Anda di halaman 1dari 43

PENGANTAR

Analisis Hujan Desember 2011 dan Prakiraan Hujan Pebruari, Maret dan April 2012 disusun berdasarkan hasil pengamatan dari 260 stasiun dan pos hujan diambil sampel untuk daerah prakiraan sekitar 99 stasiun dan pos hujan di Propinsi Sulawesi Selatan. Selain berdasarkan masukan data tersebut, prakiraan sifat hujan dan curah hujan ini dibuat dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang setiap pertengahan bulan dibahas dalam pengkajian iklim/cuaca bulanan.

Disamping informasi di atas laporan ini dilengkapi dengan informasi cuaca ekstrim harian, verifikasi prakiraan hujan bulanan, analisis indeks kekeringan dan tingkat ketesediaan air tanah. Analisis dan prakiraan disajikan dalam bentuk tabel dan peta.

Informasi ini juga memperbaharui prakiraan sifat dan curah hujan yang diterbitkan

pada bulan September 2011 dalam Buletin Prakiraan Musim Hujan 2011/2012 Sulawesi Selatan, dan Buletin bulanan yang diterbitkan pada Nopember dan Desember 2011.

Kami mengucapkan terima kasih kepada pengamat curah hujan, pengamat SMPK dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota Maros, Pangkep, Bone, Barru, Bulukumba, Pare-Pare, Pinrang, Makassar, Gowa, Jeneponto, Tana Toraja, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Sidrap, Soppeng, Wajo, Sinjai, Bantaeng, Enrekang yang telah melaporkan data curah hujan tepat waktu.

Bagi stasiun hujan/SMPK yang belum mengirimkan data curah hujan/data iklim tepat waktu kami sangat mengharapkan data curah hujan/ data iklim telah dilaporkan lewat pos atau Fax. (0411) 372367 paling lambat tanggal 10 setiap bulannya dan data hujan dekade/sepuluh harian yang dikirim setiap dekade dalam format (Lampiran 10) melalui SMS No.HP : 081241494601.

Publikasi Prakiraan Curah Hujan Pebruari, Maret dan April 2012 Sulawesi Selatan ini dikirimkan ke Gubernur, Walikota, Bupati, Instansi Pemerintah dan Swasta yang terkait se Sulawesi Selatan guna kepentingan Daerah dalam menentukan kebijakan perencanaan pembangunan pertanian dan pembangunan lainnya.

Demikian publikasi ini disampaikan semoga bermanfaat, kritik dan saran untuk perbaikan publikasi ini sangat kami harapkan dan hargai.

Maros,

Januari 2012

KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI KELAS I MAROS

Ir. KARTIAMAN DAMANIK

NIP. 19561210 197611 1 001

i

DAFTAR ISI

Halaman

PENGANTAR

i

DAFTAR ISI

ii

PENGERTIAN

iv

I. RINGKASAN

1

II. ANALISIS DAN PREDIKSI DINAMIKA ATMOSFER DAN LAUT

4

A. ANALISIS DINAMIKA ATMOSFER DAN LAUT DESEMBER 2011

4

B. PREDIKSI LA NINA/EL NINO, DIPOLE MODE DAN SUHU PERMUKAAN LAUT JANUARI DAN PEBRUARI 2012

5

III. ANALISIS HUJAN DESEMBER 2011

6

A. ANALISIS CURAH HUJAN DESEMBER 2011

6

B. ANALISIS SIFAT HUJAN DESEMBER 2011

6

C. ANALISIS CURAH HUJAN EKSTRIM HARIAN DESEMBER 2011 …………………

7

D. VERIFIKASI PRAKIRAAN HUJAN DESEMBER 2011………………………………

8

1. Verifikasi Prakiraan Curah Hujan Desember 2011………………………………

9

2. Verifikasi Prakiraan Sifat Hujan Desember 2011

9

IV. ANALISIS INDEK KEKERINGAN OKTOBER – DESEMBER 2011

10

V. TINGKAT KETERSEDIAAN AIR TANAH DESEMBER 2011

11

VI. PRAKIRAAN PEBRUARI, MARET DAN APRIL 2012

12

A. PRAKIRAAN HUJAN PEBRUARI 2012

12

1. Prakiraan Curah Hujan Pebruari 2012

12

2. Prakiraan Sifat Hujan Pebruari 2012

12

B. PRAKIRAAN HUJAN MARET 2012

14

1. Prakiraan Curah Hujan Maret 2012

14

2. Prakiraan Sifat Hujan Maret 2012

15

C. PRAKIRAAN HUJAN APRIL 2012

16

1. Prakiraan Curah Hujan April 2012

16

2. Prakiraan Sifat Hujan April 2012

17

VII. ANALISIS MUSIM HUJAN 2011/2012 (s/d DESEMBER 2011) DI SULAWESI SELATAN

19

ii

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1a. TABEL ANALISIS HUJAN BULAN DESEMBER 2011

 

DI

SULAWESI SELATAN

20

Lampiran 1b. TABEL PRAKIRAAN HUJAN BULAN PEBRUARI 2012

 

DI

SULAWESI SELATAN

22

Lampiran 1c. TABEL PRAKIRAAN HUJAN BULAN MARET 2012

 

DI

SULAWESI SELATAN

24

Lampiran 1d. TABEL PRAKIRAAN HUJAN BULAN APRIL 2012

 

DI

SULAWESI SELATAN

26

Lampiran 2a. ANALISIS DINAMIKA ATMOSFER DAN LAUT DESEMBER 2011

28

Lampiran 2b.

PREDIKSI LA NINA/EL NINO, DIPOLE MODE DAN SUHU PERMUKAAN LAUT JANUARI DAN PEBRUARI 2012

DI

SULAWESI SELATAN

29

Lampiran 3a.

DISTRIBUSI CURAH HUJAN BULAN DESEMBER 2011

Lampiran 3b.

PROPINSI SULAWESI SELATAN ANALISIS SIFAT HUJAN BULAN DESEMBER 2011

30

PROPINSI SULAWESI SELATAN

30

Lampiran

4.

ANALISIS INDEK KEKERINGAN OKTOBER – DESEMBER 2011

31

Lampiran

5.

TINGKAT KETERSEDIAAN AIR TANAH DESEMBER 2011

 

DI

SULAWESI SELATAN

32

Lampiran 6a.

PRAKIRAAN CURAH HUJAN BULAN PEBRUARI 2012

PROPINSI SULAWESI SELATAN

33

Lampiran 6b.

PRAKIRAAN SIFAT HUJAN BULAN PEBRUARI 2012

PROPINSI SULAWESI SELATAN

33

Lampiran 7a.

PRAKIRAAN CURAH HUJAN BULAN MARET 2012

PROPINSI SULAWESI SELATAN

34

Lampiran 7b.

PRAKIRAAN SIFAT HUJAN BULAN MARET 2012

PROPINSI SULAWESI SELATAN

34

Lampiran 8a.

PRAKIRAAN CURAH HUJAN BULAN APRIL 2012

PROPINSI SULAWESI SELATAN

35

Lampiran 8b.

PRAKIRAAN SIFAT HUJAN BULAN APRIL 2012

PROPINSI SULAWESI SELATAN

35

Lampiran

9.

ANALISIS AWAL MUSIM HUJAN 2011/2012

 

(s/d DESEMBER 2011) DI SULAWESI SELATAN

36

Lampiran 10.

FORMAT PELAPORAN CURAH HUJAN DASARIAN VIA SMS

37

iii

1. EL-NINO DAN LA-NINA

PENGERTIAN

El Nino merupakan fenomena global dari system interaksi lautan atmosfer yang ditandai memanasnya suhu muka laut di Ekuator Pasifik Tengah (Nino 3,4) atau anomaly suhu muka laut di daerah tersebut positif (lebih panas dari rata-ratanya). Sementara, sejauh mana pengaruhnya El Nino di Indonesia, sangat tergantung dengan kondisi perairan wilayah Indonesia. Fenomena El Nino yang berpengaruh di wilayah Indonesia dengan diikuti berkurangnya curah hujan secara drastis, baru akan terjadi bila kondisi suhu perairan Indonesia cukup dingin. Namun bila kondisi suhu perairan Indonesia cukup hangat tidak berpengaruh terhadap kurangnya curah hujan secara signifikan di Indonesia. Disamping itu, mengingat luasnya wilayah Indonesia, tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena El Nino. Sedangkan La Nina merupakan kebalikan dari El Nino ditandai dengan anomali suhu anomali suhu muka laut negatif (lebih dingin dari rata-ratanya) di Ekuator Pasifik Tengah (Nino 3,4). Fenomena La Nina secara umum menyebabkan curah hujan di Indonesia meningkat bila dibarengi dengan menghangatnya suhu muka laut di perairan Indonesia. Demikian halnya El Nino, dampak La Nina tidak berpengaruh ke seluruh wilayah Indonesia.

2. DIPOLE MODE

Dipole Mode merupakan fenomena interaksi laut-atmosfer di Samudera Hindia yang dihitung berdasarkan perbedaan nilai (selisih) antara anomali suhu muka laut perairan pantai timur Afrika dengan perairan di sebelah barat Sumatera. Perbedaan nilai anomali suhu muka laut dimaksud disebut sebagai Dipole Mode Index (DMI). Untuk DMI positif, umumnya berdampak kurangnya curah hujan di Indonesia bagian barat, sedangkan nilai DMI negatif, berdampak meningkatnya curah hujan di Indonesia bagian barat.

