Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

“ SISTEM REM”

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas

MAKALAH “ SISTEM REM” Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Disusun Oleh : DEDE HILMI PEMERINTAHAN

Disusun Oleh :

DEDE HILMI

PEMERINTAHAN KABUPATEN CIAMIS DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SMK AL-ITIHAD

TAHUN 2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Mahakuasa, karena berkat rahmat dan hidayah - Nya saya dapat menyelesaikan tugas penyusunan Makalah yang berjudul

Penyakit Telinga” ini dengan baik. Tujuan dari penyusunan makalah ini, selain untuk memenuhi salah satu tugas mata

pelajaran

juga saya susun sebagai bahan pengetahuan bagi siswa dan para

................ pembaca yang berkenan membaca makalah ini. Namun demikian, saya menyadari betul bahwa dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran yang sekiranya membangun dari para pembaca sekalian juga teman – teman semua agar dapat menjadi perbaikan dalam penulisan tugas selanjutnya. Akhirnya, semoga makalah ini bermanfaat bagi saya pribadi dan juga para pembaca semuanya.

Kawali, 01 Mei 2016

Penyusun

1

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR

i

 

ii

BAB I

PENDAHULUAN

  • 1.1. Latar Belakang ..............................................................................

1

  • 1.2. Rumusan Masalah..........................................................................

1

  • 1.3. Tujuan............................................................................................

2

BAB II PEMBAHASAN

 
  • 2.1. Panca Indera Pendengaran ............................................................

3

  • 2.2. Macam-Macam Penyakit Telinga .................................................

3

  • 2.3. Penyebab Infeksi Telinga ..............................................................

8

  • 2.4. Gejala Infeksi Telinga ...................................................................

8

  • 2.5. Penanganan Pada Infeksi Telinga .................................................

9

  • 2.6. Pengobatan Alternatif Untuk Infeksi Telinga ................................

9

BAB III PENUTUP

........................................................................................................Kesimpulan 3.1

.......................................................................................................

11

........................................................................................................Saran 3.2

11

DAFTAR PUSTAKA

.........................................................................................

12

2

  • 1.1. Latar belakang

BAB I

PENDAHULUAN

Pada kebiasaan banyak orang, biasanya telinga tidak terlalu banyak dilakukan banyak perawatan. Sehingga kotoran telinga yang menumpuk pada telinga bagian luar mengandung zat yang dapat membunuh bakteria dan mencegah infeksi. Padahal seharusnya jangan memasukkan benda tajam ke dalam telinga karena dapat merusak gendang telinga dan menyebabkan ketulian. Untuk membersihkan kotoran telinga yang menumpuk, gunakan sediaan yang dapat dibeli di apotek. Jika telinga terasa tersumbat, periksakan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang cukup. Jika kita sedang bepergian dengan kapal terbang, telinga kadang-kadang merasa tidak enak. Hal ini disebabkan karena bagian dalam tidak sama dengan tekanan pada telinga bagian luar. Keadaan ini menyebabkan telinga terasa tidak enak dan sakit sampai telinga mengeluarkan bunyi “pop” dan tekanan menjadi seimbang. Pencegahan Gangguan Pendengaran/Kehilangan Pendengaran Pendengaran setiap orang makin menurun dengan bertambahnya usia. Salah satu faktor penyebab adalah seringnya terpapar suara keras dari lingkungan/sekeliling. Suara diukur dengan desibel. Lebih keras suara, lebih tinggi desibelnya. Kehilangan pendengaran yang disebabkan oleh suara keras yang menyerang telinga bagian dalam akan sulit diperbaiki. Lebih keras suara, lebih cepat menyebabkan kerusakan telinga yang tidak dapat diperbaiki. Hindari sedapat mungkin berada di lingkungan dengan suara sangat keras. Apalagi jika kita bekerja di lingkungan yang selalu ada suara keras, kenakan sumbatan telinga atau alat pembantu bicara (ear phone) untuk menjaga kesehatan telinga anda. Diperkirakan paparan yang terus menerus terhadap suara yang keras (diatas 90 desibel) dapat merusak pendengaran. Suara yang terus menerus terdengar di telinga merupakan tanda kerusakan pada telinga bagian dalam. Maka dalam penyusunan makalah ini penulis akan mengulas tentang penyakit telinga.

