Anda di halaman 1dari 10

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA
2.1Kajian Pustaka
Mesin Auto Return pada mesin yang penulis desain dan rancang secara global dapat di
samakan dengan mesin conveyor pada umumnya dimana fungsi dan tujuan utamanya adalah
memindahkan benda atau mentransfer benda dari satu tempat ke tempat lainnya, dimana
proses pemindahannya menggunakan media roller yang berputar dan belt pemindah untuk
memindahkan benda ke conveyor dengan arah putar yang berbeda sehingga sesuai dengan
alur proses yang diinginkan. Mesin Conveyor sendiri banyak macam dan model jika di lihat
secara umum tergantung dari jenis material yang akan diangkut.
Jenis jenis konveyor yang umum digunakan adalah :
a.
b.
c.
d.
e.

Belt conveyor
Chain conveyor
Screw conveyor
Roller conveyor
Penumatic conveyor
Pada mesin auto return yang penulis rancang untuk digunakan di mesin Banch Saw

merupakan jenis roller conveyor yang umum digunakan pada industri yang memproduksi
barang atau produk, namun dikembangkan dan di desain sesuai dengan alur proses yang di
kerjakan pada mesin Banch Saw. berikut yang terlihat pada gambar 2.1.

Gambar. 2.1 Roller conveyor dengan menggunakan rantai sebagai penghubung antara
roller 1 dengan yang lainnya.

2.2Dasar Teori
Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan beberapa dasar teori yang
melandasi untuk mendapatkan teori yang mendasari penelitian ini antara lain adalah
Perancangan Auto Return Conveyor Pada Mesin Banch Saw, Hubungan antara manusia
dengan mesin (man-mancine system), penggunaan software solidwork dalam media
mendesain, K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Sistem gerak mekanik Auto Return mesin
Banch Saw, Break Efent Point dalam menejemen industri.

2.2.1 Perencanaan Auto Return Conveyor Pada Mesin Banch Saw


Tujuan dari perencanaan mesin ini adalah bagaimana cara agar dapat mengurangi
jumlah tenaga kerja manusia yang nantinya akan digantikan dengan Conveyor Auto Return
ini, proses benda atau kabinet yang sudah selesai diproses dapat kembali ke operator tanpa
ada bantuan dari operator lain untuk mengembalikan sehingga dengan otomatis benda akan
kembali ke operator dengan mekanisme Conveyor yang akan di desain dan rancang. Dengan
mempelajari mesin-mesin yang sudah ada sebelumnya di PT. YAMAHA INDONESIA. Pada
proses ini jenis conveyor roller sangat tepat di gunakan menginggat benda yang diperoses
adalah kayu dengan ukuran lebar, panjang dan tebal yang berbeda pula. Hal yang harus di
perhatikan dalam perencanaan conveyor roller adalah :
1. Roller
Roller pada sistem ini sedikit berbeda dengan roller pada conveyor jenis yang lain.
Roller pada sistem roller conveyor didesain khusus agar cocok dengan kondisi barang
yang ditransportasikan. Pada umumnya roller dilapisi pula dengan lapisan anti karat atau
lapisan karet. sehingga conveyor ini hanya dapat memindahkan barang berupa unit. Jadi
tidak disarankan untuk memindahkan barang berupa butiran ataupun bulk. Barang yang
dipindahkan pun harus memenuhi dimensi dan berat tertentu agar dapat dipindahkan.
Sementara itu apabila ingin memindahkan barang berupa bulk, bulk yang dimaksud
harus dikemas terlebih dahulu dalam suatu wadah, sehingga dapat dipindahkan
menggunakan sistem roller conveyor ini. Pada gambar 2.2 adalah roller conveyor yang
umum digunakan.

Gambar 2.2 roller conveyor


2. Motor Listrik 3 Fasa
Motor Listrik 3 Fasa merupakan motor yang bekerja dengan memanfaatkan perbedaan
fasa pada sumber untuk menimbulkan gaya putar pada bagian rotornya. Sehingga
perbedaan fasa pada motor 3 phase didapat langsung dari sumber. Hal tersebut yang
menjadi pembeda antara motor 1 fasa dengan motor 3 fasa. Motor induksi tiga fasa
memiliki dua komponen dasar yaitu stator dan rotor, bagian rotor dipisahkan dengan
bagian stator oleh celah udara yang sempit (air gap) dengan jarak antara 0,4 mm sampai
4 mm. Tipe dari motor induksi tiga fasa berdasarkan lilitan pada rotor dibagi menjadi dua
macam yaitu rotor belitan (wound rotor) adalah tipe motor induksi yang memiliki rotor
terbuat dari lilitan yang sama dengan lilitan statornya dan rotor sangkar tupai (Squirrelcage rotor) yaitu tipe motor induksi dimana konstruksi rotor tersusun oleh beberapa
batangan logam yang dimasukkan melewati slot-slot yang ada pada rotor motor induksi,
kemudian setiap bagian disatukan oleh cincin sehingga membuat batangan logam
terhubung singkat dengan batangan logam yang lain. Berikut adalah komponenkomponen motor 3 fase ditunjukkan pada gambar 2.3

