Anda di halaman 1dari 32

MAKALAH

ALJABAR LINIER DAN ALEMENTER


Tentang
BEBAS LINIER DAN BASIS DAN BIDANG DIMENSI
Dalam rangka memenuhi tugas aljabar linier dan alementer

Oleh:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Kelompok 3
Siti Fatimah
Azral Yulianti
Sri Wahyuni Ningsih
Arif Septiawan
Mia Julianti
Mifa hayati
Yenti Elfira

2414.005
2414.007
2414.017
2414.018
2414.026
2414.027
2414.033

Dosen Pembimbing Oleh :


RISNAWITA M.Si
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
BUKITTINGGI
2015/2016

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Puji syukur kami ucapkan kepada ALLAH SWT, atas karunianya dan hidayahnya
kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul BEBAS LINIER ,BASIS , DAN
BIDANG DIMENSI.Kami mengakui bahwa kami adalah manusia yang mempunyai
keterbatasan dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang diselesaikan dengan
sempurna. Begitu pula dengan makalah ini yang telah kami selesaikan. Kami
melakukannya dengansemaksimal semampu kami miliki. Di mana kami juga memilki
keterbatasan kemampuan.
Maka dari itu seperti yang telah di jelaskan bahwa kami memiliki keterbatasan
dan juga kekurangan,kami bersedia menerima kritikan dan saran dari pembaca yang
budiman. Kami akan menerima kritikan dan saran tersebut sebagai loncatan yang dapat
memperbaiki makalah kami di masa datang.
Dengan ini saya mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih
dan semoga Allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kubang Putih, 12 Juni 2015
Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam aljabar linear, sekelompok vektor disebut bebas linear apabila masingmasingnya tidak dapat ditulis sebagai kombinasi linear dari vektor-vektor yang lain.
Sekelompok vektor yang tidak memenuhi syarat ini dinamakan bergantung linier.
Sebuah himpunan bagian dari ruang vektor V disebut bergantung linear bila ada
sejumlah terhingga vektor berbeda-beda v1, v2, ..., vn dalam S dan skalar a1, a2, ..., an,
yang tidak semuanya nol, sehingga

Perhatikan bahwa nol di ruas kanan adalah vektor nol, bukan bilangan nol.
Bila persamaan tersebut hanya dipenuhi oleh skalar-skalar nol, vektor tersebut
disebut bebas linear.
Bebas linear dapat didefinisikan sebagai berikut: suatu himpunan vektor v1, v2, ..., vn
dikatakan bebas linear jika kombinasi linear nol atas vektor-vektor tersebut hanya
dipenuhi oleh solusi trivial; yaitu jika a1,a2,...,an adalah skalar sehingga

jika dan hanya jika ai = 0 untuk semua i = 1, 2, ..., n.


Misalkan V ruang vektor dan S={s1, s2, ...., sn}. S disebut basis dari V bila memenuhi
1. S bebas linier
2. S membangun V
Basis dari suatu ruang vektor tidak harus tunggal tetapi bisa lebih dari satu. Ada dua
macam basis yang kita kenal yaitu basis standar dan basis tidak standar.

B. Rumusan Masalah
Pada pembahasan ini penulis akan menjelaskan apa yang dimaksud dengan
kebebasan linear dan basis serta dimensi.

BAB II
PEMBAHASAN
BEBAS LINEAR
Dalam aljabar linear, sekelompok vektor disebut bebas linear apabila masingmasingnya tidak dapat ditulis sebagai kombinasi linear dari vektor-vektor yang lain.
Sekelompok vektor yang tidak memenuhi syarat ini dinamakan bergantung linier.
Sebagai contoh, dalam sebuah ruang vektor riil tiga dimensi
mengambil tiga vektor berikut:

kita bisa

Tiga vektor pertama adalah bebas linear, namun vektor keempat sama dengan 9
kali vektor pertama ditambah 5 kali vektor kedua ditambah 4 kali vektor ketiga, sehingga
keempat vektor tersebut bergantung linear. Kebebasan linear adalah sifat sekelompok
vektor, bukan sifat vektor tunggal. Kita dapat menulis vektor pertama sebagai kombinasi
linear tiga vektor berikutnya.

DEFINISI FORMAL
Sebuah himpunan bagian dari ruang vektor V disebut bergantung linear bila ada
sejumlah terhingga vektor berbeda-beda v1, v2, ..., vn dalam S dan skalar a1, a2, ..., an, yang
tidak semuanya nol, sehingga

Perhatikan bahwa nol di ruas kanan adalah vektor nol, bukan bilangan nol.
Bila persamaan tersebut hanya dipenuhi oleh skalar-skalar nol, vektor tersebut disebut
bebas linear.

Bebas linear dapat didefinisikan sebagai berikut: suatu himpunan vektor v1, v2, ...,
vn dikatakan bebas linear jika kombinasi linear nol atas vektor-vektor tersebut hanya
dipenuhi oleh solusi trivial; yaitu jika a1,a2,...,an adalah skalar sehingga

jika dan hanya jika ai = 0 untuk semua i = 1, 2, ..., n.

DEFENISI
Jika

adalah vektor dengan himpunan tak kosong, maka

vektor

Memiliki paling sedikit satu solusi yakni,

Jika hanya ini solusinya maka


maka

dinamakan bebas linear. Jika terdapat solusi lain

dinamakan tidak bebas linear.