  • 1.2. Rumusan Masalah

    • 1. Apa itu panca indra pendengaran?

    • 2. Apa saja macam-macam penyakit telinga?

    • 3. Apa penyebab infeksi telinga?

    • 4. Bagaimana gejala infeksi telinga?

    • 5. Bagaimana penanganan pada infeksi telinga?

    • 6. Bagaimana Pengobatan Alternatif untuk Infeksi Telinga?

1

1.3.

Tujuan

Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah utuk:

  • 1. Mengenal apa itu panca indra pendengaran.

  • 2. Mengetahui macam-macam penyakit telinga

  • 3. Mengetahui penyebab infeksi telinga

  • 4. Mengetahui gejala infeksi telinga

  • 5. Mengetahui penanganan pada infeksi telinga

  • 6. Mengetahui Pengobatan Alternatif untuk Infeksi Telinga

6.1.

2

BAB II PEMBAHASAN

  • 2.1. Panca Indera Pendengaran

Telinga tidak hanya menyediakan kemampuan untuk mendengar, tetapi membantu keseimbangan tubuh ketika bergerak. Makanya, penyakit pada telinga akan memberi kita kesulitan dalam pendengaran, memberi rasa sakit bersama dengan rasa pusing yang memicu sakit kepala. Telinga memiliki banyak bagian berbeda termasuk Canal Telinga, Telinga Tengah dan Telinga Dalam, dimana syaraf mengirimkan sinyal suara dan perasaan yang berkaitan dengan keseimbangan ke otak. Semua bagian telinga berisiko pada trauma dan infeksi yang bisa menimbulkan kerusakan kecil atau besar pada telinga.

BAB II PEMBAHASAN 2.1. Panca Indera Pendengaran Telinga tidak hanya menyediakan kemampuan untuk mendengar, tetapi membantu
  • 2.2. Macam-Macam Penyakit Telinga

Berikut ini beberapa gejala penyakit telinga secara umum :

a. Tersumbatnya telinga oleh kotoran Penyakit pada Telinga bagian luar memiliki kelenjar yang menghasilkan minyak. Minyak ini berguna untuk mencegah air dan kotoran masuk ke dalam telinga. Biasanya, minyak bersama kotoran mengggumpal dan akan mengering. Selanjutnya, kotoran telinga ini akan keluar dengan sendirinya. Namun, kadangkala kotoran telinga mengumpul terlalu banyak dan menyumbat telinga. Jika keadaan demikian, harus konsultasi dengan dokter. b. Hilangnya pendengaran akibat pencemaran suara

Suara

yang

terlalu

keras

dapat

menyebabkan

kerusakan

telinga bagian dalam.

Akibatnya, pendengaran dapat terganggu dan bahkan pendengaran hilang, rusaknya telinga akibat suara yang terlalu keras dapat dicegah dengan tidak mendengarkan dan menghindari

3

sumber pencemaran suara atau menggunakan alat penutup telinga yang dapat mengurangi intensitas suara.

c.

Tuli konduksi

Pada

Tuli

konduksi,

telinga

tidak

dapat

mendengar

karena

gangguan

pada

penghantaran getaran suara. Sebab-sebab gangguan ini antara lain :

 

penyumbatan saluran telinga oleh minyak serumen.

 

penebalan atau pecahnya membran timpani.

pengapuran pada tulang pendengaran.

kekakuan hubungan stapes pada tingkap oval.

Tuli saraf yaitu tuli yang disebabkan adanya kerusakan saraf auditori (saraf

pendengaran).

d.

Vertigo

Vertigo

adalah

penyakit

atau

kondisi

dimana

telinga

bagian

dalam mengalami

gangguan sehingga terasa pusing dan ruang di sekeliling penderita terasa berputar sehingga pada kondisi seperti ini penderta merasa berputar atau melayang. Penyakit ini sangat berbahaya jika menyerang secara tiba-tiba. Kebanyakan para penderita vertigo terserang kondisi ini saat sedang stress dan kecapean. jadi penderita vertigo sensitif dengan yang namnay stress dan cape, karena pada kondisi stress jaringan saraf di otak mengalami overecting karena menerima pasokan darah dari jantung terlalu mendadak. Jika keseimbangan saraf ini terganggu maka akana menyebabkan beberapa komplikasi tidak hanya vertigo namun bisa juga hipertensi, jantyung koroner bahkan stroke. Penyebab penyakit vertigo adalah terganggunya saraf yang menghubungkan antara mata dengan otak, dan pergerakan mata secara abnormal (sering menggerakan mata dengan berlebihan). Gejala yang dirasakan sering merasa pusing, sering terserang pusing disertai perasaan melayang walau dalam keadaan mata tertutup sekalipun. Pilihan lain untuk memperbaiki gejala vertigo adalah dengan mendapatkan suntikkan obat di telinga bagian tengah. Jenis obat yang digunakan antara lain :

