Anda di halaman 1dari 70

http://jayapurakota.bps.go.id

http://jayapurakota.bps.go.id

http://jayapurakota.bps.go.id

STATISTIK DAERAH KOTA JAYAPURA Statistics of Jayapura City

2015

ISSN

:

No. Publikasi Katalog BPS Ukuran Buku Jumlah Halaman

: 9471.1509 : 1101001.9471 : 17,6cm x 25cm : iv + 71

Naskah/Manuscript :

Seksi Statistik Sosial

Badan Pusat Statistik Kota Jayapura

BPS Statistics of Jayapura City

Penyuting/Editor :

Seksi Statistik Sosial

Badan Pusat Statistik Kota Jayapura

BPS Statistics of Jayapura City

Perancang Sampul/Cover Designer :

Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik

Badan Pusat Statistik Kota Jayapura

BPS Statistics of Jayapura City

Foto Sampul/Cover photo’s :

Peta Kota Jayapura

Diterbitkan Oleh :

Badan Pusat Statistik Kota Jayapura BPS Statistics of Jayapura City

Dicetak Oleh :

Badan Pusat Statistik Kota Jayapura BPS Statistics of Jayapura City

Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau menggandakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik

http://jayapurakota.bps.go.id

Kata Pengantar

Publikasi Statistik Daerah Kota Jayapura 2015 diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik

Kota Jayapura berisi berbagai data dan informasi terpilih seputar Kota Jayapura yang

dianalisis secara sederhana untuk membantu pengguna data memahami perkembangan

pembangunan serta potensi yang ada di Kota Jayapura.

Publikasi Statistik Daerah Kota Jayapura 2015 diterbitkan untuk melengkapi publikasi-

publikasi statistik yang sudah terbit secara rutin

setiap tahun. Berbeda dengan publikasi-publikasi

yang sudah ada, publikasi ini lebih menekankan

pada analisis.

Materi yang disajikan dalam Statistik Daerah

Kota Jayapura 2015 memuat berbagai

informasi/indikator terpilih yang terkait dengan

pembangunan di berbagai sektor di Kota

Jayapura dan diharapkan dapat menjadi

bahan rujukan/kajian dalam perencanaan

dan evaluasi kegiatan pembangunan.

Kritik dan saran konstruktif berbagai

pihak kami harapkan untuk

penyempurnaan penerbitan

mendatang. Semoga publikasi ini

mampu memenuhi tuntutan kebutuhan

data statistik, baik oleh instansi/dinas

pemerintah, swasta, kalangan

akademisi maupun masyarakat luas.

Jayapura, November 2015 Kepala Badan Pusat Statistik Kota Jayapura

Drs. Parjan, M.Si
Drs. Parjan, M.Si

http://jayapurakota.bps.go.id

http://jayapurakota.bps.go.id

http://jayapurakota.bps.go.id 1. Geografi dan Iklim 2. Pemerintahan 3. Penduduk 4. Ketenagakerjaan 5. Pendidikan 6.

1. Geografi dan Iklim

2. Pemerintahan

3. Penduduk

4. Ketenagakerjaan

5. Pendidikan

6. Kesehatan

7. Perumahan

8. Pembangunan Manusia

9. Pertanian

10. Pertambangan dan Energi

DAFTAR ISI

1 11. Perindustrian 21 2 12. Hotel dan Pariwisata 23 4 13. Transportasi dan Komunikasi
1
11.
Perindustrian
21
2
12.
Hotel dan Pariwisata
23
4
13.
Transportasi dan Komunikasi
24
6
14.
Perbankan dan Investasi
25
8
15.
Harga-harga
26
16.
Pengeluaran Penduduk
28
17.
Perdagangan
29
18.
Pendapatan Regional
30
19.
Perbandingan Regional
Lampiran Tabel
32
34

11

13

15

18

20

http://jayapurakota.bps.go.id

http://jayapurakota.bps.go.id

GEOGRAFI DAN IKLIM Suhu udara tertinggi terjadi di bulan Oktober Suhu udara di Kota Jayapura
GEOGRAFI DAN IKLIM
Suhu udara tertinggi terjadi di bulan Oktober
Suhu udara di Kota Jayapura sepanjang tahun 2014 tercatat berada pada
kisaran 27,7 sampai dengan 28,7 0 C
tercatat berada pada kisaran 27,7 sampai dengan 28,7 0 C Kota Jayapura terletak antara 137 o

Kota Jayapura terletak antara 137 o 27 1 dan

141 o 41 1 Bujur Timur dan antara 1 0 27 1 dan 3 0 49 1

Lintang Selatan. Di sebelah utara Kota Jayapura

berbatasan dengan Lautan Pasifik, di sebelah

selatan berbatasan dengan Distrik Arso di

Kabupaten Keerom, di sebelah timur

berbatasan dengan Negara Papua New Guinea,

dan di sebelah barat berbatasan dengan Distrik

Depapre di Kabupaten Jayapura. Kota Jayapura

merupakan kabupaten/kota terkecil di Provinsi

Papua dengan luas 940 km

luas Provinsi Papua). Wilayah terluas adalah

Distrik Muara Tami (626,7 km

(0,10 persen dari

2

2

) dan wilayah

terkecil adalah Distrik Jayapura Selatan (43,4

km 2 ).

Topografi Kota Jayapura terdiri dari daerah

dataran hingga landai, termasuk diantaranya

kawasan berbukit/gunung 700 meter diatas

permukaan laut. Kota Jayapura didominasi oleh

kawasan terbuka berupa hutan sekunder

sampai primer. Rata-rata curah hujan sepanjang

tahun 2014 sebanyak 248 mm. Curah hujan

tertinggi tercatat 528,7 mm di bulan April dan

terendah 77 mm di bulan Juli. Sementara itu,

hari hujan yang terjadi sebanyak 152 hari. Suhu

udara rata-rata di Kota Jayapura tahun 2014

berkisar antara 27,7 0 C (Januari) sampai dengan

28,7 0 C (Oktober). Kelembaban udara rata-rata

bervariasi antara 78 persen sampai dengan 83

persen. Kecepatan angin yang tercatat rata-rata

6,4 knot sepanjang 2014.

Tabel 1. Statistik Geografi dan Iklim Kota Jayapura

Uraian

Satuan

2014

Luas

km 2

940

Suhu Udara

0 C

27,7 28,7

Kelembapan

%

78 - 83

Hari Hujan

hari

152

Kecepatan Angin

Knot

6,4

Curah Hujan

MM

248

Sumber : Kota Jayapura Dalam Angka, 2015

Kota Jayapura Tahun 2014 6.72% 16.56% 66.67% Abepura Jayapura Selatan Muara Tami Heram
Kota Jayapura Tahun 2014
6.72%
16.56%
66.67%
Abepura
Jayapura Selatan
Muara Tami
Heram

Gambar 1. Persentase Luas Distrik Terhada Luas

4.62%

5.43%

Jayapura Utara

*** Tahukah Anda

Kota Jayapura dulunya diberi nama Hollandia oleh Kapten Sachse karena kondisi geografinya hampir sama dengan
Kota Jayapura dulunya diberi nama
Hollandia oleh Kapten Sachse karena
kondisi geografinya hampir sama dengan
garis pantai utara negeri Belanda. Holandia
sendiri berarti tempat yang berteluk-teluk.

http://jayapurakota.bps.go.id

PEMERINTAHAN Adanya peningkatan kualitas PNS di Kota Jayapura Terjadi peningkatan jumlah PNS golongan III tahun
PEMERINTAHAN
Adanya peningkatan kualitas PNS di Kota Jayapura
Terjadi peningkatan jumlah PNS golongan III tahun 2014 sebesar 1,4 persen,
dan penurunan jumlah PNS golongan II yaitu sebesar 10,7 persen.

Tabel 2. Pembagian Wilayah Kota Jayapura

Menurut Kelurahan, Kampung, RW dan RT, 2014

Distrik

Kelurahan

Kampung

RW/RK

RT

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Abepura

8

3

78

297

Jayapura Selatan

5

2

49

191

Jayapura Utara

7

1

45

205

Muara Tami

2

6

30

88

Heram

3

2

44

147

Jumlah

25

14

246

928

Sumber: Kota Jayapura Dalam Angka, 2015

Gambar 2. Banyaknya PNS Kota Jayapura menurut Golongan, 2014 2.545 1.185 1.097 84 I II
Gambar 2. Banyaknya PNS Kota
Jayapura menurut Golongan, 2014
2.545
1.185
1.097
84
I
II
III
IV
Gambar 3. Perubahan Jumlah PNS Kota Jayapura 2013-2014 menurut Golongan 1,4% I II III IV
Gambar 3. Perubahan Jumlah PNS Kota
Jayapura 2013-2014 menurut Golongan
1,4%
I
II III
IV
-3,4%
-1,6%
-10,7%

Kota Jayapura merupakan satu-satunya kota di

Provinsi Papua memiliki 5 distrik. Distrik Abepura

merupakan distrik dengan jumlah

kelurahan/kampung terbanyak yaitu 11

kelurahan/kampung, sedangkan Distrik Heram

merupakan distrik dengan jumlah

kelurahan/kampung paling sedikit yaitu 5

kelurahan/kampung. Sementara itu, Distrik Muara

Tami merupakan distrik dengan jumlah kampung

yang paling banyak yaitu 6 kampung mengingat

Distrik Muara Tami merupakan distrik dengan jarak

ke ibukota kotamadya terjauh dibandingkan dengan

distrik lainnya.