CONTOH 1 TIDAK BEBAS LINEAR


Jika

maka vektor
adalah tidak bebas linear karena

CONTOH 2 TIDAK BEBAS LINEAR


Polinomial

Berbentuk sebuah tidak bebas linear dalam

karena

CONTOH 3 BEBAS LINEAR


Anggap vektor
dari komponen vektor

Menjadi

Atau setara dengan

dalam

. Istilah-istilah lain

Ini secara tidak langsung adalah

, jadi

adalah

bebas linear. Alasan yang sama dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa vektor

Berbentuk bebas linear dalam


CONTOH 4 MENENTUKAN BEBAS LINEAR ATAU TIDAK BEBAS
Tentukan apakah vektor

berbentuk bebas

linear atau tidak bebas linear


SOLUSI
Istilah dari komponen vektor

menjadi

Atau setara dengan

Samakan komponen yang cocok

Jadi,

berbentuk tidak bebas linear jika sistem ini mempunyai solusi

nontrivial, atau sebuah bebas linear jika hanya mempunyai solusi trivial. Penyelesaian
sistem ini menggunakan eliminasi Gauss

Jadi, solusi itu mempunyai solusi nontrivial dan

berbentuk tidak

bebas linear. Kemungkinan, kita bisa menunjukkan adanya solusi nontrivial tanpa
menyelesaikan sistem itu dengan menunjukkan bahwa koefisien matriks mempunyai
determinan 0 (nol) dan konsekuensinya tidak dapat dibalikkan (bukti).
CONTOH 5 BEBAS LINEAR DALAM

Tunjukkan bahwa polinomial


Berbentuk bebas linear dalam
SOLUSI
Misal

dan mengambil beberapa kombinasi

linear dari polinomial 0 (nol) yaitu

Atau setara dengan

Kita menunjukkan bahwa

Untuk melihat ini, ingat dari ajlabar bahwa polinomial bukan nol dari tingkat n
paling sedikit mempunyai sebagian besar n akar yang jelas. Tapi secara tidak langsung

Sebaliknya dapat terjadi dari 1 bahwa

adalah

polinomial bukan nol dengan akar yang tidak terbatas.


Bentuk bebas linear menyatakan bahwa vektor ketidakbebasan pada setiap
cara. Ikuti teorema dibawah ini yang merupakan fakta sebenarnya.
TEOREMA 5.3.1
A dan S dengan 2 atau lebih vektor adalah
1. Tidak bebas linear jika dan hanya jika paling sedikit dari vektor dalam S
dikatakan sebagai kombinasi linear dari vektor lain dalam S.
2. Bebas linear jika dan hanya jika tidak ada vektor dalam S dikatakan sebagai
kombinasi linear dari vektor lain dalam S.
Kita akan membuktikan bagian (a) dan kemudian membuktikan bagian (b) sebagai
latihan.
Bukti (a) misal

kumpulan 2 atau lebih vektor jika kita ambil

bahwa S adalah tidak bebas linear, kemudian skalarnya


sehingga

semua bukan nol

Spesifiknya, andaikata

Yangmana menyatakan bahwa

maka yang kedua dapat kita tulis dengan

sebagai kombinasi linear dari vektor lain dalam S.

Dengan cara yang sama jika

untuk beberapa j = 2, 3, ..., r maka

dinyatakan

sebagai kombinasi linear dari vektor lain dalam S.


Sebaliknya, misalkan kita mengambil palin sedikit satu dari vektor dalam S dinyatakan
sebagai kombinasi linear dari vektor lain. Menjadi khusus, andaikata

Jadi
Yang mengikuti bahwa S tidak bebas linear karena persamaan

Dipenuhi oleh

Yang mana tidak semuanya nol. Bukti untuk kasus diana beberapa vektor selain
dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear dari vektor-vektor lain pada S adalah
serupa.
TEOREMA 5.3.2
a) Suatu himpunan terhingga vektor-vektor yang mengandung vektor nol adalah
tidak bebas linear.
b) Suatu himpunan dengan tepat dua vektor adalah bebas linear jika dan hanya jika
tidak satupun dari vektornya merupakan kelipatan skalar dari vektor lainnya.
Kita akan menbuktikan bagian (a) dan kemudian membuktikan bagian (b) sebagai latihan.
Bukti (a) untuk vektor

sebarang, himpunan S = {

adalah

tidak bebas linear karena persamaan

Menyatakan nol sebagai suatu kombinasi linear dari vektor-vektor pada S dengan
koefisien-koefisien yang tidak semuanya nol.
CONTOH 6 MENGGUNAKAN TEORI 5.3.2b

Fungsi-fungsi
vektor pada F (

= x dan

= sin x membentuk suatu himpunan bebas linear vektor-

, karena tidak satupun dari fungsi tersebut merupakan suatu

kelipatan konstan dari fungsi lainnya.


Interpretasi geometrik dari kebebasan linear. Kebebasan linear memiliki sejumlah
interpretasi geometrik yang berguna pada

Pada

, suatu himpunan yang terdiri dari dua vektor adalah bebas

linear jika dan hanya jika vektor-vektor tersebut tidak terletak pada garis yang
sama ketika ditempatkan sehingga titik awalnya terletak pada titik asal.

Pada

, suatu himpunan yang terdiri dari tiga vektor adalah bebas linear jika

dan hanya jika vektor-vektor tersebut tidak terletak pada bidang yang sama ketika
ditempatkan sehingga titik awalnya terletak pada titik asal.
Hasil pertama sesuai dengan fakta bahwa dua vektor adalah bebas linear jika dan
hanya jika tidak satupun dari vektor tersebut merupakan kelipatan skalar dari vektor
lainnya. Secara geometris, hal ini sama dengan menyatakan bahwa vektor-vektor tersebut
tidak terletak pada bidang yang sama jika ditempatkan dengan titik awalnya terletak pada
titik asal.
Hasil kedua sesuai dengan fakta bahwa ketiga vektor adalah bebas linear jika dan
hanya jika tidak satupun dari vektor-vektor tersebut merupakan kombinasi linear dari dua
vektor lainnya. Secara geometris, hal ini sama dengan menyatakan bahwa tidak satupun
dari vektor-vektor tersebut terletak pada bidang yang sama dengan dua vektor lainnya,
atau dengan kata lain, ketiga vektor tersebut tidak terletak pada bidang yang sama ketika
ditempatkan dengan titik awalnya terletak pada titik asal.
Teorema berikut menunjukkan bahwa suatu himpunan bebas linear pada

dapat

mengandung maksimum n vektor.


