Anda di halaman 1dari 39

Tugas halaman 100

g Ag,Bg

1. Diketahui : titik A dan B, garis


Lukis :
a.

g' =S A S B ( g)

b. Garis

k A S B ( k )=g

c. Garis

h S A S B ( h )=h

Lukisan :
'
a. g =S A S B ()
g '=S A B (g)
B

b. Garis

S B ( g)

k S A S B ( k )=g

SB( k )

g=S A S B ( k)

c. Garis

h S A S B ( h )=h

2. Diketahui : garis g dan h berpotongan. Titik A dan B tidak terletak pada garis
g dan h.
Lukis :
M g S A S B ( h)
a.
b.

S A S B M h ( h )=g

Lukisan :
a.

M g S A S B ( h)

b.

k S A S B M h ( h ) =g

3. Diketahui :

g= { ( x , y ) 2 x5 y =4 } dan

A= (1,4 )

Ditanya :
'

a. apakah C (1,6 ) g =S A (g)


b. persamaan

g'

Jawab :

a.
Karena

g : 2 x5 y=4
'

g =S A (g) dan

A=(1,4) g maka menurut teorema 7.5,

g // g ' .

'

Untuk mengetahui apakah C (1,6 ) g =S A (g) maka harus dicari


S A ( C )=(x , y) lalu diselidiki apakah ( x , y ) g
Menurut teorema 7.4 maka
S A ( C )=(2.1 1,2.46)
(x , y )=( 21,86 )

(x , y )=(1,2)
Maka diperoleh

x=1, y=2

Substitusikan nilai

x dan

ke persamaan

Diperoleh 2.15.2=210=8
Karena (x , y ) tidak memenuhi persamaan

g maka ( x , y )=S A (C) g

'

maka C g =S A ( g)
b. Untuk menentukan persamaan
diambil salah satu titik

g'

maka dihitung gradien

P g , misalnya

g'

P=(7,2)

Maka S A ( P )=( 2.17,2.42 )


S A ( P ) =( 27,82 )
S A ( P ) =(5,6)
Karena

P g dan

'
g =S A (g) maka S A ( P ) g ' .

g : 2 x5 y=4 maka gradient


g' =S A (g) sehingga g // g '
2
y7= ( x 2)
5
2
2
y =7+ x .2
5
5
2
4
y =7+ x
5
5

g adalah
maka gradien

2
5
g=

gradien

g' =

2
5

dan

2
31
y = x+
5
5
5 y=2 x +31

2 x+5 y =31
Jadi, persamaan garis

g ' adalah 2 x +5 y=31 .

4. Diketahui : g= { ( x , y ) 3 x +2 y=4 } dan

A=(2,1)

Ditanya :
a.

k D=( 3, k ) g' =S A (g)

b. Persamaan

g'

c. Persamaan h S A ( h )=g
Jawab :
a. Untuk menentukan k

maka diambil titik

P=( x , y ) g

sehingga

2.2x=3

4x =3
x=7

Substitusikan

x=70 pada persamaan

g maka 3 x+2 y=4

3.7+2 y=4

21+2 y=4
2 y=25

y=

Maka

Karena

25
2
P=( x , y )=(7,

P=(7,

25
)
2

25
)
dan
2

S A ( P )=( 2.2 7 ) , 2.1

25
2

A= (2,1 ) maka menurut teorema 7.4 maka

25
2

( 3, k ) = 4 +7,2

(3, k)=(3,

21
)
5
k=

Sehingga diperoleh

21
5

b. Untuk menentukan persamaan

g'

g' =S A (g) maka menurut teorema 7.5

Karena
g=

gradien

g adalah

Berdasarkan jawaban soal a, maka


Sehingga persamaan '
3
21
x
2
5

D= 3,

3
2

3
21
x+
+3
2
5

y=

3
3 21
x .
2
2 5

y=

3
63
x
2
10

adalah

10 y=15 63
15 x+ 10 y=63

Jadi, persamaan
c.

S ( h ) =g

sehingga gradien

g ' adalah 15 x+10 y=63 .


1
maka S A ( g )=h

sehingga gradien

21
g'
5

y=

g // g '

g'

g : 3 x +2 y=4 maka gradien

y3=

g'

maka harus ditentukan gradien

' =

3
2

Menurut teorema 7.3

=S A

sehingga S

g' =S A (g) artinya

Dari jawaban soal b,

( g )=S A ( g ) =h

g' =S A ( g ) =h sehingga diperoleh

'

g =h
maka persamaan h= persamaan

g'

yaitu 15 x+10 y=63

Jadi, persamaan h adalah 15 x+10 y=63 .

2
5. Diketahui : kurva k ={( x , y ) @=x } dan titik

A=(3,1)

Ditanya :
'
a. Apakah B=( 3,7 ) k =S A (k )

b. Persamaan kurva k '


Jawab :
'
a. Untuk menyelidiki apakah B=( 3,7 ) k =S A (k ) maka harus dihitung

S A (B )
'
'
Misalkan S A ( B )=( x , y ) sehingga menurut teorema 7.4 diperoleh

S A ( B )=( 2.33,2.1 7 )
( x ' , y ' )= ( 63,2+7 )
( x ' , y ' )=(3,9)
Maka

x ' =3, y ' =9

'
'
Substitusikan ( x , y )=(3,9)

ke persamaan k

2
diperoleh 9=3 memenuhi persamaan k
'
'
Karena S A ( B )=(x , y ) k

'
'
maka (x , y )k

'
dan k =S A (k ) maka B k '

'

Jadi, B=( 3,7 ) k =S A (k )


b. Untuk menentukan persamaan k '
puncak kurva k '

maka harus ditentukan koordinat titik

2
Karena k ={( x , y ) y =x } maka titik puncak k

fokus kurva k

adalah (0,0) dan titik

1
(0, )
4

adalah

Misalkan titik puncak k

adalah titik

maka

M =(0,0) sehingga

menurut teorema 7.4,


S A ( M )=( 2.30,2.10 )=(6,2)
Karena

M k

'
dan k =S A (k ) maka S A ( M ) k '

dan karena

adalah titik puncak maka S A ( M )=( 6,2) titik puncak k ' .


