Anda di halaman 1dari 11

Berikut adalah beberapa istilah yang sering didengar dalam Ekonomi Makro :

Kapitalis : seseorang yang memiliki barang-barang modal.

Kartel : organisasi para produsen yang sepakat untuk menjadi satu penjual tunggal.

Kapasitas: tingkat output yang berkaitan dengan total biaya rata-rata jangka pendek yang
minimum.

Komoditi : sesuatu yang dapat dipasarkan yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan.

Keunggulan komparatif : kemampuan suatu negara untuk memproduksi komoditi tertentu


dengan biaya oportunitas produk-produk lain yang lebih rendah dari pada Negara lain

Komplemen : dua komoditi yang digunakan secara bersama sama satu sama lain

Konsumerisme : suatu gerakan yang menonjolkan konflik antara kepentingan perusahaan


dengan kepentingan umum

Kurva Permintaan Agregat, Kurva AD:menghubungkan jumlah total output yang akan
diminta dengan tingkat.harga output itu.

Kurva penawaran agregat, kurva AS : menghubungkan jumlah total output yang akan
diproduksi dengan harga output itu.

Kebijakn pertumbuhan berimbang : kebijakan yang dirangsang untuk menghasilkan


pertumbuhan yang simultan. di semua sektor ekonomi.

Konsumsi : tindakan menggunakan komoditi baik barang maupun jasa

Kurva permintaan : grafik yang menggambarkan hubungan antara kuantitas komoditi


tertentu yang akan dibeli selama periode waktu tertentu dengan harga komoditi tersebut

Kebijakan fiscal bebas : kebijakan yang dikeluarkan untuk mengatasi setiap keadaan
ekonomi yang khusus apabila terjadi

Kondisi ekuilibrium : kondisi yang harus dipenuhi jika pasar atau sector ekonomi berada
pada keadaan ekuilibrium

Kebijakan fiscal : penggunaan kegiatan menaikan pendapatan dan kegiatan pengeluaran


yang dilakukan pemerintah dalam usahanya mempengaruhi variable makro seperti GNP
dan lapangan kerja

Kuota impor : batas yang ditetapkan oleh pemerintah mengenai kuantitas komoditi asing
yang masuk ke negeri itu selama periode tertentu

Kebijakan pendapatan : setiap campur tangan langsung oleh pemerintah untuk


mempengaruhi pembentukan upah dan tenaga kerja

Kurva indeferen : kurva yang menggambarkan semua kombinasi dari 2 komoditi yang
memberikan sejumlah keputusan yang sama

Labor (tenaga kerja) : faktor produksi yang terdiri dari semua kontribusi fisik dan mental
yang disediakan orang.

Land (tanah) : faktor produksi yang terdiri dari semua pemberian alam, termasuk bahan
mentah dan tanah itu sendiri menurut pengertian konvensionalnya.

Legal Tender (alat pembayaran sah) : benda yang menurut hukum harus diterima sebagai
alat untuk pembelian barang dan jasa atau untuk membayar hutang.

Liquidity (likuiditas) : tingkat kemudahan dan kepastian sutu harta untuk dicairkan
menjadi alat tukar dalam sistem ekonomi.

Long Run (jangka panjang) : periode waktu di mana semua input bisa bervariasi tetapi
teknologi produksi dasarnya tidak dapat diubah.

Macroeconomics (makroekonomi) : studi tentang penentuan ekonomi agregat dan ratarata, seperti total output, total kesempatan kerja, tingkat harga dan laju pertumbuhan
ekonomi.

Marginal Cost (MC, biaya marjinal) : kenaikan total biaya sebagai akibat peningkatan
produksi 1unit barang. Secara sistematis; tingkat perubahan biaya yang berhubungan
dengan output, disebut juga sebagai biaya inkremental.

Marginal Product (MP, produk marjinal) : perubahan kuantitas total output yang
diakibatkan oleh penggunaan tambahan 1unit faktor produksi. Secara sistematis; tingkat
perubahan output yang berhungan dengan kuantitas faktor produksi, isebut juga produk
inkremental atau produk fisik marjinal.

