Anda di halaman 1dari 3

PERANCANGAN ALAT DAN MESIN PERTANIAN

KONSEP PERANCANGAN DAN PENERAPAN PEMANEN GARAM DAN


AIR BERSIH

Oleh :
Dena Achmad Abdul Basit
240110110022

JURUSAN TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2014

1. Latar Belakang
Garam sangat diperlukan dalam berbagai keperluan, dapat
diidentifikasi bahwa garam diperlukan pada 14.000 jenis
kegunaan (baik secara sifat fisik ataupun sifat kimia). Garam
merupakan salah satu komoditas paling besar di Indonesia
yaitu sebanyak 1 juta ton per tahun (Khairuddin, 2013).
Namun di daerah Jawa Barat khususnya Indramayu dan
Cirebon, di kedua daerah tersebut hanya mampu memproduksi
garam dengan kualitas 2 dan 3.
Selain kualitas yang rendah,

kuantitas

yang

dapat

diproduksi masih terbilang relatif kecil, yakni sebesar 600.000


ton bila digabungkan dengan daerah Jawa tengah, Jawa Timur
(kecuali Sampang), Sulawesi Selatan, NTB dan NTT. Bila sebar
secara merata, maka Jawa Barat hanya mampu memproduksi
garam sebanyak 150.000 ton per tahun. Oleh karena itu
diperlukannya peningkatan produksi garam di Jawa Barat agar
kebutuhan garam nasional dapat terpenuhi dan terjamin
kualitasnya.
2. Tujuan
Meningkatkan produktivitas dan kualitas garam lokal agar
bisa memenuhi kebutuhan garam nasional serta menghasilkan
air bersih yang dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari.
3. Manfaat
Manfaat dari perencanaan perancangan mesin tersebut
adalah

dapat

meminimalisir

lahan

panen

garam,

yang

biasanya pada lahan kolam panen garam rata-rata setiap


petani memiliki luas lahan sekitar seluas 3.000 meter2 yang
dibagi menjadi 10 kolam dengan luas masing-masing kolam
adalah 300 meter2.
Selain dapat meminimalisir luas lahan, waktu pemanenan
garam tidak tergantung oleh cuaca, pada setiap cuaca yang

sedang terjadi mesin tersebut masih dapat dioperasikan


karena tidak tergantung oleh matahari.
Maanfaat lainnya yang dapat dirasakan oleh petani garram
selain garam yang dipanen. Petani garam dapat memanen air
bersih hasil dari pemisahan garam dengan air melalui proses
distilasi. Sehingga petani garam dapat menghasilkan air bersih
yang dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari.
4. Kerangka Pemikiran Kriteria Rancangan
Alat yang mampu memproduksi garam setiap saat tanpa
tergantung oleh cuaca. Alat tersebut dapat dipasang didalam
ruangan atau diluar ruangan sehingga kebutuhan waktu panen
yang dibutuhkan dapat dikurangi.
Alat tersebut mampu memproduksi garam lebih banyak
daripada produksi garam secara konvensional. Diharapkan
dengan alat tersebut garam dapat terproduksi 50 hingga 100%
lebih banyak dari cara konvensional. Selain garam, hasil
produk dari pengolahan air laut tersebut adalah air bersih,
dengan memanfaatkan uap air yang didistilasi memanfaatkan
pendinginan oleh air laut,
Penyedot Airdigunakan
Laut

sehingga

air

tersebut dapat

untuk keperluan sehari-hari oleh waga sekitar.

5. Sketsa Desain

Selang Uap Air

Bak Pemanen
Garam

Spray
er

Bak Air
Pendingin

Tempat
Keluar
Butiran

Saluran
keluar air
bersih