TEOREMA 5.3.3
Misalkan S = {
maka S tidak bebas linear.
Bukti. Misalkan

adalah suatu himpunan vektor-vektor pada

. Jika r > n

Perhatikan persamaan

Jika kita menyatakan kedua ruas dari persamaan ini dalam komponen-komponennya yang
mana dinyatakan pada contoh 4. Kemudian menyetarakan komponen-komponen yang
sesuai, maka kita mendapatkan sistem

Ini merupakan sistem homogen yang terdiri dari n persamaan dengan r faktor yang
tidak diketahui (

karena r > n. Sesuai dengan Teorema 1.2, sistem tersebut

memiliki solusi nontrivial sehingga S = {

adalah suatu himpunan bebas

linear.
CATATAN. Dengan kata lain, dari teorema terdahulu telah dijelaskan tentang suatu
himpunan dalam

dengan dua vektor adalah tidak bebas linear dan suatu himpunan

dengan tiga vektor adalah bebas linear.

KEBEBASAN LINEAR DARI FUNGSI


Sewaktu-waktu kebebasan linear dari fungsi bisa di deduksi dari identitasidentitas yang telah diketahui. Untuk contoh, fungsi-fungsi

Terbentuk sebuah bebas linear pada F(

karena persamaan

5
Menyatakan nol sebagai sebuah kombinasi linear dari

dengan koefisien

yang tidak semuanya nol. Namun demikian, kita dapat menggunakan identitas seperti ini
dalam situasi khusus meskipun tidak secara umum digunakan untuk menyusun kebebasan
linear dan tidak bebas linear dari fungsi pada F(

, kita akan mengembangkan

sebuah teorema yang sewaktu-waktu bisa digunakan untuk menunjukkan suatu himpunan
dari fungsi adalah bebas linear.

Jika
pada interval (

dan

kali fungsi terdiferensiasikan

maka determinan dari

Disebut sebagai Wronskian dari

sebagaimana akan ditunjukkan,

determinnan berguna untuk membuktikan apakah fungsi

vdari sebuah

himpunan bebas linear vektor-vektor pada ruang vektor


Misalkan untuk sementara
, kemudian terdapat skalar

adalah vektor bebas linear pada


tidak semuanya nol sehingga

Untuk semua x, pada interval

dengan mengkombinasikan persamaan ini

dengan persamaan-persamaan yang diperoleh dengan n-1 diferensiasi yang berurutan


akan menghasilkan

Jadi, ketidakbebasan linear untuk

mengimplikasikan bahwa sistem linear

Memiliki sebuah solusi nontrivial untuk setiap x pada interval


untuk setiap x pada

. Implikasi ini

matriks koefisien tidak dapat dibalik, atau dengan kata lain

determinannya adalah nol untuk setiap x pada

. Jadi, jika Wranskiannya tidak

identik dengan nol pada

maka fungsi

bebas linear pada

pasti merupakan vektor-vektor

, penjelasan ini merupakan isi dari teorema berikut.

TEOREMA 5.3.4
Jika fungsi

memiliki n-1 turunan kontinu pada interval

dan

jika Wranskian dari fungsi tidak identik dengan nol pada interval

maka fungsi

akan membentuk suatu himpunan bebas linear dari himpunan pada

CONTOH 7 HIMPUNAN BEBAS LINEAR PADA


Tunjukkan fungsi
vektor pada

membentuk suatu himpunan bebas linear dari


.

SOLUSI
Pada contoh 6 kita melihat bahwa vektor-vektor dan suatu himpunan bebas linear dengan
tanda bahwa tidak satupun dari vektor itu adalah sebuah skalar dari vektor yang lain.
Namun demikian, untuk memberikan ilustrasi kita akan mendapatkan hasil yang sama
dengan menggunakan teorema 5.3.4. Wranskiannya adalah

Fungsi ini tidak memiliki nilai nol untuk semua x pada interval
taksiran pada x =

Jadi,

, bisa dilihat dari

dari sebuah himpunan bebas linear.

CONTOH 8 HIMPUNAN BEBAS LINEAR PADA


Tunjukkan
pada

dari sebuah himpunan bebas linear dari vektor


.

SOLUSI
Wranskiannya adalah

Fungsi ini tidak mempunyai nilai nol untuk semua x (sebenarnya untuk beberapa x) pada
interval

. Jadi,

membentuk suatu himpunan bebas linear.

CATATAN. Kebalikan dari teorema 5.3.4 adalah salah. Jika Wranskian untuk
identik dengan nol pada

maka tidak ada kesimpulan yang bisa diperoleh dari

kebebasan linear dari

himpunan dari vektor dapat berupa bebas linear atau

tidak bebas linear.

BASIS DAN DIMENSI


Basis adalah suatu ukuran tertentu yang menyatakan komponen dari sebuah vector.
Dimensi biasanya dihubungkan dengan ruang, misalnya garis adalah ruang dengan
dimensi 1. Bidang adalah uang dengan dimensi 2 dan seterusnya.