3. CURAH HUJAN

Curah hujan (mm) merupakan ketinggian air hujan yang jatuh pada tempat yang datar dengan asumsi tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir. Curah hujan 1 (satu) mm adalah air hujan setinggi 1 (satu) mm yang jatuh (tertampung) pada tempat yang datar seluas 1 m 2 dengan asumsi tidak ada yang menguap, mengalir dan meresap.

4. CURAH HUJAN KUMULATIF SATU BULAN

Curah hujan kumulatif 1 (satu) bulan adalah jumlah curah hujan yang terkumpul selama 28 atau 29 hari untuk bulan Pebruari dan 30 atau 31 hari untuk bulan-bulan lainnya.

iv

5.

SIFAT HUJAN

Sifat hujan merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan kumulatif selama satu bulan di suatu tempat dengan rata-rata atau normalnya selama periode 30 tahun (1981 – 2010) pada bulan dan tempat yang sama.

Sifat hujan dibagi menjadi 3 katagori, yaitu :

a. Atas Normal (AN)

:

jika nilai perbandingannya

> 115%

b. Normal (N)

:

jika nilai perbandingan antara

85% - 115%

c. Bawah Normal (BN)

:

jika nilai perbandingannya

<

85%

6. INDEK KEKERINGAN

Indeks Kekeringan ditentukan berdasarkan perhitungan nilai SPI (Standardized Precipitation Index), dalam hal ini dengan menentukan tingkat kekeringan dan kebasahan berdasar penyimpangan jumlah curah hujan terhadap normalnya. Nilai SPI dihitung dengan menggunakan metode statistik probabilitas distribusi gamma.

a. Tingkat Kekeringan 1). Sangat Kering 2). Kering 3). Agak Kering

b. Normal

c. Tingkat Kebasahan 1). Agak Basah 2). Basah 3). Sangat Basah

:

: Jika nilai SPI - 2.00, dengan probabilitas 2.3% : Jika nilai SPI – 1.50 s/d -1.99, dengan probabilitas 4.4% : Jika nilai SPI – 1.00 s/d -1.49, dengan probabilitas 9.2%

: Jika nilai SPI – 0.99 s/d 0.99 dengan probabilitas 3.1%

:

: Jika nilai SPI 1.00 s/d 1.49, dengan probabilitas 9.2% : Jika nilai SPI 1.50 s/d 1.99, dengan probabilitas 4.4% : Jika nilai SPI 2.00, dengan probabilitas 2.3%

7. TINGKAT KETERSEDIAAN AIR TANAH

Tingkat ketersediaan air tanah di suatu lokasi dihitung berdasarkan neraca air lahan tanaman, yang merupakan pengurangan curah hujan dan evapotranspirasi, hingga diperoleh ketersediaan air tanah. Dengan memperhatikan sifat fisik tanah dan kemampuan jelajah akar tanaman diperoleh tingkat ketersediaan air tanah cukup, sedang dan kurang. Tingkat ketersediaan air tanah :

Cukup

a. : jika kadar air sedalam jelajah akar tanaman

Sedang

b. : jika kadar air sedalam jelajah akar tanaman

c. : jika kadar air sedalam jelajah akar tanaman

Kurang

v

> 60% 40 - 60% < 40%

I.

RINGKASAN

1. Pada bulan Desember 2011 Indeks Nino 3.4 bernilai -0.88 atau dalam kondisi La Nina lemah. Hal ini cukup signifikan dalam menambah massa uap air dari Samudera Pasifik ke wilayah Indonesia, sementara kondisi Dipole Mode pada bulan Desember 2011 bernilai 0.0 (netral). Kondisi ini tidak mempengaruhi massa uap air dari Samudera Hindia ke wilayah Indonesia bagian Barat. Prediksi indeks Nino 3.4 bulan Pebruari hingga Maret 2012 menunjukkan kondisi La Nina lemah, sedangkan untuk prediksi Dipole Mode beberapa bulan ke depan dalam kondisi normal positif tidak signifikan mengganggu keseimbangan curah hujan di Indonesia bagian Barat. Sirkulasi angin bulan Desember 2011 di wilayah Indonesia pada lapisan 850 mb (sekitar ketinggian 1.500 m) umumnya bertiup dari arah Barat dan Timur Laut, di belahan Selatan Indonesia bertiup dari arah Barat, di belahan Utara Indonesia bertiup dari arah Barat dan Timur Laut. Daerah konvergensi atau intertropical convergence zone (ITCZ) berada di sekitar garis khatulistiwa. Dari analisis liputan awan (cloud cover) selama bulan Desember 2011, liputan awan-awan tebal mendominasi wilayah di Sumatera, Kalimantan bagian Tengah dan Timur, Jawa dan Papua bagian Tengah dan Utara serta Sulawesi bagian Tengah. Jika dibandingkan dengan normalnya, daerah liputan awan pada bulan Desember 2011 relatif sama dengan rata-ratanya atau normalnya. Kondisi anomali suhu permukaan laut (SST) di sekitar wilayah Indonesia pada bulan Desember 2011 berkisar antara 0.0 s/d +0.6. Kondisi ini cukup signifikan dalam menambah curah hujan di wilayah Indonesia. Prediksi SST di wilayah Indonesia untuk bulan Pebruari 2012 umumnya berada pada kondisi relatif hangat (anomali bernilai (+0.25 s/d +0.5). Sementara untuk prakiraan bulan Maret hingga Juni 2012, umumnya berada pada kondisi normal.

2. Hasil analisis curah hujan pada bulan Desember 2011, curah hujan Sulawesi Selatan 6 - 868 mm. Curah hujan daerah Sulawesi Selatan di atas 200 mm meliputi Kabupaten Bone (Pg. Arosoe / Cina), Bulukumba (Kajang / Tanajaya), Jeneponto (Benteng / Allu), Luwu (Bastem / Bua), Luwu Timur (Burau), Pinrang (BPP. Mananrang/M. Bulu, SMPK. Tiroang), Sidrap (BPP. Passeno Baranti). Curah hujan daerah Sulawesi Selatan di atas 300 mm meliputi Kabupaten Enrekang (Enrekang), Gowa (BPP. Malakaji, BB. Malino/BPP. Tinggi Moncong, Stasiun Geofisika/Pagentungan), Luwu Timur (Angkona, Damsite/PT Inco, Malili, Mangkutana / Maleku, Wasuponda / Nuha), Luwu Utara (SMPK. Bone-Bone, Stamet Masamba), Pinrang (BPP. Cempa, BPP. Langga / M. Sompe, BPP. Pekkabata / Bittoang, Suppa / Maritengae), Wajo (Siwa / P. Panua), Luwu (Batusitanduk / Lamasi), Tana Toraja (BPP Sangalla / Saluallo, Stamet Pongtiku), Barru (BPP. Palanro, BPP. Tanete Rilau, Sumpangbinangae), Makassar, Maros (Balitjas / Staklim Maros, Batubassi / Simbang, BPP. Tanralili / Allaere, Stamet Hasanuddin), Pangkep (Balleangin / Balocci, BPP. Lebakkang / Gentung), Pare-Pare.

Analisis sifat hujan pada bulan Desember 2011 di Sulawesi Selatan umumnya

bersifat Atas Normal (AN) kecuali Bone (BPP. Bengo, PG. Camming), Bulukumba (BPP. Tanah Kongkong), Gowa (BB. Malino/BPP. Tinggi Moncong), Jeneponto (Benteng / Allu), Luwu (Bastem / Bua), Maros (Batubassi / Simbang, BPP. Tanralili / Allaere),

1

Pangkep (BPP. Lebakkang / Gentung), Pinrang (BPP. Mananrang / M. Bulu, SMPK. Tiroang), Selayar (Batangmata / Bontomatene), Sidrap (Amparita / Tellu Limpoe, BPP.

Passeno Baranti) bersifat Normal (N) dan Bone (BPP. Amali, Lanca / Tellu Siattinge), Bulukumba (Batukaropa, Bulo-Bulo / Tanete), Gowa (BPP. Malakaji), Luwu Utara (Malangke / Amasangen), Sidrap (BB Rappang / Pancarijang, Lajonga / Panca Lautan), Sinjai (Bikeru / S. Selatan), Soppeng (Pajalesang / Lili Rilau, Watan Soppeng / Lalabata),

Wajo (Anabanua / Maniangpajo, Paria / Majennang, Sakkoli / Sajoangin) bersifat Bawah

Normal (BN).