Misalkan titik fokus k

adalah

P maka

1
P=(0, )
4 sehingga menurut

teorema 7.4,

S A ( P )= 2.30,2.1

Karena

P k

titik fokus k

1
7
=(6, )
4
4

'
dan k =S A (k ) maka S A ( P ) k '

maka

7
(6, )
k'
adalah
4 maka kurva
adalah

1
( x6 )2=4. ( y2 )
4
2

x 12 x+36= y 2
y =x2 12+38

P adalah

7
A ( P )=(6, )
k'
4 titik fokus

Sehingga diperoleh titik puncak k '

kurva k '

dan karena

adalah (6,2) dan titik puncak k '

menghadap ke bawah sehingga persamaan

'

Jadi, persamaan kurva k =S A (k ) adalah

y=x 12 x+ 38 .

k x, y y 1x , A 2,0 , g x, y y 0, C x,6 , k ' M g S A k


6. Diketahui :
Ditanya

: a) nilai x sehingga

Selesaian

C k'

; b) persamaan

k'

a) Ambil P(m,n)

M g S A P M g S A m, n M g 2 2 m,n M g 4 m,n 4 m, n
Hal ini berarti bahwa
1
1
1
1

M g S A k M g S A x, M g 2 2 x, M g 4 x, 4 x,
x
x
x
x

yc

Maka

1
1
1 23
6 x
xc 4
x
6
6 6
,

Jadi, nilai x sehingga


b) Misal

C k'

adalah

23
6

D k'

Untuk nilai x = 1, maka

D 4 1, 3,1 k '
1

Maka untuk mencari persaman

C 236 ,6 dan D 3,1

k'

dapat diperoleh dari dua titik yaitu

y y1
x x1

y2 y1 x2 x1

23
y6
6

23
1 6 3
6
6 x 23
y6
6

18 23
5
6
y 6 6 x 23

5
5
y 6 6 x 23
x

y 6 x 17

7. Diketahui : Q titik tengah

PR

SQ S P S R SQ
Ditanya

: Buktikan bahwa

Bukti :
Ambil A(x,y), P(a,b), R(c,d), Q(e,f)
Karena Q titik tengah

PR

1
2

a c, f

1
2

b d

, maka

SQ S P A SQ S P x, y SQ 2a x,2b y 2 12 a c 2a x ,2 12 b d 2b y
a c x , b d y

a.

S R SQ A S R SQ x, y S R 2 12 a c x,2 12 b d y 2c a c x,2d b d y
a 3c x,b 3d y

b. Persamaan k '

Nilai

x C= ( x , 6 ) k ' =M g S A (k )

Jawab :
a. Untuk menyelidiki apakah

'

x C= ( x , 6 ) k =M g S A (k ) maka harus

diambil

b. Untuk mencari persamaan k '

maka

8. Diketahui : C=( 2,1 ) , g={ ( x , y ) y=x } ,h={ ( x , y ) y =3 x2 }


Ditanya : persamaan garis k =S C M g (h)
Jawab :
Ambil titik
Maka

M g ( A )=M g ( 2,4 )=( 4,2 )=A '


M g ( h )=h' , h , dan M g ( A )= A '

Karena
Maka

A ( 2,4 ) h

A ' h '

Mencari titik potong garis


h :

g dan garis h

y 1=3 x2

g : y 2=x
Titik potong garis dan garis h adalah
y 1= y 2
3 x2=x
2 x =2

x=1
Maka,

y=1

Jadi, titik potong garis


Karena

M g ( h )=h'

g dan garis h adalah di ( 1,1 )

'
Maka ( 1,1 ) h
'

melalui titik (4,2) dan titik (1,1)

Sehingga garis h
y 2 y 1 x 2x 1
=
y y 1 x x1
12 14
=
y 2 x 4
1
3
=
y 2 x 4
3 y +6=x+ 4
3 y + x=2

x3 y +2=0
'

Jadi persamaan h : x 3 y+ 2=0


'
Ambil titik B=( 7,3 ) h

Maka S C ( B ) S C (7,3 )
( 2.27,2. (1 ) 3 )
(3,5 )=B
Karena

'

k =S C M g h

'
'
'
Atau k =S C ( h ) , B h dan S C ( B )=B

Maka B ' k
Sehingga

k melalui B' =(3,5 ) dan k // h' dengan m=

y 1=m ( xx 1 )
1
y +5= ( x +3 )
3

1
3

1
y +5= x +1
3
1
= x4
3
3 y=x12

Jadi persamaan garis k =S C M g ( h ) adalah 3 y=x12 .

9.a)Diketahui : garis g dan h


Ditanya

: buktikan jika g//h maka transformasi MgMh tidak memiliki titik

tetap
Bukti :
Misal

A' ' A
M g M h A M g A' A' '

Jelas
Karena g//h maka

A' ' A

M g M h A A'
sehingga

Hal ini sebuah kontradiksi


Maka pengandaian harus dibatalkan.
Karena menurut definisi A dinamakan titik tetap transformasi T apabila berlaku
T(A)=A dan sebuah setengah putar SAhanya memiliki satu titik tetap yaitu A,

M g M h A A'
sedangkan jika g//h diperoleh fakta bahwa

M g M h A S A
dan

maka transformasi MgMh tidak memiliki titik tetap.


Jadi, jika g//h maka transformasi MgMh tidak memiliki titik tetap.