Gentamisin

Dokter akan menyuntikkan antibiotik beracun ke telinga bagian dalam dan selama prosedur ini Anda akan diberi anestesi lokal. Jenis obat ini dipercaya dapat mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan dari serangan vertigo. Namun, setelah melakukan hal ini, kemampuan pendengaran Anda akan terganggu.

Steroid, seperti deksametason Dokter juga akan memberikan anestesi lokal kepada Anda sebelum menyuntikkan jenis obat ini. Bila dibandingkan dengan gentamisin,jenis obat ini kurang efektif. Namun, risiko efek samping dari obat ini lebih rendah dibandingkan dengan gentamisin.

4

Namun, bila vertigo tidak kunjung membaik dan semakin parah, operasi mungkin menjadi satu-satunya pilihan untuk mengobatinya. Jenis pembedahan dibagi menjadi beberapa macam, antara Prosedur kantung endolymphatic. Jenis pembedahan ini dapat mengatur kadar cairan telinga bagian dalam. Selain itu, produksi cairan dapat berkurang, penyepan cairan lebih meningkat, dan vertigo pun daoat diatasi. Namun, ketika Anda melakukan hal ini, dokter akan menghilangkan sebagian kecil tulang yang berada di atas kantung endolymphatic. e. Terasa ada tekanan dalam telinga Orang yang mengidap penyakit meniere akan merasa ada tekanan pada telinga bagian dalam, gejala-gejala tersebut dapat timbul dengan tingkat keparahan, frekuensi, dan durasi

yang berbeda-beda, terutama pada awal penyakit. Misalnya, Anda mungkin akan mengalami vertigo yang lebih parah daripada gejala lain atau Anda lebih sering mengalami tinnitus daripada gejala lainnya. Namun, bisa juga gejala-gejala tersebut terjadi dalam waktu yang bersamaan. Jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, lebih baik Anda langsung berkonsultasi ke dokter. Sebab, gejala-gejala tersebut mungkin dapat menimbulkan komplikasi, seperti gangguan berbicara, hilangnya kesadaran, kehilangan penglihatan, dan lain sebagainya atau bahkan menimbulkan penyakit lain yang lebih serius, seperti stroke, tumor otak, penyakit jantung, penyakit kardiovaskular, dan menyebabkan hilangnya kemampuan mendengar.

Adapun

klasifikasi

penyakit

lebih

dari

telinga

diantaranya

terbagi dalam tiga

kelompok. Penyakit telinga bagian luar, penyakit telinga tengah, dan gangguan pendengaran usia tua.

  • 1. Othematoma

Penyakit ini juga sering disebut dengan penyakit bunga kol, penyakit ini disebabkan oleh kelainan genetis. Penderita penyakit othematoma tidak memiliki aurikel dan kanal

auditori sejak lahir. Penyakit pada telinga yang satu ini ditandai dengan adanya gangguan tulang rawan pada daun telinga dan biasanya disertai pendarahan. Akibat munculnya jaringan yang berlebih pada daun telinga, othematoma menyebabkan bentuk telinga penderita ikut mengalami perubahan.

  • 2. Neuroma akustikus

Yang kedua adalah neuroma akustikus, ini adalah penyakit tumor yang menyerang sarap penghubung telinga dengan otak. Gejala awal seseorang yang mengalami penyakit neuroma akustikus adalah gangguan pendengaran, telinga berdengung dan juga hilangnya keseimbangan karena penyakit ini juga menyerang otak.

  • 3. Meniere

5

Penyakit pada telinga selanjutnya adalah meniere. Meniere merupakan penyakit pada telinnga yang menyerang bagian dalam alat indera ini. Hal ini terjadi karena kantung endolimfatikus mengalami pembengkakan akibat penumpukan cairan yang ada di dalam telinga. Gejala awal yang perlu Anda waspadai adalah tinnitus atau telinga berdengung, gangguan pendengaran serta kepala terasa pusing. Biasanya penyakit ini hanya menyerang

satu telinga saja, namun tidak menutup kemungkinan jika kedua telinga juga dapat terserang meniere.