Analisis curah hujan ekstrim harian pada bulan Desember 2011 dengan kategori Lebat 50 – 100 mm per hari, terjadi di Barru (BPP. Palanro, BPP. Tanete Rilau, Sumpangbinangae), Bone (PG. Arosoe / Cina), Bulukumba (Kajang / Tanajaya), Enrekang (Enrekang), Gowa (BB. Malino/BPP. Tinggi Moncong, Stasiun Geofisika/Pagentungan), Jeneponto (Benteng / Allu), Luwu (Bastem / Bua, Batusitanduk / Lamasi), Luwu Timur (Angkona, Burau, Damsite / PT Inco, Malili, Mangkutana/Maleku, Wasuponda / Nuha), Luwu Utara (SMPK. Bone-Bone, Stamet Masamba), Makassar, Maros (Balitjas/Staklim Maros, Batubassi/ Simbang, BPP. Tanralili/Allaere, Stamet Hasanuddin), Pare-Pare, Pangkep (Balleangin / Balocci, BPP. Lebakkang/ Gentung), Pinrang (BPP. Cempa, BPP. Langga/M. Sompe, BPP. Mananrang/M. Bulu, BPP. Pekkabata/Bittoang, Suppa/Maritengae), Sidrap (BPP. Passeno Baranti, Tenru Tedong/ Dua Pitue), Tana Toraja (BPP Sangalla/Saluallo, Stamet Pongtiku). Sedangkan Hujan Sangat Lebat lebih dari 100 mm per hari, meliputi Barru (BPP. Palanro, Sumpangbinangae), Gowa (Stasiun Geofisika/Pagentungan), Luwu Timur (Malili), Luwu Utara (Stamet Masamba), Makassar (Biring Romang / Eks Staklim), Maros (Balitjas/Staklim Maros, Batubassi/ Simbang, BPP. Tanralili/Allaere, Stamet Hasanuddin), Pangkep (Balleangin / Balocci, BPP. Lebakkang/ Gentung), Pare-Pare, Pinrang (BPP. Langga / M. Sompe), Wajo (Siwa/P. Panua).

3. Verifikasi Prakiraan Curah Hujan Desember 2011; sesuai dengan observasi sekitar 88.5%, sedangkan menyimpang dari observasi sekitar 11.5%. Verifikasi Prakiraan Sifat Hujan Desember 2011 sesuai dengan observasi sekitar 88.6%, sedangkan menyimpang dari observasi sekitar 11.4%.

4. Analisis tingkat kekeringan dan kebasahan dengan menggunakan Indeks SPI, untuk akumulasi curah hujan tiga bulan Oktober – Desember 2011, pada umumnya propinsi Sulawesi Selatan dalam kondisi normal kecuali di sebagian Luwu Timur bagian timur, sebagian besar Pinrang, Enrekang bagian tengah, sebagian Luwu, sebagian Bone bagian utara, Pare-pare, Barru bagian utara, sebagian kecil Soppeng/Wajo dan Sidrap bagian tengah pada kondisi agak basah. Sedangkan sebagian kecil Sidrap pada kondisi basah.

5. Tingkat ketersediaan air tanah di propinsi Sulawesi Selatan pada bulan Nopember 2011 umumnya CUKUP. Beberapa daerah tingkat ketersediaan air tanahnya SEDANG, meliputi sebagian kecil Luwu bagian tengah, Enrekang bagian tengah, Pinrang bagian utara, Barru bagian tengah, Bone bagian barat, Maros bagian utara, Gowa bagian timur, Jeneponto bagian timur. Sedangkan daerah tingkat ketersediaan air tanahnya KURANG terjadi di Wajo, Sidrap, Soppeng, Barru bagian utara, sebagian besar Bone, Sinjai, Pare- Pare, Bulukumba, Bantaeng, sebagian besar Selayar, Luwu bagian selatan, Enrekang bagian selatan, Pinrang bagian tengah dan selatan.

2

6. Pada bulan Pebruari 2012, curah hujan di Sulawesi Selatan diprakirakan antara 61 – lebih dari 500 mm. Daerah dengan curah hujan di atas 200 mm meliputi Jeneponto bagian timur, sebagian besar Bantaeng, Bulukumba bagian barat, sebagian besar Sinjai, Bone bagian barat, Maros bagian utara, Soppeng bagian barat, Pare-pare, Pinrang bagian utara, Enrekang bagian utara, Palopo, sebagian kecil Selayar, Luwu bagian tengah, dan sebagian kecil Luwu Utara dan Luwu Timur. Sedangkan daerah dengan curah hujan relatif cukup tinggi, lebih dari 300 mm meliputi Jeneponto bagian barat, Takalar, Gowa, Makassar, sebagian besar Maros, Barru, sebagian besar Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu bagian utara, sebagian besar Luwu Tinur dan Luwu Utara. Sifat hujan pada bulan Pebruari 2012 di Sulawesi Selatan diprakirakan umumnya Atas Normal (AN) kecuali Bulukumba, Gowa bagian timur, Sinjai, Bone bagian barat dan tengah, Soppeng, Wajo, Selayar, Pinrang bagian timur, Enrekang bagian tengah dan sebagian kecil Luwu Utara dan Luwu Timur diprakirakan Normal (N).

7. Pada Maret 2012, curah hujan di Sulawesi Selatan diprakirakan antara 98 – lebih dari 500 mm. Daerah dengan curah hujan di atas 200 mm meliputi Takalar bagian selatan, Gowa bagian selatan, Bantaeng bagian utara, Sinjai bagian timur dan utara, Bulukumba bagian utara, Bone bagian timur dan selatan, Maros bagian utara, Barru bagian timur, Pare-pare, Pinrang, Soppeng bagian barat, Pangkep bagian timur, sebagian besar Enrekang, sebagian Luwu, sebagian Sidrap dan sebagian kecil Selayar. Sedangkan daerah dengan curah hujan relatif cukup tinggi, lebih dari 300 mm meliputi sebagian besar Gowa, Takalar bagian utara, Sinjai bagian tengah, sebagian besar Pangkep dan Barru, Tana Toraja, Toraja Utara, sebagian besar Luwu,Palopo, Luwu Tinur dan Luwu Utara. Sifat hujan pada bulan Maret 2012 di Sulawesi Selatan diprakirakan umumnya Normal (N) kecuali Gowa bagian timur, Makassar bagian selatan, Jeneponto bagian tengah, Pangkep, Barru, sebagian Bone, sebagia kecil Soppeng dan Wajo, Sidrap bagian utara, Enrekang bagian timur, sebagian besar Luwu dan Luwu Utara, dan Luwu Timur diprakirakan Atas Normal (AN). Sedangkan sebagian kecil Bone diperkirakan Bawah Normal (BN).

8. Pada April 2012, curah hujan di Sulawesi Selatan diprakirakan antara 92 – lebih dari 500 mm. Daerah dengan curah hujan di atas 200 mm meliputi Bulukumba bagian selatan dan timur, Gowa bagian selatan dan barat, Bantaeng bagian selatan, Takalar bagian timur, Makassar, sebagian besar Maros/ Bone/Barru, Pangkep, sebagian Soppeng, Wajo, Sidrap, Pinrang, Selayar, sebagian besar Enrekang, dan sebagian kecil Luwu. Sedangkan daerah dengan curah hujan relatif cukup tinggi, lebih dari 300 mm meliputi sebagian Bulukumba/Bantaeng, Sinjai, Gowa bagian tengah dan timur, sebagian Maros bagian selatan, Bone bagian selatan, sebagian kecil Wajo/Enrekang, sebagian besar Luwu, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu Utara, Luwu Timur dan Palopo. Sifat hujan pada bulan April 2012 di Sulawesi Selatan diprakirakan umumnya Normal (N) kecuali sebagian besar Bulukumba/Sinjai, sebagian kecil Gowa/Makassar/Soppeng, Barru/Enrekang, Pare-pare, sebagian besar Luwu, Toraja Utara, Palopo dan sebagian Luwu Utara/Tana Toraja/Luwu Timur diprakirakan Atas Normal (AN).

3

II.

ANALISIS DAN PREDIKSI DINAMIKA ATMOSFER DAN LAUT

A. ANALISIS DINAMIKA ATMOSFER DAN LAUT DESEMBER 2011

Hal-hal yang perlu disampaikan dalam analisis adalah, meliputi analisis terhadap perkembangan La Nina, Dipole Mode, kondisi sirkulasi angin, liputan awan, dan Suhu Permukaan Laut di Indonesia.

1. Perkembangan kondisi La Nina Indeks Nino 3.4 pada bulan Desember 2011 bernilai -0.88 atau masih berada pada kondisi La Nina lemah.

2. Dipole Mode Kondisi Dipole Mode pada bulan Desember 2011 bernilai 0.0 (netral). Kondisi ini tidak cukup signifikan dalam mempengaruhi massa uap air dari Samudera Hindia ke wilayah Indonesia bagian Barat.

3. Sirkulasi angin Pada bulan Desember 2011, sirkulasi angin di lapisan 850 mb umumnya bertiup dari arah Barat dan Timur Laut, di belahan Selatan Indonesia bertiup dari arah Barat, di belahan Utara Indonesia bertiup dari arah Barat dan Timur Laut. Daerah konvergensi atau intertropical convergence zone (ITCZ) berada di sekitar garis khatulistiwa. Daerah konvergensi atau intertropical convergence zone (ITCZ) posisinya masih berada di sekitar garis khatulistiwa. Curah hujan yang cukup tinggi pada bulan Desember di beberapa lokasi di Indonesia disebabkan oleh adanya pusat tekanan rendah.

