Anda di halaman 1dari 11

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Sejarah
Industri pembuatan klorofonn pertama kali dibuat dengan menggunakan
proses reaksi antara gas klorin dengan etanol yang kemudian berlanjut dengan
menggunakan proses reaksi antara bubuk pemutih (CaO2-H2O) dengan aceton
Kloroform (CHG3) pertama kali di buat oleh

ilmuwan J. Von Liebig

(Jerman), Samuel Guthrie (Amerika Serikat), dan E. Soubeiran (Perancis) secara


bersama - sama pada tahun 1831. J. Von Liebig membuat kloroform melalui proses
reaksi alkali atau kloral, sedangkan E-Soubeiran melalui proses reaksi antara bubuk
pemutih dengan aceton. Selanjutnya ilmuwan lainnya Dumas, pada tahun 1839
menghasilkan kloroform dengan pemanasan antara alkali dengan trikloroasetat.
Pada tahun berikutnya 1840, Regnault menghasilkan kloroform melalui proses
klorinasi metil klorida.
Kloroform kemudian digunakan pertama kali secara besar - besaran di
bidang kedokteran pada tahun 1847 oleh Sir James, Simpson (Skotlandia) untuk
digunakan sebagai anestetik. Hal ini kemudian dikembangkan lagi oleh Fraser yang
membuat kloroform dengan skala kecil di Nova, Scotia- Penggunaan ini
berlangsung selama 20 tahun sampai diketahui dampak dan penggunaan kloroform
ini sebagai zat anestetik.
Pada tahun 1900, perusahaan besar di Amererika

Serikat yaitu

Pennsylvania Salt Manufacturing Company berinisiatif untuk menghasilkan


kloroform dalam jumlah yang besar. Tetapi pada tahun 1903 perusahaan Midland
Chemical Company yang merupakan cabang dari Dow Chemical telah memulai

dalam menghasilkan kloroform melalui proses reduksi karbon tetraklorida. (CC 4),
yang merupakan pembuatan bahan kuma orgawk terbesar yang pertama, di
Amenka Serikat
Kloroform digunakan sebagai bahan utama. anestetik di bidang farmasi
pada awal perang dunia kedua. Meskipun penggunaan anestetik ini telah.
ditangguhkan oleh badan kesehatan FDA pada tahun 1976, hal ini disebabkan
kloroform mempunyai sifat narkotika yang dapat mengakibatkan kematian karena
adanya kerusakan pada hati. Selama perang berlangsung, produksi kloroform di
Amerika Serikat meningkat 3 kali lipat, karena dibutuhkan sebagai bahan
pembuatan

penicillin.

Sekarang

kioroform

digunakan

dalam

pembuatan

monochlorodifluoromethane sebagai pendingin dan sebagai bahan baku untuk


polytetrafluoroethylen plastik
1.2. Teori
Gas klorin aktif digunakan sebagai reaksi substitusi pada klorinasi metana
untuk menghasilkan klorometan. Metode thermal mmbutuhkan temperatur
sekurangnya 2500C memulai reaksi. Klorinasi metana menghasilkan empat
Chlorinated derivative yaitu metil klorida, diklorometan (methylen choride),
triklorometan (kloroform) dan tetrakdorometan (karbon tetraklorida), Proses
reaksi dan mekanisme rantai radikal ditunjukkan dalam persamaan 1 sampai 8
benkut ini :

Rantai inisiasi :
C12

2Cl

(1)

Rantai propagasi CH4 + Cl

CH3- + HCl

(2)

CH3- + C12

CH3 + Cl-

(3)

CH3 + Cl

CH2Cl- + HCl

(4)

CH2Cl + C12

ClCH2C1 + Cl

(5)

Rantai terminasi :
CH3C + Cl

CH3Cl

(6)

Cl- + Cl10

Cl2

(7)

CH3 + CH3

CH3CH3

(8)

