, menerapkan, dan membina PHBS di
lingkungan rumah sakit atau instasi kesehatan
3. Diharapkan meningkatnya pengetahuan para peserta tentang
PHBS umumnya dan khususnya PHBS di rumah sakit atau
instasi kesehatan
4. Adanya upaya jalan keluar apabila terjadi hambatan
5. Adanya peningkatan program PHBS.

SASARAN
Sasaran PHBS menurut tatanan
Sasaran

Keluarga

Inst. Kesehatan

Tempat Kerja

Sekolah

Tempat Umum

Primer

Individu

Pasien
Pengantar/
Keluarga
Keluarga Pasien

Karyawan

Siswa

Pengunjung
Masyarakat Umum

Sekunder

KK
Ortu/ Mertua
Kader

Petugas Kes
Kader Kes

Manager
Serikat Buruh
Organisasi
Profesi

Pegawai
Karyawan
Manager

Tersier

Pimp. Institusi di
Institusi Kesehatan

Direktur
Pemilik

Kepsek
Pemilik

KK
Ket RT
Ket RW
Kades

Guru
BK
Karyawan
Osis

Direksi
Pemilik

Format
1. Topik
2.
3.
4.
5.

6.

7.

: penyuluhan bahaya merokok dan larangan merokok di institusi


kesehatan
Sasaran
: keluarga pasien
Metode
: ceramah, tanya jawab, pembelajaran melalui video
Media
: Leaflet, laptop, microphone, LCD
Pelaksanaan kegiatan
Tanggal
: 28 November 2014
Waktu
: 13.00-14.00 WIB
Tempat
: ruang tunggu pasien
Pengorganisasian
Penyaji
: ukhidza fitratul
Nurul Hidayati I
Asma Inas Lutfia
Moderator
: Fitasari
Materi
: Pengertian PHBS
Tentang Rokok
Bahaya Rokok bagi Perokok Aktif
Bahaya Rokok bagi Perokok Pasif

8. Rencana :

No.
1.

Kegiatan penyuluhan

Waktu

Tahap pembukaan
1.1 Moderator membuka acara dan
mengucapkan salam
1.2 Perkenalan
1.3 Menjelaskan tujuan
penyuluhan

2.

Kegiatan audiens

1.1 Menjawab salam dan


Mendengarkan
1.2 Mendengar dan memperhatikan
1.3 Mendengarkan dan Memperhatikan

Tahap Pelaksanaan

2.1 Menjawab pertanyaan, mendengar


memberikan persepsi PHBS

2.1 Menggali pengetahuan audiens


tentang PHBS

2.2 Mendengar, memperhatikan

2.2 menjelaskan pengertian PHBS

2.3 Audiens menerima leflate

2.3 Pembagian leflet

2.4 mendengarkan dan memperhatikan

2.4 Menjelaskan pengertian rokok

2.5 mendengarkan dan memperhatikan

2.5 Menjelaskan zat yang


terkandung dalam rokok

5 menit

40 menit

No.

Kegiatan penyuluhan
2.6 Menjelaskan bahaya rokok

Kegiatan audiens

Waktu

2.6 mendengarkan dan memperhatikan

bagi perokok aktif


2.7 Menjelaskan bahaya rokok
bagi perokok pasif
2.8 Mempertontonkan video

2.7 mendengarkan dan memperhatikan


2.8 mendengarkan dan memperhatikan

tentang bahaya merokok


2.9 Memberikan kesempatan
bertanya
3.

2.9 mendengarkan dan memperhatikan

Tahap Penutup
3.1 Penyaji menyimpulkan materi
tentang bahaya rokok dan
larangan merokok di rumah
sakit

3.1 Mendengarkan dan memperhatikan

15 menit

No.