4. Liputan awan Daerah liputan awan tebal di Indonesia pada bulan Desember 2011 berada di Sumatera, Kalimantan bagian Tengah dan Timur, Jawa Sulawesi bagian Tengah dan sebagian besar Papua bagian Tengah dan Utara. Jika dibandingkan dengan normalnya, maka daerah liputan awan pada bulan Desember 2011 relatif sama dengan rata-rata atau normalnya.

5. Kondisi Suhu Permukaan Laut (SST) di Indonesia Kondisi anomali suhu muka laut sekitar wilayah Indonesia pada bulan Desember 2011 pada umumnya berkisar antara 0.0 s/d +0.6. Kondisi ini relatif hangat hingga normal dan cukup signifikan dalam menambah curah hujan di wilayah Indonesia.

4

B. PREDIKSI LA NINA/EL NINO, DIPOLE MODE, DAN SUHU PERMUKAAN LAUT PEBRUARI DAN MARET 2012

1. Prediksi La Nina Indeks Nino 3.4 bulan Pebruari dan Maret 2012 menunjukkan kondisi La Nina moderate menurut NCEP (USA) dan Jamstec (Japan). Sedangkan BMKG memprediksi indeks Nino 3.4 berada pada kondisi La Nina lemah pada bulan Pebruari dan Maret 2012, sementara POAMA (Australia) memprediksi La Nina Lemah.

2. Prediksi Dipole Mode Prediksi Dipole Mode bulan Pebruari dan Maret 2012 bernilai positif (normal), tidak signifikan mengganggu keseimbangan curah hujan di Indonesia bagian Barat.

3. Prediksi Suhu Permukaan Laut (SST) Indonesia Prakiraan anomali suhu muka laut Indonesia pada bulan Pebruari dan Maret 2012 pada umumnya berada pada kondisi normal (-0.25 s/d +0.25) kecuali pada perairan di sekitar Jawa, Sumatera bagian Timur, Laut Arafuru dan Selat Makassar yang cenderung dingin (-0.25 s/d -0.5).

5

III. ANALISIS HUJAN DESEMBER 2011

A. ANALISIS CURAH HUJAN DESEMBER 2011

Berdasarkan pengamatan curah hujan pada bulan Desember 2011 di seluruh wilayah Sulawesi Selatan, disampaikan analisis curah hujan Desember 2011 sebagai berikut :

CURAH

 

HUJAN (mm)

KABUPATEN

0 - 20

Wajo (Anabanua / Maniangpajo)

21 - 50

Tidak Terjadi

51 - 100

Bulukumba (Batukaropa, BPP. Tanah Kongkong), Sidrap (Lajonga / Panca Lautan), Soppeng (Pajalesang / Lili Rilau, Watan Soppeng / Lalabata), Wajo (Paria / Majennang, Sakkoli / Sajoangin)

101

- 150

Bone (BPP. Amali, Lanca / Tellu Siattinge), Sidrap (Amparita / Tellu Limpoe, BB Rappang / Pancarijang)

 

Bone (BPP. Bengo, Macope / Awangpone, Pg. Camming), Bulukumba (Bulo-Bulo /

151

- 200

Tanete), Luwu Utara (Malangke / Amasangen), Selayar (Batangmata / Bontomatene), Sidrap (Tenru Tedong / Dua Pitue), Sinjai (Bikeru / S. Selatan)

 

Bone (Pg. Arosoe / Cina), Bulukumba (Kajang / Tanajaya), Jeneponto (Benteng /

201

- 300

Allu), Luwu (Bastem / Bua), Luwu Timur (Burau), Pinrang (BPP. Mananrang / M. Bulu, SMPK. Tiroang), Sidrap (BPP. Passeno Baranti)

 

Enrekang (Enrekang), Gowa (BPP. Malakaji), Luwu Timur (Angkona), Luwu Utara

301

- 400

(SMPK. Bone-Bone), Pinrang (BPP. Cempa, BPP. Langga / M. Sompe, BPP. Pekkabata / Bittoang), Wajo (Siwa / P. Panua)

 

Gowa (BB. Malino/BPP. Tinggi Moncong), Luwu (Batusitanduk / Lamasi), Luwu

401

- 500

Timur (Damsite / PT Inco, Malili, Mangkutana / Maleku), Pinrang (Suppa / Maritengae), Tana Toraja (BPP Sangalla / Saluallo, Stamet Pongtiku)

> 500

Barru (BPP. Palanro, BPP. Tanete Rilau, Sumpangbinangae), Gowa (Stasiun Geofisika/Pagentungan), Luwu Timur (Wasuponda / Nuha), Luwu Utara (Stamet Masamba), Makassar (Biring Romang / Eks Staklim, BPP. Barombong, Stamar Paotere), Maros (Balitjas / Staklim Maros, Batubassi / Simbang, BPP. Tanralili / Allaere, Stamet Hasanuddin), Pangkep (Balleangin / Balocci, BPP. Lebakkang / Gentung), Pare-Pare (Bukit Harapan / Soreang)

B. ANALISIS SIFAT HUJAN DESEMBER 2011

Analisis sifat hujan pada bulan Desember 2011 di wilayah Sulawesi Selatan sebagai berikut :

   

SIFAT HUJAN

 

KABUPATEN

ATAS NORMAL

   

NORMAL

BAWAH NORMAL

BANTAENG

 

X

 

X

 

X

 

BPP.

Palanro,

BPP.

   

BARRU

Tanete

Rilau,

 

-

 

-

Sumpangbinangae

   

BONE

Macope / Awangpone, PG. Arosoe / Cina

BPP.

Bengo,

PG.

BPP. Amali, Lanca / Tellu Siattinge

Camming

BULUKUMBA

Kajang / Tanajaya

 

BPP. Tanah Kongkong

 

Batukaropa,

Bulo-Bulo/

Tanete

ENREKANG

Enrekang

   

-

 

-

6

   

SIFAT HUJAN

KABUPATEN

ATAS NORMAL

   

NORMAL

BAWAH NORMAL

GOWA

Stasiun

BB.

Malino/BPP.

Tinggi

BPP. Malakaji

 

Geofisika/Pagentungan

 

Moncong

JENEPONTO

 

-

Benteng / Allu

 

-

LUWU

Batusitanduk / Lamasi

 

Bastem / Bua

 

-

LUWU TIMUR

Angkona, Burau, Damsite/PT Inco, Malili, Mangkutana / Maleku, Wasuponda / Nuha

 

-

-

LUWU UTARA

SMPK.

Bone-Bone,

 

Malangke / Amasangen

Stamet Masamba

   

-

 

Biring

Romang

/

Eks

   

MAKASSAR

Staklim, BPP.Barombong, Stamar Paotere

 

-

-

MAROS

Balitjas/Staklim

Maros,

Batubassi/Simbang, BPP. Tanralili / Allaere

 

Stamet Hasanuddin

-

PALOPO

 

X

 

X

X

PANGKEP

Balleangin / Balocci

 

BPP. Lebakkang/Gentung

-

PARE-PARE

Bukit Harapan / Soreang

-

-

PINRANG

BPP. Cempa, BPP. Langga/ M. Sompe, BPP. Pekkabata/Bittoang, Suppa / Maritengae

BPP. Mananrang / M. Bulu, SMPK. Tiroang

-

SELAYAR

 

-

Batangmata/Bontomatene

-

SIDRAP

Tenru Tedong / Dua Pitue

Amparita / Tellu Limpoe, BPP. Passeno Baranti

BB Rappang/ Pancarijang, Lajonga / Panca Lautan

SINJAI

 

-

 

-

Bikeru / S. Selatan

SOPPENG

   

Pajalesang/Lili

Rilau,

 

-

 

-

Watan Soppeng/Lalabata

TAKALAR

 

X

 

X

X

TANA TORAJA

BPP Sangalla / Saluallo, Stamet Pongtiku

 

-

-

TORAJA

     

UTARA

 

X

 

X

X

     

Anabanua/

Maniangpajo,

WAJO

Siwa / P. Panua

   

-

Paria/Majennang,

   

Sakkoli/Sajoangin

C. ANALISIS CURAH HUJAN EKSTREM HARIAN DESEMBER 2011

Analisis curah hujan ekstrim harian pada bulan Desember 2011 di wilayah Sulawesi Selatan adalah sebagai berikut :

CURAH HUJAN LEBAT (50 - 100 mm/hari) -

CURAH HUJAN SANGAT LEBAT (> 100 mm/hari) -

KABUPATEN

BANTAENG

7

   

CURAH HUJAN LEBAT

CURAH HUJAN SANGAT LEBAT

KABUPATEN

(50 - 100 mm/hari)

 

(> 100 mm/hari)

BARRU

BPP. Palanro, BPP. Tanete Rilau, Sumpangbinangae

BPP. Palanro, Sumpangbinangae

BONE

PG. Arosoe / Cina

 

-

BULUKUMBA

Kajang / Tanajaya

 

-

ENREKANG

Enrekang

 

-

GOWA

BB.

Malino/BPP.