A g
9.b)Diketahui : garis g, titik
Ditanya
Bukti :

: buktikan SAMg tidak memiliki titik tetap

10. Diketahui : ABC , garis

g dan sebuah titik

K g,K

diluar daerah

ABC .
Tentukan semua pasangan titik
sehingga

dan Y

dengan

X g , Y ABC

XY
?

titik tengah

Jawab:

11. Diketahui : lingkaran

L1

dan

L2

. Salah satu titik potongnya adalah

A .

C L1

dan

Ditanya

D L2

: Lukisan ruas garis CD sehingga A titik tengah ruas garis

CD
?
Jelaskan lukisan tersebut?
Jawab :
A

A titik tengah CD , berarti


Jadi,

L 1 L2

atau lingkaran pertama sama dengan lingkaran kedua.

12. Diketahui: titik


Ditanya :

AC = AD

dan garis

g, Ag

a. Buktikan bahwa transformasi

S A Dg

adalah sebuah refleksi pada suatu

garis dan garis mana yang menjadi sumbu refleksi ini?


b. Jika g tegak lurus h di titik A dan g tegak lurus k
B, buktikan bahwa

S A M k =M h S B

Jawab :

a. Ambil sebarang titik

P V

Diperoleh A M g ( P )=P '


Tarik garis h g yang melalui A
Tarik garis PP' ' yang memotong garis h dititik B,
sehingga CA=PB dan PC=BA

'
Lihat CA P dan CAP

CA=CA

(berhimpit)

CP=CP' (Refleksi)
PCA= ' CA

(Siku-Siku)

Berdasarkan teorema kekongruenan (S, Sd, S)


'
Sehingga dapat disimpulkan CA P CAP
Salah satu akibatnya

A P' =AP

Lihat APB dan AP' ' B


A =AB (berhimpit)
Ap ' = A P' '

(setengah putaran)

sehingga AP= P' = A P' '


PB 2= AP2 AB 2= AP ' ' 2 AB 2=P ' ' B2
Karena

AP=A P ' =A P ' ' , maka

PB=P' ' B

Berdasarkan teorema kekongruenan (S, S, S)

di titik

Maka dapat disimpulkan APB AP' ' B


Akibatnya

PB=P' ' B

Karena O merupakan titik tengah

PP' ' , maka S A M g ( P )=P ' '

merupakan

refleksi dari P dengan sumbu refleksi adalah garis yang melalui titik B g .
SA Mg
Jadi,
merupakan sebuah refleksi pada suatu garis, dan garis itu adalah
garis yang melalui A tegak lurus dengan g .
b. Ambil garis g tegak lurus h di titik

Adb

g tegak lurus k

di titik B .
S A M k =M h S B

Menurut teorema 7.1 : andaikan


h A sebuah titik, dan
lurus yang berpotongan di A, maka
Maka

dan

SA Mg Mh

dan

S A g M h

SB M g M k

MgM
( h) M k
Sehingga
S A M k =
Karena

M g M h M h M g

, maka diperoleh:

Mg M
M
( h M g) M k M h M g M k
( h) M k

Sehingga

g dan h dua garis tegak

MgM
M
M
( g M k ) M h S B
( h M g) M k M h M g M k M h
( h) M k
S A M =
Jadi terbukti bahwa
13. Diketahui :

S A M k =M h S B

A ,B,C

tak segaris

Ditanya:
a. Pilih sebuah titik
b. Jika

P' =S A B S C ( P ) !

P dan lukislah titik

titik tengah

'
PP

, lukislah

M ' =S A S B SC ( M ) !

c. Perhatikan hubungan antara

M dan

M ' . Apakah dugaan kita

mengenai jenis transformasi

S A S B SC

Jawab:

M'
C

P'
B

M
P' ' A
a.

P' '
M ''

b.
c. Karena

M =S A S B SC =M 1 maka transformasi S A S B SC

transformasi identitas.

14. Diketahui : ABC , B=90

merupakan

15. Diketahui :

A= ( 0,0 ) , B=(3,1)

Ditanya :
a)

C' =S A S B ( C )

b)

P' =S B s A ( C ) jika

jika C=(2,4)
P=( x , )

'
c) Apa yang dapat kami katakan tentang C C , PP' , AB

Jawab :
a) Menurut teorema 7.4 maka
S A S B ( C )=S A ( S B ( C ) )
S A s B (C )=S A ( 2.3 2 ) ,2. (1 )4
S A s B (C )=S A ( 6+2,24 )
S A s B (C )=S A ( 8,6 )
S A s B (C )= (2.08,2.0 6 )
S A s B (C )= ( 08,0+ 6 )
S A s B (C )=(8,6)
'
Jadi, C =S S B ( C )=(8,6)

b) Menurut teorema 7.4 maka


S B S A ( P )=S B ( A ( P ) )
S B S A ( P )=S B (2.0x , 2.0 y )
S B S A ( P )=S B ( 0x , 0 y )
S B S A ( P )=S B (x , y )
S B S A ( P )=( 2.3(x ) , 2. (1 ) ( y ) )
S B S A ( P )=( 6+ x ,2+ y )

S B S A ( P )=( x +6, y2)


Jadi,

'

P =S B S A ( P ) =(x +6, y2)

'
c) Karena C=(2,4) dan C =(8,6)

Maka persamaan CC

'

x1 y y 1
x+ 2 y4 x +2 y4
=

=
x2 x1 y 2 y 1 8+2 64 6
2
6 y=2 x +424 y=

Karena

1
10
x+
3
3

P=(x , ) dan

P' =( x +6, y2)

Untuk tidak membuat rancu,


dimisalkan titik

P=(a , b) dan

Maka persamaan

P' =( a+6, b2)

