Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ekologi merupakan cabang ilmu yang berfokus pada interaksi antar organisme
dan juga keterkaitannya dengan lingkungan baik itu biotik maupun abiotik. Dalam
ekologi, organisme dianggap tak bisa terpisah dari elem lainnya sebab
perkembangan serta pertumbuhannya bergantung penuh pada organisme juga
habitatnya. Salah satu cabang ilmu ekologi adalah ekologi hewan. Adalah suatu
cabang ilmu biologi yang secara mendalam mempelajari hubungan timbal balik
atau interaksi di antara hewan dan juga lingkungannya mencakup biotik dan juga
abiotik secara langsung maupun tak langusng dan meliputi distribusi atau
persebaran maupun tingkatan kelimpahan hewan yang dikaji tersebut.
Fokus utama ekologi hewan adalah aspek-aspek mendasar yang menjadi
landasan kinerja hewan tersebut sebagai sebuah individu, populasi hingga
komunitas di dalam ekosistem yang ia diami. Hal tersebut meliputi bagaimana Ia
mengenal lingkungannya dan kemudian melakukan proses adaptasi dan
melibatkan adanya pertukaran energi di dalamnya. Masalah persebaran atau
distribusi dan juga kelimpahan populasi hewan dalam skala lokal maupun
regional. Hal ini dimulai dari tingkakatan relung ekologi, faktor microhabitat dan
juga habitat, lingkup komunitas hingga sampai pada sistem biogeografi juga pola
penyebaran hewan di seluruh pernjuru dunia.
Kepekaan terhadap stimulus merupakan salah satu ciri utama kehidupan.
Tujuanakhir dari respon adalah untuk mempertahankan hidupnya. Apabila kondisi
lingkungan menjadi sangat tidak baik, maka yang terjadi adalah,pertama, hewan
meninggalkan tempat itu dan mencari tempat dengan kondisi yang lebihbaik.
Kedua, hewan memberikan respon tertentu yang mampu mengatasi efek
negativeperubahan tersebut. Ketiga, hewan itu akan mati. perwujudan respon
terhadap lingkungannya adalah adaptasi
1.2 Rumusan Masalah
1

Adapun rumusan masalah pada pembuatan makalah ini yaitu :


1. Apakah Pengertian respon dan adaptasi?
2. Bagaimana bentuk dari respon dan adaptasi hewan ?
3. Faktor apa saja yang menentukan adaptasi perilaku hewan?
4. Bagaiman respon dan adaptasi hubungannya dengan kelimpahan?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :
1. Untuk mengetahui pengertian dari respon dan adaptasi
2. Untuk mengetahui bentuk dari respon dan adaptasi hewan
3. Untuk mengetahui factor yang menentukan adaptasi perilaku hewan
4. Untuk mengetahui respon dan adaptasi hubungannya dengan respond an
adaptasi

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Respon dan Adaptasi
Respon dan Adaptasi Perilaku hewan merupakan aktivitas terarah berupa
respon terhadap kondisi dan sumber daya lingkungan. Terjadinya suatu perilaku
melibatkan peranan reseptor dan efektor serta koordinasi saraf dan hormon. Jenis
efektor yang paling berperan adalah otot-otot tubuh.Perilaku pada hewan rendah
seluruhnya ditentukan secara genetic, bersifat khas,terjadi secara otomatis. Pada
hewan tinggi banyak mengandung komponen yang tidak bersifat herediter,
melainkan

proses

belajar

yang

dipengaruhi

faktor

lingkungan.

Pada manusia ditentukan oleh komponen belajar dan menalar.