Pada 2014, jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di

lingkungan pemerintahan daerah Kota Jayapura

sebanyak 4.911 pegawai. Jumlah ini menurun jika

dibandingkan kondisinya tahun 2013 yaitu sebesar

5.029 pegawai atau menurun sebanyak 2,4 persen.

Komposisi PNS menurut golongan masih belum

berubah, dimana jumlah PNS golongan III

merupakan yang terbanyak (51,8 persen atau 2.545

orang), diikuti golongan IV (24,1 persen atau 1.185

orang), golongan II (22,3 persen atau 1.097 orang),

dan golongan I (1,7 persen atau 84 orang). PNS

yang berada di golongan II pada tahun 2014

menurun 10,7 persen dibanding tahun 2013 dan

terjadi peningkatan jumlah pegawai pada golongan

III sebanyak 1,4 persen . Hal ini disebabkan karena

adanya program peningkatan kualitas SDM dengan

dibukanya kesempatan melanjutkan pendidikan ke

universitas bagi pegawai.

http://jayapurakota.bps.go.id

PEMERINTAHAN Penurunan penerimaan kas Kota Jayapura tahun 2014 Terjadi penurunan penerimaan kas Kota Jayapura pada
PEMERINTAHAN
Penurunan penerimaan kas Kota Jayapura tahun 2014
Terjadi penurunan penerimaan kas Kota Jayapura pada tahun 2014sebesar
11,14 persen dibanding tahun sebelumnya.
tahun 2014sebesar 11,14 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah anggota DPRD Kota Jayapura periode 2014-2019 sebanyak

Jumlah anggota DPRD Kota Jayapura periode

2014-2019 sebanyak 40 orang, yang didominasi

oleh Partai Golkar yang menempatkan 7 wakilnya,

diikuti PDI-P, Partai Gerindra, Partai Demokrat,

PAN, Partai Hanura, dan PKPI yang

menempatkan 4 wakilnya, sedangkan Partai

Nasdem dan PKB masing-masing menempatkan 3

wakilnya. Keanggotaan DPRD Kota Jayapura

memiliki variasi yang berbeda dibandingkan

dengan tahun 2013. Beberapa partai politik yang

tidak lagi tergabung dalam keanggotaan DPRD

Kota Jayapura antara lain PKS, Partai Damai

Sejahtera, Partai Demokrasi Kebangsaan, Partai

Indonesia Sejahtera, dan Partai Nasional

Indonesia Marhaenisme.

PAD Kota Jayapura Tahun 2014 mengalami

peningkatan sebesar 32,63 persen dibanding

tahun sebelumnya sehingga menjadi 132,93 miliar

rupiah. PAD ini realisasinya melebihi dari target

yang ditentukan sebesar 15,59 persen.

Penyumbang terbesar untuk PAD tahun 2014

adalah Pajak Daerah (73,07 persen), diikuti

Retribusi Daerah (19,77), dan Penerimaan Laba

Usaha Daerah (3,63 persen), sedangkan

Penerimaan lain-lain hanya sebesar 3,53 persen

dari total PAD Kota Jayapura.

Pada tahun 2014, penerimaan kas Kota Jayapura

menurun sebesar 11,14 persen menjadi 891,6

miliar rupiah. Penerimaan ini tidak dapat mencapai

target yang ditetapkan sebesar 18,01 persen.

Gambar 4. Jumlah Anggota Legislatif

Periode 2014-2019 Di DPRD

Kota

Jayapura Dirinci Menurut Partai

Politik

7

4 4 4 4 4 4 3 3 2 1
4
4
4
4
4
4
3
3
2
1
Menurut Partai Politik 7 4 4 4 4 4 4 3 3 2 1 Tabel 3.

Tabel 3. Realisasi dan Target Penerimaan

Kas Kota Jayapura(Juta Rupiah), 2014

Jenis Penerimaan

Target

Realisasi

(Juta Rp)

(Juta Rp)

(1)

(2)

(3)

1.

Pajak Daerah

79.593,8

97.129,6

2.

Restribusi Daerah

27.956,2

26.283,1

3.

Penerimaan Laba

3.500

4.825,3

Usaha Daerah

4. Lain-lain Pendapatan

3.950

4.694

 

Asli Daerah

5. Bagi Hasil Pajak

45.155,5

21.988,7

6. Bagi Hasil Bukan Pajak

18.277,7

19.529,1

7. Dana Alokasi Umum

624.312,4

520.260,3

8. Dana Alokasi Khusus

52.060,6

15.618,2

9. Pendapatan Hibah

32.650,3

-

10. Bagi Hasil Pajak Dari Provinsi

37.669,5

19.617,9

11. Dana Otsus Program

105.555

75.463,6

12. Lain-lain Pendapatan

56.807,8

86.200,8

 

yang Sah

 

Jumlah

2014

1.087.448,9

891.610,4

Total

2013

962.582,1

1.003.360,2

Sumber: Kota Jayapura Dalam Angka, 2015

http://jayapurakota.bps.go.id

http://jayapurakota.bps.go.id PENDUDUK Penduduk Kota Jayapura Tahun 2014 Tumbuh Sebesar 1,16 Persen Pada tahun 2014
PENDUDUK Penduduk Kota Jayapura Tahun 2014 Tumbuh Sebesar 1,16 Persen Pada tahun 2014 jumlah penduduk
PENDUDUK
Penduduk Kota Jayapura Tahun 2014 Tumbuh Sebesar 1,16 Persen
Pada tahun 2014 jumlah penduduk Kota Jayapura sebesar 275.694 jiwa,
meningkat bila dibanding tahun 2013 dengan kepadatan penduduk sebesar
293 jiwa/km 2 .

Gambar 5. Piramida Penduduk Kota Jayapura, 2014

65+ 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20-24 15-19 10-14 5-9 0-4
65+
60-64
55-59
50-54
45-49
40-44
35-39
30-34
25-29
20-24
15-19
10-14
5-9
0-4

20,000

10,000

0

10,000

20,000

Tabel 4. Indikator Kependudukan Kota

Jayapura

Uraian

2012

2013

2014

Jumlah Penduduk (000 jiwa)

268,30

272,54

275,69

Kepadatan Penduduk

(jiwa/km2)

285

290

293

0 - 14 thn (000 jiwa)

78,25

78,64

81,13

15 - 64 thn (000 jiwa)

186,10

189,60

190,22

> 65 thn (000 jiwa)

3,95

4,3

4,34

Sumber: Kota Jayapura Dalam Angka, 2015

Gambar 6. Kepadatan Penduduk Kota Jayapura menurut Distrik (jiwa per km 2 ), 2014

Muara Tami,

19

menurut Distrik (jiwa per km 2 ), 2014 Muara Tami, 1 9 Abepura, 504 Jayapura Utara,

Abepura, 504

Jayapura Utara, 1371 Heram, 685 Jayapura Selatan, 1660
Jayapura
Utara, 1371
Heram, 685
Jayapura
Selatan, 1660

Secara teori, penduduk di Indonesia khususnya

penduduk Kota Jayapura harus memiliki angka

pertumbuhan yang positif. Tahun 2014

penduduk Kota Jayapura tumbuh 1,16 persen

jika dibandingkan dengan jumlahnya pada tahun

2013. Jika dianalisa dari piramida penduduk,

bentuk piramida menggambarkan struktur umur

penduduk. Terlihat bahwa Kota Jayapura

didominasi penduduk usia muda (20-34 Tahun).

Jumlah penduduk Kota Jayapura tahun 2014

sebesar 275.694 jiwa. Berdasarkan kelompok

umurnya, penduduk Kota Jayapura didominasi

oleh kelompok usia produktif (15-64 Tahun).

Jumlah penduduk usia 15-64 tahun mencapai

190.218 jiwa, sedangkan jumlah penduduk usia

0-14 tahun dan usia >65 tahun hanya mencapai

85.476 jiwa atau sebesar 44,94 persen dari

penduduk usia produktif.

Kepadatan penduduk diperoleh dari

perbandingan jumlah penduduk dengan luas

wilayah. Pada tahun 2014 kepadatan penduduk

Kota Jayapura naik sebesar 1,13 persen

menjadi 293 jiwa/km 2 , dibanding tahun 2013

yang kepadatan penduduknya sebesar 290

jiwa/km 2 . Distrik yang memiliki kepadatan

penduduk tertinggi adalah Distrik Jayapura

Selatan dengan kepadatan sebesar 1.660

jiwa/km 2, sedangkan Distrik Muara Tami

merupakan distrik dengan kepadatan penduduk

paling kecil, yaitu sebesar 19 jiwa/km 2 .

http://jayapurakota.bps.go.id

PENDUDUK Sex Ratio Kota Jayapura Tahun 2014 adalah 111 Nilai sex ratio tahun 2014 sebesar
PENDUDUK
Sex Ratio Kota Jayapura Tahun 2014 adalah 111
Nilai sex ratio tahun 2014 sebesar 111, yang berarti dalam 100 orang
penduduk perempuan terdapat 111 penduduk laki-laki.
orang penduduk perempuan terdapat 111 penduduk laki-laki. Jumlah penduduk laki-laki yang terbesar berada pada kelompok

Jumlah penduduk laki-laki yang terbesar berada

pada kelompok umur 25-29 tahun yang mencapai

16.932 jiwa atau sebanyak 11,66 persen dari total

penduduk laki-laki di Kota Jayapura. Kelompok

umur produktif (15-64 tahun) untuk laki-laki

sebanyak 100.846 jiwa atau 69,48 persen.

Sedangkan untuk penduduk perempuan,

penduduk pada kelompok umur 20-24 tahun

merupakan yang terbanyak, sebesar 16.030 jiwa

atau 12,28 persen diikuti dengan kelompok usia

25-29 tahun sebesar 14.891 jiwa atau 11,41

persen.

Secara total, jumlah penduduk laki-laki lebih

banyak dari jumlah penduduk perempuan, yang

ditunjukkan oleh nilai sex ratio sebesar 111, yang

artinya dalam 100 orang penduduk perempuan

terdapat 111 penduduk laki-laki. Tabel sex ratio

disamping menunjukkan bahwa baik pada usia

non produktif (0-14 tahun dan 65+ tahun) maupun

produktif (15-64 tahun) sama-sama memiliki sex

ratio diatas 100, dimana sex ratio tertinggi terdapat

pada kelompok umur 60-64 tahun sebesar 131.

Angka Dependency Ratio di Kota Jayapura

sebesar 44,94 yang artinya dari setiap 100

penduduk usia produktif menanggung sekitar 45

penduduk usia nonproduktif.

Tabel 5. Sex Ratio Kota Jayapura menurut Kelompok Umur, 2014

Umur

Laki-laki

Perempuan

Sex Ratio

0

– 4

15,248

14,090

108

5

– 9

14,083

13,380

105

10

– 14

12,618

11,713

108

15

– 19

13,008

12,176

107

20

– 24

18,119

16,030

113

25

– 29

16,932

14,891

114

30

– 34

14,247

12,512

114

35

– 39

11,109

10,182

109

40

– 44

9,523

8,524

112

45

– 49

7,243

6,135

118

50

– 54

4,998

4,364

115

55

– 59

3,383

2,809

120

60

– 64

2,284

1,749

131

65 +

2,345

1,999

117

Jumlah

145,140

130,554

111

Gambar 7. Dependency Ratio Menurut

Jenis Kelamin di Kota Jayapura, 2014

46.50

46.00

45.50

45.00

44.50

44.00

43.50

43.00

42.50

46,08 44,94 43,92
46,08
44,94
43,92

L+P

Laki-laki

Perempuan

http://jayapurakota.bps.go.id

http://jayapurakota.bps.go.id KETENAGAKERJAAN Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Kota Jayapura untuk angkatan kerja

KETENAGAKERJAAN

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Kota Jayapura untuk angkatan kerja laki-laki lebih besar dibandingkan angkatan kerja perempuan

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Laki-laki tahun 2014 sebesar 72,79 persen, sedangkan TPAK Perempuan sebesar 39,4 persen.

Gambar 8. Penduduk Usia Kerja Dirinci Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Kota Jayapura,

2014

65+

60-64

55-59

50-54

45-49

40-44

35-39

30-34

25-29

20-24

15-19

3,536

3,139

       

Laki-laki

3,080

2,362

Perempuan

4,516

3,824

6,065

6,177

   

8,770

7,362

9,428

8,064

11,355

12,060

     

12,020

10,689

   

17,945

   

13,350

 

16,210

 

14,275

   

17150

   

14384

 

0

5000

10000

15000

20000

25000

30000

3500

Tabel 6. Banyaknya Penduduk Umur 15 tahun ke

atas Kota Jayapura menurut Kegiatan Seminggu

yang lalu

Jenis Kegiatan

2014

(1)

(2)

1. Angkatan Kerja

117.277

- Bekerja

106.076

- Mencari Kerja

11.201

2. Bukan Angkatan Kerja

88.484

- Sekolah

37.552

- Mengurus Rumah Tangga

42.439

-Lainnya

8.493

Gambar 9. TPAK (Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja) Kota Jayapura Dirinci Menurut Jenis Kelamin Tahun 2014

Total

Perempuan

Laki-laki

57.00% 39.40% 72.79%
57.00%
39.40%
72.79%

Penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) di Kota

Jayapura pada tahun 2014 mencapai 205.671 orang

atau sebesar 74,60 persen dari total jumlah

penduduk. Jumlah penduduk usia kerja laki-laki

sebesar 110.075 orang (53,52 persen), lebih banyak

dari jumlah penduduk usia kerja perempuan, yaitu

sebesar 95.686 orang (46,52 persen). Bila dilihat

menurut kelompok umur, persentase penduduk usia

kerja terbesar terdapat pada kelompok umur 15-19

tahun yang mencapai 15,32 persen, dan yang

terkecil terdapat pada kelompok umur 60-64 tahun.

Penduduk usia kerja terdiri dari angkatan kerja dan

bukan angkatan kerja. Penduduk yang tergolong

bukan angkatan kerja sebanyak 88.484 orang,

dimana persentase terbesar terdapat pada penduduk

yang mengurus rumah tangga sebesar 47,96 persen

(42.439 orang), diikuti dengan penduduk yang

sekolah sebesar 42,44 persen (37.553 orang).

Jumlah angkatan kerja di Kota Jayapura tahun 2014

sebesar 117.277 orang. Penduduk yang bekerja

sebesar 106.076 orang (90,45 persen) dan yang

mencari pekerjaan sebesar 11.201 orang (9,55

persen). Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)

tahun 2014 sebesar 57 persen, yang didominasi

angkatan kerja laki-laki dengan proporsi sebesar

72,79 persen. Hal ini menunjukkan bahwa dari segi

kuantitas, Kota Jayapura memiliki potensi angkatan

kerja laki-laki yang cukup banyak, sehingga

diperlukan adanya peningkatan kualitas agar mampu

lebihproduktif dalam mengisi pasar-pasar tenaga

kerja.

http://jayapurakota.bps.go.id

KETENAGAKERJAAN

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Jayapura pada tahun 2014 sebesar 8,3 persen

TPT Kota Jayapura tahun 2014 sebesar 8,3 persen berarti bahwa dari setiap 100 angkatan kerja, secara rata-rata terdapat antara 8 sampai 9 orang yang sedang mencari pekerjaan

antara 8 sampai 9 orang yang sedang mencari pekerjaan TPT adalah persentase pengangguran terhadap angkatan kerja.

TPT adalah persentase pengangguran terhadap

angkatan kerja. Besaran TPT ini menggambarkan

banyak sedikitnya pencari kerja di Kota Jayapura.

Pada tahun 2014, angka Tingkat Pengangguran

Terbuka (TPT) sebesar 8,3 persen. Artinya, dari

setiap 100 angkatan kerja, secara rata-rata

terdapat antara 8 sampai 9 orang yang sedang

mencari pekerjaan. Dengan demikian, diperlukan

peran pemerintah dalam mengembangkan kualitas

para pencari kerja melalui balai latihan kerja

sehingga diharapkan dapat mengisi lapangan

usaha yang ada.

Pada tahun 2014, penduduk bekerja dengan

tingkat pendidikan tinggi (diploma ke atas) sebesar

24,4 persen (25.923 orang). Sementara itu,

pekerja dengan tingkat pendidikan tertingginya

SLTA sebesar 48,4 persen (51.388 orang), SMP

sebesar 12,8 persen, SD sebesar 8,3 persen, dan

pekerja dengan pendidikan SD ke bawah sebesar

6 persen. Daya serap penduduk bekerja di Kota

Jayapura terfokus pada pekerja dengan tingkat

pendidikan SLTA ke atas yaitu sebesar 72,8

persen.

*** Tahukah Anda

Pengangguran di Kota Jayapura tahun 2014 yang

pernah bekerja, sebanyak 20,87 persennya

memiliki ijazah SLTP dan sisanya sebanyak 79,13

persen merupakan lulusan Perguruan Tinggi

Gambar 10. TPT Kota Jayapura Dirinci Menurut Jenis Kelamin, 2014

Total

Perempuan

Laki-laki

9.6% 12.2% 8.3%
9.6%
12.2%
8.3%

Gambar 11. Penduduk Bekerja Kota

Jayapura Dirinci Menurut Tingkat

Pendidikan, 2014

> SLTA,

24.4%

< SD, 6.0% SD, 8.3% SLTP, 12.8%
< SD,
6.0% SD, 8.3%
SLTP,
12.8%
SLTA, 48.4%
SLTA,
48.4%

http://jayapurakota.bps.go.id

PENDIDIKAN Beban guru semakin berkurang seiring dengan jenjang pendidikan yang semakin tinggi Ratio murid terhadap
PENDIDIKAN
Beban guru semakin berkurang seiring dengan jenjang
pendidikan yang semakin tinggi
Ratio murid terhadap guru menunjukkan bahwa 1 guru TK mengajar 11
murid, 1 guru SD mengajar 20 murid, 1 guru SMP mengajar 23 murid, 1
guru SMA mengajar 12 murid, dan 1 guru pendidikan menengah

Tabel 7. Jumlah Sekolah, Guru, dan Murid

menurut Jenjang Pendidikan di Kota Jayapura,

2014

SEKOLAH

SEKOLAH

GURU

MURID

TK

67

303

3.469

SD

100

1.627

32.677

SMP

46

605

13.967

SMA

30

808

9.651

Pendidikan

Menengah

15

652

5.124

Kejuruan

Jumlah

258

3.995

64.888

Sumber: Kota Jayapura Dalam Angka, 2015

Tabel 8. Ratio Murid terhadap Sekolah, Murid,

dan Guru menurut Jenjang Pendidikan di Kota

Jayapura, 2014

Sekolah

Rasio Murid terhadap

Sekolah

Guru

TK

51,78

11,45

SD

326,77

20,08

SMP

303,63

23,09

SMA

321,70

11,94

Pendidikan

Menengah

341,60

7,86

Kejuruan

Sumber: Kota Jayapura Dalam Angka, 2015

*** Tahukah Anda

Pada tahun akademik 2014/2015 jumlah

perguruan tinggi di Kota Jayapura tercatat 19

perguruan tinggi,dengan jumlah dosen tetap

1.227 orang, yang terdiri dari 790 orang dosen

laki-laki dan 437 orang dosen perempuan.

Peningkatan kualitas pendidikan meliputi

peningkatan jumlah bangunan sekolah termasuk

dengan peralatannya dan penambahan jumlah

guru dengan kualifikasi yang sesuai. Pada tahun

2014, jumlah murid TK di Kota Jayapura

sebanyak 3.469 orang, dengan jumlah sekolah

67 unit, maka ratio murid terhadap sekolah

sebesar 51,78, dan dengan jumlah guru 303

orang, ratio murid terhadap guru sebesar 11,45.

Hal ini menunjukkan bahwa 1 sekolah TK

menampung 52 murid dan 1 guru TK mengajar

11 murid. Dengan jumlah murid SD sebanyak

32.677 orang dan jumlah sekolah 100 unit, maka

ratio murid terhadap sekolah sebesar 326,77.

Sementara itu, dengan jumlah guru 1.627 orang,

diketahui ratio murid terhadap guru sebesar

20,08, yang menunjukkan bahwa 1 sekolah SD

menampung 327 murid dan 1 guru mengajar 20

murid.

Jumlah murid SMP tahun 2014 sebanyak 13.967

murid dan dengan jumlah sekolah 46 unit,

diketahui ratio murid terhadap sekolah sebesar

303,63. Sedangkan dengan jumlah guru 605

orang, ratio murid terhadap guru sebesar 23. Hal

ini menunjukkan bahwa 1 sekolah SMP

menampung 304 murid dan 1 guru mengajar 23

murid. Untuk jumlah murid SMA sebanyak 9.651

orang dan jumlah gedung sekolah 30 unit, maka

ratio murid terhadap sekolah sebesar 321,70.

Sedangkan dengan jumlah guru 808 orang, ratio

murid terhadap guru sebesar 11,94.

http://jayapurakota.bps.go.id

PENDIDIKAN Secara umum terjadi peningkatan kualitas pendidikan di Kota Jayapura Rata-rata lama sekolah di Kota
PENDIDIKAN
Secara umum terjadi peningkatan kualitas pendidikan di Kota
Jayapura
Rata-rata lama sekolah di Kota Jayapura tahun 2014 sebesar 10,88
tahun, meningkat dibanding rata-rata lama sekolah pada tahun 2012
yaitu sebesar 10,80 tahun
lama sekolah pada tahun 2012 yaitu sebesar 10,80 tahun Sementara itu, ratio murid terhadap sekolah dan

Sementara itu, ratio murid terhadap sekolah dan

guru pada pendidikan menengah kejuruan

masing-masing sebesar 341,6 dan 7,86. Dapat

ditarik kesimpulan bahwa ratio murid terhadap

guru semakin berkurang seiring dengan jenjang

pendidikan yang semakin tinggi.

HLS (Harapan Lama Sekolah) menunjukkan

lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan

akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di

masa mendatang. HLS dikaji untuk mengetahui

kondisi pembangunan sistem pendidikan di

berbagai jenjang yang ditunjukkan dalam bentuk

lamanya pendidikan (dalam tahun) yang

diharapkan dapat dicapai oleh setiap anak. Di

Kota Jayapura, selama tiga tahun terakhir nilai

HLS meningkat dari 13,91 tahun pada tahun

2012 menjadi 14,06 tahun pada tahun 2014.

Artinya bahwa pada setiap anak usia 7 tahun ke

atas diharapkan dapat mengenyam pendidikan

selama 14,06 tahun atau setara dengan jenjang

D2.

Rata-rata lama sekolah di Kota Jayapura tahun

2013 sebesar 10,88 tahun, meningkat dibanding

rata-rata lama sekolah pada tahun 2012 yaitu

sebesar 10,80 tahun. Pada tahun 2014 angka ini

kembali meningkat menjadi 11,09 tahun.

Tabel 9. Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah Kota Jayapura, 2012-2014

Uraian

2012

2013

2014

Harapan Lama Sekolah

13,91

13,95

14,06

(tahun)

Rata-rata Lama

10,80

10,88

11,09

Sekolah (tahun)

Gambar 12. RLS ( Rata-rata Lama

Sekolah) Kota Jayapura Dirinci menurut

Jenis Kelamin dan Klasifikasi

Kelurahan/Kampung, 2014

Total Perempuan Laki-Laki Total Perempuan Laki-Laki Perkotaan Perdesaan
Total
Perempuan
Laki-Laki
Total
Perempuan
Laki-Laki
Perkotaan
Perdesaan

10.00

10.50

11.00

11.50

http://jayapurakota.bps.go.id

http://jayapurakota.bps.go.id PENDIDIKAN Angka Partisipasi Sekolah (APS) pada jenjang SMA masih di bawah 85 persen APS
PENDIDIKAN Angka Partisipasi Sekolah (APS) pada jenjang SMA masih di bawah 85 persen APS 7-12
PENDIDIKAN
Angka Partisipasi Sekolah (APS) pada jenjang SMA masih di
bawah 85 persen
APS 7-12 tahun dan APS 13-15 tahun sebesar lebih dari 90 persen,
sedangkan APS 16-18 tahun hanya sebesar 80,7 persen.

Tabel 10. Indikator Pendidikan Kota Jayapura

Uraian

2013

2014

Angka Partisipasi Sekolah (APS)

 

7-12 tahun

98,6

98,3

13-15 tahun

92,6

99,4

16-18 tahun

68,0

80,7

Angka Partisipasi Kasar (APK)

SD

97,0

97,1

SMP

95,3

109,0

SMA

77,2

73,5

Gambar 13. Persentase Penduduk 15

Tahun ke Atas di Kota Jayapura

Menurut Jenis Kelamin dan Tingkat

Pendidikan, 2014

Tidak

Sekolah

50.0% D3/sarj 40.0% Tdk ana punya muda, 30.0% ijazah D4/S1,S SD 2/S3 20.0% 10.0% 0.0%
50.0%
D3/sarj
40.0%
Tdk
ana
punya
muda,
30.0%
ijazah
D4/S1,S
SD
2/S3
20.0%
10.0%
0.0%
SMP/S
SMA/S
MPLB/
MLB/M.
M.

Aliyah/S

MK

Tsanawi

yah

SD/SDL

B/M.

Ibtidaiy

ah

D1/D2

M. Aliyah/S MK Tsanawi yah SD/SDL B/M. Ibtidaiy ah D1/D2 Laki-Laki Perempuan Total Pada tahun 2014,

Laki-Laki

MK Tsanawi yah SD/SDL B/M. Ibtidaiy ah D1/D2 Laki-Laki Perempuan Total Pada tahun 2014, terjadi penurunan

Perempuan

yah SD/SDL B/M. Ibtidaiy ah D1/D2 Laki-Laki Perempuan Total Pada tahun 2014, terjadi penurunan Angka Partisipasi

Total

Pada tahun 2014, terjadi penurunan Angka

Partisipasi Sekolah (APS) 7-12 tahun menjadi

98, 3 persen bila dibanding APS tahun 2013

sebesar 98,6 persen. Angka ini menunjukkan

bahwa masih sekitar 1,7 persen penduduk

berusia 7-12 tahun yang tidak bersekolah.

Sebaliknya, APS 13-15 tahun dan 16-18 tahun

mengalami peningkatan pada tahun 2014.

Dengan kata lain, pada tahun 2014 terdapat

penurunan persentase penduduk usia 13-15

tahun yang tidak bersekolah yaitu sebesar 6,8

persen jika dibandingkan kondisinya pada tahun

2013. Pada kelompok usia sekolah 16-18 tahun,

APS tahun 2014 meningkat menjadi 80,7 persen

dari 68,0 persen pada tahun 2013. Angka

Partisipasi Kasar SD tahun 2014 mencapai 97,1

persen dan APK SMP pada tahun 2014 yaitu

109,0. Hal ini berarti bahwa tidak semua anak

usia 7-12 tahun bersekolah di jenjang SD dan

terdapat anak usia kurang dari 13 tahun dan

lebih dari 15 tahun yang duduk di bangku SMP

dengan persentase sebesar 9 persen.

Gambar 13 menunjukkan bahwa Penduduk Kota

Jayapura banyak yang berpendidikan

SMA/Sederajat. Pada tahun 2014, penduduk 15

tahun ke atas yang memiliki pendidikan tinggi

(diploma ke atas) sebesar 17,7 persen, dimana

persentase penduduk perempuan (19,4 persen)

lebih banyak dibanding penduduk laki-laki (16,1

persen).

http://jayapurakota.bps.go.id

KESEHATAN

Angka Harapan Hidup (AHH) meningkat dari tahun ke tahun

Tahun 2014, AHH Kota Jayapura 69,95 artinya rata-rata tahun hidup yang akan dijalani penduduk Kota Jayapura adalah 69 tahun 11 bulan

dijalani penduduk Kota Jayapura adalah 69 tahun 11 bulan Salah satu komponen dalam penyusunan angka IPM

Salah satu komponen dalam penyusunan angka

IPM adalah Angka Harapan Hidup.Semakin

tinggi Angka Harapan Hidup memberikan indikasi

semakin tinggi kualitas fisik penduduk suatu

daerah. Pada tahun 2014, AHH Kota Jayapura

adalah 69,95 tahun. Artinya, rata-rata tahun

hidup yang akan dijalani oleh penduduk Kota

Jayapura dari lahir sampai meninggal dunia

adalah 70 tahun. Angka ini meningkat bila

dibandingkan AHH pada tahun 2013.

Pada tahun 2014, 87,7 persen balita (usia 0-5

tahun) proses kelahirannya ditolong oleh tenaga

medis, persentase ini menurun sebesar 6,02

persen bila dibanding persentase pada tahun

2013. Tingginya persentase penolong kelahiran

yang dibantu tenaga medis ini menunjukkan

bahwa sudah sebagian besar penduduk di Kota

Jayapura tidak mengalami kesulitan dalam

menjangkau akses kesehatan, baik dari faktor

geografis maupun faktor keuangan. Selain

ditolong oleh tenaga medis, proses kelahiran

balita di Kota Jayapura juga dibantu oleh tenaga

non medis sebesar 6,2 persen, dengan

persentase dibantu dukun bersalin dan

famili/keluarga masing-masing sebesar 3,4

persen dan 2,8 persen.

Penolong kelahiran erat kaitannya dengan

kematian bayi dan ibu, dimana semakin rendah

jumlah penolong kelahiran oleh tenaga medis

akan memperbesar resiko kematian bayi dan ibu.

GAMBAR 14. PERKEMBANGAN ANGKA HARAPAN HIDUP KOTA JAYAPURA TAHUN 2010 - 2014 69.95 69.95 69.94
GAMBAR 14. PERKEMBANGAN
ANGKA HARAPAN HIDUP KOTA
JAYAPURA TAHUN 2010 - 2014
69.95
69.95
69.94
69.90
69.89
2010
2011
2012
2013
2014

Gambar 15. Persentase Balita di Kota

Jayapura menurut Penolong Kelahiran

Tahun 2014

Famili/kelu

arga, 2.8%

Dukun Tenaga bersalin, paramedis 3.4% lain, 6.1% Dokter, 40.2% Bidan, 47.5%
Dukun
Tenaga
bersalin,
paramedis
3.4%
lain, 6.1%
Dokter,
40.2%
Bidan,
47.5%
KESEHATAN Terdapat 54.587 jiwa penduduk Kota Jayapura mengalami keluhan kesehatan Jumlah petugas kesehatan pada tahun

KESEHATAN

Terdapat 54.587 jiwa penduduk Kota Jayapura mengalami keluhan kesehatan

Jumlah petugas kesehatan pada tahun 2015 adalah 444 tenaga, bertambah 8 tenaga menjadi 452 pada tahun 2014.

 

AM (Angka Morbiditas) bermanfaat untuk mengukur

Gambar 16. Persentase Penduduk yang Mengalami Keluhan Kesehatan Dirinci menurut Jenis Keluhan Kesehatan, 2014

tingkat kesehatan masyarakat secara umum yang

dilihat dari adanya keluhan yang mengindikasikan

   

terkena suatu penyakit tertentu. Semakin banyak

penduduk yang mengalami keluhan kesehatan

16.5% 1.5% 5.8% 24.6%
16.5%
1.5%
5.8%
24.6%

2.0%

1.8%

21.0%

26.8%

Panas16.5% 1.5% 5.8% 24.6% 2.0% 1.8% 21.0% 26.8% Pilek Diare/buang air Sakit gigi Batuk Asma/napas sesak/cepat

Pilek16.5% 1.5% 5.8% 24.6% 2.0% 1.8% 21.0% 26.8% Panas Diare/buang air Sakit gigi Batuk Asma/napas sesak/cepat

Diare/buang air16.5% 1.5% 5.8% 24.6% 2.0% 1.8% 21.0% 26.8% Panas Pilek Sakit gigi Batuk Asma/napas sesak/cepat Sakit

Sakit gigi24.6% 2.0% 1.8% 21.0% 26.8% Panas Pilek Diare/buang air Batuk Asma/napas sesak/cepat Sakit kepala berulang Lainnya

Batuk

Asma/napas sesak/cepat

Sakit kepala berulang

Lainnya

Tabel 11. Jumlah Tempat Berobat di Kota

Jayapura

http://jayapurakota.bps.go.id

berarti semakin rendah derajat kesehatan dari

masyarakat yang bersangkutan. Berdasarkan hasil

olahan data Susenas 2014, Angka Morbiditas Kota

Jayapura adalah 19,8 persen yang artinya bahwa

19,8 persen atau sebanyak 54.587 jiwa penduduk

Kota Jayapura mengalami keluhan kesehatan.

Keluhan kesehatan adalah gangguan terhadap

kondisi fisik maupun jiwa, termasuk karena

kecelakaan, atau hal lain yang menyebabkan

terganggunya kegiatan sehari-hari. Untuk

mengetahui jenis keluhan apa saja yang banyak

diderita penduduk yang mengalami keluhan

kesehatan dapat dilihat pada gambar 16. Sebanyak

26,8 persen penduduk mengalami jenis keluhan

batuk, 24,6 persen pilek, dan yang terendah adalah

Uraian

2013

2014

jenis keluhan sakit gigi yaitu sebanyak 1,5 persen.

 

Pada tahun 2014, terjadi peningkatan pada

Rumah Sakit

7

7

kuantitas tempat berobat.Jumlah rumah sakit pada

Praktek Dokter

326

326

tahun 2014 sama dengan jumlah rumah sakit pada

 

tahun 2013, yaitu sebanyak 7 unit.Jumlah

Puskesmas

12

12

puskesmas pada tahun 2014 sebanyak 12 unit

Pustu

25

23

dan jumlah puskesmas pembantu 23 unit.

Sumber: Kota Jayapura Dalam Angka, 2015

 

Sementara itu, tempat berobat di praktek dokter

 

sebanyak 326 pada tahun 2014.

http://jayapurakota.bps.go.id

PERUMAHAN

Terjadi Peningkatan dan penurunan indikator kualitas perumahan

Indikator yang mengalami penurunan adalah atap layak (99,59 persen) dan lantai bukan tanah (99,59persen), sedangkan indikator yang mengalami penurunan adalah dinding permanen (98,55 persen).

mengalami penurunan adalah dinding permanen (98,55 persen). Semakin tinggi tingkat kesejahteraan rumah tangga maka

Semakin tinggi tingkat kesejahteraan rumah

tangga maka semakin luas rumah yang

ditempati. Dalam dua tahun terakhir,

persentase rumah-rumah penduduk di daerah

perkotaan yang memiliki luas lantai minimal 50

m 2 mengalami penurunan, dimana pada tahun

2014 hanya terdapat sebanyak 47,01 persen

sementara pada tahun 2013 sebanyak 65,90

persen. Sementara itu, hal yang sama terjadi

pada rumah-rumah penduduk di daerah

pedesaan. Persentase rumah yang memiliki

luas lantai minimal 50 m

59,38 persen pada tahun 2014.

Kualitas rumah juga ditinjau dari segi jenis

lantai, atap, dan dinding terluas yang

digunakan. Menurut jenis lantainya, pada

tahun 2014 terdapat sebanyak 99,59 persen

rumah penduduk yang lantainya bukan dari

tanah. Persentase ini meningkat bila dibanding

tahun sebelumnya yaitu sebesar 99,01 persen.

Ditinjau dari bahan atap yang digunakan, pada

umumnya rumah penduduk di Kota Jayapura

telah menggunakan bahan permanen

terutama dari jenis seng. Pada tahun 2014,

rumah penduduk yang menggunakan atap

layak sebesar 99,59 persen. Dinding-dinding

rumah di Kota Jayapura pada umumnya telah

menggunakan bahan yang permanen,

terutama tembok. Pada tahun 2014, rumah

yang berdinding permanen (tembok dan kayu)

sebesar 98,55 persen.

menurun menjadi

2

Tabel 12. Statistik Perumahan Kota Jayapura

Uraian

2013

2014

Rumah Tangga dengan Luas Lantai >=50m 2 (%)

Perkotaan

Pedesaan

65,90

47,01

83,19

59,38

Rumah Tangga menurut Kualitas Perumahan (%)

Jenis Lantai Terluas

Lantai bukan tanah

99,01

99,59

Tanah

0,99

0,41

Jenis Atap Terluas (%)

Beton

0,76

3,73

Genteng

2,22

1,04

Sirap

0,07

0,41

Seng

93,20

92,34

Asbes

3,75

2,48

Jenis Dinding Terluas (%)

Tembok

71,86

79,30

Kayu

25,23

19,25

Lainnya

2,90

1,45

http://jayapurakota.bps.go.id

http://jayapurakota.bps.go.id PERUMAHAN Sumber utama air minum di Kota Jayapura berasal dari air leding Rumah tangga yang

PERUMAHAN

Sumber utama air minum di Kota Jayapura berasal dari air leding

Rumah tangga yang sumber air minumnya berasal dari leding sebesar 40 persen pada tahun 2014.

Gambar 17. Persentase Rumah Tangga

di Kota Jayapura Menurut Sumber Air

Minum Utama, 2014

Mata air tak Sumur terlindung terlindung 0% 1% Sumur bor/pompa 2% Leding eceran 2%
Mata air
tak
Sumur
terlindung
terlindung
0%
1%
Sumur
bor/pompa
2%
Leding
eceran
2%

Mata air

6% Leding meteran 38%
6%
Leding
meteran
38%

terlindung

Air sungai 2%
Air sungai
2%

Air hujan

1%

Air

kemasan

bermerk

8%

Air isi ulang

40%

Gambar 18. Jumlah Rumah Tangga

Dirinci Menurut Jenis Kloset Yang

Digunakan Di Kota Jayapura, 2014

Cemplung/cubluk

9%

Leher angsa 79%
Leher
angsa
79%

12%

Plengsengan

Fasilitas pokok yang penting agar suatu rumah

menjadi nyaman dan sehat untuk ditinggali

adalah tersedianya air bersih, jamban dan tangki

septik serta listrik. Pada tahun 2014, perumahan

di Kota Jayapura yang memiliki sumber air bersih

sebesar 97,1 persen, dimana sumber air yang

berasal dari air isi ulang paling banyak

digunakan, yaitu sebesar 38 persen. Keberadaan

sumber air bersih bagi perumahan di Kota

Jayapura merupakan salah satu pendukung

keberhasilan pembangunan kesehatan.

Sistem pembuangan akhir tinja sangat erat

kaitannya dengan kondisi lingkungan dan resiko

penularan penyakit, khususnya penyakit saluran

pencernaan. Rumah-rumah di Kota Jayapura

sebagian besar telah menyediakan fasilitas

buang air besar sebesar 97,7 persen, walaupun

dalam penggunaannya masih ada yang

digunakan secara bersama-sama. Sementara itu

sebanyak 79 persen rumah tangga menggunakan

jenis kloset leher angsa. Selain itu, sebanyak

95,2 persen rumah sudah menyediakan

tangki/SPAL sebagai tempat pembuangan akhir

tinja. Pada tahun 2014, seluruh perumahan di

Kota Jayapura telah memfasilitasi rumahnya

dengan listrik, baik bersumber dari PLN maupun

Non PLN.

*** Tahukah Anda

Pada tahun 2014, masih sekitar 2,3 persen rumah

tangga di Kota Jayapura yang memiliki luas lantai

per kapita < 10m 2

http://jayapurakota.bps.go.id

PEMBANGUNAN MANUSIA Terjadi peningkatan nilai IPM Kota Jayapura pada tahun 2014 IPM Kota Jayapura pada
PEMBANGUNAN MANUSIA
Terjadi peningkatan nilai IPM Kota Jayapura pada tahun 2014
IPM Kota Jayapura pada tahun 2014 sebesar 77,86, meningkat dari IPM pada
tahun 2013 sebesar 77,46.

IPM disusun berdasarkan tiga indikator, yaitu

lamanya hidup yang diukur dengan Angka

Harapan Hidup pada saat lahir, tingkat pendidikan

yang diukur dengan Harapan Lama Sekolah dan

rata-rata lama sekolah, serta standar hidup layak

yang diukur dengan pengeluaran perkapita yang

telah disesuaikan. Adanya perkembangan angka

IPM, memberikan indikasi peningkatan atau

penurunan kinerja pembangunan manusia di Kota

Jayapura. Dari agregat ketiga indikator tunggal

penyusun IPM tahun 2014, maka diperoleh nilai

IPM sebesar 77,86, meningkat bila dibanding IPM

tahun 2013 yang hanya sebesar 77,46. Menurut

konsep Pembangunan Manusia oleh PBB, maka

IPM Kota Jayapura masuk dalam kategori kinerja

pembangunan manusia Tinggi (IPM antara 70

sampai dengan kurang dari 80).

Untuk mengukur kecepatan perkembangan IPM

dalam suatu kurun waktu digunakan ukuran

pertumbuhan IPM per tahun. Pertumbuhan IPM

menunjukkan perbandingan antara capaian yang

telah ditempuh dengan capaian sebelumnya.

Semakin tinggi nilai pertumbuhan, semakin cepat

IPM suatu wilayah untuk mencapai nilai

maksimalnya. Pada Gambar 19 (pertumbuhan IPM

Kota Jayapura Selama periode 2011-2014),

terlihat bahwa secara umum IPM Kota Jayapura

mengalami peningkatan pertumbuhan sejak tahun

2011. Tingkat pertumbuhan IPM Kota Jayapura

pada tahun 2014 adalah sebesar 0,51 persen.

Tabel 13. Perkembangan IPM Kota Jayapura Tahun 2012-2014

 

Komponen IPM

2012

2013

2014

 

(1)

(2)

(3)

(4)

1.

Angka Harapan Hidup

69,94

69,95

69,95

(Tahun)

2.

Harapan Lama Sekolah

13,91

13,95

14,06

(Tahun)

3.

Rata-rata Lama

Sekolah (Tahun)

10,80

10,88

11,09

4.

Pengeluaran per Kapita

yang Disesuaikan (000

14.004

14.088

14.172

Rp)

IPM (Indeks

77,25

77,46

77,86

Pembangunan Manusia)

Sumber: IPM dan ASPM Kota Jayapura, 2015

GAMBAR 19. PERTUMBUHAN

IPM KOTA JAYAPURA TAHUN

2011-2014

0.37% 0.27%
0.37%
0.27%

0.36%

0.51%

2011

2012

2013

2014

http://jayapurakota.bps.go.id

PEMBANGUNAN MANUSIA Garis Kemiskinan Kota Jayapura Tahun 2013 meningkat Garis kemiskinan Kota Jayapura tahun 2013
PEMBANGUNAN MANUSIA
Garis Kemiskinan Kota Jayapura Tahun 2013 meningkat
Garis kemiskinan Kota Jayapura tahun 2013 meningkat 12,22 persen yang
diikuti peningkatan persentase penduduk miskin sebesar 0,42 persen.

Tabel 14. Statistik Kemiskinan Kota Jayapura

2012-2013

Uraian

2012

2013

(1)

(2)

(3)

Garis Kemiskinan (Rp/Kap/Bln)

624.424

700.719

Jumlah Penduduk Miskin (000 jiwa)

42,46

44,25

Penduduk Miskin (%)

15,77

16,19

Sumber: Papua Dalam Angka, 2014

Tabel 15. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan

Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Kota

Jayapura

Tahun

P1

P2

Sep-12

3,06

0.94

Sep-13

3,51

1,14

Sumber: Diolah dari Data Susenas 2012-2013

Catatan:

Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.

Garis kemiskinan adalah nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kilokalori per kapita per hari ditambah kebutuhan minimum non-makanan yang mencakup perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Besar kecilnya jumlah rumah tangga miskin

sangat dipengaruhi oleh garis kemiskinan,

karena rumah tangga miskin adalah rumah

tangga dengan anggota rumah tangga memiliki

rata-rata pengeluaran per bulan di bawah garis

kemiskinan. Garis kemiskinan pada tahun 2013

meningkat sebesar 12,22 persen, yaitu dari Rp

626.424,- per kapita per bulan pada tahun 2012

menjadi Rp 700.719,- per kapita per bulan.

Peningkatan garis kemiskinan ini sedikit

menambah jumlah penduduk miskin dari 42.469

jiwa pada tahun 2012 menjadi 44.254 pada

tahun 2013. Hal ini juga mengakibatkan

peningkatan persentase penduduk miskin

sebesar 0,42 persen

Indeks Kedalaman Kemiskinan menunjukkan

rata-rata pengeluaran penduduk miskin terhadap

garis kemiskinan. Di Kota Jayapura, pada

September 2012 Indeks Kedalaman Kemiskinan

sebesar 3,06 dan pada September 2013 sebesar

3,51. Indeks Kedalaman Kemiskinan tahun 2013

mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran

penduduk miskin terhadap garis kemiskinan

lebih jauh 0,45 poin daripada tahun 2012.

Sedangkan untuk Indeks Keparahan Kemiskinan

pada tahun 2013 lebih tinggi dibandingkan tahun

2012 yaitu sebesar 1,14.

http://jayapurakota.bps.go.id

PEMBANGUNAN MANUSIA Terjadi peningkatan nilai IPM Kota Jayapura pada tahun 2014 Distribusi pendapatan penduduk Kota
PEMBANGUNAN MANUSIA
Terjadi peningkatan nilai IPM Kota Jayapura pada tahun 2014
Distribusi pendapatan penduduk Kota Jayapura masuk dalam kategori
ketimpangan sedang

Gini rasio merupakan ukuran distribusi

pendapatan yang mempunyai nilai nol sampai

dengan satu. Jika nilai gini rasio mendekati nol,

maka ketimpangan pendapatan dianggap rendah.

Sebaliknya, jika gini rasio mendekati satu, maka

ketimpangan pendapatan makin tinggi.

Gini rasio Kota Jayapura Tahun 2014 sebesar

0,348, keadaan ini menggambarkan ketimpangan

pendapat tergolong sedang. Secara umum, Gini

Ratio Kota Jayapura perlahan menurun sejak

tahun 2012 sampai dengan 2014. Pertumbuhan

ekonomi dan peningkatan PDRB perkapita

seharusnya dapat menurunkan gini rasio dan

mengindikasikan peningkatan kesejahteraan

penduduk di seluruh lapisan masyarakat.

Bank dunia mengelompokkan penduduk ke dalam

tiga kelompok sesuai dengan besarnya

pendapatan.yaitu 40 persen penduduk dengan

pendapatan rendah, 40 persen penduduk dengan

pendapatan menengah dan 20 persen penduduk

dengan pendapatan tinggi. Ketimpangan

pendapatan diukur dengan menghitung

persentase jumlah pendapatan penduduk dari

kelompok yang berpendapatan 40 persen

terendah dibandingkan total pendapatan seluruh

penduduk.

terendah dibandingkan total pendapatan seluruh penduduk. GAMBAR 20. GINI RATIO KOTA JAYAPURA TAHUN 2012-2014 0.9
GAMBAR 20. GINI RATIO KOTA JAYAPURA TAHUN 2012-2014 0.9 0.7 0.5 0.3 0.366 0.375 0.348
GAMBAR 20. GINI RATIO KOTA
JAYAPURA TAHUN 2012-2014
0.9
0.7
0.5
0.3
0.366
0.375
0.348
0.1
2012
2013
2014

http://jayapurakota.bps.go.id

http://jayapurakota.bps.go.id PERTANIAN Terjadi peningkatan produksi perikanan pada tahun 2014 Produksi perikanan pada
PERTANIAN Terjadi peningkatan produksi perikanan pada tahun 2014 Produksi perikanan pada tahun 2014 meningkat sebesar
PERTANIAN
Terjadi peningkatan produksi perikanan pada tahun 2014
Produksi perikanan pada tahun 2014 meningkat sebesar 35 persen yaitu dari
22.597,94 ton pada tahun 2013 menjadi 30.507,21 ton pada tahun 2014 baik
untuk perikanan laut maupun perikanan darat.
 

Tabel 16. Jumlah Produksi dan Rumah Tangga Perikanan Kota Jayapura Tahun 2012 - 2014

Subsektor

     

Perikanan

2012

 

2013

 

2014

Produksi (Ton)

 

Laut

14.196,00

16.972,32

22.912,63

Darat

4.325,00

5.625,62

7.594,58

Rumah Tangga Perikanan

 

Laut

1.048

 

964

 

989

Darat

971

1.059

1.131

Sumber: Kota Jayapura Dalam Angka, 2015

 
 

Tabel 17. Populasi dan Produksi Daging Kota

 

Jayapura

 
 

Nama

Populasi (Ekor)

 

Produksi (Ton)

ternak

2013

2014

 

2013

2014

 

Sapi

 

Potong

5377

5.848

 

717,7

783,0

kambing

1.703

1.779

5,2

5,8

Babi

10.534

11.008

114,1

124,5

Ayam

 

Pedaging

1.423.879

1.637.461

 

1.192,3

1.300,7

Ayam

 

Kampung

25.245

30.547

 

23,6

25,8

Itik +

Entok

345

503

0,2

0,3

 

Sumber: Kota Jayapura Dalam Angka, 2015

 

Subsektor Perikanan merupakan subsektor

dengan peranan paling besar di Sektor Pertanian.

Pada tahun 2014, produksi perikanan di Kota

Jayapura meningkat sebesar 35 persen yaitu dari

22.597,94 ton pada tahun 2013 menjadi 30.507,21

ton pada tahun 2014 baik untuk perikanan laut

maupun perikanan darat.

Adanya peningkatan produksi perikanan pada

tahun 2014, diikuti dengan peningkatan jumlah

rumah tangga perikanan. Rumah tangga perikanan

pada tahun 2013 sebanyak 2.023 rumah tangga,

dengan rumah tangga perikanan laut sebesar 964

rumah tangga dan rumah tangga perikanan darat

sebesar 1.059 rumah tangga. Sedangkan pada

tahun 2014, rumah tangga perikanan sebanyak

2.120 rumah tangga, dengan rumah tangga

perikanan laut sebesar 989 rumah tangga dan

rumah tangga perikanan darat sebesar 1.131

rumah tangga. Di Kota Jayapura, rumah tangga

perikanan paling banyak terdapat di Distrik Muara

Tami dan Distrik Jayapura Utara.

Tiga jenis ternak yang paling banyak dipelihara

oleh penduduk Kota Jayapura pada tahun 2014

adalah ayam pedaging (97,1 persen), ayam

kampung (1,8 persen), dan sapi (0,3 persen).

Sementara itu, ternak yang paling sedikit diminati

oleh peternak di Kota Jayapura adalah itik dan

entok dengan jumlah populasi hanya sebesar 503

ekor atau hanya sekitar 0,03 persen dari total

populasi ternak di Kota Jayapura.

PERTANIAN Tanaman bahan makanan tahun 2014 mengalami peningkatan Produksi bahan makanan pada tahun 2014 mengalami
PERTANIAN
Tanaman bahan makanan tahun 2014 mengalami peningkatan
Produksi bahan makanan pada tahun 2014 mengalami peningkatan rata-rata
sebesar 5,12 persen dibanding tahun sebelumnya.
Pada tahun 2014, produksi daging di Kota Jayapura meningkat sebesar 9,1 persen. Tabel 18. Luas
Pada tahun 2014, produksi daging di Kota
Jayapura meningkat sebesar 9,1 persen.
Tabel 18. Luas Panen, Hasil per Ha dan Produksi
Tanaman Bahan Makanan Kota Jayapura
Tahun 2014
Produksi daging paling banyak diperoleh dari
Rata-
jenis ternak sapi (717.698 kg), sedangkan
Luas
Jenis
Produksi
rata
Panen
produksi daging paling sedikit diperoleh dari jenis
Tanaman
(Ton)
Produksi
(Ha)
(Ton/Ha)
ternak itik dan entok (305 kg).
Padi
1.112
5.431
4,88
Jagung
283
649,1
2,29
Produksi bahan makanan pada tahun 2014
Kedelai
19
26,6
1,40
Kacang Tanah
81
105,3
1,30
mengalami peningkatan rata-rata sebesar 5,12
Kacang Hijau
18
23,4
1,30
persen dibanding tahun sebelumnya. Tanaman
Ubi Kayu
98
784
8,00
Ubi Jalar
80
180,6
2,26
bahan makanan yang mengalami peningkatan
Sumber: Kota Jayapura Dalam Angka, 2015
adalah kacang hijau (157,14 persen), jagung
(101,18 persen). Peningkatan ini terjadi dengan
adanya peningkatan luas panen dari tanaman-
Gambar 21. Perkembangan 5 Produksi
tanaman tersebut. Tanaman ubi jalar merupakan
Sayur-Sayuran Terbesar di Kota Jayapura
2011-2014
tanaman yang mengalami penurunan produksi
1400
paling besar, yaitu sebesar 82,08 persen (dari
1200
1.008 ton pada tahun 2013 menjadi 180,65 ton
1000
pada tahun 2014).
800
Secara umum, produksi sayur-sayuran di Kota
600
Jayapura mengalami peningkatan sebesar 6,75
400
persen pada tahun 2014 dibandingkan dengan
200
tahun 2013. Peningkatan produksi paling banyak
0
2011
2012
2013
2014
ada pada komoditi cabe.
Sawi /petsai
Kacang panjang
*** Tahukah Anda
Kangkung
Tomat
Pada tahun 2014, produksi kehutanan yang
Cabe
dihasilkan di Kota Jayapura berupa kayu
gergajian sebesar 1.163,36 m 3 .
http://jayapurakota.bps.go.id

http://jayapurakota.bps.go.id

http://jayapurakota.bps.go.id PERTAMBANGAN DAN ENERGI Terjadi peningkatan produksi listrik yang dibangkitkan tahun 2014

PERTAMBANGAN DAN ENERGI

Terjadi peningkatan produksi listrik yang dibangkitkan tahun 2014

Pada tahun 2014, produksi listrik yang dibangkitkan di Kota Jayapura mengalami peningkatan sebesar 8,7 persen menjadi 364.514.322 KWH.

Gambar 22. Banyaknya Produksi Listrik

yang Dibangkitkan dan Dialirkan di Kota

Jayapura (KWH), 2010-2014

450,000,000

400,000,000

350,000,000

300,000,000

250,000,000

200,000,000

150,000,000

100,000,000

50,000,000

0

250,000,000 200,000,000 150,000,000 100,000,000 50,000,000 0 2010 2011 2012 2013 2014 Listrik yang Dibangkitkan Listik

2010

2011

2012

2013

2014

100,000,000 50,000,000 0 2010 2011 2012 2013 2014 Listrik yang Dibangkitkan Listik yang Dialirkan Tabel 19.

Listrik yang Dibangkitkan

Listik yang Dialirkan

Tabel 19. Banyaknya Konsumsi Listrik dan Air

Bersih oleh Pelanggan di Kota Jayapura

Tahun 2015-2014

Jenis

Konsumsi

Energi

2013

2014

Listrik (KWH)

Air Minum (M 3 )

263.862.546

10.019.841

295.533.539

10.605.427

Sumber: Kota Jayapura Dalam Angka, 2015

Pada tahun 2014, produksi listrik yang dibangkitkan

di Kota Jayapura mengalami peningkatan sebesar

8,7 persen menjadi 364.514.322 KWH. Dari tahun

ke tahun, Kota Jayapura sudah mampu memenuhi

kebutuhan listriknya sendiri. Hal ini terlihat dari

perbandingan listrik yang dialirkan terhadap listrik

yang dibangkitkan. Pada tahun 2010, sekitar 98,35

persen listrik yang dialirkan dapat disediakan dari

listrik yang dibangkitkan sendiri. Pada tahun 2014,

kemampuan ini meningkat sehingga 100 persen

listrik yang dialirkan dapat disediakan dari listrik

yang dibangkitkan sendiri. Banyaknya penjualan

listrik pada tahun 2014 sebesar 295.533.539 KWH,

penjualan ini meningkat 12,0 persen dibanding

penjualan tahun 2013. Kelompok pelanggan yang

paling banyak mengkonsumsi listrik dari total listrik

yang dijual adalah rumah tangga sebesar

146.676.212 KWH atau sebesar 49,63 persen,

diikuti usaha sebesar 34,87 persen, dan Kantor

Pemerintah sebesar 9,76 persen.

PDAM Kota Jayapura pada tahun 2014 mampu

memproduksi air bersih sebesar 10.605.427 M 3 .

Jumlah pelanggan air minum PDAM menurun 0,68

persen dibanding tahun 2013 hingga menjadi

28.489 pelanggan. Total konsumsi air minum

sebesar 10.605.427 M 3 dengan nilai Rp. 38,06

miliar. Pelanggan yang paling banyak

mengkonsumsi air minum adalah Rumah Tempat

Tinggal (7.663.870 M 3 ) dan Pertokoan dan Industri

(900.712 M 3 ).

PERINDUSTRIAN Peningkatan jumlah unit usaha industri, tenaga kerja, dan nilai investasi Jumlah unit usaha industri
PERINDUSTRIAN
Peningkatan jumlah unit usaha industri, tenaga kerja, dan nilai
investasi
Jumlah unit usaha industri yang meningkat sebesar 10,3 persen menambah
penyerapan tenaga kerja sebesar 12,8 persen, dan meningkatkan investasi
tenaga kerja sebesar 12,8 persen, dan meningkatkan investasi Pada tahun 2014 terdapat sebanyak 1.116 unit usaha

Pada tahun 2014 terdapat sebanyak 1.116 unit

usaha di Kota Jayapura. Jumlah ini bertambah

104 unit usaha bila dibanding tahun 2013.

Tabel 20. Banyaknya Industri, Tenaga Kerja, Nilai

Investasi, dan Nilai Produksi Kota Jayapura, 2013-

2014

Adanya peningkatan unit usaha sebesar 10,3

 

Nilai

Nilai

persen ini, ternyata mampu menyerap tenaga

kerja sebesar 12,8 persen (dari 2.850 orang

Kelompok

Industri

Unit

usaha

Tenaga

Kerja

Investasi

(Juta Rp)

Produksi

(Juta Rp)

Industri Kimia dan Agro Industri

 

pada tahun 2013 menjadi 3.214 orang pada

tahun 2014). Adanya peningkatan unit usaha

2013

2014

248

277

781

880

10.024,08

12.225,83

17.478,26

21.725,02

Industri Hasil Hutan dan Hasil Tambang

 

sangat berdampak pada peningkatan nilai

investasi yang ditanamkan. Hal ini ditunjukkan

2013

2014

306

332

955

1.043

16.605,31

18.387,03

22.552,87

25.534,63

oleh adanya peningkatan sebesar 12,6 persen

Industri Logam Mesin dan Elektronika

 

pada nilai investasi di Kota Jayapura (dari 42,94

2013

2014

329

367

778

928

11.212,51

12.459,03

13.284,13

17.209,30

miliar rupiah pada tahun 2013 menjadi 48,35

Industri Sandang Kulit dan Aneka

 

miliar rupiah pada tahun 2014). Peningkatan

2013

2014

129

140

336

363

5.098,15

5.279,17

14.154,03

16.804,73

jumlah unit usaha, tenaga kerja, dan nilai

investasi memberi dampak pada peningkatan

nilai produksi yang dihasilkan sebesar 20,5

Sumber: Kota Jayapura Dalam Angka, 2015

 

http://jayapurakota.bps.go.id

persen atau bertambah sebesar 13,80 miliar

rupiah.

Jumlah unit usaha kelompok industri kimia dan

agro industri pada tahun 2014 meningkat

sebesar 11,7 persen dibanding tahun

Gambar 23. Persentase Peningkatan Unit

Usaha Perindustrian di Kota Jayapura, 2014

 

sebelumnya, diikuti dengan peningkatan tenaga

11.7% 11.6% 8.5% 8.5%
11.7%
11.6%
8.5%
8.5%

kerja sebanyak 12,7 persen. Dengan

meningkatnya unit usaha pada kelompok

industri ini, maka nilai investasi dan nilai

produksi ikut meningkat, masing-masing

sebesar 22 persen dan 24,3 persen. Persentase

INDUSTRI KIMIA INDUSTRI HASIL

INDUSTRI

INDUSTRI

peningkatan nilai investasi pada kelompok

 

DAN ARGO

HUTAN DAN

LOGAM MESIN

SANDANG

HASIL

DAN

KULIT DAN

industri kimia dan agro industri merupakan yang

terbesar dibanding kelompok industri lain.

TAMBANG

ELEKTRONIKA

ANEKA

PERINDUSTRIAN Peningkatan terbesar penyerapan tenaga kerja dan nilai produksi Kelompok industri kimia dan agro industri
PERINDUSTRIAN Peningkatan terbesar penyerapan tenaga kerja dan nilai produksi Kelompok industri kimia dan agro industri
PERINDUSTRIAN
Peningkatan terbesar penyerapan tenaga kerja dan nilai produksi
Kelompok industri kimia dan agro industri merupakan kelompok industri
dengan peningkatan unit usaha dan nilai investasi terbesar pada tahun
2014, masing-masing sebesar 11,7 persen dan 22,0 persen.

http://jayapurakota.bps.go.id

Gambar 24. Persentase Peningkatan Tenaga Kerja Perindustrian di Kota Jayapura, 2014

19.3% 12.7% 9.2% 8.0%
19.3%
12.7%
9.2%
8.0%

INDUSTRI KIMIA

INDUSTRI HASIL

INDUSTRI

INDUSTRI

DAN ARGO

HUTAN DAN

LOGAM MESIN

SANDANG KULIT

HASIL TAMBANG

DAN

DAN ANEKA

ELEKTRONIKA

Gambar 25. Persentase Peningkatan Nilai

Investasi Perindustrian di Kota Jayapura, 2014

22.0% 10.7% 11.1% 3.6%
22.0%
10.7%
11.1%
3.6%

INDUSTRI KIMIA

INDUSTRI HASIL

INDUSTRI

INDUSTRI

DAN ARGO

HUTAN DAN

LOGAM MESIN

SANDANG KULIT

HASIL TAMBANG

DAN

DAN ANEKA

ELEKTRONIKA

Gambar 26. Persentase Peningkatan Nilai Produksi Perindustrian di Kota Jayapura,

2014

29.5% 24.3% 18.7% 13.2%
29.5%
24.3%
18.7%
13.2%

INDUSTRI KIMIA

INDUSTRI HASIL

INDUSTRI

INDUSTRI

DAN ARGO

HUTAN DAN

LOGAM MESIN

SANDANG KULIT

HASIL TAMBANG

DAN

DAN ANEKA

ELEKTRONIKA

Kelompok industri sandang kulit dan aneka

merupakan kelompok industri yang mengalami

peningkatan terkecil pada unit usaha, tenaga

kerja, dan nilai produksi pada tahun 2014 dengan

penambah jumlah unit usahanya sebanyak 11

unit usaha atau sebanyak 8,5 persen.

Peningkatan jumlah unit usaha ini meningkatkan

jumlah tenaga kerja yang diserap sebanyak 8

persen. Nilai investasi kelompok industri ini yang

meningkat sebesar 3,6 persen memberi pengaruh

pada peningkatan nilai produksi sebesar 18,7

persen.

Kelompok industri logam mesin dan elektronika

mengalami peningkatan unit usaha sebesar 11,6

persen. Berdampak pada tingkat penyerapan

tenaga kerja dan peningkatan nilai investasi pada

tahun 2014, masing-masing sebesar 19,3 persen

dan 11,1 persen. Peningkatan nilai produksi

kelompok industri ini terbesar diantara kelompok

industri lainnya dengan peningkatan sebesar 29,5

persen.

Sementara itu, industri hasil hutan dan hasil

tambang merupakan kelompok usaha dengan

peningkatan nilai investasi terkecil dibandingkan

dengan kelompok usaha lainnya, juga mengalami

peningkatan nilai usaha dan tenaga kerja masing-

masing sebesar 8,5 persen dan 9,2 persen. Hal

yang sama juga terjadi pada nilai investasi dan

nilai produksinya yang juga meningkat masing-

masing sebesar 10,7 persen dan 13,2 persen.

http://jayapurakota.bps.go.id

HOTEL & PARIWISATA Tingkat Penghunian Kamar (TPK) secara total mengalami peningkatan Pada tahun 2014, TPK
HOTEL & PARIWISATA
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) secara total mengalami
peningkatan
Pada tahun 2014, TPK secara total mengalami peningkatan, yaitu dari 48,42
persen pada tahun 2013 menjadi 49,16 persen pada tahun 2014.
persen pada tahun 2013 menjadi 49,16 persen pada tahun 2014. Pada tahun 2014, jumlah akomodasi di

Pada tahun 2014, jumlah akomodasi di Kota

Jayapura sama dengan jumlahnya pada

tahun 2013 yaitu 56 usaha, terdiri dari 12

hotel bintang dan 44 hotel non berbintang.

Sedangkan jumlah kamar hotel yaitu 2.066

kamar dimana terdapat sebanyak 863 kamar

di hotel berbintang dan sebanyak 1.203

kamar di hotel non berbintang.

Jika dilihat dari Tingkat Penghunian Kamar

(TPK), maka TPK secara total mengalami

peningkatan, yaitu dari 48,42 persen pada

tahun 2013 menjadi 49,16 persen pada tahun

2014. Peningkatan ini terjadi karena adanya

peningkatan banyaknya malam tamu

menginap. TPK hotel bintang turun dari 55,72

persen menjadi 53,27 persen dan TPK hotel

non berbintang meningkat dari 40,99 persen

menjadi 45,86 persen.

Pada tahun 2014, Banyaknya Malam Tamu

Menginap di Kota Jayapura menurun

sebanyak 39,9 persen, dari 1.513.276 kamar

menjadi 909.188 kamar. Penurunan ini

dipengaruhi oleh jumlah wisatawan yang

berkurang 32,88 persen menjadi 389.272

orang. Rata-rata lama menginap juga

berkurang, dari 2,61 malam pada tahun 2013

menjadi 2,34 malam di tahun 2014 dimana

wisatawan mancanegara selama 5 malam

dan wisatawan nusantara sebanyak 2 malam.

Tabel 21. Statistik Hotel dan Pariwisata Kota Jayapura

Indikator

2013

2014

Akomodasi

56

56

Hotel Berbintang

12

12

Hotel Non Berbintang

44

44

Jumlah Kamar

2.066

2.066

Hotel Berbintang

863

863

Hotel Non Berbintang