Anda di halaman 1dari 7

DAMPAK GLOBAL WARMING,PENYEBAB DAN CARA MENGATASINYA

DAMPAK GLOBAL WARMING,PENYEBAB DAN CARA


MENGATASINYA
DAMPAK GLOBAL WARMING,PENYEBAB DAN CARA MENGATASINYA Baiklah
mari kita bahas tentang DAMPAK GLOBAL WARMING,PENYEBAB DAN CARA
MENGATASINYA Jika anda belum mengetahui tentang DAMPAK GLOBAL
WARMING,PENYEBAB DAN CARA MENGATASINYA Maka anda berkunjung ke situs
yang tepat dimana saya akan membahas tentang DAMPAK GLOBAL
WARMING,PENYEBAB DAN CARA MENGATASINYA Baiklah langsung saja kita simak
DAMPAK GLOBAL WARMING,PENYEBAB DAN CARA MENGATASINYA
DAMPAK GLOBAL WARMING,PENYEBAB DAN CARA MENGATASINYA

1.Dampak GLOBAL WARMING


BerikutiniadalahDampakGlobalwarmingataupemanasanglobal.
Indonesiamulaimerasakandampakpemanasanglobal(globalwarming)yang
dibuktikandariberbagaiperubahaniklimmaupunbencanaalamyangterjadi.
"SudahbanyakditemukandampakpemanasanglobaldiIndonesia,"kata
koordinatorkampanyebidangiklimdanenergiWorldWildFund(WWF)Indonesia,
VerenaPuspawardhanidiBandaAceh.
Dampakpemanasanglobal(perubahanIklim)itudiantaranya,terjadinya
perubahanmusimdimanamusimkemaraumenjadilebihpanjangsehingga
menyebabkangagalpanen,krisisairbersihdankebakaranhutan.
Dampaklainnyayaituhilangnyaberbagaijenisfloradanfaunakhususnyadi
Indonesiayangmemilikianekaragamjenissepertipemutihankarangseluas30persen
atausebanyak9095persenkarangmatidiKepulauanSeribuakibatnaiknyasuhuair
laut.
"Pemanasanglobaljugamemicumeningkatnyakasuspenyakittropissepertimalaria
dandemamberdarah.setiaptahunnyadiIndonesiasemakinbanyakpasienpenderita
penyakitini,"kataVerena.

Selainitu,penelitiandariBadanMeteorologidanGeofisikamenyebutkan,Februari
2007merupakanperiodedenganintensitascurahhujantertinggiselama30tahun
terakhirdiIndonesia.Halinimenandakanperubahaniklimyangdisebabkan
pemanasanglobal.
Indonesiayangterletakdiequator,merupakannegarayangpertamasekaliakan
merasakandampakperubahaniklim.Dampaktersebuttelahdirasakanyaitupada
1998menjaditahundengansuhuudaraterpanasdansemakinmeningkatpadatahun
tahunberikutnya.
Diperkirakanpada2070sekitar800riburumahyangberadadipesisirharus
dipindahkandansebanyak2.000dari18ribupulaudiIndonesiaakantenggelam
akibatnaiknyaairlaut.
Perubahaniklimyangdisebabkanpemanasanglobaltelahmenjadiisubesardidunia.
Mencairnyaeskutubutaradankutubselatanyangakanmenyebabkankepunahan
habitatdisanamerupakanbuktidaripemanasanglobal.
Pemanasanglobaldisebabkanolehkegiatanmanusiayangmengasilkanemisigas
rumahkacadariindustri,kendaraanbermotor,pembangkitlistrikbahkanmenggunaan
listrikberlebihan.
"Karenaituyangharusdilakukanuntukmengatasiancamanpemanasanglobala
adalahmelakukanpenghematanenergilistrik,mengurangipenggunaankendaraan
pribadi,menghentikanpenebangandanpembakaranhutan,"katanya.
Verenamenambahkan,pemerintahharusdidesakuntukmenggunakanenergi
terbarukansepertimatahari,airdananginyanglebihramahlingkungan.

dampakglobalwarminglainnyaadalah:
1. Dampak Global Warming: Kenaikan permukaan air laut di seluruh dunia.
Para ilmuwan memprediksi kenaikan permukaan air laut di seluruh dunia karena mencairnya dua
lapisan es raksasa di Antartika dan Greenland, terutama di pantai timur AS. Namun, banyak negara
di seluruh dunia akan mengalami dampak naiknya permukaan air laut, yang bisa memaksa jutaan
orang untuk mencari pemukiman baru. Maladewa adalah salah satu negara yang perlu mencari
rumah baru akibat naiknya permukaan laut

