Anda di halaman 1dari 19

Judul : syestem syaraf di tubuh ku

skenario

Seorang mahasiswi Farmasi berusaha menyalakan api ungun pada acara peka
taaruf. Pada waktu menghidupkan korek api, tanpa sengaja mahasiswi tersebut
terkena percikan api di tanganya. Hal ini membuat mahasiswi melepaskan
secara spontan. Namun, rasa sakit dan nyeri masih terasa. Dia menyadari bahwa
hal ini berhubungan dengan sistem syaraf. Mahasiswi tersebut kemudian
memberikan kompres air dingin pada tanganya.

Step 1
System syaraf(Wibi)
Bagian tubuh yang berfungsi melakukan peraturan kegiatan tubuh dengan cara
mengirimkan pesan-pesan impuls syaraf dan tanggapan (Ana)
Suatu jaringan syaraf yang khusus dan berhubungan satu sama lain (Ratna)
Jaringan paling rumit dan paling penting karena terdiri dari jutaan sel saraf
(neuron) yang saling terhubung (Dian)

Step 2
1. Apa saja fungsi dari system syaraf (Siti)
2. Sebutkan peyakit yang berhubungan dengna system syaraf (Rusda)
3. Apa saja bagian-bagian dari sel syaraf (Afida)
4. Apa yang menyebabkan mahasiswa merasakan nyeri dan terjadi gerak
reflex (Wibi)
5. Klasifikasi sel syaraf menurut fungsinya (Bagus)
6. Jelaskan apa saja komponen yang ada di system syaraf (Indah)
7. Bagaimana mekanisme kerja system syaraf (Andi)
8. Sebutkan klasifikasi dari neuron berdasarkan bentuknya(Alfi)
9. Sebut dan jelaskan susunan system syaraf pada manusia (Zakiyyah)

Step 3
1. Apa saja fungsi dari system syaraf (Siti)
Mengirimkan sinyal dari sel ke sel yang lain atau dari satu tubuh ke
seluruh tubuh (Dian)
Sebagai alat komunikasi antara tubuh dengan diluar tubuh seperti alat
indra, alat pengendali untuk mengatur alat kerja tubuh sehingga bekerja
sesuai dengan fungsinya (Halijah)
2. Sebutkan peyakit yang berhubungan dengna system syaraf (Rusda)
Epilepsy, dementia, stroke (Ana)
Narkolepsi (Alfi)
Gegar otak , afasia (Dian)
3. Apa saja bagian-bagian dari sel syaraf (Afida)
Dendrit adalah untuk menerima dan menghantarkan rangsangan ke badan
sel .
Badan sel :untuk menerima rangsangan dari dendrite meneruskan ke
akson
Nucleus : sebagai pengatur kegiatan sel syaraf
Akson : untuk menjalarkan impuls syaraf meninggalkan badan sel
(Zakiyyah)
Selubung Meylin : untuk melindungi akson dari kerusakan
Sel Schawn : untuk membantu menyediakan makanan untuk akson
Nodus Renvier : untuk mempercepat transmisi impuls syaraf
Sinapsis : pertemuan antara ujung neurit dengan akson di sel syaraf 1 dan
ujung dendrite di sel syaraf lainnya (Siti)

4. Apa yang menyebabkan mahasiswa merasakan nyeri dan terjadi gerak


reflek(Wibi)
Karena adanya reseptor (impuls) rangsangan yang diterima pada sel syaraf
sensorik (Afida)
Kemudian sel syaraf sensorik meneruskan ke sumsum tulang belakang kemudian
oleh sel syaraf motorik menimbulkan nyeri (Ratna)

5. Klasifikasi sel syaraf menurut fungsinya (Bagus)


1. Motorik : membawa impuls syaraf dari pusat syaraf
2. Penghubung : meneruskan impuls dari motorik ke sensorik

3. Sensorik : menerima rangsangan (Wibi)


6. Jelaskan apa saja komponen yang ada di system syaraf (Indah)
Reseptor : menerima rangsangan
System syaraf : menghantarkan ke syaraf pusat (otak)
Efektor : menangkap atau menanggapi reseptor (Andi)
7. Bagaimana mekanisme kerja system syaraf (Andi)
Gerak reflex dari impuls sensorik sumsum tulang belakang motorik
gerak efektor (Indah)
Gerak sadar impuls dari reseptor neuron sensorik pusat syaraf respon
efektor neuron motorik efektor (Bagus)
8. Sebutkan klasifikai dari neuron berdasarkan bentuknya(Alfi)
Neuron unipolar : hanya mempunyai satu serabut menjadi satu cabang sentral
berfungsi sebagai satu akson satu cabang perifer
Neuron bipolar : mempunyai dua serabut dendrite dan akson
Neuron Multipolar : mempunyai banyak dendrite atau serabut dan satu akson
yang paling sering dijumpai pada system syaraf sentral (Rusda)
9. Sebut dan jelaskan susunan system syaraf pada manusia (Zakiyyah)
Syaraf tepi :
-