PP' :

xx 1 y y 1
xa
yb
xa y b
=

=
x 2x 1 y 2 y 1 a+6a b2b
6
2
6 y =2 x+ 2 a+6 b y =
Karena

1
1
x + a+b
3
3

A= ( 0,0 ) dan B=(3,1)

Maka persamaan AB :
xx 1 y y 1 x0
y0
x
y
=

=
=
x 2x 1 y 21 30 10 3 1
3 y=x y=

1
x
3

Dari persamaanpersamaan di atas, dapat dikatakan bahwa persamaan


'

'

CC , PP ,

dan

AB

mempunyai gradien yang sama, yaitu

16. Buktikan :
17. Diketahui : ABC

dan sebuah titik

1
3

P C

Lukis : di dalam ABC , sebuah PQ 0

yang kelilingnya paling pendek

RUAS GARIS BERARAH


9.1 Definisi dan Sifat-sifat yang Sederhana
Untuk melajutkan penyelidikan tentang isometri diperlukan pengertian tentang
ruas garis berarah sebagai berikut:
Definisi:

Suatu ruas garis berarah adalah sebuah ruas garis yang salah satu

ujungnya dinamakan titik pangkal dan ujung yang lain dinamakan titik akhir.
Apabila A dan B dua titik, lambang

AB

kita gunakan sebagai ruas garis

berarah dengan pangkal A dan titik akhir B. Perhatikan

AB

dan AB

melukiskan

dua

hal

yang

berbeda.

Seperti

diketahui

bahwa

AB

menggambarkan sinar atau setengah garis yang berpangkal di A dan melalui B.

AB

Dua ruas garis

AB

AB = CD,

dan

dan

CD

CD

disebut kongruen apabila AB = CD. Walaupun

AB

tidak perlu sama;

AB

sedangkan AB adalah bilangan real. Jika

adalah sebuah himpunan

dan

CD

kongruen ditulis

CD

AB
.
Andaikan sekarang ada 2 ruas garis berarah
membandingkan dua ruas garis berarah

AB

dan

AB
dan

CD

CD
. Dalam

tidaklah sukup, jika

AB = CD; kedua ruas garis berarah itu searah. Jika demikian, dikatakan bahwa
ruas garis berarah
sebagai
Definisi:

AB

ekivalen dengan ruas garis berarah

CD

yang ditulis

CD

AB=
.
CD

AB=
apabila Sp(A) = D dengan P titik tengah BC .
B

D
P

Gambar 9.1
Teorema 9.1:
Andaikan

AB
dan CD

dua ruas garis berarah yang tidak segaris, maka segi-

4 ABCD sebuah jajargenjang jika dan hanya jika

CD

AB=
.

Bukti:
Akan ditunjukkan jika

AB

CD

dan

adalah dua ruas garis berarah yang

tidak segaris maka ABCD jajargenjang AB=CD .

()

Akan ditunjukkan jika ABCD sebuah jajar genjang dengan

CD
adalah 2 ruas garis berarah yang tidak segaris maka

AB

dan

CD

AB=
.

Dipunyai ABCD sebuah jajar genjang.


Diagonal-diagonal

AD

dan

BC

berpotongan di tengah-tengah, misalkan

titik P.
Dengan demikian Sp(A) = D, dengan P adalah titik tengah

AD

maupun BC

.
Berdasarkan definisi keekivalenan diperoleh

()

AB

Akan ditunjukkan jika

CD

AB=

CD

AB=
.
maka ABCD jajargenjang dengan

dan CD adalah 2 ruas garis berarah yang tidak segaris.


Dipunyai

CD

AB=
.

Misalkan titik P adalah titik tengah

BC
.

Menurut definisi keekivalenan maka Sp(A) = D.


Berarti AP = PD, jadi P juga titik tengah AD.
Hubungkan titik A ke C dan titik B ke D sehingga terbentuklah segiempat ABCD.

AD

dan BC

adalah diagonal-diagonal segiempat ABCD yang terbagi sama

panjang di P (definisi jajar genjang).


Akibatnya segiempat ABCD sebuah jajar genjang.

Jadi terbukti jika

AB

dan

CD

adalah dua ruas garis berarah yang tidak

segaris maka ABCD jajargenjang AB=CD .

Akibat Teorema 9.1:


Jika

=CD

AB
maka AB = CD dan

AB

dan CD sejajar atau segaris.

Bukti:
Akan dibuktikan

CD
AB=CD
AB=

dan

AB

dan

CD

sejajar atau

segaris.
=CD

AB

Dipunyai

Kasus

p AB
:
CD
,
AB=

Karena

maka menurut definisi keekivalenan, Sp(A) = D dengan P

adalah titik tengah BC

sehingga BP = PC.

Pilih titik P pada perpanjangan

AB
.

Karena Sp(A) = D, maka AP = PD.


Diperoleh AP = PD AB + BP = PC + CD.
Karena BP = PC, maka AB + PC = PC + CD AB = CD.
Buat garis yang melalui titik A dan D.
Diperoleh
Karena
Kasus
Karena

AB

AB
dan CD CD

AB

sehingga

segaris dengan CD maka

AB

:
p AB
=CD

AB
, maka

AB

tidak segaris.

AB

dan CD AD .

segaris dengan CD .

Berdasarkan teorema 9.1, diperoleh segiempat ABCD jajar genjang.


Menurut karakteristik jajar genjang bahwa sisi-sisi yang berhadapan sama panjang
dan sejajar, akibatnya AB = CD.
Karena

AB

// CD ,

AB

AB
dan CD CD

AB
// CD .

maka

Teorema 9.2:
Diketahui ruas-ruas garis berarah
1.

, CD
,
AB

dan

EF

maka

AB

AB=

2. jika
3. jika

(sifat reflexi);
CD

AB=
maka CD= AB (sifat simetrik);
CD

AB=
dan CD= EF maka AB= EF (sifat transitif).