DEFINISI
Jika V adalah ruang vektor dan S = {

} adalah kumpulan vektor di

dalam V, maka S disebut sebagai basis dari ruang vektor V jika 2 syarat berikut ini
dipenuhi :
i.
ii.

S bebas linier
S serentang V

TEOREMA 5.4.1 KEUNIKAN REPRESENTASI BASIS

Jika S = {

} adalah suatu basis dari ruang vektor V aka setiap

vektor v pada V dapat dinyatakan dalam bentuk v =


dengan tepat satu cara.
CONTOH 1 BASIS STANDAR UNTUK
Misalkan e1 = ( 1, 0, 0, , 0 ), e2 = ( 0, 1, 0, , 0 ), , en = ( 0, 0, 0, , 1 ). Dalam
contoh pada pembahasan kebebasan linier, kita telah menunjukkan bahwa S = { e1, e2, ,
en } adalah himpunan bebas linier dengan Rn. Karena setiap vector v = (v1, v2, , vn)
pada Rn dapat dituliskan sebagai v = v1e1 + v2e2 + + vnen, maka S merentang Rn
sehingga S adalah sebuah basis. Basis tersebut dinamakan basis baku untuk Rn

CONTOH 2 BASIS STANDAR UNTUK


Himpunan S = { 1, x, x2, , xn } merupakan basis untuk ruang vector Pn yang
diperkenalkan dalam contoh 13 pada bagian Subruang. Dari contoh 18, vector vector
pada S merentang Pn. Untuk melihat bahwa S bebas linier, anggaplah bahwa suatu
kombinasi linier dari vector vector S adalah vector nol, yakni
c0 + c1x + + cnxn = 0 (untuk semua x)

(1.4)

Kita harus perlihatkan bahwa c0 = c1 = = cn = 0. Dari aljabar kita ketahui bahwa


polinom taknol berderajat n mempunyai paling banyak n akar yang berbeda. Karena (1.4)
memenuhi untuk semua x, maka setiap nilai x adalah sebuah akar dari ruas kiri, hal ini
berarti bahwa c1 = c2 = = cn = 0; kalau tidak, maka c0 + c1x + cnxn dapat mempunyai
paling banyak n akar. Maka himpunan S adalah himpunan bebas linier.

Basis S dalam contoh ini dinamakan basis baku untuk Pn


DEFENISI
Suatu ruang vektor taknol V disebut berdimensi terhingga jika terdiri dari himpunan
terhingga vektor-vektor

} yang membentuk suatu basis. Jika tidak

terdapat himpunan semacam ini, V disebut sebagai berdimensi takterhingga. Selain itu,
kita akan menganggap ruang vektor nol sebagai berdimensi terhingga.

TEOREMA 5.4.2

Misalkan V adalah suatu runag vektor berdimensi terhingga dan {


} adalah basis sebarang.

a) Jika suatu himpunan memiliki lebih dari n, maka himpunan tersebut


bersifat tidak bebas linear.
b) Jika suatu himpunan memiliki vektor kurang dari n, maka himpunan
tersebut bersifat tidan merentang V.
TEOREMA 5.4.3

Semua basis untuk ruang vektor berdimensi terhingga memiliki jumlah vektor
yang sama.Untuk melihat bagaimana teorema ini berkaitan dengan konsep dimensi,
ingatlah bahwa basis standar untuk

memiliki n vektor (Contoh 2). Jadi, teorema 5.4.3

secara tidak langsung menyatakan bahwa semua basis untuk


Khususnya setiap basis untuk
vektor dan setiap basis pada
berdimensi tiga,

memiliki n vektor.

memiliki 3 vektor, setiap basis untuk


(=R) memiliki satu vektor. Secara intuitif,

memiliki dua
adlah

(suatu bidang) adalah berdimensi dua, dan R (sssuatu garis) adalah

berdimensi satu. Jadi, untuk ruang-ruang vektor yang telah dikenal, jumlah vektor pada
suatu basis adalah sama dengan dimensinya. Ini mendasari dimensi berikut.
DEFENISI
Dimensi dari ruang vektor V yang berdimensi terhingga, dinotasikan dengan dim(V),
didefenisikan sebagai banyaknya vektor-vektor pada suatu basis untuk V. Selain itu, kita
mendefenisikan ruang vektor nol sebagai berdimensi nol.
CATATAN
Berawal dari sini, kita akan mengikuti aturan yang umum mengenai himpunan kosong
sebagai basis untuk ruang vektor nol. Hal ini konsisten dengan defenisi diatas, karena
himpunan kosong tidak memiliki vektor dan ruang vektor nol memiliki dimensi nol.
CONTOH 9 DIMENSI DARI BEBERAPA RUANG VEKTOR
dim

[basis standar memiliki n vektor (Contoh 2)]

dim

[basis standar memiliki

dim

[basis standar memiliki mn vektor (Contoh 6)]

vektor (Contoh 5)]

CONTOH 10 DIMENSI DARI RUANG SOLUSI


Tentukan basis dan dimensi dari ruang solusi sistem homogen

SOLUSI
Pada contoh 7 Subbab 1.2 telah ditunjukkan bahwa solusi umum dari sistem yang
diberikan adalah

Oleh karena itu, vektor-vektor solusi dapat ditulis sebagai

Yang menunjukkan bahwa vektor-vektor

Merentang ruang solusi karena keduanya juga bebas linear (buktikan),

adalah

suatu basis. Dan ruang dimensinya adalah ruang berdimensi dua.