syaraf autonomis : terdiri dari syaraf simpatik dan parasimpatik


(Rusda)
simpatik : berfungsi untuk memacu kerja organ tubuh tetapi ada
beberapa yang menghambat ( Ratna)
contohnya : melebarkan pupil , mempercepat kecepatan bernafas
(Indah)
parasimpatik : kerjanya berlawanan dengan simpatik (Andi)
contohnya : menyempitkan pupil , perangsang sekresi air liur (Halijah)

somatic : yang tersusun dari 12 pasang syaraf tepi cranial dan 31


pasang syaraf tepi spinal (Afida)

Syaraf pusat :
-

syaraf otak (otak besar dan kecil) : otak sumsum tulang belakang
(Ana)

Otak : berfungsi untuk pengatur segala kegiatan manusia (Siti)

Sumsum tulang belakang : untuk penghantar impuls dari otak ke otak


sebagai system pengatur gerak reflek (Alfi)

Step 3

Sel Syaraf

Bagia
n

System
Syaraf

Ganggua
n

Klasifik
asi
Tepi

Pusat

Otak

Sumsum
tulang
belakang

Simpati
k

Parasimpa
tik

Step 7
1. Apa saja fungsi dari system syaraf (Siti)

Menerima informasi atau rangsangan berupa perubahan yang terjadi di dalam


lingkungan melalui reseptor.
b. Mengatur dan memproses informasi atau rangsangan yang diterima.
c. Mengatur dan memberi tanggapan (respon) terhadap rangsangan dalam bentuk
gerak atau sekresi kelenjar.
Suhardjo-Clara

M,Kusharto.1992.Biologi

system

syaraf

cetakan

Yogyakarta:Kanisius.ISBN : 979-413-765-0
(Bagus)

Alat komunikasi dan jejaring koordinasi utama tubuh


Sumber : Winston, Robert. 2007. Ensiklopedia Tubuh Manusia. Jakarta:
Erlangga
(Ratna)

Sistem syaraf memiliki fungsi utama yaitu mendeteksi,


menganalisa, menggunakan dan menghantarkan semua informasi
yang ditimbulkan oleh rangsang sensoris (seperti panas dan
cahaya), dan perubahan mekanis dan kimia yang terjadi
dilingkungan internal maupun di lingkungan eksternal, dan untuk
mengorganisir dan mengatur, baik secara langsung maupun tidak
langsung sebagian terbesar fungsi tubuh, terutama kegiatan
motoris, viseral, endokrin dan mental.
Sumber: Pagarra, Halifah, dkk. 2011. Penuntun Praktikum
Struktur Hewan. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar
(Afida)
2. Sebutkan peyakit yang berhubungan dengna system syaraf (Rusda)
Encephalitis
Encephalitis (Yunani: encekphalos (otak) dan itis (peradangan)) adalah
peradangan otak. Peradangan otak ini dapat melibatkan pula struktur
terkait lainnya. encephalomyelitis adalah peradangan otak dan sumsum
tulang belakang, dan meningoencephalitis adalah peradangan otak dan

12.

