Anda di halaman 1dari 16

IMPAKSI

MOLAR 3

Henry
Preseptor:
Marlianti Hidayat, drg., MHKes.

Definisi

Gigi yang gagal erupsi kedalam


lengkung geligi pada saatnya
tumbuh dikarenakan terhalang
gigi tetangganya, tulang yang
tebal serta jaringan lunak yang
padat.
Gigi yang paling sering
mengalami impaksi molar ke 3
(paling akhir erupsi)
Dapat terjadi tanpa gejala, jika
bergejala biasanya berupa nyeri
tumpul di rahang yang menyebar
ke leher, telinga dan temporal,
sehingga dapat menyebabkan
migraine (akibat penekanan
nervus alveolaris inferior)

Etiologi

Posisi gigi abnormal


Tekanan terhadap gigi tersebut
dari tetangga
Penebalan tulang yang
mengelilingi gigi
Kurangnya tempat dari gigi
Gigi persistensi (tidak mau
tanggal)
Pencabutan gigi prematur
Inflamasi kronis penebalan
mukosa sekeliling
Penyakit yang menyebabkan
nekrosis tulang

Teori-Teori
Proses
Terjadinya
Impaksi

Teori filogenik

Perubahan perilaku dan pola makan


manusia mengecilnya ukuran
rahang

Teori Mendel

Jika salah satu orang tua memiliki


rahang kecil dan orang tua lain bergigi
besar anak kemungkinan memiliki
rahang kecil dan gigi besar

Klasifikasi George Winter


Klasifikasi menurut Winter
berdasarkan perbandingan
sumbu panjang molar tiga
terhadap molar dua, yaitu :
1. Mesioangular
2. Distoangular
3. Vertikal
4. Horizontal
5. Bukoangular
6. Linguoangular
7. Inverted

Kelainan
yang
Ditimbulkan

Inflamasi operkulitis, perikoronitis, abses perikoronal


bahkan osteomyelitis.
; Terjadi akibat penumpukan sisa makanan diantara
operkulum dan gigi impaksi pertumbuhan kuman anaerob
infeksi.
; Dapat juga terjadi akibat trauma gigitan pada operkulum
infeksi

Perikoroniti
s

Komplikasi Inflamasi
Akibat Impaksi
Operkulitis

Perikoronitis

Pericoronal abses

Peradangan sebagian kecil


gusi yang terdapat di
permukaan oklusal gigi (M3)

Peradangan jaringan lunak


di sekeliling gigi yang akan
erupsi (M3)

Perikoronitis + pus

Manifestasi klinis:
- Nyeri
- gingiva hiperemis,
bengkak, sakit
- malposisi M3

Manifestasi klinis:
- nyeri (lebih berat dari
operkulitis)
-gingiva hiperemis, bengkak,
sakit
- pipi bengkak dan nyeri bisa
menyebar jadi diffuse
- pembesaran KGB
- febris

Manifestasi klinis:
-Gejala dan tanda
perikoronitis
-Palpasi + pus, +fluktuasi
- trismus
-Halitosis
- sulit mengunyah dan
disfagia

Pembentukan kista karena degenrasi kistik dari kantung


benih gigi dari gigi yang erupsinya kurang sempurna.

Kista

Menimbulkan karies gigi pada impaksi parsialis, sisa


makan berkumpul dan sulit dibersihkan sehingga
menimbulkan demineralisasi dan pembentukan karies.

Karies

Resorpsi tulang Menimbulkan fraktura rahang


bawah

Resorpsi

Penatalaksanaan

Pembedahan:

Operkulektomi pengangkatan
operkulum yang menutupi gigi yang
diprediksi dapat muncul ke
permukaan gingiva
Odontektomi pengangkatan gigi
yang impaksi

Non pembedahan:

Perawatan dan kebersihan gigi dan


mulut yang baik
Pemeriksaan gigi rutin
Pemeriksaan foto dental tiap 1-2
tahun sekali untuk impaksi totalis
melihat degenerasi kistik

Indikasi
Pembedahan

Penyakit periodontal
Karies dan perikoronitis
Resorpsi akar: Gigi impaksi dapat
menyebabkan tekanan pada akar
gigi sebelahnya sehingga
mengalami resorpsi akar.
Terdapat kista dan tumor
odontogen: Gigi impaksi yang
berada didalam tulang alveolar
mengakibatkan follicular sacc
tertahan. Folikel gigi ini akan
mengalami degenerasi kistik
sehingga menyebabkan
terjadinya kista dentigerus dan
keratokis. Rasa sakit karena
penekanan saraf oleh gigi yang
impaksi
Untuk keperluan perawatan
orthodonti dan prostodonti

Komplikasi
setelah
Pembedahan

Perdarahan sekunder

Pembengkakan

Trismus

Rasa sakit

Parestesi

Infeksi

Kontraindikasi
Pembedahan

Peradangan akut
Pasien-pasien dengan compromised
medis (fungsi kardiovaskular,
pernafasan atau gangguan
pertahanan tubuh, congenital
koagulopati).

Bisa menyebabkan kerusakan dari


jaringan terdekatnya
Sebelum akar gigi mencapai
panjang 1/3 atau 2/3

Pasien menolak untuk dilakukan


tindakan pencabutan gigi
impaksinya

TERIMA KASIH