Tinggi

Moncong,

Stasiun Geofisika/Pagentungan

Stasiun Geofisika/Pagentungan

JENEPONTO

Benteng / Allu

 

-

LUWU

Bastem / Bua, Batusitanduk / Lamasi

-

LUWU TIMUR

Angkona, Burau, Damsite / PT Inco, Malili, Mangkutana/Maleku, Wasuponda / Nuha

Malili

LUWU UTARA

SMPK. Bone-Bone, Stamet Masamba

Stamet Masamba

MAKASSAR

Biring Romang / Eks Staklim, BPP. Barombong, Stamar Paotere

Biring Romang / Eks Staklim

MAROS

Balitjas/Staklim Maros, Batubassi/ Simbang, BPP. Tanralili/Allaere, Stamet Hasanuddin

Balitjas / Staklim Maros, Batubassi / Simbang, BPP. Tanralili / Allaere, Stamet Hasanuddin

PALOPO

 

-

-

PANGKEP

Balleangin / Balocci, BPP. Lebakkang/ Gentung

Balleangin / Balocci, BPP. Lebakkang/ Gentung

PARE-PARE

Bukit Harapan / Soreang

 

Bukit Harapan / Soreang

 

BPP.

Cempa,

BPP.

Langga/M.

 

PINRANG

Sompe, BPP. Mananrang/M. Bulu,

BPP. Langga / M. Sompe

BPP.

Pekkabata/Bittoang,

Suppa/Maritengae

 

SELAYAR

 

-

-

SIDRAP

BPP. Passeno Baranti, Tenru Tedong/ Dua Pitue

-

SINJAI

 

-

-

SOPPENG

 

-

-

TAKALAR

 

-

-

TANA TORAJA

BPP

Sangalla/Saluallo,

Stamet

 

Pongtiku

 

-

TORAJA UTARA

 

-

-

WAJO

 

-

Siwa/P. Panua

D. VERIFIKASI PRAKIRAAN HUJAN DESEMBER 2011

Verifikasi Prakiraan Hujan Desember 2011 dihitung berdasarkan nilai Prakiraan Hujan Desember 2011 terhadap data hasil observasi hujan pada Desember 2011. Verifikasi Prakiraan Hujan yang disampaikan meliputi Verifikasi Prakiraan Curah Hujan Desember 2011 dan Prakiraan Sifat Hujan Desember 2011.

8

1.

Verifikasi Prakiraan Curah Hujan Desember 2011

1. Verifikasi Prakiraan Curah Hujan Desember 2011 Tabel 1. Hasil Verifikasi Prakiraan Curah Hujan Desember 2011

Tabel 1. Hasil Verifikasi Prakiraan Curah Hujan Desember 2011

Berdasarkan tabel 1. Hasil Verifikasi Prakiraan Curah Hujan Desember 2011 sebagai berikut :

a. Sesuai dengan prakiraan sebesar……………………

88.5%

b. Menyimpang dari prakiraan sebesar…………………

11.5%

Daerah yang menyimpang dari prakiraan meliputi sekitar Bulukumba (Batukaropa, Bulo- Bulo / Tanete), Luwu (Batusitanduk / Lamasi), Pinrang (Suppa / Maritengae / Majenang), Soppeng (Watan Soppeng / Lalabata), Wajo (Anabanua / Maniangpajo, Siwa / P. Panua)

2. Verifikasi Prakiraan Sifat Hujan Desember 2011

Prakiraan\Observasi

AN

N

BN

AN

26.70%

8.30%

11.70%

N

26.70%

15%

11.70%

BN

0%

0%

0%

Tabel 2. Hasil Verifikasi Prakiraan Sifat Hujan Desember 2011

Berdasarkan tabel 2. Hasil Verifikasi Prakiraan Curah Hujan Desember 2011 sebagai berikut :

a.

Sesuai dengan prakiraan sebesar………………………

88.6%

b. Menyimpang dari prakiraan sebesar……………………

11.4 %

Daerah yang menyimpang dari prakiraan meliputi Bulukumba (Batukaropa, Bulo-Bulo / Tanete), Gowa (BPP. Malakaji), Sidrap (BB Rappang / Pancarijang), Soppeng (Watan Soppeng / Lalabata), Wajo (Paria / Majennang, Sakkoli / Sajoangin)

9

IV. ANALISIS INDEKS KEKERINGAN OKTOBER – DESEMBER 2011

Berdasarkan hasil analisis tingkat kekeringan dan kebasahan dengan menggunakan Indeks SPI, untuk akumulasi curah tiga bulan Oktober – Desember 2011, pada umumnya wilayah Sulawesi Selatan dalam kondisi normal kecuali di wilayah tertentu dengan kondisi agak basah. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada table berikut :

TINGKAT

 

KEKERINGAN

KABUPATEN

Agak Kering

-

Kering

-

Sangat Kering

-

TINGKAT

 

KEBASAHAN

KABUPATEN

Agak Basah

Sebagian Luwu Timur bagian timur, sebagian besar Pinrang, Enrekang bagian tengah, sebagian Luwu, sebagian Bone bagian utara, Pare-pare, Barru bagian utara, sebagian kecil Soppeng/Wajo, Sidrap bagian tengah

Basah

Sebagian kecil Sidrap

Sangat Basah

-

10

V. TINGKAT KETERSEDIAAN AIR TANAH DESEMBER 2011

Tingkat ketersediaan air tanah dihitung berdasarkan neraca air lahan tanaman atau jumlah kandungan air tanah. Besarnya merupakan selisih curah hujan dan evapotranspirasi. Dengan memperhatikan sifat fisik tanah dan kemampuan jelajah akar tanaman diperoleh tingkat ketersediaan air tanah cukup, sedang dan kurang. Berikut ini hasil pantauan tingkat ketersediaan air tanah di wilayah Sulawesi Selatan selama bulan Desember 2011 adalah sebagai berikut :

KRITERIA

KABUPATEN

CUKUP

Luwu Timur, Palopo, Toraja Utara, Tana Toraja, sebagian besar Luwu, Enrekang bagian utara, Luwu Utara, sebagian besar Maros, Barru bagian selatan, Pangkep dan Makassar, Takalar, Jeneponto bagian tengah dan barat, Gowa bagian tengah dan barat,

SEDANG

Sebagian kecil Luwu bagian tengah, Enrekang bagian tengah, Pinrang bagian utara, Barru bagian tengah, Bone bagian barat, Maros bagian utara, Gowa bagian timur, Jeneponto bagian timur.

KURANG

Wajo, Sidrap, Soppeng, Barru bagian utara, sebagian besar Bone, Sinjai, Pare- Pare, Bulukumba, Bantaeng, sebagian besar Selayar, Luwu bagian selatan, Enrekang bagian selatan, Pinrang bagian tengah dan selatan.

11

VI.

PRAKIRAAN HUJAN PEBRUARI, MARET DAN APRIL 2012

A. PRAKIRAAN HUJAN PEBRUARI 2012

1. Prakiraan Curah Hujan Pebruari 2012

CURAH

 

HUJAN

KABUPATEN

(mm)

0 - 20

-

21 - 50

-

51 - 100

Bone (BPP. Amali, BPP. Tonra), Bulukumba (Bontobahari / Tanabaru, BPP. Tanah Kongkong), Wajo (BBu. Canru / S. Paru, BPP. Doping / Sajoangin, Menge / Belawa, Paria / Majennang, Sakkoli / Sajoangin)

 

Bone (BPP. Bengo, Macope / Awangpone, PG. Camming), Bulukumba (Kajang / Tanajaya), Pinrang (SMPK. Tiroang, Suppa / Maritengae / Majenang), Selayar (Batangmata / Bontomatene), Sidrap (Amparita / Tellu Limpoe, BB Rappang /

101

- 150

Pancarijang, BPP. Bila, BPP. Passeno Baranti, Lajonga / Panca Lautan, Lanrang, Tenru Tedong / Dua Pitue), Soppeng (BPP. Pattojo / Liliriaja, Marioriwawo, Pajalesang / Lili Rilau, Watan Soppeng / Lalabata), Wajo (Anabanua / Maniangpajo, Siwa / P. Panua)

 

Bantaeng (Lamalaka), Bone (Lanca / Tellu Siattinge, PG. Arosoe / Cina), Bulukumba (Batukaropa), Enrekang (Balajen / Alla, Maiwa/Maroangin), Luwu (Padansappa /

151

- 200

Bupon), Luwu Utara (Malangke / Amasangen), Maros (BPP. Mallawa / Padaolo), Pinrang (BPP. Langga / M. Sompe, BPP. Teppo / Patampanua), Selayar (Jampea / Pasimasunggu, Mattalalang / Bontoharu), Sinjai (BPP. Lappadata / S. Tengah, Manipi / Tassililu / S. Barat)

 

Bantaeng (Dampang), Bulukumba (Bulo-Bulo / Tanete), Enrekang (Enrekang), Jeneponto (Bontomatene), Luwu (Bastem / Bua, BPP. Suli, Larompong), Luwu Timur

201

- 300

(Angkona, Mangkutana / Maleku, Wasuponda / Nuha), Palopo (Wara), Pinrang (BPP. Cempa, BPP. Mananrang / M. Bulu, BPP. Pekkabata / Bittoang, Todokkong / Tuppu), Selayar (Pariangan/ Bontosikuyu), Sinjai (Bikeru / S. Selatan, Pasir Putih)

 