BEBERAPA TEOREMA DASAR
Kita akan mencurahkan perhatian pada sederetan teorema yang akan
mengungkapkan hubungan yang tidak terlihat antara konsep merentang, kebebasan linear
basis dan dimensi. Teorema-teorema ini bukanlah merupakan pekerjaan yang sia-sia
dalam teori matematika tetapi teorema-teorema tersebut sangat penting untuk memahami
ruang-ruang vektor, dan sebagian besar aplikasi praktis dari aljabar linear yang disusun
berdasarkan konsep tersebut.
Teorema berikut, yang disebut Teorema Plus/Minus (penamaan kami sendiri), menyusun
dua prinsip dasar yang akan menjadi patokan sebagian besar teorema selanjtnya.
TEOREMA 5.4.4 TEOREMA PLUS/MINUS
Misalkan s sebuah himpunan tak kosong vektor-vektor pada ruang vektor V
a) Jika S adalah himpunan bebas linear, dan jika v adalah suatu vektor pada V yang
terletak diluar rentang(S), maka himpunan S {v} yang diperoleh dengan
menyisipkan v ke dalam S masih bersifat bebas linear.
b) Jika v adalah suatu vektor pada S yang dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear
dari vektor-vektor lainnya pada S, dan jika S {v} menotasikan himpunan yang
diperoleh dengan mengeluarkan v dari s, dan S {v} merentang ruang yang
sama; yaitu
rentang(S) = rentang(S {v})
kami akan mengalihkan pembuktiannya ke bagian akhir dari subbab ini, sehingga
kita dapat segera melanjutkan ke konsekuensi dari teorema tersebut.

Secara umum, untuk menunjukkan bahwa suatu himpunan vektor-vektor {


adalah basis untuk suatu ruang vektor V. Kita harus menunjukkan bahwa vektor-vektor
tersebut bebas linear dan merentang V. Tetapi, jika kita kebetulan mengetahui bahwa V
memiliki dimensi n (sehingga {

mengandung jumlah vektor yang tepat

untuk suatu basis), maka kita hanya perlu memeriksa salah satu, yaitu apakah bebas linear
atau merentang, sedangkan syarat lainnya akan berlaku secara otomatis. Penjelasan ini
merupakan isi dari teorema berikut.
TEOREMA 5.4.5
Jika V adalah suatu ruang vektor, dan jika S adalah suatu himpunan pada V
dengan tepat n vektor, maka S adalah basis untuk V jika salah satu dari S merentang V
atau S adalah bebas linear.
BUKTI.
Asumsikan S memiliki tepat n vektor dan merentang V. Untuk membuktikan
bahwa S adalah suatu basis, kita harus menunjukkan bahwa S adalah himpunan bebas
linear. Tetapi jika hal itu tidak berlaku, maka beberapa vektor v pada S adalah suatu
kombinasi linear dari vektor-vektor lainnya. Jika kita menghilangkan vektor ini, vektor
ini dari S, maka sesuai dengan Teorema Plus/Minus (Teorema 5.4.4b) diperoleh bahwa
vektor masih merentang V. Tetapi hal ini tidak mungkin karena sesuai Teorema
5.4.2b, tidak ada himpunan dengan vektor kurang dari n yang dapat merentang ruang
vektor berdimensi n. Dengan demikian S bebas linear.
Asumsikan bahwa S memiliki tepat n vektor dan merupakan suatu gimpunan
bebas linear. Untuk membuktikan bahwa S adalah suatu basis, kita harus menunjukkan
bahwa S merentang V. Tetapi jika hal ini tidak berlaku, maka terdapat beberapa vektor v
didalam V yang tidak berada pada rentang(S). Jika kita menyisipkan vektor ini ke dalam
S, maka sesuai dengan Teorema Plus/Minus (Teorema 5.4.4a) bahwa himpunan yang
terdiri dari

vektor ini akan msih bebas linear. Tetapi hal ini tidak mungkin, karena

menurut Teorema 5.4.2a tidak ada himpunan dengan vektor lebih dari n pada suatu ruang
vektor berdimensi n yang bebas linear. Dengan demikian, S merentang V.
CONTOH 11 MEMERIKSA BASIS
a) Tunjukkan bahwa
inspeksi

= (-3, 7) dan

= (5, 5) membentuk suatu basis untuk

melalui

b) Tunjukkan bahwa
untuk

= (2, 0, -1),

= (4, 0, 7),

= (-1, 1, 4) membentuk suatu basis

melalui inspeksi

SOLUSI (a)
Karena tidak satupun vektor yang merupakan kelipatan dari vektor lainnya, kedua vektor
membentuk suatu himpunan bebas linear pada ruang berdimensi dua

, dan oleh karena

itu membentuk suatu basis Teorema 5.4.5.

