Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)
Hari/Tanggal

: Minggu , 29 Juni 2008

Jam/waktu

: 16.30 Wib-17.00 Wib (30 menit)

Pokok bahasan

: Infertilitas

Sub Pokok Bahasan

: Tindakan terhadap Infertilitas

Sasaran

: Keluarga Tn. D

Penyuluh

: Gazali Rahman

I.

Tujuan Instruksi Umum (TIU)


Setelah diberikan penjelasan tentang infertilitas selama 30 menit,
Keluarga Tn. D dan keluarga mampu memahami tentang infertilitas

II. Tujuan Instruksi Khusus (TIK)


Setelah diberikan pendidikan kesehatan selama 30 menit, diharapkan
keluarga dan Ny S mampu:
(a) Keluarga dapat menjelaskan pengertian infertilitas
(b) Keluarga dapat menjelaskan penyebab infertilitas
(c) Keluarga dapat menjelaskan tindakan untuk mengatasi infertilitas
Garis Besar Materi
a. Pengertian Infertilitas
b. Penyebab
c. Tindakan untuk mengatasi infertilitas
Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab
Media
a.Leaflet
b. Materi tentang infertilitas

i.

Proses Kegiatan Penyuluhan

No.
Kegiatan
1. Pendahuluan

Respon Audien

a. Menyampaikan Salam

- Membalas salam

b.

- Mendengarkan

Menjelask
an Tujuan

2.

Waktu

5 menit

- Memberi respon

c. Kontrak Waktu
Penjelasan :
d. Pengertian Infertilitas
e. Penyebab
f. Tindakan

Mendengarkan dengan
untuk

mengatasi penuh perhatian

15 menit

infertil
3.

Penutup
a. Tanya Jawab

Menanyakan hal yang

b.

belum jelas

Menyimpulkan
Hasil Penyuluhan

c.

Memberi Salam
Penutup

Aktif

menyimpulkan
Membalas Salam

Evaluasi
a.Lisan
b. Observasi
i.

bersama

Daftar Pustaka
Milis Nova oleh dr. Gatot Sugiharto

10 menit

LAMPIRAN MATERI
INFERTILITAS
A.

Pengertian
Sebelum membahas lebih lanjut tentang infertilitas, terlebih dahulu harus dipahami
beberapa istilah yang sering disalahartikan oleh awam. Di bidang reproduksi,
infertilitas diartikan sebagai kekurangmampuan suatu pasangan untuk

menghasilkan keturunan, jadi bukanlah ketidakmampuan mutlak untuk


memiliki keturunan.

Untuk pengertian yang terakhir kita kenal dengan

kemandulan (sterilitas). Contoh, seorang laki-laki yang telah dikebiri


(dikastrasi), atau seorang wanita yang rahimnya telah diangkat sudah tentu
dikatakan mandul/steril. Sebaliknya pasangan yang subur disebut Fertil
Sebagian pasangan yang baru menikah berharap secepat mungkin mendapat
keturunan, sebagian menunda karena alasan tertentu. Terlepas dari hal
tersebut, hampir semua pasangan mulai gelisah ketika kehamilan yang
dinanti-nantikan tak kunjung datang. Namun kegelisahan tersebut mungkin
berlebihan bila usia pernikahan baru menginjak 2 atau 3 bulan. Statistik
menunjukkan bahwa hanya 32,7% pasangan langsung hamil dalam bulan pertama,
57,8% hamil dalam 3 bulan, dan 72,1% dalam 6 bulan masa pernikahan. Menginjak
tahun pertama (12 bulan) angka tersebut naik menjadi 85,4%.

Atas dasar pertimbangan itulah maka suatu pasangan baru dikatakan infertil
apabila setelah 12 bulan menikah, dengan frekuensi hubungan seksual
yang wajar belum ada tanda kehamilan.

Frekuensi hubungan seksual

penting karena mempengaruhi kemungkinan kehamilan. Contoh suatu


pasangan yang suaminya bekerja sebagai pelaut dan berlayar selama berbulanbulan, belum dapat dikatakan infertil bila istrinya tidak hamil dalam kurun

waktu 1 tahun
B.