Marginal Propensity to Consume (MPC, kecenderungan marjinal dalam mengkonsumsi) :


perubahan konsumsi dibagi dengan perubahan pendapatan disposible; secara matematis,
tingkat perubahan konsumsi yang berhubungan dengan pendapatan disposibel.

Marginal Prospensity to Save (MPS, kecenderungan marjinal untuk menabung) :


perubahan tabungan yang diakibatkan oleh perubahan dalam pendapatan disposibel;
tingkat perubahan tabungan dibagi dengan pendapatan disposibel.

Marginal Revenue (MR, penerimaan marjinal) : perubahan total penghasilan perusahaan


yang diakibatkan oleh penambahan 1unit penjualan. Secara sistematis; tingkat perubahan
penerimaan yang berhubungan dengan output, disebut juga penerimaan inkremental.

Market (pasar) : tempat berlangsungnya negosiasi pertukaran komoditi, antara penjual


dan pembeli.

Market Failure (kegagalan pasar) : kegagalan sistem pasar bebas untuk mencapai
efisiensi alokatif yang optimal atau untuk mencapai tujuan sosial, karena timbulnya
eksternalitas, gangguan pasar atau ketidaksempurnaan pasar.

Markup : jumlah yang ditambahkan pada biaya untuk menentukan harga.

Microeconomic (mikroekonomi) : studi tentang alokasi sumber-sumber dan distribusi


pendapatan yang keduanya dipengaruhi oleh bekerjanya sistem hanya serta kebijakn
pemerintah.

Minimum Wages (upah minimum) : tingkat minimum yang wajib dibayarkan kepada
buruh/tenaga kerja dalam pekerjaan yang tercakup oleh ketentuan tersebut.

Monetary Policy (kebijakan moneter) : tindakan untuk mempengaruhi perekonomian


dengan mempergunakan beberapa variabel moneter, seperti kuantitas uang dan suku
bunga.

Money (uang) : setiap benda yang pada umumnya diterima sebagai alat
pembayaran/pertukaran.

Money Capital (modal uang) : dana yang digunakan untuk membiayai perusahaan,
meliputi harta dan hutang.

Money Supply (jumlah uang beredar) : total kuantitas uang dalam perekonomian pada
satu waktu tertentu.

Monopoly (monopoli) : situasi pasar yang output pasar industrinya dikontrol oleh penjual
tunggal.

Monopsony (monopsoni) : situasi pasar yang didalamnya hanya terdapat pembeli


tunggal.

National Debt (hutang nasional) : volume hutang pemerintah pusat yang sedang berjalan.

National Income (pendapatan nasional) : secara umum, nilai total output dan nilai
pendapatan yang ditimbulkan oleh produksi output tersebut.

Normal Good (barang normal) : barang-barang yang mempunyai elastisitas pendapatan positif.

Network Capital (modal kerja) : modal yang diinvestasikan dalam aktiva lancar.

Oligopoly (oligopoli) : struktur pasar yang industrinya di dominasi oleh sejumlah kecil
perusahaan yang saling bersaing.

Open Market Operations (operasi pasar terbuka) : pembelian dan penjualan surat-surat
berharga oleh bank sentral di pasar terbuka (seringkali dalam bentuk surat-surat berharga
pemerintah jangka pendek).

Opportunity Cost (biaya oportunitas) : biaya penggunaan sumber daya untuk tujuan
tertentu, yang diukur oleh manfaat yang diberikan dari tidak digunakannya sumbersumber tersebut dalam alternatif penggunaan yang paling baik.

Outputs (keluaran) : barang-barang dan jasa yang dihasilkan dari proses produksi.

Perfect Competition (persaingan sempurna) : struktur pasar di mana seluruh perusahaan


dalam satu industry bersifat penerima harga (price taker) dan terdapat kebebasan untuk
masuk dan keluar dari industri.

Preferred Stock (saham preferen) : satu bentuk saham yang mempunyai keistimewaan
dari saham biasa yaitu memperoleh jumlah maksimum deviden yang tetap; bisa melalui
pemungutan suara atau tidak.