Kepekaan terhadap stimulus merupakan salah satu ciri utama kehidupan.
Tujuan akhir dari respon adalah untuk mempertahankan hidupnya. Respon hewan
terhadap lingkungannya bervariasi tergantung dari jenis dan intensitas stimulus,
jenis spesies, stadium perkembangan, umur, kondisi fisiologis dan kisaran
toleransi terhadap lingkungannya.
2.2 Respon Hewan
Selama periode ontogeny pada hewan dikenal tiga macam respon
dasar yaitu respon pengaturan, respon penyesuaian, dan respon
perkembangan. Mekanisme ketiga respon itu berdasarkan sistem umpan
balik negatif. Agar mekanisme itu berhasil maka respon yang
dihasilkan harus sesuai besarnya, waktu tepat dan berlangsung cukup
cepat.
1)
Respon Reversibel
Tipe respon dasar hewan yang reversible dan paling sederhana
adalah respon pengaturan (regulatori). Rspon fisiologi terjadi
sangat cepat (refleks). Contoh: perubahan pupil mata terhadap
intensitas cahaya.
Tipe respon lain yang bersifat reversible adalah respon
penyesuaian (aklimatori), berlangsung lebih lama dari respon
regulatori karena proses yang fisiologi yang melandasinya
melibatkan perubahan struktur dan morfologi hewan. Contoh: di
lingkuan bertekanan parsial oksigen rendah, terjadi proliferasi dan
pengingkatkan jumlah eritrosit, tubuh terdedah pada kondisi

kemarau terik, kulit mengalami peningkatan pigmentasi. Respon


aklimatori umum terdapat pada hewan berumur panjang, yang
menghadapi perubahan kondisi musiman. Reversibilitas respon
penting sekali karena tiap tahun kondisi khas musimana selalu
berulang.
2)
Respon Tak-reversibel
Tipe respon tak-reversibel selama ontogeny adalah respon
perkembangan. Respon berlangsung lama karena melibatkan banya
proses yang menghasilkan perkembangan beraneka ragam macam
struktur tubuh. Hasilnya bersifat permanen dan tak reversible.
Contoh : perubahan jumlah mata facet pada Drosophila yang
dipelihara pada suhu tinggi, atau terbentuknya keturunan cacat
akibat respon perkembangan embrio terhadap senyawa teratogenik
dalam lingkungannya.
2.3 Adaptasi Hewan
Perubahan kondisi lingkungan berpengaruh terhadap hewan. Hewan
mengadakan respon terhadap perubahan kondisi lingkungannya tersebut. Respon
hewan terhadap kondisi dan perubahan lingkungannya denyatakan sebagai respon
hewan terhadap lingkungannya. Respon tersebut berupa perubahan fisik,
fisiologis, dan tingkah laku. Respon hewan tersebut ada yang bersifat reaktif dan
ada yang bersifat terpola, artinya berasala dari nenek moyangnya. Adaptasi
umumnya diartikan sebagai penyesuaian makhluk hidup terhadap lingkungannya.
Adaptasi menunjukkan kesesuaian organisme dengan lingkungannya yang
merupakan produk masa lalu. Organisme yang ada kini dapat hidup pada
lingkungannya karena kondisi lingkungan itu secara kebetulan sama dengan
kondisi lingkungan nenek moyangnya.
Adaptasi

merupakan

proses

penyusuaian

diri

makhluk

hidup

dengan keadaan lingkungan sekitarnya. Masing-masing individu mempunyai


cara yang berbeda dalam menyusuaikan diri dengan lingkungannya, ada yang
mengalami perubahan bentuk tubuh (adaptasi morfologi), ada yang mengalimi
perubahan proses metabolism tubuh (adaptasi fisiologi) dan ada juga yang
mengalami perubahan sikap dan tingkah laku (adaptasi tingkah laku). Adaptasi
akan dilakukan oleh makhluk hidup bila keadaan sekitarnya membahayakan atau

tidak menguntungkan bagi dirinya, sehingga perlu untuk menyelamatkan atau


mempertahankan kehidupannya.
Adaptasi melibatkan perubahan yang diakibatkan seleksi alam, bersifat
herediter, dan proses berlangsung meliputi sejumlah besar generasi yang
berurutan. Terdapat tiga macam hasil proses adapatasi pada hewan, yaitu:
1)

Adaptasi Fisiologis
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian yang dipengaruhi oleh
lingkungan sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian pada
alat-alat tubuh untuk mempertahankan hidup dengan baik.
Adaptasi fisiologis (adaptasi fungsional) adalah seluruh perangkat
kemampuan fisiologis untuk menghadapi kondisi lingkungannya,
meliputi proses kimiawi, substansi kimiawi, enzim, ko-enzim serta
hormon yang terlibat pada proses tersebut. Adapatasi fiologis
biasa didukung oleh adaptasi structural dan perilaku.