Kegiatan penyuluhan
3.2 Moderator menutup acara dan
mengucap salam

Kegiatan audiens
3.2 Mendengar dan menjawab salam

Waktu

9. Evaluasi
Pelaksanaan program PHBS sesuai rencana
Dapat mensosialisasIkan, menerapkan, dan membina PHBS di lingkungan
rumah sakit atau instasi kesehatan khususnya tentang merokok di instasi
kesehatan
Diharapkan meningkatnya pengetahuan para peserta tentang PHBS umumnya
dan khususnya PHBS di rumah sakit atau instasi kesehatan
Adanya upaya jalan keluar apabila terjadi hambatan
Adanya penurunan warga yang merokok di instasi kesehatan

Role Play

Fitri Qurani
Fitasari
Ukhidza
Asma Inas
Imas Adelia Al B
Izza Devi Y
Ramadhana
Nurul Hidayati
Abdul Fauzi

: Keluarga Pasien ( Istri Dana )


: moderator dan pasien
: nita (perawat 1)
: nisa (perawat 3)
: Keluarga Pasien
: Keluarga Pasien ( Istri Fauzi )
: Keluarga Pasien
: nina (Perawat 2)
: Keluarga Pasien 1

Di ruang Bunga Cantik di PUSKESMAS. Chiao Bella terdapat


sepasang suami istri yang sedang menunggu anaknya sakit dan terjadilh
sebuah percakapan
Fauzi
: ( sambil merokok )
Icha
: aduh paps, papi gak lihat ada tulisan segede ini
Fauzi
: aduh mami, anggap saya papi tidak bisa membaca
Icha
: aduh papi itu tulisanya di larang merokok pi
Fauzi
: aduh mi ini itu kebutuhan wajib papi
Icha
: au ah papi, nyebelin
Tidak selang beberapa lama datanglah seorang perawat untuk
memeberikan makanan kepada salah satu pasien

Action 1
Perawat 1
Keluarga Pasien 1
Perawat 1
Keluarga pasien 1
Perawat 1
Keluarga Pasien 1

: Assalamualaikum wr wb.
: walaikum salam wr wb.
: Permisi bu, pak saya mau mengantar makan siang
untuk nyonya Siti.
: Silahkan sus.
: Bapak mohon maaf, bapak bisa melihat tulisan
disana,diruang ini dilarang merokok.
: oh iya sus maaf

(Nurse station)
Perawat 1
larangan
Perawat 2
bahaya
Perawat 3

Perawat 1

: sus, bagaimana kalo kita mengadakan penyuluhan tentang


merokok di rs ini, soalnya saya sering liat keluarga pasien sering
merokok di ruangan.
: iya sus saya setuju dengan pendapat anda, kita harus memberikan
edukasi kepada keluarga pasien tentang larangan merokok dan
merokok.
: bagaimana kalo besok siang kita mengumpulkan keluarga pasien
dan setelah ini kita menemui kepala ruangan untuk meminta izin
diadakannya penyuluhan.
: iya, nanti saya akan memberitahu keluarga pasien untuk datang
pada penyuluhan kita

setelah melewati beberapa proses, akhirnya kepala ruangan


menyetujui untuk di adakanya penyuluhan
(Keesokan harinya di ruangan pasien)
Perawat 1

Fitri
Perawat 1
Imas
Icha
Imas

: permisi ibu,bapak nanti siang jam 01.00 kami perawat akan


mengadakan penyuluhan tentang larangan merokok dan bahaya
merokok. Apakah ibu dan bapak bisa meluangkan waktu?
: iya mbak nanti saya usahakan untuk datang.
: trimakasih, nanti saya tunggu kedatanganya
: haduh jeng, kita gak usah ikut penyuluhan gitu gituan. Apa untungnya
coba bagi kita. Toh suami saya sudah terlanjur sakit
: iya juga sih jeng, aku juga males tapi suamiku perokok, yasudah kita
ikut saja yuk jeng
: yasudah jenk

(saat penyuluhan)
Moderator
: assalamualaikum wr.wb
Masy
: waalaikumussalam wr.wb
Moderator

Perawat 1
Masy

: sebelumnya kami ucapkan banyak trimakasih atas kehadiran bapak


dan ibu semua. nama saya nida, saya selaku moderator dalam acara
ini, langsung saja saya serahkan kepada penyaji, silahkan perawat nita
: Bapak ibu bagaimana kabarnya hari ini ?
: Baik mbak