Producers Surplus (surplus produsen) : perbedaan antara total penerimaan produsen dari
semua unit komoditi yang terjual dengan total biaya variabel untuk memproduksi
komoditi tersebut; dapat dihitung dengan mencari perbedaan antara biaya marjinal
produksi dan penerimaan marjinal penjualan unit output tersebut.

Production (produksi) : tindakan dalam membuat komoditi; baik barang maupun jasa.

Productivity (produktivitas) : produksi output yang dihasilkan oleh setiap sumberdaya


input; sering digunakan untuk menunjukkan produktivitas tenaga kerja yang diukur oleh
output per jam kerja atau output per pekerja.

Profit (keuntungan/laba) : dalam pemakaian umum, perbedaan antar nilai output dan nilai
input

Proxy (mandat) : suatu dokumen resmi dari pemegang saham yang memberikan
wewenang kepada orang lain untuk memberikan hak suara dalam suatu rapat perusahaan.

Pendapatan : peningkatan jumlah aktiva atau penurunan kewajiban yang timbul dalam
periode akuntansi.

Private Cost (biaya swasta) : nilai dari alternatif penggunaan sumber daya terbaik yang
digunakan dalam produksi seperti yang di nilai produsen.

Private Sector (sektor swasta) : bagian dari perekonomian yang aktifitas produksi barang
dan jasanya dimiliki serta dilakukan oleh unit swasta, misalnya rumahtangga dan
perusahaan.

Quantity Exchange (kuantitas pertukaran) : jumlah komoditi yang dibeli rumahtangga


sama dengan jumlah komoditi yang dijual oleh produsen pada periode waktu tertentu.

Rate of Inflation (laju inflasi) : tingkat persentase kenaikan dalam beberapa indeks harga,
dari satu periode ke periode lainnya.

Rate of Return (tingkat hasil pengembalian) : rasio antara pengembalian modal yang
diperoleh perusahaan terhadap total modal yang diinvestasikan.

Regression Equation (persamaan regresi) : persamaan yang secara statistik


menggambarkan penentuan tingkat kecocokan terbaik antara berbagai variabel atau
perkiraan terbaik dari hubungan rata-rata antara variabel-variabel yang sedang diuji.

Regresive Tax (pajak regresi) : pajak yang dikenakan dengan persentase yang semakin
kecil bila tingkat pendapatan semakin tinggi.

Relative Price (harga relatif) : rasio harga nominal suatu komoditi terhadap harga nominal
komoditi lainnya yaitu rasio dari dua harga mutlak.

Required Reserve (cadangan wajib) : jumlah minimum cadangan bank yang harus
menurut ketentuan dipegang oleh bank, baik dalam bentuk uang kartal maupun dalam
bentuk deposito di bank sentral.

Return to Capital (pengembalian modal) : total pembayaran terhadap pemilik modal;


penjumlahan dari hasil murni atas modal, premi risiko dan laba ekonomi.

Risk Premium (premi risiko) : pengembalian terhadap modal yang diperlukan untuk
mengkonpensasi risiko kehilangan modal.

Rentabilitas Ekonomi : kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dengan


memanfaatkan seluruh modal yang dimiliki.

Ratio Leverange : rasio laporan keuangan yang digunakan untuk mengukur sejauh mana
aktiva perusahaan dibiayai hutang.

Revenue Sharing : pengembalian dari penerimaan yang diperoleh pemerintah pusat ke


pemerintah daerah, misalnya untuk sumbangan umum atau bantuan yang tidak ada
kategorinya.

Sample : jumlah yang kecil dari suatu hal yang dipilih dari kelompok atau populasi yang
lebih besar, yang dapat mewakili kelompok besar tertentu.

Saving (tabungan) : seluruh pendapatan disposibel yang tidak digunakan untuk konsumsi
barang dan jasa.

Scarce Good (barang langka) : suatu komoditi yang kuantitas permintaannyamelebihi


kuantitas penawaran pada harga nol; dengan demikian komoditi ini mempunyai harga
positif pada ekonomi pasar.

Services (jasa-jasa) : komoditi tak berwujud, misalnya jasa potong rambut atau perawatan
kesehatan.

Short Run (jangka pendek) : suatu periode waktu pada saat kuantitas beberapa input tidak
bisa bervariasi.