meninges (membran yang menutupi otak). Penyebab encephalitis paling


sering adalah karena infeksi mikroorganisme atau zat-zat kimia seperti
timbal, arsen, merkuri (air raksa), dll.
Stroke
Kelayuan tiba-tiba otak akibat dari berkurangnya secara drastis aliran
darah ke suatu bagian otak atau akibat pendarahan dalam otak. Keadaan
ini berdampak antara lain kelumpuhan sementara atau menetap pada
satu atau kedua sisi tubuh, kesulitan berkata-kata atau makan, dan
lenyapnya koordinasi otot. Merokok, kolestrol tinggi, diabetes, penuaan,
dan kelainan turunan adalah faktor utama penyebab stroke.
Alzheimer
Penyakit alzheimer ditandai oleh kerusakan sel saraf dan sambungan saraf
di kulit otak dan kehilangan massa otak yang cukup besar. Gejala khas
pertama yang muncul adalah pikun. Ketika makin buruk, kehilangan
ingatan si penderita juga makin parah. Keterampilan bahasa, olah pikir,
dan gerak turun drastis. Emosi jiwa dan suasana hati jadi labil. Penderita
cenderung rentan dan lebih peka terhadap stres. Mudah terombangambing antara marah, cemas, atau tertekan. Pada tahap lebih lanjut,
penderita kehilangan responsibilitas dan mobilitas serta kontrol terhadap
fungsi tubuh.
Gegar Otak
Kehilangan sementara fungsi otak yang disebabkan oleh luka relatif ringan
pada otak dan tak selalu berkaitan dengan ketidaksadaran. Orang yang
kena gegar otak mungkin tak ingat apa yang terjadi sesaat sebelum atau
setelah luka. Gejala gegar otak antara lain cadel berbicara, kebingunan
berat, koordinasi otot terganggu, sakit kepala, pusing, dan mual.
Epilepsi
Epilepsi adalah kelainan kronik yang dicirikan oleh serangan mendadak
dan berulang-ulang yang disebabkan oleh impils berlebihan sel-sel saraf
dalam otak. Serangan dapat berupa sawan, hilang kesadaran beberapa
saat, gerak atau sensasi aneh bagian tubuh, tingkah laku aneh, dan
gangguan emosional. Serangan epilepsi umumnya berlangsung hanya 1-2
menit. Kemudian diikuti oleh kelemahan, kebingungan, atau
kekurangtanggapan.
Narkolepsi
Narkolepsi adalah gangguan tidur yang ditandai dengan serangan tidur
tiba-tiba dan tak terkendali di siang hari, dengan gangguan tidur di malam
hari. Penderita bisa mendadak tertidur di mana saja dan kapan saja
bahkan saat berdiri atau berjalan. Tidur berlangsung beberapa detik atau
menit dan bahkan lebih dari sejam.
Afasia
Afasia adalah kerusakan dalam pengungkapan dan kepahaman bahasa
yang disebabkan oleh kerusakan lobus frontal dan temporal otak. Afasia
bisa disebabkan oleh luka kepala, tumor, stroke, atau infeksi.

Dementia
Kemunduran kapasitas intelektual yang kronis dan biasanya kian
memburuk yang berkaitan dengan kehilangan sel saraf secara meluas
dan penyusutan jaringan otak. Dementia paling biasa terjadi di kalangan
lansia meskipun dementia ini dapat menyerang segala usia. Kondisi
dementia dimulai dengan hilangnya ingatan, yang mula-mula tampak
sebagai ketidakingatan atau kelupaan sederhana. Ketika memburuk,
lingkup kehilangan ingatan meluas hingga penderita tak lagi ingat akan
keterampilan, sosial, dan hidup yang paling dasar sekalipun.
Sumber : Surtiretna, Nina. 2006. Mengenal Sistem Saraf. PT Kiblat Buku
Utama: Bandung.
(wibi)
a. Meningitis
Meningitis merupakan peradangan selaput pembungkus otak yaitu
meninges. Meningitis disebabkan oleh virus, sehingga dapat menular.
b. Multiple schlerosis (MS=Sklerosis Ganda atau disseminated sclerosis)MS
merupakan penyakit saraf kronis yang mempengaruhi sistem saraf pusat,
sehingga dapatmenyebabkan gangguan organ seperti: rasa sakit, masalah
penglihatan, berbicara, depresi,gangguan koordinasi dan kelemahan pada
otot sampai kelumpuhan.
c. Nyeri saraf
Nyeri saraf dapat terjadi karena adanya gangguan saraf sensorik maupun
motorik. Gejalanyeri saraf sering disertai dengan gejala lain seperti:
kehilangan rasa, kebas. urat saraf kejepitdan penyakit urat saraf gangguan
metabolik (seperti diabetic neuropaty pada penderita penyakit kencing
manis atau diabetes mellitus). Gangguan motorik karena nyeri saraf
dariyang ringan (seperti kram) sampai gangguan berat (seperti
kelumpuhan).
d. HidrocephalusTanda hidrocephalus berupa pembengkakan kepala karena
kelebihan cairan yang ada disekitar otak. Akibatnya, dapat menyebabkan
gangguan metabolisme dan gangguan organtubuh.
e. Penyakit urat saraf kejepitPenyakit saraf kejepit sering terjadi pada leher,
pinggang dan telapak tangan.
f. Parkinson, dengan gejala tangan dan kaki gemetar. Penyakit Parkinson
adalah suatu kelainan degeneratif sistem saraf pusat yang sering merusak
motor penderita itu keterampilan, ucapan, dan fungsi lainnya. Penyakit
Parkinson mempengaruhi gerakan (gejala motorik). Gejala lainnya
termasuk gangguan suasana hati, perilaku, berpikir, dan sensasi (nonmotor gejala). Gejala-gejala penyakit Parkinson hasil dari aktivitas sangat
berkurang dari neuron dopaminergik.

g. Gegar otak terjadi karena otak mengalami kerusakan.


h. Gangguan organ dan fungsinya karena kerusakan saraf tulang
belakang.Pengaruh Saraf Tulang Belakang Terhadap Organ Tubuh

i.