Perawat 1
Perawat 1

Perawat 1

Perawat 2
Perawat 2
Imas
Perawat 2
Imas
Perawat 2
Perawat 3
Moderator
Masay

: Disini saya dan rekan saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu.
Nama saya nita dan rekan disebelah saya nina dan nisa
: Sebelumnya Terima kasih bapak dan ibu sudah meluangkan waktu
untuk menghadiri acara penyuluhan tentang bahaya merokok dan
larangan merokok di institusi kesehatan
: Disini kami akan menjelaskan beberapa point dari larangan merokok
kepada hadirin semua, agar bapak dan ibu bisa menambah wawasan
akan larangan dari merokok khususnya larangan merokok di institusi
kesehatan.
: Baiklah bapak ibu mari kita mulai penyuluhan ini. (sambil
menyalakan laptop dan menampilkan PPT)
: Pertama-tama kami akan menjelaskan tentang PHBS. Bapak ibu disini
ada yang tau apa itu PHBS?
: Perilaku hidup bersih dan sehat, mbak. Iya kan mbak??
: Iya ibu benar sekali. Kok ibu tau?
: Iyalah mbk itu banyak ditempel di dinding dinding rumahsakit
: Ibuk yang satu ini sudah cantik pinter sekali. Baiklah penjelasan lebih
lanjutnya akan dijelaskan oleh perawat nisa
: (menjelaskan ppt)
: baik pak bu, apa ada yang ditanyakan dari penjelasan PHBS?
: tidak mbak

Setelah penjelasan PHBS perawat membagikan leflet kepada peserta penyuluhan.


Perawat 3
: saya bagikan lefletnya ya ibu bapak, silahkan dibaca
Fitri
: setelah dibaca mbk??
Perawat 3
: setelah dibaca di pahami ibu
Icha
: haduh mbak saya gak paham, langsung saja dijelaskan
Perawat 3
: iya ibu sebentar, setelah ini kami akan menjelaskan terlebih dahulu
materi tentang bahaya merokok dan larangan merokok di institusi
kesehatan yang akan dijelaskan oleh perawat nina
Perawat 2
: baik ibu bapak, setelah tadi kami mejelaskan tentang PHBS semoga
dapat menambah wawasan ibu bapak sekalian akan pentingnya perilaku
hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari- hari. Selanjutnya saya
akan menjelaskan tentang bahaya merokok. (menjelaskan ppt)
Perawat 2
: Selanjutnya kami akan memutarkan video tentang dampak dari
merokok. (metutarkan video)
Perawat 2
: Saya kembalikan ke moderator
Moderator
: Dari materi dan video yang telah disampaikan apakah ada yang ingin
ditanyakan saya akan membuka 1 sesi tanya jawab dengan 2
pertanyaan
dan pertanyaan tersebut kami tampung terlebih dahulu dan
setelah itu
pertanyaan akan dijawab. apakah ada yang ingin
ditanyakan????
Fauzi
: Saya ingin bertanya mbak.
Perawat 3
: Iya dengan bapak siapa?