Stockholders (pemegang saham) : para pemilik sebuah perusahaan yang memberikan


dananya melalui pembelian saham-saham perusahaan tersebut.

Stock market (bursa saham) : suatu pasar yang terorganisasi tempat saham serta obligasi
dibeli dan dijual, disebut juga sebagai pasar surat berharga.

Substitute (substitusi) : dua komoditi merupakan substitusi satu sama lain bila keduanya
memenuhi kebutuhan atau keinginan yang sama; tingkat substitusi diukur oleh besarnya
elastisitas silang positif antara kedua komoditi tersebut.

Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan
yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan
secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya
kemakmuran rakyat.(Pasal (1) UU. KUP)

Pajak langsung adalah jenis pungutan pemerintah yang secara langsung dikumpulkan dari
pihak yang wajib membayar pajak. Setiap individu yang bekerja dan perusahaan yang
menjalankan kegiatan dan memperoleh keuntungan wajib membayar pajak.

Pajak tak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dipindah-pindahkan kepada pihak
lain. Seperti: pajak impor. Pada mulanya yang membayar tersebut adalah perusahaan
yang mengimpor barang. Akan tetapi, pada waktu menjual barang impor tersebut,
pengimpor akan menambahkan pajak impor yang dibayarnya dalam menentukan harga
penjualannya.

Pajak Regresif adalah sistem pajak yang persentasi pungutan pajaknya menurun apabila
pendapatan yang dikenakan pajak menjadi bertambah tinggi. Pajak impor dan pajak
penjualan dapat gigolongkan sebagai pajak regresif, yaitu kepada orang kaya pajak
tersebut merupakan sebagian kecil dari pendapatannya

Pajak proporsional adalah persentasi pungutan pajak yang tetap besarnya pada berbagai
tingkat pendapatan, yaitu dari pendapatan yang sangat rendah kepada yang sangat tinggi.
Dalam sistem pajak seperti ini dibedakan di antara penduduk yang kaya atau yang miskin
dan diantara perusahaan besar dan oerusahaan kecil.

Pajak Progresif adalah sistem pajak yang persentasinya bertambah apabila pendapatan
semakin meningkat. Persentasi pajak sesuai dengan tingkat pendapatan yang kena pajak
tersebut.

MPC adalah rasio di antara pertambahan konsumsi dengan pertambahan pendapatan


disposibel.

MPCy adalah rasio di antara pertambahan konsumsi dengan pertambahan pendapatan


nasional.

1. Agen : perantara perdagangan yg nama perusahaan menjualkan barangnya didaerah


tertentu.
2. Aggregate supply (penawaran agregat) : total nilai barang dan jasa yang dihasilkan
perusahaan dalam suatu periode tertentu.
3. Agregate demand (permintaan agregat ) : jumlah belanja yg direncanakan atau
diinginkan dalam suatu perekonomian secara keseluruhan dalam suatu perekonomian
secara keseluruhan dalam suatu periode tertentu.
4. Analisis ekuilibrium parsial : analisis yg mengkonsentrasikan pada pengaruh
perubahan dalam masing masing pasar.
5. Anggaran actual : jumlah anggaran yang dicatat pada tahun tertentu.
6. Anggaran berimbang : suatu anggaran yg disusun sedemikian rupa sehingga total
belanja sama dengan total penerimaan.
7. Anggaran structural : terjadi pada saat perekonomian beroperasi pada output
potensial.
8. Anggaran siklikal : yang mengukur efek dari siklus bisnis terhadap anggaran
9. Angka indeks : untuk mengetahui atau mengukur perubahan melalui perbandingan
antara variabel dari waktu ke waktu.
10. APC (rata rata kecenderungan untuk konsumsi) : rasio pengeluaran konsumsi
terhadap pendapatan
11. Apresiasi : naiknya mata uang dalam negeri terhadap valuta asing dipasar valuta
asing.
12. APS (rata rata kecenderungan untuk menabung) : rasio tabungan perorangan
terhadap pendapatan.
13. Arbitrase : spekulasi tanpa resiko.