Bukti:
1. Akan dibuktikan

AB

AB=

(sifat reflexi)

AB
, maka Sp(A) = B

Menurut definisi keekivalenan diperoleh AB= AB .

2. Akan dibuktikan jika AB=CD maka CD= AB (sifat simetrik)

Menurut teorema 9.1 jika AB=CD maka segiempat ABCD jajargenjang,


Misalkan P adalah titik tengah

diagonal-diagonal

BC

maka P dalah titik tengah

dan AD

AD

membagi sama panjang di P,

akibatnya Sp(C) = B
menurut definisi kekeivalenan apabila Sp(C) = B dengan P titik tengah

AD

maka CD= AB .
3. Akan dibuktikan jika

CD

AB=

dan

EF

CD=

maka

(sifat transitif):

Diperoleh AB =CD maka Sp(A) = D dengan P titik tengah BC

Diperoleh CD= EF

maka Sq(C) = F dengan Q titik tengah

DE

EF

AB=

Menurut teorema 9.1 jika


sehingga

CD

AB=

maka segiempat ABCD jajargenjang

AB
// CD dan CD // EF

akibatnya
CD

AB=

Menurut akibat dari teorema 9.1 bahwa jika

jika CD= EF maka CD = EF


Akibatnya AB = EF.
Karena AB = EF dan

AB
// EF .
maka AB = CD,

AB
// EF

maka ABFE jajargenjang.

Menurut teorema 9.1 jika ABCD jajargenjang maka AB // EF .


Teorema 9.3:
Diketahui sebuah titik P dan suatu ruas garis berarah
tunggal Q sehingga

AB

maka ada titik

AB

PQ=
.
B

Gambar 9.2
P

Bukti:
Akan dibuktikan keberadaan Q sehingga

PQ

AB=

Andaikan ada titik Q

misal R adalah titik tengah BP


Menurut teorema 9.2 (2) maka

dengan Sp(A) = Q maka


AB

PQ=

PQ

AB=

Akan dibuktikan Q tunggal,

Andaikan ada titik T sehingga AB= PT

Karena R titik tengah BP maka SR(A) = T


Setengah putaran A terhadap R atau SR(A) tunggal sehingga
Akibat 1:
Jika
P1 ( x 1 , y 1 ) , P2 ( x 2 , y 2)
Jika
, dan

P3 ( x 3 , y 3 )

AR

RQ=

titik-titik yang diketahui maka

adalah titik tunggal sehingga P3 P= P1 P2 .

Andaikan P bukan titik tungga maka P3 P P1 P2 artinya P3 P P1 P2 0

titik

P ( x3 + x 2x 1 , y 3 + y 2 y1 )

diperoleh

P3 P P1P2 = ( PP3 ) ( P2P1 )

[ ( x 3+ x2 x1 , y 3+ y 2 y 1 )( x 3 , y 3 ) ][ ( x2 , y 2 )( x 1 , y 1 ) ]
[ ( x 3+ x2 x1 x3 , y 3+ y 2 y 1 y 3 ) ][ ( x 2x 1 , y 2 y1 ) ]
( x 2x 1 , y 2 y 1 ) ( x 2x1 , y 2 y 1 )
( 0,0 )
0.
Akibat 2:
Pn=( x n , y n ) ,n=1,2,3,4,
Jika
maka

P1P2 =

P3P 4

x2 x1 =x 4x 3 , y 2 y 1= y 4 y 3

( ) Akan dibuktikan jika Jika Pn=( x n , y n ) ,n=1,2,3,4 maka


x 2x 1=x 4 x 3 , y 2 y 1 = y 4 y3
P1P2 = P3P 4
Karena

P1P2 =

P3P 4

P1 P2

maka

P3 P 4

sehingga

P2P1=P 4P3
[ ( x 2 , y 2 ) ( x1 , y 1 ) ]=[ ( x 4 , y 4 )( x 3 , y 3) ]
( x 2x 1 , y 2 y 1 )= ( x 4x 3 , y 4 y 3 )
menurut definisi sebuah titik pada aljabar, dua titik A(a,b) = B(c,d) jika dan hanya
jika a=b dan c=d
diperoleh

()

x 2x 1=x 4x 3

Akan ditunjukkan jika

Pn=( x n , y n ) ,n=1,2,3,4
Dipunyai

dan

maka

y 2 y 1 = y 4 y 3
x 2x 1=x 4x 3 , y2 y 1= y 4 y 3
P1P2 =

x 2x 1=x 4x 3 , y2 y 1= y 4 y 3

misalkan R dan S, dengan


misalkan R = S

maka Jika

P3P 4
maka dapat dibuat titik yang sama

R=( x 2x 1 , y 2 y 1 )

dan

( x 2x 1 , y 2 y 1 )= ( x 4x 3 , y 4 y 3 )

S=( x 4 x 3 , y 4 y 3 )

[ ( x 2 , y 2 ) ( x1 , y 1 ) ]=[ ( x 4 , y 4 )( x 3 , y 3) ]
P2P1=P4 P3
P 1 P2
Jadi jika
maka

P3 P 4

P1P2 =

P3P 4

x 2x 1=x 4x 3 , y2 y 1= y 4 y 3

P1P2 =

maka Jika

Pn=( x n , y n ) ,n=1,2,3,4

P3P 4

Mengalikan Ruas Garis Berarah dengan Sebuah Skalar


Definisi:

Andaikan AB sebuah ruas garis berarah dan k suatu bilangan real, maka k

AB

adalah ruas garis berarah

AP

sehingga

P AB

dan AP = k (AB)

AP

dengan P anggota

jika k>0.