  • 4. Perikondritis

Perikondritis sebenarnya hampir sama dengan othematoma yaitu penyakit talinga yang menyerang tulang rawan telinga. Namun yang membedakan adalah othematoma disebabkan oleh genetis sedangkan perikondritis disebabkan oleh adanya infeksi. Infeksi tersebut dapat

disebabkan karena bisul yang pecah di telinga, luka ataupun gigitan serangga. Penyakit ini biasanya disertai dengan keluarnya nanah dan juga pendarahan di telinga penderita.

  • 5. Labirintitis Penyakit pada telinga berikutnya adalah labirinitits. Faktor utama dari penyakit ini

adalah gegar otak, alergi dan juga infeksi. Beberapa gejala yang mungkin ditimbulkan akibat penyakit ini adalah vertigo, mual, muntah, pendengaran berjurang dan juga telinga berdengung.

  • 6. Titis media Otitis media adalah penyakit yang menyebabkan telinga bagian tengah mengalami

peradangan. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh adanya infeksi disaluran pernapasan seperti di tenggorokan. Virus dan bakteri penyebab infeksi tersebut akan menyebar dan melewati saluran eustachius. Sehingga hal ini akan menyebabkan gangguan berupa peradangan, pembengkakan saluran hingga gangguan pendengaran.

  • 7. Penyumbatan

Ini sebenarnya bukan penyakit, tetapi gejala yang diakibatkanya sangat mengganggu yaitu sulit mendengar dan hilang keseimbangan. Produksi kotoran telinga yang berlebihan bisa menyumbat salah satu atau kedua saluran telinga Membersihkan telinga adalah cara mudah menghindari penyakit ini. Namun jika kotoran telinga sudah telanjur menumpuk, berkonsultasilah ke dokter. Dokter akan memberikan obat tetes dan menggunakan cara yang tepat untuk membuang kotoran telinga Anda. Dalam kasus ini tidak disarankan untuk memaksakan diri membersihkan telinga dengan kasar, termasuk mencolok-colok lubang telinga terlalu dalam. Kulit lubang telinga yang tipis akan lecet jika terus menerus dikorek. Akibatnya telinga akan barnanah, nanah

6

tersebut bercampur dengan kotoran telinga dan berbau tak sedap. Apabila sudah begini,

hindari masuknya cairan apa pun (termasuk air mandi) ke dalam telinga, mintalah bantuan dokter ahli untuk menyembuhkan infeksi dan membersihkan kotoran telinga. Biasanya dokter akan menjaga telinga Anda agar tetap kering dengan tidak member obat tetes, melainkan langsung mengambil kotoran dengan menggunakan alat pengisap khusus.

  • 8. Tinnitius

Tinnitus adalah penyakit telinga ringan yang cukup mengganggu penderitanya. Gejala tinnitus berupa bunyi berdengung, berdesir, dan sebagainya. Biasanya penyakit ini akan menghilang begitu saja tanpa disadari oleh penderitanya. Akan tetapi tinnitus yang tidak diobati akan memicu tumor telinga, tetapi hal ini sangat jarang terjadi. Beberapa bunyi memang wajar didengar dari dalam telinga. Biasanya bunyi tersebut adalah bunyi

pergerakan kotoran telinga. Umumnya bunyi ini tidak terdengar karena kita biasa hidup di tempat bising dengan segala bunyi-bunyian. Akan tetapi ketika kita berada di tempat sunyi, bunyi dalam telinga akan terdengar jelas. Untuk memahami apa penyebab tinnitus pada telinga pasiennya, seorang dokter THT akan melaksanakan sejumlah tes pendengaran dan memeriksa riwayat kesehatan dan lingkungan hidup pasiennya. Setelah diketahui penyebabnya, dokter akan memberi rekomendasi-rekomendasi tertentu yang sesuai.

  • 9. Jenis penyakit lainnya ialah tuli mendadak. Diakibatkan oleh serangan virus yang

menyebabkan berkurangnya aliran darah ke organ-organ pendengaran. Ketika kondisi semakin parah dapat mengakibatkan tuli permanen atau sampai pada kondisi terjadi peradangan pada tulang belakang telinga (mastoiditis). Infeksi juga bisa menjalar sampai ke selaput otak (meningitis).