SOLUSI (b)
Vektor-vektor
(mengapa?). vektor
bebas linear. Karena

membentuk suatu himpunan bebas linear pada bidang xy


terletak diluar bidang xz, sehingga himpunan

juga

berdimensi tiga, Teorema 5.4.5 mengimplikasikan bahwa

adalah basis untuk untuk

Teorema berikut menunjukkan bahwa untuk suatu ruang V yang berdimensi terhingga,
setiap himpunan yang merentang V didalamnya mengandung suatu basis untuk V, dan
setiap himpunan bebas linear pada V adalah bagian dari beberapa basis untuk V.
TEOREMA 5.4.6
Misalkan S adalah himpunan terhingga dari vektor-vektor pada suatu ruang vektor V
berdimensi terhingga.
a) Jika S merentang V, tetapi bukan suatu basis untuk V, maka S dapat direduksi menjadi
suatu basis untuk V dengan mengeluarkan vektor-vektor yang sesuai dari S.
b) Jika S adalah suatu himpunan bebas linear yang belum merupakan basis utnuk V,
maka S dapat diperbesar menjadi suatu basis untuk V dengan menyisipkan vektorvektor yang sesuai dalam S.
Bukti
(a) Jika S adalah suatu himpunan vektor-vektor yang merentang V tetapi bukan
merupakan basis untuk V, maka S adalah suatu himpunan tidak bebas linear. Jadi,
beberapa vektor v pada S dapat dinyatakan sebagai suatu kombinasi linear dari vektorvektor lain pada S. Dengan menggunakan Teorema Plus/Minus (5.4.4b), kita dapat
mengeluarkan v dari S, dan himpunan S yang diperoleh masih akan tetap merentang V.
Jika S bebas linear, maka S adalah basis untuk V, dan pembuktian kita selesai. Jika S
adalah tidak bebas linear, maka kita dapat mengeluarkan beberapa vektor yang yang
sesuai dari Ssehingga menghasilkan S yang masih merentang V. Kita dapat terus
mengeluarkan vektor-vektor dengan cara ini sampai kita tiba pada suatu himpunan

vektor-vektor pada S yang bebas linear dan merentang. Subhimpunan dari S ini adalah
basis untuk V.
(b) Misalkan bahwa dim(V) = n. Jika S adalah himpunan bebas linear yang belum
menjadi basis untuk V, maka S gagal merentang V, dan terdapat beberapa vektor v pada V
yang tidak termasuk dalam rentang(S). Menurut Teorema Plus/Minus (5.4.4a), kita dapat
menyisipkan v ke dalam S, dan himpunan S yang diperoleh masih akan tetap bebas
linear. Jika S merentang V, maka S adalah basis untuk V, dan pembuktian kita selesai.
Jika S tidak merentang V, maka kita dapat menyisipkan suatu vektor yang sesuai ke
dalam S sehingga menghasilkan suatu himpunan S yang masih bebas linear. Kita dapat
terus menyisipkan vektor-vektor dengan cara ini hingga kita memperoleh suatu himpunan
dengan n vektor bebas linear pada V. Himpunan ini akan menjadi basis untuk V sesuai
dengan Teorema 5.4.5.
Itu bisa dibuktikan (latihan 30) bahwa subruang dari vektor berdimensi terhingga akan
berdimensi terhingga pula. Kita akan menutup subbab ini dengn=an suatu teorema yang
menunjukkan bahwa dimensi subruang dari suatu ruang vektor V yang berdimensi
terhingga tidak dapat melebihi dimensi dari V ini sendiri dan satu-satunya cara agar suatu
subruang dapat memiliki dimensi yang sama dengan V adalah jika subruang tersebut
merupakan seluruh ruang vektor V. Gambar 5.4.6 mengilustrasikan gagasan ini pada

Pada gambar tersebut, amati bahwa makin besar ruang subruang maka makin besar pula
dimensinya.

Garis melewati titik asal


(berdimensi 1)
Bidang melewati titik asal
(berdimensi 2)

Titik asal
(berdimensi 0)
Gambar 5.4.6

(berdimensi 3)

TEOREMA 5.4.7
Jika W adalah subruang dari suatu ruang vektor V yang berdimensi terhingga,
maka dim(W)

dim(V). Lebih lanjut, jika dim(W) = dim(V), maka W = V.

Bukti.
Karena V berdimensi terhingga, maka demikian juga W sesuai dengan latihan
30. Maka, misalkan S = {

adalah basis untuk W. Terdapat dua

kemungkinan, S juga merupakan basis untuk V atau tidak. Jika ya, maka dim(W) =
dim(V) = m. Jika tidak, maka sesuai dengan teorema 5.4.6b, vektor-vektor dapat

ditambahkan ke himpunan bebas linear S untuk membuatnya menjadi basis untuk V,


sehingga dim(W) < dim(V). Jadi, dim(W) dim(V) pada semua kasus. Jika dim(W) =
dim(V) maka S adalah suatu himpunan dari m vektor bebas linear pada ruang vektor V
yang berdimensi m. Oleh karena itu S adalah suatu basis untuk V sesuai Teorema 5.4.5.
Hal ini mengimplikasikan bahwa W = V

Soal
1. Diketahui

dan

Apakah saling bebas linear di


Jawab :
Tulis

Atau

Dengan OBE dapat diperoleh :

Dengan demikian diperoleh solusi tunggal yaitu :

Ini berarti

dan

adalah saling bebas linear.

2. Selidiki dan tentukan apakah himpunan vektor vektor dibawah ini bebas linier atau
bergantung linier ?
a. A = {2,2,3} dan B = {3,1,2}
b. B = {2,3,4} dan C = {4,6,8}