Apabila k<0 maka k AB

adalah ruas garis berarah

sinar yang berlawanan arah dengan


bahwa

AP

adalah kelipatan

AB

AB
.

sedangkan AP =

|k| AB . Dikatakan

SOAL-SOAL LATIHAN DAN PEMBAHASAN


1. Diketahui titik-titik A, B, C, dan D, tiap tiga titik tidak segaris.
Ditanya:

a. Lukis titik D sehingga CE= AB


b. Lukis titik F sehingga

S A ( AB)
c.

BA

DE=

Jawab:
a. Misalkan titik D adalah titik tengah
E

EB

b. Misalkan titik F merupakan titik tengah

c. DS A ( AB)

sehingga S D ( C )=B

D
CC

EA

A
B

2. Diketahui titik-titik A, B, C yang tidak segaris.


Lukislah:

a. Titik D sehingga AD =3 AB
b. Titik F sehingga

4 AB

AE=
3

c. Titik F sehingga CF= 2 AB


Jawab:
a. Titik D sehingga

=3 AB

AD

sehingga

S F ( D )=A

b. Titik F sehingga

4 AB

AE=
3

C
E

c. Titik F sehingga CF= 2 AB

3. Diantara ungkapan-ungkapan di bawah ini manakah yang benar?


=BA

AB
a.

b. S A ( AB )= BA
c.

)=S B ( AB
)
S A ( AB

d. Jika

A ' =S B ( A ) maka

'=2 AB

AA

'
e. Jika B =S A S B ( B ) dan

A ' =S A S B ( A ) , maka

Jawab:
a.

AB

BA

BA
(Benar)
b.
)
S A ( AB

BA

AB=
BA
A

)= BA

S A ( AB

B
A

A B = AB
'

'

(Benar)
)=S B ( AB
)
S A ( AB

c.
)
S A ( AB

A ' =S B ( A ) maka

' =2 AB

AA

)
S B ( AB
(Benar)
d. Jika

(Benar)

'
e. Jika B =S A S B ( B ) dan

A ' =S A S B ( A ) , maka

' '

A B = AB

(Benar)
4. Diketahui A (0,0), B (5,3), dan C (-2,4). Tentukan:

a. R sehingga AR = BC

b. S sehingga CS= AB

c. T sehingga TB= AC
Jawab:
a. R sehingga

BC

AR=

Berdasarkan teorema akibat jika

BC

AR=

maka AR = BC sehingga

xR
x
x
x
x
x
x
x
A = C B R = C B + A
yR
yA
yC
yB
yR
yC
yB
yA

( )( )( )( ) ( )( )( )( )
( )( ) ()() ( )

xR
= 2 5 + 0 = 7
4
3 0
1
yR

Jadi R = (-7,1).

b. S sehingga CS= AB

Berdasarkan teorema akibat jika CS= AB

maka CS = AB sehingga

( )( )( )( ) ( )( )( )( )
( ) () ()( ) ()
xS
x
x
x
x
x
x
x
C = B A S = B A + C
yS
yC
yB
yA
yS
yB
yA
yC

xS
= 5 0 + 2 = 3
3
0
4
7
yS

Jadi R = (3,7).

c. T sehingga TB= AC

Berdasarkan teorema akibat jika T B= AC

maka TB = AC sehingga

( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )( )
( ) () ( )() ( )
xB
x
x
x
x
x
x
x
T = C A T = B C + A
yB
yT
yC
yA
yT
yB
yC
yA

xT
= 5 2 + 0 = 7
3
4
0 1
yT

Jadi R = (7,-1).
5. Diketahui: A (2,1), B (3,-4), dan C (-1,5). Tentukan:
a. D sehingga CD = AB
b. E sehingga AE = BC
1
AC
c. F sehingga AF = 2
Jawab:

a. D sehingga CD = AB
2
2
2
2
( x D xC ) + ( y D y C ) = ( x Bx A ) + ( y B y A )

( x
( x

( x D +1 ) + ( y D5 )
D

+1 ) + ( y D5 )

+1 ) + ( y D5 )

( 32 ) + (41 )

(1 ) +(5 )

26

( x D +1 ) 2+ ( y D 5 )2
2

= 26

x D +2 x D +1+ y D 10 y D +25=26
x D2 + y D 2+2 x D 10 y D + 26=26
2

x D + y D +2 x D 10 y D =0

Jadi D adalah semua titik pada lingkaran


b. E sehingga AE = BC

x D + y D +2 x D 10 y D =0

( x x ) +( y y )
( x 2 ) + ( y 1 )
( x 2 ) + ( y 1 )
( x 2 ) + ( y 1 )
( x 2 ) + ( y 1 )
2

( x x ) +( y
2

yB )

(13 ) + ( 5+4 )

(4 ) +( 9 )

16+81

97

( x E 2 )2 + ( y E1 )2= 97
x E24 x E + 4+ y E2 2 y D +1=97
x E2 + y E2 4 x E2 y D + 5=97
x E2 + y E2 4 x E2 y D 92=0
Jai E adalah semua titik pada lingaran
c. F sehingga AF =

( x x
F

x E + y E 4 x E2 y D92=0

1
AC
2

1
2
2
2
2
) + ( y F y A ) = 2 ( x C x A ) + ( y C y A )

( x F 2 ) + ( y F 1 )
( x F 2 ) + ( y F 1 )
( x F 2 ) + ( y F 1 )
( x F 2 ) + ( y F 1 )

1
(12 )2 + ( 51 )2

1
(3 )2 +( 4 )2
2

1
9+16
2

1
25
2

1
2
2
( x F 2 ) + ( y F1 ) = .25
4
1
x F2 4 x F +4 + y F 22 y F + 1= . 25
4
1
x F2 + y F 24 x F 2 y F +5= .25
4
4 x F2 + 4 y F216 x F 8 y F +20=25