2. Dampak Global Warming : Korban akibat topan badai yang semakin meningkat.
Tingkat keparahan badai seperti angin topan dan badai semakin meningkat, dan penelitian yang
dipublikasikan dalam Nature mengatakan:
"Para ilmuwan menunjukkan bukti yang kuat bahwa pemanasan global secara signifikan akan
meningkatkan intensitas badai yang paling ekstrim di seluruh dunia. Kecepatan angin maksimum
dari siklon tropis terkuat meningkat secara signifikan sejak tahun 1981.Hal tersebut diperkirakan
didorong oleh suhu air laut yang semakin meningkat, tidak mungkin mengalami penurunan dalam
waktu dekat. "

3. Dampak Global Warming: Gagal panen besar-besaran.


Menurut penelitian terbaru, sekitar 3 miliar orang di seluruh dunia harus memilih untuk pindah ke
wilayah beriklim sedang karena kemungkinan adanya ancaman kelaparan akibat perubahan iklim
dalam 100 tahun.
"Perubahan iklim ini diramalkan memiliki dampak yang paling parah pada pasokan air. "Kekurangan
air di masa depan kemungkinan akan mengancam produksi pangan, mengurangi sanitasi,
menghambat pembangunan ekonomi dan kerusakan ekosistem. Hal ini menyebabkan perubahan
suasana lebih ekstrim antara banjir dan kekeringan." Menurut Guardian,pemanasan global
menyebabkan 300.000 kematian per tahun.

4. Dampak global warming: Kepunahan sejumlah besar spesies.


Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Nature, peningkatan suhu dapat menyebabkan
kepunahan lebih dari satu juta spesies. Dan karena kita tidak bisa hidup sendirian tanpa ragam
populasi spesies di Bumi, ini akan membawa dampak buruk bagi manusia.
"Perubahan iklim sekarang ini setidaknya sama besarnya dengan ancaman terhadap jumlah spesies
yang masih hidup di Bumi akibat penghancuran dan perubahan habitat." Demikian pendapat Chris
Thomas, konservasi biologi dari University of Leeds.

5. Dampak global warming: Hilangnya terumbu karang.


Sebuah laporan tentang terumbu karang dari WWF mengatakan bahwa dalam skenario terburuk,
populasi karang akan runtuh pada tahun 2100 karena suhu dan keasaman laut meningkat.
'Pemutihan' karang akibat kenaikan suhu laut yang terus-menerus sangat berbahaya bagi ekosistem
laut, dan banyak spesies lainnya di lautan bergantung pada terumbu karang untuk kelangsungan
hidup mereka.
"Meskipun luasnya lautan 71 persen dari permukaan bumi dengan kedalaman rata-rata hampir 4
km - ada indikasi bahwa hal ini mendekati titik kritis. Bagi terumbu karang, pemanasan dan
pengasaman air mengancam hilangnya ekosistem global. Jadi diperlukan upaya yang besar untuk
menyelamatkan terumbu karang dari kepunahan

Sumber : http://note-why.blogspot.com/2012/08/dampak-global-warming-pemanasan-global.html