2)

Adaptasi Morfologis
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian pada organ tubuh yang
disesuaikan dengan kebutuhan organisme hidup.
Contoh: Koral Madrepora berbeda bentuk pada lingkungan yang
berbeda.

Adanya

kesamaan

corak

dan

kondisi

lingkungan,

mungkin menghasilkan bentuk yang serupa pada berjenis-jenis


hewan dari kelompok yang bertaksonomi perkerabatan jauh.
Contoh: berbagai jenis ikan dan mamalia yang hidup di lautan.
Adaptasi structural menyangkut seluruh aspek hidup hewan.
Misal: tipe mulut pada Insecta dan tipe paruh pada burung sesuai
dengan jenis makanannya.
Adapatasi dari berbagai struktur tubuh saling mendukung untuk
melakuakn suatu fungsi hidup, misal pada burung karnivor
memiliki paruh yang kukuh dah tajam, penglihatan tajam, daya
terbang baik dan kaki bercakar kuat. Adaptasi tidak hanya
menyangkut bentuk dan besar struktur, melainkan juga warna, pola
pewarnaan, dan aspek fenotip lainnya.

3)

Adaptasi Tingkah Laku


Makhluk hidup melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan
di sekitar habitat tempat hidupnya tidak terkecuali manusia.
Adaptasi yang dilakukan makhluk hidup bertujuan untuk dapat
bertahan hidup dari kondisi lingkungan yang mungkin kurang
menguntungkan. Di bawah ini adalah merupakan beberapa bentuk
adaptasi tingkah laku (behavioral adaptation) pada binatang/hewan
di sekitar kita disertai pengertian dan arti definisi :

Mimikri adalah teknik manipulasi warna kulit pada binatang


seperti misalnya bunglon yang dapat berubah-ubah sesuai
warna benda di sekitarnya agar dapat mengelabuhi binatang
predator/pemangsa

sehingga

sulit

mendeteksi

keberadaan

bunglon untuk dimangsa. Jika bunglon dekat dengan dedaunan


hijau maka dia akan berubah warna kulit menjadi hijau, jika
dekat batang pohon warna coklat, dia juga ikut ganti warna
menjadi coklat, dan lain sebagainya.

Hibernasi adalah teknik bertahan hidup pada lingkungan yang


keras dengan cara tidur menonaktifkan dirinya (dorman).
Hibernasi bisa berlangsung lama secara berbulan-bulan seperti
beruang pada musim dingin. Hibernasi biasanya membutuhkan
energi yang sedikit, karena selama masa itu biantang yang
berhibernasi akan memiliki suhu tubuh yang rendah, detak
jantung yang lambat, pernapasan yang lambat, dan lain-lain.
Binatang tersebut akan kembali aktif atau bangun setelah masa
sulit terlewati. Contoh hewan yang berhibernasi yaitu seperti
ular, ikan, beruang, kura-kura, bengkarung, dan lain-lain.

Autotomi

adalah

teknik

bertahan

hidup

dengan

cara

mengorbankan salah satu bagian tubuh. Contoh autotomi yaitu


pada cicak / cecak yang biasa hidup di dinding rumah, pohon,
dll. Cicak jika merasa terancam ia akan tega memutuskan
ekornya sendiri untuk kabur dari sergapan musuh. Ekor yang
7

putus akan melakukan gerakan-gerakan yang cukup menarik


perhatian sehingga perhatian pemangsa akan fokus ke ekor
yang putus, sehingga cicak pun bisa kabur dengan lebih
leluasa.

Estivasi adalah menonaktifkan diri (dorman) pada saat kondisi


lingkungan tidak bersahabat. Bedanya dengan hibernasi adalah
di mana pada estivasi dilakukan pada musim panas dengan
suhu udara yang panas dan kering. Hewan-hewan seperti
kelelawar, tupai, lemur kerdil, dll akan mengestivasi diri di
tempat yang aman dan terlindung. Pada tumbuhan estivasi juga
dilakukan oleh oleh pohon jati dengan meranggas atau
menggugurkan daun.