c. U = {3,-1,4,5} dan V = {1,2,1,6}


d. U = {1,2,3} V = {2,3,7} dan W = {0,0,0}
e. U = {5,2,3} V = {1,7,2} dan W= {10,4,6}
Jawab :
a. Himpunan vektor ini termasuk bebas linier karena semua anggota
himpunannya tidak berkelipatan.
b. Himpunan vektor ini disebut bergantung linier karena semua anggota
himpunannya berkelipatan satu sama lain yaitu C=2B.
c. Himpunan vektor ini termasuk bebas linier karena semua anggota
himpunannya tidak berkelipatan.
d. Jika ada himpunan yang mengandung nol berarti disebut bergantung linier
walaupun himpunan lain bebas linier tetapi jika ada himpunan yang
mengandung nol tetap disebut bergantung linier.
e. Jika kita menemukan soal seperti ini yang terdiri dari tiga himpunan bahkan
ada yang lebih.Dan kondisinya dimana dari tiga himpunan vektor
tersebut,hanya ada dua yang berkelipatan yaitu (U dan W) dan yang selain itu
himpunannya yaitu (V) bersifat bebas linier.Disini,jawabannya yaitu
bergantung linier karena sebagian bergantung linier atau dengan kata lin,lebih
dominan bergantung linier maka seluruhnya ikut bergantung linier.
3. Apakah himpunan vektor vektor dibawah ini termasuk basis R 3 ?
a. {2,1,3} dan {,1,3,4}
b. {1,2,3} {2,1,2} {1,1,1}
JAWAB :
a. Himpunan vektor ini tidak termasuk basis R3 karena dimensi R3 harus terdiri dari
tiga vektor,sedangkan disini hanya dua vektor.Tetapi sebenarnya ini bisa
termasuk R2 karena terdiri dari dua vektor.
b. Pertama kita tentukan himpunan ini bebas linier atau tidak.Secara langsung
sebenarnya kita sudah dapat mengetahui bahwa himpunan himpunan tersebut
bebas linier karena tidak berkelipatan.Selain itu,dapat juga termasuk basis R 3
karena terdiri dari tiga vektor.Jadi himpunan himpunan tersebut termasuk basis
R3.
4. Tentukan basis dan dimensi dari ruang vektor yang dibentuk oleh :
a. A={1,2,3} B={2,2,3} C={2,1,2}
b. A={1,2,3} B={2,4,6} C={2,3,5}
JAWAB :

a. Ketiga himpunan diatas termasuk vektor yang bersifat bebas linier.Oleh karena
itu dimensinya adalah 3 dan basis adalah {A,B,C}.Ketiganya termasuk basis
karena bebas linier.
b. Dari himpunan himpunan di atas,dua vektor yaitu {A,B} bergantung linier
karena berkelipatan.Karena lebih dominan bergantung linier sehingga {A,B,C}
bergantung linier.Tetapi karena yang dapat dikatakan sebagai basis harus bersifat
bebas linier sehingga kita dapat mengambil dua vektor yang bebas linier yaitu
{A,C}.Berarti dimensi adlah 2 karena vektor yang termasuk basis ada 2.Jadi
basisnya adalah {A,C}
5. Misalkan

Apakah ketiga vektor diatas saling bebas linear pada

JAWAB :
Tulis :

Atau

Dengan OBE diperoleh :

Ini menunjukkan bahwa


Jadi,

merupakan solusi tak hingga banyak

adalah vektor-vektor yang bergantung linear.

6. Tunjukkan bahwa himpunan matriks berikut :


Merupakan basis bagi matriks berukuran 2x2
JAWAB:
Tulis kombinasi linear

Atau

Dengan menyamakan setiap unsur pada kedua matriks, diperoleh SPL :

Determinan matriks koefisiennya (MK) = 48

Det(MK) 0 maka SPL memiliki solusi untuk setiap a, b, c, d


Jadi, M membangun M 2x2
Ketika a = 0, b = 0, c = 0, d = 0
Det(MK) 0 maka solusi SPL memiliki solusi tunggal.
Jadi, M bebas linear

Karena M bebas linear dan membangun M 2x2 maka M merupakan basis bagi M
2x2.
7. Diberikan SPL homogen
2p + q 2r 2s = 0
P q + 2r s = 0
-p + 2q 4r + s = 0
3p 3s
=0
Tentukan basis ruang solusi dari SPL diatas.
JAWAB:
SPL ditulis dalam bentuk :

Dengan melakukan OBE diperoleh :

Solusi SPL homogen tersebut adalah :

Dimana a, b merupakan parameter.


Jadi, basis ruang solusi dari SPL diatas adalah :

Dimensi dari basis ruang solusi dinamakan nulitas. Dengan demikian, nulitas dari
SPL diatas adalah 2.
8. Tentukan dimensi dari subruang pada bidang

Penyelesaian:
Persamaan bidang tersebut dapat diubah menjadi

dan karena

dan anu yang bebas maka keduanya dapat diganti menjadi


sehingga persamaaan bidang tadi menjadi

, dan

atau dalam bentuk

vektor

yang berarti

membangun bidang

, dan bebas linear (tunjukkan!).

Dengan demikian, B merupakan basis dan dimensinya 2.


9. Tentukan basis dan dimensi ruang vektor polinom yang terbentuk
dengan syarat
Penyelesaian:
Karna adanya syarat

Yang berarti
dan karena

bentuk vektor polinom menjadi

membangun ruang vektor polinom yang diberikan


bebas linear (tunjukkan !), maka

merupakan basis dab dimensinya 2.


10. Tentukan basis dan dimensi ruang penyelesaian sistem persamaan linear homogen
berikut.

Penyelesaian:

atau
atau
Karena

dan

adalah anu bebas kita misalkan

dan

maka didapatkan

Sehingga penyelesaiannya berbentuk

Jadi, basis ruang penyelesaian sistem persamaan linear di atas adalah


dan dimensinya 2.
11. Buktikan soal dibawah ini dengan kebebasan linear.
A { e1 = (4,-1,2)

e2 = (-4,10,2) }

Penyelesaian :
K1 e1 + k2 e2 = 0 k1 (4,-1,2) + k2 (-4,10,2) = (0,0,0)
4k1 4k2 == 0
-k1 + 10k2 = 0
2k2 + 2k2 = 0
Substitusi :
4k1 4k2 = 0
4k1 = 4k2

K1 = 4k2
-k1 + 10k2 = 0
-k2 + 10k2 = 0
9k2 = 0
K2 = 0
12. Selesaikanlah soal dibawah ini dengan metode kebebasan linear.
A { e1 = (0,0,2,2)

e2 = (3,3,0,0)