Gambar 2.3 komponen motor 3 fase

3. Gearbox Reduser
Gearbox Reduser merupakan perangkat yang dapat menambah kekuatan beban / torsi
dengan cara merubah kecepatan / speed dari motor listrik karena kecepatan output yang
di hasilkan oleh motor tinggi, tetapi torsi yang di hasilkan rendah maka fungsi dari
gearbox reduser ini dapat mengurangi kecepatan putaran yang dihasilkan oleh motor
listrik untuk mendapatkan beban / torsi yang lebih besar. Berikut gambar 2.4 adalah
bentuk dan dimensi Gearbox Reduser.

Gambar 2.4 Gearbox Reduser type H Mounting


Hal yang harus diperhatikan dalam memilih / menggunakan gearbox reduser adalah :
a. Power gearbox reduser

b. Rasio gearbox / gearbox reduser


c. Output speed gearbox / gearbox reduser
d. Output torsi gearbox / gearbox reduser
e. Mounting position gear / gearbox reduser
4. Penumatic Air Cylinder
Perkataan pneumatik berasal dari bahasa Yunani pneuma yang berarti napas atau
udara. Jadi pneumatik berarti terisi udara atau digerakkan oleh udara mampat.
(Thomas Krist, 1993). Cara kerja penumatik sama dengan hidrolik yang membedakan
hanyalah tenaga penggerakanya. Jika penumatik menggunakan udara sebagai tenaga
penggeraknya sedangkan hidrolik menggunakan cairan oli sebagai tenaga penggeraknya.
Dalam penumatik tekanan udara yang berfungsi untuk menggerakkan sebuah cylinder
bekerja dari tenaga / tekanan udara menjadi tenaga mekanik (gerak maju mundur pada
cylinder).
Desain dari komponen pneumatik dirancang untuk maksimum operasi pada tekanan
8- 10 bar (800-1000 kPa), tetapi dalam praktek dianjurkan beroperasi pada tekanan 5-6
bar (500-600 kPa) untuk penggunaan yang ekonomis. Memperhatikan adanya kerugian
tekanan pada sistem distribusi maka kompresor harus menyalurkan udara bertekanan 6,57 bar, sehingga pada sistem kontrol tekanan tetap tercapai sebesar 5-6 bar. Gambar 2.5
adalah bagian-bagian dari air cylinder. (Festo Didactic).

Gambar 2.5 Bagian-bagian dari cylinder penumatic


5. Sistem Transmisi

Sistem transmisi mempunyai fungsi untuk mentransmisikan daya pada penggerak


khususnya pada sistem konveyor. Transmisi pada sistem roller conveyor terbagi menjadi
3 bagian, yaitu transmisi antara motor penggerak dengan drive roller dan transmisi antara
drive roller dengan roller lain, serta pulley flat belt. Sistem transmisi antara motor
penggerak dengan drive roller biasanya ditempatkan di ujung paling akhir dari jalur
conveyor, Sistem transmisi ini terdiri dari motor, speed reducer, coupling, sprocket, dan
rantai.
Sistem transmisi antara drive roller dengan roller biasanya ditempatkan pada kerangka
badan sistem conveyor. Transmisi antar roller biasanya digunakan sproket dan rantai
dengan perbandingan kecepatan putar 1:1 agar kecepatan putar antar roller sama dan
barang yang ditranportasikan dapat berjalan dengan baik. Dan yang terakhir adalah
sistem transmisi pulley flat belt yang bertujuan untuk mentransfer benda ke sistem roller
lain dengan arah putaran yang berbeda sehingga benda yang berada di atas roller
konveyor dapat di pindah ke kanan maupun ke kiri.

2.2.2 Hubungan Antara Manusia Dengan Mesin ( Man-Machine System )


manusia-mesin (man-machine system) adalah kombinasi antara satu atau beberapa
manusia dengan satu atau beberapa mesin, dimana salah satu dengan lainnya akan saling
berinteraksi untuk menghasilkan keluaran-keluaran berdasarkan masukan-masukan yang
diperoleh. Dengan mesin maka disini akan diartikan secara luas, yaitu mencakup semua
objek fisik seperti mesin, peralatan, perlengkapan, fasilitas dan benda-benda yang biasa
dipergunakan manusia dalam melaksanakan kegiatannya. Sehingga kelebihan utama manusia
dibandingkan dengan mesin adalah sifatnya yang mudah untuk menyesuaikan diri dengan
lingkungannya. Manusia bisa merubah peranannya dengan cepat dan teratur, sehingga
memungkinkannya untuk bisa bekerja dalam kondisi apapun. Tetapi sifat yang mudah
berubah-ubah dari manusia ini juga membuktikan sifat ketidakstabilan manusia, yaitu cara
atau apa yang dihasilkan sekarang belum tentu sama dengan yang dihasilkan yang akan
datang. Hal lain berbeda dengan sifat mesin yang relatif lebih stabil dibandingkan dengan
manusia. Dengan kata lain, sistem manusia-mesin pada hakekatnya akan lebih banyak
dipengaruhi oleh kemampuan dan keterbatasan manusia. Sehingga ergonomi sebagai disiplin
keilmuan yg baru, dalam perkembangannya akan banyak memerlukan informasi yang
berkaitan dengan fungsi manusia dengan segala kemampuan dan keterbatasannya. Untuk itu
sangat penting dalam hal merancang mesin hubungan antara manusia dengan mesin /

ergonomi harus di perhatikan agar mesin dan manusia dapat bekerja bersama sesuai fungsi
dan tujuannya.

2.2.3 CAD (Computer Aided Design)


Computer Aided Design (CAD) didefinisikan sebagai penggunaan teknologi
informasi (TI) pada proses desain produk (Bilalis, 2000). CAD (Computer Aided Design)
adalah sebuah program komputer yang membantu dalam membuat, memodifikasi,
menganalisis

dan

mengembangkan

sebuah

desain.

Dengan

menggunakan

CAD

memungkinkan seseorang perancang (designer) untuk mendesain gambar dengan


mentransformasianya secara cepat. Berbagai macam software CAD yang sering digunakan
adalah SolidWorks, Autocad, Inventor, Power Shape, Catia dan lain-lain. Software-software
tersebut digunakan dalam dunia manufaktur.

2.2.4 Penggunaan Software Solidwork Dalam Media Mendesain


Sebagai software CAD, Solidworks dipercaya sebagai perangkat lunak untuk
membantu proses desain suatu benda atau bangunan dengan mudah. Di Indonesia sendiri
terdapat banyak perusahaan manufaktur yang mengimplementasikan perangkat lunak
solidworks. Keunggulan solidworks dari software CAD lain adalah mampu menyediakan
sketsa 2D yang dapat di-upgrade menjadi bentuk 3D. Selain itu pemakaiannya pun mudah
karena memang dirancang khusus untuk mendesain benda sederhana maupun yang rumit
sekali pun. Inilah yang membuat solidworks menjadi populer dan menggeser ketenaran
software CAD lainnya. Solidworks dipakai banyak orang untuk membantu desain benda atau
bangunan sederhana hingga yang kompleks. Solidworks banyak digunakan untuk merancang
roda gigi, mesin mobil, casing ponsel dan lain-lain. Fitur yang tersedia dalam solidworks
lebih easy-to-use dibanding dengan aplikasi CAD lainnya.

Gambar .... Tampilan dari Solidwork


Bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di jurusan teknik sipil, teknik
industri dan teknik mesin solidworks merupakan software yang sangat cocok untuk dipelajari,
karena solidworks sangat sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yang mengambil tiga jurusan
tersebut dan yang paling utama proses penggunaan solidworks lebih cepat dibanding vendorvendor software CAD lain yang lebih dulu hadir. Selain itu solidworks dapat melakukan
simulasi baik itu simulasi gerak horizontal vertikal dan gravitasi. Analisis kekuatan desain
juga dapat dilakukan secara sederhana dengan solidworks.

2.2.5 K3 ( Kesehatan Dan Keselamatan Kerja ) Dalam Perancangan Mesin


Pengertian keselamatan dan kesehatan kerja

menurut Edwin B. Flippo (1995),

adalah pendekatan yang menentukan standar yang menyeluruh dan bersifat (spesifik),
penentuan kebijakan pemerintah atas praktek-praktek perusahaan di tempat-tempat kerja dan
pelaksanaan melalui surat panggilan, denda dan hukuman-hukuman lain. Secara filosofis,
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) diartikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk
menjamin keutuhan jasmani maupun rohani tenaga kerja, pada khususnya, dan manusia pada
umumnya, hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil dan makmur.
Sedangkan secara keilmuan K3 diartikan sebagai suatu ilmu pengetahuan dan
penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit
akibat kerja. (Forum, 2008, edisi no.11) Keselamatan kerja merupakan sarana utama untuk
pencegahan kecelakaan seperti cacat dan kematian akibat kecelakaan kerja. Keselamatan
kerja dalam hubungannya dengan perlindungan tenaga kerja adalah salah satu segi penting
dari perlindungan tenaga kerja. (Sumamur, 1992). Dalam merancang mesin tidak dipungkiri
lagi bahwa aspek keamanan pada mesin tersebut harus diperhatikan karena apabila mesin
yang di rancang tidak memenuhi standar K3 akan sangat berbahaya bila di operasikan, untuk
itu aspek-aspek di bawah ini harus di perhatikan dalam merancang mesin :
1. Dalam merancang dan mendesain mesin apabila terdapat mekanisme putaran maka
harus diberi cover transparan sehingga apabila dilakukan perbaikan atau pengecekan
mudah di kontrol.
2. Komponen kelistrikan yang digunakan harus berstandar sesuai ketentuan di Yamaha
sehingga mengurangi trouble yang dapat menimbulkan kebakaran.

3. Pada panel box yang didalamnya terdapat komponen kelistrikan apabila digunakan
dalam jangka waktu yang lama menimbulkan panas untuk menjaga agar suhu di
dalam panel box bersirkulasi maka harus di pasang exhaust fan.

2.2.6 Break Event Point Dalam Menejemen Industri


Analisa break even point adalah suatu teknik analisa untuk mempelajari hubungan antara
biaya tetap, biaya variable, keuntungan dan volume kegiatan. Karena analisa break even point
tersebut mempelajari hubungan antara baiya keuntungan volume kegiatan, maka analisa
(break even point) tersebut sering pula disebut cost-profit-volume analisis(CPV analisi).
Analisa break even point merupakan profit planning approach yang mendasarkan pada
hubungan

antara

biaya

(cost)

dengan

penghasilan

(revenue)(Anonim,2012).

Apabila digunakan konsep contribution margin maka break even point akan tercapai pada
volume penualan dimana contribution marginnya sama besarnya dengan biaya tetap. Karena
analisa break even point tersebut mempelajari antara revenue minus biaya variabel atau
contribution to fixed cost di satu pihak dengan biaya tetap dilain pihak, maka sering
dikatakan bahwa analisa break even point merupakan salah satu alat untuk mempelajari
operating leverage. Operating leverage terjadi setiap waktu dimana suatu perusahaan
mempuntyai

biaya

tetap

yang

ahrus

ditutup

betapapun

besar

volume

kegiatanyaa(Halim,2006).
Analisis break even point dapat direkomendasikan sebagai analisa terhadap biaya marginal
yang perlu diperhatikan dan memiliki potesi yang besar untuk memicu permasalahan
(utamanya masalah harga) dan dan jalan untuk mengatasinya adalah menjadikan masalah
masalah tersebut juga sebagai solusinya. Margin dari keamanan dalam sebuah aplikasi yang
menerapkan konsep analisis break even point yang mana dengan memperkirakan presentase
dari penurunan serta perubahann penjualan yang biasa terjadi akibat departemen kehilangan
konsumen

dan

kehilangan

nama

brandinya

dimasyarakat

(Herkimer,1986).

Metode profitability Index (PI) atau disebut juga dengan istilah Benefit Cost Ratio (B/C
Ratio) merupakan perbandingan nilai sekarang aliran kas masuk dimasa mendatang dengan
nilai investasi. Analisis keputusan dengan menggunakan profitability Index adalah jika nilai
profitability Index kurang dari 1 maka sebaiknya ditolak dan jika profitability Index diatas 1
maka

sebaiknya

investasi

dipertimbangkan

untuk

diterima

(Muljo,2006).

Pendapatan atau omset merupakan seluruh aliran uang yang diterima produsen dari hasil
penjualan produk. Sementara, keuntungan merupakan selisih antara pendapatan dengan total

biaya. Keuntungan dapat juga diartikan sebagai selisih antara harga penjualan dengan harga
pokok penjualan. Indikator yang biasa digunakan diantaranya break even point
(Suryani,2011).