Simbiosis Rayap dan Flagellata; Rayap membutuhkan bantuan


makhluk hidup lainnya yaitu flagelata untuk mencerna kayu
yang ada di dalam usus rayap. Tanpa flagellata rayap tidak
akan mampu mencerna kayu yang masuk ke dalam tubuhnya.
Rayap-rayap kecil yang baru menetas mendapatkan flagellata
dengan jalan menjilat dubur rayap dewasa. Rayap secara
periodik melakukan aktivitas ganti kulit dan meninggalkan
bagian usus lama, sehingga rayap akan memakan kulit yang
mengelupas untuk memasukkan kembali flagellata ke dalam
usus pencernaannya.

Pernapasan Ikan Paus; Ikan paus adalah mamalia yang mirip


ikan dan hidup di air. Paus memiliki paru-paru yang harus diisi
dengan oksigen dari permukaan laut minimal setiap setengah
jam sekali. Ikan paus ketika muncuk ke permukaan akan
membuang udara kotor lewat hidung mirip seperti air mancur
yang berisi karbon dioksida bercampur uap air jenuh yang
terkondensasi.

2.4 Respon dan Adaptasi Perilaku

Perilaku hewan merupakan aktivitas terarah berupa respon terhadap


kondisi dan sumber daya lingkungan. Terjadinya suatu perilaku
melibatkan peranan reseptor dan efektor serta koordinasi saraf dan
hormon. Jenis efektor yang paling berperan adalah otot-otot tubuh.
Perilaku pada hewan rendah seluruhnya ditentukan secara genetic,
bersifat khas, terjadi secara otomatis. Pada hewan tinggi banyak
mengandung komponen yang tidak bersifat herediter, melainkan proses
belajar yang dipengaruhi faktor lingkungan. Pada Invertebrata berupa
taksis atau refleks, pada serangga berupa instink dan pada manusia
ditentukan oleh komponen belajar dan menalar.

Taksis, adalah berbagai perilaku Invertebrata dan Vertebrata


rendah, berupa gerakan di tempat maupun berpindah tempat
dengan

jalan

berkerut,

meregang,

membelokkan

tubuh

dan

sebagainya. Stimulus dapat berupa cahaya (foto-), suhu (termo),


sentuhan (tigmo-), arus air (reo-) dan sebagainya.
Respon

perilaku

hewan

mobil

yang

berupa

gerakan

yang

terorientasi langsung pada sumber stimulus dan meliputi gerakan


berpindah tempat disebut taksis. Misal termotaksis negative atau
tigmotaksis positif. Hewan Invertebrata sesil juga perilakunya
terorientasi

langsung

pada

sumber

stimulus,

hanya

memeperlihatkan gerakan seluruh atau sebagian tubuhnya tanpa


berpindah tempat disebut tropisme. Misal Respon kemotropi
negative Hydra terhadap larutan asam (tentakel dan tubuh
mengkerut). Kinesis merupakan gerakan yang tidak terorientasi
langsung pada sumber stimulus dan dicapainya situasi akhir
terjadi melalui gerakan coba-coba. Misal Jenis Protozoa berpindah
tempat karena respon kemikinesis negative.

Refleks,

Sejumlah

gerakan

atau

perilaku

hewan

umumnya

berlangsung secara refleks, meskipun frekuensinya berkurang pada


hewan tinggi. Refleks merupakan gerakan otomatis yang terjadi
aakibat

beroperasinya

mekanisme

reseptor

sederhana,

d an
9

proporsional terhadap besarnya stimulus. Pada hewan rendah,


berbagai aktivitas penting terjadi sebagai seurutan refleks-refleks.
Misal pada lalat. Refleks merupakan salah satu komponen dasar
dari perilaku yang mempunyai nilai kesintasan. Refleks akan
menjauhkan hewan dari kondisi membahayakan dan memanfaatkan
sumber daya lingkungannya.

Perilaku Naluriah, Naluri (instink) dalam arti perilaku atau


landasan pendorong yang merupakan terjadinya perilaku itu.
Perilaku naluriah didefinisikan sebagai suatu perilaku yang rumit,
khas spesies, testerotipe, herediter dan terjadi otomatis oleh
induksi stimulus kunci atau stimulus syarat. Respon ini bersifat
tidak proporsional dengan intensitas stimulus.