Penyebab Infertilitas

Penting diketahui bahwa kesuburan (fertilitas) dipengaruhi banyak faktor, setidaktidaknya ada 5 faktor penting :
1. Usia : Untuk pria puncak kesuburan adalah usia 24-25 tahun dan 21-24 tahun
untuk wanita, sebelum usia tersebut kesuburan belum benar matang dan
setelahnya berangsur menurun.
2. Frekuensi hubungan seksual : telah dijelaskan di atas.
3. Lingkungan : baik fisik, khemis maupun biologis (panas, radiasi, rokok,
narkotik, alkohol, infeksi, dll).
4. Gizi dan nutrisi : terutama kekurangan protein dan vitamin tertentu.
5. Stress psikis : mengganggu siklus haid, menurunkan libido & kualitas
spermatozoa, dll.
Penyebab infertilitas dapat digolongkan atas dasar anatomi organ dan atau
fungsinya.
Penyebab pada laki-laki :
1. Kelainan anatomi: hypo-epispadia (kelainan letak lubang kencing),
micropenis (penis sangat kecil), undescencus testis (testis masih dalam
perut/lipat paha), dll.
2. Gangguan fungsi: disfungsi ereksi berat (impotensi), ejakulasi retrograde
(ejakulasi balik), dll.
3. Gangguan spermatogenesis: oligo/terato/asthenozoospermia (kelainan
jumlah, bentuk, gerak sperma).
4. Lain-lain: hernia scrotalis (hernia berat sampai ke kantung testis),
varikokel (varises pembuluh darah balik testis), imunologis, infeksi, dll.
Penyebab pada wanita :
1. Faktor vagina : vaginismus (kejang otot vagina), vaginitis (radang/infeksi
vagina), dll.
2. Faktor uterus (rahim) : myoma (tumor otot rahim), endometritis (radang
sel. lendir rahim), endometriosis (tumbuh sel. lendir rahim bukan pada
tempatnya), uterus bicornis, arcuatus, ashermans syndrome, retrofleksi

(kelainan bentuk dan posisi rahim), prolap (pemburutan, penyembulan


rahim ke bawah).
3. Faktor cervix (mulut rahim): polip (tumor jinak), stenosis (kekakukan
mulut rahim), non hostile mucus (kualitas lendir mulut rahim jelek), anti
sperm antibody (antibodi terhadap sperma), dll.
4. Faktor tuba fallopi (saluran telur): pembuntuan, penyempitan,
pelengketan saluran telur (bisa karena infeksi atau kelainan bawaan).
5. Faktor ovarium (indung telur): tumor, kista, gangguan menstruasi
(amenorhoe, oligomenorhoe dengan/tanpa ovulasi). Organ ini berinteraksi
dengan pusat pengendali hormon di otak (hypothalamus dan hipofisis)
dalam mengatur siklus menstruasi.
6. Faktor lain: prolactinoma (tumor pada hipofisis), hiper/hypotroid
(kelebihan/kekurangan hormon tiroid), dll.
C. APA YANG HARUS DIPERBUAT PASANGAN INFERTIL ?.

Mengingat begitu banyak dan beragamnya kemungkinan penyebab infertilitas,


sangat dianjurkan baik suami dan istri memeriksakan terlebih dahulu untuk
mencari penyebabnya. Tidak semua kasus dapat dibantu dengan pengobatan,
beberapa diantaranya (kelainan anatomi dan bentuk) perlu dilakukan tindakan.
Untuk pria pemeriksaan yang dilakukan lebih sederhana, yang terpenting
adalah pemeriksaan fisik dan analisa sperma.

Sedangkan pada wanita

memang lebih rumit, kadang diperlukan pemeriksaan laboratorium (darah,


kencing, kadar hormon) dan radiologis (USG, HSG), bahkan terkadang perlu
tindakan operatif (laparaskopi) untuk mencari/mengobati penyebabnya.
Menjaga kebugaran tubuh sangat penting untuk kesuburan, disamping
makanan bergizi tinggi, terutama kaya akan protein dan vitamin. Menghindari
rokok, alkohol dan narkotik sangatlah bijaksana. Apabila ada masalah dalam
hubungan seksual atau kesulitan menentukan masa subur, konsultasikan
dengan dokter.