Stroke merupakan salah satu manifestasi neurologik yang umum, dan


mudah dikenal dari penyakit neurologik lain oleh karena mula timbulnya
mendadak dalam waktu yang singkat

Sumber : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2005. Kapita Selekta


Kedokteran. Penerbit Media Aesbulapius
(Andi)

Kerusakan pada saraf nervus okulo-motorius


Kerusakan pada saraf ini akan mengakibatkan ptosis, juling, kehilangan refleks
terhadap cahaya dan daya akomodasi
Bells Palsy
Bells Palsy adalah gangguan akut pada serabut motorik bawah dari nervus fasialis ini
mengakibatkan bahwa bagian wajah yang terserang tidak dapat bergerak,
mata selalu terbuka, air mata menggenangi wajah, dan makanan bertumpuk
pada sisi ruang dalam mulut.

Hemiplegia
Hemiplegia adalah contoh kerusakan pada neuron motorik atas, dimana otot otot
sebetulnya bukan lumpuh, tetapi lemah dan kehilangan control.
Poliomielitis
Poliomielitis adalah contoh kerusakan neuron motorik bawah, dimana otot yang
terserang menjadi lumpuh dan lemah, juga mengecil dan kehilangan refleks refleks normal.
Terputusnya Serabut Saraf Campuran
Terputusnya serabut saraf campuran yang lazim terjadi pada kecelakaan lalu lintas
dapat menyebabkan daerah daerah yang dilayaninya kehilangan kemampuan bergerak,
karena hal ini merupakan cedera neuron motorik bawah yang menyebabka hilangnya
perasaan.
Sumber : Sherwood, Lauralee.2012.Fisiologi Manusia.Buku Kedokteran EGC :
Jakarta
(Ana)

Sindrom Guillain-Barre
Sindrom Guillain-Barre adalah penyakit sistem saraf perifer yang ditandai
dengan awitan mendadak paralisis atau paresis otot
Sumber : Elizabeth, J.2009.PATOFISIOLOGI.EGC;Jakarta.
(Alfi)

3. Apa saja bagian-bagian dari sel syaraf (Afida)

Struktur Saraf
Sistem saraf pada manusia terdiri dari sel saraf yang biasa disebut
dengan neuron dan sel gilial. Neuron berfungsi sebagai alat untuk
menghantarkan impuls (rangsangan) dari panca indra menuju otak
dan kemudian hasil tanggapan dari otak akan dikirim menuju otot.
Sedangkan sel gilial berfungsi sebagai pemberi nutrisi pada neuron.
Sel Saraf (Neuron)
Unit terkecil penyusun sistem saraf adalah sel saraf atau bisa juga
disebut neuron.
Sel saraf adalah sebuah sel yang berfungsi untuk menghantarkan
impuls (rangsangan). Setiap satu sel saraf (neuron) terdiri atas tiga
bagian utama yang berupa badan sel saraf, dendrit, dan akson.
Berikut adalah gambar dan bagian-bagian struktur sel saraf
(neuron) beserta penjelasannya:
Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang-cabang.
Dendrit merupakan perluasan dari badan sel. Dendrit berfungsi
untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.
Badan Sel adalah bagian yang paling besar dari sel saraf. Badan
sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan
meneruskannya ke akson. Badan sel saraf mengandung inti sel dan
sitoplasma.
Nukleus adalah inti sel saraf yang berfungsi sebagai pengatur
kegiatan sel saraf (neuron).
Neurit (Akson) adalah tonjolan sitoplasma yang panjang (lebih
panjang daripada dendrit), berfungsi untuk menjalarkan impuls
saraf meninggalkan badan sel saraf ke neuron atau jaringan lainnya.
Jumlah akson biasanya hanya satu pada setiap neuron.
Selubung Mielin adalah sebuah selaput yang banyak mengandung
lemak yang berfungsi untuk melindungi akson dari kerusakan.
Selubung mielin bersegmen-segmen. Lekukan di antara dua segmen
disebut nodus ranvier.
Sel Schwann adalah jaringan yang membantu menyediakan
makanan untuk neurit (akson) dan membantu regenerasi neurit
(akson).
Nodus ranvier berfungsi untuk mempercepat transmisi impuls
saraf. Adanya nodus ranvier tersebut memungkinkan saraf meloncat
dari satu nodus ke nodus yang lain, sehingga impuls lebih cepat
sampai pada tujuan.
Sinapsis adalah pertemuan antara ujung neurit (akson) di sel saraf
satu dan ujung dendrit di sel saraf lainnya. Pada setiap sinapsis

