Anda di halaman 1dari 13

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tinjauan Umum Kolesterol Darah


Kolesterol merupakan salah satu senyawa lemak seperti lilin dan berwarna
kekuningan. Sebagian kebutuhan kolesterol tubuh diproduksi oleh hati (kurang
lebih 1 gr/hari), sedangkan sebagian kecil 0,3-0,5 gr/hari berasal dari makanan.
Kolesterol di dalam tubuh berasal dari sintesa sel-sel hati, korteks adrenal, usus,
tetes, aorta oleh retikulum endoplasma oleh sel. Tubuh mensintesis kolesterol dari
bahan acetyl co-a melalui serangkaian reaksi yang kompleks.4
Di dalam tubuh, kolesterol mempunyai fungsi penting yang diperlukan
dalam berbagai proses metabolisme, seperti untuk bahan pembentuk membran sel,
pembentukan hormon, misal hormon seks, pembungkus jaringan saraf, membuat
vitamin D yang penting untuk kesehatan tulang, bahan pembentukan asam dan
garam empedu yang berfungsi untuk mengemulsi lemak, juga untuk
perkembangan sel-sel otak pada anak-anak.5
Pada tubuh manusia kolesterol terdapat dalam darah, empedu, kelenjar
adrenal bagian luar (adrenal korteks) dan jaringan saraf. Kolesterol dalam keadaan
konsentrasi yang tinggi, kolesterol mengkristal dalam bentuk kristal yang tidak
berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Kolesterol mempunyai titik lebur 150
151oC. Endapan kolesterol apabila terdapat pada pembuluh darah dapat

menyebabkan penyempitan pembuluh darah karena dinding pembuluh darah


menjadi tebal. Hal ini akan menyebabkan berkurangnya elastisitas ada kelenturan
pembuluh darah. Dengan penyempitan pembuluh darah dan berkurangnya
kelenturan pembuluh, maka aliran darah akan terganggu.6 Akibat dari
penyempitan oleh kolesterol itu disebut aterosklerosis yang dapat menyebabkan
penyakit jantung dan stroke.5
Kolesterol tidak dapat larut dalam darah, oleh karena itu kolesterol
berikatan dengan lipoprotein sehingga kolesterol dapat berada dalam aliran darah
dan dapat ditransportasikan menuju jaringan-jaringan tubuh.5
Lipoprotein plasma darah digolongkan berdasarkan densitasnya, yakni:
1. Kilomikron
Kilomikron ini dibentuk usus berasal dari absorpsi lemak makanan,
kemudian masuk ke darah melalui pembuluh lymph ductus thoracicus. Setelah itu
melepaskan trigliserida ke dalam jaringan-jaringan. Kilomikron yang sudah
melepaskan trigliserida akan masuk ke dalam sel-sel hati.4
Kilomikron adalah lipoprotein yang paling besar dan mempunyai densitas
paling rendah. Kilomikron mengangkut lipida berasal dari makanan dari saluran
cerna ke seluruh tubuh. Lipid yang diangkut terutama trigliserida. Kilomikron
merupakan tetesan besar lipida berupa trigliserida, kolesterol dan fosfolipida
dengan sedikit protein (terutama berupa apolipoprotein A dan B) yang membentuk
selaput pada permukaannya. Selaput di sekeliling kilomikron ini memungkinkan
lipida di dalamnya mengembang secara bebas di dalam aliran darah yang sebagian
2

besar adalah air. Kilomikron ini berfungsi mengemulsi lemak sebelum masuk ke
dalam aliran darah. Dalam aliran darah trigliserida yang ada pada kilomikron
dipecah menjadi gliserol dan asam lemak bebas oleh enzim lipoprotein lipase
yang berasal pada sel-sel endotel kapiler.7
2. Very Low Density Lipoprotein (VLDL)
Very Low Density Lipoprotein (VLDL) dibentuk oleh hepar dengan
bantuan insulin. VLDL dalam hati berfungsi untuk mentransport lemak trigliserida
ke luar hati dan membawanya ke jaringan otot untuk disimpan sebagai cadang
energi.4 VLDL adalah lipoprotein dengan densitas sangat rendah yang terdiri atas
trigliserida. Jika VLDL meninggalkan hati, lipoprotein lipase kembali bekerja
dengan memecah trigliserida yang ada pada VLDL, kemudian mengikat kolesterol
yang ada pada permukaan lipoprotein lain dalam sirkulasi darah. Dengan
berkurangnya trigliserida, VLDL bertambah berat dan menjadi LDL.7
3. Intermediate Density Lipoprotein (IDL)
Intermediate Density Lipoprotein