Kehadiran penyakit telinga bisa karena terlalu kuat atau dalam membersihkan telinga. Semakin kuat dan dalam Anda membersihkan telinga justru dapat membuat kotoran terdorong masuk di sekitar gendang telinga Jika terulang, maka kotoran tersebut dapat terkumpul dan membatu. Dan dalam konsisi tertentu dapat menutup serta menghalangi gendang telinga untuk menangkap getaran suara dari luar. Hal ini membuat telinga terasa gatal dan tanpa disadari Anda mengorek- ngoreknya sehingga menimbulkan infeksi. Tersumbatnya sebelah telinga pun bisa mengakibatkan pusing, kepala terasa berputar bahkan vertigo. Ketika Anda berada dalam kondisi ini, sebaiknya segera memeriksakan ke dokter. Penyebab sakit telinga lainnya berupa infeksi yang disebabkan jamur atau bakteri (bakteri Pneumococcus haemophilus). Memiliki tanda seperti telinga berwarna kemerahan

7

dan terjadi pembengkakan pada rahang sehingga sulit digerakan, khususnya untuk menguyah makanan. Tanda lainnya, keluar cairan kental berwarna kekuningan dan

menunjukkan telah terjadi infeksi pada telinga. Infeksi bakteri pada telinga merupakan bentuk umum dari infeksi telinga. Telinga bagian tengah dan bagian dalam merupakan yang paling sering terkena

infeksi.

  • 2.3. Penyebab Infeksi Telinga

Infeksi telinga yang ringan biasanya akan sembuh dalam beberapa hari. Sedangkan infeksi yang lebih parah bila dirawat dengan baik dan tepat waktu bisa disembuhkan dalam

waktu 7 hari. Namun, jika perawatan yang diberikan tidak tepat, maka infeksi telinga ini bisa mengganggu selama beberapa bulan. Terdapat beberapa jenis bakteri yang menyebabkan infeksi pada telinga. Bakteri- bakteri penyebab infeksi telinga diantaranya adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis, Streptococcus pyogenes, dan Staphylococcus aureus. Sebenarnya bakteri-bakteri tersebut hidup di bagian dalam telinga tanpa menimbulkan bahaya apa pun. Namun, saat pertumbuhan dan jumlah bakteri meningkat karena beberapa penyebab tertentu, maka akan bisa menimbulkan infeksi telinga. Pada kondisi normal, telinga bagian tengah terisi oleh udara. Terdapat sebuah tabung sempit yang disebut tabung Eustachia yang menghubungkan telinga dengan bagian belakang hidung. Infeksi telinga karena bakteri lebih sering terjadi pada anak kecil karena tabung Eustachia mereka masih sangat sempit dan pendek sehingga lebih mudah tersumbat. Bahkan pada beberapa anak, tabung Eustchia ini bentuknya hampir lurus sehingga tidak bisa melakukan fungsi drainase dengan benar. Kondisi ini dapat menyebabkan anak menderita infeksi telinga berulang. Perenang sering pula mengalami infeksi telinga karena telinganya kemasukan air saat berenang. Bayi yang masih kecil mungkin mengalami infeksi telinga bila telinganya kemasukan air susu saat diberi ASI.

  • 2.4. Gejala Infeksi Telinga

Gejala infeksi telinga biasanya bisa diamati segera setelah terjadi infeksi pada tenggorokan atau infeksi saluran pernapasan atas lain. Berikut beberapa tanda dan gejala infeksi telinga:

Nyeri konstan dan ketidaknyamanan di dalam telinga. Intensitas nyeri sering

bervariasi mulai dari yang ringan hingga nyeri intens, tergantung tingkat keparahan infeksi. Demam ringan sampai demam sedang.

8

Keluar cairan dari telinga.

Kehilangan kemampuan mendengar sementara.

Pusing disertai dengan sakit kepala.

Kelemahan dan kelelahan, biasanya terjadi pada anak kecil.