terdapat celah sinapsis. Pada bagian ujung akson terdapat kantong


yang disebut bulbus akson. Kantong tersebut berisi zat kimia yang
disebut neurotransmiter. Neurotransmiter dapat berupa asetilkolin
dan kolinesterase yang berfungsi dalam penyampaian impuls saraf
pada sinapsis.
Sumber:
Surtiretna, Nina. 2006. Mengenal Sistem Saraf. Bandung: PT Kiblat
Buku Utama
(Rusda)

Struktur neuron. (a)multipolar neuron


(b) pelindung mielin (c) neurofibril soma(d) Badan Nissl
tiga bagian utama dari neuron, adanya soma (tubuh sel) atau perikaryon dantonjolan
sitoplasma yang disebut axon dan dendrit.
Ditinjau darikeberadaan axon, axon yang tidak memiliki mielin banyak dijumpai di
sistemsaraf pusat dan beberapa di sistem saraf tepi sedangakan axon dengan mielinsangat
sering dijumpai di sistem saraf tepi. Mielin ini sebenarnya terlibat dalampenghataran listrik
dan reparasi akson. Penyempitan antara satu mielin denganlainnya disebut nodus Ranvier
yang terlibat dalam loncatan dan peningkatkankecepatan impuls. Distal dari axon dijumpai
bonggol sinaps yang terlibat dalamkomunikasi sinaps antar neuron baik secara kimia maupun
listrik.
Saladin Kenneth. 2003.Anatomy & Physiology: A Unity of Form and Function.Edisi Ketiga.
New York: McGraw-Hill
(Indah)

4. Apa yang menyebabkan mahasiswa merasakan nyeri dan terjadi gerak


reflex (Wibi)

GerakRefleks (TakSadar)
Gerakrefleksadalahgerak yang tidakdisengajaatautidakdisadari.Impuls yang
menyebabkangerakaninitidakmelewatiotaknamunhanyasampaisumsumtulangbelakang
.Gerakrefleksmisalnyaterjadisaatkitamengangkat kaki karenamenginjakbendaruncing,
gerakantangansaattidaksengajamenjatuhkanbuku,
gerakansaatmenghindaritabrakandan lain sebagainya.
Skemagerakrefleks :
Rangsangan(Impuls) >Reseptor(Indra) >Sarafsensorik
>SumsumTulangBelakang >Sarafmotorik >Efektor (Otot)
Sumber :Iswari. Mega.2010. Anatomi Fisiologi dan Dasar Neurologi (Dasar

Ilmu Faal dan Saraf untuk Pendidikan Luar Biasa). Padang : UNP Press
(Zakiyyah)

Kulit berfungsi sebagai alat indera karena memiliki ujung saraf


peraba yang terdiri dari 5 macam reseptor khusus yaitu tekanan,
sentuhan, sakit, panas, dan dingin.
- Reseptor tekanan
Merupakan reseptor yang paling besar, terletak di bagian dermis
yang jauh dari ,kulit.
- Reseptor sentuhan
Terletak di bagian epidermis lebih dekat dengan permukaan jika
dibandingkan dengan reseptor lain. Peka terhadap rangsang
yang sangat lembut.
- Reseptor rasa sakit (nyeri)
Terdapat di organ tubuh bagian dalam. Hal ini memberi tahu kita
akan adanya sesuatu yang tidak beres pada tubuh kita.
- Reseptor dingin dan panas
Peka terhadap perubahan suhu lingkungan
Gerak refleks terjadi apabila rangsangan yang diterima oleh saraf
sensori langsung disampaikan oleh neuron perantara (neuron
penghubung). Hal ini berbeda sekali dengan mekanisme gerak
biasa.
Gerak biasa rangsangan akan diterima oleh saraf sensorik dan
kemudian disampaikan langsung ke otak. Dari otak kemudian
dikeluarkan perintah ke saraf motori sehingga terjadilah gerakan.
Artinya pada gerak biasa gerakan itu diketahui atu dikontrol oleh
otak. Sehingga oleh sebab itu gerak biasa adalah gerak yang
disadari.

Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun ada pula gerak
yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Untuk terjadi gerak
refleks, maka dibutuhkan struktur sebagai berikut:
- organ sensorik (yang menerima impuls),
- serabut saraf sensorik (yang menghantarkan impuls),
- sumsum tulang belakang (serabut-serabut saraf penghubung
menghantarkan impuls),
- sel saraf motorik (menerima dan mengalihkan impuls),
- dan organ motorik (yang melaksanakan gerakan).
Gerak refleks merupakan bagian dari mekanika pertahanan tubuh
yang terjadi jauh lebih cepat dari gerak sadar, misalnya:
- menutup mata pada saat terkena debu,
- menarik kembali tangan dari benda panas atau yang
menyakitkan yang tersentuh tanpa sengaja.
Gerak refleks dapat dihambat oleh kemauan sadar,misalnya:
- bukan saja tidak menarik tangan dari benda panas, bahkan
dengan sengaja menyentuh permukaan panas.
Sumber:
Pearce,Evelyn.2009. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis.
Jakarta : PT. Gtamedia Pustaka Utama
Purwanto, Budi dan Arinto nugroho. 2008. Eksplorasi Ilmu Alam 3.
Platinum :Solo
(Rusda)
5. Klasifikasi sel syaraf menurut fungsinya (Bagus)
a. Sensoris (Indera), berfungsi menghantarkan impuls (rangsang) dari
indera (reseptor) ke pusat saraf (otak).
b. Motoris (Penggerak), berfungsi menghantarkan impuls (rangsang) dari
pusat saraf (otak) ke efektor ( otot atau kelenjar ).
c. Konektoris (Penghubung), berfungsi menghubungkan impuls (rangsang)
dari saraf sensoris ke saraf motoris di otak dan sumsum tulang belakang.
5. Sinapsis : Pertemuan antara ujung akson (neurit) dengan dendrit
sehingga impuls (rangsang) dari akson ke dendrit. Pada ujung akson yang
berbentuk benjolan berisi zat kimia
Sumber : Pack, Phillip E. 2007. Anatomy and Physiology. Bandung: Pakar
Raya
(Dian)

6. Jelaskan apa saja komponen yang ada di system syaraf (Indah)


1. Reseptor, adalah alat penerima rangsangan atau impuls.
Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah

organ indera.
2. Penghantar impuls, dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf
tersusun dari berkas serabut penghubung (akson). Pada
serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang
memanjang dan meluas. Sel saraf disebut neuron.
3. Efektor, adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang
telah diantarkan oleh penghantar impuls. Efektor yang
paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar.
Sumber : Wibowo,Delman. 2005. Anatatomi Tubuh Manusia. Editor: S.
Darwin. Jakarta. PT. Grasindo.
(Halijah)

Reseptor adalah sel yang memberikan respon terhadap


ransangan terhadap lingkungan eksternal maupun internal
kemudian reseptor akan mengubah rangsangan yang diterima
menjadi suatu impuls saraf yang akan di teruskan melalui neuron.
Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah alat
indera.
Penghantar impuls dikerjakan oleh saraf itu sendiri tanpa
bantuan organ organ lain.
Efektor adalah sel atau organ yang di gunakan untuk beraksi
terhadap rangsangan baik dari dalam maupun dari luar tubuh dapat
diartikan sebagai bagian yang menanggapi rangsangan yang telah
diantarkan oleh penghantar impuls. Bagian utama efektor pada
manusia adalah otot dan kelenjar.
Sumber : Gibson, John.2003.Fisiologi dan Anatomi Modern untuk
Perawat.Buku Kedokteran EGC : Jakarta

(Siti)
7. Bagaimana mekanisme kerja system syaraf (Andi)

Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap
rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi
tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks
misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Pada gerak refleks, impuls melalui jalan
pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang, kemudian
diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh set saraf penghubung
(asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk
disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut lengkung
refleks. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung
(asosiasi) berada di dalam otak, misalnya, gerak mengedip atau mempersempit pupil

bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada
di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut.
Parker Steve, Sistem Saraf, Ensiklopedia Tubuh Manusia.(2007), hal. 66- 92
(Zakiyyah)
Rangsangan (stimulus)Sensori reseptor (indera-indera/panca
inderaSaraf sensori/saraf aferenSistem saraf pusat (otak)Sumsun
tulang belakangSaraf penggerak/saraf motorik/efferent Alat
gerak/organ-organ/efektor
Sumber : Puspita, I.1999. Psikologi faal.Depok: Universitas Gunadarma
(Andi)