2. Penyebab Global warming


Telah umum diketahui, salah satu masalah terbesar yang kita hadapi saat ini adalah pemanasan
global (Global Warming). Dampaknya pada bumi dan kehidupan seluruh makhluk sungguh
sangat menakutkan. Apa yang menjadi sebab terjadinya global warming, sudah sangat sering
diperdebatkan oleh komunitas ilmuwan, media, bahkan politisi. Tetapi, sayangnya, kita masih
saja terus memperbincangkan penyebab seputar global warming, padahal akibat yang
ditimbulkan setiap hari semakin nyata dan terukur. Satu hal yang pasti, penyebabnya adalah
siapa lagi kalau bukan kita, umat manusia, dan akibat dari ini akan sangat terasa.
Berikut ini faktor penyebab terjadinya pemanasan global:
1. Polusi Karbondioksida dari pembangkit listrik bahan bakar fosil
Ketergantungan kita yang semakin meningkat pada listrik dari pembangkit listrik bahan bakar
fosil membuat semakin meningkatnya pelepasan gas karbondioksida sisa pembakaran ke
atmosfer. Sekitar 40% dari polusi karbondioksida dunia, berasal dari produksi listrik Amerika
Serikat. Kebutuhan ini akan terus meningkat setiap harinya. Sepertinya, usaha penggunaan
energi alternatif selain fosil harus segera dilaksanakan. Tetapi, masih banyak dari kita yang
enggan untuk melakukan ini.
2. Polusi Karbondioksida dari pembakaran bensin untuk transportasi
Sumber polusi karbondioksida lainnya berasal dari mesin kendaraan bermotor. Apalagi, keadaan
semakin diperparah oleh adanya fakta bahwa permintaan kendaraan bermotor setiap tahunnya
terus meningkat seiring dengan populasi manusia yang juga tumbuh sangat pesat. Sayangnya,
semua peningkataan ini tidak diimbangi dengan usaha untuk mengurangi dampak.
3. Gas Metana dari peternakan dan pertanian.
Gas metana menempati urutan kedua setelah karbondioksida yang menjadi penyebab terdinya
efek rumah kaca. Gas metana dapat bersal dari bahan organik yang dipecah oleh bakteri dalam
kondisi kekurangan oksigen, misalnya dipersawahan. Proses ini juga dapat terjadi pada usus
hewan ternak, dan dengan meningkatnya jumlah populasi ternak, mengakibatkan peningkatan
produksi gas metana yang dilepaskan ke atmosfer bumi.
4. Aktivitas penebangan pohon
Seringnya penggunaan kayu dari pohon sebagai bahan baku membuat jumlah pohon kita makin
berkurang. Apalagi, hutan sebagai tempat pohon kita tumbuh semakin sempit akibat beralih
fungsi menjadi lahan perkebunan seperti kelapa sawit. Padahal, fungsi hutan sangat penting
sebagai paru-paru dunia dan dapat digunakan untuk mendaur ulang karbondioksida yang
terlepas di atmosfer bumi.
5. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan
Pada kurun waktu paruh terakhir abad ke-20, penggunaan pupuk kimia dunia untuk pertanian
meningkat pesat. Kebanyakan pupuk kimia ini berbahan nitrogenoksida yang 300 kali lebih kuat
dari karbondioksida sebagai perangkap panas, sehingga ikut memanaskan bumi. Akibat lainnya
adalah pupuk kimia yang meresap masuk ke dalam tanah dapat mencemari sumber-sumber air
minum kita.
Sumber :
http://pustakafisika.wordpress.com/2012/11/24/penyebab-pemanasan-global-danakibatnya-bagi-bumi/

3. Cara Mengatasi Global Warming

Bagaimana cara mengatasi pemanasan global (global warming):