Atom klorida diperoleh dari penguraian molekul gas klorin melalui reaksi
panas dengan molekul metana untuk membentuk Hidrogen Klorida ( HCL ) dan
radikal metil bebas. Radikal metil bebas ini bereaksi dengan molekul klorin yang
tidak dapat diuraikan untuk menghasilkan metil klorida dan atom klorin baru untuk
melanjutkan proses reaksi.
Ketika atom ludrogen dari molekul metana disubstitusikan dengan klorin,
akan dihasilkan kelompok senyawa kimia yang diketahui sebagai klorometan.
Sebagian atau semua dari atom hidrogen dapat disubstitusi, jika satu atom hidrogen
tergantikan akan dihasilakan senyawa metil klorida ( CHG3 ), dua atom hidrogen
tersubstitusi dihasilkan methylen klorida ( CH2C12 ) tiga atom hidrogen dihasilkan
kloroform ( CHGl3 ) dan jika semua empat atom hidrogen tersubstitusi akan
dihasilkan karbon tetraklorida ( CCl4 ).
Dalam pembuatan kloroform terdapat dua metode proses yaitu klorinasi tak
langsung ( Indirect Chlorination ) dan klorinasi langstuig ( Direct Chlorination).

1.2.1. Klorinasi Tak Langsung ( Indirect Chlorination )


Proses klorinasi yang umum terjadi pada berbagai senyawa adalah proses
substitusi, namun demikian tidak semua cara substitusi dapat digunakan dalam
berbagai senyawa Cara lain adalah dengan menggunakan klorinasi tak langsung
yaita proses klorinasi dengan menggunakan Sulfurik Klorida ( SO2Cl2 )
Reaksi .
SO2C12 + C1-14

CH3,0 + S02 + HO

S02 + C12

SO2C12

Proses tersebut akan dapat berlangsung jika metana dipanaskan terlebih


dahulu pada suhu 200OC dan menggelembung melalui SO2Cl2 dimana reaksi
klorinasi substitusi digantikan.
Macam proses klorinasi tak langsung lainnya adalah dengan menggunakan
senyawa:
a) Antimony Pentaklorida ( SbCls
b) Phosphorous Pentaklorida ( PC1s
c) Karbon Disulfida ( CS2 )

1.2.2. Klorinasi Langsung ( Direct Chlorination )


Proses klorinasi secara langsung banyak digunakan dalam berbagai industri
kimia dimana, proses utamanya terletak pada substitusi atom H oleh atom radikal
Cl. Ada 3 jenis proses klorinasi langsung, yaitu
a. Proses Thermal Klorinasi
b. Proses Photokinlia Klorinasi
c. Proses Katalitik Klorinasi
Ketiga proses tersebut pada dasamya sama yaitu dengan mengaktifkan Cl2
menjadi radikal Cl yang sangat reaktif, sehingga mampu mensubstitusi atom H
pada unsur metana.
Kegunaan dari klorofonn adalah : .
a) Sebagai bahan anestetik untuk proses pembedahan
b) Sebagai bahan utama pembuatan chlorofluorocarbon F 22
c) Sebagai bahan pengawet tembakaau
d) Sebagai pelarut untuk recovery minyak lemak, steroid, alkaloid dan
glucocid.
e) Sebagai bahan pengekstrak dan pemumian penicilin dan antibiotik
lainnya serta vitamin
Dalam perencanaan pabrik kloroform ini kapasitas produksi diperoleh dari
data import kloroform mulai tahun 1996 sampai tahun 2000 berdasarkan data dari
Badan Pusat Statistik Surabaya.

Tabel 1.2. 1. Data Impor Klorofonn di Indonesia


Tahun
1996
1997
1998
1999
2000

Impor (Kg)
14083
28102
51158
98146
193883

(Sumber : Badan Pusat Statistik Surabaya)

Tabel 1-2-2. Produksi Klorofonn di Amerika Serikat


Tahun
1971
1972
1973
1974
1975
(Sumber : McKetta, hal 216)

Produksi (Juta lb)