Fauzi
: Nama saya Alexander. Saya ingin bertanya mbak. Maap mbak ya, saya adalah
perokok berat, saya juga mengerti ada larangan merokok di
institusi kesehatan. Tetapi
saya tidak bisa berhenti merokok mbak saat
menjaga saudara saya. Saya
merasa ngantuk berat mbak,beraat banget.
Saya ini bener-bener ga bisa
kalo ga ngerokok, gimana terus ini mbak??
Moderator
: baik kami tampung terlebih dahulu, ada yang ingin betanya lagi?
Dana
: Mbak saya ingin mendegarkan penjelasan ulang tentang bahaya asap
rokok
Perawat 3 : oh iya pak, kami akan mencoba menjelaskan kembali
Perawat 3 : saya akan mencoba menjawat pertannyaan dari bapak Alexander.
Begini
pak, bapak harus tau kondisi lingkungan bapak saat merokok. Bapak harus bisa
membedakan di lingkungan rumah sakit dan
lingkungan luar, karena
dirumah sakit itu lingkungan orang sakit tanpa
bapak merokok udara dan
lingkungan dirumah sakit tidak bagus apalagi
hal itu ditambah dengan udara
atau asap rokok tentunya akan semakin
memperburuk lingkungan rumahsakit. Dengan
bapak merokok banyak
yang akan dirugikan karena selain membahayakan bapak
selaku
perokok aktif juga dapat membahayakan bagi perokok pasif yaitu yang
menghirup dari asap rokok.
Icha
: mangkane to pap, sudah jangan merokok terus
Fauzi
: kebutuhan mams,bisa di bilang paps tak bisa hidup tanpa rokok
Perawat 2 : saya akan mencoba menjelaskan kembali bahaya dari asap rokok
(menjelaskan asap rokor dimateri)

Perawat 3

Dana
Perawat 3
Dana

Fitri

Dana
Perawat 3
Icha
Fauzi
Fitri
Perawat 3

: Nah hadirin semua kini telah mengerti bahaya merokok, dampak dari
merokok dan banyak lagi. Apakah hadirin disini ada yang ingin berbagi
pengalaman tentang larangan merokok?
: Iya saya mbak
: Iya dengan bapak siapa?
: Nama saya bapak dana Saya ingin berbagi pengalaman. Tetangga saya
sekitar 1 tahun yang lalu meninggal. Penyebabnya adalah dia seorang
perokok berat, hingga akhirnya dia terkena kanker paru-paru dan
akhirnya meninggal dunia.
: iya mbak, saya itu gak suka kalo suami saya merokok,saya marahin itu
suami saya. sudah ada contohnya itu tetangga saya, saya itu tuaakkut
mbak di tinggal suami saya.
: iya buk, kan bapak sudah tidak pernah merokok, bapak juga takut buk.
: Terima kasih bapak dana telah berbagi pengalaman dengan kita semua.
Apakah ada lagi yang ingin berbagi pengalaman?
: saya sus, saya sudah capek bilangin suami saya jangan merokok, suami
saya itu sering batuk-batuk terus.
: Sudahlah mams, nanti paps gak ngrokok lagi
: bener tu pak fauzi kasihan istrinya juga kalo sering menghirup asap
rokok.
: Bagaimana bapak ibu, apakah masih ada yang ingin bercerita tentang
pengalamannya?

Imas

Perawat 3
Perawat 1

Moderator

Moderator

: saya mbak, suami saya dulu pecandu rokok, dan setiap merokok di
depan anak saya, sehingga anak saya menghirup asap rokok, saya pikir
itu tidak ada efeknya. Tapi saya kaget ketika anak saya di diagnosa
dokter terkena kanker paru dan tak lama kemudian anak saya
meninggal, sekarang suami saya yang harus di rawat karena penyakit
yang sama. Saya sedih mbak,sedih,sedih.
: kami turut berduka cita ya bu. Semoga ini dapat menjadi pelajaran bagi
kita semua.
: Dari materi kali ini dapat kita simpulkan bahwasanya rokok memiliki
kandungan zat yang berbahaya. Rokok dapat menjadi salah satu
penyebab kematian di dunia bahkan rokok juga mengancam nyawa
orang yang tidak mengkonsumsi rokok langsung alias perokok pasif.
Apalagi kita sekarang ada di lingkungan rumah sakit yang di dalamnya
tidak hanya ada orang yang sakit saja melainkan ada orang yang sehat
juga. Marilah kita sama-sama memulai hidup bersih dan sehat dengan
salah satunya tidak merokok di lingkungan rumah sakit.
: Terima kasih atas partisipasi bapak dan ibu yang telah hadir disini.
Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat untuk kita semua. Dan
kita dapat mengambil hikmah dari suatu kejadian di sekitar kita
: sekian penyuluhan dari kami, kurang lebihnya kami mohon maaf yang
sebesarnya. Akhirul kalam. Wassalamualaikum wr.wb