Anda di halaman 1dari 4

1.

Hubungan antara fotosintesis dan respirasi


Dalam pembuatan fotosintesis, dibutuhkan CO2 dan H2O yang dimana senyawa
tsb dihasilkan dari hasil proses respirasi. sedangkan hasil dari fotosintesis adalah
C6H12O6 (glukosa) dan O2 yang dimana berguna untuk makanan tubuh kita
sekaligus dirombak didalam tubuh yang salah satu kegunaannya yang glukosa adalah
untuk respirasi.
2. Hubungan Respirasi dan suhu
Suhu udara mempengaruhi semua kegiatan tumbuhan yang berkaitan dengan
proses pertumbuhan dan perkembangan seperti penyerapan air, fotosintesis,
penguapan (transpirasi) dan pernapasan (respirasi). Tanaman yang memiliki bunga
indah di daerah bersuhu dingin (pegunungan) bila ditanam di daerah bersuhu panas
maka pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut akan terhambat, bahkan
tidak berbunga.
3. Hubungan Respirasi dan Fithormon
Hormon yang berasal dari bahasa Yunani yaitu hormaein ini mempunyai arti :
merangsang, membangkitkan atau mendorong timbulnya suatu aktivitas biokimia
sehingga fito-hormon tanaman dapat didefinisikan sebagai senyawa organik tanaman
yang bekerja aktif dalam jumlah sedikit, ditransportasikan ke seluruh bagian tanaman
sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan atau proses-proses fisiologi tanaman.
Jadi, Fitohormon adalah hormon pada tumbuh-tumbuhan, zat yang mengatur segala
proses fisiologis, petumbuhan dan perkembangan, pada tumbuhan. Namun, hormon
hanyalah suatu zat yang kerjanya dikontrol oleh gen karena pada dasarnya semua
sistem kerja makhluk hidup, baik hewan/manusia atau tumbuhan, diatur sepenuhnya
oleh gen.

4. Hubungan Respirasi dan O2

Tumbuhan juga menyerap O2 untuk pernafasannya, umumnya diserap melalui


daun (stomata). Pada keadaan aerob, tumbuhan melakukan respirasi aerob. Bila
dalam keadaan anaerob atau kurang oksigen, jaringan melakukan respirasi secara
anaerob. Misal pada akar yang tergenang air. Pada respirasi aerob, terjadi pembakaran
(oksidasi) zat gula (glukosa) secara sempurna, sehingga menghasilkan energi jauh
lebih besar (36 ATP) daripada respirasi anaerob (2 ATP saja). Demikian pula respirasi
yang terjadi pada jazad renik (mikroorganisma). Sebagian mikroorgaanisma
melakukan respirasi aerobik (dengan zat asam), anerobik (tanpa zat asam) atau cara
keduanya (aerobik fakultatif) (Suyitno, 2006).
5. Hubungan Respirasi dan Co2
Respirasi pada hakikatnya adalah reaksi redoks, dimana substrat dioksidasi
menjadi CO2 sedangkan O2 yang diserap sebagai oksidator mengalami reduksi
menjadi H2O. Yang disebut substrat respirasi adalah setiap senyawa organik yang
dioksidasikan dalam respirasi, atau senyawa-senyawa yang terdapat dalam sel
tumbuhan yang secara relatif banyak jumlahnya dan biasanya direspirasikan menjadi
CO2 dan air. Sedangkan metabolit respirasi adalah intermediat-intermediat yang
terbentuk dalam reaksi-reaksi respirasi.
6. Hubungan Respirasi dan Pematangan Buah
Respirasi adalah suatu proses biologis, yaitu oksigen diserap
untuk

digunakan

pada

proses

pembakaran

(oksidatif)

yang

menghasilkan energi diikuti oleh pengeluaran sisa pembakaran


berupa gas karbondioksida dan air (Deddy Muctadi, 1992 dalam
Octavianti Paramita, 2010). Substrat yang paling banyak diperlukan
tanaman untuk proses respirasi dalam jaringan tanaman adalah
karbohidrat dan asam-asam organik bila dibandingkan dengan
lemak dan protein (Octavianti Paramita, 2010).

7. Hubungan Respirasi dan Senyawa Organik


Semua sel aktif terus menerus melakukan respirasi, sering
menyerap O2 dan melepaskan CO2 dalam volume yang sama.
Namun seperti kita ketahui, respirasi lebih dari sekadar pertukaran
gas secara sederhana. Proses keseluruhan merupakan reaksi
oksidasi-reduksi, yaitu senyawa dioksidasi menjadi CO2 dan O2 yang
diserap direduksi menjadi H2O, Pati, fruktan, sukrosa, atau gula
yang lainnya, lemak, asam organik, bahkan protein dapat bertindak
sebagai substrat respirasi. (Salisbury & Ross, 1995).

TUGAS

Pasca Panen

OLEH:
ABDUL ZAID AKIL
DIB1 13 107

JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
2016