14. Asset (harta atau aktiva) : milik berupa barang berwujud serta hak tax berwujud yang
mempunyai nilai ekonomi.
15. Average product (produk rata-rata) : produk total atau output total dibagi oleh
kuantitas dari satu jenis input.
16. Average revenue (penerimaan rata-rata) : penerimaan total dibagi oleh jumlah unit
total yg dijual yaitu penerimaan perunit.
17. Balance of trade (neraca perdagangan) : bagian dari neraca pembayaran yg merinci
impor dan ekspor barang berwujud.
18. Bank : badan usaha yg menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan,
dan menyalurkannya kemabali kepada masyarakat.
19. Bank komersial : sebuah lembaga perantara keuangan yg fungsi utamanya adalah
menerima simpanan giro.
20. Bank money : uang yg diciptakan oleh system perbankan khususnya uang giral yg
ditimbulkan oleh ekspansi berganda dari cadangan bank.
21. Bank sentral : badan atau instansi pemerintah yg bertanggung jawab terhadap
pengendalian peredran uang dan kondisi perkreditan nasional.
22. Barter : cara perdagangan dimana barang ditukar dengan barang.
23. Bauran kebijakan fiscal dan moneter : kombinasi kebijakan fiscal dan moneter yg
dipergunakan untuk mempengaruho aktivitas makroekonomi.
24. Biaya marjinal : tambahan dalam jumlah biaya yg diperlukan untuk menghasilkan 1
tambahan unit output.
25. Biaya minimum : biaya per unit terendah yg mungkin dicapai
26. Biaya oportunitas : nilai dari kesempatan penggunaan suatu barang ekonomi
berikutnya , atau nilai dari alternative yg dikorbankan.
27. Biaya rata rata : jumlah biaya dibagi dengan kuantitas barang yg dihasilkan.
28. Biaya tetap rata rata : biaya tetap dibagi oleh oleh jumlah unit yg diproduksi.
29. Biaya variabel : biaya yg bervariasi menurut tingkat output.
30. Biaya variabel rata rata : jumlah biaya variabel dibagi dengan kuantitas produk yg
dihasilkan.
31. Bond (obligasi) : sertifikat yg memberikan bunga yg diterbitkan pemerintah atau
perusahaan,berisi janji akan membayar bunga dan jumlah pokok.
32. Budget line (garis anggaran) : garis disuatu grafik yg sumbu-sumbunya
menggambarkan kombinasi barang yg bisa dibeli oleh konsumen.
33. Budget surplus (surplus anggaran) : kelebihan penerimaan pemerintah terhadap
pembelanjaan pemerintah.
34. Bunga : pendapatan yg dibayarkan kepada mereka yg meminjamkan uang
35. Bunga majemuk : bunga yg dihitung juga dari bunga lalu.
36. Bursa efek : tempat diperjual belikan efek efek atau tempat bertemunya pihak yg
menawarkan dan pihak yg memerlukan dana jangka panjang.
37. Bursa komoditas : tempat dipamerkannya contoh barang barang produksi yg
diperjualbelikan.
38. Bursa valuta asing : suatu tempat kegiatan usaha yg memperdagangkan berbagai
jenis mata uang asing seperti bank bank devisa dan money changer.

39. Cadangan bank : bagian atas simpanan masyarakat di bank yg harus disimpan di
khasanah atau dibank sentral tanpa menerima bunga.
40. Cadangan rasional : menyelesaikan kesulitan likuiditas luar negeri atau neraca
pambayaran luar Negara .
41. Capital-output ratio (rasio modal/output) : dalam teori pertumbuhan ekonomi, yaitu
rasio stock modal total disbanding GNP tahunan.
42. Capitalism(kapitalisme) : sebagai system perekonomian dimana sebagian besar
barang milik(tanah dan modal)menjadi milik pribadi.
43. Cartel (kartel) : asosiasi produsen dalam suatu industry yg bertujuan membatasi atau
mencegah persainagn antar perusahaan dalam industry.
44. Central bank (bank sentral) : badan atau instansi pemerintahan yg bertanggung jawab
terhadap pengendalian peredaran uang dan kondisi perkreditan nasional.
45. Ceteris paribus : sebuah kondsi artificial yg diangkat oleh para ahli ekonomi
untuk,secara terpisah, mengamati hubungan antara dua variabel ekonomi.
46. Clearing market : suatu pasar dimana harga-harga cukup flexsibel untuk
menyimbangkan penawaran dan permintaan dalam waktu singkat.
47. Collusive oligopoly (oligopoly kolusif) : struktur pasar yg ditandai oleh sejumlah
kecil perusahaan yg melakukan kolusi dan bergabung untuk membuat keputusan
bersama.
48. Consumer surplus (surplus konsumen) : selisih antara jumlah yang persediannya
akan dibayar oleh konsumen untuk sebuah komoditi dengan jumlah yang sebenarnya
dibayarkan
49. Consumption (konsumsi) : jumlah seluruh pengeluaran perorangan atau Negara
untuk barang barang konsumsi selama suatu periode tertentu.
50. Common stock (saham biasa) : instrument keuangan yg mencerminkan kepemilikan
dan hak suara dalam suatu perseroan.
51. Credit (kredit) : dalam teori moneter, penggunaan dana orang lain sebagai imbalan
dari janji akan membayar dikemudian hari.
52. Dana likid : harta keuangan yg bebas resiko dan langsung dapat dikonversi menjadi
uang
53. Dana uang : instrument keuangan jangka pendek yg amat likuid yg dimliki oleh
investor dimana suku bunganya tidax diatur.
54. Debit : istilah akuntansi untuk menjelaskan pertambahan dalam aktiva atau
pengurangan dalam pasiva.
55. Deficit anggaran : berlaku dipemerintahan , kelebihan total belanja dari total
penerimaan.
56. Deficit anggaran belanja : belanja pemerintah untuk barang, jasa, dan pembayaran
transfer yg melebihi penerimannya dari pajak dan dan sumber pendapatan .
57. Deflasi : penurunan tingkat harga secara umum.
58. Demand pull inflation : inflasi harga yg diakibatkan oleh kelebihan permintaan dari
persediaan barang yg ada
59. Deposito berjangka : dana yg disimpan dibank dan hanya dapat ditarik kembali
setelah suatu jangka waktu tertentu.

60. Depresi : periode berkepanjangan dimana tingkat pengangguran sangat tinggi, tingkat
output dan investasi yg rendah , penurunan harga dan kegagalan usaha secara luas.
61. Depresiasi mata uang : mata uang sebuah Negara dikatakan didepresiasi apabila
nilainya menurun dibandingkan dengan mata uang lainnya.
62. Depresiasi penyusutan aktiva : penurunan nilai suatu aktiva
63. Derived demand (permintaan turunan) : permintaan akan suatu factor produksi yg
disebabkan oleh permintaan akan barang jadi yg dihasilkan factor tersebut.
64. Devaluasi : penurunan nilai resmi mata uang suatu Negara disbanding mata uang
lainnya atau disbanding emas
65. Disekuilibrium : keadaan perekonomian yang sedang tidak berada pada keadaan
66. Disinflasi : proses penurunan tingkat inflasi yang tinggi
67. Disposable income (pndapatan bebas ) : pendapatan yg sudah siap untuk
dibelanjakan
68. Distribusi : semua kegiatan yg ditunjukan untuk menyalurkan barang dan jasa dari
produsen ke konsumen.
69. Efek : surat bukti utang jangka panjang (obligasi) surat tanda penyertaan modal
(saham),sekuritas kredit, dan surat berharga lainnya.
70. Efisiensi : penggunaan sumber daya ekonomi yg menghasilkan tingkat kepuasan
maksimum yg muingkin pada input tertentu.
71. Efek subsitusi perubahan harga : konsumen untuk mengkonsumsi lebih banyak
barang jika harganya turun, dan mengurangi konsumsinya bila harganya naik.
72. Efisiensi : penggunaan sumber daya ekonomi yang menghasilkan tingkat kepuasan
maksimum yang mungkin pada input tertentu.
73. Efisiensi alokatif : suatu situasi perekonomian dimana tidak ada lagi usaha
reorganisasi atau perdagangan yg dpt memakmurkan 1 individu tertentu tanpa
mengurangi utilitas atau kepuasan individu lain.
74. Ekonomi positif : studi tentang apa (teori ekonomi)
75. Ekspor neto : nilai ekspor barang dan jasa dikurangi nilai impor barang dan jasa
76. Ekstensifikasi modal : tingkat pertumbuhan jumlah modal riil yg tepat sama dengan
pertambahan angkatan kerja .
77. Ekuilibrium : keadaan dimana kesatuan ekonomi berada pada keadaan seimbang ,
atau kekuatan kekuatan yg mempengaruhi kesatuan itu sedang seimbang.
78. Ekuilibrium koperatif: hasil yg dicapai oleh kedua partisipan ketika mereka bertindak
serempak
79. Ekuilibrium nash : terdapat pada teori permainan yg mengacu pada satu set srategi
bermain. Dimana tidak ada pemain yg dapat memperbaiki nilai hasilnya
80. Ekuilibrium umum: keadaan ekuilibrium bagi perekonomian secara keseluruhan
adalah dimana keadaan harga barang dan jasa sedemikian rupa sehingga keseluruhan
pasar.
81. Elastisitas : menggambarkan reaksi suatu variabel terhadap perubahan variabel.
82. Elastisitas harga dari permintaan yg elastic atau pemintaan elastic : situasi apabila
elastisitas permintaan lebih dari nilai satu.

83. Elastisitas harga dari permintaan yg inelastic atau permintaan yg inelastic : situasi
apabila nilai elastisitas permintaan lebih kecil dari satu.
84. Elastisitas harga atas penawaran : konsepsinya mirip elastisitas harga atas permintaan
kecuali yg diukur adalah reaksi penawaran dari perubahan harga.
85. Elastisitas harga atas permintaan : ukuran kadar sejauh mana kuantitas yg diminta
pembeli bereaksi terhadap perubahan harga.
86. Elastisitas pendapatan pada permintaan : permintaan akan suatu barang tidak saja
dipengaruhi oleh harga barang tetapi juga oleh pendapatan konsumen.
87. Elastisitas permintaan uniter : situasi diantara permintaan yg elastic dan permintaan
yg tidak elastic dimana elastisitas harga bernilai 1
88. Elastisitas silang : ukuran sejauh mana permintaan akan suatu barang konsumsi atau
input dipengaruhi bukan oleh harganya sendiri tetapi oleh harga barang lain.
89. Element utility : benda itu berguna karena ada unsure didalamnya.
90. Faktor produksi : input yg bersifat produktif seperti mesin , peralatan , tenaga kerja,
dan tanah.
91. Fleksibilitas harga : perilaku harga dalam pasar lelang dimana harga langsung
bergerak keatas atau kebawah setiap kali ada perubahan
92. Fungsi konsumsi : skedul yg mengaitkan jumlah konsumsi dengan pendapatan yg
dapat dibelanjakan.
93. Fungsi produksi : fungsi matematis yg menyatakan berapa jumlah output maksimum
yg dapat dicapai dengan suatu unit input dan teknologi tertentu.
94. Fungsi tabungan : skedul atau table yg memperlihatkan jumlah tabungan yg bersedia
ditabung oleh rumah tangga atau Negara, pada setiap tingkat pendapatan
95. Garis anggaran : garis disuatu grafik yg sumbu sumbunya menggambarkan
kombinasi barang yg bisa dibeli oleh konsumen menurut pendpatan.
96. Garis batas kemungkinan utilitas : grafik yg melukiskan utilitas atau kepuasan dari
dua konsumen yg masing masing diukur pada setiap sumbu.
97. GNP nominal : nilai dari seluruh jasa dan barang jadi yg diproduksi dalam kurun
waktu tertentu oleh suatu Negara pada pasar
98. GNP potensial : tingkat gnp maksimum yg dapat dipertahankan pada suatu tingkat
teknologi dan populasi tertentu
99. GNP riil : gnp nominal yg telah dikoreksi dengan factor inflasi, yaitu gnp nominal /
deflator gnp
100.
Government debt ( utang pemerintah) : total kewajiban pemerintah dalam bentuk
obligasi dan pinjaman jangka pendek.