4 x F + 4 y F 16 x F 8 y F5=0
2
2
Jadi F adalah semua titik pada lingkaran 4 x F + 4 y F 16 x F8 y F 5=0

6. Jika A = (1,3), B = (2,7), dan C = (-1,4) adalah titik-titik parallelogram


ABCD. Tentukan koordinat-koordinat titik D.
Jawab:
Menurut teorema 9.1 jika ABCD jajargenjang maka AB=CD dengan K adalah
titik tengah BC dan AD.
Karena K titik tengah BC maka
Karena K titik tengah AD maka
1+ x D 3+ y D
1 11
,
=
,
2 2
2
2

)(

x B + x C y B+ y C
21 7 +4
1 11
,
=
,
= ,
2
2
2
2
2 2

(
x +x
K=(
2

K=

)(
y +y
,
2 )
A

)(

1+ x D 1
= 1+ x D=1 x D =0
2
2

3+ y D 11
= 3+ y D =11 y D =8
2
2

Jadi koordinat D adalah (0,8).


7. Jika A(-2,4), B(h,3), C(3,0), dan D(5,k) adalah titik sudut jajargenjang
ABCD, tentukan h dan k.
Jawab:

Karena ABCD jajargenjang maka AB=CD dan AD =BC

Dari AB =CD menurut akibat teorema 9.1 diperoleh AB=CD maka


xB
x
x
x
A = D C
yB
yA
yD
yC

( )( )( )( )
()( )()() ( ) ( )

h 2 = 3 5 h+2 = 2
3
4
0
k
1
k

Sehingga diperoleh h+2=2 h=4 dan


8. Jika A(-h,-k), B(5,-2
sehingga
Jawab:

3 , C(k,8 3

CD
,
AB=
tentukan h dan k.

k=1 k=1 .

dan D(-9,h) adalah titik-titik

Karena

CD

AB=

maka menurut akibat teorema 9.1 diperoleh AB=CD

sehingga

( )( )( )( ) (

)(

xB
x
x
x
5+h
9k
A = D C
=
2 3+k
h8 3
yB
yA
yD
yC

5+h=9k h+ k=14

... (1)

2 3+k =h8 3 hk =6 3 ...(2)


Dari (1) dan (2) diperoleh k = - 7 - 3
9.

3 dan h = - 7 - 3 3 .

Diantara relasi-relasi di bawah ini manakah yang termasuk relasi ekivalensi?


a. Kesejajaran pada himpunan semua garis.
b. Kekongruenan pada himpunan semua sudut.
c. Kesebangunan pada himpunan semua segitiga.
d. Kekongruenan antara bilangan-bilangan bulat modulo 3.

Jawab:
a.
b.
c.
d.
e.

Relasi ekivalensi
Relasi ekivalensi
Relasi ekivalensi
Bukan relasi ekivalensi
Bukan relasi ekivalensi

10. Buktikan jika AB =CD dan


memisalkan

EF

CD=

maka

EF

AB=

A=( a1 , a2 ) , B=( b1 , b2 ) ,C= ( 0,0 ) dan E=( e1 , e2 )

Bukti:
Dari

=CD

AB
diperoleh AB = CD maka

()()()()

d1
b a +0
b a
= 1 1
= 1 1
d2
b2 a2 +0
b 2a2

()(

Dari CD= EF

b1
a
d
c
1= 1 1
b2
a2
d2
c2

)( )

diperoleh CD = EF maka

b1a 1
f
e
0= 1 1
0
b2a 2
f2
e2

( ) () ( ) ( )

( )()()()
d1
c
f
e
1= 1 1
d2
c2
f2
e2

dengan jalan

()(

f1
b a + e
= 1 1 1
f2
b2a2+ e2

)()( )

b 1a1 + e1
e
b a

EF=
1= 1 1 .
b 2a 2+ e2
e2
b 2a2

Sehingga

11. Jika A=(0,0), B=(1,-3), dan C=(5,7), tentukan:


a. D sehingga AD = 3 AB
1
BC
b. E sehingga AE = 2
c. F sehingga AF = -2 AB
Jawab:
a. D sehingga AD = 3 AB
2
2
2
2
( x D x A ) + ( y D y A ) = 3 ( x Bx A ) + ( y B y A )

( x D +0 ) + ( y D 0 )

= 3 ( 10 ) + (30 )
2

x D2 + y D 2

= 3 ( 1 ) + (3 )

x D2 + y D 2

= 3 10

x D 2 + y D2

= 90

Jadi D adalah semua titik pada lingkaran

b. E sehingga AE =

( x x
E

x D2 + y D2 = 90

1
BC
2

1
2
2
2
2
) + ( y E y A ) = 2 ( x C x B ) + ( y C y B )
2

( x E0 ) + ( y E0 )

1
( 51 )2+ ( 7(3)) 2
2

x E2 + y E 2

1
( 4 )2 + ( 10 )2

x E2 + y E 2

1
16+ 100
2

x E2 + y E 2

1
116
2

1
2
2
x E + y E = .116
4
x E2 + y E2=29
x E2 + y E2=29

Jadi E adalah semua titik pada lingkaran


c. F sehingga AF = -2 AB
2
2
( x F x A ) + ( y F y A ) = -2

( x F 0 ) + ( y D0 )

( x x
B

(10 ) +(30 )
2

=-2

x F2 + y F 2

= 2 ( 1 ) + (3 )

x F2 + y F 2

=4

x F 2 + y F2

= 40

10

x F 2+ y F2 = 40

P0=( 0,0 ) , P1=( x 1 , y 1 ) , P2=( x 2 , y 2 )

k>0, tentukan:
a. P sehingga

P0 P=k P0P 1

b. P sehingga

P1 P=k P1P2

c. Jika

Jadi D adalah semua titik pada lingkaran


12. Jika

) + ( yB y A )

P3 P=k P1P2 maka

dan

P3=( x 3 , y3 )

sedangkan

P=[ x 3 +k ( x 2x 1 ) , y3 + k ( y 2 y 1 ) ]

d. Apakah rumus tetap berlaku apabila k < 0?


