Anda di halaman 1dari 3

Resistor adalah komponen elektronika yang paling dasar dan paling banyak digunakan.

Hampir
semua peralatan elektronika menggunakan resistor. Ada banyak sekali jenis resistor yang dijual
dipasaran mulai dari resistor ukuran sangat kecil yang ditempel pada permukaan PCB atau lebih
dikenal dengan nama Surface Mounting Device (SMD) hingga resistor daya yang memiliki ukuran
yang besar.
Prinsip kerja resistor adalah dengan mengatur elektron (arus listrik) yang mengalir
melewatinya dengan menggunakan jenis material konduktif tertentu yang dicampur
dengan material lain sehingga menimbulkan suatu hambatan pada aliran elektron (arus
listrik). Resistor juga dapat dirangkai secara seri, parallel atau gabungannya sehingga
dapat digunakan untuk membagi arus listrik, tegangan listrik, penurun tegangan, filter
dan sebagainya.
Resistor adalah komponen elektronika pasif yang tidak memiliki sumber daya listrik
sendiri atau fungsi penguatan (amplification) dan pengolahan signal, tetapi hanya
mengurangi arus dan tegangan suatu signal yang melewatinya. Pada saat resistor
dilewatkan arus listrik maka terdapat sejumlah energi yang hilang dalam bentuk panas.

Gambar 2 Beda potensial listrik pada kaki resistor


Untuk dapat dilewati oleh arus listrik maka pada kedua kaki resistor harus ada beda
potensial listrik. Besar potensial listrik ini seimbang dengan besar rugi-rugi panas yang
timbul pada resistor. Semakin besar beda potensial listrik , maka semakin besar rugirugi panas yang timbul. Pada rangkaian DC beda potensial ini dikenal dengan sebutan
voltage drop. Tegangan jepit pada resistor dapat diukur dengan mengukur beda
potensial pada kaki-kaki resistor pada saat resistor sedang mengalirkan arus listrik.
Resistor termasuk jenis komponen elektronika linier yang menghasilkan voltage drop
antara kedua kaki ketika arus listrik mengalir melewatinya. Besar arus listrik dan
voltage drop yang terjadi mengikuti aturan hukum Ohm. Besar hambatan resistor akan
menentukan besar arus listrik yang mengalir atau besar tegangan jepit yang timbul. Hal
ini akan sangat berguna dalam pengaturan arus dan tegangan listrik di rangkaian
elektronika.

Terdapat banyak sekali jenis resistor yang sudah dibuat pada saat ini. Resistor ini dibuat
dengan bentuk dan fungsi yang beragam menyesuaikan dengan fungsinya di dalam
rangkaian elektronika. Suatu jenis resistor dibuat dengan karakteristik dan tingkat
ketelitian tertentu sesuai dengan fungsi dan aplikasinya dalam rangkaian elektronika.
Stabilitas tinggi, tahan terhadap tegangan tinggi, tahan terhadap arus listrik yang besar
atau dapat bekerja dengan stabil pada frekuensi tinggi merupakan beberapa
karakteristik yang menjadi pertimbangan dibuatnya resistor-resistor dengan fungsi
khusus. Namun secara umum karakteristik resistor meliputi : koefisien temperature,
koefisien tegangan, noise, respon frekuensi, daya, temperature kerja, ukuran fisik dan
ketahanan.
Di dalam rangkaian elektronika resistor digambarkan dengan symbol zig-zag atau kotak
kecil. Untuk resistor dengan hambatan yang dapat diubah-ubah digambarkan dengan
symbol zig-zag atau kotak kecil yang ditambahkan sebuah anak panah dan memiliki 3
buah kaki. Gambar 3 berikut ini menunjukan symbol resistor yang umum digunakan.

Gambar 3 macam-macam resistor menurut simbolnya


Nilai hambatan sebuah resistor juga sangat beragam dari ukuran yang sangat kecil nilai
hambatannya (< 1 Ohm) hingga resistor dengan ukuran hambatan yang sangat besar
(> 10 MOhm). Untuk fixed resistor hanya memiliki 1 nilai hambatan saja, sedangkan
untuk variable resistor memiliki rentang nilai hambatan tertentu. Biasanya nilai
hambatan pada sebuah variable resistor berkisar dari 0 Ohm hingga nilai maksimum
yang tertera pada variable resistor. Variabel resistor ada 2 tipe yaitu variable resistor
tipe logaritma dan variable resistor tipe linier. Variabel resistor tipe logaritma memiliki

skala rentang hambatannya menurut skala logaritma, sedangkan variable resistor linier
memiliki skala rentang hambatannya menurut skala linier. Variabel resistor disebut juga
potensiometer. Gambar berikut ini menunjukan beda potensiometer logaritma dengan
potensiometer linier.

Gambar 4 Contoh
potensiometer logaritma dan linier
Resistor modern dapat dikelompokan menjadi 4 kelompok besar yaitu:
Carbon Composite Resistor
Carbon Composite Resistor adalah resistor yang dibuat dari bahan bubuk karbon atau
pasta grafit. Resistor ini memiliki daya yang rendah dan toleransi yang kurang bagus,
tetapi harga yang murah.
Film resistor atau Cermet Resistor
Film resistor adalah pasta oksida logam konduktif. Mempunyai daya yang sangat rendah
dengan tingkat toleransi yang baik.
3. Wire Wound Resistor
Wire Wound Resistor adalah resistor yang dibuat dari kumparan kawat email yang
sangat halus dan memiliki casing dari logam yang dilengkapi sirip pendingin. Resistor ini
memiliki daya besar dan umum digunakan sebagai beban.
4. Semiconductor Resistor
Semiconductor resistor adalah resistor yang dibuat dari bahan semikonduktor dengan
ukuran yang sangat kecil. Biasanya disebut SMD resistor.