  • 2.5. Penanganan Infeksi Telinga

Kunjungi dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) untuk mendapatkan pengobatan. Bakteri penyebab infeksi akan dihancurkan dengan bantuan antibiotik. Terkadang dokter hanya meresepkan antibiotik berupa obat tetes telinga untuk penggunaan topikal saja. Pada kasus infeksi yang cukup serius dokter mungkin akan meresepkan antibiotik baik untuk diminum dan antibiotik topikal (obat tetes telinga). Obat penghilang nyeri digunakan pada kasus dimana pasien mengalami rasa sakit yang cukup hebat. Bila terjadi pembengkakan pada bagian dalam telinga, dokter biasanya akan meresepkan steroid tetes telinga untuk mengurangi pembengkakan. Bila terdapat cairan berlebihan yang terbentuk di dalam telinga yang tidak bisa dibersihkan dengan bantuan obat-obatan, dokter akan mengeluarkan cairan tersebut dari telinga dengan melakukan operasi kecil.

  • 2.6. Pengobatan Alternatif untuk Infeksi Telinga

Pengobatan bisa jadi tidak dibutuhkan bila infeksi telinga tidak parah sehingga bisa

ditangani di rumah dengan bantuan beberapa obat alami. Berikut 3 pengobatan alternatif yang efektif untuk mengatasi infeksi telinga:

1. Kompres Air Hangat

a)

Kompres air hangat sangat baik untuk mengatasi infeksi telinga tertama pada bayi dan

anak kecil.

Ambil semangkuk air hangat,

Celupkan handuk kecil yang bersih ke dalam mangkuk yang berisi air hangat

Peras, kemudian kompres di atas telinga yang sakit

b)

Kompres air hangat harus diulang beberapa kali dalam sehari untuk meredakan rasa sakit pada telinga yang terinfeksi.

2. Tea Tree Oil

Tea tree oil bermanfaat untuk menghancurkan bakteri dan bisa mengeringkan cairan yang

terakumulasi dalam telinga. Adapun cara penggunaannya:

Encerkan beberapa tetes tea tree oil ke dalam air dengan perbandingan yang sama,

Tempatkan campuran ini ke dalam wadah tetes telinga, kemudian teteskan ke dalam

telinga yang terinfeksi,

9

Tunggu selama 5 menit, kemudian memiringkan kepala sehingga cairan di dalam telinga bisa terkuras keluar.

3. Bawang Putih

Air perasan bawang putih bermanfaat sebagai antibiotik alami, sehingga dapat

digunakan untuk membunuh bakteri yang mengakibatkan infeksi telinga. Hancurkan satu siung bawang putih segar untuk diekstrak sarinya. Tuangkan beberapa tetes air sari bawang putih ke telinga yang terinfeksi dengan

bantuan pipet. Lakukan 2 – 3 kali sehari untuk mempercepat proses penyembuhan.

10

  • 3.1. Kesimpulan

BAB III

PENUTUP

Penyakit THT ada beberapa jenis, yang perlu untuk kita ketahui. Jadi mungkin beberapa ada yang tidak umum yang terdengar di telinga kita, namun ini semua ada. Berbeda jenis penyakit THT maka berbeda pula penyebabnya, dan tentu cara menyembuhkan yang harus dilakukan pun juga tentu ikut berbeda. Indra pendengaran (telinga) dapat mengalami gangguan atau kelainan. Gangguan tersebut dapat berupa tersumbatnya telingan oleh kotoran dan hilangnya pendengaran akibat pencemaran suara. Adapun klasifikasi penyakit lebih dari telinga diantaranya terbagi dalam tiga kelompok yakni penyakit telinga bagian luar, penyakit telinga tengah, dan gangguan pendengaran usia tua.

  • 3.2. Saran

Penyakit datangnya tidak terduga dan setiap saat selalu datang menghampiri setiap manusia yang hidup. Tak peduli siapapun, dari manapun dan kapanpun. Tak peduli rakyat jelata dan para pejabat tinggi. Bahkan dokterpun bisa saja terkena serangan penyakit. Makanya sakit itu tidak pilih orang dan tidak memilih orang berpangkat atau tidak berpangkat. Solusinya adalah pencegahan. Seperti kata pepatah : Mencegah Adalah Lebih Baik dari pada Mengobati. Mengantisipasi timbulnya penyakit adalah juah lebih baik dari pada mengurus penyakit yang sudah datang terlebih dahulu. Maka mari kita sama-sama jaga panca indera yang sudah tuhan kasih kepada kita dengan sebaik-baiknya.

11