Instink memerlukan mekanisme saraf, namun yang paling utama


karena timbulnya dorongan (drive) yang timbul karena mencapai
status fisiologis tertentu (motivasi) dengan mood yang tepat.
Bila dikombinasikan dengan stimulus sinyal yang tepat dari
lingkungan akan mewujudkan instink. Stimulus isyarat dapat
berupa bentuk, warna, suara/nyanyian, feromon, sentuhan dan
sebagainya.

Belajar, belajar merupakan perubahan perilaku akibat suatu


pengalaman, berarti respon terhadap suatu stimulus tertentu
menjadi

berubah

dibandingkan

sebelumnya.Terjadi

pada

Vertebrata tinggi, dan paling efektif pada usia muda. Macammacam corak belajar:
Habituasi (pembiasaan), hewan tidak lagi memberikan respon
pada

suatu

stimulus

yang

tidak

memberikan

arti

dalam

kehidupannya. Misal: anak hewan mengindari bunyi/gerakan tibatiba, setelah tahu tidak memberikan efek buruk, maka stimulus
tidak diacuhkan lagi.
Pengkondisian, suatu stimulus yang tadinya tidak mengandung
arti,

setelah

melalui

pengalaman

menjadi

penting,

yakni
10

terbinanya kesan hubungan antara stimulus dengan ganjaran. Misal


respon anjing yang diberi stimulus visual dan auditori.
Imprinting (perekaman), perilaku naluriah mengikuti induk.
Misal anak itik yang ditetaskan secara terisolasi, akan terus
mengikuti manusia atau objek bergerak yang pertama kali
dilihatnya.
Imitating

(meniru),

suatu

individu

dalam

kelompok

akan

melakukan gerakan atau aktiviatar tertentu (berlari, bernyanyi,


makan dll) yang sama denga individu lain dalam kelompok.
Terjadi pada hewan yang bersifat gregarious.
Trial and Error (coba-coba), eliminasi dari semua stimulus dan
respon, kecuali yang relevan, dengan diperolehnya ganjaran atau
hukuman. Misalnya anak ayam mematuki sembarang objek, lalu
hanya mematuki makanannya saja.
Reasoning (menalar), meliputi terjadinya proses pembinaan suatu
kesan hubungan antara objek dengan objek, kejadian dengan
kejadian atau objek dengan kejadian, untuk kemudian diwujudkan
dalam bentuk respon perilaku yang tepat, tanpa didahului cobacoba. Hanya terjadi pada mamalia tingkat tinggi, misal lumbalumba, anjing dan kera. Misal kera yang terkurung mengambil
pisang di luar dengan tongkat. Menalar atau belajar konsepsional
paling baik perkembangannya pada manusia, karena perkembangan
bagian korteks otaknya paling baik.
2.5 Faktor yang Menentukan Adaptasi
Beberapa faktor yang sangat mendukung perlunya hewan dalam
melakukan adaptasi dengan lingkungan sekitar diantaranya :
1. Individu Daratan

Persediaan air,seperti : adaptasi hewan dilingkungan sedikit air


dengan mengurangi penguapan.

Adaptasi hewan di lingkungan lembab dengan memiliki kulit


tebal dan bersisik.
11

Kisaran suhu,seperti : Memiliki bulu tebal dan banyak lemak


untuk suhu dingin, Hibernasi dan estivasi, berkubang di
lumpur, burung mandi untuk mengatur suhu tubuh.

keadaan tanah, jenis tanah akan menentukan jenis tumbuhan


dan hewan yang mendominasi suatu daerah.

2. Individu Perairan

Salinitas / kadar garam perairanmasing masing perairan


memiliki

salinitas

yang

berbeda,seperti

di

air

tawar

salinitasnya adalah 0,06 % sedangkan air laut salinitasnya


3,5% salinitasnya akan mempengaruhi perbedaan tebal
tipisnya lapisan kulit,tingkah lak,susunan atau fungsi organ
tubuh organisme perairan.