Barru (Tompo Lemo-Lemo / Sdn Menrong), Luwu (Batusitanduk / Lamasi), Luwu

301

- 400

Timur (Burau, Wotu / Bonepute), Luwu Utara (SMPK. Bone-Bone), Pare-Pare, Tana Toraja (BPP Malimbong / Rembon, BPP Sangalla / Saluallo, Mebali / Tampoa)

401

- 500

Barru (BPP. Palanro), Gowa (BPP. Malakaji), Jeneponto (Benteng / Allu), Luwu Timur (Damsite / PT Inco), Pangkep (BPP. Marang), Tana Toraja (Stamet Pongtiku)

> 500

Barru (BPP. Tanete Rilau, Sumpangbinangae), Gowa (BB. Malino/BPP. Tinggi Moncong, BPP. Bonto-Bonto / BBI Horti, Stasiun Geofisika/Pagentungan), Luwu Timur (Malili), Luwu Utara (Diperta Masamba, Stamet Masamba), Makassar, Maros (Balitjas / Staklim Maros, Batubassi / Simbang, BPP. Tanralili / Allaere, Stamet Hasanuddin), Pangkep (Balleangin / Balocci, BPP. Lebakkang / Gentung, Minasa Tene), Takalar (BPPK Galesong, BPPK Polobangkeng Utara, Lakatong / Cikoang), Toraja Utara (BPP Rantepao / Leang Tanduk)

2. Prakiraan Sifat Hujan Pebruari 2012

   

SIFAT HUJAN

KABUPATEN

ATAS NORMAL

NORMAL

BAWAH NORMAL

BANTAENG

Dampang, Lamalaka

-

-

BARRU

BPP. Palanro, BPP. Tanete Rilau, Sumpangbinangae, Tompo Lemo-Lemo

-

-

12

   

SIFAT HUJAN

KABUPATEN

ATAS NORMAL

NORMAL

BAWAH NORMAL

BONE

BPP. Tonra, Lanca / Tellu Siattinge, PG. Arosoe / Cina

BPP. Amali, BPP. Bengo, Macope / Awangpone, PG. Camming

-

   

Batukaropa, Bontobahari /

 

Tanabaru, BPP. Tanah

BULUKUMBA

-

Kongkong, Bulo-Bulo / Tanete, Kajang / Tanajaya

-

ENREKANG

Balajen / Alla, Maiwa/Maroangin

Enrekang

-

GOWA

BPP. Malakaji, Stasiun Geofisika/Pagentungan

BB. Malino/BPP. Tinggi Moncong, BPP. Bonto- Bonto / BBI Horti

-

JENEPONTO

Benteng / Allu, Bontomatene

-

-

LUWU

Bastem / Bua, Batusitanduk / Lamasi, BPP. Suli, Larompong, Padansappa / Bupon

-

-

LUWU TIMUR

Damsite / PT Inco, Malili, Wotu / Bonepute

Angkona, Burau, Mangkutana / Maleku, Wasuponda / Nuha

-

LUWU UTARA

Diperta Masamba, SMPK. Bone-Bone, Stamet Masamba

Malangke / Amasangen

-

MAKASSAR

Biring Romang / Eks Staklim, BPP. Barombong, Stamar Paotere

-

-

MAROS

Balitjas / Staklim Maros, Batubassi / Simbang, BPP. Mallawa / Padaolo, Stamet Hasanuddin

BPP. Tanralili / Allaere

-

PALOPO

Wara

-

-

PANGKEP

Balleangin / Balocci, Minasa Tene

BPP. Lebakkang / Gentung, BPP. Marang

-

PARE-PARE

Bukit Harapan / Soreang

-

-

PINRANG

BPP. Cempa, BPP. Mananrang / M. Bulu, BPP. Pekkabata / Bittoang

BPP. Langga / M. Sompe, BPP. Teppo / Patampanua, SMPK. Tiroang, Suppa / Maritengae / Majenang, Todokkong / Tuppu

-

   

Batangmata / Bontomatene, Jampea /

 

SELAYAR

-

Pasimasunggu, Mattalalang / Bontoharu, Pariangan/ Bontosikuyu

-

SIDRAP

BPP. Bila, Lajonga / Panca Lautan, Tenru Tedong / Dua Pitue

Amparita / Tellu Limpoe, BB Rappang / Pancarijang, BPP. Passeno Baranti, Lanrang

-

   

Bikeru / S. Selatan, BPP.

 

SINJAI

Lappadata / S. Tengah,

-

Manipi / Tassililu / S. Barat, Pasir Putih

-

13

   

SIFAT HUJAN

KABUPATEN

ATAS NORMAL

NORMAL

BAWAH NORMAL

   

BPP. Pattojo / Liliriaja,

 

SOPPENG

Marioriwawo, Pajalesang /

-

Lili Rilau, Watan Soppeng / Lalabata

-

TAKALAR

BPPK Galesong, BPPK Polobangkeng Utara, Lakatong / Cikoang

-

-

TANA

BPP.Malimbong/ Rembon, BPP.Sangalla/Saluallo, Mebali/ Tampoa, Stamet Pongtiku

   

TORAJA

-

-

TORAJA

BPP Rantepao / Leang Tanduk

   

UTARA

-

-

   

Anabanua/ Maniangpajo, BBU. Canru/S. Paru, BPP.Doping/Sajoangin,

 

WAJO

-

Menge/Belawa, Paria/Majennang, Sakkoli/Sajoangin, Siwa/P. Panua)

-

B. PRAKIRAAN HUJAN MARET 2012

1. Prakiraan Curah Hujan Maret 2012

CURAH

 

HUJAN

KABUPATEN

(mm)

0 - 20

-

21 - 50

-

51 - 100

Bone (Lanca / Tellu Siattinge), Bulukumba (BPP. Tanah Kongkong)

 

Bantaeng (Lamalaka), Bone (Macope / Awangpone), Bulukumba (Bontobahari /

101

- 150

Tanabaru, Kajang / Tanajaya), Jeneponto (Bontomatene), Maros (BPP. Mallawa / Padaolo), Pinrang (Suppa / Maritengae / Majenang), Sidrap (Amparita / Tellu Limpoe), Soppeng (Marioriwawo)

 

Barru (Tompo Lemo-Lemo), Bone (BPP. Amali, BPP. Bengo, PG. Camming), Bulukumba (Batukaropa), Enrekang (Balajen / Alla, Maiwa/Maroangin), Jeneponto (Benteng / Allu), Pinrang (BPP. Cempa, SMPK. Tiroang), Selayar (Batangmata /

151

- 200

Bontomatene, Jampea / Pasimasunggu, Pariangan/ Bontosikuyu), Sidrap (BB Rappang / Pancarijang, BPP. Bila, BPP. Passeno Baranti, Lajonga / Panca Lautan, Tenru Tedong / Dua Pitue), Soppeng (BPP. Pattojo / Liliriaja, Pajalesang / Lili Rilau, Watan Soppeng / Lalabata), Wajo (BBU. Canru / S. Paru, Menge / Belawa, Paria / Majennang, Sakkoli / Sajoangin)

 

Bantaeng (Dampang), Bone (BPP. Tonra, PG. Arosoe / Cina), Enrekang (Enrekang), Gowa (BPP. Malakaji), Luwu (Bastem / Bua, Batusitanduk / Lamasi, Larompong), Luwu Utara (SMPK. Bone-Bone), Pinrang (BPP. Langga / M. Sompe, BPP.

201

- 300

Mananrang / M. Bulu, BPP. Pekkabata / Bittoang, BPP. Teppo / Patampanua, Todokkong / Tuppu), Selayar (Mattalalang / Bontoharu), Sidrap (Lanrang), Sinjai (BPP. Lappadata / S. Tengah, Manipi / Tassililu / S. Barat), Takalar (BPPk Galesong, BPPK Polobangkeng Utara /, Lakatong / Cikoang), Wajo (Anabanua / Maniangpajo, BPP. Doping / Sajoangin, Siwa / P. Panua)

14

CURAH

 

HUJAN

KABUPATEN

(mm)

 

Barru (BPP. Tanete Rilau), Bulukumba (Bulo-Bulo / Tanete), Gowa (Stasiun Geofisika/Pagentungan), Luwu (BPP. Suli, Padansappa / Bupon), Luwu Timur (Damsite / PT Inco, Mangkutana / Maleku, Wasuponda / Nuha, Wotu / Bonepute),

301

- 400

Luwu Utara (Malangke / Amasangen), Makassar, Maros (Balitjas / Staklim Maros, BPP. Tanralili / Allaere, Stamet Hasanuddin), Palopo (Wara), Pangkep (BPP. Lebakkang / Gentung), Pare-Pare, Sinjai (Bikeru / S. Selatan, Pasir Putih), Tana Toraja (BPP Malimbong / Rembon, BPP Sangalla / Saluallo, Stamet Pongtiku)

401

- 500

Gowa (BB. Malino/BPP. Tinggi Moncong), Luwu Timur (Burau), Maros (Batubassi / Simbang), Pangkep (Balleangin / Balocci)

> 500

Barru (BPP. Palanro, Sumpangbinangae), Gowa (BPP. Bonto-Bonto / BBI Horti), Luwu Timur (Angkona, Malili), Luwu Utara (Diperta Masamba, Stamet Masamba), Pangkep (BPP. Marang, Minasa Tene), Tana Toraja (Mebali / Tampoa), Toraja Utara (BPP Rantepao / Leang Tanduk)

2. Prakiraan Sifat Hujan Maret 2012

   

SIFAT HUJAN

KABUPATEN

ATAS NORMAL

NORMAL

BAWAH NORMAL

BANTAENG

-

Dampang, Lamalaka

-

BARRU

BPP. Palanro,

BPP. Tanete Rilau, Tompo Lemo-Lemo /

 

Sumpangbinangae

-

BONE

BPP. Amali, BPP. Tonra

BPP. Bengo, PG. Arosoe / Cina, PG. Camming

Lanca / Tellu Siattinge, Macope / Awangpone

   

Batukaropa, Bontobahari /

 

BULUKUMBA

Tanabaru, BPP. Tanah

-

Kongkong, Bulo-Bulo / Tanete, Kajang / Tanajaya

-

ENREKANG

 

Balajen / Alla, Enrekang,

 

-

Maiwa/Maroangin

-

GOWA

BPP. Bonto-Bonto / BBI Horti

BB. Malino/BPP. Tinggi Moncong, BPP. Malakaji, Stasiun Geofisika/Pagentungan

-

JENEPONTO

Bontomatene

Benteng / Allu

-

LUWU

BPP. Suli, Larompong, Padansappa / Bupon

Bastem / Bua, Batusitanduk / Lamasi

-

LUWU TIMUR

Angkona, Burau, Malili

Damsite / PT Inco, Mangkutana / Maleku, Wasuponda / Nuha, Wotu / Bonepute

-

LUWU

Diperta Masamba,

Malangke / Amasangen, SMPK. Bone-Bone

-

UTARA

Stamet Masamba

MAKASSAR

BPP. Barombong

Biring Romang / Eks Staklim, Stamar Paotere

-

   

Balitjas / Staklim Maros, Batubassi / Simbang, BPP.

 

MAROS

-

Mallawa / Padaolo, BPP. Tanralili / Allaere, Stamet Hasanuddin

-

PALOPO

-

Wara

-

PANGKEP

BPP. Marang, Minasa Tene

Balleangin / Balocci, BPP. Lebakkang / Gentung

-

15

   

SIFAT HUJAN

KABUPATEN

ATAS NORMAL

NORMAL

BAWAH NORMAL

PARE-PARE

-

Bukit Harapan / Soreang

-

   

BPP. Cempa, BPP. Langga / M. Sompe, BPP. Mananrang / M. Bulu, BPP.

 

Pekkabata / Bittoang, BPP.

PINRANG

-

Teppo / Patampanua, SMPK. Tiroang, Suppa / Maritengae / Majenang, Todokkong / Tuppu

-

   

Batangmata / Bontomatene, Jampea /

 

SELAYAR

-

Pasimasunggu, Mattalalang / Bontoharu, Pariangan/ Bontosikuyu

-

SIDRAP

BPP. Passeno Baranti, Lajonga / Panca Lautan, Lanrang

Amparita / Tellu Limpoe, BB Rappang / Pancarijang, BPP. Bila, Tenru Tedong / Dua Pitue

-

   

Bikeru / S. Selatan, BPP.

 

SINJAI

Lappadata / S. Tengah,

-

Manipi / Tassililu / S. Barat, Pasir Putih

-

   

BPP. Pattojo / Liliriaja,

 

SOPPENG

Marioriwawo, Pajalesang /

-

Lili Rilau, Watan Soppeng / Lalabata

-

   

BPPK Galesong, BPPK

 

TAKALAR

-

Polobangkeng Utara, Lakatong / Cikoang

-

TANA

 

BPP Malimbong / Rembon, BPP Sangalla / Saluallo, Stamet Pongtiku

 

TORAJA

Mebali / Tampoa

-

TORAJA

-

BPP Rantepao / Leang

-

UTARA

Tanduk

WAJO

Anabanua / Maniangpajo, BPP. Doping / Sajoangin

BBU. Canru / S. Paru, Menge / Belawa, Paria / Majennang, Sakkoli / Sajoangin, Siwa / P. Panua

-

C. PRAKIRAAN HUJAN APRIL 2012

1. Prakiraan Curah Hujan April 2012

CURAH

 

HUJAN

KABUPATEN

(mm)

0 - 20

-

21 - 50

-

51 - 100

Barru (Tompo Lemo-Lemo), Jeneponto (Bontomatene)

101 - 150

Jeneponto (Benteng / Allu), Maros (BPP. Mallawa / Padaolo), Pinrang (Suppa / Maritengae / Majenang), Sidrap (Lajonga / Panca Lautan)

16

CURAH

 

HUJAN

KABUPATEN

(mm)

 

Bantaeng (Lamalaka), Bone (BPP. Bengo), Bulukumba (Bontobahari / Tanabaru), Pangkep (BPP. Marang), Pinrang (BPP. Mananrang / M. Bulu), Sidrap (Amparita /

151

- 200

Tellu Limpoe, Bb Rappang / Pancarijang, BPP. Passeno Baranti), Soppeng (Pajalesang / Lili Rilau, Watan Soppeng / Lalabata), Takalar (BPPK Galesong, BPPK Polobangkeng Utara, Lakatong / Cikoang), Wajo (BBU. Canru / S. Paru)

 

Barru (BPP. Palanro, BPP. Tanete Rilau), Bone (BPP. Amali, Macope / Awangpone, PG. Camming), Bulukumba (BPP. Tanah Kongkong, Kajang / Tanajaya), Enrekang (Balajen / Alla, Maiwa/Maroangin), Gowa (BPP. Malakaji, Stasiun Geofisika/Pagentungan), Luwu (Bastem / Bua, Larompong), Makassar, Maros (Balitjas

201

- 300

/ Staklim Maros, Batubassi / Simbang, BPP. Tanralili / Allaere, Stamet Hasanuddin), Pangkep (BPP. Lebakkang / Gentung, Minasa Tene), Pinrang (BPP. Cempa, BPP. Langga / M. Sompe, SMPK. Tiroang), Selayar (Batangmata / Bontomatene, Jampea / Pasimasunggu, Mattalalang / Bontoharu, Pariangan/ Bontosikuyu), Sidrap (BPP. Bila, Lanrang), Soppeng (BPP. Pattojo / Liliriaja, Marioriwawo), Wajo (Anabanua / Maniangpajo, Menge / Belawa, Paria / Majennang, Sakkoli / Sajoangin)

 

Bantaeng (Dampang), Barru (Sumpangbinangae), Bone (BPP. Tonra, Lanca / Tellu Siattinge), Bulukumba (Batukaropa), Enrekang (Enrekang), Gowa (BPP. Bonto-Bonto / BBI Horti), Luwu (Batusitanduk / Lamasi, BPP. Suli, Padansappa / Bupon), Luwu

301

- 400

Timur (Angkona, Burau), Luwu Utara (SMPK. Bone-Bone), Pangkep (Balleangin / Balocci), Pare-Pare, Pinrang (BPP. Pekkabata / Bittoang, BPP. Teppo / Patampanua, Todokkong / Tuppu), Sidrap (Tenru Tedong / Dua Pitue), Sinjai (BPP. Lappadata/S. Tengah, Manipi /Tassilil/S. Barat), Tana Toraja (BPP Malimbong/Rembon, BPP Sangalla/Saluallo), Wajo (BPP. Doping/Sajoangin, Siwa/P. Panua)

 

Bone (PG. Arosoe / Cina), Bulukumba (Bulo-Bulo / Tanete), Luwu Timur (Damsite / PT

401

- 500

Inco, Wasuponda / Nuha, Wotu / Bonepute), Luwu Utara (Diperta Masamba, Malangke / Amasangen), Palopo (Wara), Tana Toraja (Mebali / Tampoa)

> 500

Gowa (Bb. Malino/BPP. Tinggi Moncong), Luwu Timur (Malili, Mangkutana / Maleku), Luwu Utara (Stamet Masamba), Sinjai (Bikeru / S. Selatan, Pasir Putih), Tana Toraja (Stamet Pongtiku), Toraja Utara (BPP Rantepao / Leang Tanduk)

2. Prakiraan Sifat Hujan April 2012

   

SIFAT HUJAN

KABUPATEN

ATAS NORMAL

 

NORMAL

BAWAH NORMAL

BANTAENG

-

Dampang, Lamalaka

-

BARRU

Sumpangbinangae

BPP. Palanro, BPP. Tanete Rilau, Tompo Lemo-Lemo

-

   

BPP. Amali, BPP. Bengo, BPP. Tonra, Lanca / Tellu

 

BONE

-

Siattinge, Macope / Awangpone, PG. Arosoe / Cina, PG. Camming

-

BULUKUMBA

Batukaropa, BPP. Tanah Kongkong, Bulo-Bulo / Tanete

Bontobahari / Tanabaru, Kajang / Tanajaya

-

ENREKANG

Enrekang

Balajen / Alla, Maiwa/Maroangin

-

   

Bb. Malino/BPP. Tinggi Moncong, BPP. Bonto-Bonto

 

GOWA

-

BBI Horti, BPP. Malakaji, Stasiun Geofisika/Pagentungan

/

-

JENEPONTO

-

Benteng / Allu, Bontomatene

-

LUWU

BPP. Suli, Padansappa / Bupon

Bastem / Bua, Batusitanduk

-

/

Lamasi, Larompong

17

   

SIFAT HUJAN

KABUPATEN

ATAS NORMAL

 

NORMAL

BAWAH NORMAL

LUWU TIMUR

Malili, Mangkutana / Maleku

Angkona, Burau, Damsite / PT Inco, Wasuponda / Nuha, Wotu / Bonepute

-

LUWU

UTARA

Stamet Masamba

Diperta Masamba, Malangke

Amasangen, SMPK. Bone- Bone

/

-

MAKASSAR

BPP. Barombong

Biring Romang / Eks Staklim, Stamar Paotere

-

   

Balitjas / Staklim Maros, Batubassi / Simbang, BPP.

 

MAROS

-

Mallawa / Padaolo, BPP. Tanralili / Allaere, Stamet Hasanuddin

-

PALOPO

Wara

 

-

-

   

Balleangin / Balocci, BPP.

 

PANGKEP

-

Lebakkang / Gentung, BPP. Marang, Minasa Tene

-

PARE-PARE

Bukit Harapan / Soreang

 

-

-

   

BPP. Cempa, BPP. Langga /

 

M.

Sompe, BPP. Mananrang

Suppa / Maritengae / Majenang

/

M. Bulu, BPP. Pekkabata /

PINRANG

Bittoang, BPP. Teppo / Patampanua, SMPK. Tiroang, Todokkong / Tuppu

-

SELAYAR

Batangmata / Bontomatene, Jampea / Pasimasunggu, Mattalalang / Bontoharu, Pariangan/ Bontosikuyu

 

-

-

SIDRAP

Lanrang, Tenru Tedong / Dua Pitue

Amparita / Tellu Limpoe, Bb Rappang / Pancarijang, BPP. Bila, BPP. Passeno Baranti, Lajonga / Panca Lautan

-

 

Bikeru / S. Selatan, Pasir Putih

BPP. Lappadata / S.

 

SINJAI

Tengah, Manipi / Tassililu /

-

 

S.

Barat

SOPPENG

BPP. Pattojo / Liliriaja, Marioriwawo

Pajalesang / Lili Rilau, Watan Soppeng / Lalabata

-

TAKALAR

BPPK Galesong

BPPK Polobangkeng Utara, Lakatong / Cikoang

-

TANA

Mebali / Tampoa, Stamet Pongtiku

BPP Malimbong / Rembon, BPP Sangalla / Saluallo

 

TORAJA

-

TORAJA

BPP Rantepao / Leang Tanduk

   

UTARA

 

-

-

   

Anabanua / Maniangpajo, BBU. Canru / S. Paru, BPP.

 

Doping / Sajoangin, Menge /

WAJO

-

Belawa, Paria / Majennang, Sakkoli / Sajoangin, Siwa /

-

P.

Panua

18

VII. ANALISIS MUSIM HUJAN 2011/2012 (S/D DESEMBER 2011) DI SULAWESI SELATAN

Analisis Musim Hujan 2011/2012 di wilayah Sulawesi Selatan hingga Desember 2011, menunjukkan sebanyak 18 (75 %) ZOM telah memasuki musim hujan, 2 (8%) ZOM belum memasuki musim hujan sedangkan 4 (17 %) ZOM belum diketahui awal musim hujan nya karena data belum masuk. Rincian selengkapnya sebagaimana tabel berikut :

Tabel 1. Rekapitulasi Analisis Awal Musim Hujan 2011/2012 Sulawesi Selatan (s/d Desember 2011)

     

Bulan

 

Jumlah

Belum masuk

 

No

Wilayah

           

masuk MH

MH

Total

Okt

Nop

Des

Jan

Peb

Mar

   

2011/2012

2011/2012

 
 

Sulawesi

9

7

2

-

-

-

18

6

24

1

Selatan

 

Jumlah

9

7

2

0

0

0

18

6

24

 

Persen

38

29

8

0

0

0

75

25

100

Daerah-daerah sampai dengan Desember 2011 telah mengalami Musim Hujan 2011/2012, dan beberapa daerah belum memasuki musim hujan :

S/d Desember 2011

WILAYAH

Daerah telah mengalami Musim Hujan

Daerah belum masuk Musim Hujan

SULAWESI

SELATAN

ZOM 287, ZOM 288, ZOM 289, ZOM 291, ZOM 293, ZOM 294, ZOM 295, ZOM 296, ZOM 297, ZOM 298, ZOM 299, ZOM 300, ZOM 301, ZOM 302, ZOM 303, ZOM 304, ZOM 305, ZOM 310.

ZOM 286, ZOM 290, ZOM 292, ZOM 308, ZOM 309, ZOM 316.

19

LAMPIRAN 1a.

TABEL ANALISIS HUJAN BULAN DESEMBER 2011 DI SULAWESI SELATAN

     

DESEMBER

 

CURAH

HARI

SIFAT

RATA-RATA

     

HUJAN

NO

NAMA LOKASI/KABUPATEN

(X)

NORMAL

MAKS

MIN

(mm)

HUJAN

HUJAN

 

DESEMBER

mm

mm

mm

Tahun

mm

Tahun

2011

I

BANTAENG

                 

1

DAMPANG

280

238

- 322

557

1990

63

2010

     

2

LAMALAKA

125

106

- 144

295

1995

9

1989

     

II

BARRU

                 

1

BPP. PALANRO

487

414

- 560

852

2001

162

2007

802

24

AN

2

BPP. TANETE RILAU

503

428

- 578

1026

1996

181

1982

647

22

AN

3

SUMPANGBINANGAE

585

497

- 673

1195

2003

178

1994

814

23

AN

4

TOMPO LEMO-LEMO

179

152

- 206

497

2010

245

2009

     

III

BONE

                 

1

BPP. AMALI

164

139

- 189

306

2003

29

2005

117

11

BN

2

BPP. BENGO

157

133

- 181

320

1993

0

1986

179

10

N

3

BPP. TONRA

88

75

- 101

271

2005

24

2007

     

4

LANCA / TELLU SIATTINGE

211

179

- 243

496

1996

48

2008

127

9

BN

5

MACOPE / AWANGPONE

148

126

- 170

800

1999

17

1986

172

16

AN

6

PG. AROSOE / CINA

190

162

- 219

395

1992

33

1983

238

18

AN

7

PG. CAMMING

163

139

- 187

492

1993

34

2006

155

16

N

IV

BULUKUMBA

                 

1

BATUKAROPA

189

161

- 217

413

1987

42

1985

54

8

BN

2

BONTOBAHARI / TANABARU

117

99

- 135

667

1995

0

1991

     

3

BPP. TANAH KONGKONG

79

67 - 91

338

1987

3

2007

79

10

N

4

BULO-BULO / TANETE

314

267

- 361

685

1987

114

2001

160

19

BN

5

KAJANG / TANAJAYA

110

94

- 127

472

1988

28

1991

261

7

AN

V

ENREKANG

                 

1

BALAJEN / ALLA

170

145

- 196

616

1990

0

1998

     

2

ENREKANG

215

183

- 247

428

1987

64

1995

335

18

AN

3

MAIWA/MAROANGIN

192

163

- 221

357

2009

0

2004

     

VI

GOWA

                 

1

BB. MALINO/BPP. TINGGI MONCONG

567

482

- 652

2005

1988

0

2x

485

28

N

2

BPP. BONTO-BONTO / BBI HORTI

630

536

- 725

1257

1987

0

1999

     

3

BPP. MALAKAJI

367

312

- 422

1068

2009

0

2007

310

19

BN

4

STASIUN GEOFISIKA/PAGENTUNGA

609

518

- 700

1394

1987

256

1986

716

29

AN

VII

JENEPONTO

                 

1

BENTENG / ALLU

266

226

- 306

564

1996

37

1997

235

14

N

2

BONTOMATENE

199

169

- 229

400

2003

0

1997

     

VIII

LUWU

                 

1

BASTEM / BUA

255

217

- 293

751

1992

55

2x

276

24

N

2

BATUSITANDUK / LAMASI

249

212

- 286

406

1995

128

1990

452

26

AN

3

BPP. SULI

100

85

- 115

373

2002

8

1991

     

4

LAROMPONG

100

85

- 115

168

2003

27

1998

     

5

PADANSAPPA / BUPON

89

76

- 102

233

2008

26

2001

     

IX

LUWU TIMUR

                 

1

ANGKONA

244

207

- 281

455

2001

51

2007

390

15

AN

2

BURAU

241

205

- 277

495

2005

85

2007

297

14

AN

3

DAMSITE / PT INCO

204

173

- 235

360

2003

50

2000

421

28

AN

4

MALILI

272

231

- 313

674

2005

99

2007

449

24

AN

5

MANGKUTANA / MALEKU

310

264

- 357

832

1983

92

2009

422

29

AN

6

WASUPONDA / NUHA

356

303

- 409

839

2006

110

2000

657

30

AN

7

WOTU / BONEPUTE

245

208

- 282

502

2005

32

2000

     

X

LUWU UTARA

                 

1

DIPERTA MASAMBA

375

319

- 431

831

2005

18

2010

     

2

MALANGKE / AMASANGEN

246