(IDL) ini berfungsi membawa

trigliserida dan kolesterol. IDL berasal dari VLDL.4


4. Low Density Lipoprotein (LDL)
Low

Density

Lipoprotein

(LDL)

adalah

kolesterol

lipoprotein

berkepadatan rendah. Kolesterol LDL adalah kolesterol jahat karena kolesterol


pada LDL mudah melekat pada dinding arteri dan bisa menyebabkan
perkembangan penutupan-penutupan arteri. LDL mensuplai kolesterol ke sel-sel

jaringan tubuh sehingga kadar LDL yang tinggi dapat menyebabkan resik
terjadinya aterosklerosis.4 LDL bersirkulasi dalam tubuh dan dibawa ke sel-sel
otot, lemak dan sel-sel lain. Trigliserida akan diperlakukan sama dengan yang
terjadi pada kilomikron dan VLDL. Kolesterol dan fosfolipid akan digunakan
untuk membuat membran sel, hormon-hormon atau disimpan. Reseptor LDL yang
ada dalam hati akan mengeluarkan LDL dari sirkulasi. Pembentukan LDL oleh
reseptor LDL ini penting dalam pengontrolan kolesterol darah.7
5. High Density Lipoprotein (HDL)
High Density Lipoprotein (HDL) merupakan senyawa lipoprotein yang
menguntungkan bagi proses metabolisme, karena kelebihan kolesterol dalam
jaringan perifer akan diangkut oleh HDL ke hati untuk kemudian dikeluarkan
melalui saluran empedu sebagai lemak empedu. Maka jika kadar HDL tinggi
dapat mengurangi risiko aterosklerosis.4
Jika sel-sel lemak telah membebaskan gliserol dan asam lemak,
kemungkinan kolesterol dan fosfolipid pula akan dikembalikan ke dalam aliran
darah. Hati dan usus halus akan memproduksi HDL yang masuk ke dalam aliran
darah. HDL mengambil kolesterol dan fosfolipid yang ada di dalam aliran darah.
HDL akan menyerahkan kolesterol ke lipoprotein lain untuk diangkut kembali ke
hati guna diedarkan kembali ataupun dikeluarkan dari tubuh.4
Nilai HDL dan LDL mempunyai implikasi terhadap kesehatan jantung dan
pembuluh darah. Jika nilai LDL tinggi seperti telah dijelaskan di atas akan
meningkatkan risiko terhadap serangan jantung. Dalam hal ini sebaliknya untuk
HDL, jika nilai HDL tinggi maka risiko serangan jantung akan menurun. Oleh
karena itu LDL disebut kolesterol jahat, sehingga HDL disebut kolesterol baik.7
4

2.2. Tinjauan Umum Dislipidemia


Dislipidemia adalah keadaan yang ditandai oleh peningkatan kadar lemak
darah. Lemak ikut dalam peredaran darah dengan larut pada lipoprotein, yaitu
satu ikatan yang larut dalam air dengan berat molekul yang tinggi, terdiri dari
lemak (kolesterol, trigliserida dan fosfolipid) dan protein yang khusus dapat
mengikat protein (apo-protein). Lipoprotein ini dibagi menjadi 5 macam
berdasarkan berat jenisnya, yaitu kilomikron, Very Low Density Lipoprotein
(VLDL), Intermediate Density Lipoprotein (IDL), Low Density Lipoprotein
(LDL), dan High Desnity Lipoprotein (HDL). Di dalam darah, lipoprotein
merupakan suatu kompleks yang disebut Lipoprotein Particle yang terdiri dari dua
bagian dalam (inti) yang tidak larut, terdiri dari trigliserida dan ester kolesterol,
dan bagian luar yang lebih larut, terdiri dari kolesterol bebas, fosfolipid, dan
apoprotein.8
Secara klinis, terutama dalam hubungannya dengan PJK, maka
dislipidemia

dapat

digolongkan

menjadi

hiperkolesterolemia,

hipertrigliseridaemia, dan hiperlipidemia campuran. Didapatkan bahwa gabungan


antara peningkatan kadar kolesterol LDL dan trigliserida disertai dengan
penurunan kadar HDL, yang dikenal dengan Triad Lipid merupakan faktor
risiko terkuat untuk terjadinya PJK.9
Pada aterosklerosis pada PJK dimulai dengan terbentuknya endapan lipid,
terutama kolesterol, pada intim. Kolesterol dalam darah berikatan dengan struktur
lipoprotein yang terdiri dari empat macam, yaitu kilomikron, HDL, LDL, dan