Kedalaman air.Semakin dalam suatu perairan maka semakin


besar/tinggi pula tekanan yang terjadi.Kedalaman air juga
mempengaruhi

interaksi

cahaya

yang

diperoleh

individu.Semakin dalam maka semakain sedikit cahaya yang


diperoleh. contoh : Ikan pari dengan tubuh pipih dan lebar,
Ikan cucut dengan tubuh yang langsing, gurat sisi/linea
lateralis pada tubuh ikan, gelembung udara pada tubuh ikan
untuk dapat turun dan naik pada perairan.

Intensitas cahaya, semakin keruh dan dalam suatu perairan


maka

intensitas

cahaya

yang

masuk

semakin

sedikit/rendah.Intensitas cahaya mempengaruhi suhu air dan


derajat fotosintesi.Dibagi menjadi 3 daerah yaitu daerah
fotik,daerah

perbatasan (

remang

remang),daerah

afotik.Semakin kearah daerah afotik maka intensitas cahay


yang

masuk

perairan

semakin

berkurang.Hal

ini

akan

mempengaruhi organisme yang hidup didalamnya.

Kadar Oksigen, daerah permukaan kadar oksigen lebih banyak


dibandingkan dengan daerah dibawahnya.Semakin keruh suatu

12

perairan maka kadar oksigen semakin berkurang/rendah. ciri


adaptasinya

adalah

:Perluasan

labirin,

munculnya

ikan

dipermukaan, tubuh ikan ramping dan berlendir


2.6 Respon dan Adaptasi hubungannya dengan Kelimpahan
Kelimpahan merupakan di mana dalam suatu lingkungan terdapat beberapa
populasi yang hidup bersama dan dapat diidentifikasi keberadaannya dalam
suatu waktu dan ruang tertentu. Setiap populasi apabila telah mencapai
tingkat kepadatan, kerapatan tertentu, dan dengan keterbatasan daya dukung
lingkungan, akan cenderung mengalami penyebaran. Di tempat yang baru
populasi akan menempati, beradaptasi dan membentuk keseimbangan yang
baru kembali. Ketika lingkungan sekitar mengalami perubahan maka hewan
tersebut akan merespon dan berusaha beradaptasi dengan lingkungan
tersebut, dan ketika hewan tersebut tidak dapat beradaptasi dengan baik
maka kan terjadi penyebaran atupun kemungkunan adanya seleksi alam
yang terjadi yang menyebabkan kelimpahan suatu populasi akan berubah,
baik itu meningkat ataupun menurun.
2.7

13

BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari pembuatan makalah ini ialah sebagai berikut :
1. Respon dan Adaptasi Perilaku hewan merupakan aktivitas terarah berupa
respon terhadap kondisi dan sumber daya lingkungan. Kepekaan terhadap
stimulus merupakan salah satu ciri utama kehidupan. Tujuan akhir dari
respon adalah untuk mempertahankan hidupnya. Adaptasi merupakan proses
penyusuaian diri makhluk hidup dengan keadaan lingkungan sekitarnya
2. Macam-macam respon yaitu reversible dan ir reversibel, macam adaptasi
yaitu fisiologis, morfologis, dan perilaku
3. Faktor yang menetukan adaptasi yaitu salinitas air, kedalaman air, inten sitas
cahaya, kadar oksigen, dan suhu
3.2 Saran
Penulis sepenuhnya menyadari akan kekurangan makalah kami, dengan
penuh kerendahan hati, penulis menanti kritik/saran yang bersifat membangun
guna memperbaiki makalah kami selanjutnya

14

DAFTAR PUSTAKA
Godam. 2009. Contoh Bentuk Adaptasi Tingkah Laku Behavioral Pada Mahluk
Hidup Ilmu Biologi. (http://organisasi.org/contoh-bentuk-adaptasi-tingkahlaku-behavioral-pada-makhluk-hidup-ilmu-biologi, diakses 20 Februari
2016).
http://belajarbiologiituindah.blogspot.co.id/2014/05/makalah-ekologi.html
(diakses 20 februari 2016)
http://cvrahmat.blogspot.co.id/2011/03/ekologi-hewan.html (diakses 20 februari
2016)
http://mentari-ceria.blogspot.co.id/2012/06/ekologi-hewan-lanjutaqn.html
(diakses 20 februari 2016)
Kendeigh, S.C. 1980. Ecology With Special Reference to Animal & Man. Prentice
Hall,New Jersey.

15