Jawab:

a. P sehingga P0 P=k P0 P 1

Karena P0 P=k P0 P 1 maka menurut akibat teorema 9.1 diperoleh P 0P = kP0P1

sehingga

) (

) ( ) ( )

x Px P
x x P
x 0
x 0
=k P
p
=k 1
y p0
y 10
y P y P
yP yP

xp
kx
= 1
yp
ky 1

( )( )

b. P sehingga P1 P=k P1 P2

Karena P1 P=k P1 P2 maka menurut akibat teorema 9.1 diperoleh P 1P=kP1P2

sehingga

P2 x P

x P x P
x x
x x
=k ( x y P y P ) P 1 =k 2 1
y p y P
y P y 1
y 2 y 1
1

) (

x Px 1=k x2kx 1 x P =k x 2( k1)x 1

1
ky

y P y 1=ky 2k y 1 y P =ky 2
1
k y
Jadi k x ( k1) x , ky ( 1)
2
1
2
P=
c. Jika
Karena

P3 P=k P1P2

P3 P=E P 1P2

sehingga

maka

P=[ x 3 +k ( x 2x 1 ) , y3 + k ( y 2 y 1 ) ]

maka menurut akibat teorema 9.1 diperoleh P3P=kP1P2

P 2 x P

x Px P
x x
x x
=k ( x y P y P ) P 3 =k 2 1
y P y P
yP y3
y 2 y 1

x
( 2x1 )+ x3
x Px 3 =k x2 kx 1 x P =k

y
k ( 2 y1 )+ y 3
y P y 3=ky 2 k y 1 y P=
x
y
k ( 2 y 1)+ y 3
Jadi ( 2x 1 )+ x 3 ,
k
P=

) (

d. Apakah rumus tetap berlaku apabila k < 0?


rumus tetap berlaku tetapi arahnya berlawanan.
13. Jika A = (0,0), B = (1,3), C = (-2,5), dan D = (4,-2) titik-titik diketahui,
gunakan hasil pada soal nomor 12, untuk menentukan koordinat-koordinat
titik-titik berikut:

a. P sehingga AP=4 AC
b. R sehingga

1 BC

BR=
2

c. S sehingga

DS=3
BC

d. T sehingga CT=2 DB
Jawab:

a. P sehingga AP=4 AC

Karena AP=4 AC maka AP=4 AC


Diperoleh

) (

sehingga

) ( ) (

P A=4 (C A)

x Px A
x x
x
=4 C A P =4 20 + 0
50
0
y P y A
yC y A
yP

)()

( )( )
xP
= 8
20
yP

Jadi koordinat P = (-8,20).


1 BC

BR=
b. R sehingga
2
Karena

1 BC

BR=
2

Diperoleh

x R1=

1
maka BR= 2 BC sehingga R B =

x Rx B 1 x C x B
x 1 1 21
=
R
=
y R y B 2 y C y B
y R 3 2 53

) (

) ( ) (

3
1
x R=
2
2

y R 3=1 y R =4
Jadi koordinat R = (

1
, 4
.
2

c. S sehingga DS=3 BC

Karena DS=3 BC maka S D = 3 (C B)

1
(CB)
2

Diperoleh

) (

) (

) (

x S x D
x x
x S4
=3 C B
=3 21
53
yS y D
yC yB
y S (2)

x S4=9 x S =5
y S +2=6 y S=4
Jadi koordinat S = ( 5,4 .

d. T sehingga CT=2 DB

Karena CT=2 DB maka T C = -2 ( B D )


Diperoleh

) (

) (

x T x C
x x
x (2)
14
=2 B D T
=2
3(2)
yT yC
yB yD
y T 5

) (

xT +2=6 x T =4
y T 5=10 y T =5
Jadi koordinat R = ( 4,5 .
14. Diketahui garis-garis g dan h yang sejajar. Titik

P g

sedangkan titik

Q tidak pada g maupun h.


a. Lukislah P=MhMg(P) dan Q=MhMg(Q)

b. Buktikan bahwa PP' =QQ '


Jawab:
a. Gambar P=MhMg(P) dan Q=MhMg(Q)
Q
P
h
Q
g

P
Mg(Q)

b. Bukti bahwa

=QQ
'
PP'

15. Diketahui garis-garis u dan v yang sejajar; ada titik-titik Z dan W tidak pada
garis-garis itu.
a. Lukislah Z=MvMu(Z) dan W=MvMu(W)

b. Buktikan bahwa ZZ '= WW '

Jawab:
a. Gambar Z=MvMu(Z) dan W=MvMu(W)
Mu(Z)
Mu(W)
u

v
Z '= WW
'
W
Z
b. Bukti bahwa ZZ

16. Diketahui garis g dan lingkaran-lingkaran L1 dan L2; garis itu tidak memotong
lingkaran-lingkaran. Dengan memperhatikan Mg(L1), tentukan semua titik X
pada g sehingga

XA

dan

XB

PXA QXB

dengan

A L1 , B L2

sedangkan

adalah garis-garis singgung.

Jawab:
17. Diketahui garis g dan lingkaran-lingkaran L 1 dan L2. Garis tidak memotong
L1 maupun L2. Gunakna sebuah transformasi untuk melukis sebuah bujur
sangkar yang dua titik sudutnya terletak pada g, satu titik sudut ada pada L 1
dan titik sudut yang keempat ada pada L2.
Jawab: