Anda di halaman 1dari 6

KECAMATAN WATES

Oleh: Imam Mahmudi (H/130722607355)


KEWIRAUSAHAAN
Abstrak
Kecamatan Wates merupakan salah satu kecamatan yang berada di wilayah
Kabupaten Blitar, berada di 11218'14.90"-11223'34.31" BT dan 813'49.91"813'49.91"LS. Dengan luas wilayah sekitar 72,22 km 2 . dan terletak di sebelah
tenggara dari wilayah kabupaten blitar. Kecamatan Wates merupakan daerah
perbatasan antara Kabupaten Blitar dengan Kabupaten Malang bagian selatan.
sebelah utara berbatasan dengan kecamatan binangun, sebelah barat berbatasan
dengan kecamatan panggungrejo, sebelah selatan berbatasan dengan samudra
indonesia, dan sebelah timur berbatasan dengan kecamatan donomulyo (Kabupaten
Malang). kecamatan wates terbagi menjadi 8 desa yaitu Desa Wates, Desa Mojorejo,
Desa Tugurejo, Desa Sukorejo, Desa Sumberarum, Desa Ringinrejo, Desa
Tulungrejo, dan Desa Purworejo. dengan jumlah penduduk total pada tahun 2011
sekitar 5240 jiwa. Kecamatan Wates merupakan wilayah yang jauh dari pusat Kota
Blitar, dengan jarak dari pusat kota sekitar 50km.
Kecamatan wates merupakan wilayah Kabupaten Blitar bagian selatan
sehingga berada pada jalur pegunungan kapur selatan. Topografinya berbukit-bukit
dan bergelombang sampai terjal. Karena berada pada jalur pegunungan kapur, daerah
kecamatan wates memiliki tanah yang kurang subur. Sehingga hasil pertanian di
daerah kecamatan wates kurang begitu maksimal. Wilayah ini juga berbatasan
langsung dengan laut, sehingga memiliki salah satu potensi wisata laut yang
mempesona, yaitu pantai jolosutro . Kegiatan ekonomi penduduk kecamatan wates
juga sangat bervariasi, daiantaranya adalah pegawai negeri, petani, nelayan, pedagang
akan tetapi kebanyakan berprofesi sebagai petani.
Kondisi dan Letak Geografis
Kecamatan wates berada di wilayah Kabupaten Blitar bagian selatan yang
secara geografis Kecamatan Wates terletak pada 11218'14.90"-11223'34.31" Bujur
Timur dan 813'49.91"- 813'49.91" Lintang Selatan. Kecamatan Wates berjarak
sekitar 50 km dari pusat Kota Blitar.
Kecamatan wates merupakan daerah terpencil yang jauh dari pusat Kabupaten
Blitar yang masih berada dalam masa perkembangan, dan berbatasan langsung
dengan 3 wilayah kecamatan lain. Batas sebelah utara berbatasan dengan kecamatan

binangun, sebelah barat berbatasan dengan kecamatan panggungrejo, sedangkan


sebelah timur berbatasan dengan kecamatan donomulyo (Kabupaten Malang).
Sementara itu untuk sebelah selatan berbatasan langsung dengan samudra Indonesia
yang terkenal dengan kekayaan alamnya. Apabila diukur dari atas permukaan laut,
maka Wilayah Kecamatan Wates berada pada ketinggian tertinggi yaitu +420 m dari
permukaan air laut dan luas wilayahnya sekitar 72,22

km.

Secara geografis, wilayah selatan Kabupaten Blitar merupakan daerah


gersang. Alamnya yang ada, berupa dataran tinggi pegunungan yang mengandung
kapur. terlalu sulit menjumpai sebidang tanah subur yang bagus untuk pertumbuhan
tanaman pangan, di daerah tersebut. Sementara mayoritas warga bermatapencaharian
sebagai pencocok tanam, di ladang dan huma lereng pegunungan. Sistem
pengairannya yang ada, berasal dari curahan air hujan. Bukan aliran dari sungai
irigasi. Kondisi alam yang kurang menguntungkan itu, mengakibatkan warga Blitar
selatan secara sosiologis terstigma sebagai masyarakat minus. Tidak heran, untuk
mengubah nasib tidak sedikit warga yang memilih menjadi buruh migran. Namun
yang bertahan sebagai petani jumlahnya juga tidak sedikit.
Kecamatan wates juga masuk dalam daerah pegunungan kapur selatan, karena
kecamatan wates merupakan wilayah yang berada di Blitar bagian selatan. sehingga
wilayah ini merupakan daerah pegunungan kapur yang berbatasan langsung dengan
laut sehingga daerah ini merupakan daerah kering dan sulit di jumpai sumber air.
Sistem pengairan untuk lahan pertanian berasal dari curahan air hujan. Bukan aliran
dari sungai irigasi. Sehingga pertanian di kecamatan wates sangat bergantung pada air
hujan. Untuk wilayah Pantai Jolosutro berada di desa Ringenrejo, kecamatan Wates.
Pantai Jolosutro merupakan pantai bagian dari kawasan Laut pantai Selatan yang
dominan memiliki ombak laut selatan yang besar dan sangat indah. Pantai Jolosutro
terletak di sebuah teluk kecil yang diapit perbukitan dengan garis pantainya yang
panjang berpasir hitam. Sementara itu, bagian tengah pantai menyimpan butiran pasir

hitam yang serupa. Pantai Jolosutro sangat cocok untuk rekreasi keluarga, karena
terdapat pemandangan alam yang sangat indah dan pasir yang sangat halus di
sepanjang pantai. Air yang kebiruan dan angin laut yang menyapa para wisatawan
juga menjadi bagian yang unik dari pantai ini.
Sedangkan jika dilihat dari letak Tofografi tinggi tempat tertinggi adalah 400
meter (dpa) dan tinggi tempat terendah adalah 0 meter (dpa) Topografinya berbukitbukit dan bergelombang sampai terjal.. Tanah di daerah ini tergolong dalam apa yang
disebut dengan tanah grumusol. Tanah grumusol merupakan batu-batuan endapan
yang berkapur di daerah bukit maupun gunung. sifatnya basah. Dan kurang subur
untuk lahan pertanian.
Walaupun berada dalam jalur pegunungan kapur salatan, wilayah Kecamatan
Wates tidak semuanya berbentuk pegunungan, hanya sebagian wilayah utara yang
merupakan wilayah lereng yang miring ke utara dan wilayah selatan yang berbentuk
lereng curam ke selatan dan menghadap ke laut yang berbentuk bukit-bukit daerah
pagunungan. Sungai-sungai di daerah ini umumnya adalah sungai periodik, yaitu
sungai yang debit airnya tinggi ketika musim penghujan dan ketika musim kemarau
debit airnya berkurang. Sebagian besar sungai-sungai di wilayah kecamatan wates
bermuara di laut selatan dan sebagian lagi adalah anak dari sungai Brantas. Karena
sungai-sungai di daerag ini berada di pegunungan maka di daerah ini bbanyak di
jumpai air terjun, seperti air terjun yang berada di desa mojorejo, desa wates, dan di
desa purworejo.
Lokasi Kecamatan Wates yang berada di sebelah Selatan Khatulistiwa.
Tepatnya terletak antara 11218'14.90"-11223'34.31" Bujur Timur dan 813'49.91"813'49.91" Lintang Selatan. Hal ini secara langsung mempengaruhi perubahan iklim.
Iklim Kecamatan Wates termasuk dalam tipe iklim C.3 dimana rata-rata curah hujan
tahunan 1.478,8 mm dengan curah hujan tertinggi 2.618,2 mm per tahun dan terendah

1.024,7 per tahun. Sedangkan suhu tertinggi 30 Celcius dan suhu terendah 18 celcius
Perubahan iklimnya seperti di daerah-daerah lain mengikuti perubahan putaran dua
iklim yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Satu kenyataan yang dapat kita
lihat sampai saat ini, bahwa Kecamatan Wates merupakan daerah yang kecil dengan
segala potensi alam, gografis dan iklim serta kualitas sumber daya manusia yang
sedang.
Penduduk dan Kegiatan Perekonomian
Kecamatan wates merupakan wilayah kecamatan yang berada jauh dari pusat
pemerintahan kebupaten, jumlah penduduknya pun juga sangat bervareatif, menurut
data tentang kependudukan kecamatan wates tercatat bahwa jumlah penduduknya
adalah sebagai berikut:
Data Penduduk Kecamatan Wates
Tahun 2011
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Desa
Wates
Tugurejo
Sukorejo
Mojorejo
Sumberarum
Purworejo
Tulungrejo
Ringinrejo
Total

Jumlah penduduk
Laki-laki
Perempuan

Keteranga
Total

2575
2665
5240
2645
2648
5296
1536
1554
3090
1875
1714
3574
757
682
1386
2188
1985
4173
1669
1689
3358
2937
2891
5628
161164
15828
31705
Sumber: Data penduduk kantor kecamatan wates

Untuk kegiatan ekonomi penduduk kecamatan wates juga sangat bervariasi,


daiantaranya adalah pegawai negeri, petani, nelayan, pedagang akan tetapi
kebanyakan berprofesi sebagai petani.
Karena berada di daerah yang jauh dari pusat kota, sebagian besar masyarakat
Kecamatan Wates bekerja pada sektor pertanian, lahan pertanian di daerah ini tersebar
di semua wilayah, di setiap desa-desa. Lahan persawahan di wilayah kecamatan wates
sebagian bear merupakan sawah tadah hujan, yaitu persawahan yang mengandalakan
debit air hujan untuk sumber irigasinya, sehingga sawah-sawah di daerah ini hanya
berproduksi 2kali dalam 1tahun, yaitu hanya dalam musim penghujan saja, ketika
musim kemarau sawah-sawah di daerah ini dimanfaatkan sebagai area pertanian

buah-buahan, sayur, dan tembakau. Untuk lahan yang berada di daerah yeng berbukit
dan tidak memungkinkan untuk di gunakan sebagai area persawahan, masyarakat
umumnya menanaminya dengan tanaman-tanaman holtikultura seperti tanaman
jagung, kedelai, kacang-kacangan, dan tebu.
Untuk masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan sebagian besar bertempat
tinggal di daerah pantai, yaitu pantai jolosutro. Pantai Jolosutro, berada di desa
Ringenrejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar berjarak sekitar 10 km dari pusat
kecamatan ke arah Selatan, atau sekitar 65km dari pusat Kota Blitar.
Di wilayah kecamatan wates juga terdapat beberapa area pertambangan,
diantaranya adalah pertambangan kaolin(lempung) dan pertambangan pasir besi.
Pertambangan kaolin terletak di 2 tempat yang berbeda, yaitu di desa mojorejo dan di
desa ringin rejo, untuk pertambangan kaollin di desa mojorejo masih di lakukan
secara tradisional, luas area tambang di area ini sekitar 2000

m. Sehingga aktifitas

penambangannya bisa menyerap tenaga kerja/buruh. Untuk area penambangan pesir


besi berada di wilayah pesisir pantai, yaitu di sekitar pantai jolosutro desa Ringin
Rejo, karena pantai jolosutro merupakan area pantai yang berpasir hitam dan
merupakan hamparan pasir besi. Luas area pertambangan adalah sepanjang garis
pantai. Namun proyek penambangan pasir besi di tempat ini mengalami banyak
kendala karena mendapat protes dari warga sekitar. Sehingga aktifitas penambangan
terhenti karena kendala tersebut.
Di daerah kecamatan wates juga terdapat beberapa industri, namun industri
yang ada di wilayah kecamatan wates merupakan industri rumah tangga, belum
memproduksi dalam skala besar, ada beberapa industri yang ada di wilayah
kecamatan wates seperti industri pembuatan kerupuk di desa sukorejo, industri kripik
ketela dan pisang di tugurejo, industri pengolahan tahu dan tempe di desa
sumberarum, dan industri meubel di desa mojorejo, wates, ringinrejo, dan desa
tugurejo.
Akan tetapi, kebanyakan dari sebagian besar masyarakat wates memilih pergi
merantau di luar daerah untuk mencari pekerjaan yang layak dan menjanjikan,
kebanyakan dari mereka memilih pergi merantau karena di wilayah kecamatan wates
kurang tersedia kegiatan perekonomian yang dapat memenuhi kebutuhan hidup
mereka. Masyarakat lebih memilih pergi ke kota untuk bekerja sebagai buruh pabrik,
karyawan perusahaan, pembantu rumah tangga, pedagang dan lain-lain.
Jika dbandingkan dengan wilayah kecamtan lain di Kabupaten Blitar, tingkat
kesejahteraan masyarakat di wilayah kecamatan wates sangat jauh berbeda. Hal ini
dikarenakan adanya beberapa faktor seperti kondisi alam yang kurang subur, keadaan
geografisnya yang merupakan daerah pegunungan,sumber daya manusia yang belum

maju dan faktor keterjangkauan dari pusat pemerintahan. Untuk itu perlu adanya
program perencanaan pembangunan untuk pengembangan di daerah kecamatan wates
karena wilayah ini memiliki potensi yang luar biasa jika pengelolaan potensi sumber
daya alamnya dikelola dengan baik.