230,8
235,2
252,8
301,7
265,0

I.3. Sifat Kimia dan Fisika


1.3.1. Bahan Baku
A. Metana
Sifat Fisika

9 Gas yang tidak berwama, tidak berbau, tidak berdsa dan mudah
terbakar.
9 Titik beku

: - 182,5 0C

9 Titik didih

: - 161,3 0C

9 Temperatur kritis

: - 82,4 0C

9 Tekanan kritis

: 45,4 atm

9 Viskositas

: 0,012 cp ( 150 C )

9 Densitas gas

: 0,04475 lb/ft3 ( 00T )

Sifat Kimia :
9 Rumus Molekul

: CH4

9 Berat Molekul .

: 16,04

9 Keluutan dalam air

: 0,8 g / 100 g air ( 200C )

9 Kelarutan dalam alkohol: 44 cc (20 0C )


9 Kelarutan dalam eter
Spesifikasi :
9 CH4

: 99%

9 C2F16

:1%

: 104 cc ( 20 0C )

B. Klorin
Sifat Fisika :
Liquid klorin berwama kuning terang
Gas klorin berwarna kuning kehijauan
Klorin tidak mudah terbakar
Berbau sangat mengganggu dan mengakibatkan iritasi pada hidung
dan tenggorokan
Titik beku

: - 100,98 OC

Titik didih

: - 34,5 OC

Densitas gas

: 3,214 g/L ( 0 0C)

Densitas, liquid

: 1468 g/L ( 00C)

Temperatur kritis

: 144 0CS

Tekanan kritis

: 76,1 atm

Viskositas gas

: 0,0147 cp ( 20 0C )

Viskositas liquid

: 0,325 cp ( 200C )

Sifat Kimia :
Rumus Molekul

: C12

Berat Molekul

: 70,914

Kelarutan dalam air : 7,3 g/L ( 20 0C )


Spesifikasi :
C12

: 99,9%

H20

: 0,1 %

1.3.2. Produk
A. Kloroform
Sifat Fisika
Tidak mudah terbakar
Pada keadaan atmosferik berwama putih bening dan mudah menguap
Tidak menyebabkan iritasi
Titik leleh

: - 43,4 0C

Titik didih

: 61,3 0C

Temperatur kritis

: 263,4 0C

Tekanan kritis

: 54 atm

Densitas gas

: 4,36 kg/m3

Sifat kimia :
Rumus molekul

: CHCl3

Berat molekul

: 119,38

Kelarutan dalam air : 7,76 g/kg air ( 30 0C )


Spesifikasi :
CH03

: 99 %

B. Diktorometan
Sifat fisika..
Cairan tidak berwarna dan mudah larut dalam eter, etanol dan dimetil
formamide
Titik leleh

: - 96,7 0C

10

Titik didih

: 39,5 - 40,5 0 C

Densitas gas

: 2,93 kg/m3

Temperatur kritis

: 237 0C

Tekanan kritis

: 60 atm

Sifat Kimia:
Rumus molekul

: CH2C12

Berat molekul

: 84,93

Tidak bereaksi dengan logam pada kondisi dibawah nonnal


Dengan hidrogen oksida akan membentuk fomialdehida dan asam
klorida
C. Karbon tetraktorida
Sifat Fisika :
Berbentuk cairan pada keadaan atmosferik
Spesific grafity

: 1,549

Titik didih

: 76,70C

Temperatur kritis

: 283,4 'C

Tekanan kritis

: 45 atm

Sifat Kimia
Rumus molekul

: CCl4

Berat molekul

: 153,84

11

D. Asam Klorida
Sifat Fisika
Berbentuk cairan pada kondisi atinosferik
Titik didih

: 85 0 C

Titik beku

: 114,2 0C

Densitas gas

: 1,639 g/L ( 0 0C )

Temperatur kritis

: 51,40C

Tekanan kritis

: 81,5 atm

Viskositas. gas

: 0,0156 cp ( 20 0C )

Sifat Kimia.
Rumus molekul

: HCl

Berat molekul

: 36,47

Larut dalam air dan alkohol serta eter


Terurai menjadi hidrogen dan C12 pada temperatu 1537 0C
Asam kuat
Membentuk garam dengan amina