a. Respons sadar
Respons dalam kendali yang disadari, berlawanan dengan reaksi yang
dikendalikan oleh ANS. Dirangsang oleh pesan saraf sensorik yang
masuk, atau adanya pikiran dan kemauan dengan sadar, korteks
serebrum otak menyusun rencana motorik pusat untuk gerakan
tertentu, dan mengirimkan perintah dalam bentuk sinyal saraf motorik
ke otot sadar. Saat gerakan terjadi, ujung saraf sensorik dalam otot,
tendon, dan sendi memantaunya. Ujung sensorik memberi tahu
serebelum, sehingga korteks serebelum dapat mengirim sinyal saraf
pengoreksi kembali ke otot, agar tetap terkoordinasi dan sesuai tujuan.
Jalur sinyal saraf untuk tindakan sadar meliputi siklus umpan balik aktif
dan terus-menerus. Impuls saraf motorik berjalan ke otot yang terlibat
sedang impuls saraf sensorik kembali ke serebelum untuk melaporkan
tentang kemajuan tindakan dan melakukan penyesuaian agar gerakan
tetap halus.
b. Respons tak sadar
Terbagi menjadi dua kategori utama, yang tidak melibatkan kesadaran
seperti biasanya. Salah satu kategorinya merupakan tindakan refleks.
Refleks adalah respons terhadap rangsangan yang bersifat cepat, tidak
disadari dan dapat diduga. Sebagian besar refleks berhubungan
dengan bertahan hidup dan mempertahankan tubuh dari kerusakan
dan bahaya. Pada umumnya, refleks terjadi didalam sirkuit saraf
lengkap yang tidak melibatkan daerah otak yang lebih tinggi, tempat
dimana kesadaran dan kewaspadaan terjaga, otak biasanya baru sadar
akan respons refleks setelah hal tersebut terjadi, disaat sudah
terlambat untuk menghindarinya. Refleks tulang belakang melibatkan
rangkaian serat saraf sensorik yang membawa informasi ke sumsum
tulang belakang dan kemudian berhubungan langsung, atau melalui
neuron perantara, ke sarat saraf motorik, sehingga perintah gerakan
langsung keluar dari sumsum tulang belakang ke otot yang
berhubungan. Respons otonom : jalur saraf pemicu untuk respons ini
berada disepanjang saraf tulang belakang yang menuju susmsum
tulang belakang, lalu ke atas bersama saluran saraf ke daerah

otonomdibagian bawah otak, khususnya hipotalamus dan beberapa


sistem limbrik. Daerah ini menganalisis dan mengolah informasi yang
diterima dan kemudian menggunakan jalur otonom untuk mengirim
impuls motorik, sebagai perintah bagi otot tak sadar dan kelenjar
(sinyal saraf bergerak melalui saraf tulang belakang dan naik ke
sumsum tulang belakang menuju daerah otonom dibagian bawah otak,
yang menyebabkan respons keluaran impuls motorik).
Sumber : Winston, Robert. 2007. Ensiklopedia Tubuh Manusia. Jakarta:
Erlangga
(Ratna)
8. Sebutkan klasifikasi dari neuron berdasarkan bentuknya(Alfi)
Neuron unipolar hanya mempunyai satu cabang pada badan sel sarafnya,
selanjutnya cabang akan terbelah dua sehingga bentuk dari neuron
unipolar akan menyerupai huruf T. Satu belahan cabang berperan
sebagai dendrit, sementara yang lain sebagai akson. Neuron unipolar ini
umumnya mempunyai fungsi sebagaimana sensory neuron yaitu sebagai
pembawa sinyal dari bagian tubuh (sistem saraf perifer) menuju ke sistem
saraf pusat.

Neuron bipolar, sesuai dengan namanya, mempunyai dua cabang


pada badan sel sarafnya di sisi yang saling berlawanan. Cabang yang satu
berperan sebagai dendrit, sementara yang lain berperan sebagai akson.
Karena percabangannya yang demikian ini, maka badan sel saraf neuron
bipolar mempunyai bentuk yang agak lonjong/elips. Neuron bipolar
umumnya mempunyai fungsi sebagaimana interneuron, yaitu
menghubungkan berbagai neuron di dalam otak dan spinal cord.