Penyelesaian :
K1e1 + k2e2 + k3e3
=0
K1(0,0,2,2) + k2 (3,3,0,0) + (1,1,0,-1) = (0,0,0,0)
3k 1 + k3 = 0 2k1 = 0
3k1 + k3 = 0
k1 = 0
2k1 = 0
2k1 k3 = 0
2k1 -k3 =
0 k3 = 0
3k2 + k3 = 0
3k2 0 = 0
K2 = 0
13. Tentukan basis dan dimensi ruang solusi SPL berikut :
2x1 + x2 + 3x3 = 0
X1 + 5x

=0

X 2 + x3

=0

Jawab :
2x1 + x2 + 3x3 = 0
X1 + 5x3
X 2 + x3

=0
=0

b1 b2

b2 b 3

b3 - b 2

-1/8b2

e3 = (1,1,0,-1)

X3 = 0

tidak ada basis dan dimesi = 0

X 2 + x3 = 0
X2 + 0 = 0
X2= 0
X1 + 5x3 = 0
X1+ 5.0 = 0
X1 = 0
14. Tentukan dimesi dan basis untuk ruang solusi dari sistem persamaan berikut :
X+y+z=0
3x + 2y 2x= 0
4x + 3y z = 0
6x + 5y + z = 0
Jawab :
X+y+z=0
3x + 2y 2x= 0
4x + 3y z = 0
6x + 5y + z = 0

b2 3b1
Misal :
X=t
Y + 5t = 0
Y +5t = 0
Y = -5t
X+y+z=0
X 5t + t = 0
X 4t = 0
X = 4t

=t

15. Apakah himpunan berikut basis untuk R3


A = { v1 = (0,1,2) v2 = (3,0,0 ) v3 = (2,1,0)}
Jawab :

(abc) = k1v1 + k2v2 + k3v3


= k1 (0,1,2) + k2 (3,0,0) + k3 (2,1,0)
3k2 + 2k3 = a
K 1 + k3 = b
K1 = c
K 1 + k3 = b
E + k3 = b
3k2 + 2k2 = 0

k 2= 0

K1+ k3+= 0 k3= 0


K1= 0

bebas linear

16. Tentukan apakah himpunan berikut ini bebas linear?


S = { (2,1,1) , (3,1,0) , (2,1,-3) }
Jawab:
S = { (2,1,1) , (3,1,0) , (2,1,-3) }
k1v1 + k2v2 ++ krvr = 0
menjadi
k1(2,1,1) + k2(3,1,0) + k3(2,1,-3) = (0,0,0)
(2k1+3k2+2k3 ,k1+k2+k3 ,k1-3k3) = (0,0,0)
didapat SPL
2k1+3k2+2k3 = 0
k1+k2+k3
=0
k1
-3k3 = 0
dengan aturan crammer, maka didapat k1 = 0/4 , k2 = 0/4, dan k3 = 0/4.
Karena determinan dari

adalah 4
Jadi persamaan tersebut mempunyai satu-satunya pemecahan yaitu k1=k2=k3 = 0
maka S bebas Linear.
u 1, 3, 2

a 1, 1, 1

17. Diketahui

dan

Apakah saling bebas linear di R3


Jawab :


k1u k 2 a 0

atau
-1

1
0
k1

1
0
k
0
1 2

dengan OBE dapat diperoleh :


-1

3
2

1 0

1 0
1 0

~ 0
0

0
0

1
4
1

~ 0
0

0
1
0

0
0

dengan demikian diperoleh solusi tunggal yaitu :


k1 = 0, dan k2 = 0.
Ini berarti dan adalah saling bebas linear.
18. Misalkan
1

a 3
2

b 1
1

c 6
4

Apakah ketiga vektor diatas saling bebas linear R3


Jawab :
0 k1a k 2b k3c

1
1

2 k1

6 k 2
4 k 3

dengan OBE diperoleh :


1

0
0

0
0

~ 0
0

0
0

Ini menunjukan bahwa k1, k2, k3 mrp solusi tak hingga banyak
a, b , c

Jadi,

adalah vektor-vektor yang bergantung linear.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setiap sistem pembentuk yang bebas linear adalah basis dari suatu ruang vektor.
Setiap himpunan u u1, u , u2, , u , un} yang } p p { {11, 2, , n} y g
bebas linear adalah basis dari ruang vektor berdimensi n.
Basis adalah suatu ukuran tertentu yang menyatakan komponen dari sebuah vector.
Dimensi biasanya dihubungkan dengan ruang, misalnya garis adalah ruang dengan
dimensi 1, bidang adalah uang dengan dimensi 2 dan seterusnya. Definisi basis secara
umum adalah sebagai berikut :
Jika V adalah ruang vektor dan S = {v1, v2, v3, .., vn} adalah kumpulan vektor di
dalam V, maka S disebut sebagai basis dari ruang vektor V jika 2 syarat berikut ini
dipenuhi :
1.
2.

S bebas linier;
S serentang V.

B. Saran
Demikian yang dapat penulis paparkan mengenai materi yang menjadi pokok
bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya,
kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada
hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dapat memberikan kritik dan
saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan
makalah di kesempatankesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi
penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya

DAFTAR PUSTAKA

http://downloads.ziddu.com/downloadfiles/6709393/BasisdanDimensi
http://id.wikibooks.org/wiki/Aljabar_linear/Basis_dan_Dimensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Kebebasan_linear
https://longsani.wordpress.com/2012/11/28/basis-dan-dimensi
Rorrers, Howard Anton Chris. Elementary Linear Algebra.

Anda mungkin juga menyukai