1. Jangan menebang pohon sembarangan
Pohon merupakan penghasil gas O2 (oksigen) terbesar di dunia. setiap hari kita bernafas
membutuhkan Oksigen,dan pohon-pohonlah yang setiap harinya menyediakan oksigen untuk
kita. Semakin sdikit pohon akan menyebabkan gas CO2 (karbon dioksida) bisa dengan leluasa
berkeliaran dan akhirnya membuat bumi semakin panas. Terlepas dari itu kita bernafas
menggunakan oksigen tanpa adanya oksigen mungkin kita tidak akan bisa hidup sampai
sekarang.
2. Kurangi menggunakan kendaraan pribadi
Banyaknya pemakaian kendaraan pribadi akan menyebabkan borosnya penggunaan bahan bakar.
Kita semua tau bahwa setiap kendaraan berbahan bakar minyak akan mengeluarkan gas
pembuangan berupa CO2 dan CO, gas-gas ini bila dalam jumlah yang besar dapat menimbulkan
efek gas rumah kaca yang akhirnya membuat terjadinya global warming semakin parah. Selama
anda masih bisa untuk menggunakan kendaraan umum gunakanlah kendaraan umum, hanya
gunakan kendaraan pribadi saat anda memang benar-benar membutuhkannya.
3. Beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak dengan kendaraan berbahan bakar
alami dan ramah lingkungan.
Kendaraan dengan bahan bakar yang ramah lingkungan misalnya adalah kendaraan dengan
bahan bakar listrik. Listrik selain harganya lebih murah ternyata juga lebih ramah terhadap
lingkungan jika dibanding dengan bahan bakar minyak. Dengan menggunakan kendaraan
berbahan bakar listrik anda tak perlu lagi risau saat harga BBM (Bahan bakar Minyak) naik.
4. Mematikan lampu di siang hari
Saat bepergian ke daerah PLN saya sering sekali melihat sebuah poster dengan tulisan "Kunangkunang aja kalau siang matiin lampu". Masa kita mau kalah sama kunang-kunang? Matikan
lampu disaat siang hari, meskipun anda sanggup untuk membayar tagihan listriknya namun
kepedulian akan lingkungan juga sangatlah penting.
5. Menggunakan lampu hemat energi
lampu hemat energi sangat beragam jenisnya, ada lampu energi dengan bentuk XL seperti Philip.
Akhir-akhir ini muncul lagi lampu hemat energi terbarukan yang pembuatannya berasal dari
gabungan lampu LED (Light Emiting Diode). Lampu hemat energi sejenis LED akan mampu
menghemat energi bahkan lebih dari 60% sehingga kebutuhan energi dalam negeri akan bisa
tercukupi. Selain itu penggunaan energi yang berlebihan juga akan menimbulkan terjadinya
pemanasan global. Sekarang kita bayangkan, di Indonesia masih banyak pembangkit listrik
tenaga batubara. Jika kita menggunakan energi secara boros tentu saja pembakaran batubara akan
semakin banyak, namun jika kita bisa berhemat maka pembakaran batubara bisa di hemat pula.
Pembakaran batubara ternyata juga menyumbangkan gas penyebab Global warming yang sangat
besar.
6. Melakukan Reboisasi (penanaman kembali hutan gundul)
Banyak tindakan yang telah dilakukan manusia seperti merusak hutan hanya untuk mencari
keuntungan sesaat. Tanpa disadari hutan yang fungsinya sangatlah fital bagi manusia setiap
harinya terus dirusak oleh sebagian manusia yang tidak bertanggung jawab. Solusinya adalah

dengan menegaskan perundangan tentang perhutanan dan melakukan Reboisasi terhadap hutan
yang sudah gundul. Selain aksi dari penebangan hutan secara liar hutan gundul juga bisa
disebabkan karena kebakaran dan tanah longsor. Selain bisa mencegah terjadinya Global
Warming hutan juga bisa mencegah terjadinya banjir, tanah longsor dan akan menjadikan suhu
menjadi sejuk dan segar.
7. Tanmalah Pohon di Pekarangan rumah anda
Anda memiliki rumah dengan pekarangan yang tidak digunakan? Manfaatkanlah pekarangan
tersebut untuk menanam berbagai macam tanaman. Anda tak harus menanam pohon jati atau
mahoni, anda bisa menanam tanaman hias atau tanaman lain yang memiliki daun hijau serta
memiliki potensi untuk bisa menghasilkan oksigen. Bayangkan jika semua masyarakat
melakukan hal yang serupa maka kebutuhan akan oksigen akan sedikit demi sedikit terpenuhi.
8. Membangun rumah dengan fentilasi yang cukup
Rumah merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia, dengan rumah kita bisa hidup dengan
tenang dan damai. Saat membangun rumah harap perhatikan fentilasi dan tata cahaya yang tepat.
Jangan sampai anda malam hari harus menyalakan AC karena alasan panas dan fentilasi yang
kurang. Saat siang hari pula desainlah rumah anda agar bisa terang tanpa harus menghidupkan
lampu dan desain pula agar sejuk tanpa harus menghidupkan AC atau kipas angin.
Global warming yang saat ini terjadi bukan terjadi begitu saja. Semua ini ada alasannya dan
kitalah yang seharusnya mencari apa alasan dari Global warming, bagaimana cara
menghentikannya dan bagaimana cara mencegahnya agar tidak lagi terulang di masa depan.
Manusia telah menyebabkan jumlah karbondioksida meningkat, padahal dari hari-kehari jumlah
pepohonan yang mampu menyerap karbon dioksida semakin berkurang. Ibaratnya kita
menambah jumlah karbondioksida namun kita mengurangi bahan yang bisa menghilangkan
karbondioksida. Mulailah dari sekarang atau tidak pernah sama sekali, tanam pepohonan
disekitar rumah anda dan hematlah energi selagi anda bisa berhemat karena tiba kalanya energi
itu mahal dan tidak bisa di hemat.
Lihat Sumber
Diposkan oleh wawan nawansta di 01.08