Neuron multipolar adalah jenis sel saraf yang paling umum dan
paling banyak ditemui. Sel saraf ini mempunyai dendrit lebih dari satu,
namun hanya memiliki sebuah akson. Karena jumlah dendrit pada setiap
neuron multipolar bisa bervariasi banyaknya, maka bentuk badan sel saraf
multipolar ini seringkali dikatakan berbentuk multigonal.Neuron multipolar
umumnya mempunyai fungsi sebagaimana motoneuron, yaitu membawa
sinyal/isyarat dari sistem saraf pusat menuju ke bagian lain dari tubuh,
seperti otot, kulit, ataupun kelenjar.
Sumber : nursamsiyah, santi.2013. Sistem saraf pada manusia. Sekolah
tinggi farmasi bandung: Bandung.
(Wibi)

Sumber: Arif Muttaqin. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan


Klien Dengan Gangguan Sistem Pernafasan. Jakarta : Salemba
Medika.
(Afida)

9. Sebut dan jelaskan susunan system syaraf pada manusia (Zakiyyah)

Saraf tepi :

saraf somatik (saraf sadar)


Mengatur gerakan yang disadari. Neuron sensori didalam saraf
somatik mengirimkan informasi dari kulit, otot rangka, dan tendon
ke sistem saraf pusat. Neuron motorik didalam saraf somatik
mengirimkan perintah yang dibawa dari otak dan sumsum tulang
belakang menuju otot rangka.
Contoh : gerakan kepala, badan, dan anggota gerak.

saraf otonom (saraf tidak sadar)

mengatur gerakan yang tidak disadari. contoh : gerakan otot


polos, otot jantung,dan
kelenjar.terdiri dari saraf simpatik dan saraf parasimpatik yang
kerjanya saling
berlawanan.
Sumber : Kimball, John W. 1983. Biologi. Jilid 2. Ed ke-5. Terjemahan Siti
Soetarmi Tjitrosomo & Nawangsari sugiri. Erlangga. Jakarta.
(Ana)
-

Syaraf pusat

Otak :

Otak besar (serebrum)


Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktivitas
mental, yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan
(memori), kesadaran, dan pertimbangan
Otak tengah (mesensefalon)
Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol.
Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis
yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bagian atas
(dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur
refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga
merupakan pusat pendengaran
Otak kecil (serebelum)

Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi


gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan
posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau
berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin
dilaksanakan
Sumsum sambung (medulla oblongata)

Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang


dari medula spinalis menuju ke otak. Sumsum sambung juga
mempengaruhi jembatan, refleks fisiologi seperti detak
jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi,
gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan

Sumsum tulang belakang : mengantarkan sinyal komunikasi antara


organ organ tubuh dengan otak. Ketika terjadi benturan keras,
bagian ini yang bertugas seperti bantal air untuk melindungi otak.
Sumber : Gul, Sema. 2007. Otak dan system saraf. Yudhistira .
Jakarta

(Alfi)

Sistem Saraf Tepi


Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar (sistem saraf
otonom). Sistem saraf sadar mengontrol aktivitas yang kerjanya diatur oleh otak, sedangkan
saraf otonom mengontrol aktivitas yang tidak dapat diatur otak antara lain denyut jantung,
gerak saluran pencernaan, dan sekresi keringat.
1. Sistem Saraf Sadar Sistem saraf sadar disusun oleh saraf otak (saraf kranial), yaitu
saraf-saraf yang keluar dari otak, dan saraf sumsum tulang belakang, yaitu saraf-saraf
yang keluar dari sumsum tulang belakang. Saraf otak ada 12 pasang yang terdiri dari:
1. tiga pasang saraf sensori, yaitu saraf nomor 1, 2, dan 8 2. lima pasang saraf motor,
yaitu saraf nomor 3, 4, 6, 11, dan 12 3. empat pasang saraf gabungan sensori dan
motor, yaitu saraf nomor 5, 7, 9, dan 10.
2. Saraf Otonom Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak
maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan. Dalam
sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang
kompleks dan juga membentuk ganglion. Urat saraf yang terdapat pada pangkal
ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion disebut
urat saraf post ganglion. Sistem saraf otonom dapat dibagi atas sistem saraf simpatik
dan sistem saraf parasimpatik. Perbedaan struktur antara saraf simpatik dan
parasimpatik terletak pada posisi ganglion. Saraf simpatik mempunyai ganglion yang
terletak di sepanjang tulang belakang menempel pada sumsum tulang belakang
sehingga mempunyai urat praganglion pendek, sedangkan saraf parasimpatik
mempunyai urat pra ganglion yang panjang karena ganglion menempel pada organ
yang dibantu. Fungsi sistem saraf simpatik dan parasimpatik selalu berlawanan
(antagonis). Sistem saraf parasimpatik terdiri dari keseluruhan "nervus vagus"
bersama cabang- cabangnya ditambah dengan beberapa saraf otak lain dan saraf

sumsumsambung.

Sherwood, L. (2007). Human physiology: From cells to systems. Belmont, CA: Thomson.
(Indah)

Sumber : Pearce, Evelyn C. 2009. Anatomi dan Fisiologi UntukParamedis.


Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.
(Halijah)