VLDL. Bila kolesterol berikatan dengan HDL, maka akan disebut HDL-C. Bila
kolesterol berikatan dengan LDL, maka akan disebut LDL-C. Sedangkan bila
kolesterol berikatan dengan VLDL, maka akan disebut VLDL-C.9
2.3. Tinjauan Umum Aterosklerosis
Aterosklerosis adalah radang pada pembuluh darah manusia yang
disebabkan penumpukan plak ateromatous. Pemahaman hingga saat ini mengenai
aterogenesis, lintasan pembentukan aterosklerosis, adalah sebuah peradangan
yang terjadi pada dinding pembuluh darah yang terjadi dengan beberapa fase dan
tahap. Pada fase awal, yang terjadi adalah disfungsi endothelial dengan degradasi
ikatan dan struktur mosaik, sehingga memungkinkan senyawa yang terdapat di
dalam plasma darah seperti LDL untuk menerobos dan mengendap pada ruang
sub-endothelial akibat peningkatan permeabilitas.10
2.4. Tinjauan Umum Penyakit Jantung Koroner
Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah penyakit yang ditandai dengan
adanya endapan lemak yang berkumpul di dalam sel yang melapisi dinding satu
arteri koroner dan menyumbat aliran darah. Endapan (ateroma atau plak)
terbentuk secara bertahap dan tersebar di percabangan besar dari kedua arteri
koroner utama, yang mengelilingi jantung dan menyediakan darah bagi jantung.
Proses pembentukan ateroma disebut aterosklerosis. Ateroma bisa menonjol ke
dalam arteri dan menyebabkan arteri menjadi sempit. Jika ateroma terus
membesar, bagian dari ateroma bisa pecah dan masuk ke dalam aliran darah atau
bisa terbentuk bekuan darah di dalam permukaan ateroma tersebut. Supaya bisa

berkontraksi dan memompa secara normal, otot jantung (miokardium)


memerlukan pasokan darah yang kaya akan oksigen dari arteri koroner. Jika
penyumbatan arteri semakin memburuk, bisa terjadi iskemik (berkurangnya
pasokan darah) pada otot jantung, menyebabkan kerusakan jantung. Penyebab
utama dari iskemik miokardial adalah penyakit jantung koroner. Komplikasi
utama dari penyakit arteri koroner adalah angina dan serangan jantung (infark
miokardial).11
2.5.

Tinjauan Umum Tanaman Kelor


Tanaman kelor berbentuk bulat telur dengan ukuran kecil-kecil bersusun

majemuk satu tangkai.


2.5.1. Klasifikasi Tanaman Kelor
Kingdom

: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)


Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Magnollopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas

: Dilleniidae

Ordo

: Capparales

Famili

: Moringaceae

Genus

: Moringa

Gambar 2.1. Tanaman Kelor


2.5.2. Definisi
Kelor (Moringa oleifera) tumbuh dalam bentuk pohon, berumur panjang
(perenial) dengan tinggi 7 12 m. Batang berkayu (lignosus), tegak, berwarna
putih kotor, kulit tipis, permukaan kasar. Percabangan simpodial, arah cabang
tegak atau miring, cenderung tumbuh lurus dan memanjang. Daun majemuk,
bertangkai panjang, tersusun berseling (alternate), beranak daun gasal
(imparipinnatus), helai daun saat muda berwarna hijau muda setelah dewasa
hijau tua, bentuk helai daun bulat telur, panjang 1 2 cm, lebar 1 2 cm, tipis
lemas, ujung dan pangkal tumpul (obtusus), tepi rata, susunan pertulangan
menyirip (pinnate), permukaan atas dan bawah halus. Bunga muncul di ketiak
daun (axillaris), bertangkai panjang, kelopak berwarna putih agak krem, menebar
aroma khas. Buah kelor berbentuk panjang bersegi tiga, panjang 20 60 cm, buah
muda berwarna hijau setelah tua menjadi cokelat, bentuk biji bulat berwarna
coklat kehitaman, berbuah setelah berumur 12 18 bulan. Akar tunggang,
8

berwarna putih, membesar seperti lobak. Perbanyakan bisa secara generatif (biji)
maupun vegetatif (stek batang). Tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi
sampai di ketinggian 1000 m dpl, banyak ditanam sebagai tapal batas atau pagar
di halaman rumah atau ladang.12
2.5.3 Kegunaan & Budidaya
Analisa terhadap nutrisi daun kelor kering yang dilakukan di Laboratorium
Universitas Muhammadiyah Malang menunjukkan hasil sebagai berikut:

Parameter
1. Beta Carotene
2. Choline
3. Vitamin B1, Thiamine
4. Vitamin B2, Riboflavin
5. Vitamin B3, Niacin
6. Vitamin C, Ascorbic Acid
7. Protein
8. Fat
9. Carbohydrate
10. Energi
11. Fiber
12. Calsium (Ca)
13. Magnesium (Mg)
14. Phosphor (P)
15. Potassium (K)
16. Copper (Cu)
17. Iron (Fe)
18. Isoleucine
19. Leucine
20. Lysine
21. Methionine
22. Phenylalanine
23. Threonine
24. Valine
25. Tryptophan

Unit
mg/100
mg/100
mg/100
mg/100
mg/100
mg/100
g/100
g/100
g/100
Calori
g/100
mg/100
mg/100
mg/100
mg/100
mg/100
mg/100
g/100
g/100
g/100
g/100
g/100
g/100
g/100
g/100

Test I
12,988
95,715
0,575
0,794
3,684
57,964
29,722
2,180
47,461
328,359
16,857
2683,312
1076,115
352,417
2401,160
0,751
41,890
21310,75
36189,89
25618,09
5405,58
21639,97
18186,58
27269,38
5984,33

Test II
12,932
96,989
0,572
0,807
3,670
59,732
29,487
2,186
47,377
327,126
16,883
2663,205
1077,083
354,787
2402,360
0,725
42,075
21030,87
36890,82
25544,17
5431,86
21739,24
18594,36
27384,32
6166,47

Dari hasil analisa kandungan nutrisi dapat diketahui bahwa daun kelor
memiliki potensi yang sangat baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam
tubuh. Dengan mengonsumsi daun kelor maka keseimbangan nutrisi dalam tubuh
akan terpenuhi sehingga orang yang mengonsumsi daun kelor akan terbantu untuk
meningkatkan energi dan ketahanan tubuhnya.12
Daun kelor mengandung asam amino Metionin dan Tryptophan.
Metionin berperan utama memasok sulfur untuk tubuh. Hal ini diketahui untuk
mencegah masalah rambut, kulit, dan kuku sambil menurunkan kadar kolesterol
karena akan meningkatkan produksi lesitin dalam hati. Metionin mengurangi
lemak hati dan melindungi ginjal yang mengurangi iritasi kandung kemih.
Tryptophan mendukung

sistem

kekebalan

tubuh,

meredakan

insomnia,

mengurangi kecemasan, depresi, dan gejala sakit kepala migrain. Hal ini juga
berdampak dalam mengurangi risiko arteri dan kejang jantung karena bekerja
dengan lisin untuk mengurangi kadar kolesterol.3
Daun kelor juga mengandung Flavonoid, antioksidan pencegah oksidasi
sel. Semakin tinggi oksidasi sel dalam tubuh, maka semakin tinggi kemungkinan
menderita penyakit degeneratif. Kandungan flavonoid dalam daun kelor dapat
digunakan untuk mencegah terjadinya hipertensi, menurunkan kadar kolesterol
tubuh, menurunkan kadar gula darah, dan menurunkan kadar asam urat.13
Sumber lain mengatakan bahwa Moringa oleifera dapat menurunkan
tekanan darah dan kadar kolesterol tinggi. Manfaat daun kelor ini dimuat dalam
artikel Phytotherapy Research pada tahun 2007, menyimpulkan bahwa ekstrak

10

daun kelor telah memiliki efek stabilitas pada tekanan darah karena mengandung
thiocarbamate glikosida, dan mengandung B-sitosterol yang dapat membantu
menjaga kadar kolesterol agar tetap sehat. Ini dikarenakan mekanisme B-sitosterol
yang menghambat penyerapan kolesterol pada usus sehingga kolesterol yang ada
di dalam hati, jantung dan pembuluh darah aorta dapat diturunkan dan dikeluarkan
lewat pembuangan kotoran.14

2.6. Kerangka Teori

Daun Kelor

Metionin, Tryptophan, Bsitosterol, Flavonoid,


antioksidan lain

Asam Amino dan Antioksidan


-Menghambat penyerapan
kolesterol di usus

11

Mengurangi lemak
berlebih dalam tubuh

Melindungi sel-sel jantung dari efek


berbahaya dari radikal bebas yang
terbentuk dari berbagai proses
metabolisme dalam tubuh

Keterangan:
: Variabel yang diteliti
: Hubungan antar variabel

2.7. Kerangka Konsep

Kolesterol 1

Kolesterol 2

Mencit Kelompok
A

Mencit Kelompok
B

Tidak Diberikan Daun


Kelor

Diberikan Daun Kelor

Pengukuran Kolesterol
Darah Mencit

Pengukuran Kolesterol
Darah Mencit
12

Bandingkan

Keterangan:
: Variabel Independen
: Variabel Dependen
: Hubungan Antar Variabel

13